Showing posts with label 2019 at 05:34PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 05:34PM. Show all posts

Tuesday, May 28, 2019

Risma Serahterimakan Sekolah Tahan Gempa di Lombok Timur

Gedung SD Obel-Obel 1 tersebut didesain tahan gempa.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOk TIMUR -- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini secara simbolis menyerahkan gedung Sekolah Dasar (SD) Obel-Obel 1 di Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (28/5). Gedung SD tersebut langsung diterima oleh Bupati Lombok Timur Sukiman Azmy. Gedung tersebut merupakan bantuan Pemerintah Kota Surabaya, bagi masyarakat terdampak gempa Lombok beberapa waktu lalu.

"Saat tim saya berangkat ke sini, saya pesan, tolong carikan tempat, kita mau bantu yang belum disentuh. Ketemulah Desa Obel-Obel ini yang waktu itu belum terbantu dan katanya paling jauh," kata Risma di sela acara serah terima.

Risma menegaskan, gedung SD Obel-Obel 1 tersebut didesain tahan gempa. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi kembali terjadinya gempa di wilayah rawan tersebut. Terkait biaya pembangunan, Risma mengungkapkan, anggaran yang dihabiskan mencapai Rp 1,57 miliar.

"Ini anggarannya Rp 1,567 miliar. Kalau di Surabaya ini sudah bisa jadi gedung dua lantai. Tapi karena ini harus diperkuat untuk supaya tahan gempa, makanya harganya agak mahal," ujar wali kota perempuan pertama di Surabaya tersebut.

Risma melanjutkan, anggaran yang dihabiskan memang melenceng dari perkiraan awal. Awalnya, Pemkot Surabaya menyiapkan anggaran Rp 800 juta untuk membangun ulang SD Obel-Obel 1 yang rusak parah waktu itu. Namun, kata Risma, setelah dihitung ulang, biaya yang dibutuhkan lebih mahal, karena harus dirancang tahan gempa.

"Awalnya anggarannya Rp 800 juta sama mebelnya. Ternyata setelah dihitung ulang, habisnya Rp 1,5 miliar lebih, karena supaya tahan gempa. Itu pun belum sama mebelnya. Insya Allah nanti kita carikan untuk mebelnya," kata Risma.

Pada acara serah terima tersebut, Risma pun mengajak beberapa siswa sekolah dari Surabaya. Mereka membawa perlengkapan olahraga seperti bola sepak, bola basket, bola voly, raket, dan lain sebagainya. Perlengkapan olahraga tersebut kemudian diserahkan kepada siswa-siswi SD Obel-Obel 1. Risma mengaku, perlengkapan olahraga tersebut merupakan hasil patungan siswa-siswi di Surabaya.

"Jadi uangnya (patungan) ada yang Rp 1.000, ada Rp 500, itu karena mungkin dari uang saku mereka. Jadi kenapa kemudian saya mengajarkan ini, supaya mereka tahu bahwa gak semua sebahagia mereka. Ada anak-anak lain yang juga menderita mungkin kena musibah dan sebagainya," kata Risma.

Bupati Lombok Timur Sukiman Azmy mengucapkan terimakasih kepada Pemkot Surabaya atas bantuan tersebut. Sukiman menyatakan, Surabaya menjadi salah satu di antara daerah yang paling banyak memberikan bantuan kepada masyarakat Lombok Timur.

"Ada Pemda DKI Jakarta yang membangun 7 sekolah, yang kedua Pemda Kota Surabaya dan yang ketiga adalah kota Bogor yang paling banyak berperan membantu kami sejak awal gempa," ujar Sukiman.

Sukiman menjelaskan, selain memberi bantuan berupa gedung SD Obel-Obel 1, Pemkot Surabaya diakuinya banyak mendatangkan bantuan-bantuan, baik itu berupa makanan, pakaian selimut, dan lain sebagainya. Terkait pembangunan SD Obel-Obel 1, Sukiman sangat bersukur, karena sekolah tersebut memang sangat dibutuhkan masyarakat sekitar.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QCiU01
May 28, 2019 at 05:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QCiU01
via IFTTT
Share:

Sunday, May 26, 2019

BMH Peringati Nuzulul Quran di Pedalaman Temanggung

Ini merupakan peringatan Nuzulul Quran perdana di Duseun Delen, Kaloran.

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Laznas BMH dengan program unggulan Dai Tangguh terus menjadikan Ramadhan 1440 H sebagai kesempatan menjalankan pembinaan akidah umat secara lebih intens. Seperti yang dilakukan BMH di pedalaman Temanggung, Jawa Tengah. 

BMH dan mitranya menggelar rangkaian acara buka puasa bersama (bukber), shalat Tarawih bareng, dan memperingati Nuzulul Quran. Kegiatan itu dipusatkan di Mushola Rohmatul Umah, Dusun Delen, Kaloran, Temanggung, Jawa Tengah. 

 “Sejak dai tangguh BMH, Ustaz Teguh Suiman berdakwah di Kaloran, masyarakat mualaf di Dusun Delen baru pertama kalinya merasakan berbuka puasa dan shalat tarawih bareng.  Alhamdulillah, malam ini pertama kali juga masyarakat mualaf di sini mengadakan peringatan Nuzulul Qur'an. Para mualaf itu juga mendapatkan manfaat dari Program Kado Berkah Ramadhan,” terang Kepala BMH Perwakilan Jawa Tengah, Moh  Misdawi Syarif MM, Sabtu  (25/5).

Ia menambakan, acara tersebut disambut hangat para warga. Mereka  sangat berbahagia dan merasakan sebuah pengalaman yang sangat berharga.

 "Ini merupakan momen istimewa bagi kami selama menjadi mualaf. Pertama kali memperingati Nuzulul Qur'an dan buka puasa bareng. Lebih-lebih ini dapat kado berkah Ramadhan dari BMH, benar-benar sempurna,” ujar Yanti, mualaf Dusun Delen, dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Misdawi mengemukakan, program ini terlaksana dengan baik berkat kerja sama BMH, Pos Da’i, Himpunan Muslim Mualaf Temanggung dan DKM Mushola Dusun Delen, Kaloran, Temanggung, Jawa Tengah.

"Terima kasih atas kerja sama ini. Semoga ke depan kita dapat  terus memperhatikan masyarakat mualaf di Kaloran, Temanggung ini," ucap Dai Tangguh BMH, Ustaz Teguh Machmudi yang sekaligus koordinator Dai Tangguh Mualaf Kaloran.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2M9fYJr
May 26, 2019 at 05:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2M9fYJr
via IFTTT
Share:

825 Marbot Masjid Mendapat Uang Pembinaan

Masing masing marbot mendapatkan bantuan uang pembinaan sebesar Rp 1 juta.

REPUBLIKA.CO.ID, KAJEN -- Sebanyak 825 petugas marbot  masjid yang ada di Kabupaten Pekalongan, mendapat bantuan uang pembinaan dari Pemkab Pekalongan. Masing masing  marbot mendapatkan bantuan uang pembinaan masing masing sebesar Rp 1 juta.

''Yang mendapat bantuan ada sebanyak 825 orang marbot,'' jelas Bupati Asip Kholbihi, Ahad (26/5).

Bupati berharap, bantuan ini bisa memberikan manfaat bagi para marbot dan keluarganya. Terutama masa masa menjelang Lebaran seperti sekarang ini. ''Kami juga menyampaikan terima kasih pada para petugas marbot masjid atas pengabdiannya  dalam menjaga masjid agar tetap suci dan bersih, serta meramaikan masjid.'' jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga meminta agar para marbot di kabupaten Pekalongan mendoakan pemerintah Kabupaten Pekalongan agar diberikan kekuatan lahir batin untuk mewujudkan amanah dari Allh SWT dan amanah dari seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan.

 ''Amanah yang diberikan pada kami selaku penyelenggara Pemkab Pekalongan, antara lain untuk  mewujudkan kesejahteraan masyarakat, menghadirkan pembangunan yang baik, serta menghadirkan program-program yang InsyaAllah dapat menjadi bekal kita untuk hidup,'' jelasnya.

Dia juga menyatakan, Allah SWT dengan kekuasaanNya, sudah membuat takdir pada masing-masing manusia sesuai keadaannya masing-masing. ''Semoga takdir yang telah Allah tetapkan kepada kita, dapat memberikan berkah pada kita semua sehingga kita semua dapat selamat dunia-akhirat,'' katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Wl0FBt
May 26, 2019 at 05:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Wl0FBt
via IFTTT
Share:

Saturday, May 25, 2019

UBSI Tumbuhkan Semangat Wirausaha Mahasiwa

Sebanyak 38 produk wirausaha mahasiswa UBSI tampil di Enterpreneur Fair 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar Enterpreneur Fair  2019, Selasa-Jumat  (21-24 Mei 2019). Kegiatan tersebut dilaksanakan  secara  serentak di halaman beberapa kampus UBSI.

Rektor UBSI, Dr  Mochamad Wahyudi  MM, MKom, MPd  saat membuka acara, Selasa (21/5)  menyebutkan,  ada 38 tenant produk wirausaha yang unik dari mahasiswa UBSI yang ditampilkan. Tenant tersebut mencakup  berbagai jenis usaha, antara lain, kuliner, fashion, dan handycraft. 

“Produk-produk tersebut nantinya akan mendapat penilaian sebagai bagian dari nilai Ujian Akhir Semester (UAS),” kata Wahyudi.

Menurut dia,  mahasiswa dapat memanfaatkan kegiatan entrepreneur fair ini untuk belajar berwirausaha secara mandiri dengan produk yang dihasilkan dengan sebaik-baiknya. “Dari pameran usaha ini, saya harap ke depannya mahasiswa mampu dan serius mengembangkan usaha mereka,” ungkap Wahyudi dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Wahyudi menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu dukungan dari UBSI melalui BSI Entreprenuer Center (BEC) untuk mahasiswanya yang ingin menjadi wirausaha. Sebelumnya, mahasiswa telah mendapatkan wawasan yang diperoleh dari mata kuliah wirausaha yang disampaikan di kelas,  lalu dikembangkan dalam Enterpreneur Fair.

Ia menyebutkan, untuk memotivasi mahasiswa, UBSI juga menggelar  seminar wirausaha dengan menampilkan  wirausahawan muda yang telah sukses sebagai pembicara. Para wirausahawan muda ini  memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk memulai berwirausaha.

“Sebelumnya mahasiswa telah membuat rencana usaha yang telah dirancang pada saat menerima materi wirausaha di kelas maupun di seminar wirausaha. Rencana usaha tersebut sebagai acuan bagi mahasiswa dalam menghasilkan produk wirausahanya yang diperkenalkan di kegiatan entreprenuer fair ini,” kata Wahyudi menambahkan.

Sementara itu, Ketua BSI Enterpreneur Center (BEC) Fuad Nur Hasan mengatakan, kegiatan Entrepreneur Fair 2019 ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa  memperkenalkan hasil produk wirausahanya. Selain itu,  mahasiswa dapat belajar untuk menjadi wirausaha saat duduk di bangku kuliah.

“Produk wirausaha yang unik maupun memiliki nilai jual tinggi, rencananya akan diikutsertakan pada kegiatan seleksi program wirausaha dari pemerintah, seperti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) maupun kompetensi wirausaha muda lainnya di tingkat nasional,” ujar Fuad.

Hilman, salah satu dosen penilai mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan dan menggali jiwa entrepreneur di kalangan mahasiswa. Hal itu bertujuan agar mereka mampu mewujudkan kreativitas dan inovasi mereka dalam berwirausaha. Jadi mereka tidak hanya berprestasi di bidang akademik tetapi juga nonakademik.

“Semoga kegiatan ini bisa dilaksanakan terus-menerus agar para mahasiswa  lebih termotivasi berwirausaha, merasakan sendiri bagaimana menjual produknya langsung kepada konsumen, supaya mereka lebih mandiri nantinya,” kata Hilman.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EvpnoA
May 25, 2019 at 05:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EvpnoA
via IFTTT
Share:

Friday, May 24, 2019

Tunggakan Iuran Jaminan Kesehatan BPJS Capai Rp 2,1 Triliun

BPJS Kesehatan menyebut peserta mandiri kebanyakan tidak disiplin membayar iuran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyebutkan tunggakan iuran program jaminan kesehatan nasional dari peserta bukan penerima upah dan bukan pekerja mencapai Rp 2,1 triliun pada 2018. Tunggakan iuran peserta dalam kategori mandiri itu menambah beban BPJS Kesehatan, yang sudah mengalami defisit akibat besaran iuran peserta yang tidak ditetapkan sesuai aktuaria.

"Kolektibilitasnya 55-60 persen. Jadi dia membayar hanya saat sakit," kata Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso di Jakarta, Jumat (24/5).

Menurut dia, kebanyakan peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat dalam kategori tersebut tidak disiplin membayar iuran. Kelompok peserta yang menunggak pembayaran iuran, ia menjelaskan, terdiri atas peserta yang sebenarnya mampu membayar namun tidak disiplin dan peserta yang memang tidak mampu membayar.

Ia menilai peserta program dalam kategori mandiri banyak yang tidak disiplin membayar iuran karena tidak kena sanksi bila menunggak. Padahal pemerintah sebenarnya sudah mengeluarkan peraturan mengenai pengenaan sanksi terkait pembayaran iuran jaminan kesehatan nasional.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif Kepada Pemberi Kerja Selain Penyelenggara Negara dan Setiap Orang, Selain Pemberi Kerja, Pekerja dan Penerima Bantuan Iuran Dalam Penyelenggara Jaminan Sosial, peserta yang tidak membayar iuran dapat dikenai sanksi tidak bisa mendapat layanan publik seperti membuat SIM, KTP, dan Paspor.

Namun sejak program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berjalan tahun 2014 hingga saat ini, peraturan mengenai sanksi tersebut belum pernah diimplementasikan.

Menurut Kemal perlu koordinasi dan komitmen yang kuat antara BPJS Kesehatan dengan instansi terkait lain seperti kepolisian, Kementerian Dalam Negeri, ataupun imigrasi untuk menerapkan ketentuan tersebut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WicY1p
May 24, 2019 at 05:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WicY1p
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 22, 2019

Pemain Asing Persib Ini Dipanggil Timnas Turkmenistan

Artur akan kembali ke negara asalnya untuk agenda pemusatan latihan dan uji tanding.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemain asing Persib asal Turkmenistan, Artur Gevorkyan, baru melakukan debutnya pada laga kontra Persipura Jayapura pada pekan lalu. Di laga perdananya, Artur telah menyumbangkan dua gol.

Sayangnya, Persib harus segera kehilangan Artur. Federasi Sepak Bola Turkmenistan (TFF) memanggil Artur untuk membela timnas Turkmenistan.

"Kami merekomendasikan pemain yang tertulis di bawah ini. Kami memanggil pemain tim nasional Turkmenistan, Artur Gevorkyan, untuk bergabung dalam pemusatan latihan dan uji tanding internasional di Uni Emirat Arab," tulis surat TFF bertandatangan Sekretaris Jenderal, Arslan Aynazarov seperti dilansir dari laman resmi Persib.

Artur akan kembali ke negara asalnya untuk agenda pemusatan latihan dan uji tanding. Pelatih Persib, Robert Rene Alberts menyatakan, Artur akan terlebih dahulu membela Persib Bandung dalam laga melawan Semen Padang. "Saya tahu dia dipanggil timnas dan dia akan berangkat ke sana setelah kami bermain lawan Semen Padang FC. Saya berharap semuanya lancar," kata Roberts.

Artur seharusnya bergabung ke timnas sejak 28 Mei. Namun pemain berusia 34 tahun ini akan kembali ke negaranya pada 30 Mei karena Persib akan menghadapi Semen Padang pada 29 Mei. "Saya sudah komunikasikan bahwa saya ingin main dulu di Padang nanti. Setelah dari Padang, tanggal 30 Mei saya akan terbang ke Turkmenistan," kata Artur.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2wdI6Al
May 22, 2019 at 05:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2wdI6Al
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 21, 2019

Sejumlah Besi di JPO Jalan RA Kartini Jaksel Hilang

JPO Jalan RA Kartini Jaksel tampak kurang terawat dimana besinya hilang dan berkarat

JAKARTA -- Jembatan Penyeberangan Orang di Jalan Raya RA Kartini, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kondisinya kurang terawat. 

Sejumlah besi yang ada di JPO saat ini sudah mulai banyak yang berkarat dan hilang. Jalan untuk pejalan kaki yang terbuat dari semen pun sudah mulai banyak yang terkelupas. Belum lagi sampah juga berserakan di tangga JPO. 

Selain itu besi untuk berpegangan yang ada di JPO hilang. Hal ini amat membahayakan bagi pejalan kaki yang melintas. Aksi vandalisme pun cukup ramai di tempat ini, sehingga membuat tempat ini menjadi agak kumuh. 

JPO lainnya di sekitar kawasan ini juga sebenarnya juga sama memiliki kondisi yang kurang terawat seperti ini. Namun nampaknya JPO inilah kondisinya lebih tak terawat.

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VDJaru
May 21, 2019 at 05:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VDJaru
via IFTTT
Share:

Monday, May 20, 2019

Menguak Misteri Langit dengan Teologi Islam

Pada abad ke-15, muncul tradisi keilmuan astronomi di kalangan umat Islam di Turki

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Matematika, kedokteran, dan astronomi menjadi disiplin ilmu yang paling berkembang pada masa kekhalifahan Turki Utsmani. Salah satu ahli astronomi serta matematika terkemuka Muslim pada masa itu adalah Ali al-Qushji 1403–1474).

Bakat Ali al-Qushji di kedua bidang tadi terasah berkat jasa ahli astronomi, Ulugh Beg (1394–1449). Saat masih muda dan tinggal di Samarkand, al-Qushji berguru tentang pengembangan fisika astronomi dan filsafat alam. Selain sebagai murid, al-Qushji juga berperan sebagai mitra kerja Ulugh Beg.

Kegemaran mereka yang sama pada ilmu pengetahuan, matematika, dan astronomi menghasilkan karya luar biasa. Al-Qushji berkontribusi pada karya terkenal karya Beg, Zij-i-Sultani. Mereka juga mendirikan tempat pendidikan pertama pada masa Turki Usmani, Universitas Sahn Seman. Kemudian, al-Qushji mendirikan Observatorium Samarkand dan mengundang para ilmuwan dunia untuk bertandang ke tempat ini.

Pada abad ke-15 hingga 16, muncul tradisi keilmuan astronomi yang kuat di kalangan Muslim Turki. Hal ini setidaknya tergambar dari keberadaan dua tempat pengamatan benda angkasa, yakni Observatorium Samarkand dan Observatorium Istanbul.

Observatorium Samarkand menjadi salah satu tempat penelitian terbesar pada masa itu. Ulugh Beg mendirikannya pada 1429. Bangunan prestisius ini menjadi salah satu saksi masa kegemilangan Islam sekaligus menunjukkan adanya ikatan kerja sama yang erat antara kalangan Muslim dan penguasa Eropa.

Ulugh Beg juga mengundang para ilmuwan tersohor dunia ke Samarkand. Dia ingin menjadikan kota ini sebagai pusat penelitian astronomi dan matematika. Nama-nama ilmuwan terkemuka, seperti Ali Al-Qushji, al-Qashi, Kadizade-i Rumi, dan beberapa nama lainnya untuk bekerja di observatorium ini. 

Pada saat bersamaan, periode kehidupan di kalangan Muslim terus berkembang. Bidang seni dan pertanian menjadi ilmu yang memikat Muslim di kawasan Turkistan dan sekitarnya. Gerakan ini membuat Kota Samarkand menjadi pusat perkembangan budaya Islam serta ilmu pengetahuan kala itu. Pusat penelitian benda angkasa lainnya, Observatorium Istanbul didirikan oleh Taqi al-Din Ibnu Ma’ruf.

Saat pemerintahan Turki Usmani dipim pin Sultan Murad III, observatorium ini menjadi tempat kajian dan penelitian terpenting pada abad ke-16. Taqi al-Din Ibnu Ma’ruf dikenal sebagai pendiri observatorium pertama milik Kerajaan Turki Usmani.

Perkembangan pesat ilmu astronomi tadi membuat kaum muda Muslim berminat mempelajarinya. Salah satunya Ali al-Qushji. Dia adalah salah satu murid Ulugh Beg dan Kadizade-i Rumi. Al-Qushji menimba ilmu astronomi di Kota Samarkand dan Kirman. Setelah menuntaskan pendidikannya, dia menjadi asisten kepercayaan Ulugh Beg.

Al-Qushji konsisten menjalani kariernya di bidang astronomi. Setelah sang guru Kadizade-i Rumi wafat, al-Qushji ditunjuk sebagai kepala Observatorium Samarkand. Perannya di pusat peneliti an ini sangat dominan. Di tempat ini pula, ia menghasilkan sejumlah karya ilmiah bermutu.

Karya pertamanya, Risalah fi Hall Ashkal Mu’addil al-Qamar li-al-Masir, dipersembahkan untuk sang pembim -bing, Ulugh Beg. Di kitab ini, al-Qushji menjelaskan fase bulan. Karya ini memikat Ulugh Beg. Mereka pun kemudian berkolaborasi dan menghasilkan Zij-i Ulugh Beg/Zij-i Sultani. Dalam karya ilmiah ini, mereka membuat katalog perbintangan yang membantu penentuan perputaran benda-benda langit. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VQetV5
May 20, 2019 at 05:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VQetV5
via IFTTT
Share:

Thursday, May 16, 2019

Baznas Jambi akan Salurkan Zakat kepada 5.000 Mustahik

Penyaluran zakat akan dilakukan secara bertahap selama tiga hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi akan menyalurkan zakat fitrah Ramadhan kepada 5.000 mustahik atau orang-orang yang berhak menerima zakat di kota itu. Penyaluran akan dilakukan secara bertahap selama tiga hari dari tanggal 27 sampai 29 Mei 2019.

"Kita telah ajukan jadwal penyaluran zakat tersebut kepada wali kota, namun sampai saat ini belum disetujui," kata Kepala Bagian Pendistribusian dan Pemberdayaan Baznas Kota Jambi Kemas Beni di Jambi.

Kriteria penerima zakat tersebut disesuaikan dengan kriteria yang telah tertera pada delapan ashnaf, yakni orang fakir dan miskin, miskin, amil atau pengurus zakat, muallaf atau orang-orang yang dibujuk hatinya, riqab atau hamba sahaya, gharimin atau orang-orang yang memiliki utang, fisabilillah dan ibnu sabil.

Sementara itu muzaki atau orang yang wajib dikenai zakat di kota itu mayoritas merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Jambi. Karena itu Baznas bekerja sama dengan pemerintah kota dalam penghimpunan zakat, sehingga wali kota mengeluarkan imbauan yang dituangkan dalam instruksi Wali Kota Jambi nomor 03 tahun 2018 tentang kewajiban menunaikan zakat profesi Kota Jambi.

Dalam instruksi wali kota tersebut, PNS yang diwajibkan untuk membayar zakat profesi yakni PNS yang jumlah penghasilan tetapnya sebesar Rp 42,5 juta dalam satu tahun atau sebesar Rp 3,542 juta dalam satu bulan. Bagi PNS dengan panghasilan jumlah tersebut dikenakan zakat profesi sebesar 2,5 persen.

"Batas penghasilan yang menunaikan zakat tersebut berdasarkan nishabnya, yakni setara dengan 85 gram emas," kata Kemas Beni.

Zakat-zakat tersebut dibayarkan oleh PNS dikota itu melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang telah dibentuk oleh Baznas di setiap instansi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JG2bas
May 16, 2019 at 05:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JG2bas
via IFTTT
Share:

Jokowi Minta Menag Kaji Zakat ASN

Jokowi mengatakan jika perpres pembayaran zakat ASN dinilai perlu maka diajukan.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Agama untuk mengkaji penyusunan peraturan presiden (perpres) terkait pembayaran zakat bagi ASN. Jika perpres pembayaran zakat bagi ASN ini dinilai sudah perlu, maka ia meminta agar Menteri Agama segera mengajukannya.

"Sesuai usul dari Pak Ketua (Baznas), nanti Pak Menteri Agama apakah sudah waktunya untuk dibuatkan perpres bagi ASN (membayar zakat). Kalau dianggap sudah perlu, ya dorong ke meja saya, tergantung Pak Menag," ujar Jokowi dalam acara penyerahan zakat kepada Baznas di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/5).

Sementara itu, Ketua Baznas Bambang Sudibyo dalam sambutannya menyampaikan, Menteri Agama telah menulis surat permohonan inisiatif penyusunan peraturan presiden (perpres) tentang zakat aparatur negara kepada Presiden.

"Menurut informasi yang kami peroleh, bapak Menteri Agama telah menulis surat kepada bapak Presiden tentang permohonan inisiatif penyusunan perpres tentang zakat aparatur negara," ujar Bambang.

Menurut Bambang, perpres ini dinilai dapat memaksimalkan pengumpulan zakat dan juga penyalurannya. Selama ini, kata dia, potensi pengumpulan zakat di Indonesia masih cukup besar.

Berdasarkan data yang dimilikinya, potensi zakat nasional pada tahun 2018 mencapai sekitar Rp 232,9 triliun. Sedangkan pengumpulan zakat, infaq, sadaqoh pada tahun 2018 baru mencapai Rp 8,1 triliun.

"Namun demikian jumlah tersebut hanyalah 3,5 persen saja dari perkiraan potensi zakat nasional tahun 2018 yaitu sebesar 1,57 persen PDB atau sekitar Rp 232,9 triliun. Itu berarti bahwa ruang tumbuh bagi zakat masih sangat luas," jelas dia.

Bambang mengatakan, semakin besar jumlah zakat yang dikumpulkan, maka pendistribusian kepada masyarakat juga semakin besar. Dalam lima tahun terakhir ini, lanjutnya, pengumpulan zakat, infaq, dan sadaqoh tumbuh hingga 26,64 persen.

"Itu berarti kesadaran umat Islam di Indonesia untuk menunaikan kewajiban zakatnya sesuai dengan syariah dan peraturan perundang-undangan telah meningkat dengan amat baik," ujarnya.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan realisasi pengumpulan zakat akan terdongkrak signifikan jika pemerintah menjadikan zakat sebagai kewajiban bagi umat Islam yang memenuhi persyaratan.

"Dengan demikian, zakat tidak lagi bersifat opsional seperti yang diatur dalam UU no 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat. Dengan sifat wajib tersebut maka UU zakat menjadi lebih sesuai ketentuan syariah," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JnKBZE
May 16, 2019 at 05:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JnKBZE
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 15, 2019

Rapat Dengar Pendapat PP Jaminan Produk Halal Digelar Kamis

Rapat digelar di DPR, dihadiri Menteri Agama, pimpinan eselon I dan II BPJPH.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait Peraturan Pemerintah Jaminan Produk Halal (PP JPH) akan diselenggarakan Kamis (16/5). Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Siti Aminah mengatakan segala informasi terbaru akan disampaikan di sana.

"Kita ada RDP besok dengan Komisi VIII DPR RI, nanti ada update di sana ya, kita siapkan bahan dulu," kata dia pada Republika.co.id, Rabu (15/5).

RDP akan dihadiri oleh Menteri Agama, pimpinan eselon I dan II BPJPH, hingga Sekretariat Negara. Siti mengatakan agenda besok yakni membahas kesiapan BPJPH menuju implementasi Undang Undang Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal pada 17 Oktober 2019.

UU tersebut telah mengamanatkan pembentukan BPJPH dan peraturan pelaksanaan penyelenggaraan JPH. BPJPH memiliki sejumlah wewenang di antaranya untuk merumuskan dan menetapkan kebijakan jaminan produk halal, norma, standar, prosedur, dan kriteria jaminan produk halal. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HkIPGb
May 15, 2019 at 05:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HkIPGb
via IFTTT
Share:

Thursday, May 2, 2019

Takut Sejatinya Manifestasi Sifat Para Nabi

Para nabi memupuk rasa takut kepada Allah sebagai salah satu sumber kekuatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Adalah Jabir RA yang mengisahkan riwayat ini dalam pertempuran Dzaatur riqa. Kisah yang termaktub dalam Shahih Muslim ini menceritakan saat pertempuran Kaum Muslimin bertemu dengan pohon yang amat rindang. Mereka pun berteduh di bawahnya. Rasulullah SAW lantas beristirahat sejenak dan menggantungkan pedangnya di dahan.

Tiba-tiba seorang lelaki musyrik datang. Ia mengambil pedang Nabi SAW kemudian menghunuskan di depan manusia mulia itu. Tak ada mimik takut di wajah Rasulullah. Beliau amat tenang seperti tak terjadi apa-apa. Lelaki itu pun bertanya, "Apakah engkau takut kepadaku?" Beliau SAW menjawab,"Tidak." "Lalu, siapakah yang akan menjagamu dariku?" tanya sang lelaki sembari tetap menghunuskan pedangnya. Nabi SAW dengan sangat tenang menjawab, "Allah yang akan menjagaku darimu." Lelaki itu pun menyarungkan kembali pedang Rasulullah dan meletakkan pada tempatnya semula.

Tidak ada yang ditakuti orang beriman selain Allah SWT. Tidak ada yang merisaukan seorang Mukmin kecuali urusannya kepada Allah SWT. Orang beriman meletakkan takut pada tempatnya.

Orang beriman diliputi sayap-sayap takut (khauf), harap (raja'), dan cinta (mahabbah). Masing-masing sayap memperkuat iman dan kepada Sang Pencipta. Takut bukan ciri khas orang yang lemah. Takut justru menjadi sebab seseorang memperoleh kekuatan.

Orang yang takut di hadapan manusia maka akan lemah di hadapan orang lain. Orang yang menggigil takut saat bertemu seseorang maka akan dihinakan di hadapan orang tersebut. Namun, jika ia memosisikan takut pada tempatnya, tak ada lagi sesuatu pun yang membuatnya takut di dunia ini. Semakin ia takut, semakin ia berani.

Tak ada gertakan yang mampu menyiutkan nyalinya selain ancaman azab dari Allah SWT. Tidak ada tantangan yang memundurkan langkahnya selain tantangan dari Allah SWT. Ketakutannya, ia letakkan pada puncak ketakutan. Jika ia sudah mencapai puncak, tak ada lagi sisa-sisa ketakutan di dunia. "Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku." (QS al-Maidah: 44).

Allah sudah menegaskan tak boleh ada ketakutan jika ia tak disandarkan pada Allah SWT semata. Jika orang dengan segala kekuasaannya menyuruh seseorang berbuat maksiat, ketakutannya yang lebih tinggi kepada Allah akan menahannya. Ia tak akan sudi menuruti manusia sementara harus mengingkari Allah. Pemahaman dan keyakinan yang benar atas rasa takut akan membuat manusia kuat. Meski secara lahir ia tak memiliki kekuatan dibanding manusia lainnya.

Takut sejatinya adalah manifestasi sifat para nabi. Para nabi memupuk rasa takut kepada Allah sebagai salah satu sumber kekuatan. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan takut. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami." (QS al-Anbiya: 90)

Takut juga menjadi alarm seseorang kala hendak berbuat aniaya. Manusia memang cenderung berbuat kerusakan. Namun dengan rasa takut, keinginan untuk melawan perintah Allah SWT tersebut bisa ditahan. Takut membuat seseorang yang hendak berbuat maksiat berpikir ulang. Apakah ia akan meneruskan perbuatan hawa nafsunya ataukah hendak menuruti kata nuraninya?

Takut berbuat maksiat ternyata memiliki fadilah yang amat besar. Di Hari Akhir kelak, saat manusia sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri, rasa takut kepada Allah akan datang sebagai penolong. Allah SWT akan memberikan naungan kepada tujuh golongan saat Hari Kiamat kelak. Saat itu tak ada satu pun naungan selain naungan yang diberikan Allah SWT. Salah satu dari tujuh golongan itu adalah seorang pemuda yang diajak berzina seorang wanita kemudian ia menolaknya seraya berkata, "Aku takut kepada Allah SWT."

Lihatlah takut bukan soal cengeng dan kelemahan. Takut menjelma menjadi kekuatan dan keutamaan. Tak disebut orang beriman hingga ia menyatakan ketakutannya hanya kepada Allah SWT. Ia meyakini benar jika Allah SWT penggenggam segalanya. Ia tak lagi takut mati bersebab ia paham ajal sudah digariskan kapan dan tempatnya oleh Allah SWT.

Takut harus dipelihara. Tentu saja takut yang benar. Takut yang membuat seseorang berhati-hati melangkah. Ia takut amalnya tak diterima hingga ia memperbanyak dan melatih ikhlas. Ia takut azab Allah yang amat pedih hingga ia melarutkan diri dalam istighfar. Ia takut tak berkumpul dengan Rasulullah di surga kelak maka ia melantunkan shalawat secara istiqamah. Takut adalah salah satu sayap orang beriman.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2J8CbEp
May 02, 2019 at 05:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2J8CbEp
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 30, 2019

Bappenas Sebutkan Kriteria Ibu Kota Baru

Sumatera Bagian Timur sampai Sulawesi Selatan disebut memenuhi kriteria ibu kota.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas Bambang Brodjonegoro menjelaskan, salah satu poin prioritas dalam mempertimbangkan ibu kota baru adalah risiko bencana. Sumatera bagian Timur, Kalimantan dan Sulawesi Selatan disebutnya sebagai daerah yang memenuhi kriteria tersebut apabila dilihat dari peta kebencanaan.

Selain itu, Bambang menyebutkan, lokasi ibu kota baru juga harus memiliki lokasi strategis. Artinya, secara geografis, berada di tengah wilayah Indonesia. "Di daerah itu juga tersedia lahan luas milik pemerintah atau BUMN Perkebunan untuk mengurangi biaya investasi," ujarnya saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (30/4).

Daerah yang dituju juga sebaiknya memiliki sumber daya air cukup dan bebas pencemaran lingkungan. Di sisi lain, dekat dengan kota eksisting yang sudah berkembang. Tujuannya, agar terjadi efisiensi investasi awal infrastruktur.

Bambang menjelaskan, ada beberapa infrastruktur yang harus diperhatikan. Di antaranya ketersediaan akses mobilitas atau logistik seperti bandara, pelabuhan dan jalan.

Dari segi sosial, Bambang menjelaskan, lokasi yang dituju sebagai ibu kota baru harus memiliki potensi konflik sosial rendah. Selain itu, memiliki budaya terbuka terhadap pendatang. "Juga, memenuhi perimeter pertahanan dan keamanan," ucapnya.

Rencana pemindahan ibu kota disampaikan berdasar enam pertimbangan. Salah satunya, mengurangi beban Jakarta dan daerah sekitarnya seperti Bogor, Tangerang dan Bekasi.

Kini, Jakarta berfungsi tidak hanya sebagai pusat pemerintah juga pusat ekonomi nasional. Karena kepadatan, daya dukung lingkungan yang menurun seperti sering terjadinya banjir, penurunan muka air tanah, kemacetan, kekurangan air bersih dan keterbatasan lahan menyebabkan fungsi Ibukota mulai menurun dan tidak efisien. Jumlah kerugian akibat kemacetan dan tidak efisiennya penggunaan bahan bakar saja dapat mencapai Rp 65 triliun di tahun 2017.

Pertimbangan berikutnya adalah mendorong pemerataan pembangunan ke wilayah Indonesia bagian timur. Menurut data Badan Pusat Statistik, di tahun 2017, wilayah Jabodetabek berkontribusi sebesar 20,85 persen dan pulau Jawa berkontribusi sebesar 58,49 persen dari PDB nasional.

Sementara itu, jumlah penduduk Jakarta di tahun 2016 adalah sekitar empat persen dari penduduk Indonesia dan proporsi penduduk Jabodetabek adalah sebesar 10 persen. Penduduk Pulau Jawa sendiri saat ini adalah sebesar 150 juta atau sekitar 57 persen dari total penduduk Indonesia.

Pertimbangan lainnya, mengubah pola pikir pembangunan dari Jawa Centris menjadi Indonesia Centris. Selain itu, keinginan untuk memiliki ibukota negara yang merepresentasikan identitas bangsa, kebhinekaan dan penghayatan terhadap Pancasila.

Di sisi lain, Bambang menjelaskan, dibutuhkan peningkatan pengelolaan pemerintahan pusat yang efisien dan efektif. Terakhir, kebutuhan memiliki ibu kota yang menerapkan konsep smart, green, and beautiful city. "Tujuannya, meningkatkan competitiveness secara regional maupun internasional," ujarnya.

Dalam kajian Bappenas, pemindahan ibu kota pemerintahan ini akan membutuhkan biaya sekitar Rp 466 triliun. Pembiayaan tersebut tidak sepenuhnya dibebankan pada pemerintah melalui APBN, melainkan melibatkan partisipasi pihak ketiga. Pembagiannya, Rp 250 triliun dari pemerintah dan sisanya dari swasta.

Isu pemindahan ibu kota kembali muncul ketika Presiden Joko Widodo membahasnya dalam Rapat Terbatas Kabinet pada Senin (29/4). Dalam rapat tersebut, Jokowi telah memutuskan untuk memilih alternatif memindahkan ibu kota ke luar Jawa dan harus berada di tengah Indonesia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2J6baBF
April 30, 2019 at 05:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2J6baBF
via IFTTT
Share:

Monday, April 29, 2019

Pelunasan Biaya Haji Tahap II Dibuka Besok

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama Muhajirin Yanis mengatakan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahap II dibuka Selasa (30/4).

Baca Juga:

"Pelunasan BPIH tahap II dibuka pada hari kerja selama delapan hari kerja dari 30 April-10 Mei 2019," kata Muhajirin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (29/4).

Berita Terkait

Menurut dia, pelunasan BPIH tahap II dibuka karena saat penutupan tahap I pada 15 April 2019 masih terdapat 19.815 kuota haji yang belum terlunasi. Jumlah itu terdiri dari 18.316 kuota jamaah haji reguler dan 1.499 Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD).

"Saat pelunasan tahap I ditutup, jamaah haji Indonesia yang sudah melunasi BPIH berjumlah 184.195 orang atau 90,29 persen," kata dia.

Kepala Sub Direktorat Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler M Khanif mengatakan pelunasan tahap kedua diperuntukkan bagi jamaah haji yang masuk dalam enam kelompok sebagai berikut.

  • Jamaah haji yang berhak melunasi pada tahap I tapi saat proses pelunasan mengalami kegagalan pembayaran, dibuktikan dengan Surat Keterangan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota.
  • Jamaah haji yang nomor porsinya telah masuk alokasi kuota tahun 1440 Hijriyah/ 2019 Masehi yang sudah berstatus haji.
  • Jamaah haji yang akan menjadi pendamping bagi jamaah haji lanjut usia (minimal 75 tahun) yang telah melunasi pada tahap I. Syaratnya, pendamping harus terdaftar sebelum tanggal 1 Januari 2017 dan terdaftar di provinsi yang sama.
  • Jamaah haji penggabungan suami/istri dan anak kandung/orang tua yang terpisah. Syaratnya, jamaah yang akan digabungkan juga harus terdaftar sebelum tanggal 1 Januari 2017 dan terdaftar di provinsi yang sama.
  • Jamaah Haji lanjut usia minimal 75 tahun per tanggal 7 Juli 2019 yang telah memiliki nomor porsi dan terdaftar haji reguler sebelum tanggal 1 Januari 2017.
  • Jamaah haji yang masuk nomor porsi berikutnya (cadangan) berdasarkan database SISKOHAT sebanyak 5 persen dari jumlah kuota provinsi dan/ atau kabupaten/ kota yang berstatus belum haji dan telah berusia 18 tahun atau sudah menikah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GHFUpA
April 29, 2019 at 05:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GHFUpA
via IFTTT
Share:

Sepanjang Hidupnya al-Jahiz Telah Menulis 200 Buku

Dari sekitar 200 buku, hanya sekitar 30 buku yang berhasil diselamatkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Al Jahiz memulai kariernya sebagai penulis saat masih tinggal di Basra. Dia menulis sebuah esai tentang lembaga kekhalifahan yang mendapat sambutan baik dari penguasa di Baghdad.

Pada 816, ia memutuskan hijrah ke Baghdad. Tujuan utamanya adalah untuk menyambangi Bait al-Hikmah, sebuah pusat studi dan keilmuan terbesar di dunia saat itu. Di tempat itulah, ia berusaha mengembangkan kemampuannya.

Di ibu kota Kekhalifahan Abbasiyah ini, Al Jahiz mendapatkan kesempatan sangat luas untuk mengembangkan ilmu dan kariernya sebagai penulis berbagai bidang pengetahuan. Ia sangat gembira karena aktivitas dalam bidang keilmuan didukung sepenuhnya oleh pemerintah. Berbagai fasilitas pun diberikan padanya.

Pemimpin Dinasti Abbasiyah kala itu, yakni Khalifah Al Makmun, sangat tertarik dengan Al Jahiz karena intelektualitasnya. Berangkat dari ketertarikannya itu, Al Makmun suatu kali mengundang Al Jahiz ke istana untuk mengajar putranya.

Namun belakangan, Al Jahiz urung mengajar sang putra Khalifah. Rupanya, putra Al Makmun takut dengan tatapan mata bulat sang calon gurunya. Dari sinilah, sang ilmuwan mendapat julukan Al Jahiz yang berarti si mata melotot.

Sepanjang kariernya, ia telah menulis lebih dari 200 buku. Sayangnya, perjalanan sejarah telah membuat banyak dari karya-karya emas itu hilang tak tentu rimbanya. Dari sekitar 200 buku, hanya sekitar 30 buku yang berhasil diselamatkan.

Beberapa bukunya, antara lain, The Art of Keeping One's Mouth Shut, Against Civil Servants, Arab Food, In Praise of Merchants,  Levity and Seriousness, dan kitab al Hayawan atau Book of Animals yang merupakan karya terpenting Al Jahiz.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2V3vpqL
April 29, 2019 at 05:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2V3vpqL
via IFTTT
Share:

Pemindahan Ibu Kota Butuh Rp 466 Triliun

Pemerintah cari sumber dana selain APBN untuk pemindahan ibu kota.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah sedang mematangkan rencana pemindahan ibu kota pemerintahan RI dari DKI Jakarta ke satu wilayah lain nantinya. Nantinya, Jakarta tetap dimanfaatkan sebagai ibu kota bisnis. Namun, praktik pemindahan ibu kota tentunya butuh biaya besar.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengungkap, dibutuhkan anggaran hingga Rp 466 triliun untuk membangun ibu kota baru seluas 40 ribu hektare dengan jumlah penduduk 1,5 juta orang. Opsi lain, dibutuhkan Rp 323 triliun untuk membangun ibu kota seluas 30 ribu hektare dengan 900 ribu penduduk. 

Lantas dari mana asal kebutuhan dana untuk memindahkan ibu kota baru ini?

Bambang menjelaskan, ada empat sumber pembiayaan pemindahan ibu kota. Sumber pertama adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang akan dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur pokok, termasuk kantor pemerintahan dan gedung parlemen. Kemudian sumber pembiayaan kedua adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan membiayai pembangunan infrastruktur utama dan fasilitas sosial. 

Sumber dana ketiga, ujar Bambang, adalah Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang akan melibatkan pemerintah dan swasta sekaligus. KPBU nantinya akan membiayai pembangunan infrastruktur utama dan fasilitas sosial. Sementara sumber dana keempat adalah pembiayaan dari swasta murni, termasuk pembangunan properti, perumahan, dan fasilitas sosial. 

"Tetapi sudah dikonfirmasi oleh Bu Menkeu bahwa biayanya ini masih dalam batas wajar karena kita bisa melakukan kerjasama baik dengan BUMN dan swasta secara langsung, maupun kerjasama dalam bentuk KPBU," kata Bambang usai menghadiri rapat terbatas di Kantor Presiden, Senin (29/4). 

Presiden Joko Widodo (Jokowi), ujar Bambang, menekankan agar pembiayaan pemindahan ibu kota tidak membebani APBN dan sebisa mungkin melibatkan pihak ketiga. Meski menggandeng pihak ketiga dalam pembiayaannya, Jokowi pun menegaskan bahwa kontrol atas aliran dana tetap berada di tangan pemerintah. 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menambahkan, anggaran yang disebutkan di atas bukan masalah besar karena masih ada sumber pembiayaan non-APBN. Apalagi, katanya, proses pemindahan pun bukan dalam kurun waktu singkat. 

"Proyeksinya dengan bangun ulang, permukiman, area pemerintahan. Kalau dulu saya ngobrol dengan presiden 4-5 tahun, sampai pembangunan selesai. Kalau pindahnya tidak harus sekaligus, bertahap," kata Basuki. 

Sesuai perencanaan pemerintah, pemindahan ibu kota ke luar Pulau Jawa dibagi dalam dua skema. Skema pertama adalah memindahkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Jakarta ke kota yang baru. Skenario itu akan membutuhkan 40 ribu hektare lahan dan memindahkan 1,5 juta jiwa. Skema kedua, tidak seluruh ASN pindah ke kota yang baru, dengan jumlah penduduk 900 ribu jiwa di atas 30 ribu hektare lahan. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GHFQGm
April 29, 2019 at 05:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GHFQGm
via IFTTT
Share:

Friday, April 19, 2019

Cina akan Promosi Inisiatif Belt and Road

Inisiatif Belt and Road Cina dikritik AS.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pemerintah Cina mengecilkan dampak politik inisiatif pembangunan infrastruktur global Belt and Road. Menurut Cina, inisiatif tersebut bertujuan untuk mendorong multilateralisme di tengah tren proteksionisme yang terjadi di Amerika Serikat dan negara-negara lainnya. 

Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi mengatakan konferensi promosi inisiatif Belt and Road di Beijing pekan depan akan dihadiri pemimpin dari 37 negara. Ia menekankan tingginya permintaan investasi dari Cina.

"Belt-and-Road Initiative mengikuti prinsip-prinsip kerja dan kolaboratif yang berbagi keuntungan, mewujudkan semangat multilateralisme," kata Wang, dalam konferensi pers, Jumat (19/4). 

Pada bulan lalu, Presiden Cina Xi Jinping, yang menginisiasi insiatif tersebut sudah setuju untuk membuat peraturan perdagangan yang lebih adil dan mengatasi tantangan ekonomi dan keamanan dunia. Banyak yang menganggap pernyataan Xi sebagai teguran terhadap pemerintah Presiden AS Donald Trump yang proteksionis. 

Xi akan memberikan pidato pembukaaan konferensi Belt and Road Initiative yang digelar pada 28 April mendatang. Keesokan harinya ia akan memimpin rapat pemimpin-pemimpin negara yang hadir dalam acara tersebut.  

Inisiatif tersebut diperkirakan akan menghabiskan 1 triliun dolar AS. Dana itu untuk membangun pelabuhan, jembatan dan pembangkit tenaga listrik yang menghubungkan Cina dengan Afrika, Eropa dan kawasan-kawasan lainnya. 

Memorandum of understanding yang ditanda angani Italia pada bulan lalu mendorong inisiatif ini secara simbolis. Italia menjadi negara pertama anggota G-7 yang melakukan hal itu. 

Sementara itu negara anggota G-7 lainnya, AS  sudah lama mengkritik inisiatif ini, terutama sejak pemerintah Trump menggelar perang dagang dengan Cina tahun lalu. Negeri Paman Sam juga memperebutkan pengaruh di organisasi-organisasi global di Laut Cina Selatan dan Taiwan. 

Ekspansi Cina di Amerika Latin melalui inisiatif Belt and Road dengan membangun pelabuhan dan fasilitas transportasi lainnya juga menjadi alarm peringatan bagi AS atas ambisi Beijing di kawasan tersebut. Sejak awal Abad-19, AS sudah menutup pengaruh negara-negara lain di Amerika Latin. 

Cina fokus di Amerika Tengah seperti Panama, yang kanalnya menghubungkan Laut Atlantik dan Pasifik, menjadi urat nadi perdagangan tersibuk dunia. Dengan jalur perdagangan itu maka Panama menjadi salah satu negara yang sangat penting bagi AS dan Cina.  

AS dan beberapa ekonom berpendapat inisiatif Belt and Road memaksa negara-negara berkembang untuk mengambil utang yang tidak berkelanjutan dalam mendanai proyek-proyek yang didukung Cina. Pada pekan ini, Malaysia mengumumkan mengubah kesepakatan pembangunan rel kereta setelah kontraktor proyek tersebut China Communications Construction setuju untuk membayar sepertiga biaya proyek itu. 

Banyak negara-negara yang menunda proyek yang didanai Cina berharap mereka menghindari nasib seperti Sri Langka. Pada 2017, Negara Asia Selatan itu melepas pelabuhan Hambantota yang dibangun Cina kepada salah satu perusahaan Cina selama 99 tahun demi menutupi beban utang yang digunakan untuk membangun pelabuhan tersebut. 

India yang menjadi rival ekonomi Cina di Asia juga bersikap dingin terhadap inisiatif Belt and Road. Kedua negara itu bersitegang karena perbatasan dan kompetisi di pasar global. 

Tentang India, Wang mengatakan Belt and Road berdasarkan prinsip-prinsip 'meraih kemakmuran bersama'. Menurutnya masalah-masalah di masa lalu harus dipisahkan dari inisiatif ini. 

"Saya pikir kerja sama semacam ini tidak akan merusak posisi dasar kedaulatan dan integritas wilayah India dan pada saat yang sama, akan menyediakan kesempatan dalam pembangunan dan membantu India melakukan modernisasi," kata Wang. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UnXtzP
April 19, 2019 at 05:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UnXtzP
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 10, 2019

MUI Berharap Pemilu 2019 Berjalan Damai

Petugas KPU Kota Bogor menunjukkan contoh lima surat suara kepada warga binaan saat sosialisasi Pemilu 2019 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Paledang, Kota Bogor, Jawa Barat

Foto: ANTARA/ARIF FIRMANSYAH
EMBED
Agar para peserta Pemilu 2019 bisa berkontestasi dengan baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia berharap Pemilu pada 17 April mendatang bisa berjalan dengan damai. Menurut Wakil Ketua Umum MUI, Yunahar Ilyas, Pemilu yang berjalan damai bisa mencapai tujuan utama yakni mencari pemimpin Indonesia.

Yunahar mengimbau kepada penyelenggara Pemilu untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Selain itu, kepada para aparat keamanan agar netralitas Pemilu bisa terjaga.

Ia menambahkan kepada para peserta Pemilu agar bisa berkontestasi dengan baik.

Berikut video lengkapnya.

Videografer | Havid Al Vizki     Video Editor | Fian Firatmaja

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GfrD4G
April 10, 2019 at 05:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GfrD4G
via IFTTT
Share:

Capres 02 akan Umumkan 80 Bakal Calon Menteri?

Delapan puluh orang itu berasal dari orang-orang yang ahli dibidangnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto kabarnya akan mengumumkan 80 nama calon menteri jika ia terpilih dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019. 

Hal tersebut dibenarkan oleh Direktorat Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Habiburokhman.  "Sore ini akan disampaikan ke publik. Kalau tidak di Malang atau di Solo," ujar Habiburokhman saat dikonfirmasi, Rabu (10/4).

Ia menjelaskan, 80 nama tersebut berasal dari orang-orang yang ahli di bidangnya. Nantinya, nama-nama tersebut bisa dipilih untuk mengisi jajaran menteri di kabinet Prabowo-Sandi jika terpilih nanti. "Tidak tertutup kemungkinan bakal jadi menteri," ujar Habiburokhman.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa pengumuman 80 nama sore ini barulah sebuah wacana. Namun, agenda tersebut sudah diagendakan oleh Prabowo.

Sebelumnya, Prabowo sempat memperkenalkan orang-orang yang dia sebut mungkin akan diangkat sebagai menteri di kabinet Adil Makmur jika kelak memenangi Pilpres 2019.

Hal tersebut disampaikannya pada orasi politik di hadapan masyarakat dan relawan di Stadion Sidolig, Kota Bandung, Prabowo menunjuk petinggi partai koalisi yang ikut hadir dalam kegiatan itu.

Nama-nama seperti Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) digadang-gadang akan mengisi pos menteri di kabinetnya nanti. Selain itu, Prabowo juga menyebut nama Ketua Umum PKS Sohibul Iman dan Ketua Umun PAN Zulkifli Hasan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2In5cvO
April 10, 2019 at 05:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2In5cvO
via IFTTT
Share:

Sunday, April 7, 2019

Mahfud MD Tanggapi Surat SBY yang Kritik Kampanye Akbar

Mahfud MD menyebut kritik SBY semestinya didengar semua pihak

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pakar hukum tata negara Mahfud MD turut menanggapi surat Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, yang mengkritik kampanye akbar Prabowo-Sandi di GBK. Menurut Mahfud, kritik yang dilontarkan SBY tersebut memang semestinya didengar semua pihak. Apalagi SBY menurutnya punya pengalaman dalam memimpin Indonesia.

"Itu nasihat orang yang saya kira banyak pengalaman dan punya pengalaman mengelola Indonesia, serta kecintaan kepada negara ini yang tidak diragukan kareba dia presiden," kata Mahfud di Surabaya, Ahad (7/4).

Mahfud mengatakan, SBY wajar mengirimkan surat sebagai komentar karena kampanye akbar Prabowo-Sandi di GBK, dirasa ekslusif. Menurutnya, SBY bisa jadi menganggap kegiatan tersebut terlalu ekslusif, karena dianggap hanya diperuntukan bagi umat muslim saja.

"Ya sebagai saran saja agar kita lebih inklusif, tidak memfokuskan diri pada upaya menggalang satu ikatan primordial. Sholat subuh bersama, tahajud bersama, mungkin itu dianggap (SBY) terlalu ekslusif. Lalu bagaimana yang tidak subuhan, dan tidak tahajudan, mungkin itu yang dilihat SBY," ujar Mahfud.

SBY menulis surat untuk tiga pejabat teras partainya, yakni Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsudin, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan, dan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan. SBY mengririmkan surat tersebut karena merasa, kampanye akbar Prabowo-Sandi tersebut bersifat ekslusif. 

"Karena menurut saya apa yang akan dilakukan dalam kampanye akbar di GBK tersebut tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif," tulis SBY melalui suratnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KeA2JB
April 07, 2019 at 05:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2KeA2JB
via IFTTT
Share: