Showing posts with label 2018 at 06:12PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 06:12PM. Show all posts

Wednesday, December 26, 2018

Banyak Bencana Alam, Pariwisata Akhir Tahun di Sumbar Lesu

Asita menyebut beberapa kali longsor memutusjalur utama Kota Padang dan sekitarnya

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Tingkat kunjungan wisatawan di Sumatra Barat belum menunjukkan peningkatan signifikan meski saat ini sudah masuk periode libur Natal dan tahun baru (Nataru). Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumatra Barat memprediksi lesunya kunjungan wisata disebabkan banyaknya bencana alam yang terjadi wilayah ini dalam satu bulan terakhir, ditambah sejumlah bencana alam skala besar yang terjadi di Indonesia belakangan ini. 

Di Sumbar, sejumlah bencana longsor sempat memutus jalur-jalur utama yang menghubungkan Kota Padang menuju kota penting lainnya seperti Bukittinggi, Solok, dan Payakumbuh. Kejadian ini membuat calon pelancong berpikir ulang untuk menghabiskan libur akhir tahun di Sumatra Barat.

Belum lagi, kejadian banjir yang sempat melanda Kota Padang dan daerah lain di Sumbar dalam sebulan terakhir. Sementara di level nasional, bencana alam berupa tsunami di Selat Sunda juga membuat wisatawan memilih mengatur ulang rencana perjalanannya. 

Ketua Asita Sumatra Barat Ian Hanafiah memprediksi tingkat kunjungan wisatawan ke Sumbar pada libur akhir tahun 2018 ini bakal lebih rendah ketimbang capaian tahun 2017 lalu. Meski belum memiliki data yang valid, Ia melihat dari laporan hotel-hotel di Sumatra Barat secara umum belum menunjukkan adanya peningkatan pesanan kamar sepanjang libur akhir tahun secara signifikan.

Para pemilik agen tur dan travel di Sumbar juga menyebutkan belum ada penambahan kunjungan secara drastis. Padahal, ujarnya, libur akhir tahun merupakan momentum bagi industri pariwisata untuk meraup untung besar. 

"Pariwisata di Sumatera Barat ini sebenarnya bagus, dan promosikan yang dilakukan juga bagus. Tapi dikarenakan adanya faktor alam seperti bencana, membuat para wisatawan berpikir panjang untuk datang ke Sumatera Barat," kata Ian, Rabu (26/12). 

Ian menambahkan, putusnya jalur utama Padang-Bukittinggi pada awal Desember 2018 ini juga menyumbang penurunan tingkat kunjungan wisata. Meski jembatan panel dari kerangka baja sudah didirikan, namun kemacetan tetap terjadi di jalur Padang-Bukittinggi, khususnya di kawasan Kayu Tanam. Wisatawan, kata Ian, enggan menghabiskan libur akhir tahun hanya untuk bermacet-macet di jalanan. 

Tak hanya itu, banyaknya bencana skala nasional yang terjadi di negeri ini juga membuat wisatawan secara umum mengurunkan niatnya untuk berlibur ke tempat-tempat yang jauh. Sumbar yang memang sering dilanda bencana alam pun, semakin sepi dari kunjungan wisata. 

"Kalau pantai apalagi, dengan adanya kejadian tsunami di Selat Sunda itu, turut mempengaruhi wisatawan untuk mengurungkan niatnya datang ke Sumatera Barat," katanya. 

Sumbar sendiri merupakan magnet bagi wisatawan domestik yang berasal dari Riau, Jambi, dan Bengkulu. Sementara untuk wisatawang asing, turis Malaysia merupakan penyumbang angka kunjungan wisata terbanyak.

Catatan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Sumatra Barat melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) bulan Oktober 2018 mencapai 4.050 orang, mengalami penurunan 20,49 persen dibanding wisman September 2018 yang tercatat sebanyak 5.094 orang.

"Nah wisatawan dari Riau, Jambi, dan Bengkulu juga sepertinya tidak seramai tahun lalu. BMKG juga mengingatkan potensi gelombang laut tinggi yang yang terjadi di pengujung tahun ini. Jadi kita dari agen travel yang ada di ASITA harus memahami kondisi yang demikian," kata Ian.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BGS13T
December 26, 2018 at 06:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BGS13T
via IFTTT
Share:

Sunday, December 23, 2018

Tidak Ada Asset yang Digadaikan Inalum untuk Beli Freeport

Investor global percaya akan kinerja Inalum dan prospek bisnis PTFI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Holding Industri Pertambangan PT Inalum (Persero) meluruskan asumsi-asumsi yang tidak berdasar terkait pembiayaan untuk meningkatkan kepemilikan perusahaan di PT Freeport Indonesia (PTFI) dari 9,36 persen menjadi 51,2 persen. Inalum mengatakan tidak ada asset atau saham Inalum dan anak usaha, termasuk PTFI, yang digadaikan.

Terutama ketika perusahaan menerbitkan obligasi global senilai 4 miliar dolar AS. Di mana 3,85 miliar atau Rp 55 triliun digunakan untuk pembayaran saham PTFI dan sisa 150 juta untuk refinancing.

“Jangan termakan hoaks. Tidak ada aset atau saham yang kita gadaikan dalam penerbitan tersebut. Mengapa bisa tanpa jaminan? Karena investor global percaya akan kinerja Inalum dan prospek bisnis PTFI,” ungkap Kepala Komunikasi Korporat dan Hubungan Antar Lembaga Inalum Rendi A Witular pada Ahad (23/12), seperti dalam siaran pers. 

Obligasi global Inalum terdiri dari dari empat seri dengan dengan masa tersingkat 3 tahun dan paling lama 30 tahun denggan tingkat kupon rata-rata sebesar 5.991 persen.

BNP Paribas dari Perancis, Citigroup dari Amerika Serikat dan MUFG dari Jepang menjadi koordinator underwriter dalam penerbitan obligasi ini serta CIMB dan Maybank dari Malaysia, SMBC Nikko dari Jepang dan Standard Chartered Bank dari Inggris sebagai mitra underwriter.

Untuk penerbitan Global Bond ini, Inalum mendapatkan rating Baa2 dari Moody’s dan BBB- dari Fitch. Bond ini telah terdaftar di Singapore Exchange Securities. 

Penerbitan obligasi ini lebih kompetitif dan stabil dibanding dengan pinjaman dari sindikasi perbankan asing. Jika lewat perbankan akan ada resiko suku bunga yang dapat melonjak di saat ketidakpastian ekonomi global, dan juga untuk jangka panjang biasanya bank meminta jaminan.

“Mengapa tidak mengambil pembiayaan dari dalam negeri? Karena kita tidak ingin ada uang yang keluar dari Indonesia dan mengakibatkan terjadinya fluktuasi nilai tukar rupiah. Ini kan uangnya dari Jepang, Singapore, Amerika dan Eropa yang ditransfer ke negara lain,” terang Rendi.

Rendi juga menjelaskan jika Inalum mempunyai kemampuan yang kuat untuk membayar. “Kita keluar Rp 55 triliun untuk membeli tambang PTFI dengan kekayaan senilai 2,400 triliun hingga 2041. Setelah 2022, laba bersih PTFI diproyeksikan sebesar Rp 29 triliun per tahun berdasarkan asumsi yang sangat konservatif,” kata Rendi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AmRJPV
December 23, 2018 at 06:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AmRJPV
via IFTTT
Share:

Thursday, December 20, 2018

Suku Kurdi Dukung Siapa Pun yang Binasakan YPG dan PKK

YPK/PKK tidak melayani atau mewakili Suku Kurdi.

REPUBLIKA.CO.ID,  SANLIURFA— Suku Kurdi akan mendukung setiap pihak yang secara aktif bekerja untuk menghilangkan kelompok Yekîneyên Parastina Gel (YPG) versi wanita yang didominasi orang Kurdi dan organisasi militer Partai Persatuan Demokratik di Suriah atau Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dari wilayah Suriah. 

Pemimpin Perhimpunan Kurdi Merdeka Suriah Abdulziz Temmo, mengatakan kepada Kantor Berita Anadolu, YPK/PKK tidak melayani atau mewakili Suku Kurdi di negeri tersebut.

YPG/PKK, kata Temmo,  telah menyiksa dan mengusir orang Kurdi dari rumah mereka dan memaksa anak-anak kami untuk bertempur untuk mereka.

Menurut Temmo, Kurdi Suriah dengan senang hati akan mendukung siapa saja yang bertindak untuk mengusir YPG/PKK dari Suriah.

"Sebagai orang Kurdi, kami merupakan bagian bagian dasar dari susunan nasional," kata Temmo sembari menambahkan, "Rezim Suriah adalah musuh kami yang sesungguhnya, bukan Turki, seperti yang diklaim oleh YPG/PKK."

Ia akan berterimakasih kepada siapapun yang mengusir mereka dari Suriah. Suku Kurdi Suriah, menolak pemecahan wilayah Suriah dan akan menentang siapa saja yang mendukung YPG/PKK".

"Kami ingin melihat persatuan di kalangan Suku Kurdi Suriah, Arab, dan Turkmen," kata Temmo.

Suku Kurdi Suriah telah berulangkali mendesak AS melakukan aksi militer melawan kehadiran YPG/PKK yang berlanjut di Suriah.

   

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2V0ho9r
December 20, 2018 at 06:12PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2V0ho9r
via IFTTT
Share:

Friday, December 7, 2018

8 Rute Jak Lingko Terintegrasi Skybridge Tanah Abang

300 unit Jak Lingko akan dikerahkan melayani masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Agung Wicaksono mengatakan ada delapan rute angkutan umum Jak Lingko yang akan terintegrasi dengan JPM Tanah Abang. Jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang mulai diuji coba untuk pejalan kaki dan moda transportasi yang terintegrasi, Jumat (7/12).

"Saat ini ada delapan rute yang sudah disetujui dari Pemprov (Pemerintah Provinsi DKI Jakarta). Ini statusnya masih uji coba karena kita ketat sekali melakukan evakuasi kendaraan yang akan digunakan," ujar Agung di JPM Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat.

Ia mengatakan, rute tersebut merupakan rute yang telah tersedia sebelumnya. Ia merinci rute tersebut, antara lain OK 7 Grogol-Tanah Abang, OK 8 Roxy-Bendungan Hilir, OK 9 Roxy Mas-Karet, OK 10 Tanah Abang-Kota, OK 11 Tanah Abang-Kemayoran Lama, OK 12 Tanah Abang-Kebayoran Lama, OK 13 Tanah Abang-Jembatan Lima, dan OK 14 Tanah Abang-Meruya Ilir.

Namun, dalam uji coba JPM Tanah Abang hari ini Jak Lingko tersebut belum bisa dioperasikan. Alasannya, para sopir belum seluruhnya memiliki SIM A umum. Ia menyebut akan mengadakan pembuatan SIM massal bagi sopir Jak Lingko bekerja sama dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya pada Sabtu (8/12).

"Sampai kemarin itu baru sekitar 58 kendaraan (Jak Lingko) yang lolos evaluasi terus belum semuanya punya SIM A umum, padahal SIM A itu mutlak," kata dia.

Agung menjelaskan, ada sekitar 60 unit Jak Lingko yang sudah dalam proses pengendalian dan evaluasi. Ia merencanakan akan mengerahkan sampai 300 unit Jak Lingko untuk melayani penumpang di sekitar kawasan Tanah Abang ke berbagai tujuan dari delapan trayek tersebut.

Bus Metrotrans koridor 1H dengan rute Tanah Abang-Stasiun Gondangdia dan GR 2 Tanah Abang Explorer akan dipersiapkan menaikturunkan penumpang di halte yang terintegrasi dengan JPM. Agung menyebut, berdasarkan laporan data pada Kamis (6/12), koridor 1H mengangkut 2.700 penumpang, sedangkan GR 2 melayani 3.562 penumpang.

"Itu beda-beda tiap hari, tetapi ya rata-rata sekitar segitu (setiap harinya)," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2E3DO3P
December 07, 2018 at 06:12PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2E3DO3P
via IFTTT
Share:

Friday, November 30, 2018

Pendongeng Bagi Trik Mendongeng untuk Anak

Orang tua disarankan memilih cerita yang memang disukai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para orang tua yang akan mendongeng kepada anak harus memperhatikan suara, ekspresi dan gestur saat bercerita. Tujuannya agar anak tertarik dan mampu menangkap intisari dari dongeng itu.

"Harus sering melatih diri sebenarnya. Untuk suara, ikuti saja ceritanya karena yang akan kita sampaikan ada rasanya, pengalamannya. Pergunakan suara kita untuk menggambarkan ceritanya," ujar Ariyo Zidni, pendiri Komunitas Ayo Dongeng Indonesia di Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Tidak perlu berlebihan dan sempurna, tapi jujur. Dengan demikian, baik dengan membacakan langsung dari teks buku atau e-book maupun improvisasi cerita," lanjut Ariyo.

Setelah tiga hal sederhana di atas, yang tidak kalah penting adalah pemilihan cerita. Jangan memilih cerita yang tidak Anda sukai. Sebab, yang menceritakan dongeng harus memiliki ketertarikan terlebih dahulu. Kalau tidak, cerita tersebut akan terdengar datar.

"Pilih cerita dulu, harus yang orang tuanya suka dulu. Karena kita pasti udah set goals-nya. Dari situ kita sudah otomatis akan menyampaikan dengan hal yang menyenangkan dan anaknya juga suka. Kalau mendongengkannya sambil membaca, usahakan sudah membaca isinya terlebih dahulu. Kalau kita sudah baca, ceritanya akan mengalir," jelas Ariyo.

Menurut Ariyo, cerita dongeng tidak harus yang ada di buku atau cerita rakyat. Dongeng bisa dibuat sendiri oleh orang tua berdasarkan hal-hal yang dekat dengan anak.

"Apapun bisa dimanfaatkan. Waktunya juga enggak harus menjelang tidur. Apapun waktu yang bisa kita manfaatkan, pergunakanlah untuk cerita. Misalnya lagi ngantri lama di supermarket, bisa cerita ke anak soal brokoli atau wortel," kata Ariyo.

Mendongeng merupakan sarana mendekatkan orang tua dengan anak. Apalagi orang tua zaman sekarang harus berlomba dengan gawai untuk meraih perhatian anak. Orang tua bahkan harus lebih kreatif tidak membuat anak jadi bosan dan memang harus penuh kesabaran. Ketika sudah kreatif bahkan bisa menciptakan dongeng sendiri, membuat anak selalu ingin mendengarkan dongeng dari orang tuanya.

"Banyak anak kabur dari rumah dan datang ke rumah, alasannya karna ibunya ngomel terus. Ayah yang jarang pulang dan suka marah, pemikiran ini harus diubah," ujar psikolog Seto Mulyadi.

Seto sangat mengapresiasi acara yang bisa membangkitkan keinginan orang tua mendongeng untuk anaknya. Seperti drama musikal berjudul Dongeng Pohon Impian.

Dongeng Pohon Impian menceritakan tentang seorang ibu yang ingin membahagiakan anaknya. Suatu hari mereka harus berpetualang untuk mendapatkan kembali pohon impian. Perjalanan namun terhadang rintangan. Uniknya, semakin kuat ikatan mereka semakin besar kekuatan untuk menghadapi rintangan.

Drama musikal Dongeng Pohon Impian akan berlangsung di Ciputra Artpreneur pada 22 Desember 2018. Pertunjukan digelar dua kali pada pukul 14.00 dan 19.00 WIB.

Harga tiket mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu. Tiket sudah bisa didapatkan di Lazada.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Q4GRQf
November 30, 2018 at 06:12PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Q4GRQf
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 28, 2018

BBPOM Ingatkan Bahaya Jamu Berbahan Kimia Obat

Jamu tradisional seharusnya dibuat dengan bahan herbal tanpa mencampurkan zat kimia.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Masyarakat harus lebih jeli dan teliti jika ingin mengonsumsi jamu untuk mengatasi jenis penyakit tertentu maupun jamu untuk menambah vitalitas. Sebab di tengah masyarakat saat ini banyak beredar produk jamu tradisional ilegal yang komposisinya telah dicampur dengan zat-zat kimia berbahaya bagi kesehatan.

"Yang paling banyak saat ini adalah jamu rematik, pegal linu, dan jamu kuat," ungkap Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang, Jawa Tengah, Safriansyah, Rabu (28/11).

Masyarakat, jelasnya, jangan mudah terperdaya oleh obat tradisional (jamu) untuk rematik, apalagi yang diklaim sangat manjur dan cepat meredakan rasa sakitnya. Padahal sebenarnya itu mengecoh konsumen.

Dalam rangka pengawasan dan penindakan, BBPOM kerap menemukan produk jamu rematik yang mengandung zat phenyibutazone atau corticosteroid. Sebab jamu tradisional seharusnya dibuat dengan bahan-bahan herbal tanpa mencampurkan zat kimia dan tidak akan bisa memberikan efek sekejap atau saat itu juga.

"Namun obat tradisional cenderung dikonsumsi dalam jangka waktu yang lebih lama,  guna mendapatkan khasiat yang sangat diharapkan," tambah Safriansyah.

Tapi kalau jamu tradisional kemudian dicampurkan dengan kandungan phenyibutazone atau corticosteroid, yang oleh dokter pun diberikan secara hati-hati, maka jamu tradisional tersebut sudah tercemar zat kimia. Bahkan dengan dosis yang tidak terukur dan cenderung berlebih.

Tetapi ini ditambahkan dalam komposisi jamu dan konsumen yang membeli tidak tahu-menahu. Sementara, konsumen sangat berharap mengonsumsi jamu tradisional dengan bahan-bahan herbal yang alami, aman, serta tanpa efek samping.

Ternyata mereka justru mengonsumsi jamu tradisional yang telah tercemar oleh bahan kimia.dengan dosis yang tidak terukur. "Tidak seperti obat yang diberikan dokter dengan dosis yang tepat," katanya.

Safriansyah juga mengungkapkan, zat kimia yang memiliki efek terapi tetapi diberikan dalam dosis yang cenderung berlebih dan dikonsumsi dalam waktu yang lama bisa membahayakan kesehatan.

Terutama yang berhubungan dengan organ dalam. "Yang paling sering terjadi adalah gangguan dan kerusakan pada ginjal dan bahkan juga bisa mengakibatkan gagal ginjal," jelasnya.

Selain anti rematik, jamu yang mengandung zat kimia berbahaya dan jamak beredar secara ilegal di tengah-tengah masyarakat adalah jenis jamu kuat yang menggunakan campuran sildenafil.

Sildenafil ini sebenarnya zat kimia yang memang diproduksi secara legal untuk obat dengan merek tertentu. Tapi jika dicampurkan pada jamu, umumnya konsumen tidak tahu.

Dokter pun, lanjutnya, untuk meresepkan obat kuat dengan kandungan kimia ini pun juga berhati- hati. Misalnya dalam hal dosis, diukur tensinya terlebih dahulu dan memastikan obat yang diberikan tidak ada kontraidikasi.

Jamak terjadi kasus kematian mendadak karena mengonsumsi obat kuat tanpa rekomendasi dokter. Tiba-tiba saja mengalami hipertensi karena obat ini memiliki sifat pemacu.

Sementara konsumen berasumsi dengan meminum jamu kuat cukup aman. Sehingga kecenderungannya dikonsumsi secara berulang dan terus menerus. "Inilah yang sangat berbahaya," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QvFpGl
November 28, 2018 at 06:12PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QvFpGl
via IFTTT
Share: