Showing posts with label 2019 at 08:32PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 08:32PM. Show all posts

Sunday, May 19, 2019

Jokowi tak Pantau Real Count KPU

Ada cara-cara yang sesuai konstitusi untuk menyampaikan ketidakpuasan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo mengakui bahwa pihak yang kalah dalam pemilu serentak 2019 pasti tidak puas. Namun, ia mengingatkan, ada cara-cara yang sesuai konstitusi untuk menyampaikan ketidakpuasan tersebut.

"Kalau tidak puas, yang namanya kalah ya mesti tidak puas. Tidak ada yang kalah itu puas, tidak ada. Kalah itu pasti gak puas, kalau ada kecurangan, laporkan ke Bawaslu. Kalau yang lebih besar, sengketa, sampaikan ke MK (Mahkamah Konstitusi), ini kan mekanisme menurut konstitusi," kata Presiden Joko Widodo seusai menghadiri buka puasa bersama Partai Golkar di Jakarta, Ahad (19/5).

Hal tersebut ia sampaikan terkait dengan merebaknya isu gerakan massa yang disebut people power jelang pengumuman hasil Pemilihan Presiden (pilpres) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019. Gerakan itu menyebut akan mendatangkan massa dari berbagai daerah untuk mengepung kantor KPU maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Mekanisme itu sudah disepakati bersama-sama di DPR, semua fraksi ada semua, semua partai ada, jangan aneh-aneh lah," tambah Presiden.

Dari situs pemilu2019.kpu.go.id, Ahad (19/5), yang sudah masuk berasal dari 727.652 TPS (89,46 persen dari total 813.350 TPS pada Pemilu 2019 menunjukkan pasangan nomor urut 01 yaitu Joko Widodo dan Ma'ruf Amin mendapatkan 76.429.387 suara (55,76 persen) sedangkan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subinato dan Sandiaga Uno memperoleh 60.641.127 suara (44,24 persen). Artinya, Jokowi-Ma''ruf unggul 15.788.260 suara dari Prabowo-Sandi.

Presiden mengaku tidak memantau real count KPU. "Ndak (memantau), tahu-tahu nanti ditetapkan, kan sudah jelas," ungkap Presiden sambil tertawa.

Presiden juga menilai hanya KPU yang berhak menentukan hasil pemilu 2019 nanti. "Kita ini sudah menyelenggarakan pemilu bukan sekali dua kali kan? Dan prosesnya itu sudah jelas, 17 April yang lalu rakyat sudah berkehendak, sudah memutuskan, ya kan setelah itu ada proses, proses perhitungan, prosesnya itu semua diikuti karena semua proses demokrasi seperti itu kalau sudah dihitung oleh KPU, yang menang sudah ditetapkan ya itulah keputusan dari penyelenggara pemilu yaitu KPU," tegas Presiden.

Ia pun meminta agar semua pihak mengikuti mekanisme konstitusional tersebut. "Harusnya mekanisme konstitusional itu yang diikuti, ini kita membuat sebuah fondasi dalam kita berdemokrasi harus diikuti," tegas Presiden.

Terkait sejumlah teroris yang diamankan oleh Densus 88 dan diketahui mereka ingin melakukan serangan ke KPU pada 22 Mei 2019, Presiden menilai hal itu merupakan tugas pihak kepolisian. "Ya namanya teroris ya ditangkap, masa dibiarkan, kan dalam keamanan negara kan? Tapi itu urusan polisi dan TNI lah," tambah Presiden.

Sebelumnya, Densus 88 Anti-Teror Polri menangkap jaringan teroris dari Endang alias Abu Rafi alias Pak Jenggot di Cibinong, Bogor, berencana melakukan aksi teror di KPU pada 22 Mei 2019. Mereka rencananya meledakkan enam bom di gedung KPU dan tergolong memiliki daya ledak tinggi.

Sasaran pertama adalah toghut, artinya mereka akan menyasar aparat kepolisian yang sedang melaksanakan tugas. Sasaran kedua, seperti juga JAD Lampung, JAD Bekasi, maupun JAD Jawa Tengah, mereka ingin menyusupi kerumunan massa 22 Mei 2019 yang akan datang di depan KPU.

Total pihak kepolisian sudah mengamankan 68 orang terduga teroris sepanjang 2019, termasuk 29 tersangka yang ditangkap selama bulan Mei 2019 ada 18 tertangkap di Jakarta, Bekasi, Karawang, Tegal, Nganjuk, dan Bitung. Sementara itu, 11 tersangka lain ditangkap di Jakarta, Grobogan, Sukoharjo, Sragen, Kudus, Jepara, Semarang, dan Madiun. Dari 11 tersangka tersebut, sebanyak 9 terduga teroris merupakan anggota aktif JAD.

Polisi tetap memperhitungkan kemungkinan yang terjadi pada 22 Mei 2019 ditambah melakukan antisipasi keamanan termasuk dengan melakukan preventive strike (penangkapan).

Buka bersama Partai Golkar tersebut antara lain dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Menteri Koordinator bidang Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Ketua DPR Bambang Soesatyo dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno serta fungsionaris Golkar lainnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WVTZXq
May 19, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WVTZXq
via IFTTT
Share:

Sunday, April 14, 2019

Karo Menjadi Sentra Penyangga Cabai

Cabai menjadi komoditas unggulan di Sumatra Utara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kabupaten Karo, salah satu wilayah Sumatra Utara, digadang - gadang menjadi sentra penyangga hortikultura khususnya aneka cabai. Pengembangannya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan wilayah Sumatera saja, namun direncanakan untuk mengisi pasar cabai luar negeri.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Moh Ismail Wahab saat dihubungi, Ahad (14/4), mengatakan bahwa persediaan aneka cabai di Pulau Jawa sudah relatif stabil. Pihaknya akan menggarap produksi cabai di luar Jawa agar mampu mandiri cabai. 

“Jadi, wilayah Sumatra, Sulawesi dan Kalimantan nantinya tidak perlu lagi tergantung pada pasokan dari Jawa. Selain penyeimbang kawasan cabai antara Jawa dan Luar Jawa, tantangan kita adalah bagaimana budidaya cabai dilakukan secara efisien dan ramah lingkungan," ucap Ismail.

Agribisnis cabai saat ini tidak lagi sekedar tanam lalu jual. Cabai membutuhkan standar kualitas produk, apalagi untuk wilayah pengembangan baru. 

Karena itu pihaknya menggencarkan bimbingan teknis langsung ke wilayah sentra produksi. Tujuannya mengajak petani dan petugas memperbaiki tatacara produksinya menjadi lebih efisien dan berdaya saing.

Swasembada cabai

Plh Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatra Utara, Baharuddin, menjelaskan wilayahnya saat ini sudah mampu swasembada cabai bahkan surplus. 

Jumlah penduduk Sumatra Utara pada 2017 mencapai 14,3 juta jiwa. Dalam setahun dibutuhkan pasokan cabai besar sebanyak 49.953 ton dan cabai rawit 42.045 ton. “Sedangkan produksi cabai besar Sumatera Utara sudah mencapai 159.131 ton dan cabai rawit 31.727 ton. Jadi kami sudah surplus produksi 98.860 ton," beber Baharuddin.

Meski secara agregat setahun telah surplus, Baharuddin mencatat masih ada tantangan produksi cabai yang belum merata sepanjang tahun dan usaha budidayanya sebagian masih bersifat tradisional atau turun temurun. 

"Untuk itu diperlukan intensifikasi lahan dengan penerapan teknologi budidaya tepat guna, pengaturan pola tanam agar pasokan dan produksi tersedia sepanjang tahun. Kami sepakat bahwa analisa produksi menjadi dasar yang penting dalam pengembangan kawasan cabai di Sumatera Utara," katanya antusias.

Salah satu peserta acara asal Karo, Licinius Tarigan menyatakan tekadnya menjadikan Karo sebagai penyuplai cabai khususnya cabai keriting terbesar di Pulau Sumatera bahkan luar negeri.

Petani Karo saat ini, kata Licinius, telah mampu memproduksi cabai keriting varietas temper ungu dan temper hijau yang produktivitasnya tinggi. Budidayanya sudah dikelola secara efisien, aman dikonsumsi dan ramah lingkungan. 

"Kami sangat berterima kasih kepada Direktorat Jenderal Hortikultura yang sudah membantu kami melalui bimbingan teknis dan alokasi kegiatan pengembangan kawasan. Berkat dukungan pemerintah, kami bisa berkembang dan makin mandiri," ucap Tarigan semangat. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UzthXr
April 14, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UzthXr
via IFTTT
Share:

Thursday, April 11, 2019

IMF Pangkas Pertumbuhan, Indonesia Harus Benahi Daya Saing

IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 3,7 persen menjadi 3,3 persen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari semula 3,7 persen menjadi 3,3 persen pada tahun 2019. Melihat besarnya penurunan proyeksi tersebut, Indonesia dinilai harus menyiapkan langkah antisipasi agar tak terdampak. Salah satunya, melalui pembenahan kualitas daya saing.

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Fadhil Hasan, mengatakan, daya saing produk dari Indonesia harus segera ditingkatkan agat mampu memenangkap persaingan di pasar global.

Perbaikan daya saing itu, menurut Fadhil harus dimulai dari cara penjualan hingga kualitas dari produk yang diperdagangkan.

“Daya saing harus ditingkatkan dari yang berpotensi di ekspor, berorientasi ekspor, atau produk-produk substitusi impor, sehingga kita bisa lebih kuat,” kata Fadhil di Jakarta, Kamis (11/4).

Menurut dia, perbaikan daya saing perlu dilakukan karena 30 persen produk domestik bruto nasional Indonesia bersumber dari sektor perdagangan. Karenanya, kinerja perdagangan yang membaik diyakini akan menyelamatkan Indonesia di tengah tren pertumbuhan global yang melesu.

Fadhil menambahkan, kontribusi pertumbuhan ekonomi masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga. Sehingga, pemerintah wajib menjaga tingkat daya beli masyarakat dalam negeri agar perekonomian tidak tergerus dan tetap tumbuh di tengah dinamika global.

“Kalau tingkat konsumsi stagnan seperti sekarang, pertumbuhannya juga ya seperti sekarang. Tidak bisa tumbuh dengan baik,” ujar dia.

Bagaimana caranya? Fadhil mengatakan, laju inflasi harus dijaga di level yang rendah disertai penciptaan lapangan kerja secara terus menerus. “Intinya, daya beli harus dipelihara,” ucapnya menambahkan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2D7LuAw
April 11, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2D7LuAw
via IFTTT
Share:

Sunday, March 24, 2019

Indonesia Tanpa Wakil di Final Orleans Masters 2019

Indonesia harus mengakui keunggulan Prancis dan Taiwan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia belum berhasil mengirimkan wakil ke babak final Orleans Masters 2019. Langkah dua atlet Tanah Air yang berlaga di babak empat besar mesti terhenti. Pasangan ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati ditundukkan Ronan Labar/Anne Tran (Prancis). Pertandingan itu berakhir dalam dua set, dengan skor 10-21, 12-21.

Sementara itu, pasangan ganda putri Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti juga tak kuasa menahan laju pasangan Taiwan, Hsu Ya Ching/Hu Ling Fang. Imanuela dan Ramadhanti menyerah usai berjuang tiga gim dengan skor 21-14, 18-21, 10-21.

"Sebetulnya kendala yang berat sekali sih tidak ada, tapi kami memang kecolongan di game kedua. Padahal saat itu kami sudah unggul cukup jauh. Di game ketiga, tenaga kami sudah mulai habis, pertahanan lawan pun semakin rapat dan sulit untuk ditembus," kata Agatha dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Ahad (24/3).

"Kami harus meningkatkan kekuatan pukulan kami, power nya harus ditambah lagi," tambah Agatha, ketika ditanya evaluasi penampilannya dengan Fadia.

"Tentu saja tidak puas dengan hasil ini karena kami mau masuk final dulu, tapi kami kemarin sudah mencoba yang maksimal," ujarnya.

Usai mengikuti turnamen Orleans Masters 2019, Fadia/Agatha direncanakan akan tampil di turnamen Malaysia Open dan Singapore Open 2019.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FwIVKb
March 24, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FwIVKb
via IFTTT
Share:

Sunday, February 3, 2019

Kementan Canangkan Gerakan Gemar Tanam Buah-Sayuran Lokal

Kegiatan tanam buah dan sayuran dapat dilakukan di lahan skala luas dan di pekarangan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mencanangkan gerakan gemar tanam dan konsumsi buah-buahan dan sayuran guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan tidur. Dengan demikian berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi mengatakan, melalui festival hortikultura yang digelar kemarin, Sabtu (2/2), Kementan optimistis dapat mewujudkan program gerakan tanam dan konsumsi tersebut. Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu daerah yang sangat berpotensi tinggi dalam pengembangan hortikultura yakni buah dan sayuran.

"Festival hortikultura sangat bagus, semua pelaku pertanian dan usaha kumpul di sini. Berbagai kegiatan dalam festival, sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran sulaiman, saya namakan gerakan tanam dan konsumsi sayuran dan buah lokal," kata Suwandi di Jakarta, Ahad (3/2).

Suwandi menjelaskan, kegiatan tanam buah dan sayuran di samping dalam hamparan lahan skala luas, juga tanam di kebun pekarangan bahkan untuk cabai dan sayuran lainnya bisa ditanam di teras rumah perkotaan dalam polibag.

Menurutnya, untuk mensukseskan program tanam dan konsumi buah dan sayuran, dapat juga melalui langkah nyata yakni dengan menghimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) bidang pertanian, baik yang ada di pusat maupun daerah untuk tanam buah dan sayuran di kebun dan pekarangan rumahnya.

"Gemar mengonsumsi buah dan sayuran lokal kaya akan vitamin dan mineral untuk kesehatan dan stamina tubuh," ujarnya.

Dirjen termuda lingkup Kementan ini menyebutkan bantuan yang diberikan Kementan yakni dengan memfasilitasi benih buah dan sayuran serta sarana pendukungnya. Hasil panen buah dan sayuran diarahkan untuk diolah dalam berbagai macam jenis olahan dan diracik secara menarik sehingga digemari para generasi milenial.

"Misalnya buah durian, alpukat atau pisang diolah menjadi penganan seperti piza, kue kering, dodol, kripik serta aneka jus," tuturnya.

Untuk diketahui, pada Festival Hortikultura ini para kelompok wanita tani di Pandeglang sangat kreatif. Hal ini terlihat dari olahan makanan berbahan dasar dari buah - buahan lokal. Seperti puding, sosis, dodol, dan masih banyak lagi olahan makanan yang berbahan dasar buah - buahan yang disajikan.

Sementara itu, Bupati Pandeglang, Irna Narulita menyambut baik pencanangan program tanam dan konsumsi buah dan sayuran tersebut. Pasalnya, pengembangan hortikultura merupakan harapan besar bagi masyarakat Pandeglang karena banyak yang bergerak di sub sektor hortikultura khususnya buah dan sayuran.

"Kami punya semangat yang tinggi dan banyak belajar dari Kabupaten lain yang telah sukses. Jadi kita terus dorong dan akan ada pengelompokan daerah strategis dalam pengembangan hortikultura," tutur Irna.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UCLX4a
February 03, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UCLX4a
via IFTTT
Share:

Saturday, February 2, 2019

Modal Valencia Bertamu ke Markas Barcelona

Tiga kemenangan di tiga laga terakhir jadi titik balik kebangkitan Los Che.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Valencia menghadapi laga berat saat harus bertandang ke markas Barcelona dalam laga La Liga Spanyol pada Ahad (3/2) dinihari pukul 00.30 WIB. Meski demikian, Valencia memiliki modal penting dalam lawatannya ke kandang raksasa Spanyol tersebut.

Langkah Valencia pada awal La Liga musim ini memang kurang memuaskan. Hanya bisa memetik satu kemenangan dari 11 laga awal, Los Che bahkan sempat terpuruk di posisi ke-18 klasemen sementara. Namun, secara perlahan, peringkat keempat La Liga musim lalu itu berhasil memperbaiki performa.

Posisi Pasukan Kalelawar Hitam pun terus merangkak hingga mampu menempati peringkat ketujuh pada pekan ke-21 La Liga. Hal ini tidak terlepas dari dua kemenangan beruntun yang ditorehkan Daniel Parejo dan kawan-kawan. Termasuk kemenangan besar 3-0 atas salah satu rival terberat mereka, Villarreal, pada akhir pekan lalu.

Tidak hanya itu, seperti halnya Barcelona, Valencia juga mampu lolos ke babak semifinal Copa Del Rey dengan begitu dramatis. Sempat kalah 0-1 dari Getafe di leg pertama, Los Che akhirnya memperpanjang nafas di ajang Copa del Rey setelah menang 3-1 di leg kedua pada tengah pekan ini.

Pelatih Valencia, Marcelino, menyebut dua kemenangan beruntun ditambah keberhasilan melangkah ke babak semifinal Copa del Rey benar-benar mengubah sikap dan mentalitas tim secara keseluruhan. Tiga kemenangan di tiga laga terakhir di semua ajang, tutur Marcelino, dapat menjadi titik balik kebangkitan Los Che pada sisa musim ini.

''Sikap, keinginan, dan cara berpikir kami selalu berdasarkan kemenangan. Rentetan hasil positif di tiga laga terakhir berhasil kami raih,'' kata Marcelino seperti dikutip di laman resmi klub.

''Kondisi ini jelas berpengaruh besar pada psikologis, mentalitas bertanding, dan kepercayaan diri pemain,'' katanya. ''Kemenangan-kemenangan ini juga menciptakan nuansa positif di tim ini.''

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MKmTWg
February 02, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MKmTWg
via IFTTT
Share:

Friday, February 1, 2019

Tak Bisa Pakai GBLA, Panpel Persib Siapkan Rencana Tambahan

Persib tidak bisa memaksakan untuk menggunakan stadion tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung tidak mendapatkan izin untuk menggunakan Gelora Bandung Lautan Api (GLBA) Kota Bandung dalam leg kedua babak 32 besar Piala Indonesia melawan Persiwa Wamena, Senin (4/1). Rekontruksi bangunan GBLA yang mengalami penurunan membuat Persib harus menyiapkan rencana tambahan.

Panpel Persib Budi Bram Rachman berharap pertandingan bisa digelar tepat waktu dan tempat yang sesuai seperti rencana awal. Namun ia menyadari Persib tidak bisa memaksakan untuk menggunakan stadion tersebut.

"Kami tidak bisa memaksakan kondisi di lapangan, secara teknis bukan wewenang kami juga untuk menjelaskannya. Tapiintinya kami akan coba berkonsultasi dulu dengan manajemen hasil pertemuan hari ini seperti apa," kata Bram di Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Jumat (1/2).

Bram mengakui akan segera memberikan surat pada PSSI untuk memutuskan rencana selanjutnya. Karena pihak penyelenggara Piala Indonesia dipegang langsung oleh PSSI. "Betul tadi sudah dipaparkan tidak ingin ada kejadian yang tidak diharapkan. Nah tapi mudah-mudahan yang terbaiklah dari PSSI seperti apa bisa mengajukan waktu yang lebih longgar lagi," terangnya.

Di sisi lain, dengan ditolaknya GBLA, Persib harus segera meminta rekomendasi untuk menggunakan Stadion Si Jalak Harupat. Karena semua surat harus sudah diterima sebelum pertandingan dimulai. "Nah soal itu (perizinan Si Jalak Harupat) akan kami coba karena masih ada waktu. Mudah mudahan PSSI juga memaklumi dengan situasi ini," katanya.

Bram berharap tidak ada perubahan jadwal. "Mengingat leg kedua harus segera dilaksanakan agar tidak mengganggu jadwal kompetisi."

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2D0EsNn
February 01, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2D0EsNn
via IFTTT
Share:

Thursday, January 24, 2019

JK-Menkeu Bahas Ketersediaan Anggaran Rekonstruksi NTB

Terdapat postur anggaran cadangan yang bisa digunakan untuk rehabilitasi-rekonstruksi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan ketersediaan anggaran rekontruksi untuk program pembangunan rumah korban bencana gempa Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemerintah diketahui sedang mempercepat proses rekonstruksi pasca gempa  NTB 2018 lalu.

Sri menyebut Wapres juga menyampaikan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Palu dan NTB, setelah mendapat laporan dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Kamis (24/1) tadi pagi.

"Saya rasa perhitungan yng disampaikan bapak Wapres dengan Menteri PU (Basuki) masih ada dalam perkiraan yang kita sudah cadangkan," ujar Sri Mulyani usai menghadap Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Kamis (24/1).

Menurut Sri, dalam APBN 2019 terdapat postur anggaran cadangan yang bisa digunakan untuk anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi kebencanaan. Nantinya, alokasi tersebut masuk dalam pos anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi dana cadangan. Namun, Sri tidak menyebut besaran dana cadangan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut.

"Itu kita masukan dalam keseluruhan dana cadangan yang lain, saya nggak mau menyebutkan karena nanti kan bisa berubah kebutuhanya berapa, yang pasti anggaran itu ada dalam dana cadangan," ujar Sri.

Sementara untuk rekonstruksi di Palu, Sri menyebut hingga kini memang belum ada penetapan lokasi relokasi yang baru, sehingga belum disampaikan kepada Kementerian Keuangan terkait anggaran untuk Palu. Namun, ia memastikan ketersedian anggaran untuk rekontruksi Palu.

"Kalau lokasi sudah ditetapkan nanti kita liat pembangunannya, saya rasa sudah ada," kata Sri Mulyani.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki menghadap Wapres JK untuk melaporkan perkembangan proses rekonstruksi bencana Sulawesi Tengah dan NTB. Dua hal yang dilaporkan terkait titik relokasi yang belum ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, padahal titik koordinat penting untuk proses rekonstruksi bencana gempa dan tsunami di Sulteng.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CE3Yb4
January 24, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CE3Yb4
via IFTTT
Share:

Sunday, January 20, 2019

2019, Kemenkop UKM Targetkan Pendirian 1000 Koperasi Baru

Sepanjang 2018 Kemenkop memfasilitasi Akta Pendirian 648 koperasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rulli Indrawan mengungkapkan, sepanjang 2018 lalu pihaknya telah memfasilitasi Akta Pendirian Koperasi sebanyak 648 akta koperasi. Untuk tahun ini, Kemenkop UKM mentargetkan akan ada 800-1000 pendirian koperasi baru.

"Namun, karena keterbatasan anggaran, kita hanya menganggarkan fasilitasi akta koperasi untuk 200 koperasi baru", kata Prof Rulli kepada wartawan di Jakarta berdasarkan rilis yang diterima Republika.co.id.

Prof Rulli menambahkan, fasilitasi akta pendirian koperasi bagian dari keberpihakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan koperasi, khususnya yang berasal dari usaha mikro. "Dalam pembuatan akta koperasi tersebut dikenakan biaya pembuatan akta oleh NPAK. Biaya itu dirasa memberatkan pelaku usaha mikro yang akan mendirikan koperasi, karena permodalan awal koperasi yang dibentuk usaha mikro masih sangat terbatas", imbuh Prof Rulli.

Oleh karena itu, kata Prof Rulli, Kemenkop UKM memandang perlunya program fasilitasi akta pendirian koperasi bagi pengusaha mikro. Juga agar pelaku usaha mikro dapat terbantu untuk mendirikan koperasi", kata Prof Rulli seraya menyebutkan bahwa bantuan dana yang diterima koperasi sebesar Rp2,5 juta untuk membayar notaris (NPAK).

Selain itu, lanjut Prof Rulli, pihaknya juga melakukan pendampingan kelompok pra koerasi untuk membentuk koperasi. Tujuannya, untuk memberikan pemahaman perkoperasian kepada kelompok masyarakat yang akan mendirikan koperasi.

"Kegiatan ini bersifat multi years atau berkelanjutan setiap tahun. Tahun 2019 ini kita targetkan pendampingan kelompok pra koperasi bagi 500 kelompok pra koperasi", tandas Prof Rulli.

Lebih dari itu, jelas Prof Rulli, memasuki tahun 2019 ini kinerja Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) akan ditingkatkan peran dan fungsinya melalui beberapa pendekatan. Pertama, terkait dengan pembangunan database yang akan merekam seluruh aktifitas PPKL. "Sampai 2018, jumlah PPKL sebanyak 1.035 orang yang tersebar di 33 provinsi dan 272 kabupaten/kota", kata Prof Rulli.

Kongkritnya, kegiatan penyuluhan dan pemasyarakatan koperasi akan diinput PPKL ke dalam website ( www.ppklkemenkop.id), sehingga seluruh pelaporan PPKL akan tersimpan dengan baik. "Melalui website ini juga akan terbangun profil koperasi binaan yang memungkinkan terjadinya kolaborasi antara koperasi", imbuh Prof Rulli.

Pendekatan kedua, posisi PPKL diperkuat sebagai aktivator koperasi yang mencakup aktifitas memberikan informasi (informator), melakukan pendataan (enumerator), melakukan pendampingan (mentor), memberikan semangat (motivator), dan menjadi media penguhubung (kolaborator).

"Di era ekonomi digital saat ini, para PPKL akan menggunakan handphone dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. Selain mereka akan membangun database rekam jejak aktifitas penyuluhan dan rekam jejak koperasi binaan, para PPKL juga akan melakukan aktifitas melalui media sosial seperti FB, Twitter, Instagram, dan YouTube. Sehingga, branding koperasi dilakukan dan terangkum dalam akun bersama yang bernama penyuluh koperasi", papar Prof Rulli.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W784kF
January 20, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W784kF
via IFTTT
Share:

Friday, January 11, 2019

Dililit Gajah Ngamuk, Muhammad Bardan Dirawat Intensif

Korban mengalami pataha tulang dan luka seriusi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA -- Korban amukan gajah liar, T Muhammad Bardan (65), warga Gampong Drien Tujoh, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya, menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin, Banda Aceh.

Dokter RSUD Zainoel Abidin, Syahrizal Rahman SpOT di Banda Aceh, Jumat (11/1), menyatakan korban amukan gajah mengalami patah tulang dan luka serius pada tangan kanannya.

"Kondisi ini menyebabkan pasien memerlukan penanganan medis secara intensif. Beberapa bagian tulang pada tangan kanan korban mengalami patah dan juga pada lengan mengalami luka serius," ujar dia

Secara fisik, sebutnya kondisi korban sudah membaik setelah mendapat penanganan medis. Namun perlu perawatan intensif pada luka agar tidak menimbulkan tetanus.

"Terdapat luka serius pada tangan kanan korban yang harus dibersihkan dan membutuhkan operasi, termasuk operasi tulang yang mengalami patah karena amukan gajah liar tersebut," ujarnya.

Menurut Zainoel, operasi tulang perlu dilakukan tidak hanya sekali mungkin beberapa kali, termasuk luka kulit  pada tangan pasien. Pihaknya berupaya menyembuhkan korban.

Korban terpaksa dirujuk dari Kabupaten Pidie Jaya ke RSUD Zainal Abidin, Banda Aceh guna mendapat penanganan serius.  Sebelumnya T Muhammad Bardan sempat dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chiek Di Tiro, Sigli, Pidie. Korban diamuk gajah pada Selasa  (8/1) sekitar pukul 17.00 WIB.

 T Muhammad Bardan mengaku diamuk gajah liar saat membersihkan kebun kacang di kawasan Gampong Lhok Sandeng, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Sebelumnya, ia mengaku sering berjumpa gajah liar tersebut.

 "Saya tidak mengira seekor gajah liar menyerang. Gajah melilitkan belalai dan beberapa saat kemudian melepas lilitan. Lalu, gajah itu pergi masuk hutan," jelas dia.

Setelah gajah tersebut masuk hutan, T Muhammad Bardan berupaya bangkit menuju sepeda motornya dan pulang. Namun di tengah perjalanan, T Muhammad Bardan  merasa pusing dan menghubungi keluarga melalui telepon seluler minta bantuan.

 "Tidak berselang lama, datang warga menolongnya. Melihat kondisinya yang begitu parah, warga langsung membawa saya ke RSUD Tgk Chiek Di Tiro di Sigli, Kabupaten Pidie," ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VJE12p
January 11, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VJE12p
via IFTTT
Share:

Thursday, January 10, 2019

In Picture: Dimuat di Laman Prostitusi, Aktris Cathy Sharon Lapor Polisi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktris Cathy Sharon (tengah) bersiap membuat laporan terkait pencemaran nama baik dirinya, di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Pelaporan tersebut dilakukan karena terdapat pencantuman nama dan foto Cathy Sharon pada laman blog prostitusi daring dengan tarif Rp 60 juta.  

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2C8KMBK
January 10, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2C8KMBK
via IFTTT
Share:

Politikus Partai Gerindra Sayangkan Pernyataan Megawati

Riza menyayangkan pernyataan Megawati yang mengaku 'mumet' dengan kader Gerindra.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menyayangkan pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang mengaku 'mumet' dengan tingkah yang dilakukan anak buah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Padahal Riza menganggap PDI Perjuangan memiliki hubungan baik dengan Gerindra.

"Pak Prabowo pernah berpasangan (dengan Megawati di pilpres 2009), juga pengagum Bung Karno. Jadi tentu kami tidak mungkin menyusahkan atau bikin mumet," kata Riza di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (10/1).

Riza mengungkapkan apa yang disampaikan tidak benar. Sebab, ia menganggap sejauh ini Partai Gerindra telah berkonsolidasi sesuai dengan konstitusi dengan  baik. 

"Pada prinsipnya Pak Prabowo selalu mengajarkan yang baik dan teladan. Partai Gerindra coba cek, menurut saya merupakan partai yang sangat baik. Tidak pernah menghujat, memfitnah, dan sebagainya, kami selalu ingin damai dan bersatu," ucapnya

Sebelumnya Megawati Soekarnoputri mengaku pusing dengan tingkah yang dilakukan anak buah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dalam sambutannya di HUT PDI Perjuangan di  JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis (10/1). Megawati mengatakan, anak buah Prabowo kerap menampilkan hal-hal yang menyudutkan dirinya.

"Sebenarnya apa yang dicari sih karena saya sampe mumet, artinya lebih dari pusing lagi ini," kata Megawati Soekarnoputri.

Namun, presiden ke-5 RI ini tidak merinci tindakan perbuatan anak buah Prabowo yang membuatnya heran. Kendati, dia mengatakan, tingkah yang membuat pusing itu dilakukan di tengah hubungannya dengan Prabowo yang harmonis.

"Saya berteman baik dengan Prabowo, aneh kan ya, justru ketika anak buahnya selalu menampilkan hal-hal yang selalu menyudutkan saya," kata Mega lagi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Rl23SZ
January 10, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Rl23SZ
via IFTTT
Share: