Showing posts with label 2019 at 07:40PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:40PM. Show all posts

Wednesday, May 29, 2019

Mendagri Jadi Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila

ASN dan karyawan Kemendagri loyal pada kebijakan pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dijadwalkan akan menjadi inspektur upacara pada Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada Sabtu, 1 Juni 2019. Tjahjo akan memimpin pelaksanaan upacara di Halaman Utama Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jl. Medan Merdeka Utara No. 7, Gambir, Jakarta Pusat.

Sabtu, 1 Juni 2019 sudah memasuki libur akhir pekan dan disambung dengan cuti bersama dan libur lebaran. Meski demikian, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib mengikuti upacara peringatan hari lahir Pancasila tersebut.

"Seluruh ASN lingkup Kemendagri wajib untuk upacara Hari Lahir Pancasila," kata Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Bahtiar.

Tak hanya itu, pada tanggal 31 Mei 2019, seluruh ASN dan Karyawan di lingkungan Kemendagri akan tetap masuk seperti biasa. Tak ada istilah Harpitnas (Hari kejepit Nasional). Kemendagri masuk kantor dan bekerja seperti biasa. ASN dan karyawan Kemendagri loyal pada kebijakan pemerintah. termasuk kewajiban upacara tanggak 1 Juni peringatan Hari Lahir Pancasila.

Seluruh lembaga negara, Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah (Pemda) seluruh Indonesia melaksanakan upacara bendera. Tujuannya untuk memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni mendatang. 

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran perihal Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni mendatang. SE tersebut bernomor B.116/Ka.BPIP/05/2019 yang ditandatangani oleh Pelaksana tugas Kepala BPIP Hariyono.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VXTiM6
May 29, 2019 at 07:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VXTiM6
via IFTTT
Share:

Sunday, May 19, 2019

Venue Badung-IFC Dibangun dengan Dana Desa

Event Badung-IFC diharapkan bisa berdampak positif bagi masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali memanfaatkan dana desa tahun 2018 untuk membangun sebuah lapangan sepak bola. Siapa sangka, sarana olahraga yang dibangun di kawasan objek wisata Gunung Payung tersebut kini menjadi lirikan dunia.

"Awalnya kita hanya bangun lapangan bola biasa. Tapi ternyata banyak yang melirik. Even internasional pun melirik. Sehingga desa ini nantinya akan dijadikan Kampung Bola Internasional," ujar Sekretaris Desa Kutuh, Inyoman Camang di Desa Kutuh, Jumat (17/5).

Ia mengatakan, lapangan sepak bola tersebut akan digunakan untuk event Badung International Football Championship (Badung-IFC). Pertandingan tersebut akan melibatkan 100 tim dan 2.500 pemain/official dari 13 negara yakni Indonesia, Jepang, Korea, Australia, Cina, Uzbekistan, Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Bangladesh, dan Senegal.

Badung-IFC akan digelar dengan kategori putri U21 pada tanggal 17-25 Agustus 2019. Kategori putra U15 pada tanggal 19-27 Oktober 2019. Kategori putra U13 pada tanggal 25 Oktober - 1 November 2019. Saat puncak pertandingan akan digelar Festival U12 dan U10 pada tanggal 26 November - 1 Desember.

"Harapannya event internasional ini bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Nanti masyarakat banyak yang jualan-jualan," ujarnya.

Kampung Bola Internasional sendiri merupakan program pembinaan dan pelatihan sepak bola bertaraf internasional. Selain itu, kampung bola juga bertujuan untuk dijadikan sebagai objek wisata berbasis olahraga (sport tourism) yang dapat menarik perhatian wisatawan asing maupun lokal.

"Sekarang kita buat lapangan ini menjadi lebih baik lagi. Kita buat tribun, toilet, ruang ganti, dan sebagainya. Kita buat ikon-ikon bola juga untuk menarik minat wisatawan," ungkapnya.

Lapangan sepak bola yang dibangun tepat di sebelah wisata paralayang yang juga dikembangkan oleh Desa Kutuh tersebut, dibangun dengan menggunakan dana desa tahun anggaran 2018 sebesar Rp 784 juta. Untuk pengembangannya, Desa Kutuh telah menyiapkan anggaran Rp5 Miliar yang dikelola oleh desa adat.

"Lapangan bola anggarannya Rp 784 juta lebih. Waktu itu total dana desa yang kita peroleh Rp 800 jutaan," ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Qd2MS9
May 19, 2019 at 07:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Qd2MS9
via IFTTT
Share:

Venue Badung-IFC Dibangun dengan Dana Desa

Event Badung-IFC diharapkan bisa berdampak positif bagi masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali memanfaatkan dana desa tahun 2018 untuk membangun sebuah lapangan sepak bola. Siapa sangka, sarana olahraga yang dibangun di kawasan objek wisata Gunung Payung tersebut kini menjadi lirikan dunia.

"Awalnya kita hanya bangun lapangan bola biasa. Tapi ternyata banyak yang melirik. Even internasional pun melirik. Sehingga desa ini nantinya akan dijadikan Kampung Bola Internasional," ujar Sekretaris Desa Kutuh, Inyoman Camang di Desa Kutuh, Jumat (17/5).

Ia mengatakan, lapangan sepak bola tersebut akan digunakan untuk event Badung International Football Championship (Badung-IFC). Pertandingan tersebut akan melibatkan 100 tim dan 2.500 pemain/official dari 13 negara yakni Indonesia, Jepang, Korea, Australia, Cina, Uzbekistan, Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Bangladesh, dan Senegal.

Badung-IFC akan digelar dengan kategori putri U21 pada tanggal 17-25 Agustus 2019. Kategori putra U15 pada tanggal 19-27 Oktober 2019. Kategori putra U13 pada tanggal 25 Oktober - 1 November 2019. Saat puncak pertandingan akan digelar Festival U12 dan U10 pada tanggal 26 November - 1 Desember.

"Harapannya event internasional ini bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Nanti masyarakat banyak yang jualan-jualan," ujarnya.

Kampung Bola Internasional sendiri merupakan program pembinaan dan pelatihan sepak bola bertaraf internasional. Selain itu, kampung bola juga bertujuan untuk dijadikan sebagai objek wisata berbasis olahraga (sport tourism) yang dapat menarik perhatian wisatawan asing maupun lokal.

"Sekarang kita buat lapangan ini menjadi lebih baik lagi. Kita buat tribun, toilet, ruang ganti, dan sebagainya. Kita buat ikon-ikon bola juga untuk menarik minat wisatawan," ungkapnya.

Lapangan sepak bola yang dibangun tepat di sebelah wisata paralayang yang juga dikembangkan oleh Desa Kutuh tersebut, dibangun dengan menggunakan dana desa tahun anggaran 2018 sebesar Rp 784 juta. Untuk pengembangannya, Desa Kutuh telah menyiapkan anggaran Rp5 Miliar yang dikelola oleh desa adat.

"Lapangan bola anggarannya Rp 784 juta lebih. Waktu itu total dana desa yang kita peroleh Rp 800 jutaan," ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/30ttjPX
May 19, 2019 at 07:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/30ttjPX
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 14, 2019

Wacana Autopsi Petugas KPPS, Keluarga: Kasihan Anak Saya

Siti menilai putra meninggal wajar karena kelelahan.

REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG -- Sejumlah pihak menginginkan autopsi terhadap petugas penyelenggara pemilu yang meninggal pascapencoblosan. Namun para keluarga korban meninggal menolak jika ada yang meminta agar dilakukan autopsi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak empat orang pengawas tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Bandung meninggal diduga karena kelelahan. Mereka yaitu Baginda Sori Muda (28 tahun), pengawas TPS 69, Desa Cileunyi Wetan.

Iwan Hermawan di Cicalengka, Ganjar Faturahman di Baleendah dan Asep Syarif di Rancabali. Selain itu, petugas KPPS Indra Lesmana asal Cicalengka, Kabupaten Bandung meninggal.

Orangtua dari Ganjar Faturahman (26), Asep Sujatma, warga Andir, Kecamatan Baleendah menolak jika ada pihak yang meminta agar anaknya diautopsi. Sebab penyebab anaknya meninggal karena kelelahan dan tidak terdapat sesuatu yang janggal.

"Kasihan mayat sudah lama (dikubur), harus digali lagi. Saya sama sekali gak setuju," ujarnya, Selasa (14/5). Anaknya, menurutnya sudah beristirahat dengan tenang sehingga tidak perlu diganggu dengan cara diautopsi.

Ibu almarhum, Siti menambahkan, anaknya meninggal karena kelelahan saat bertugas selama proses pemilihan umum (pemilu) 17 April lalu. Kondisi saat itu, tengah banjir di pemukiman warga. Sehingga proses kegiatan harus ditempuh ekstra melewati banjir.

"Ibu gak setuju jika makam anak ibu harus dibongkar dan diotopsi. Anak ibu meninggal wajar (kelelahan)," ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HjAFhx
May 14, 2019 at 07:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HjAFhx
via IFTTT
Share:

Monday, May 13, 2019

Belajar Mengaji Bersama Ustaz Ahmad Farid Hasan (1)

Program belajar mengaji bersama Ustaz Ahmad Farid Hasan.

REPUBLIKA.CO.ID, Program belajar mengaji, episode 01 bersama pendiri Yayasan Islamic Course Ays-Syarif Jakarta, Ustaz Ahmad Farid Hasan.

Video Editor | Fakhtar Khairon Lubis

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YwWW1d
May 13, 2019 at 07:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YwWW1d
via IFTTT
Share:

Friday, May 10, 2019

KPU: 469 Petugas KPPS Meninggal Dunia

KPU juga mencatat 4.602 petugas KPPS jatuh sakit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Evi Novida Ginting Manik, mengatakan hingga Jumat (10/5), ada 469 petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang meninggal dunia saat menyelenggarakan Pemilu 2019. Sementara itu, sebanyak 4.602 KPPS jatuh sakit saat bertugas. 

"Berdasarkan data hingga pukul 08.00 WIB pagi tadi, ada 469 KPPS wafat dan 4.602 KPPS jatuh sakit, " ujar Evi kepada wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat.

Sehingga, saat ini jumlah KPPS yang terdampak Pemilu menjadi 5.071 orang. Evi mengakui saat ini KPU tetap menunggu data KPPS yang tertimpa musibah dari daerah.  

Sebab, KPU daerah yang saat ini memiliki informasi yang lebih konkret.  "Maka kita harus bersabar menunggu data mereka. Apalagi tugasnya kabupaten/kota saat ini di tingkat provinsi (rekapitulasi). Kalau sekarang datanya bertambah (KPPS yang terkena musibah) kan karena ada yang baru serahkan data. Kemarin kabupaten/kota kan masih sibuk melakukan rekapitulasi dan supervisi dan monitoring juga. Jadi mereka tidak bertopang dagu begitu saja. Kerjaan mereka banyak. Menarik logistik, menjaga kotak suara juga, " kata Evi.  

Sebelumnya,  Komisioner KPU, Ilham Saputra, mengatakan pihaknya sedang menunggu hasil investigasi dari sejumlah lembaga terkait kematian ratusan petugas KPPS. Menurut dia, KPU tidak mempunyai kapasitas untuk memastikan penyebab kematian KPPS tersebut. 

Ilham menyebutkan beberapa lembaga yang melakukan investigasi, antara lain Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Komnas HAM. "Kemenkes sudah bekerjasama dengan KPU. Kemudian Komnas HAM juga sudah melakukan, beberapa lembaga juga sudah melakukan. Jadi, prinsipnya kita tunggu aja hasilnya seperti apa," ujar Ilham di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vRElQQ
May 10, 2019 at 07:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vRElQQ
via IFTTT
Share:

Saturday, May 4, 2019

Jokowi-Maruf Unggul di Kota Malang

Pasangan calon nomor urut 01, unggul pada seluruh kecamatan yang ada di Kota Malang.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin unggul dari pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, di Kota Malang, Jawa Timur. Berdasarkan hasil Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2019 Tingkat Kota Malang, pasangan calon nomor urut 01 mendapatkan total suara sebanyak 345.695 suara, sementara pasangan calon nomor urut 02 mendapatkan 168.001 suara.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang Zaenudin mengatakan, proses rekapitulasi yang berlangsung pada 3-4 Mei 2019 dinilai berjalan lancar tanpa ada kendala yang berarti. Saat ini, KPU tengah menyiapkan berkas-berkas yang akan ditandatangani oleh para saksi.

"Hari ini akan kita selesaikan. Tinggal menandatangani hasil, untuk pemilihan presiden dan wakil presiden, pasangan nomor urut 01 mendapatkan 345.695 suara, dan pasangan nomor urut 02 mendapatkan 168.001 suara," kata Zaenudin, di sela-sela Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2019, di Kota Malang, Sabtu (4/5).

Data pada Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, jumlah suara sah untuk pemilihan presiden dan wakil presiden di Kota Malang mencapai 513.695 suara. Sementara, suara tidak sah sebanyak 10.280 suara. Sehingga, total surat suara yang dipakai sebanyak 523.976 surat suara.

Pasangan calon nomor urut 01, unggul pada seluruh kecamatan yang ada di Kota Malang, yakni Kecamatan Klojen, Kecamatan Sukun, Kecamatan Kedungkandang, Kecamatan Lowokwarudan Kecamatan Blimbing. Di Kecamatan Klojen, pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin, yang mendapatkan total suara mencapai 41.934 suara dan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, memperoleh 20.519 suara.

Sementara di Kecamatan Sukun, Jokowi-Ma'ruf kembali unggul dengan perolehan suara mencapai 86.150 suara dan Prabowo-Sandi mendapatkan 33.475 suara. Untuk Kecamatan Blimbing, Jokowi-Ma'ruf meraup 74.220 suara dan Prabowo-Sandi 36.643 suara. Kecamatan Kedungkandang, Paslon 01 mendapatkan 75.336 suara, dan Paslon 02 mendapatkan 41.500 suara.

Untuk kecamatan terakhir, yakni Kecamatan Lowokwaru, Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 68.055 suara dan Prabowo-Sandi sebanyak 35.864 suara.

Proses penghitungan tingkat kota, berlangsung selama dua hari, mulai 3-4 Mei 2019. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan rekapitulasi tingkat provinsi, yang dijadwalkan mulai pada 5 Mei 2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PKRDba
May 04, 2019 at 07:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PKRDba
via IFTTT
Share:

Monday, April 29, 2019

Pegiat: Gugatan Terhadap Pembatasan Plastik Menyesatkan

Peraturan tentang pembatasan penggunaan kantong plastik digugat ke MK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik Tiza Mafira mengatakan, gugatan sejumlah asosiasi industri plastik terhadap kebijakan daerah untuk membatasi penggunaan plastik sangat tidak konstruktif. Ia menganggap hal tersebut sangat menyesatkan dan dapat membingungkan masyarakat.

"Saat ini masyarakat perlahan sudah menyadari bahwa plastik sekali pakai berbahaya bagi lingkungan," kata Tiza saat konferensi pers di Jakarta, Senin.

Tiza mengatakan, kesadaran masyarakat terhadap bahaya sampah plastik semakin semakin tumbuh. Apalagi, ada banyak bukti menunjukkan plastik membuat lingkungan semakin buruk, seperti kasus paus yang terdampar di Wakatobi dan di dalam perutnya ditemukan enam kilogram sampah plastik.

Masyarakat yang sadar tersebut kemudian mengubah perilakunya untuk tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai. Tak hanya itu, beberapa daerah di Indonesia, seperti di Balikpapan, Banjarmasin, Bogor, dan Bali juga mengeluarkan peraturan daerah untuk membatasi penggunaan plastik sekali pakai.

Tiza menjelaskan, pembatasan penggunaan plastik sekali pakai yang diterapkan di beberapa daerah termasuk bagian dari pengurangan sampah yang ada di dalam UU No. 19 tahun 2009. Peraturan Gubernur Bali dan Peraturan Wali Kota Bogor tersebut kini sedang digugat oleh industri plastik dan industri daur ulang plastik ke Mahkamah Agung untuk uji materiil.

Mereka berdalih alasan pelarangan tersebut tidak sesuai dengan UU Pengelolaan Sampah. Padahal, menurut Tiza, amanat UU No. 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, adalah pengurangan sampah dan penanganan sampah. Pengurangan sampah terdiri dari pembatasan sampah, guna ulang sampah dan daur ulang sampah.

Dia berharap semua pegiat persampahan, industri, pemulung, pendaur ulang dan LSM dapat memberikan informasi yang benar agar tidak membingungkan masyarakat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ZHWChp
April 29, 2019 at 07:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ZHWChp
via IFTTT
Share:

Monday, April 22, 2019

Gatot Nurmantyo Temui Prabowo

Pertemuan Gatot dan Prabowo berlangsung tertutup.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menerima kunjungan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo di kediamannya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta, Senin (22/4) sore.

Pertemuan keduanya dijadwalkan pukul 16.00 WIB di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara IV. Namun kedatangan Gatot tidak terlihat oleh para jurnalis yang telah menunggu.

Gatot menumpangi Toyota Innova berwarna hitam, masuk melalui rumah yang berada di sebelah kediaman Prabowo sekitar pukul 16.45 WIB. Gatot berada di kediaman Prabowo sekitar satu jam, lalu langsung ke luar tanpa memberikan keterangan kepada para jurnalis.

Sebelum Gatot tiba, calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mendatangi rumah Prabowo dengan berjalan kaki dari Media Center Prabowo-Sandi di Jalan Sriwijaya I, Jakarta.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2XvL1jB
April 22, 2019 at 07:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2XvL1jB
via IFTTT
Share:

Saturday, April 20, 2019

Sebastian Vettel Belum Berpikir Pensiun dari F1

Vettel mempunyai ikatan kontrak bersama Ferrari hingga 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, MARANELLO -- Pembalap Formula One (F1) dari tim Ferrari, Sebastian Vettel, belum memikirkan untuk pensiun dari dunia balap pada akhir tahun. Ia masih percaya diri bisa mengemudi dengan tingkat kemampuan tertinggi.

Di klasemen, Vettel berada di posisi keempat. Posisi tersebut tak lepas dari hasil kurang bagus pada pembuka musim.

Vettel hanya satu kali naik podium dari tiga seri pembuka yaitu di GP Cina pekan lalu. Hasil balapan tersebut berbeda dengan performa tim Ferrari ketika tes pramusim yang menjanjikan dibandingkan rivalnya, Mercedes.

Performa kurang bagus itu membuat mantan bos F1 Bernie Ecclestone memberikan sinyal bahwa juara dunia F1 empat kali itu bisa mengakhiri kariernya lebih cepat dan fokus mengurus keluarga. Menjawab pernyataan itu, Vettel menolaknya dan dengan tegas enggan menggantungkan helmnya.

"Saya tidak akan berada di F1 selama dia, itu sudah pasti," kata Vettel tentang Ecclestone dikutip dari ESPN, Sabtu (20/4).

Vettel mempunyai ikatan kontrak bersama Ferrari hingga 2020. Ia masih memiliki harapan kebugarannya akan terus membaik hingga tua nanti. Bahkan dia mengklaim saat ini performanya lebih baik dari sebelumnya.

Pembalap asal Jerman itu mengaku mengetahui apa yang harus dilakukannya dalam menghadapi balapan. Ia juga mampu menilai kekurangannya sendiri dan mempunyai ambisi serta menaruh harapan lebih baik pada dirinya sendiri.

Mengemudi adalah kesukaan Vettel, termasuk merasakan sensasi kecepatan dalam mengendarai mobil. “Jadi itu bukan pilihan untuk berhenti besok, saya senang balapan. Dan kemudian, ya, saya punya kontrak tapi itu selembar kertas dan kemudian kita lihat apa yang terjadi," ujar dia menjelaskan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GwTwFc
April 20, 2019 at 07:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GwTwFc
via IFTTT
Share:

Sunday, April 7, 2019

Petani Indramayu Diimbau Percepat Musim Tanam Gadu

Petani diminta percepat musim tanam gadu untuk menghindari ancaman kekeringan

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Menghadapi musim kemarau, para petani di Kabupaten Indramayu diimbau melakukan percepatan musim tanam gadu 2019. Hal itu untuk menghindari ancaman kekeringan.

"Kami mengimbau petani segera percepat pelaksanaan tanam gadu," ujar Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang, Ahad (7/4). 

Menurut Sutatang, percepatan musim tanam gadu itu dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya kekeringan pada tanaman padi. Pasalnya, musim tanam gadu bersamaan dengan musim kemarau.

Untuk petani yang sudah selesai panen, diimbau segera melakukan persemaian. Sedangkan petani yang menjelang panen, bisa melakukan percepatan masa tanam dengan sistem culik. Yakni, membuat persemaian ketika panen belum dimulai agar benih yang disemai itu nantinya bisa langsung siap ditanam saat panen selesai.

Berdasarkan pantauan Republika, percepatan tanam di antaranya sudah dilakukan petani di sejumlah daerah, seperti Kecamatan Sindang dan Kroya. Namun, petani di sejumlah daerah lainnya terlihat masih fokus pada aktivitas panen yang mereka lakukan.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, musim kemarau tahun ini datang lebih cepat dibandingkan kondisi normalnya. Hal itu akibat pengaruh El Nino.

"El Nino yang terjadi pada akhir 2018 hingga sekarang, mengakibatkan jumlah curah hujan dibawah normal. Akibatnya, awal musim kemarau lebih maju dari kondisi normalnya," kata Forecaster BMKG Stasiun Jatiwangi, Ahmad Faa Izyn.

Faiz menyebutkan, sebagian kecamatan di Kabupaten Indramayu bahkan sudah memasuki musim kemarau sejak Maret dasarian I hingga Maret dasarian III. Sedangkan sebagian kecamatan lainnya, masuk musim kemarau pada April dasarian II hingga Mei dasarian I.

Masuknya musim kemarau pun membuat hujan sudah jarang turun di sebagian kecamatan di Kabupaten Indramayu. bahkan, suhu udara pun terasa panas menyengat sejak pagi hingga sore hari. 

"Suhu udara maksimumnya mencapai 34 derajat celsiun," terang Faiz.

Menghadapi kondisi tersebut, Faiz pun mengimbau para petani agar menyesuaikan pola tanamnya. Dengan demikian, tanaman bisa terhindari dari ancaman kekeringan. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2I5cBR4
April 07, 2019 at 07:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2I5cBR4
via IFTTT
Share:

Sunday, March 31, 2019

Aprindo Minta Pemberlakuan Pajak yang Adil Meski PMK Ditarik

Pemerintah harus mencari solusi untuk menyeimbangkan persaingan usaha.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta menerima keputusan pemerintah menarik Peraturan Menteri Kuangan (PMK) Nomor 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas Transaksi Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (E-Commerce). Ia menilai, tidak ada yang salah dari keputusan tersebut.

Tutum mengatakan, kebijakan pemeirntah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tersebut tidak sepenuhnya salah maupun patut dipertanyakan. Sebab, aturan pajak sudah berlaku secara umum, baik untuk pengusaha e-commerce maupun konvensional. "Jadi, tidak diperlukan khusus, sehingga (wajar) ditarik (peraturannya)," ujarnya ketika dihubungi Republika.co.id, Ahad (31/3).

Tapi, Tutum tetap berharap, pemerintah dapat memberlakukan kewajiban pajak secara adil meski PMK tersebut ditarik. Apabila pengusaha e-commerce mendapatkan poin yang dikecualikan, kebijakan serupa juga harus diberlakukan terhadap pengusaha retail konvensional. Hal ini diterapkan untuk menciptakan iklim persaingan usaha yang kondusif.

Selain pajak, Tutum juga menganjurkan pemerintah untuk terus mencari solusi dalam menyeimbangkan persaingan usaha antara retail konvensional dengan e-commerce. Di antaranya terkait persamaan kualitas mutu berstandar nasional hingga aturan mengenai produk impor. "Kalau poin ini wajib diberlakukan di retail modern yang konvensional, e-commerce juga harusnya wajib," katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memutuskan untuk menarik PMK 210/2018. Keputusan ini diambil untuk menghentikan kekisruhan dan spekulasi mengenai isu perpajakan di dunia digital.

Setidaknya ada empat faktor yang mendasari penarikan PMK 210/2018. Yakni, keinginan pemerintah untuk lebih menguatkan koordinasi antara kementerian dan lembaga, meningkatkan pemahaman seluruh pemangku kepentingan, penguatan infrastruktur digital dan menunggu hasil survei asosiasi. "Mempertimbangkan empat faktor ini, saya putuskan menarik PMK 210/2018," tuturnya di Jakarta, Jumat (29/3).

Ke depan, Sri menjelaskan, perlakuan pajak bagi pelaku e-commerce akan mengacu pada ketentuan sebelumnya. Para pelaku usaha yang berpenghasilan hingga Rp 4,8 miliar dapat memanfaatkan skema pajak final dengan tarif 0,5 persen dari jumlah omzet usaha. Hal ini juga berlaku pada pengusaha konvensional.

PMK 210/2018 seharusnya berlaku per 1 April 2019 yang ditujukan untuk kegiatan e-commerce dalam daerah kepabeanan Indonesia. Pemberlakuan regulasi ditujukan kepada tiga pihak, yakni penyedia platform marketplace, termasuk perusahaan Over the Top di bidang transportasi, maupun pedagang/penyedia jasa pengguna platform e-commerce yang berkedudukan di Indonesia. Selain itu, perdagangan e-commerce di dalam kepabeanan Indonesia, melalui sistem elektronik berupa online retail, classified ads, daily deals, atau media sosial.

Regulasi yang diteken akhir tahun tersebut mencakup pengaturan sejumlah pajak, yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), dan Pajak Penghasilan (PPh) atas transaksi di dalam Daerah Pabean; serta Bea Masuk dan/atau Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OzY93T
March 31, 2019 at 07:40PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2OzY93T
via IFTTT
Share:

Friday, March 29, 2019

KPK Duga tidak Hanya Bowo yang Siapkan Serangan Fajar

Politikus Golkar Bowo Sidik Pangarso terjaring OTT KPK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, tak menutup kemungkinan serangan fajar atau rencana melakukan politik uang dilakukan banyak politikus saat mencalonkan diri di tingkat legislatif. KPK mengendus banyak caleg yang melakukan hal serupa seperti Bowo Sidik Pangarso.

Diketahui, pada Kamis (28/3) kemarin KPK baru saja menetapkan politikus Golkar, Bowo Sidik Pangarso sebagai tersangka suap distribusi pupuk. Suap yang diterimanya pun diduga disiapkan untuk logistik serangan fajar yang akan dia lakukan pada saat pencoblosan  nanti.

"Ya kalau saya melihat itu sebagai sinyal bahwa jangan-jangan ini seperti permukaan gunung es, ternyata semua orang melakukan seperti itu, gitu kan. Ini kebetulan hanya satu yang kita ketahui," kata Agus di Gedung KPK Jakarta, Jumat (29/3).

Oleh karena itu, Agus berharap ada peran lebih dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ‎untuk melakukan pengawasan ekstra ketat terhadap adanya dugaan terjadinya politik uang menjelang Pemilu 2019. "Bawaslu harus jauh lebih giat lagi melakukan pemantauan karena kita kemarin contohnya menemukan amplop yang sebegitu banyaknya," harapnya.

KPK telah menetapkan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso tersangka suap kerja sama distribusi pupuk PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). Selain Bowo, dua tersangka lainnya yakni pihak swasta yang merupakan orang kepercayaan Bowo, Indung sebagai penerima suap dan Marketing Manager PT HTK, Asty Winasti sebagai pemberi suap.

Bowo diduga meminta fee kepada PT HTK atas biaya angkut yang diterima sejumlah 2 dolar AS per metrik ton. Diduga telah terjadi enam kali penerimaan di sejumlah tempat sebesar Rp 221 juta dan 85.130 dolar AS.

Dalam tangkap tangan itu juga ditemukan uang sekitar Rp 8 miliar dalam pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu yang telah dimasukkan dalam amplop-amplop. Uang tersebut diduga bakal digunakan Bowo untuk 'serangan fajar' Pemilu 2019. Politikus Golkar itu kembali mencalonkan diri pada Pemilu 2019 di daerah pemilihan Jawa Tengah II.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OBkU7K
March 29, 2019 at 07:40PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2OBkU7K
via IFTTT
Share:

Monday, March 18, 2019

PTPN V akan Perluas Lahan Sawit

Keseluruhan, lahan sawit PTPN mencapai 79 ribu ha.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V berencana memperluas lahan produktif kelapa sawit hingga 63.412 hektare di Provinsi Riau pada 2019. Perluasan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas tandan buah segar.

Humas PTPN V, Riski Atriansyah menjelaskan secara keseluruhan total lahan perkebunan sawit perusahaan milik negara tersebut mencapai lebih dari 79 ribu hektare. "Dari total luas tersebut, luas tanaman menghasilkan pada 2018 lalu sebesar 59.711 hektare. Untuk tahun ini diproyeksikan mencapai 63.412,78 hektare," ujarnya.

Target itu, kata dia, telah tertuang dalam rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) yang disetujui para pemegang saham. Ia menuturkan, target lahan produktif tanaman menghasilkan tersebut sejalan dengan target menurunkan luas lahan tanaman belum menghasilkan atau TBM.

Pada 2018 lalu, luas lahan TBM mencapai 15.000 hektare lebih dan pada tahun ini diproyeksikan 2.000 hektare diantaranya mampu memproduki buah sawit. "Sehingga sesuai RKAP 2019 ini, jumlah lahan TBM diproyeksikan sebesar 12.937 hektare, dari tahun lalu 15.000 hektare," jelasnya.

Perluasan lahan tanaman menghasilkan tersebut sejalan dengan target produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit pada 2019 ini hingga 1,56 juta ton. Perusahaan pelat merah tersebut pada 2018 berhasil memproduksi lebih dari 1,3 juta ton TBS kelapa sawit dari target produksi 1,26 juta ton sawit.

Secara umum, Riski menjelaskan bahwa produksi TBS kelapa sawit sepanjang 5 tahun terakhir terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 11,88 persen. Peningkatan angka produksi sawit tersebut tidak lepas upaya revitalisasi perkebunan sawit melalui program peremajaan yang terjadwal dan peningkatan efisiensi kinerja.

Sejatinya, peningkatan produksi TBS sawit dan target pada tahun ini juga sejalan dengan melonjaknya TBS sawit, yang pada 2018 lalu mencatat rekor tertinggi mencapai 21,94 ton per hektare, dan menjadi rekor tertinggi sepanjang perusahaan perkebunan pelat merah itu berdiri selama 22 tahun terakhir.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HE8ydq
March 18, 2019 at 07:40PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HE8ydq
via IFTTT
Share:

Saturday, February 23, 2019

Penyebab Kebakaran Kapal Diduga Akibat Pengelasan

Sedikitnya 15 unit kapal terbakar akibat kejadian itu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak enam saksi telah diperiksa polisi terkait kebakaran kapal motor (KM) nelayan yang bersandar di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Sabtu (23/2). Dari pemeriksaan itu, polisi menyimpulkan dugaan sementara penyebab kebakaran karena aktivitas pengelasan di kapal.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Reynold Hutagalung mengatakan, api mulai menjalar sekitar pukul 15.30 WIB dari KM Arta Mina Jaya yang bersandar di kawasan Pelabuhan Muara Baru. Dari enam saksi yang telah diperiksa, ada aktivitas pengelasan di kapal itu sebelum kebakaran.

"Di sini telah terjadi kebakaran berawal dari pengelasan listrik di pondasi mesin penyedot air kapal. Itu yang kami terima dari pemeriksaan sementara," kata dia di lokasi, Sabtu petang (23/2).

Menurut dia, percikan api yang keluar dari mesin las itu menyambar ke alat mekanik lainnya dan menyebabkan korsleting listrik. Alhasil, timbul api dari korsleting listrik tersebut.

Ia mengatakan masih terus melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran. "Kami masih dalami karena masih dugaan sementara," kata dia.

Menurut Reynold, angin yang kencang dan kapal yang saling berdekatan menyebabkan api dengan cepat berkobar dan merambat ke kapal lainnya. Hingga saat ini, sedikitnya 15 unit kapal terbakar akibat kejadian itu.

"Kami telah melakukan upaya bersama pemadam kebakaran, ada 18 unit mobil pemadaman diturunkan. Lokasi sumber api juga sudah dilokalisir hanya 15 kapal. Kapal lain sudah dapat bergeser," kata dia.

Meski begitu, hingga pukul 19.30 WIB, api masih terlihat di dermaga membakar sisa-sisa kapal. Petugas pemadam kebakaran juga masih berusaha menjinakkan api.

Reynold mengatakan, tak ada korban jiwa akibat kejadian itu. Menurut dia, polisi bersama aparat terkait terus menjaga suasana di sekitar lokasi agar aman baik bagi pekerja maupun warga yang berlalu lalang.

Namun, beberapa warga sempat dievakuasi karena mengalami sesak napas saat melihat kebakaran. Ia mengimbau warga menjauh dari lokasi kejadian agar tetap aman.

"Tadi ada yang mendekat, karena begitu pekatnya asap yang ada sehingga ada sesak napas. Tapi bukan dari kebakaran atau berada di kapal," kata dia.

Reynold mengatakan belum tahu berapa jumlah kerugian akibat kebakaran itu. Saat ini, polisi dan pemadam kebakaran masih fokus mengamankan lokasi dan memadamkan api.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SUojnj
February 23, 2019 at 07:40PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SUojnj
via IFTTT
Share:

Sunday, February 17, 2019

KEIN: Jokowi Terbukti Berhasil dalam Membangun Infrastruktur

Pada tahun 2018, sepanjang 648 km jalan tol sudah dibangun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang pelaksanaan debat Pilpres putaran kedua malam ini, Ahad (17/2), Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) optimistis kubu Jokowi-Ma'ruf Amin akan lebih siap. Terkait pembangunan infrastruktur, misalnya, empat tahun periode pemerintahan Jokowi dinilai telah berhasil memenuhi target.

"Soal infrastruktur, Pak Jokowi tidak hanya bicara 'akan'. Beliau sudah terbukti berhasil membangun infrastruktur sampai ke pelosok daerah sesuai target dan pasti siap melanjutkan pembangunan yang memang masih belum selesai," kata ketua pokja ESDM KEIN Zulnahar Usman di Jakarta, Ahad (17/2).

Tercatat pada tahun 2018 ini, sepanjang 648 km jalan tol sudah dibangun. Pada tahun 2019, pemerintah optimistis akan menyelesaikan pembangunan dengan target 1.851 km.

Selain itu sepanjang 3.432 km jalan nasional juga telah dibangun, termasuk jalan di perbatasan  Kalimantan, NTT, Papua, dan Papua  Barat.

"Pada tahun 2019, pemerintah optimistis akan mencapai target pembangunan jalan sepanjang 4.386 km. Jadi soal konten debat, kubu 01 pasti lebih siap data," katanya.

Keberhasilan lainnya, pada tahun 2018, LRT Sumsel sudah dibangun. Sementara LRT Jabodebek juga akan selesai dibangun.

Lalu pada pada 2018, sudah terdapat 12 pembangunan bandara baru dan 408 pengembangan bandara lama. Sementara untuk pembangunan atau pengembangan pelabuhan laut tahun 2018 sudah terdapat 120 lokasi.

"Pada tahun 2018 sudah terdapat 103 unit pembangunan kapal perintis. Pada tahun 2018 sudah terdapat 113 trayek perintis. Pada tahun 2018 sudah terdapat 15 trayek tol laut," ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2U0LMj2
February 17, 2019 at 07:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2U0LMj2
via IFTTT
Share:

Thursday, February 7, 2019

KPR Dominasi 90 Persen Pembiayaan Konsumer BNI Syariah

Di 2019, fokus utama komponen konsumer tetap di pembiayaan Griya dan Fleksi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bisnis pembiayaan konsumer BNI Syariah sepanjang 2018 tercatat tumbuh 10,71 persen secara year on year. Total outstanding mencapai Rp 13,91 triliun.

"Alhamdulillah kinerja penyaluran pembiayaan konsumer 2018 secara outstanding mencapai Rp 13,91 triliun atau realisasinya mencapai 99 persen," kata Sekretaris Perusahaan BNI Syariah, Rima Dwi Permatasari, Kamis (7/2).

Menurutnya, ekspansi bisnis konsumer masih didominasi oleh pembiayaan BNI Griya IB Hasanah yakni 91,77 persen. Diikuti oleh Fleksi IB Hasanah 6,3 persen, Cash Collateral Financing 1,93 persen dan Oto IB Hasanah 1,73 persen.

Di tahun 2019, komponen konsumer yang menjadi fokus utama tetap di pembiayaan Griya dan Fleksi. Sejumlah strategi telah dipersiapkan untuk menghadapi tahun volatil 2019.

Seperti fokus pada segmen nasabah berpendapatan tetap, juga sinergi dengan BNI Induk dalam hal kerjasama dengan stakeholders. Selain itu melakukan optimalisasi nasabah exsisting BNI Syariah melalui bisnis supply chain model.

"BNI Syariah juga akan melakukan pengembangan fitur produk dan pemasaran, pengembangan produknya yakni griya FLPP," kata Rima.

Fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) merupakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang disubsidi oleh pemerintah. Program FLPP dilaksanakan pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sejumlah izin telah dipersiapkan termasuk sistem dan mengajukan izin kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DjtaUF
February 07, 2019 at 07:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DjtaUF
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 30, 2019

Perluas Pasar, Baba Rafi Gandeng Pengusaha RI di Taiwan

Kedua pihak menandatangani letter of intent yang difasilitasi KDEI Taipei

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Pengusaha Indonesia di Taiwan (APIT) dengan PT Baba Rafi Indonesia memfasilitasi penandatanganan letter of intent (LoI) tentang tindak lanjut kerjasama kedua pihak terkait waralaba Kebab Baba Rafi di Taiwan. Kerjasama ini difasilitasi oleh Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei.

Penandatanganan dilakukan oleh Ketua APIT Deyantono dan CEO Baba Rafi Hendy Setiono yang disaksikan disaksikan Kepala KDEI Taipei Didi Sumedi di Kantor KDEI di Taipei, Taiwan, pada Jumat (25/1).

Didi mengatakan, dengan penandatanganan LoI tersebut, maka waralaba asal Indonesia akan segera hadir di Taiwan. "Diharapkan, hal ini dapat diikuti ekspansi waralaba lain dari tanah air," ujarnya dalam rilis yang diterima Republika, Rabu (30/1).

Didi mengungkapkan, sejak 2018, KDEI Taipei gencar memfasilitasi kerjasama antara pengusaha Indonesia yang ada di Taiwan dengan pengusaha di Indonesia. Kerjasama APIT dengan waralaba Baba Rafi merupakan realisasi awal dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara APIT dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) tentang kerja sama pengembangan ritel Indonesia di pasar Taiwan pada Oktober 2018.

Menurut Didi, peluang pasar waralaba asal Indonesia di Taiwan sangat besar. Setidaknya, sekitar 300 ribu masyarakat Indonesia di Taiwan dan sebagian besar merupakan pekerja migran. Selain itu, jumlah pekerja migran Indonesia di Taiwan merupakan terbanyak kedua setelah Malaysia.

Didi menilai, pasar di Taiwan cukup menjanjikan. Terlebih, kebab juga digemari berbagai kalangan, sehingga pangsanya tidak hanya masyarakat Indonesia, tetapi juga masyarakat Taiwan itu sendiri.

Didi juga mengungkapkan, Baba Rafi merupakan kisah sukses waralaba Indonesia yang melebarkan sayapnya tidak hanya di Indonesia, juga di mancanegara. Bahkan Kebab Turki Baba Rafi dinobatkan sebagai The World’s Biggest Kebab Chain.

Menurut Didi, Baba Rafi tidak hanya bisnis yang berorientasi profit, tetapi lebih dari itu. "Masyarakat sekaligus pengusaha Indonesia di Taiwan ingin mempersembahkan yang terbaik untuk negeri dan memberikan kebanggaan bagi masyarakat Indonesia," katanya.

Sementara itu, Deyantono menambahkan, keinginan pengusaha Indonesia menghadirkan merek Indonesia di Taiwan masih sangat besar. Oleh karena itu, APIT akan menyambut baik jika ada restoran dari Indonesia yang akan mengembangkan sayapnya di Taiwan. 

Dibandingkan dengan agresivitas Thailand dan Vietnam, Deyantono menjelaskan, jumlah restoran Indonesia di Taiwan masih sangat terbatas. "Padahal, Indonesia yang memiliki kekuatan rasa dan kekhasan kuliner berpeluang besar di pasar Taiwan," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DJ106A
January 30, 2019 at 07:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DJ106A
via IFTTT
Share:

Sunday, January 27, 2019

Walau Ditahan Persiwa, Radovic Puas dengan Kinerja Persib

Ada beberapa kendala sehingga Persib harus pulang dengan hasil seri.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung harus menerima ditahan imbang Persiwa Wamena tanpa gol pada leg pertama 32 besar Piala Indonesia di Stadion Wijayakusuma, Cilacap, Ahad (27/1). Pelatih Persib Miljan Radovic mengaku tidak kecewa dengan hasil tersebut.

"Ya, saya pikir hari ini kami main cukup bagus, banyak kesempatan untuk buat gol. Tapi ini pertandingan pertama, selalu susah," kata Radovic usai pertandingan.

Dia menyebut, ada beberapa kendala sehingga Persib harus pulang dengan hasil seri. Di antaranya persoalan adaptasi tim dan kesalahan yang dibuat.

"Tapi untuk pertama kali cukup bagus. Karena ini saya lihat pemain main main pressing, main pass, banyak peluang gol. Tapi tidak apa apa tidak masuk hari ini, pasti masuk besok," jelas Radovic.

Radovic turut mengomentari pergantian pemain pada babak kedua. Dia memasukkan Ezechiel dan Vizcarra untuk menggantikan Wildan dan Frets Butuan. Menurutnya, kedua pemain tersebut mengalami sedikit cedera sehingga harus ditarik. 

"Lebih bagus untuk hati-hati," kata dia.

Sementara itu kapten tim Persib, Made Wirawan mengakui tim sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun Persib memang harus menerima ditahan imbang.

"Mungkin kurang keberuntungan. Sepak bola butuh keberuntungan," kata Made.

Menurutnya, Persib memiliki banyak sekali peluang untuk membuat gol. Dia menyebut hal ini bisa jadi evaluasi untuk pertandingan pada leg kedua nanti.

"Kami berusaha main secara tim dan siapa yang bikin gol sama saja, yang penting tim menang," kata Made.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Whr3JD
January 27, 2019 at 07:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Whr3JD
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 22, 2019

Kerja Keras Jadi Kerja Cerdas dengan Laut Nusantara

Aplikasi menyediakan berbagai fitur yang mempermudah nelayan saat melaut.

REPUBLIKA.CO.ID, Mencari ikan telah menjadi bagian hidup dari Sukarih, seorang nelayan asal Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. Dengan perahu berbobot lima gross ton (GT), dia biasa melaut di perairan Indramayu.

Sekali melaut, Sukarih menghabiskan waktu sekitar tiga hari. Untuk keperluan itu, dia harus mengeluarkan modal sekitar Rp 1 juta. Selain untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), modal itu juga digunakan untuk perbekalan makan, minum maupun lainnya.

Sebagai nelayan tradisional, Sukarih pergi melaut hanya berdasarkan perkiraan kemana kemudi perahu harus diarahkan mencari ikan. Jika beruntung, dia bisa memperoleh hasil tangkapan senilai Rp 3 juta. Namun, jika ternyata perkiraannya tak tepat, maka hanya sedikit ikan yang bisa ditangkap di perairan yang ditujunya. Akibatnya, baik modal maupun waktu yang telah dihabiskan pun menjadi sia-sia karena hasilnya tak cukup untuk menutup modal yang dikeluarkan.

‘’Pernah juga melaut tanpa hasil karena ternyata cuaca buruk terjadi saat sudah sampai di tengah laut,’’ ujar Sukarih, saat ditemui di Desa Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Selasa (22/1).

Menjawab kesulitan nelayan seperti Sukarih, Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan XL Axiata meluncurkan aplikasi Laut Nusantara. Aplikasi tersebut menyediakan berbagai fitur yang mempermudah nelayan saat melaut.

Aplikasi Laut Nusantara yang di-launching pada 30 Agustus 2018 dan di-relaunching oleh Menteri Susi Pudjiastuti pada 10 Oktober 2018 itu didukung basis informasi yang lengkap dan real time. Untuk sumber datanya, berasal dari BROL.

Data-data dari BROL itu dibuat up to date dan berdasarkan riset dan observasi laut di seluruh wilayah nusantara. Semua informasi kelautan yang terdapat dalam aplikasi Laut Nusantara tersebut didapat secara langsung dari stasiun bumi BROL sehingga tidak diragukan keakuratannya. 

‘’Jadi XL Axiata menyiapkan teknologinya, kami yang menyiapkan isinya (data),’’ ujar Kepala BROL KKP, I Nyoman Radiarta, saat ditemui di sela sosialisasi aplikasi Laut Nusantara di Desa Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Selasa (22/1).

I Nyoman Radiarta menyebutkan, berbagai fitur yang tersaji dalam aplikasi Laut Nusantara di antaranya adalah Daerah Penangkapan Ikan. Fitur itu berisi sebaran ikan, potensi sebaran ikan, data cuaca seperti arah dan kecepatan angin, cuaca, tinggi gelombang pada koordinat tertentu, serta status di perairan seperti aman, waspada dan bahaya.

‘’Jadi nelayan sudah tahu di titik mana ikan berada. Nelayan tak perlu lagi mencari ikan, tapi sudah langsung menangkap ikan,’’ terang I Nyoman Radiarta.  

Fitur lainnya adalah Lapor Tangkapan, Gelombang Perairan, Informasi Angin, Informasi Harga Ikan Pelabuhan, Nama Ikan dari 3 Penamaan, Cuaca Perairan, Informasi Pelabuhan,  Perkiraan BBM, serta fitur Chatting.

‘’Aplikasi ini akan terus kita perbaharui sesuai dengan masukan dan kebutuhan dari para nelayan,’’ tegas I Nyoman Radiarta.

I Nyoman Radiarta menyatakan, aplikasi Laut Nusantara itu diberikan secara gratis. Meski bekerja sama dengan XL Axiata, namun siapapun bisa mengunduhnya. Sejak diluncurkan pada 2018, pihaknya bersama XL Axiata sudah mensosialisasikannya kepada 1.300 nelayan  di berbagai daerah. Selain itu, yang sudah mengunduh aplikasi itu tercatat lebih dari 5.000 pengguna.

Head of Sales Area Indramayu Central Region XL Axiata, R Tommy Chandra Dirgantara, menambahkan, keberadaan aplikasi Laut Nusantara itu merupakan komitmen XL Axiata untuk meningkatkan ekonomi nelayan.

‘’Melalui aplikasi Laut Nusantara, kita ubah kerja keras jadi kerja cerdas. Pekerjaan nelayan jadi lebih simpel, lebih ekonomis dan lebih efektif,’’ tukas Tommy.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, AR Hakim pun menyambut baik keberadaan aplikasi tersebut. Dia menilai, aplikasi tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan.

‘’BBM makin irit karena nelayan sudah tahu kemana harus menangkap ikan, bukan lagi mencari ikan. Hasil tangkapan pun akan meningkat,’’ kata Hakim.

Hakim menyebutkan, jumlah nelayan Indramayu saat ini ada sekitar 39 ribu orang. Sedangkan produksi perikanan Indramayu pada tahun lalu mencapai sekitar 164 ribu ton.

Sementara itu, dalam sosialisasi aplikasi Laut Nusantara di Desa Karangsong, XL Axiata membagikan secara gratis handphone yang dilengkapi paket data untuk 30 hari serta paket telepon kepada 100 orang nelayan. Mereka juga mengajarkan secara langsung kepada para nelayan tersebut cara mengunduh maupun menggunakan aplikasi tersebut.

Sukarih, yang menjadi salah satu nelayan penerima bantuan itu mengaku sangat gembira. Dia yakin, aplikasi Laut Nusantara akan mempermudah aktivitasnya saat melaut.

‘’Dulu kan harus mencari-cari ikan, sekarang bisa langsung menangkap ikan karena kita sudah tahu lokasi sebaran ikannya. BBM dan perbekalan juga bisa lebih irit,’’ tandas sukarih. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DrkcWE
January 22, 2019 at 07:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DrkcWE
via IFTTT
Share: