Showing posts with label 2018 at 11:05PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 11:05PM. Show all posts

Wednesday, December 26, 2018

Flyover Rawa Buaya Cengkareng Retak, Akses Jalan Ditutup

Flyover Rawa Buata mengalami keretakan pada bagian pot bearing

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi mengatakan, Flyover Rawa Buaya Cengkareng mengalami keretakan pada bagian pot bearing. Rustam mengatakan, saat ini akses jalan flyover tersebut ditutup secara total selama perbaikan untuk keselamatan pengguna jalan.

"Ditutup total untuk menyelamatkan nyawa manusia. Kita tutup di sana sehingga ini kita pastikan tidak dilewati berbahaya sekali ini, sepeda motor bisa terjungkal langsung nih, ini berbahaya," ujar Rustam kepada wartawan saat meninjau lokasi flyover, Rabu (26/12) malam.

Rustam mengimbau bagi masyarakat yang ingin menuju Bandara Soekarno Hatta dapat melalui jalan tol. Para pengguna jalan yang akan melewati flyover bisa mengakses jalan bawah. Ia mengatakan, kemacetan akan timbul karena penutupan flyover sehingga dikerahkan petugas kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP.

"Imbasnya memang menjadi kemacetan, nah untuk mengatasi itu kita minta bantuan kepolisian lalu lintas ada kawan-kawan Satpol PP bersama Dinas Perhubungan untuk membantu memperlancar," katanya.

Sementara itu, Rustam menambahkan, perbaikan pada Flyover Rawa Buaya Cengkareng sedang dilakukan. Pihak yang berwenang memperbaiki dari Balai Besar Pelaksana Jalan Wilayah VI Kementerian PUPR Jakarta Metro 1. "Pihak dari Kemen PUPR, sedang lakukan perbaikkan saat ini," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EL5fjc
December 26, 2018 at 11:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EL5fjc
via IFTTT
Share:

Sunday, November 25, 2018

Dejan Antonic Berharap Gol Cepat ke Gawang Persela

Borneo akan menjamu Persela pada Senin (26/11)

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Kesebelasan Borneo FC tidak meremehkan kekuatan Persela Lamongan dan akan berjuang keras meraih kemenangan pada lanjutan kompetisi Liga 1 Indonesia 2018. Laga akan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (26/11).    

Pelatih Borneo FC, Dejan Antonic, Ahad (25/11), mengatakan, bahwa timnya hanya menyisakan tiga laga untuk pertandingan musim ini. Sehingga tidak ada pilihan lain bagi Lerbi Eliandri dkk untuk bisa meraup poin maksimal demi mengamankan posisi di papan atas hingga akhir kompetisi.   

"Ada dua laga kandang yang masih tersisa, termasuk menghadapi Persela Lamongan. Tentunya di dua laga ini kami berharap bisa meraih hasil maksimal berupa tiga poin," jelas Pelatih asal Serbia itu.  

Dejan menilai tim Persela tidak bisa dianggap remeh, karena sinergi antara pelatih Aji Santoso dan para pemain sudah berlangsung cukup lama. Dan wajar bila tim asal Kota di Jawa Timur itu bisa menjadi ancaman bagi skuad berjuluk " Pesut Etam".   

"Kami harus tetap waspada, mengingat lawan punya progres pertandingan yang cukup bagus dalam beberapa pekan terakhir, para pemain kami harus kosentrasi dan disiplin saat pertandingan," papar Dejan.   

Ia mengaku bersyukur pada laga tersebut hampir semua pemain intinya bisa diturunkan. Kondisi ini akan memudahkannya dalam meracik taktik dan strategi.   

"Sudah lama kami bisa menurunkan 'full tim' seperti ini, hampir semua pemain inti bisa diturunkan. Semoga ini menjadi modal bagi kami untuk mengibur para penonton di lapangan," jelasnya.   

Dejan sangat percaya para pemainya bisa meredam perlawanan tim Persela, dan mengharapkan timnya bisa mencetak gol duluan di awal pertandingan.   

"Disiplin dan kerja keras menjadi kunci sukses, saya yakin dengan kemampuan para pemain Borneo FC," kata Dejan.  

Saat ini tim asal Kota Samarinda tersebut menduduki peringkat ke-5 klasemen dengan poin 45, dan bila meraih kemenangan maka Borneo berpeluang menggeser Bhayangkara FC di peringkat ke-4 klasemen. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TIr1sT
November 25, 2018 at 11:05PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TIr1sT
via IFTTT
Share:

Friday, November 23, 2018

Soal Khashoggi, Turki: Trump Akan Tutup Mata

Turki menduga kuat keterlibatan elite Saudi dalam pembunuhan ini.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA— Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengkritik pendekatan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam menanggapi kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Trump diprediksi akan menutup mata terhadap hasil penyelidikan kasus ini. 

Sebelumnya, Trump bersumpah akan tetap menjadi 'rekan setia' Arab Saudi meski ia juga telah mengatakan ada kemungkinan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman mengetahui rencana pembunuhan Khashoggi. 

Cavusoglu mengkritik sikap Trump yang mementingkan kepentingan komersial dengan Arab Saudi dibandingkan menegakan keadilan. "Pernyataan yang dibuat Trump ini juga mengartikan 'tidak masalah apa yang terjadi, saya akan menutup mata', ini bukan pendekatan yang benar, uang bukan segala-galanya," kata Cavusoglu, di CNN Turki, Jumat (23/11). 

Cavusoglu juga mengatakan nyawa manusia seharusnya juga dipertimbangkan. Ia mengatakan Amerika Serikat tidak memberi informasi kepada Turki tentang rekaman audio pembunuhan Khashoggi, satu hari setelah surat kabar Turki memberitakan CIA memberi sinyal kepada Turki mereka memiliki rekaman Mohammed bin Salman memberi perintah untuk 'membungkam Khashoggi'. 

Beberapa pekan setelah pembunuhan yang terjadi pada 2 Oktober tersebut, Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan sudah mengatakan perintah pembunuhan ini berasal dari penguasa tertinggi Kerajaan Arab Saudi. 

Tapi ia yakin bukan Raja Salman, hal ini mengindikasi Erdogan mencurigai putra mahkota dan penguasa de facto Kerajaan Arab Saudi yaitu Mohammed bin Salman. 

Sebelumnya media-media Turki melaporkan Mohammed bin Salman ingin bertemu dengan Erdogan di sela pertemuan G20 pada 30 November mendatang. 

Cavusoglu mengatakan tidak ada alasan yang membuat pertemuan tersebut tidak dilakukan tapi keputusan akhirnya ada di Erdogan. 

Cavusoglu mengatakan Erdogan tidak secara langsung menuduh Mohammed bin Salman yang merencanakan pembunuhan ini. Pemerintah Arab Saudi pun sudah membantah Mohammed bin Salman mengetahui tentang 15 orang anggota tim pembunuh Khashoggi. Meski salah satu diantaranya perwira militer yang dekat dengan Mohammed bin Salman. 

"Kami tidak bisa menuduh satu orang tanpa bukti pasti, itu tidak benar, namun pernyataan 'mungkin, mungkin juga tidak' terlihat menarik bagi kami semua," katanya.  

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2r1a2Vv
November 23, 2018 at 11:05PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2r1a2Vv
via IFTTT
Share: