Showing posts with label 2019 at 02:38PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 02:38PM. Show all posts

Saturday, May 25, 2019

Megahnya Masjid Raya Sumbar

Masjid Raya Sumatera Barat menjadi salah satu tujuan wisata religius terkemuka di Kot

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Masjid Raya Sumatera Barat menjadi salah satu tujuan wisata religius terkemuka di Kota Padang. Memiliki atap berbentuk gonjong pada empat sisinya yang mencerminkan bentuk rumah adat Minang yakni rumah gadang. Masjid Raya Sumbar dibangun di tanah seluas 12 hektare menghabiskan biaya sekitar Rp300 miliar.

Awal mula pembangunan Masjid Raya Sumatera Barat dilatari dari pertemuan bilateral antara Indonesia dengan Malaysia di Bukittinggi pada 12-13 Januari 2016, dihadiri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi.

Ketika kedua kepala negara akan ibadah Shalat Jumat, Sumbar belum punya masjid besar yang bisa menampung jamaah dalam jumlah banyak. Akhirnya kedua kepala negara melaksanakan shalat Jumat di salah satu masjid yang ada di Bukittinggi dengan kondisi seadanya. Melihat kondisi tersebut Wakil Presiden Jusuf Kalla berujar kepada Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi.

"Pak Gubernur, Sumatera Barat merupakan daerah yang dikenal religius dengan filosofi adat basandi syara, syara basandi kitabullah, tapi kenapa tidak ada masjid yang besar dan representatif," kata Jusuf Kalla.

Mendengar celutukan tersebut Gubernur Gamawan tidak enak hati. Usai pertemuan bilateral tersebut akhirnya Pemprov Sumbar menyepakati membangun masjid yang besar dan representatif berlokasi di kota Padang.

Lokasi masjid diputuskan berada di jalan Khatib Sulaiman. Setelah itu, diadakan sayembara. Dari lima nominasi, konsep masjid tanpa kubah justru yang menjadi pilihan setelah debat yang cukup panjang. Masjid tanpa kubah itu merupakan karya dari biro arsitek Urbane yang didirikan Ridwan Kamil.

Perancang Masjid Raya Sumatera Barat, yakni arsitek bernama Rizal Muslimin yang saat ini menjadi dosen di Sydney, Australia. "Jadi konsepnya masjid ini adalah kain yang terbentang, pada cerita terjadi perselisihan bagaimana memindahkan batu hajar aswad oleh empat suku di Mekah. Dan oleh Nabi Muhammad diambil kain, nah bentangan kain yang ada batu di tengah ini melengkung. Sehingga melengkung-nya ini yang jadi atap masjid," kata Ridwan Kamil ketika berkunjung ke Sumbar beberapa tahun lalu.

Pada 2007 mulai dilakukan tender dan pada 2008 pembangunan Masjid Raya Sumbar resmi dimulai. "Total pembangunan hingga benar-benar selesai memakan waktu selama 10 tahun bersumber dari APBN hingga APBD hingga sumbangan masyarakat," kata Yulius.

Masjid ini berbentuk persegi dengan luas bangunan 4.430 meter persegi. Masjid Raya terdiri atas tiga lantai dan dapat menampung 15 ribu jamaah. Masjid ini resmi pertama kali digunakan pada 2014.

Salah satu ciri khas Masjid Raya Sumbar adalah bangunannya tidak memiliki tiang pada bagian tengah ruangan sehingga jamaah tidak terganggu. Masjid juga dilengkapi fasilitas lain seperti perkantoran Baznas Sumbar, Dewan Masjid Indonesia dan LPTQ serta ruangan serba guna yang mampu menampung sekitar 300 orang jika ada seminar.

Masjid Raya Sumbar juga memiliki menara yang menjulang dengan ketinggian 85 meter. Menara tersebut hingga ketinggian 44 meter menggunakan lift sehingga pengunjung bisa menikmati pemandangan kota Padang dari ketinggian.

Untuk dinding Masjid Raya Sumbar berbentuk ukiran Minang dengan rongga sehingga sirkulasi udara lancar dan terasa sejuk di dalamnya. Pada bagian depan ruang utama, mihrab mengambil konsep seperti tempat batu hajar aswad di Kabah dan dengan kaligrafi Asmaul Husna di plafon depan. Karpet Masjid Raya Sumbar didatangkan langsung dari Turki.

Masjid Raya Sumbar dibangun dengan konstruksi ramah gempa sehingga jika ada bencana gempa dan tsunami lantai dua difungsikan sebagai tempat evakuasi sementara.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HYzWkH
May 25, 2019 at 02:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HYzWkH
via IFTTT
Share:

Friday, May 24, 2019

Indonesia Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021

Indonesia akan bersaing dengan lima negara lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menyebut Indonesia telah mengajukan proposal untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Selain Indonesia, ada juga tiga negara Timur Tengah, yakni Saudi Arabia, Bahrain, dan Uni Emirat Arab, yang mengajukan diri.

FIFA mengatakan, Indonesia dan tiga negara Teluk itu berada di antara lima yang menyatakan minat dalam penawaran, termasuk Brasil. Indonesia merupakan salah satu dari tiga negara, yakni Brasil dan Peru yang mengajukan permohonan secara individu.

Namun, Indonesia bukan hanya satu-satunya negara Asia Tenggara yang mengajukan proposal untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. FIFA juga menyebutkan bahwa Myanmar dan Thailand juga menyampaikan proposal serupa, tetapi keduanya akan bertindak sebagai tuan rumah secara bersama.

FIFA mengumumkan para pesaing untuk tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 pada Kamis (23/5) atau satu hari setelah menjatuhkan proposal pada Qatar agar berbagi tugas tuan rumah untuk Piala Dunia 2022 dengan tetangga regional.

Sementara itu, para pesaing Piala Dunia U-20 2021 harus mengajukan proposal secara resmi paling lambat pada 30 Agustus 2019. Dewan yang berkuasa di FIFA akan memilih pemenangnya yang akan diumumkan pada Oktober mendatang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JCofnk
May 24, 2019 at 02:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JCofnk
via IFTTT
Share:

Thursday, May 23, 2019

Belasan Kendaran Ludes Akibat Pembakaran Polsek Tambelangan

Kantor Polsek Tambelangan dibakar massa.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol. Luki Hermawan mengungkapkan kantor Polsek Tambelangan, Sampang, benar-benar ludes setelah dibakar oleh sekelompok massa pada Rabu (22/5) malam. Selain kantor Polsek Tambelangan, dua mobil dan satu motor dinas juga turut ludes terbakar. Selain itu, ada 10 motor pribadi dan satu mobil masyarakat yang juga turut terbakar pada peristiwa tersebut.

"Kami lihat langsung ke lokasi, memang Mapolsek itu habis terbakar. Terus ada mobil dinas 2 yang terbakar, notor dinas, ada10 kendaraan pribadi, dan ada 1 mobil masyarakat yang dititip di sana yang ikut terbakar habis," kata Luki ditemui di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (23/5).

Luki menjelaskan, saat ini di lokasi kejadian, Tim Inafis tengah bekerja untuk melakukan identifikasi terkait peristiwa tersebut. Pada proses identifikasi, lanjut Luki, banyak ditemukan botol yang merupakan bom molotov, yang digunakan massa uantuk membakar Polsek Tambelangan.

"Ditemukan banyak botol bom molotov yang dilempar dari luar pagar, botol itu berisi bensin. Kemudian ditemukan kurang lebih 30 botol bom molotov yang belum dipakai, ditemukan di TKP, di luar Polsek," ujar Luki.

Luki menegaskan, peristiwa tersebut tidak sampai memakan korban, baik dari aparat kepolisian maupun massa yang melakukan penyerangan. Luki mengaku, memang sempat ada salahbseorang dari kelompok massa yang hendak menyerang polisi. Namun massa tersebut bisa dihalau dan polisi bisa diselamatkan.

"Alhamdulillah tidak ada korban baik itu anggota maupun masyarakat. Namun ada salah satu masyarakat yang menyerang seorang anggota tapi berhasil dikeluarkan tembakan kalau gak salah kena tangannya, keserempet aja. Anggota tersebut berhasil diselamatkan," ujar Luki.

Sebelumnya, Kantor Polsek Tambelangan, Sampang, Jawa Timur, dibakar massa. Pembakaran terjadi pada Rabu, (22/5) malam, tepatnya ekitar pukul 22.00 WIB. Pembakaran berawal dari adanya sekelompok massa yang datang secara tiba-tiba ke Mapolsek Tambelangan, Sampang.

Massa itu selanjutnya melempari kantor mapolsek dengan menggunakan batu. Polisi berupaya memberikan pengertian dan melarang mereka berbuat anarkis, namun tidak diindahkan. Dalam hitungan menit, jumlah massa semakin banyak dan semakin bringas, hingga akhirnya terjadi pembakaran.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EuPZ9g
May 23, 2019 at 02:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EuPZ9g
via IFTTT
Share:

Thursday, May 16, 2019

Presiden Jokowi Bayar Zakat Rp 55 Juta Melalui Baznas

Presiden Jokowi menilai ada banyak manfaat menunaikan zakat melalui Baznas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) diketahui telah membayar kewajiban zakat. Kepala Negara mengungkapkan, dirinya menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang membuka layanan di Istana Negara, hari ini.

Didampingi Ketua Baznas Bambang Sudibyo, Presiden menyerahkan zakat penghasilan senilai Rp 55 juta secara tunai kepada petugas. Jokowi menyebut, pembayaran zakat memiliki beragam manfaat. Misalnya, menggerakkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengentaskan kemiskinan, serta mendorong Indonesia menjadi pusat perekonomian syariah kelas dunia.

Presiden pun mengajak para muzaki di seluruh Tanah Air untuk menunaikan zakat melalui Baznas.

"Sekali lagi, saya mengajak para muzaki untuk memberikan zakat melalui Baznas supaya lebih aman, dan juga ada keteraturan, dan benar-benar tepat penyalurannya kepada para mustahik," ujar Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/5).

Dia juga berharap, pengumpulan dan penyaluran zakat dapat terintegrasi melalui sistem digital serta berdasarkan basis data (database) yang terpadu. Selain itu, ia juga meminta supaya sistem pengumpulan zakat dapat lebih baik lagi ke depannya. Dengan begitu, penyaluran zakat dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Dalam kesempatan ini, hadir sejumlah menteri Kabinet Kerja. Di antaranya adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin; Sekretaris Kabinet Pramono Anung; Kepala KSP Moeldoko; Menteri Sosial Agus Gumiwang; Menteri Pariwisata Arief Yahya; Menko Perekonomian Darmin Nasution; Kapolri Jenderal Tito Karnavian; dan Jaksa Agung Prasetyo.

Selain itu, terdapat pula para pejabat negara, pejabat kementerian dan BUMN serta pejabat eselon satu. Mereka juga turut menunaikan zakat di sejumlah gerai layanan Baznas yang tersedia. Zakat dibayarkan dengan cara tunai maupun transfer.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Hmki3x
May 16, 2019 at 02:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Hmki3x
via IFTTT
Share:

Monday, May 6, 2019

Ekonomi NTB Tumbuh pada Triwulan I 2019

Pertumbuhan ekonomi NTB kuartal I 2019 tanpa tambang bijih logam.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Suntono mengatakan ekonomi Provinsi NTB pada kuartal I 2019 tumbuh 2,12 persen dibandingkan kuartal I 2018. Perekonomian Provinsi NTB yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan I 2019 mencapai Rp 31,22 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 22,38 triliun.

"Pertumbuhan ekonomi NTB kuartal I 2019 tanpa tambang bijih logam secara year on year (yoy) tumbuh 2,75  persen, secara q to q tumbuh 0,01 persen," ujar Suntono di Mataram, NTB, Senin (6/5).

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai kategori konstruksi sebesar 8,14 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga sebesar 12,67 persen.

Suntono melanjutkan indeks tendensi konsumen (ITK) triwulan I 2019 bernilai 104,19 memberikan gambaran bahwa rumah tangga di NTB merasa kondisi perekonomiannya pada Triwulan I 2019 relatif masih sama dibandingkan kondisi Triwulan IV 2018. "Indeks pengaruh inflasi terhadap konsumsi triwulan I 2019 mencapai 107,26 menggambarkan kenaikan harga yang cukup dirasakan konsumen dibandingkan triwulan IV 2018," kata Suntono.

Suntono mengatakan volume konsumsi masyarakat NTB dirasakan tidak banyak berubah dibandingkan kondisi triwulan IV 2018 dengan indeks volume konsumsi sebesar 104,55. "Konsumen memperkirakan perekonomian pada triwulan II 2019 mendatang akan lebih baik dibandingkan kondisi di triwulan I 2019, dengan perkiraan ITK mendatang sebesar 112,85," ungkap Suntono.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2H1xtph
May 06, 2019 at 02:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2H1xtph
via IFTTT
Share:

Sunday, May 5, 2019

Palestina Kecam Serangan Israel Terhadap Kantor Berita Turki

Palestina menilai agar serangan Israel tak terdokumentasi oleh media.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Palestina mengecam serangan udara Israel yang menargetkan kantor berita Turki, Anadolu Agency, di Jalur Gaza pada Sabtu (4/5) lalu. Ia menilai aksi itu sengaja dilakukan agar serangan Israel tak terdokumentasi oleh media.

“Penargetan kantor Anadolu Agency adalah upaya untuk menghilangkan saksi dan mempersiapkan pembantaian Israel terhadap Gaza,” ujar juru bicara Pemerintah Palestina Ibrahim Melhem kepada Anadolu Agency.

Kecaman terhadap Israel juga datang dari kantor-kantor berita dan kelompok advokasi di sejumlah negara. The Association of the Balkan News Agencies-Southeast Europe (ABNE-SE) menyebut serangan terhadap kantor Anadolu Agency merupakan serangan terhadap kebebasan pers. “Saya ingin menyampaikan dukungan saya kepada Direktur Jenderal Anadolu Agency Senol Kazanci terkait serangan ini,” ujar Sekretaris Jenderal ABNA-SE Michalis Psilos.

Media Review Network (MRN), sebuah kelompok advokasi yang berbasis di Johannesburg, Afrika Selatan, turut mengutuk serangan udara Israel yang membidik kantor Anadolu Agency. Menurut MRN, hal itu merupakan upaya yang diperhitungkan untuk mencegah Anadolu melaporkan kejahatan perang Israel. “MRN mengutuk dalam istilah terkuat serangan rudal biadab Israel terhadap institusi media terkemuka  di Gaza,” ujar anggota eksekutif MRN Iqbal Jassat.

Jassat menilai serangan terhadap kantor berita bukan hanya tindakan pengecut, tapi juga sebuah upaya untuk menghabisi para jurnalis. “Kami menyerukan aktivis kebebasan media dan lembaga swadaya masyarakat untuk memastikan bahwa kampanye untuk mempertahankan kebebasan pers dan integritas jurnalis terus berlanjut,” ucapnya.

Pada Sabtu lalu, kantor Anadolu Agency di Gaza terhantam rudal pesawat tempur Israel. Menurut laporan koresponden mereka, tak ada korban luka atau tewas akibat serangan tersebut. Namun Pemerintah Turki mengutuk keras serangan brutal itu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VfOCpo
May 05, 2019 at 02:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VfOCpo
via IFTTT
Share:

Thursday, April 18, 2019

Ukraina Nyatakan Tangkap Regu Serang Intelijen Rusia

Sebanyak tujuh anggota intelijen militer Rusia telah ditahan dan didakwa.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Dinas Keamanan Ukraina (SBU), Rabu (16/4), menyatakan telah menangkap regu serang dinas intelijen militer Rusia karena berusaha membunuh seorang mata-mata militer Ukraina menjelang pemilihan presiden pada Ahad (21/4).

Masalah mengenai bagaimana menghadapi Rusia, yang mencaplok Krimea pada 2014 dan mendukung kaum separatis pro-Rusia di Ukraina Timur, menjadi topik utama pemilihan umum. Pejawat Presiden Petro Poroshenko menyatakan militer perlu mempertahankan negeri itu.

Kepala lembaga intelijen utama Ukraina, SBU, Vasyl Hrytsak mengatakan dalam satu taklimat di Ibu Kota Ukraina, Kiev, tujuh anggota kelompok intelijen militer Rusia telah ditahan dan didakwa dan orang kedelapan telah ditangkap pada Rabu pagi.

Jaksa Militer Ukraina Anatoly Matios mengatakan dua anggota kelompok tersebut adalah warga Rusia. Ia menggambarkan orang yang ditangkap itu sebagai perwira staf Dinas Intelijen Militer Rusia, GRU. Enam orang lagi adalah warga Ukraina.

Belum ada komentar dari GRU. SBU telah melaporkan sebelunya dinas intelijen tersebut menangkap beberapa kelompok agen lembaga khusus Rusia.

"Orang yang ditahan terlibat dalam upaya pembunuhan terhadap seorang pegawai Dinas Intelijen di Kementerian Pertahanan Ukraina di Kiev pada April," kata Matios.

Ia menambahkan kelompok itu telah memasang bom di bawah mobil pegawai tersebut tapi bom tersebut meledak sebelum waktunya, sehingga melukai seorang tersangka. SBU menyiarkan rekaman video mengenai peristiwa yang sama yang memperlihatkan seseorang sedang memasang bom di bawah satu mobil sebelum ledakan besar terjadi.

Video tersebut memperlihatkan seseorang sedang berbaring di ranjang rumah sakit, dan sebagian lengan kanannya hilang. SBU menyatakan orang itu adalah warga Rusia dan dilahirkan di Moskow.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ZmYoo7
April 18, 2019 at 02:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ZmYoo7
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 10, 2019

BRI Ajak Debiturnya Melantai di Bursa

Kinerja BRI Syariah meningkat setelah melantai di bursa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT. Bank Rakyat Indonesia beserta perusahaan anak yang tergabung dalam BRI Group mengajak debiturnya melantai di Bursa. BRI Group bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar Workshop Go Public Bersama BRI Group dengan tema Akselerasi Pertumbuhan Berkelanjutan Perusahaan Melalui IPO Saham, Rabu (10/4).

Acara ini diikuti oleh lebih dari 70 debitur BRI Group dan bertujuan untuk mendukung dan mendorong perusahaan di Indonesia untuk lebih maju dan berkembang dengan cara pendanaan baik melalui pendanaan perbankan maupun pasar modal. Direktur Ritel dan Menengah Bank BRI Supari menyatakan, acara ini merupakan upaya Bank BRI mendukung program BEI untuk meningkatkan jumlah perusahaan tercatat di lantai bursa.

“Dengan adanya acara ini, kami harap dapat meningkatkan awareness mengenai manfaat Go Public, khususnya bagi debitur yang belum Go Public. Disamping itu, Bank BRI berupaya untuk memberikan added value terkait pelayanan pasar modal yang dapat diberikan BRI Group kepada nasabah melalui kerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI),” kata dia.

Saat ini, BRI Group memiliki layanan keuangan yang terintegrasi kepada debitur terkait pelayanan pasar modal yang dapat dimanfaatkan oleh nasabah. Khususnya dengan hadirnya PT Danareksa Sekuritas yang sudah menjadi bagian dari Bank BRI.

Disamping Danareksa Sekuritas, saat ini Bank BRI telah memiliki beberapa perusahaan anak, diantaranya yakni BRI Syariah, BRI Life, BRI Finance, BRI Agro, BRI Remittance dan BRI Ventures. Dari 7 perusahaan anak yang dimiliki Bank BRI, BRI Syariah telah melakukan Initial Public Offering (IPO) pada Mei 2018. Terbukti, setelah IPO kinerja BRI Syariah pun semakin meningkat.

Berdasarkan laporan keuangan per 2018, BRI Syariah berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 106,6 miliar, naik dari laba tahun sebelumnya sebesar Rp 101 miliar. Sedangkan untuk aset tumbuh sebesar 20,20 persen menjadi Rp 37,91 di triliun di akhir 2018, dari Rp 31,54 triliun di tahun 2017.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VuKJJ7
April 10, 2019 at 02:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VuKJJ7
via IFTTT
Share:

Tokoh Nasional Beri Dukungan Moril ke KPU

Mahfud MD, Romo Magnis, Sinta Nuriyah, dan Imam Prasodjo datangi KPU.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD,mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu (10/4). Kedatangan Mahfud bertujuan memberikan dukungan moril kepada KPU terkait isu people power yang disampaikan oleh Amien Rais.

Mahfud datang bersama sejumlah tokoh yakni mantan ibu negara Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Romo Magnis Suseno, Imam Prasodjo, dan beberapa tokoh lain. Kedatangan mereka langsung diterima oleh tujuh komisioner KPU.

Menurut Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi, kedatangan beberapa orang tokoh tersebut untuk memberikan dukungan moril kepada pihaknya.  "Mereka memberikan dukungan moril kepada KPU," ujar Pramono.

Sebelumnya, Amien Rais mengatakan jika terjadi kecurangan di Pemilu, maka pihaknya akan lebih mengandalkan people power dibandingkan menggugat ke MK. Menurut Amien, tidak ada gunanya menggugat melalui MK.

"Kalau nanti terjadi kecurangan, kita enggak akan ke MK. Enggak ada gunanya, tapi kita people power. People power sah!" ujar Amien Rais di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (31/3).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2D6NSrz
April 10, 2019 at 02:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2D6NSrz
via IFTTT
Share:

Sunday, March 24, 2019

SDF: ISIS Kalah di Kantong Terakhir Mereka Baghouz Suriah

Meski ISIS dikalahkan, kelompok teror ini masih menjadi ancaman.

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHOUZ— Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dukungan Amerika Serikat menyatakan ISIS (Daesh) telah dikalahkan di wilayah terakhirnya di Baghouz di Suriah dan mengumumkan akhir dari "kekhalifahan" di kawasan yang mereka klaim terbentang sepertiga di Irak dan Suriah.

Melalui cuitannya di Twitter, Kepala Kantor Media SDF, Mustafa Bali, menulis bahwa SDF menyatakan penghapusan total yang disebut kekhalifahan itu. 

"Baghouz sudah dibebaskan. Kemenangan militer terhadap Daesh telah dicapai," tulisnya.

SDF telah bertempur untuk merebut Baghouz di perbatasan Irak selama beberapa pekan. 

"Kami perbarui janji kami untuk meneruskan perang dan mengejar para petempur IS hingga penghapusan penuh," tulisnya.  

Kendati kekalahan ISIS di Baghouz mengakhiri cengkeraman kelompok itu atas negara kuasa jihadis yang mengangkangi Suriah dan Irak dan dideklarasikan pada 2014, kelompok tersebut masih merupakan ancaman.

Sebagian para petempurnya masih bersembunyi di daerah padang pasir terpencil di Suriah dan di kota-kota Irak, mereka telah menyelinap ke dalam bayang-bayang, melancarkan penembakan mendadak atau penculikan dan menunggu peluang untuk bangkit lagi. 

Amerika Serikat yakin pemimpin kelompok itu, Abu Bakr al-Baghdadi, berada di Irak. Dia berdiri di mimbar masjid agung Abad Pertengahan di Mosul pada 2014 mendeklarasikan dirinya sebagai khalifah, berdaulat atas semua orang Islam.  

Lebih jauh para petempur di Afghanistan, Nigeria dan negara-negara lain tak menunjukkan tanda menarik kembali kesetiaan kepada ISIS, dan dinas-dinas intelejen mengatakan para simpatisannya di Barat mungkin merancang serangan-serangan baru.

Duta Besar Suriah untuk PBB, Bashar Ja'afari, mengatakan pada Jumat (21/3), ISIS belum habis di Suriah. Dia menegaskan pemerintah Damaskus yang didukung Rusia dan Iran lah sebagai pihak yang memeranginya, bukan Amerika Serikat.

   

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Tu7SJQ
March 24, 2019 at 02:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Tu7SJQ
via IFTTT
Share:

Friday, March 15, 2019

Persija Dukung Penuh Pembangunan JISOCS

Ferry berharap Persija Jakarta akan lebih bersinar.

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai membangun Stadion Jakarta International Soccer Stadium (JISOCS) di Kawasan Sarana Rekreasi Olahraga (SRO) Jakarta Utara. Manajemen Persija Jakarta melalui CEO Persija, Ferry Paulus, mendukung penuh rencana pembangunan stadion berkelas internasional tersebut.

“Manajemen Persija mengucapkan selamat dan sukses atas pembangunan stadion yang akan jadi kebanggaan warga kota Jakarta. Dan mudah-mudahan nantinya bisa membawa Persija lebih berprestasi,” ujar Ferry dikutip dari laman resmi klub, Jumat (15/3).

Sebelumnya, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan secara simbolis melakukan kick-off atau tendangan perdana sebagai penanda pembangunan stadion kebanggaan ibu kota negara tersebut pada Kamis (14/3). Rencananya, stadion akan dibangun super megah dengan konsep berkelas dunia yang tidak kalah dengan stadion-stadion bergengsi di negara lain.

Kapasitas daya tampung JISOCS kurang lebih 80 ribu hingga 82 ribu orang. Selain itu, di stadion ini disiapkan fasilitas sosial lainnya, seperti masjid terapung. Pelatarannya dibuatkan saf agar para penonton bisa melaksanakan salat berjamaah.

Adapun fasilitas lainnya yang akan tersedia di JISOCS, yakni, kursi untuk kaum difabel sebanyak 200 tempat duduk, 24 lot parkir kendaraan, dan 25 lokasi toilet khusus difabel. Area parkir yang mampu menampung 800 lot parkir mobil dan 100 lot parkir bus. Tak kalah memukau, rancangan atap stadion memiliki fitur buka-tutup. Ini dilakukan agar stadion juga dapat digunakan untuk kegiatan pertunjukan indoor, seperti konser musik. "Kami juga mengajak Jakmania untuk mendukung dan mengawal proses pembangunannya," jelas Ferry.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FcVE4p
March 15, 2019 at 02:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FcVE4p
via IFTTT
Share:

Thursday, March 14, 2019

Wiranto: Tak akan Ada Tabrakan Massa Saat Kampanye Terbuka

Jumlah personel aparat dinilai cukup untuk mencegah kerawanan kampanye terbuka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, mengatakan, tabrakan massa pada saat kampanye terbuka atau rapat umum tidak mungkin terjadi. Melihat kerawanan lain, ia yakin personel aparat keamanan yang diturunkan cukup untuk mencegahnya.

"Pengaturan perzona, perhari, siapa yang diizinkan untuk berkampanye dengan cara-cara rapat umum itu sudah diatur dengan baik. Sehingga tidak dimungkinkan adanya tabrakan massa," ujar Wiranto usai rapat koordinasi terbatas bersama pemangku kepentingan penyelenggaraan Pemilu 2019 di kantornya, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (14/3).

Namun, Wiranto tak menutup kemungkinan adanya kerawanan-kerawanan lain karena masih berlangsungnya kegiatan pemilu lainnya, seperti rapat tertutup dan rapat terbatas. Menurutnya, pada kegiatan tersebut, sangat mungkin terjadi pergesekan antarmassa pendukung.

"Tapi, di sini aparat keamanan, polisi dan TNI, sudah menggelar kekuatan yang cukup untuk dapat mencegah terjadinya gesekan-gesekan massa yang kemudian mengakibatkan konflik," tuturnya.

Wiranto menilai, kegiatan-kegiatan yang selama ini dilakukan, seperti rapat terbatas, rapat tertutup, tatap muka, dan sebagainya sudah dilaksanakan dengan baik. Ia tak melihat adanya hal yang menghambat terlaksananya tahapan Pemilu 2019.

Tahapan kampanye terbuka akan dilaksanakan mulai 24 Maret 2019 hingga 13 April 2019 mendatang. Dalam tahapan ini akan ada pergerakan massa yang cukup besar di semua wilayah karena kampanye dilakukan untuk pemilihan presiden dan pemilihan legislatif.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Hh4nox
March 14, 2019 at 02:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Hh4nox
via IFTTT
Share:

Monday, March 4, 2019

Mayoritas Kapal Nelayan Kecil Belum Terdaftar

Saat ini sekitar 500 unit kapal perikanan berukuran kurang dari 10 GT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan, mayoritas nelayan dengan kapal tangkap berkapasitas di bawah 10 gross ton (GT) belum terdaftar. Hal itu diakibatkan oleh minimnya akses dan pengetahuan nelayan di sentra-sentra perikanan Indonesia.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Zulficar Mochtar, menjelaskan, saat ini dari sekitar 600 ribu unit kapal perikanan, sebanyak 89 persen atau sekitar 500 unit kapal berukuran kurang dari 10 GT. Kepemilikan kapal-kapal itu didominasi oleh nelayan kecil.

“Mayoritas dari kapal kecil itu belum terdaftar,” kata Zulficar di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Selasa (5/3).

Zulficar menerangkan, sejak November 2014, pemerintah memutuskan untuk membebaskan perizinan Perikanan Tangkap dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Kapal kecil di bawah 10 GT hanya diwajibkan untuk mengurus pendaftaran kapal dan surat kepelautan bagi nelayan. Sebab, itu berkaitan dengan kelaikan dan keselamatan nelayan ketika melaut.

Pendataan kapal juga sebagai bukti bahwa kegiatan penangkapan ikan yang dilakukan nelayan bukan dari kegiatan penangkapan ilegal. Di sisi lain, negara-negara tujuan ekspor perikanan dari Indonesia pun telah mensyaratkan bahwa hasil tangkapan tidak ilegal.

Namun, ia mengakui, perizinan tersebut masih menjadi kendala para nelayan karena proses pengurusan yang dinilai berbelit oleh para nelayan. Selain itu, para nelayan kecil sejak dahulu sudah terbiasa melaut untuk menagkap ikan tanpa surat dan dokumen. Negara akan merugi jika kegiatan nelayan saat ini tidak ditata dengan baik. 

Lebih lanjut, kata dia, adanya surat izin pendaftaran kapal juga akan mempermudah semua pihak jika terjadi kecelakaan sewaktu-waktu. “Ini harus ditertibkan. Terus terang, mengurus ratusan ribu kapal dengan kultur dan karakteristik yang beda-beda di setiap daerah butuh kesabaran yang penuh,” ujar Zulficar.

Pada Selasa (5/3), Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan menandatangani perjanjian kerja sama tentang pelayanan status hukum kapal penangkap ikan dan kepelautan.

Zulficar berharap, adanya kerja sama tersebut diharapkan dapat mempermudah nelayan dalam mengurus pendaftaran kapal. KKP dan Kemenhub akan bersinergi dan menerapkan sistem jemput bola ke sentra-sentra nelayan. Ia mengklaim, pengurusan pendaftaran kapal dan surat kepelautan juga tidak akan memakan waktu lama.

Sasaran kerja sama tersebut juga ditujukan untuk para nelayan dengan kapasitas kapal diatas 10 GT. Khususnya untuk pengurusan Pas Kecil, Surat Ukut, Grosse Akta, Izin Buku Kapal Perikanan dan Bukti Pencatatan Kapal Perikanan, SIUP, dan SIPI yang merupakan sertifikasi kepelautan nelayan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kemenhub, Agus Purnomo mengatakan, seluruh kapal tangkap yang melaut harus memiliki status hukum demi keberlangsungan usaha perikanan. Surat dan dokumen berkaitan erat dengan standar keselamatan nelayan.

“Kita ingin nelayan bisa melaut dengan aman. Tapi, harus punya dokumen baik kapal maupun nelayannya supaya legal,” ujar dia.

Kemenhub, kata Agus, hanya menekankan standar kelaikan dan keselamatan nelayan. Penegakan hukum dalam waktu dekat akan diterapkan untuk memastikan nelayan mau mengurus surat dan dokumen. Rencana tersebut, menurut Agus, akan mulai diimplementasikan pada tahun ini setelah para nelayan siap.

“Harapan saya tahun ini kita bisa law enforcement. Tapi ya saat ini kita edukasi dulu para nelayan terkait pengurusan izin itu,” ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HgoO3W
March 05, 2019 at 02:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HgoO3W
via IFTTT
Share:

Saturday, February 9, 2019

Abu Janda Beri Waktu Facebook Empat Hari Tanggapi Somasinya

Jika Facebook tidak kooperatif, maka akan diambil langkah hukum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Permadi Arya alias Abu Janda dan kuasa hukum memberi waktu empat hari pada Facebook Indonesia untuk menanggapi somasi atas pemblokiran akun pribadinya. Kuasa hukum dan Abu Janda melayangkan somasi pada Jumat (8/2) lalu di kantor Facebook Indonesia.

“Kami akan memberikan waktu kepada Facebook, empat hari kerja untuk mematuhi pemberitahuan hukum ini,” kata perwakilan kuasa hukum Abu Janda, Finsensius Mendrofa, Sabtu (9/2).

Dalam keterangan tertulisnya, dia kembali menegaskan, apabila Facebook tidak bersikap kooperatif dengan mengabulkan somasi itu, maka akan diambil langkah hukum. Dia dan Abu Janda siap menuntut Facebook di pengadilan Indonesia.

Finsensius menjelaskan somasi tersebut didasarkan atas rasa rugi yang diderita kliennya atas tuduhan Facebook bahwa Abu Janda terlibat sindikat Saracen di Indonesia. Atas tuduhan itu, Facebook memblokir pages (halaman) Ustaz Abu Janda yang memiliki pengikut 500 ribu lebih. Finsensius beranggapan, Facebook harus berhati-hati dalam merilis berita. Sebab, menurut dia, hal itu berpotensi menghancurkan kehidupan seseorang.

Finsensius menyebutkan, tuduhan kecerobohan Facebook kepada kliennya, menyebabkan Abu Janda kehilangan halaman yang memiliki 500 ribu pengikut. Padahal, halaman itu dibangun selama empat tahun. Selain itu, tuduhan itu juga disebut sangat merusak reputasi Abu Janda sebagai aktivis anti terorisme dan motivator deradikalisasi. Kemudian, menurut dia, tuduhan itu telah menghancurkan karier kliennya yang dibangun selama bertahun-tahun.

Karena itu, Finsensius menganggap Facebook membuat tuduhan palsu yang telah menghancurkan nama baik Abu Janda di depan umum. Dia menjelaskan somasi itu dilayangkan sebagai peringatan untuk menghindari langkah hukum terhadap Facebook atas dasar kerugian material dan imaterial. Dia mengatakan Abu Janda menuntut dua hal pada Facebook dalam somasi tersebut.

Pertama, meminta Facebook mengaktifkan kembali akun Permadi Heddy Setya (facebook.com/permadisastradinata) dan menerbitkan halaman Ustad Abu Janda Al-Boliwudi (facebook.com/ustadabujanda), termasuk sembilan akun adminnya.

Kedua, meminta Faceebook mempublikasi berita yang membersihkan nama Abu Janda. Selain itu, menginformasikan bahwa semua halaman dan akun Abu Janda telah dipulihkan. Kemudian, Facebook harus mengklarifikasi bahwa Abu Janda tidak terkait dengan sindikat berita palsu Saracen Group.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SyIV3C
February 09, 2019 at 02:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SyIV3C
via IFTTT
Share:

Saturday, February 2, 2019

Muslimah di London dan New York Peringati Hari Hijab Sedunia

etidaktahuan adalah faktor utama yang memicu timbulnya diskriminasi.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Wanita Muslim di London, Inggris dan New York, Amerika Serikat (AS) merayakan Hari Hijab Sedunia pada Jumat (1/2). Selain mengampanyekan tentang makna hijab dan Islam, mereka turut mendiskusikan perihal cara menghadapi Islamofobia.

Hari Hijab Sedunia baru pertama kali dirayakan di London. Sejumlah Muslimah di sana berkumpul untuk membahas masalah-masalah yang mereka hadapi saat mengenakan hijab serta bagaimana menghadapi Islamofobia di Inggris. 

Saima, seorang pekerja amal di Human Relief Foundation adalah salah satu yang berpartisipasi dalam perayaan Hari Hijab Sedunia di London. Menurut dia, masyarakat Inggris memang perlu memahami tentang arti hijab bagi seorang wanita Muslim. 

Sebab menurutnya ketidaktahuan adalah faktor utama yang memicu timbulnya diskriminasi. "Saya pikir sangat penting untuk memiliki hari di mana hijab diakui, terutama dalam iklim saat ini ketika Islamofobia sedang meningkat dan ada banyak ketidaktahuan seputar hijab serta mengapa wanita Muslim memakainya," ujar Saima, dikutip laman Anadolu Agency

Berbicara tentang hijab, menurut Saima, selalu ada dua kutub yang berseberangan. Di satu sisi terdapat orang-orang yang hanya menganggapnya sebatas kain penutup. Hal itu yang menyebabkan mereka dengan mudah memerintahkan wanita Muslim melepas hijab dari kepalanya. 

Sementara di sisi lain, hijab dianggap memiliki makna yang lebih dalam bagi mereka yang mengenakannya. "Dan bukannya menjadi pakaian, hijab memainkan peran kunci dalam identitas individu," kata Saima. 

Berbeda dengan London, wanita Muslim di New York merayakan Hari Hijab Sedunia dengan melakukan aksi di Balai Kota. Mereka mengampanyekan tentang makna mengenakan hijab dalam Islam. 

Aksi itu diikuti oleh Nazma Khan, wanita Muslim yang pertama kali mencetuskan Hari Hijab Sedunia. Ia berasal dari Bangladesh dan tinggal di New York. Saat ini Hari Hijab Sedunia telah menjadi nama sebuah organisasi nirlaba yang fokus memerangi diskriminasi terhadap wanita Muslim melalui kesadaran dan pendidikan.

Saat mengikuti aksi tersebut, Khan dan wanita Muslim lainnya merentangkan sebuah poster bertuliskan "Hijab adalah Kesederhanaan dan Martabat Kami" dan "Hijab adalah Privasi Saya". 

Menurutnya, kampanye semacam itu penting dilakukan guja menumbuhkan kesadaran. "Tumbuh di Bronx, New York, saya mengalami banyak diskriminasi karena hijab saya," kata Khan saat menceritakan awal mula dia mencetuskan Hari Hijab Sedunia pada 1 Februari 2013. 

Saat pertama kali datang ke AS pada usia 11 tahun, Khan kesulitan beradaptasi di sekolah karena menjadi satu-satunya siswa yang mengenakan hijab. Kala itu, Khan kerap dilecehkan dengan dipanggil "batman" atau "ninja". 

Saat memasuki universitas, pelecehan dan diskriminasi tak berhenti. Teman-teman kuliahnya kerap memanggil Khan "Osama bin Laden" atau "teroris". "Itu mengerikan, dan saya pikir satu-satunya cara untuk mengakhiri diskriminasi adalah jika kita meminta saudara perempuan kita mengalami hijab sendiri," ucapnya. 

Kendati gencar melakukan kampanye, Khan tak memungkiri bahwa aksi kebencian terhadap wanita Muslim masih tetap tumbuh. "Sekarang, terutama dalam dua tahun terakhir, kebencian telah mengambil ketinggian yang berbeda," ujar Khan.

Menurut situs Hari Hijab Sedunia, pada 1 Februari lalu, wanita di 190 negara berpartisipasi dalam perayaan. "Ini akan membawa kesadaran kepada orang-orang. Orang akan dididik tentang hijab dan mudah-mudahan, insya Allah, kita dapat mengurangi diskriminasi terhadap wanita Muslim yang memilih memakai hijab," kata Khan. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2G3VwWx
February 02, 2019 at 02:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2G3VwWx
via IFTTT
Share: