Showing posts with label 2019 at 09:15PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 09:15PM. Show all posts

Sunday, May 19, 2019

In Picture: Momen Kemenangan Persib Atas Persipura

Persib memenangkan laga pertama liga dengan skor telak 3-0

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Pertandingan antara Persib Bandung dan Persipura Jayapura berakhir dengan skor 3-0. Dua gol Artur dan Febri membawa kemenangan bagi Persib di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (18/5).

Persib Bandung menerjunkan seluruh pemain asingnya. Bahkan pelatih Persib, Robert Rene Alberts berani menurunkan Achmad Jufriyanto yang baru sembuh dari cedera.  

Sementara itu, Persipura tidak didukung seluruh kekuatan asingnya. Pelatih Persipura, Luciano Leandro hanya menurunkan Riberio dos Santos dan Oh Inkyun. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WUyQgm
May 19, 2019 at 09:15PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WUyQgm
via IFTTT
Share:

Friday, February 8, 2019

Ariana Grande Ungkap Alasan Mundur dari Grammy 2019

Produser Grammy dilaporkan menolak Ariana membawakan lagu 7 Rings.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Ariana Grande akhirnya buka suara mengenai alasannya untuk mundur dari acara Grammy Awards 2019.Ariana sebelumnya mengkonfirmasi tidak akan tampil atau menghadiri upacara yang dilaksanakan di Staples Center, Los Angeles pada 10 Februari lalu.

Produser Grammy, Ken Ehrlich juga sempat mengatakan jika Ariana menolak tampil, itu karena dia merasa sudah terlambat untuk mengumpulkan sesuatu. Namun, Ariana membantah hal tersebut.

"Saya tutup mulut, tetapi sekarang Anda berbohong tentang saya," tulisnya di Twitter dilansir Jumat.

"Saya bisa mempersiapkan penampilan dalam semalam dan Anda tahu itu, Ken. Pada saat kreativitas dan ekspresi diri saya tertahan oleh Anda, saya memutuskan untuk tidak hadir. Saya harap pertunjukan ini persis seperti yang Anda inginkan dan banyak lagi," lanjutnya dalam unggahan itu.

Sebelumnya sempat dilaporkan bahwa Ariana memutuskan untuk mundur dari Grammy karena sang produser menolaknya membawakan lagu 7 Rings.

Namun, sebuah solusi telah ditawarkan dengan cara medley dua lagu di mana "7 Rings" bisa dimainkan. Sayangnya, lagu yang harus dimainkan tergantung dari Ken.

Sementara itu, Kendrick Lamar, Drake, dan Childish Gambino juga dilaporkan menolak tawaran untuk tampil di Grammy Awards karena para produser mengatakan bahwa mereka "memiliki masalah di dunia hip-hop."

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DjgwVF
February 08, 2019 at 09:15PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DjgwVF
via IFTTT
Share:

Tuesday, February 5, 2019

Mentan: Tekuni Bidang Pertanian Jika Ingin jadi Konglomerat

Delapan dari sepuluh pengusaha terkaya bergerak di sektor pertanian

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyarankan generasi muda yang menginginkan menjadi konglomerat atau pengusaha sukses maka harus menekuni bidang pertanian dan menjadi petani. Hal itu dikatakan Amran saat menerima kunjungan Jajaran pengurus pusat dan daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di ruang kerja Menteri Pertanian, Jakarta, Senin (4/2).

Menurut Amran, delapan dari sepuluh pengusaha terkaya bergerak di sektor pertanian. “Anda sebagai Pemuda harus mengubah kebiasaan. Tekad kuat dan kerja keras, akan mengubah nasib Anda,” kata Amran kepada seluruh OKP dan DPD KNPI setelah melakukan kongres nasional KNPI.

Untuk itu, tegas Amran, pemuda Indonesia harus memiliki karakter yang kuat dan cerdas sehingga mampu menjadi pemimpin dan pengusaha yang sukses di masa depan. Kunci paling utama yang harus dilakukan adalah berinovasi, kalau sudah berhasil terus lakukan ”The Power or Repetition”.

“Dulu saya miskin, baju kemeja putih dan celana hitam serta ikat pinggang itu saja yang saya pakai selama enam tahun. Umur sembilan tahun saya sudah cari uang, gali batu gunung. Kami lahir dalam keadaan miskin, tapi kami tidak ingin dikuburkan dalam keadaan miskin. Saya kerja keras di bidang pertanian. Dulu saya 1989 pinjam uang Rp500 ribu dalam waktu delapan tahun menjadi Rp3 triliun. Kalau kita kerja keras pasti bisa sukses," ujar Amran dengan penuh semangat untuk membangkit semangat para muda Indonesia.

Amran menjelaskan, capaian kebijakan pangan selama empat tahun pemerintahan Jokowi-JK. Hal ini di antaranya terlihat dari data BPS, lompatan inflasi pangan 2014 sebesar 10,57 persen menjadi 1,26 persen di 2017.

"Ini lompatan yang luar biasa, bisa dikatakan terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Melompati 12 negara besar seperti Jerman dan China dilompati," tuturnya.

Capaian berikut, sambung Amran, Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian meningkat 47,2 persen dari Rp 994,8 triliun pada 2013 menjadi Rp 1.463,9 triliun pada 2018. Ini pun merupakan lompatan kinerja pangan yang luar biasa.

"Untuk data PDB ini sudah divalidasi oleh BPS. Sektor pertanian menyumbang dalam peningkatan PDB. Jadi dari dua lompatan ini saja yakni penurunan inflasi dan kenaikan PDB, pada empat tahun pemerintahan Jokowi-JK sudah sangat menggembirakan. Dan lompatan ini tidak terlepas dari program dan kebijakan yang sudah kami lakukan. Kita dorong pertanian dengan teknologi," ucap Amran.

Amran menambahkan, capaian tersebut diraih melalui langkah atau program terobosan, sehingga tidak serta merta terjadi. Di antaranya melalui perubahan kebijakan atau perubahan sistem melalui online single submission dan pengurusan izin dokumen ekspor yang disusun sesingkat mungkin.

Hingga saat ini, Kementan telah melakukan deregulasi dengan mencabut 291 permentan atau Kepmentan. "Dulu mengurus izin bisa butuh waktutiga3 tahun, satu tahun, atau tiga bulan. Tapi hari ini di Kementan tanpa pungli, kalau kami temukan kami langsung pecat, sekarang mengurus izin hanya butuh tiga  jam dan tidak perlu ketemu,“ kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Tz41fA
February 05, 2019 at 09:15PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Tz41fA
via IFTTT
Share:

Sunday, January 27, 2019

BKF Kemenkeu Yakin Ketidakpastian Ekonomi Belum Berkurang

Negara-negara di dunia perlu memperkuat ketahanan ekonomi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Adrianto memproyeksikan, ketidakpastian pada 2019 belum akan berkurang. Ancaman ketidakpastian tersebut masih berasal dari isu perang dagang dan kebijakan Brexit.

"IMF (Dana Moneter Internasional) juga menurunkan (proyeksi) pertumbuhan global tahun ini yang merefleksikan ketidakpastian global yang semakin intens," kata Adrianto ketika dihubungi Republika.co.id, Ahad (27/1). 

Dengan adanya ancaman ketidakpastian tersebut, negara-negara di dunia perlu memperkuat ketahanan ekonomi. Hal itu yakni dengan mengandalkan bauran kebijakan fiskal, riil, dan moneter.

Baca juga, Sri Mulyani: Waspadai Ekonomi Dunia 2019.

Adrianto mengatakan, pemerintah terus melakukan reformasi untuk meningkatkan sektor penerimaan negara dan sekaligus meningkatkan kualitas belanja. Selain itu, pemerintah juga berupaya memperkuat ketahanan eksternal dengan terus berupaya menggenjot ekspor.

APBN 2019 dirancang dengan defisit sebesar Rp 296 triliun atau 1,84 persen terhadap PDB. Target pendapatan negara adalah sebesar Rp 2.165,1 triliun sementara pagu belanja ditetapkan sebesar Rp 2.461,1 triliun.

Adrianto menjelaskan, kebijakan fiskal dalam jangka menengah adalah menurunkan defisit APBN dan membuat keseimbangan primer menjadi positif. Keseimbangan primer yang defisit menandakan masih adanya pembayaran utang dengan menarik utang atau gali lubang tutup lubang.

"Kalau penerimaan negara lebih baik akan dapat mencukupi besaran belanja sehingga defisit anggaran semakin kecil. Dengan APBN kita yang semakin sehat ini menjadi pondasi perekonomian kita untuk semakin baik," kata Adrianto. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RRmyGV
January 27, 2019 at 09:15PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RRmyGV
via IFTTT
Share:

Ganjar Tekankan Program Satu Rumah Satu Jumantik

Selama ini, jumantik berasal dari sukarelawan yang memantau jentik di masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar setiap rumah memiliki saru juru pemantau jentik (Jumantik). Hal tersebut sebagai respons maraknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Bahkan, kasus DBD di Kabupaten Sragen telah dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Ganjar mengaku telah membuat surat edaran (SE) kepada setiap kota/kabupaten untuk menindaklanjuti hal tersebut. Selama ini, jumantik berasal dari sukarelawan yang memantau jentik di masyarakat. Namun, Ganjar meminta satu rumah satu jumantik agar dapat mengurangi penyebaran nyamuk aedes aegypti.

"Satu rumah satu pemantau jentik. Kami minta untuk genangan-genangan dibersihkan, kita keroyok semuanya," kata Ganjar kepada wartawan di Solo, Sabtu (26/1).

Jumantik bertugas memeriksa secara rutin kamar mandi dan bak air di rumah masing-masing. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing dengan 3M.

"Kemarin yang Sragen menjadi perhatian kami. Agar kita bisa membantu semua lebih serius pada soal penanganan (DBD) ini," kata dia.

Karenanya, setiap kota/kabupaten diminta untuk serius menangani dan mencegah kasus DBD. Selain lingkungan tempat tinggal, Ganjar juga menyoroti kebersihan di lingkungan sekolah.

"Karena sekolah ini rawan, kalau toiletnya, maaf, tidak pernah dibersihkan, genangan airnya banyak, tidak pernah dikuras, itu kan nyamuknya di jam-jam pagi sampe siang itu potensi mereka kena tinggi, maka kami dorong untuk mereka bersih-bersih," terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menyatakan Pemkot telah melakukan berbagai cara untuk pencegahan DBD. Antara lain, penyuluhan di setiap pertemuan warga, mendorong setiap wilayah menggelar kerja bakti rutin. Dia juga menekankan perlunya gotong royong. "Membersihkan selokan, menebang pohon-pohon yang menghalangi jalan. Selain lingkungannya bersih, juga mempererat kekeluargaan," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CPndya
January 27, 2019 at 09:15PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CPndya
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 23, 2019

Jaksa Agung Usul Razia Besar-besaran Buku Ajaran Komunisme

Kejagung akan membentuk clearing house untuk menyita buku ajaran komunis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jaksa Agung HM Prasetyo mengusulkan agar dilakukan razia besar-besaran atas buku-buku yang diduga berisi ajaran Partai Komunis Indonesia (PKI). Hal ini, diusulkan Prasetyo menyusul adanya penyitaan buku oleh aparat pada toko di sejumlah daerah.

"Saya usulkan kalau mungkin ya lakukan razia besar besaran saja, karena toko di berbagai tempat menyatakan 'ini bukan hanya di tempat saya di tempat lain ada' ini yang perlu dicermati lagi," kata Prasetyo usai menghadiri rapat di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (23/1).

Kejaksaan Agung (Kejakgung) sendiri akan membentuk clearing house terkait kasus penyitaan buku di sejumlah daerah lantaran tersebut. Clearing house akan difungsikan sebagai pusat khusus menguji konten buku-buku sitaan tersebut.

"Sedang diproses ya, nanti kita bentuk clearing house untuk meneliti kontennya seperti apa," ujarnya.

Prasetyo justru mengapresiasi aparat yang menemukan dan mengamankan buku-buku yang disebut mengandung ajaran komunisme itu. Ajaran tersebut dilarang di Indonesia. Maka itu, Kejaksaan perlu waktu untuk meneliti konten buku tersebut. Kejaksaan akan meneliti konten buku-buku apakah benar telah melanggar sebagaimana diatur dalam TAP MPRS Nomor XXV THN 1966 (Larangan Komunis).

"Tentunya ini perlu waktu untuk penelitian," katanya.

Sebelumnya, pada Desember 2018 lalu, aparat TNI Polri menyita ratusan buku di Pare, Kediri, Jawa Timur. Penyitaan juga dilakukan oleh aparat TNI Polri di Padang pad buku-buku yang mengandung ajaran komunisme.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RJj09U
January 23, 2019 at 09:15PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RJj09U
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 16, 2019

Menpora Sampaikan Rencana Naturalisasi Pemain Aceh United

Egwuatu Godstime Ouseloka yang berasal dari Nigeria, mengajukan naturalisasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Imam Nahrawi menyampaikan rencana pengajuan kewarganegaraan atau naturalisasi salah satu pemain dari klub Aceh United. Rencana ini ia utarakan pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X DPR-RI.

"Sebelum kami mengajukan ke Kemenkumham, kami ingin mengetahui sikap dari Komisi X. Ternyata ya DPR setuju, memberi rekomendasi pemberian kewarganegaraan Indonesia," tutur Imam saat ditemui usai rapat di Gedung DPR-RI Jakarta, Rabu sore.

Pemain Aceh United Egwuatu Godstime Ouseloka yang berasal dari Nigeria, mengajukan naturalisasi atau status kewarganegaraan Indonesia kepada pemerintah. Sejauh ini, baik Kemenpora dan PSSI menyetujui permintaan tersebut. Keduanya sudah melakukan pemeriksaan berkas, dokumen, dan catatan pemain berusia 30 tahun itu selama merumput di Indonesia.

Menurut Imam, pihaknya sudah menyetujui dan bahkan sudah menyampaikan permohonan kewarganegaraan tersebut kepada Presiden Joko Widodo. "Saya sudah sampaikan ke Pak Presiden, dan beliau juga ingin mengetahui apakah DPR memberikan rekomendasi atau tidak. Kalau sudah mendapat rekomendasi, tinggal kami ajukan ke Kemenkumham," ujar Imam menerangkan.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi X DPR-RI Djoko Udjianto menilai Egwuatu layak untuk menerima rekomendasi dari pihaknya atas pengajuan naturalisasi. Menurut dia, catatan baik selama bertanding, tujuan berkompetisi, dan niat untuk mematuhi peraturan serta hukum nasional dinilai cukup untuk diberikan rekomendasi dari DPR.

"Tadi kan dia juga sudah mau membuktikan kesungguhannya, dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menyebutkan Pancasila di dalam rapat," kata Djoko saat ditemui pada kesempatan yang sama.

Dengan disetujuinya rekomendasi ini, maka langkah Egwuatu untuk menjadi warga negara Indonesia pun sudah ada di depan mata. "Ini tinggal ke Kemenkumham saja. Prosesnya ya tidak terlalu lama," ujar Imam.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AKsbvV
January 16, 2019 at 09:15PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AKsbvV
via IFTTT
Share:

Sunday, January 13, 2019

Priyo: Pernyataan Jokowi Seolah-olah Ingin Downgrade Prabowo

Presiden Joko Widodo menyebut jika ingin memimpin Indonesia harus berpengalaman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Priyo Budi Santoso menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut jika ingin memimpin Indonesia harus berpengalaman. Menurut Priyo pernyataan Jokowi tersebut seolah-olah ingin menunjukan hanya Jokowi yang berpengalaman. 

"Seolah-olah Pak Jokowi ingin men-downgrade pidato Pak Prabowo seolah olah hanya mereka yang berpengalaman yang bisa itu," kata Priyo di Kantor DPP PKS, T.B Simatupang, Jakarta, Ahad (13/1).

Sekjen Partai Berkarya itu menganggap kepemimpinan Prabowo tidak perlu diragukan lagi. Ia mengatakan Prabowo memiliki sejumlah prestasi baik ketika masih menjadi perwira militer maupun sebagai tokoh-tokoh politik.

"Karena itu saya lebih baik jangan juga menyepelekan Pak Prabowo kurang pengalaman, jangan hanya menyepelekan dan dianggap dituding tidak punya pengalaman," ujarnya.

Ia justru mengkritik cara Jokowi memimpin Indonesia dalam empat tahun terakhir. Menurutnya banyaknya persoalan di bidang sosial dan ekonomi menunjukan bahwa situasi Indonesia belum membaik.

"Janganlah kita me-nothing-kan bahwa pihak lain itu kurang berpengalaman, kita uji gagasan-gagasan besar, silakan kemudian masyarakat kita nanti akan menentukan yang memang berhak diberi amanah memimpin negeri kita ini," imbaunya.

Sebelumnya Joko Widodo, menegaskan, menjadi pemimpin negara Indonesia yang wilayah geografisnya sangat luas harus memiliki pengalaman. Jokowi pun menceritakan soal pengalamannya dari mulai memimpin Wali Kota Surakarta.

"Negara Indonesia yang luas tantangannya juga besar, sehingga pengalaman itu sangat penting," kata Joko Widodo saat menyampaikan sambutan di hadapan sekitar 10 ribu orang, alumni perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh Indonesia, di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/1). 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Fs3ac6
January 13, 2019 at 09:15PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Fs3ac6
via IFTTT
Share:

Friday, January 4, 2019

Soal Penghentian Layanan JKN, ARSSI: Terkait Akreditasi RS

RS swasta juga masih ingin menjadi provider BPJS Kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) meminta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan kesempatan kepada sejumlah rumah sakit (RS) yang bermitra dengan BPJS Kesehatan untuk memperbarui akreditasi sebagai syarat perpanjangan kerja sama Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) ARSSI Ichsan Hanafi mengatakan, penghentian kerja sama beberapa RS dengan BPJS Kesehatan bukan karena masalah pembayaran klaim kesehatan yang menunggak melainkan akreditasi RS.

"Tidak ada RS swasta yang memutus kerja sama dengan BPJS Kesehatan akibat pembayaran klaim terlambat, ini murni masalah akreditasi. Selama ini kalau ada tunggakan pembayaran klaim biaya kesehatan, rumah sakit bisa memanfaatkan anjak piutang (SCF) di bank," katanya saat dihubungi Republika, Jumat (4/1).

Apalagi, dia menambahkan, RS swasta juga masih ingin menjadi provider BPJS Kesehatan. Karena itu, pihaknya dari RS swasta meminta BPJS Kesehatan bisa memberikan perpanjangan waktu untuk memperoleh akreditasi terbaru RS yang sebelumnya sudah kerja sama dengan asuransi sosial itu. 

"Apalagi sudah ada edaran menteri kesehatan bahwa RS dipersilakan untuk mengurus akreditasi RS sampai Juni 2019," ujarnya.

Sebelumnya sejumlah rumah sakit (RS) ramai-rami menghentikan layanan terhadap pasien BPJS Kesehatan. Kondisi tersebut terjadi di berbagai daerah sejak awal tahun 2019 ini.Penghentian layanan terhadap pasien BPJS Kesehatan salah satunya dilakukan RS Karya Medika II Bekasi dan RS MM Indramayu. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2R6K6Y1
January 04, 2019 at 09:15PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2R6K6Y1
via IFTTT
Share: