Showing posts with label 2019 at 12:43PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 12:43PM. Show all posts

Thursday, March 7, 2019

Warganet Perdebatkan Minuman Kola Campur Susu

Perdebatan pertama bermula dari status Twitter komedian Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, BIRMINGHAM -- Warganet memang suka memperdebatkan apa saja, termasuk soal makanan dan minuman. Hal terbaru yang tengah memicu pro-kontra adalah sajian minuman yang terbuat dari campuran susu dan minuman bersoda coke alias kola.

Pemicu perbincangan serta keterbelahan opini adalah unggahan penulis komedi Inggris James Felton di media sosial Twitter. Dia mengunggah foto diri sedang minum campuran kola dan susu, menuliskan status yang membuka lebar ruang diskusi.

"Coke susu adalah hal yang nyata. Orang-orang di Birmingham menyukainya. Kita semua bisa beralih ke diskusi sekarang, aku tidak akan mengajukan pertanyaan lebih lanjut," tulisnya lewat akun @JimMFelton.

Sebagian orang merespons dengan heran dan kebingungan. Menurut pihak yang kontra ini, tidak seharusnya kola dicampur dengan susu. Mereka tidak percaya keduanya bisa menjadi minuman lezat dan menyatakan tidak akan pernah menjajal campuran itu.

"Saya merasa tersinggung dengan adanya coke susu. Saya akan mencoba apapun, asal bukan minuman itu," tulis salah satu warganet.

Warganet lain membela minuman itu dan menyebut rasanya enak. Mereka mengatakan campuran kola dan susu bukan hal baru. Tidak berbeda pula dengan soda float, yang terdiri dari minuman bersoda serta es krim mengapung di atasnya.

Pihak ini justru merasa aneh karena masih ada yang menganggap kola dan susu bukan pengetahuan umum. Dia bercerita, kombinasi soda dan susu sudah dia ketahui dari orang tuanya saat dia masih berusia empat tahun.

"Susu dan kola sudah ada sejak 50 tahun yang lalu. Sama sekali bukan hal baru," ungkap seorang warganet, dikutip dari laman Independent.

Di Indonesia campuran soda dan susu juga bukan barang baru. Minuman soda gembira yang terdiri dari susu kental manis, air soda, dan sirup merah merupakan minuman khas dari Jawa Tengah yang biasa diminum dingin. Soda gembira yang dibuat dari kola dan susu kental manis juga biasa ditemukan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EIddrC
March 08, 2019 at 12:43PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EIddrC
via IFTTT
Share:

Tuesday, February 26, 2019

OJK Dorong Pengenalan Nasabah Lewat Inovasi KYC

Inovasi KYC penting untuk melindungi konsumen dari penyalahgunaan dana dan data

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Saat ini perkembangan perusahaan Financial Technology (Fintech) kian tumbuh pesat bahkan menjadi salah satu tren layanan keuangan era digital. Layanan keuangan digital yang cepat dan mudah ini menjadi pilihan bagi masyarakat dalam bertransaksi finasial.

Melihat potensi tersebut, industri perbankan memperkenalkan Know Your Customer (KYC) untuk memberikan pelayanan bagi nasabah agar lebih efisien. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan inovasi KYC atau pengenalan nasabah pada elektronik menjadi penting untuk melindung konsumen dan kepentingan nasional.

Direktur Pengaturan, Pengawasan Perizinan Fintech OJK Hendrikus Passagi mengatakan pihaknya terus mensosialisasikan KYC untuk melindungi konsumen dari penyalahgunaan dana dan data. “Pengenalan nasabah pada elektronik atau KYC menjadi penting untuk kepentingan nasional juga seperti pencucian uang, menghindari pendanaan terorisme,” ujarnya saat acara ‘Seminar Peran E-KYC dalam Keuangan Digital’ di Jakarta, Rabu (27/2).

Kendati demikian, dia mengungkapkan dalam mensosialisasikan peran KYC dibutuhkan perusahaan penyedia memverifikasi dana dan data para nasabah. Hal ini menjadi penting untuk menghindari kegagalan virtual dalam bertransaksi.

“Kami harapkan ada pihak yang bisa menyediakan verifikasi mengenal nasabah secara elektronik, maka tanda tangan digital bisa terbentuk, sehingga bisa mengenalkan smart kontrak. Ini adalah kompenen dasarnya,” ucapnya.

“Perusahaan penyedia verifikasi bisa memberi kekuatan dalam melakukan verifikasi, bertanggung jawab perdata dan pidana,” tuturnya menambahkan.

Hendrikus menjelaskan keberadaan perusahaan penyedia verifikasi sekaligus dapat memperkenalkan industri 4.0 yang tengah digaungkan pemerintah. “Sebenarnya berbicara elektronik loyal customer, perlu ada verifikasi kebenaran perusahaan, benar membayar kewajiban pajak bukan hanya Dukcapil. Hal ini perlu dipahami bersama, berbicara industri 4.0 adalah penting verifikasi,” ungkapnya.

Untuk itu, inovasi KYC menjadi tantangan bagi otoritas untuk mensosialisasikan kepada masyarakat Indonesia. Setidaknya, keberadaan KYC dapat membuka cara pandang mengembangkan industri 4.0 dengan lebih dulu menyiapkan perangkat infrastruktur dasarnya.

“Sekarang sudah ada Gojek, contohnya saya belanja nasi goreng ada kegiatan fisik di sana lalu dikirim pakai fisik, Gojek sudah menjalankan industri 4.0 enak tapi masuk implikasi hukum ada,” ucapnya.

Sementara Direktur Utama Bank Sinarmas Frenky Tirtowijoyo menambahkan selama ini perusahaan sudah memberikan layanan e-KYC, dengan bekerja sama dengan PT Asli Rancangan Indonesia dalam bidang biometrik matching system. “Melalui layanan virtual account bank kami dapat memberikan kemudahan untuk bertransaksi penempatan dana oleh investor maupun transaksi penyaluran dana ke peminjam sehingga bisa lebih cepat, efisien dan akurat,” ungkapnya.

Pada 2018, Bank Sinarmas melayani 3,9 juta transaksi virtual account. Sekitar 700.000 transaksi adalah transaksi fintech.

Sementara Direktur Utama PT Asli Rancangan Indonesia Arief Dharmawan mengatakan perusahaan memiliki kemampuan biometrik matching system akurat dan cepat, sertacompatible dengan sumber database. “Kami menyediakan system technology biometrik-nya, end-user harus tetap meminta ijin kepada sang empunya data; misalnya Kepolisian, BNN, BNPT, dan sebagainya, sesuai yang diperbolehkan di POJK,” ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TglQTH
February 27, 2019 at 12:43PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TglQTH
via IFTTT
Share: