Showing posts with label December 26. Show all posts
Showing posts with label December 26. Show all posts

Wednesday, December 26, 2018

Perampungan Permendikbud Berjalan Alot, ini Tanggapan IGI

Alotnya pembahasan permendikbud dikhawatirkan berdampak pada aturan daerah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perampungan pedoman skema Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 yang akan dituangkan dalam Permendikbud nampaknya berjalan sangat alot. Kini, Kemendikbud menjanjikan Permendikbud itu akan rampung pada akhir Januari atau awal Februari 2019, maju satu bulan dari target awal bulan Desember 2018.

Alotnya pembahasan Permendikbud tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada tidak sinkronnya antara aturan pusat dan daerah. Pasalnya saat ini di beberapa daerah sudah ada yang menjalankan pendataan siswa untuk PPDB.

“Setahu saya di dinas-dinas sebagian sudah menjalankan proses PPDB, kalau permendikbud PPDB lambat keluar bisa  berdampak pada ketidaksinkronan proses antara aturan dan apa yang dijalankan di daerah-daerah,” kata ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli saat dihubungi Republika, Rabu (26/12).

Kepala Sekolah SMAN 7 Kota Bogor Acep Sukirman juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat, khususnya orang tua siswa kelas VI dan Sembilan (IX). Menurut Acep, proses sosialisasi yang matang juga akan berdampak baik pada mental dan psikologis anak yang akan melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 

“Tapi ya jika informasi dan sosialisasi terlambat dikhawatirkan menjadi alasan masyarakat komplain ke sekolah,” keluh dia.

Karena itu dia menyarankan kepada semua orangtua untuk proaktif mengakses informasi tentang PPDB berbasis zonasi ini. Mulai dari mengecek batasan zonasi, teknis pendaftaran sekolah, konsultasi dengan guru atau kepala sekolah terkait pendataan siswa dan lain sebagainya.

“Kuncinya yang tak kalah penting masyarakat juga jangan malu bertanya dan mencari informasi,” jelas dia.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi sebelumnya memperkirakan, Permendikbud tentang PPDB berbasis zonasi tahun ajaran 2019/2020 akan selesai pada akhir Januari atau awal Februari 2019. 

“Kemarin (Permendikbud tentang PPDB) sudah draft final, semoga sebelum akhir Januari atau awal Februari,” kata Didik.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Q4BmMA
December 26, 2018 at 11:39PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Q4BmMA
via IFTTT
Share:

Masih Takut Tsunami, Warga Serang Sekarang Terendam Banjir

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) nerilis sebagian masyarakat Kabupaten Serang Provinsi Banten, kembali dilanda bencana. Jika sebelumnya masyarakat dicekam ketakutan menghadapi bahaya tsunami, kini mereka harus terjebak banjir.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, masyarakat di pantai Kecamatan Cinangka dan Anyer dilanda banjir.

"Pada Rabu (26/12) pagi, masyarakat Desa Batukuwung dan Desa Citasuk Kecamatan Padarincang Kabupaten Banten terendam banjir," katanya seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Rabu malam.

Dia mengatakan hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan meluapnya sungai Cikalumpang sehingga banjir melanda permukiman. Dampaknya banjir sebanyak 297 KK / 1.658 jiwa terdampak dan mengungsi di SDN Suka Maju sedangkan 70 KK / 160 jiwa mengungsi ditempat yang aman di Ds. Batukuwung. Sekitar 200 unit rumah terendam banjir dengan tinggi banjir 50 -100 centimeter.

Ia mengklaim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Serang bersama TNI, Polri, SKPD dan relawan melakukan evakuasi. Bantuan logistik diberikan kepada masyarakat terdampak banjir. "Tidak ada korban jiwa dari banjir yang terjadi," ujarnya.

Sementara itu, ia menyebut hingga saat ini penanganan darurat tsunami yang menerjang Pantai Anyer dan Cinangka di wilayah Serang masih dilakukan. Tercatat 25 orang meninggal dunia, 62 orang luka-luka, 68 orang hilang dan 83 orang mengungsi. Evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban terus dilakukan. Penanganan pengungsi dan layanan kesehatan juga dilakukan.

Aparat gabungan bersama relawan dan masyarakat mulai membersihkan lingkungannya dari puing-puing bekas tsunami. Ia mengakui, wilayah Serang memang rawan bencana, baik gempa, tsunami, banjir, kekeringan dan puting beliung.

"Karena itu pembangunan hendaknya benar-benar mengindahkan peta bahaya bencana ke dalam tata ruang dan diimplementasikan secara ketat," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VaBZIr
December 26, 2018 at 11:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VaBZIr
via IFTTT
Share:

Rumah Zakat Beri Layanan Kesehatan Gratis di Posko Bencana

Posko pengungsian telah di dirikan Rumah Zakat di beberapa titik di lokasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTEN -- Rumah Zakat Action terus berupaya membantu di lokasi kejadian bencana di Banten. Posko pengungsian telah di dirikan Rumah Zakat di beberapa titik di lokasi terdampak bencana tsunami Selat Sunda.

Di Kecamatan Angsana terdapat pos 2 yang sudah beroperasi sejak hari pertama kejadian. Pos 2 ini beralamat di Babakan Karet Desa Angsana Kec. Angsana. Disana Relawan Rumah Zakat menggelar pemeriksaan kesehatan gratis di pos pengungsi tepatnya di gedung SMK Nurinsani Corodok Angsana.

Relawan Rumah Zakat yang berada Pos 2 di Kec. Angsana ini, mengabarkan data kebutuhan yang diperlukan saat ini adalah membutuhkan selimut, alas/ tikar, minyak angin, minyak kayu putih, kebutuhan bayi seperti pempers, kebutuhan mandi seperti sampo, dan bantuan makanan seperti mie instan.

Tak hanya itu pada malam hari Relawan Rumah Zakat bersama relawan lokal di sekitar lokasi juga membagikan nasi bungkus kepada para pengungsi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2rXwRtP
December 26, 2018 at 11:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2rXwRtP
via IFTTT
Share:

MUI Serukan Umat Bahu-membahu Bantu Korban Tsunami

Musibah yang datang sebagai pelecut agar mendekatkan diri kepada Allah SWT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong umat Islam untuk melakukan aksi solidaritas kemanusiaan bagi korban bencana tsunami di Selat Sunda.

"Kami menyampaikan duka cita dan mendorong umat Islam melakukan upaya kemanusiaan bagi korban tsunami Selat Sunda," kata Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin usai Rapat pleno ke-33 Dewan Pertimbangan MUI di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan, Dewan Pertimbangan MUI yang beranggotakan pimpinan ormas Islam dan tokoh perorangan sangat prihatin terhadap musibah demi musibah bencana alam yang beruntun terjadi di Tanah Air.

Musibah yang menelan banyak korban jiwa seperti gempa bumi di Lombok dan Sumbawa NTB, gempa yang disusul tsunami dan likuifaksi di Palu, Sigi, dan Donggala di Sulawesi Tengah serta tsunami yang melanda Selat Sunda, baik wilayah Banten maupun Lampung.

"Kami semua menyampaikan ucapan dukacita pada korban dan keluarga. Kita berdoa semoga keluarga bersabar dan tawakal," ucap Din.

Lebih lanjut dia mengatakan, Dewan Pertimbangan MUI menyerukan kepada bangsa Indonesia khususnya umat Islam untuk saling meningkatkan hubungan dengan pencipta lewat ibadah agar Indonesia dilindungi dari musibah.

Hingga hari keempat pascatsunami di Selat Sunda Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata korban jiwa mencapai 430 orang. BNPB juga mencatat sebanyak 1.495 orang luka-luka, 159 orang hilang dan 21.991 orang mengungsi akibat tsunami pada Sabtu (22/12) malam tersebut.

Tsunami yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB tersebut berdampak pada lima kabupaten yaitu Pandeglang dan Serang di Provinsi Banten, serta Kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus di Provinsi Lampung. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EMaq2h
December 26, 2018 at 11:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EMaq2h
via IFTTT
Share:

Rusia: Serangan Udara Israel Bahayakan Dua Pesawat Sipil

Israel mengincar tempat penyimpanan senjata kelompok bersenjata Hizbullah.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW— Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan serangan misil Israel di Suriah pada hari Selasa (25/12) kemarin mengancam dua pesawat sipil. Tapi Rusia tidak menjelaskan pesawat apa yang terancam dengan serangan udara tersebut.

Kementerian Pertahanan Rusia menambahkan sistem pertahanan udara Suriah menghancurkan 14 dari 16 rudal yang diluncurkan Israel. Rusia juga tidak mengatakan sasaran Israel di Damaskus.

Dilansir dari Asharq Al-Awsat, Rabu (26/12) tiga orang pasukan Suriah terluka dalam serangan rudal tersebut. Organisasi Pengawas Hak Asasi Manusia di Suriah mengatakan serangan udara itu mengincar tiga lokasi di sebelah selatan Damaskus.  

Israel mengincar tempat penyimpanan senjata kelompok bersenjata Hizbullah dan pasukan Iran. 

Televisi yang dikelola rezim pemerintahan Suriah saat ini tidak menjelaskan sebagian besar rudal-rudal tersebut dihancurkan oleh sistem pertahanan udara. 

Stasiun televisi itu mengutip seorang pejabat militer yang tidak disebutkan namanya. Mereka mengidentifikasi pesawat-pesawat tempur Israel. 

Organisasi Pengawas Hak Asasi Manusia di Suriah mengatakan, Israel menembakan rudal mereka dari wilayah udara Lebanon. Mereka mengincar wilayah barat dan selatan pinggir kota Damaskus.  

Kantor berita yang dikelola pemerintah Lebanon mengatakan pesawat-pesawat tempur Israel melakukan serangan tiruan di sebelah selatan Lebanon. 

Juru bicara militer Israel tidak mengonfirmasi serangan tersebut. "Sistem pertahanan udara diaktifkan melawan misil anti-pesawat tempur yang diluncurkan dari Suriah," kata juru bicara militer Israel tersebut.   

Militer Israel menyebutkan tidak ada orang yang cedera dari peristiwa tersebut. Serangan ini menjadi serangan pertama di dekat Damaskus sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan akan menarik pasukan AS dari Suriah pada pekan lalu.  

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EPh6NV
December 26, 2018 at 11:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EPh6NV
via IFTTT
Share:

Flyover Rawa Buaya Cengkareng Retak, Akses Jalan Ditutup

Flyover Rawa Buata mengalami keretakan pada bagian pot bearing

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi mengatakan, Flyover Rawa Buaya Cengkareng mengalami keretakan pada bagian pot bearing. Rustam mengatakan, saat ini akses jalan flyover tersebut ditutup secara total selama perbaikan untuk keselamatan pengguna jalan.

"Ditutup total untuk menyelamatkan nyawa manusia. Kita tutup di sana sehingga ini kita pastikan tidak dilewati berbahaya sekali ini, sepeda motor bisa terjungkal langsung nih, ini berbahaya," ujar Rustam kepada wartawan saat meninjau lokasi flyover, Rabu (26/12) malam.

Rustam mengimbau bagi masyarakat yang ingin menuju Bandara Soekarno Hatta dapat melalui jalan tol. Para pengguna jalan yang akan melewati flyover bisa mengakses jalan bawah. Ia mengatakan, kemacetan akan timbul karena penutupan flyover sehingga dikerahkan petugas kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP.

"Imbasnya memang menjadi kemacetan, nah untuk mengatasi itu kita minta bantuan kepolisian lalu lintas ada kawan-kawan Satpol PP bersama Dinas Perhubungan untuk membantu memperlancar," katanya.

Sementara itu, Rustam menambahkan, perbaikan pada Flyover Rawa Buaya Cengkareng sedang dilakukan. Pihak yang berwenang memperbaiki dari Balai Besar Pelaksana Jalan Wilayah VI Kementerian PUPR Jakarta Metro 1. "Pihak dari Kemen PUPR, sedang lakukan perbaikkan saat ini," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EL5fjc
December 26, 2018 at 11:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EL5fjc
via IFTTT
Share:

In Picture: Kondisi Shelter Tsunami yang Terbengkalai di Pandeglang

Shelter yang dalam pembangunannya terkena kasus korupsi itu, kondisinya tidak terawat

REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG -- Foto aerial bangunan shelter tsunami Labuan, Pandeglang, Banten, Rabu (26/12).

Shelter yang dalam pembangunannya menimbulkan kasus korupsi itu tidak dipergunakan warga dan kini kondisinya tidak terawat.  

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AePL40
December 26, 2018 at 10:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AePL40
via IFTTT
Share:

Warga Dimintai Waspadai Penyakit Demam Berdarah

Di wilayah Banyumas, penyakit DBD selalu muncul setiap tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Curah hujan tinggi tidak hanya dikhawatirkan dapat menimbulkan bencana. Namun juga perlu diwaspadai dapat memicu berjangkitnya penyakit tertentu, seperti penyakit demam berdarah dengue.

Terkait hal ini, Kepala Dinkes Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, mengaku telah mengeluarkan surat edaran yang meminta jajaran petugasnya di puskesmas untuk mewaspadai penyakit ini. ''Pada petugas medis puskesmas, agar mewaspadai penyakit ini. Bila ada pasien yang datang dengan gejala mengarah pada DBD, agar ditangani layaknya pelayanan untuk pasien DBD,'' katanya, Rabu (26/12).

Sedangkan pada petugas promosi kesehatan dan surveilan, untuk mengintensifkan penyuluhan mengenai kemungkinan penyebaran penyakit ini. Antara lain, dengan meminta warga untuk mencegah munculnya tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti sebagai serangka vektor penyebar virus DBD.  

Selain mengeluarkan surat edaran pada puskesmas, Sadiyanto juga menyebutkan telah mendorong Sekretariat Daerah Banyumas mengeluarkan edaran serupa. Surat edaran dari sekda ini,  ditujukan kepada para camat dan kedes yang intinya meminta warga masyarakat menggiatkan kembali kegiatan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk).

Dia menyebutkan, hal ini perlu dilakukan mengingat wilayah Kabupaten Banyumas masuk dalam wilayah endemik DBD. Untuk itu, upaya penanganan dan pencegahan harus dilakukan semaksimal mungkin.

''Di wilayah Banyumas, penyakit DBD selalu muncul setiap tahun. Khusus untuk tahun 2018 ini, jumlah kasusnya tidak terlalu banyak. Sampai sekarang kami baru menerima laporan sebanyak 12 kasus DBD, tidak ada korban meninggal,'' katanya.

Kasus DBD di Kabupaten Banyumas, pernah melonjak tinggi tahun 2016 dan 2017. Pada tahun 2016, Bupati Banyumas sampai menetapkan status KLB (Kejadian Luar Biasa) kasus DBD. Pada tahun 2016 ini, pada Bulan Januari saja terjadi 46 kasus.

Sedangkan pada tahun 2017, terjadi penurunan kasus DBD. Pada periode Januari-Juni 2017, jumlah kasus DBD yang terjadi tercatat 61 kasus dedngan seorang meninggal dunia.

Sadianto menyebutkan, metode pencegahan DBD dengan melakukan PSN, masih lebih efektif dibanding metode fogging atau pengasapan. ''Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa. Sementara nyamuk yang masih berupa jentik, tidak akan mati dan bisa tumbuh menjadi nyamuk dewasa,'' katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SmCey2
December 26, 2018 at 09:59PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SmCey2
via IFTTT
Share:

BNPB: Abu Vulkanik dari Anak Gunung Krakatau Mulai Turun

Warga di Banten dan sekitarnya diimbau menggunakan masker

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, abu vulkanik dari Anak Gunung Krakatau mulai turun di sekitar Banten, bahkan berhembus hingga wilayah Cilegon. BNPB mengimbau agar masyarakat menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah.

"Jika berada di luar rumah sebaiknya memakai masker agar tidak mengganggu pernapasan dan pakai kacamata agar tidak masuk ke mata," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Rabu (26/12).

Sutopo menurutkan, arah angin pada Rabu malam ini banyak berhembus ke arah barat daya. Namun demikian pada ketinggian tertentu angin, ada juga yang terseret je arah timur.

Sehingga lanjut dia, membawa material erupsi hujung anak Krakatau hingga ke pemukiman-pemukiman warga. Seperti di Cilegon dan serang yang telah mengkonfirmasi bahwa adanya hujan pasir akibat erupsi anak Krakatau tersebut.

"Di Cilegon dan sebagian Serang terjadi hujan abu dan pasir tipis. Abu terlihat di permukaan mobil yang diparkir dan permukaan tanah," ujarnya.

Sutopo berharap agar masyarakat tidak banyak beraktivitas di luar rumah. Karena khawatir menghirup materil abu vulkanik tersebut.  "Untuk itu dihimbau mengurangi aktivitas di luar rumah," ucapnya.

Diketahui status Gunung Anak Krakatau masih berada di level dua atau berstatus waspada. Sesuai rekomendasi PVMBG Daerah berbahaya adalah di dalam radius 2km di puncak kawah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AgcHjc
December 26, 2018 at 09:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AgcHjc
via IFTTT
Share:

In Picture: Proses Pengaspalan Jalan Gubeng yang Ambles

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA --  Pekerja memadatkan urukan tanah di lokasi jalan ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (26/12).

Proses perbaikan jalan ambles yang terjadi pada Selasa (18/12) lalu, kini sudah memasuki tahap pengaspalan. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QRWQBN
December 26, 2018 at 09:57PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QRWQBN
via IFTTT
Share:

KPK Kembali Panggil Aher pada Januari 2019

Aher sebelumnya tak memenuhi panggilan KPK pada 20 Desember lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil kembali mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) pada Januari, untuk diperiksa dalam penyidikan kasus suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. Aher sebelumnya tak memenuhi panggilan KPK pada 20 Desember lalu.

"Saya sudah tanya kepada tim kemungkinan akan diperiksa pada bulan Januari," kata Juru Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK RI, Jakarta, Rabu (26/12).

Sebelumnya, pada hari Kamis (20/12), Ahmad Heryawan atau akrab disapa Aher tidak memenuhi panggilan KPK tanpa pemberitahuan. Pada saat itu, Aher dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin (NHY).

"Nanti saya pastikan lagi kapan persisnya karena penyidik membutuhkan keterangan yang bersangkutan untuk proses rekomendasi atau proses lain terkait dengan perizinan Meikarta tersebut," ucap Febri.

Nama Aher sempat disebut dalam surat dakwaan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Rabu (19/12). Dalam surat itu disebut bahwa pada tanggal 23 November 2017 Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengeluarkan Keputusan Nomor: 648/Kep.1069-DPMPTSP/2017 tentang Delegasi Pelayanan dan Penandatanganan Rekomendasi Pembangunan Komersial Area Proyek Meikarta di Kabupaten Bekasi.

Dalam surat tersebut Gubernur Jawa Barat mendelegasikan pelayanan dan penandatanganan rekomendasi untuk pembangunan Komersial Area Proyek Meikarta di Kabupaten Bekasi kepada Kepala Dinas PMPTSP Provinsi Jawa Barat.

 Berdasarkan keputusan gubernur tersebut, Dinas PMPTSP Provinsi Jawa Barat mengeluarkan surat nomor: 503/5098/MSOS tanggal 24 November 2017 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas PMPTSP Dadang Mohamad yang ditujukan kepada Bupati Bekasi.

Perihal rekomendasi pembangunan Meikarta yang menyatakan bahwa Pemprov Jawa Barat memberikan rekomendasi bahwa rencana pembangunan Meikarta dapat dilaksanakan dengan catatan beberapa hal yang harus ditindaklanjuti oleh Pemkab Bekasi, sesuai dengan hasil rapat pleno BKPRD Jawa Barat pada tanggal 10 November 2017.

Sebelumnya, KPK juga telah memeriksa mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar pada hari Rabu (12/12) sebagai saksi untuk Billy Sindoro. Saat itu, penyidik KPK mendalami pengetahuan saksi dalam kapasitas sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat terkait dengan rekomendasi perizinan proyek Meikarta.

KPK telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus itu, yakni Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro (BS), konsultan Lippo Group masing-masing Taryudi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), pegawai Lippo Group Henry Jasmen (HJ), Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin (J), dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor (SMN).

Selanjutnya, Kepala Dinas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati (DT), Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin (NHY), dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi (NR).

Terdapat empat orang yang saat ini menjadi terdakwa dan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, yakni Billy Sindoro, Taryudi, Fitradjaja Purnama, dan Henry Jasmen Sitohang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BFj0Nc
December 26, 2018 at 09:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BFj0Nc
via IFTTT
Share:

In Picture: Jalan Ambles di Banten, Satu mobil Jatuh ke Jurang

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Sebuah mobil jatuh ke jurang setelah badan jalan tepi jembatan yang dilewatinya ambles di Kampung Leuwi Jaksi, Cimarga, Lebak, Banten, Rabu (26/12).

Kejadian itu mengakibatkan akses dua Kecamatan yakni Cikulur dengan Cimarga melalui Kampung Leuwi Jaksi terputus.  

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QQb461
December 26, 2018 at 09:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QQb461
via IFTTT
Share:

Relawan Rumah Zakat Bantu Korban Banjir di Kalbar

Pemukiman warga terendam banjir sejak dua pekan terakhir ini.

REPUBLIKA.CO.ID, SANGGAU -- Hujan deras mengguyur Daerah Singgau Kalimantan Barat. Akibatnya, pemukiman warga terendam banjir sejak dua pekan terakhir ini.

Ketinggian air banjir mencapai 50 cm hingga sepinggang orang dewasa. Banjir sudah menutupi badan jalan sehingga dalam berkendara pengemudi harus lebih berhati-hati. Hingga Senin (24/12), warga masih bertahan di rumahnya karena banjir belum sampai menutupi rumah warga.

Relawan Rumah Zakat, Pironi mengunjungi daerah terendam banjir. Dalam rangka melihat serta mengamati keadaan warga untuk dapat mengetahui perkembangan banjir.

Relawan Rumah Zakat juga menyalurkan Superqurban kepada warga Desa Sungai Sengkuang. Penyaluran Superqurban sebanyak 220 kaleng, untuk dibagikan kepada 50 Kepala Keluarga, masing-masing kepala keluarga mendapat bagian 5 kaleng Superqurban.

Banjir disebabkan karena curah hujan yang cukup tinggi di bulan Desember sehingga kiriman air sungai dari daerah lain meluap. Walau banjir tidak begitu tinggi, namun warga sudah mendapat imbauan untuk berhati-hati karena bisa saja banjir semakin bertambah ketinggiannya dan menjaga kesehatan dari penyakit air seperti gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya.

"Terimakasih Rumah Zakat, Superqurban ini sangat membantu kami yang ingin merasakan daging sapi," kata salah satu warga terdampak banjir.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ESFTAX
December 26, 2018 at 09:36PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ESFTAX
via IFTTT
Share:

KPU Segera Hapus Pemilih Meninggal Akibat Tsunami dari DPT

KPU mengatakan pemilih yang meninggal tak hanya dari Lampung dan Banten.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Viryan, mengatakan pemilih yang menjadi korban bencana sunami Selat Sunda bukan hanya dari Banten dan Lampung. KPU memastikan semua pemilih yang meninggal dunia akan dihapus dari DPT Pemilu 2019.

"Dari konfirmasi terakhir yang telah kami terima, korban bencana itu tidak hanya dari satu daerah saja. Ada yang dari Banten, kemudian Lampung, kemudian Jakarta, Jawa Tengah. Artinya tidak hanya dari dua daerah yang secara langsung terdampak bencana," ungkap Viryan ketika dijumpai di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/12).

Meski demikian, Viryan mengakui jika korban meninggal dunia mayoritas berasal dari Banten dan Lampung. Untuk mencatat para pemilih yang meninggal dunia ini, KPU sudah berkoordinasi dengan instansi terkait.

Data yang nanti terkumpul akan dicek ke masing-masing provinsi. "Misalnya dari Banten berapa yang meninggal, kemudian Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan sebagainya berapa yang meninggal. Nanti, baru kami serahkan datanya (kepada KPU daerah masing-masing)," papar Viryan.

Menurut Viryan, data pemilih yang diketahui meninggal dunia sampai saat ini masih terus berkembang. Semua pemilih yang meninggal nantinya akan dicoret dari DPT.

"Pencoretan data pemilih akan dilakukan terhadap korban yang meninggal dunia," tegasnya.

Dia menambahkan, KPU RI sudah menginstruksikan kepada KPU Lampung dan Banten untuk melakukan tiga hal. Pertama, mengidentifikasi jajaran penyelenggara pemilu yang terdampak tsunami Selat Sunda.

Kedua, melakukan identifikasi mandiri korban bencana tersebut. Ketiga, berkoordinasi dengan pihak terkait yang melakukan kegiatan itu.

Sebelumnya, Ketua KPU Provinsi Banten, Wahyul Furqon, memastikan akan ada perubahan jumlah data pemilih pasca musibah tsunami Selat Sunda yang menimpa daerahnya. Perubahan jumlah ini juga tergantung dari jumlah pemilih yang meninggal dunia.

"Yang pasti, data pemilih pasti akan berubah. Paling tidak (perubahan) terjadi di daerah Pandeglang yang secara langsung terdampak tsunami," ujar Wahyul ketika dihubungi Republika, Selasa (25/12).

Dia mengungkapkan setidaknya ada delapan hingga sembilan kecamatan di Kabupaten Pandeglang yang kemungkinan besar akan mengalami perubahan data pemilih. Untuk pendataan pemilih pascabencana sendiri, kata Wahyul, sudah dilakukan sejak Senin (24/12) kemarin.

Selain mendata pemilih yang menjadi korban bencana, KPU juga melakukan pendataan pemilih yang meninggal dunia. Penyelenggara pemilu yang menjadi korban bencana pun ikut didata oleh KPU Banten.

"Tetapi memang kondisinya kan tidak mungkin kami lakukan pendataan dengan terburu-buru.  Sebab kondisi masyarakat masih berkabung dan masih fokus kepada support bantuan untuk para korban," lanjut Wahyul.

Menurut dia, untuk memastikan perubahan data pemilih masih membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab, selain masih menanti pemulihan pascabencana, masyarakat juga masih terpencar di lokasi pengungsian.

Untuk menuju lokasi kejadian dan lokasi pengungsian juga diakuinya tidak mudah. Wahyul memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk mendata masyarakat dan mencatat perubahan data pemilih bisa mencapai tiga hingga empat pekan.

Wahyul berharap, seluruh proses itu bisa selesai sebelum akhir Januari 2019. "Yang bisa kami pastikan yakni soal penghapusan data pemilih yang meninggal dan memindahkan lokasi TPS yang terganggu akibat bencana alam ini. Sementara itu, untuk berapa jumlah perubahan data pemilih, itu  tergantung jumlah korban meninggal.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ELI4VP
December 26, 2018 at 09:36PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ELI4VP
via IFTTT
Share:

Saksi Sebut Idrus Beri Eni Saragih 18 Ribu Dolar Singapura

Tiga saksi hari ini dihadirkan di persidangan Eni Saragih.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam persidangan lanjutan perkara suap  pembangunan proyek  PLTU Riau -1 dengan terdakwa mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, Rabu (26/12), jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan tiga orang saksi. Tiga saksi yang hadir yakni Tahta Maharaya selaku tenaga ahli di DPR dan keponakan Eni; Indra Purmandani selaku Direktur PT Raya Energi dan Prihadi Santoso‎ selaku Direktur PT Smelting.

Dalam persidangan, terungkap selain dari para pengusaha, menurut Tahta, Eni juga pernah menerima 18 ribu dolar Singapura dari Idrus Marham. "Seingat saya waktu itu, saya ke tempat Pak Idrus Marham dan ada penerimaan 18 ribu dolar Singapura. Saat itu Pak Idrus tidak ngomong apa-apa," kata Tahta di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (26/12).

‎Sebelumnya saat menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (1/11) untuk terdakwa Johanes B Kotjo, Idrus Marham sempat menceritakan ihwal operasi tangkap tangan (OTT) di rumahnya pada 13 Juli 2018. Saat itu, Idrus Marham mengaku kesal dengan Eni yang meminjam uang kepadanya.

"Saya kaget dan marah karena Eni juga masih pinjam uang ke saya. Saya bukan pengusaha, dia mengatakan ingin ke daerah. Dia katakan pinjam berapa saja bang, saya bukan pengusaha. Akhirnya saya berikan 18 ribu dolar Singapura. Itu uang obat saya," ungkap Idrus Marham saat itu.

Dalam persidangan kali ini, Jaksa KPK juga terus mencecar Tahta apakah mengenal Samin Tan selaku Pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal. Diketahui, dalam dakwaan Eni, disebut Samin Tan memberikan Rp 5 miliar pada Eni.

"‎Dengan Samin Tan saya tidak kenal. ‎Saya hanya pernah ketemu satu kali dengan staf Pak Samin Tan namanya Bu Neni. Itu pun atas instruksi ibu (Eni). Kalau tidak salah pertemuannya Mei 2018," kata Tahta.

Tahta mengaku pernah disuruh Eni  untuk menghubungi Neni. Setelah menghubungi Neni, mereka bersepakat bertemu di Plaza Senayan.‎

"Neni bilang ke saya, one point two. Lalu saya teruskan lagi ke ibu Eni melalui pesan WhatsApp.‎ Saya kurang ingat saat itu apa respons Ibu Eni," ungkap Tahta.

Masih dalam persidamgan, Tahta juga membenarkan adanya pernyataan dari Neni yang menyebut  Samin Tan akan memberikan uang sejumlah Rp 5 miliar dalam waktu sepekan secara tiga tahap. Bahkan setelah pertemuan tersebut, menurut Tahta, ada pertemuan selanjutnya.

Dalam pertemuan selanjutnya, Tahta bertemu dengan staf dari Neni bernama Hendry di Menara Merdeka, di Jalan Budi Kemuliaan. Saat itu,  Hendry, menitipkan satu bundel dokumen untuk diserahkan kepada Eni.

Terakhir di pertemuan ketiga pada 22 Juni 2018, Neni memerintahkan Tahta kembali datang ke Menara Merdeka di lantai 5.  "Saya bertemu staf ibu Neni, lalu diberikan tas olahraga warna hitam. Isinya saya tidak tahu apa. Cuma saya diminta tanda tangan di tanda terima. Dalam tanda terima itu, tulisannya "buah satu kwintal". Pas penyidikan saya baru tahu isi tasnya uang Rp 1 miliar," ujar Tahta.

Selain menerima dari Neni, Tahta juga mengakui pernah menerima uang dari Ratna, sekretaris terdakwa Johannes B Kotjo sebanyak empat kali di Graha BIP, Gatot Subroto. Untuk penerimaan pertama, Ratna memyerahkan amplop kepada Tahta pada akhir 2017.

Saat itu, Tahta mengaku tidak tahu isi amplop tersebut, dia hanya diminta menandatangani tanda terima. Sementara isi amplop baru diketahui Tahta saat penyidikan di KPK, yang ternyata isinya cek dengan nominal Rp 2 miliar.‎ Adapun setelah menerima amplop dari Ratna, Tahta langsung menyerahkan kepada Eni pada malam harinya.

Tak hanya sekali, pada Maret 2018, Eni menyuruh Tahta untuk kembali menemui Ratna. Dalam pertemuan kedua, Tahta menerima dua plastik hitam. Dan ia mengaku baru mengetahui tentengan itu berisi uang Rp 2 miliar saat diperiksa oleh penyidik KPK.

"Langsung menyerahkan kantong plastik hitam ke rumah Eni pada hari yang sama," kata Tahta.

Kemudian, penerimaan ketiga berlangsung pada 8 Juni 2018. Saat itu, Eni kembali menyuruh Tahta kembali bertemu Ratna. Dalam pertemuan tersebut, Ratna menyerahkan tas kantung kertas berwarna cokelat.

"Saya tidak tahu isi paper bag itu karena sudah dibungkus rapi. Bungkusan itu langsung saya serahkan juga ke Bu Eni. Di penyidikan jumlahnya Rp 250 juta," ungkap Tahta.

Kemudian, penerimaan terakhir terjadi 13 Juli 2018 , saat tangkap tangan oleh KPK. Sebelum penangkapan, Ratna menyerahkan amplop dengan isi Rp 100 juta, Rp 200 juta, dan Rp 200 juta. Sehingga bila ditotal adalah Rp 500 juta.

Selain dari pengusaha Johannes B Kotjo, Tahta mengungkapkan, politikus Partai Golkar itu juga menerima uang dari beberapa pengusaha yang lain. Salah satunya yakni dari Indra Purmandani yakni Direktur PT Raya Energi.

"Ada penerimaan dari Pak Indra melalui rekening, saya lupa berapa kali‎. Tapi tidak disebutkan uang dari siapa," ungkapnya.

"Setiap kali transfer, Pak Indra kasih tahu. Mas ada yang masuk ke rekening. Saya balas, oh iya pak dan saya tidak tanya berapa. Totalnya berapa saya juga tidak tahu," ungkap Tahta.

Hadir sebagai saksi, Indra yang juga merupakan teman dekat Eni mengakui pernah dilibatkan Eni menerima uang dari beberapa pengusaha. Uang itu dipakai buat keperluan Pilkada suami Eni, M Al Khadziq di Temanggung.

"Pernah ketika ibu bicara kebutuhan sosial di Temanggung, saya waktu itu asumsikan Pilkada. Yang saya terima waktu itu dari Herwin Tanjung Wijaya, Iswan Ibrahim dan Prihadi Santoso," tutur Indra.

Adapun, penerimaan uang dari Herwin berjumlah 32 ribu dolar Singapura dan Rp 97,5 juta baik dengan cara transfer ataupun tunai. Sementara uang dari Iswan berjumlah Rp 200 juta dengan rincian Rp 100 juta tiap pemberian ke Indra.

Usai persidangan, Eni mengakui meminta bantuan. Namun, bantuan tersebut menurutnya bantuan terhadap sesama teman berupa zakat.

Diketahui sebelumnya, Eni didakwa menerima suap Rp 4,7 miliar dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd, Johanes Kotjo. Uang diduga diberikan agar Eni membantu Kotjo mendapatkan proyek PLTU Riau-1.

Proyek rencananya akan dikerjakan oleh PT Pembangkit Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Company yang dibawa kotjo. Selain Suap, Eni juga didakwa menerima gratifikasi Rp 5,6 miliar dan 40 ribu dolar Singapura dari sejumlah direktur perusahaan di bidang minyak dan gas.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EQkecw
December 26, 2018 at 09:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EQkecw
via IFTTT
Share:

Polri: 222 Korban Meninggal Tsunami Banten Teridentifikasi

Yang sudah diambil keluarga 221 orang.

REPUBLIKA.CO.ID,  PANDEGLANG -- Polda Banten melaporkan hasil identifikasi korban tsunami di sekitar Pantai Selat Sunda, Banten. Total korban yang sudah teridentifikasi berjumlah 222 orang, berdasarkan data hingga pukul 16.30 WIB, Selasa (25/12).

Kabag Pensat Divhumas Mabes Polri Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, dari 222 orang yang sudah teridentifikasi, satu orang masih belum diambil oleh pihak keluarganya.

"Korban meninggal yang dapat kami himpun di RS Pandeglang 242 orang, data sudah teridentifikasi 222 orang dan yang sudah diambil keluarga 221 orang dan yang belum diambil oleh keluarga 1 orang," kata Yusri di Carita, Banten, Rabu (26/12).

Korban meninggal teridentifikasi yang belum diambil pihak keluarga yaitu atas nama Nurmala, 48 tahun warga Singkawang, Kalimantan Barat. Saat ini, korban sedang dibawa ke Jakarta oleh Kapolres Singkawang.

Di sisi lain, ia menyampaikan korban meninggal dunia di Lampung berjumlah 112 orang. Sebanyak 110 sudah teridentifikasi dan 107 yang sudah dibawa oleh pihak keluarga korban.

"Lima jenazah lagi belum diambil pihak keluarga dan masih ada dua jenazah yang belum teridentifikasi," katanya.

Hingga saat ini, jumlah keseluruhan korban yang meninggal dunia di Banten dan di Lampung berjumlah 354 orang dan yang sudah teridentifikasi berjumlah 332 orang.

"Untuk total yang sudah diambil pihak keluarga 328 orang, yang belum diambil berjumlah 6 orang dan yang belum teridentifikasi berjumlah 22 orang," ujar dia.

Bagi masyarakat masih mencari keluarganya yang hilang, dapat menghubungi media center Humas Polda Banten atau bisa langsung menuju RS Berkah Pandeglang.

Berikut nomor atau kontak yang dapat dihubungi masyarakat untuk mencari anggota keluarga yang masih hilang: 0878-8005-2760, 0852-1167-2708, 0852-1167-2721.

Kemudian, masyarakat juga dapat menghubungi akun media sosial Polda Banten berikut:

Facebook : BIDHUMAS POLDA BANTEN

Instagram : Humaspoldabanten

Twitter : @bidhumas_banten

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TbOzVQ
December 26, 2018 at 08:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TbOzVQ
via IFTTT
Share:

Berbagi ala The Amaroossa Hotel Bandung

Bantuan kepada anak panti asuhan menjadi program CSR The Amaroossa Hotel.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dalam rangka berbagi berkah kebahagiaan untuk sesama, The Amaroossa Hotel Bandung memberikan bantuan kepada anak-anak di Panti Asuhan ‘Bayi Sehat’ Muhammadiyah Bandung, belum lama ini. Pemberian bantuan tersebut menjadi salah satu program corporate social responsibility The Amaroossa Hotel Bandung.

General Manager The Amaroossa Hotel Bandung Eki A Zaky mengatakan, program santunan tersebut diharapkan bisa membahagiakan anak-anak  di Panti Asuhan ‘Bayi Sehat’ Muhammadiyah Bandung. Kata dia, sebagai hotel yang berdomisili di Bandung, berkewajiban untuk membantu warga panti asuhan.

‘’Harapan kami, program pemberian bantuan terus diselenggarakan oleh kami,” ujar Eki dalam siaran pers yang diterima Republika, Rabu (26/12). Selain memberikan bantuan, pihaknya melibatkan para kepala departemen dan general manager The Amaroossa Hotel Bandung mengunjungi anak-anak panti asuhan.

Kata Eki, para pejabat hotel itu berbincang dengan anak panti asuhan dengan tujuan memberikan kasih sayang. Menurut dia, anak-anak panti asuhan tampak antusias diajak berbincang oleh para pejabat hotel.

The Amaroossa Hotel Bandung merupakan hotel butik bintang empat, yang menggabungkan gaya modern dengan fasilitas dan layanan yang sempurna. Fasilitas The Amaroossa Hotel Bandung tepat bagi warga yang ingin mendapatkan kesan istimewa saat menginap di Bandung.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SgFsDu
December 26, 2018 at 08:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SgFsDu
via IFTTT
Share:

KPK Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Proyek BWS Bengkulu

Terjadi korupsi di proyek Balai Wilayah Sumatra VII pada 2015-2016.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga tersangka suap pengumpulan data atau bahan keterangan atas pelaksanaan proyek-proyek di Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra VII di Provinsi Bengkulu pada tahun anggaran 2015 dan 2016. Sebelumnya, KPK pada tanggal 9 Juni 2017 telah terlebih dahulu menetapkan tiga tersangka, yaitu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BWS Sumatera VII Bengkulu Amin Anwari (AAN), Direktur PT Mukomuko Putra Selatan Manjuto (MPSM) Murni Suhardi (MSU), dan Kasi Intel Kejati Bengkulu Parlin Purba (PP).

"Dalam pengembangan penanganan perkara tersebut, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup dan menetapkan tiga orang lagi sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat konferensi pers di Gedung KPK RI, Jakarta, Rabu (26/12).

Tiga tersangka itu, yakni PPK Irigasi dan Rawa II pada Satuan Kerja Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (Sakter PJPA) BWS Sumatra VII Bengkulu Apip Kusnadi (AK), Kasatker PJPA BWS Sumatra VII Bengkulu M Fauzi (MF), dan Edi Junaidi (EJ) selaku Kasatker Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BWS Sumatera VII Bengkulu. Tersangka Apip Kusnadi bersama-sama M. Fauzi dan Edi Junaidi diduga telah memberikan hadiah atau janji kepada Parlin Purba selaku Kasi Intel Kejati Bengkulu terkait dengan pengumpulan data atau bahan keterangan atas pelaksanaan provek-proyek di BWS Sumatra VII Provinsi Bengkulu pada tahun anggaran 2015 dan 2016.

Febri mengatakan bahwa pada 2015 dan 2016, BWS Sumatera VII Provinsi Bengkulu memiliki beberapa proyek. Pertama, proyek rehabilitasi bending dan jaringan Air Nipis Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan dengan nilai kontrak sekitar Rp 6,9 miliar pada 2015 dan sekitar Rp 11,7 miliar pada 2016 yang dikerjakan oleh PT Rico Putra Selatan.

Proyek kedua, jaringan irigasi primer sekunder kiri daerah irigasi air Manjunto Kabupaten Mukomuko dengan nilai kontrak sekitar Rp 7,2 miliar pada 2015 dan sekitar Rp 9,1 miliar pada 2016 yang dikerjakan oleh PT Zuti Wijaya Sejati. Padaawal April dan Mei 2017, Kejati Bengkulu menerima informasi dari masyarakat dugaan penyimpangan dalam pelaksaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi Air Nipis Seginim dan proyek rehabilitasi jaringan irigasi primer sekunder kiri daerah irigasi air Manjunto.

"Agar informasi tersebut tidak ditindaklanjuti dan menghentikan kegiatan pulbaket, AK, MF, dan EJ menyerahkan uang sebesar Rp 150 juta kepada Parlin Purba dalam dua kali penyerahan," ungkap Febri.

Pertama, pada 9 Mei 2017 diserahkan uang sebesar Rp100 juta bersumber dari pemilik atau Direktur PT Rico Putra Selatan yang diserahkan kepada Parlin Purba melalui Apip Kusnadi dan M. Fauzi.  Kedua, pada 7 Juni 2017 diserahkan uang sebesar Rp 50 juta dari Apip Kusnadi kepada Parlin Purba.

Febri mengatakan, bahwa uang senilai Rp 150 juta tersebut merupakan kesepakatan dari permintaan sebelumnya sebesar Rp 185 juta.  Uang tersebut merupakan bagian dari kesepakatan antara BWS Sumatra VII dan beberapa mitra yang mengerjakan proyek di BWS Sumatra VII Bengkulu.

"Disepakati mitra/pelaksana proyek menyetorkan uang kutipan sebesar 6 persen dari nilai total proyek. Perinciannya adalah sebesar 3 persen sebagai dana operasional yang terdiri atas 2 persen untuk operasional BSW Sumatra VII Bengkulu dan 1 persen untuk operasional Kementerian Pusat yang disetorkan kepada Kasubag TU," kata Febri.

Selanjutnya, sebesar 3 persen lainnya terbagi atas 1 persen untuk kepentingan pribadi Kepala BWS Sumatra VII Bengkulu dan 2 persen untuk biaya atau fee keamanan aparat penegak hukum. "Tiga tersangka baru ini menambah daftar tersangka dalam perkara ini. Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka sehingga total telah diproses enam orang," ucap Febri.

Untuk tiga tersangka awal telah diproses dan disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bengkulu hingga dijatuhi vonis sebagai berikut: Parlin Purba divonis 5 tahun, denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan; Amin Anwari dan Murni Suhardi masing-masing divonis 2 tahun, denda Rp 50 juta subsider 4 bulan kurungan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AhTXQq
December 26, 2018 at 08:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AhTXQq
via IFTTT
Share:

Mendorong Peran Pertamina di Industri Petrokimia

Industri petrokimia Indonesia tertinggal jauh dibanding negara lain

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Keterlibatan PT Pertamina (Persero) di industri petrokimia diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perkembangan industri tersebut di tanah air. Selama ini pelaku usaha sektor petrokimia di tanah air sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah penduduk 265 juta jiwa. 

Industri petromikia yang ada misalnya Chandra Asri dan Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban dinilai belum cukup. Karena itu 

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai positif masuknya BUMN Migas tersebut ke dalam industri petrokimia.  Bahkan Pertamina seharusnya juga  mengintegrasikan industri itu dari hulu sampai hilir..

Saat ini Indonesia tertinggal jauh dibandingkan negara lain di bidang industri petrokimia.  Hal itu karena sebagian besar bahan baku petrokimia  diperoleh melalui impor, termasuk di antaranya adalah Nafta.

"Paling tidak kita bisa berharap bahwa lima tahun ke depan kita akan lebih baik, kalau tidak dimulai dari sekarang, kita akan lebih terlambat lagi," kata Wakil Komisi Tetap Industri Hulu dan Petrokimia Kadin Indonesia, Achmad Widjaya di Jakarta, melalui keterangan tertulisnya Jumat pekan lalu. 

Widjaya berharap bahwa Pertamina tidak hanya fokus pada sisi hulu petrokimia saja,  namun juga harus mulai mengintegrasikan bisnis tersebut dari hulu sampai hilir, karena investasi petrokimia sangat besar, serta mempunyai pola industri jangka panjang.  "Keuntungan atau profit kembali yang diperoleh adalah jangka panjang," katanya.

Kesempatan Pertamina untuk mengintegrasikan industri petrokimia dari hulu sampai hilir, juga sangat terbuka. Sebab, memang hanya korporasi-besar yang bisa masuk ke dalam industri tersebut.

Saat ini, melalui tiga kilangnya, yaitu Plaju, Dumai, dai Cilacap, Pertamina memang tengah konsen memproduksi bahan baku petrokimia, yaitu Polypropylene. Bahan baku tersebut sangat dibutuhkan dalam berbagai industri, misalnya bijih plastik. 

Keseriusan Pertamina menggeluti industri ini juga ditandai dengan peresmian Operator Training Simulator (OTS) Polypropylene di Pertamina RU III belum lama ini. Peresmian OTS merupakan salah satu terobosan  untuk mempercepat peningkatan kompetensi para pekerja serta sebagai sarana improvement process sebelum diaplikasikan di Kilang Petrokimia.

OTS merupakan perangkat simulator yang mensimulasikan seluruh kegiatan operasional kilang baik dari dalam Distributed Control System  (DCS) maupun langsung dari lapangan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BEi0bZ
December 26, 2018 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BEi0bZ
via IFTTT
Share:

Dedi Minta Netizen Kedepankan Nalar Pahami Bencana

Sudah selayaknya seluruh masyarakat harus menciptakan peradaban yang baik.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta, masyarakat khususnya warganet (netizen), untuk menggunakan nalar dan nurani dalam memahami bencana. Pasalnya, saat ini, muncul kebiasaan jika netizen Indonesia, sering mengaitkan bencana dengan pandangan politik.

"Alih-alih meredam situasi sedih dan prihatin akibat bencana, justru fenomena netizen ini semakin memperburuk suasana," ujar Dedi, kepada Republika.co.id, Rabu (26/12).

Karena itu, mantan Bupati Purwakarta dua periode ini menyarankan, agar pemahaman nalar warganet ditingkatkan. Terutama, tentang pemahaman kausalitas atau sebab-akibat. 

Menurutnya, peristiwa bencana, tidak perlu dikaitkan dengan hal yang bisa menyakiti orang lain. Terutama para korban. Gejala alam harus dipahami dengan nalar, bukan dengan sentimen ketidaksukaan. Apalagi, kalau sudah menjurus ke pandangan politik. Itu tidak bagus.

Peradaban yang belum terbentuk dengan baik, lanjut Dedi, menambah persoalan menjadi kian rumit. Tingkat keadaban masyarakat bahkan petugas dalam memelihara fasilitas deteksi dini bencana belum tercipta. Hal ini, berpengaruh terhadap tingkat akurasi pendeteksian terhadap peristiwa bencana yang akan terjadi. 

Selain terbatas, banyak tangan jahil yaitu oknum yang merusak bahkan mencuri alat itu. Seharusnya hal seperti ini tidak terjadi. Dengan begitu, sudah selayaknya seluruh masyarakat harus menciptakan peradaban yang baik. Sebab, hal ini berkaitan dengan nyawa manusia.

Ilmu dan pengetahuan yang menjadi soko guru peradaban, kata Dedi, lama kelamaan akan mati jika fenomena ini terus terjadi. Karena itu, dia menghimbau, semua pihak untuk menggunakan dua hal itu sebagai alat untuk menganalisa sebab bencana. Sehingga, setiap peristiwa bencana tidak menimbulkan rasa suka atau tidak suka terhadap salah satu kelompok. 

"Kalau nalar kita selalu berdasarkan suka dan tidak suka, itu akan mematikan ilmu pengetahuan. Untuk apa ada sekolah kalau nalar kita tidak juga membaik?. Tuhan mewajibkan kita memahami setiap bencana dengan pemikiran dan ilmu, bukan dengan sentimen," ujarnya.

Dedi menawarkan solusi, penanggulangan bencana di masa depan terutama untuk daerah pesisir. Menurut dia, kawasan pesisir tidak boleh dihuni oleh banyak bangunan. Seluruh kawasan tersebut harus terbuka. 

Selain itu, fasilitas publik penunjang pascabencana pun harus segera dibuat. Menurut dia, harus ada balai khusus penanggulangan bencana. Jarak balai ini diatur sedemikian rupa dari bibir pantai dan pemukiman warga. Saat terjadi bencana, tidak lagi harus membangun tenda yang sanitasinya belum tentu terjamin. 

"Balainya harus berfasilitas lengkap. Sehari-hari kan bisa digunakan untuk kegiatan lain yang tidak mengganggu fungsi utamanya saat terjadi bencana,"ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2rVRXZG
December 26, 2018 at 08:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2rVRXZG
via IFTTT
Share: