Showing posts with label 2018 at 04:33PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 04:33PM. Show all posts

Friday, December 28, 2018

Ini Cara Pemain Persib Isi Waktu Luang

Kim Kurniawan lebih memilih untuk berlibur di kampung halamannya di Jerman.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib sedang meliburkan skuatnya hingga Januari mendatang. Sembari menunggu pelatih baru Miljan Radovic meramu susunan pemain, penggawa Persib memanfaatkan liburan dengan berbagai kegiatan.

Kim Kurniawan lebih memilih untuk berlibur di kampung halamannya di Jerman. Kim masih memiliki kontrak hingga 2020 mendatang sehingga tidak memikirkan nasibnya di kompetisi musim depan.

Namun kepergiannya ke Jerman tetap diselingi olahraga untuk menjaga kondisinya. "Ya saya tetap nge-gym di sini (Jerman). Karena selain ini sudah rutinitas, jaga kondisi juga penting," kata Kim seperti dilansir dari laman resmi Persib, Jumat (28/12).

Sementara itu, pemain belakang Persib Ardi Idrus juga tidak bisa berlibur tanpa si kulit bundar. Ia tetap bermain bola dengan teman-temannya, termasuk pemain PS Tira, Abduh Lestaluhu. "Di sini kami main bola sekalian kumpul-kumpul. Saya hampir setiap hari main, latihan sama teman-teman pemain asli Ternate. Ya, kami pulang kampung, latihan, dan sekalian silaturahmi," kata dia.

Ardi mengakui tidak ada alasan untuk tidak menjaga kondisinya. Apalagi di saat libur panjang seperti ini. "Sebagai pemain profesional kami harus tetap berlatih. Sudah ada program dari tim pelatih, kalau perlu kami tambah porsi supaya tidak drop pas berkumpul untuk latihan," jelas dia.

Sementara itu, beberapa pemain muda Persib lebih memilih untuk menyelesaikan kuliahnya. Di antaranya Wildan Ramdani dan Agung Mulyadi yang sedang dalam masa ujian akhir semester (UAS) di kampusnya masing-masing. Kesibukan di Persib membuat keduanya harus mengejar ketertinggalan saat absen di kampus.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SonbUN
December 28, 2018 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SonbUN
via IFTTT
Share:

Malaysia Berlakukan Aturan Larangan Merokok di Resto

Bukan perokok memiliki hak menikmati makanan tanpa gangguan pencemaran asap.

REPUBLIKA.CO.ID,2019,  KUALA LUMPUR -- Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) mengeluarkan arahan larangan merokok di semua restoran dan kedai makanan di negara tersebut. Peraturan berlaku mulai 1 Januari 2019.

Wakil Menteri Kesehatan Malaysia, Dr. Lee Boon Chye, di Kuala Lumpur, Jumat (28/12), mengatakan rencana tersebut sudah disetujui di tingkat parlemen dan akan diberlakukan mulai tahun depan. Lee mengatakan selain kawasan yang diketahui seperti tempat umum dan bangunan pemerintah, peraturan larangan merokok ini berlaku di semua restoran dan tempat makan termasuk warung-warung makanan di tepi jalan.

"Kita sadar aturan ini sudah lama ada namun hanya berlaku di restoran-restoran tertentu saja tetapi kali ini, semua restoran tidak terkecuali ada restoran bertutup, berhawa dingin, atau restoran dan warung berkonsep terbuka (open air) perlu mematuhi arahan ini mulai tahun depan," katanya.

Lee mengatakan tindakan akan diambil terhadap perokok dan juga pemilik restoran yang tidak mematuhi peraturan tersebut sesuai Peraturan-Peraturan Pengawasan Produk Tembakau 2004 di bawah Peraturan Makanan 1983 (Akta 324). Kementerian juga mengetahui akan timbul berbagai reaksi atau penolakan dari perokok dan juga pemilik restoran terkait aturan. Pihaknya tapi tidak akan berkompromi apabila melibatkan aspek kesehatan rakyat di negara itu.

"Masyarakat bukan perokok berhak menikmati makanan mereka tanpa gangguan pencemaran asap rokok yang bisa mengganggu kenyamanan dan kesehatan mereka. Pedagang juga tidak perlu risau akan risiko kekurangan pelanggan karena kita yakin pelanggan akan lebih ramai tanpa gangguan asap rokok," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AgyUxp
December 28, 2018 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AgyUxp
via IFTTT
Share:

Monday, December 17, 2018

In Picture: Rekonstruksi Pengeroyokan Anggota TNI di Ciracas

Penyidik Polda Metro Jaya menghadirkan lima tersangka, sedangkan korban oleh pemeran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para tersangka pengeroyokan terhadap dua anggota TNI Kapten Komarudin dan Pratu TNI ivonando Maulana memeragakan 20 adegan rekonstruksi. Rekonstruksi tersebut tidak dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2S86Lja
December 17, 2018 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2S86Lja
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

Jejak Peradaban Islam di Cina

Islam meninggalkan jejak peradaban di Cina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Islam meninggalkan jejak peradaban di Cina. Jejak ini melekat pada sejumlah tradisi juga bangunan, seperti masjid. Ini semua berawal dari interaksi antara Cina dan Islam yang telah lama terjalin, baik melalui jalinan perdagangan maupun utusan resmi.

Terungkap pula, Cina juga sebenarnya telah menjalin hubungan dengan Arab sejak lama. Sebelum Islam muncul, para pelaut Arab menggalang hubungan dagang dengan Cina. Kapal-kapal Arab mengarungi samudra dari Basra, ujung Teluk Arabia, juga dari Qays, Teluk Persia.

Mereka mengarungi Samudra India, melewati Sarandip atau Sri Lanka kemudian mengarahkan kemudi kapalnya melalui Selat Malaka, yang terletak antara Sumatra dan Malaysia. Mereka kemudian meniti rute ke Laut Cina Selatan. 

Mereka mendirikan pos-pos perdagangan di sebelah timur laut pelabuhan Quanzhou dan Guangzhou. Sejumlah orang Arab telah berada di Cina. Dan, kemungkinan telah memeluk Islam saat utusan Muslim pertama tiba di Cina.

Orang-orang Arab menyebut Guangzhou dengan nama Khanfu. Wilayah ini kemudian menjadi kawasan Muslim dan sentra perdagangan. Wilayah ini strategis dan mewujud menjadi pusat perdagangan paling ramai.

Sejumlah catatan mengungkapkan, salah satu sosok yang sangal dikenal dalam interaksi dengan Cina adalah sahabat Nabi Muhammad, Sa'd Ibn Abi Waqqas. Ia merupakan ketua delegasi yang diutus oleh Khalifah Usman bin Affan. Ia datang saat pemerintahan Dinasti T'ang (618-907).

Berdasarkan catatan sejarah Dinasti T'ang, Sa'd dan sejumlah utusan lainnya berlayar ke Cina melalui Samudra India dan Laut Cina. Mereka tiba di pelabuhan Guangzhou, lalu mereka bepergian ke Chang'an, yang sekarang dikenal dengan nama Xi'an.

Mereka ke Xi'an melalui jalur yang kemudian hari disebut sebagai Jalur Sutra. Saat itu, Sa'd membawa beragam hadiah dan diterima hangat oleh Kaisar T'ang, Kao-tsung. Berita awal mengenai Islam telah sampai ke kekaisaran T'ang saat diperintah oleh Tai Tsung.

Saat itu, sang kaisar memperoleh informasi melalui duta dari Kerajaan Sasanid, Persia, juga dari Bizantium mengenai berdirinya kekuasaan Islam. Seusai mempelajari Islam, Kaisar Kao mengizinkan penyebaran Islam yang ia anggap cocok seperti ajaran Konfusius.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2LflN4a
December 13, 2018 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2LflN4a
via IFTTT
Share:

Monday, December 10, 2018

Bayar Tagihan Gas Bumi PGN Kini Bisa Pakai Go-Pay

Pelanggan cukup memasukkan nomor ID pelanggan PGN lewat layanan Go Bills.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembayaran gas bumi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) kini bisa melalui Go-Pay. Saat ini, melalui kerjasama layanan payment aggregator yang disediakan oleh PT Artajasa Pembayaran Elektronis, PGN dapat memanfaatkan layanan GO-PAY dari Gojek Indonesia (GO-JEK). Kini saldo GO-PAY dapat juga digunakan untuk pembayaran tagihan gas bumi PGN.

Pembayaran tagihan gas bumi PGN oleh pelanggan kini dapat menjadi lebih cepat dan tanpa antri, cukup dari satu aplikasi. Melalui fitur GO-BILLS yang disediakan oleh aplikasi GO-JEK, pembayaran dapat langsung menggunakan saldo GO-PAY pelanggan.

Saat ini aplikasi transportasi online tersebut sudah diunduh oleh lebih dari 22 juta pengguna, sehingga diharapkan pengguna aplikasi tersebut yang sekaligus merupakan pelanggan PGN dapat melakukan transaksi pembayaran tagihan gas bumi PGN kapan saja dan dimana saja. Cara melakukan pembayaran tagihan gas bumi melalui aplikasi ini pun sangat mudah.

"Pada dasarnya pembayaran dengan aplikasi ini tidak jauh berbeda dengan pembayaran online di manapun," kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, Senin (10/12).

Pelanggan cukup memasukkan nomor ID pelanggan dan selanjutnya akan muncul informasi jumlah tagihan gas bumi PGN yang harus dibayar. Setelah itu pelanggan bisa membayar menggunakan saldo GO-PAY. Apabila pembayaran berhasil, tahap terakhir akan muncul tampilan struk sebagai bukti pembayaran.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PrbPwY
December 10, 2018 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PrbPwY
via IFTTT
Share:

Sunday, December 9, 2018

Milad Pusdai untuk Jabar 'Juara Lahir Batin'

Milad akan ditutup dengan musahabah Aakhir tahun yang bekerja sama dengan Republika.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pusat Dakwah Islam Jawa Barat menggelar rangkaian acara untuk menyambut Milad Pusdai Ke-21 di Masjid Pusdai, Jalan Dipenogoro, Kota Bandung pada 2-31 Desember. Dalam rangkaian Milad ini terdapat 21 agenda yang digelar setiap harinya.

Ketua Panitia Milad Pusdai Ustaz Amin Baejuri Asnaf menuturkan, acara ini tidak hanya untuk memperingati hari berdirinya Pusdai. Namun juga sebagai ajang menyatukan umat Islam dalam keragaman budaya.

"Tujuannya adalah kita mendukung program Jawa Barat, 'Jabar juara lahir batin'. Dengan adanya milad Pusdai yang ke 21 ini, kita sengaja membuat acara ini jadi syiar Islam yang ada di Jabar," ujar Ustaz Amin saat dihubungin Republika.co.id, Ahad (9/12).

Ustaz Amin menuturkan, seusai nama acaranya, milad, yang berarti lahir, Pusdai ingin dapat melahirkan nilai-nilai agama yang bisa diaplikasikan oleh masyarakat, khususnya Jawa Barat. Karena Pusdai bekerja dengan berbagai Ormas Islam dan Majelis Tazim untuk membuat acara ini.

"Mudah-mudahan dengan Pusdai Milad ke-21 ini, Islam yang ada di Jabar melalui Pusdai bisa melahirkan umat Islam yang moderat. Kemudian juga sebagai sumber perekat daripada seluruh umat islam yang ada di Jabar," terang Ustaz Amin.

Dalam acara ini, terdapat berbagai agenda menarik yang dapat diikuti oleh kalangan umum khususnya umat Islam di Jawa Barat. Diantaranya adalah nikah masal, Musabaqoh Qiraatul Kutub (MQK), nikah massal, disabilitas mengaji, khitanan masal, istigosah, seminar wirausaha, parade dakwah, jalan sehat, hapus tato, dan Muhasabah akhir tahun.

"Untuk acara nikah masal terbuka untuk umum. Kita sebar melalui 30 KUA di seluruh kecamatan Kota Bandung. Sampai saat ini sudah ada yang mendaftar untuk dinikahkan," kata Ustaz Amin. 

Ustaz Amin mengaku, tidak membatasi jumlah peserta agenda untuk datang ke Pusdai Milad ke 21 ini. Agenda seperti hapus tato dilaksanakan terbuka tanpa ada batasan maupun syarat.

Agenda terbesar dari rangkaian Pusdai Milad adalah gerak jalan sehat. Dimana ada 21 ribu peserta yang akan berpartisipasi dan terdapat hadiah menarik.

"Rutenya dari Pusdai ke Gasibu, kita bekerja sama dengan beberapa travel untuk hadiah 21 paket hadiah umrah," ujar Ustaz Amin.

Acara akan ditutup dengan Musahabah Akhir Tahun yang bekerja sama dengan Republika. Dalam acara ini, para dai dari berbagai ormas Islam akan berpartisipasi.

"Ini juga kita ingin menyatukan, bahwa Pusdai ini lem perekat umat Islam di Jabar, sebagai aswaja, pemahaman umat islam yang kita rekat dalam Islam nusantara sesuai dengan kearifan lokal," ujar Ustaz Amin.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PuOXMW
December 09, 2018 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PuOXMW
via IFTTT
Share:

TNI-Polri Temukan Satu Jenazah Korban Pembantaian di Nduga

Saat ini jenazah telah dievakuasi ke Mbua dan akan dibawa ke Wamena.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim gabungan TNI -Polri kembali menemukan satu jenazah kasus pembantaian sejumlah karyawan PT. Istaka Karya, Ahad (2/11) lalu. Kapendam XVII/Cendrawasi  Kolonel Inf Muhammad Aidi dalam keterangannya mengatakan korban ditemukan di dalam hutan sekitar 500m hingga 1 km dari posisi pembantaian di lereng bukit puncak Kabo.

"Saat ini jenazah telah diangkut ke poros jalan Distrik Yigi-Mbua untuk dievakuasi ke Mbua melalui jalur darat. Selanjutnya Jenazah korban rencana akan dievakuasi ke Wamena dengan jalur udara (helly)," kata Aidi.

Aidi mengatakan, jenazah yang ditemukan mempunyai ciri-ciri berambut panjang dan mengenakan celana panjang berwarna putih. Satgas gabungan TNI-Polri akan terus melaksanakan pencarian sisa korban yang belum ditemukan.

Berdasarkan data yang diperolehnya, Aidi mengatakan masih tersisa dua orang jenazah yang belum ditemukan dan dua orang korban yang diduga masih hidup hingga sekarang belum diketahui nasibnya. "Saat ini pasukan gabungan TNI-Polri telah menguasai dan menduduki distrik Yigi dan Mbua," ujarnya.

Selain itu Aidi juga menggambarkan kondisi terkini di distrik Mbua pascapenyerangan KKSB terhadap pos TNI di Mbua pada tanggal 3 Desember lalu. Masyarakat mulai berangsur-angsur kembali ke kampung sejak kemarin.  Sedangkan untuk kondisi di Yigi, situasi kampung masih sepi hanya beberapa warga yang bertahan di kampung sementara sebagian masyarakat masih berlindung di hutan.

Sementara itu Aidi juga menepis terkait  adanya kabar penyerangan udara menggunakan bom yang dilakukan pasukan TNI sehingga menyebabkan warga sipil tewas. Ia menegaskan bahwa TNI tidak pernah menggunakan serangan bom.

"TNI hanya menggunakan senjata standar pasukan infantri yaitu senapan perorangan yang dibawa oleh masing-masing prajurit. Media dan warga juga bisa melihat bahwa alutsista yang digunakan TNI hanya helly angkut jenis bell dam MI-17. Tidak ada helly serang apalagi pesawat tempur atau pesawat pengebom," katanya.

Ia juga menambahkan sampai saat ini TNI belum pernah melakukan serangan, sebaliknya pada saat melaksanakan upaya evakuasi, Aidi mengaku justru  KKSB yang menyerang Tim Evakusi sehingga, terjadi kontak tembak dan mengakibatkan satu orang anggota Brimob menderita luka tembak.

"Perlu juga kami gambarkan bahwa lokasi pembantaian di bukit puncak Kabo adalah kawasan hutan yang terletak sekitar 4-5 km dari pinggir kampung terdekat. Jadi bila ternyata ada laporan telah jatuh korban akibat kontak tembak tersebut maka dapat dianalisa bahwa korbannya bukan warga sipil murni tapi mungkin saja mereka adalah bagian pelaku yang telah melaksanakan pembantaian," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zPXaX3
December 09, 2018 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zPXaX3
via IFTTT
Share:

Friday, December 7, 2018

Ministry denies reports on breach of ID card security system

Someone with the initials 'NI' sells blank e-ID cards through a marketplace.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- The Ministry of Home Affairs has denied reports saying that the security system of citizens' electronic identification cards has broken down. He made the comment related to cases of buying and selling electronic ID Cards through marketplace.

"The reports saying the security system for electronic ID cards has broken down are not true," said the Head of the Information Center of the Home Ministry, Bahtiar, in his written statement, received in Jakarta on Friday.

According to Bahtiar, the ID cards cannot be printed anywhere because they have to use a specially designed printing machine. He reiterated that the machine is specifically limited to production.

"To print an ID card, it is necessary to input certain data from the recording of personal data, fingerprints and others. Only the ranks of the Population and Civil Registration (Dukcapil) have access to the population database to be able to input the data into the ID card blank chip," he said.

Bahtiar said population databases using networks that are private in nature are not public networks. He also requested that the deceived people buy blank to report to the nearest law enforcement officials or local government because Law 24/2013 clearly stipulates that applying for having ID cards is free or free of charge.

"So, the information is not correct stating that the security system for electronic ID cards has collapsed. The electronic ID card system has a security system that is very strong and layered," Bahtiar further explained.

Every electronic ID card stamp has a User ID or Chip ID number that distinguishes one another. This number is recorded systematically, so that it can be easily identified where an electronic ID card is blank and who printed it.

Regarding the case of buying and selling electronic ID cards, which was allegedly the result of a theft allegedly carried out by someone with the initials "NI". Bahtiar added, based on the results of initial identification the suspect allegedly was a former Dukcapil official in Tulang Bawang District, Lampung Province.

The case already handled by the Metro Jaya Regional Police.

"After tracking and investigating it was found that it was alleged that someone with the initials 'NI' stole the electronic ID card blank, around March 2018 because on March 13, 2018 the ID card blank was submitted to the area and the blank was being sold now," he said.

So, this is clearly a crime of theft. The ID card stamp was tried to be sold, Bahtiar said.

This problem, he added, needs to be taken seriously and the perpetrators have been processed by the police.

"We urge that we do not trust the information circulating in various social media regarding the case of buying and selling illegal population documents that could potentially disturb the public and even raise other problems," he stressed.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PoLDmL
December 07, 2018 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PoLDmL
via IFTTT
Share:

Thursday, December 6, 2018

Kecelakaan Santri di Cipondoh di Luar Jaminan Jasa Raharja

Para korban kecelakaan tidak berhak mendapatkan santunan dari Jasa Raharja

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jasa Raharja menuturkan, kecelakaan maut di jalan layang Green Lake, Kecamatan Cipondoh, Tangerang, Ahad (25/11), berada di luar jaminan Jasa Raharja. Sehingga para korban tidak berhak mendapatkan santunan dari Jasa Raharja.

Penegasan itu disampaikan Jasa Raharja guna menanggapi pernyataan Direktur RS Asih Ni'Matullah Mansur yang menyebut, korban kecelakaan mendapatkan santunan dan biaya perawatan ditanggung Jasa Raharja.

"Pernyataan bahwa biaya perawatan akan ditanggung oleh Jasa Raharja, tidak bersumber dari pihak resmi Jasa Raharja. Melainkan pernyataan dari Direktur RS Sari Asih, Ni'matullah Mansur," tulis Jasa Raharja dari keterangan yang diterima Republika.co.id.

Sebelumnya Direktur RS Sari Asih Ni'matullah Mansur mengatakan, pihaknya tidak akan meminta biaya dari korban santri yang dirawat di tempatnya. Menurut dia, biaya perawatan akan ditanggung Jasa Raharja.

Meski begitu, asuransi Jasa Raharja memiliki batas tertentu. Ia mengatakan, asuransi Jasa Raharja hanya bisa digunakan maksimal Rp 20 juta.

"Sesuai dengan peraturan karena ini kecelakaan, ini dijamin Jasa Raharja. Ada batasnya, kalau lebih dari 20 juta, bisa ditambahkan oleh BPJS," kata dia di RS Sari Asih, Ciledug, Kota Tangerang, Senin (26/11).

Baca Juga: Biaya Perawatan Santri Ditanggung Jasa Raharja

Ia mengatakan, ada enam orang korban dilarikan ke RS Sari Asih pada Ahad (25/11). Korban datang secara bertahap, tiga orang pada sore hari dan sisanya pada malam hari.

Menurut dia, sebagian korban merupakan pasien rujukan dari RS lain. "Saat ini keenam korban masih menjalani perawatan," kata dia.

Kecelakaan tunggal itu terjadi saat mobil bak terbuka yang membawa sejumlah santri terbalik di jalan layang Green Lake, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Ahad (25/11) sekitar pukul 12.00 WIB. Akibat kecelakaan itu, tiga orang meninggal dunia, sementara 20 orang lainnya mengalami luka-luka.

Korban luka sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, sebanyak 17 korban sudah dikembalikan kepada keluarga masing-masing. Hingga kini, masih ada enam korban yang dirawat di RS Sari Asih, Ciledug, Kota Tangerang.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zKTXbn
December 06, 2018 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zKTXbn
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 5, 2018

TKN Optimistis Jokowi Menang Telak di AS

Kegiatan itu dipredikasi dihadiri 1000 orang relawan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin melakukan konsolidasi dengan Relawan DC Pro Jokowi di Maryland, Washington, AS pada Selasa (4/12) waktu setempat. DC Pro merupakan relawan gabungan dari berbagai organisasi relawan di Wahington seperti Bara JP, Rejo, Projo.

Rapat Gabungan TKN dan Relawan DC Pro Jokowi dihadiri 40 relawan dari berbagai profesi, yakni seniman, arsitek, mahasiswa, tokoh senior diaspora yang telah bermukim lama di AS. Dalam kesempatan tersebut, TKn menyerahkan bantuan berupa sejumlah alat peraga kaos 01 dan bantuan kegiatan relawan.

"Dengan berbagai program dan sinergi yang baik dengan TKN, jaringan relawan di AS, Relawan DC Pro Jokowi meyakini Jokowi dapat menang telak di Washington seperti yang tercermin pada Pemilu 2014," kata Wakil Direktur Komunikasi Politik TKN Meutya Hafid dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (5/12).

Relawan DC sebelumnya telah melakukan berbagai kegiatan seperti colorful Indonesia. Kegiatan diadakan sekaligus dalam kerangka kampanye calon no 1 dan juga memperkenalkan budaya Indonesia di Washington dengan memasukan unsur seni budaya dalam kegiatan kampanye.

Perwakilan Relawan DC Pro Jokowi, Tricia mengatakan, mereka telah siap mengatur agenda kegiatan hingga April 2019 mendatang. Dia mengatakan, di antaranya pertemuan akbar masyarakat Indonesia se-Pantai Timur AS yang akan diselenggarakan di Philladelphia pada Sabtu (8/12).

Kegiatan itu dipredikasi dihadiri 1000 orang relawan. Tricia menambahkan DC Pro Jokowi juga menyiapkan bazar di akhir tahun, dan sosialisasi pemilu dari satu wilayah ke lainnya pada awal tahun depan untuk membantu menjelaskan sistem pemilu 2019 kepada masyarakat Indonesia di Washington.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BR98Bp
December 05, 2018 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BR98Bp
via IFTTT
Share:

System of direct elections needs evaluation: Mahyudin

Mahyudin says people are not yet all ready for the system of direct elections.

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Deputy Chairman of the People's Consultative Assembly (MPR) Mahyudin said the present system of direct elections need to be evaluated. He expected democratic performance to be improved.

"What needs evaluating are the effectiveness of the election implementation and efficiency in budget to prevent possible horizontal conflicts as a result of direct elections," Mahyudin said here on Tuesday.

He said evaluation could be carried out over direct elections for regional leaders of provincial and district/city administrations, and for members of regional legislative assemblies and the House of Representatives as well as presidential election.

"Evaluation does not necessarily result in change , but to see if the direct election is the best system but , still it may needs improvement," he said.

He said evaluation would show any weaknesses in the system that could be improved . If the system is considered not yet right for the people at present, change could be made with representation system.

Representation system was already used by the country under the first two presidents before the era of reform toward greater democracy prevailing in the country. The representation system was considered to be vulnerable to producing corrupt leaders including lawmakers.

However, direct elections also produced many corrupt lawmakers and regional leaders. Mahyudin also suggested evaluation of the presidential election related to witnesses at polling stations (TPS).

There are 800,000 units of TPS to be used for the coming presidential elections that would need a huge cost to pay for TPS witnesses.

"If a TPS would need Rp200,000 for witness cost, the 2019 presidential election to be held at once with the legislative elections, the witness cost would total around Rp160 billion. It would be quite a burden for the candidates," he said.

As a result, the candidates would have to raise fund from various sources. Corruption , therefore, is potential involving the lawmakers when they are elected members of the legislative body.

He said currently the people are not yet all ready for the system of direct elections as could be seen from the rampant money politics in elections.

According to Mahyudin, corrupt leaders were the products of corrupt community, adding a community open itself to bribery would give birth to corrupt leaders. Money politics resulted in many officials who bribed the voters in the process of their election, accept bribe, he added.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2KVp0Wh
December 05, 2018 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2KVp0Wh
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 28, 2018

PBB Desak Ukraina dan Rusia Tahan Diri

Rusia tembaki Kapal Angkatan Laut Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak Ukraina dan Rusia menahan diri menyusul terjadinya eskalasi di Selat Kerch, Laut Hitam, pekan lalu. Ia berharap kedua belah pihak menghindari konfrontasi lebih lanjut.

"Sekretaris Jenderal mendesak kedua pihak menahan diri secara maksimum dan mengambil langkah-langkah, tanpa penundaan, untuk menahan insiden ini serta mengurangi ketegangan melalui semua cara damai yang tersedia," kata juru bicara Guterres dalam sebuah pernyataan pada Selasa (27/11).

"Kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina, dalam batas-batas yang diakui secara internasional, sesuai dengan resolusi Majelis Umum dan Dewan Keamanan yang relevan, juga harus dihormati sepenuhnya."

Baca juga, Rusia Tembaki Kapal Ukraina.

Akhir pekan lalu, Rusia menembak dan menawan tiga kapal angkatan laut Ukraina yang melintas di Selat Kerch. Sebanyak 23 awak kapal pun turut ditahan. Moskow mengklaim hal itu dilakukan karena kapal-kapal Ukraina melalukan provokasi dan secara ilegal memasuki wilayah perairan Rusia.

Ukraina menyebut ketiga kapalnya hendak menuju Laut Azov. Untuk sampai di sana, kapal mereka memang harus melewati Selat Kerch. Kiev pun mengklaim telah memberitahu Rusia tentang rute yang akan dilewati ketiga kapal tersebut.

Buntut dari kejadian tersebut, parlemen Ukraina telah menyetujui dekrit Presiden Ukraina Petro Poroshenko untuk memberlakukan darurat militer. Darurat militer diterapkan di beberapa daerah antara lain Vinnytsia, Luhansk, Donetsk, Zaporizhzhia, Mykolayiv, Odesa, Sumy, Chernihiv, Kharkiv, dan Kherson.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2r8P0nW
November 28, 2018 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2r8P0nW
via IFTTT
Share:

Tiga Masjid Bersejarah Jepang

Islam adalah salah satu agama minoritas di Jepang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Islam adalah salah satu agama minoritas di Jepang. Populasi Muslim Jepang sekitar 70 ribu. Kedatangan Islam di Jepang cukup baru jika dibandingkan negara-negara lain di seluruh dunia. Islam masuk ke Jepang menjelang akhir abad ke-19.

Salih Mahdi al-Samarrai dalam Islam In Japan History, Spread, and Institutions In The Country menjelaskan, pada era sebelum 1900 atau awal era Renaissance, Jepang dan Ottoman memutuskan membangun hubungan persahabatan.

Dalam hubungan inilah, Wartawan muda Jepang yang bernama Shotaro Noda memeluk Islam dan berganti nama menjadi Abdul Haleem. Abdul Haleem Noda dianggap sebagai Muslim Jepang pertama.

Migrasi awal Muslim ke negeri sakura ini, berasal dari  sub-Benua India sebelum masa kemerdekaan. Mereka datang ke Jepang pada akhir abad kesembilan belas untuk berdagang dan menetap di Tokyo, Yokohama, dan Kobe. Terdapat beberapa bukti jejak Islam di Jepang, di antaranya masjid. Berikut tiga masjid warisan Islam di Jepang:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zxxH4B
November 28, 2018 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zxxH4B
via IFTTT
Share:

Monday, November 26, 2018

Mandiri Syariah Himpun Pendapatan Fee Based Hingga Rp 170 M

Kontribusi e-channel terhadap total fee based income Mandiri Syariah tembus 20 persen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Syariah Mandiri semakin fokus mengembangkan layanan digital. Sebab, kini 90 persen transaksi nasabah telah dilakukan melalui beragam channel digital yang disediakan.

Group Head of Digital Banking Mandiri Syariah, Riko Wardhana, per November 2018, pendapatan nonbunga atau fee based income dari channel digital (e-channel) sudah mencapai Rp 170 miliar. Dengan begitu, kontribusi e-channel terhadap total fee based income Mandiri Syariah telah menembus 20 persen.

"Sampai akhir tahun ini kita perkirakan fee based income dari e-channel sekitar Rp 175 miliar," ujar Riko kepada wartawan di Jakarta, Senin, (26/11). Menurutnya, potensi transaksi melalui e-channel akan semakin besar tahun depan.

Saat ini saja, kata dia, transaksi lewat kantor cabang hanya sekitar 10 persen. "Investasi kita sebanyak 30 sampai 40 persen akan lebih dominan ke pengembangan digital," tuturnya.

Direktur Technology & Operation Mandiri Syariah Achmad Syafii menambahkan, sampai November tahun ini volume transaksi digital perseroan mencapai 80 juta. "Nilainya saya tidak ingat, tapi nilai transaksi digital lebih besar daripada transaksi di cabang, karena volume transaksinya pun lebih besar," jelasnya pada kesempatan serupa.

Sepanjang 2018, kata dia, Mandiri Syariah telah berinvestasi sekitar Rp 150 miliar untuk pengembangan layanan digital. Anak usaha Bank Mandiri ini pun mengaku, tahun depan jumlah investasi ke digital akan ditingkatkan.

"Sekarang sedang disusun kita akan tingkatkan terkait digital. Kita sedang ajukan ke komisaris, yang pasti jumlahnya tumbuh," ujar Syafii.

Lebih lanjut, ia menuturkan, melalui pengembangan channel digital, perseroan berharap dapat menarik nasabah milenial. "Hingga saat ini, nasabah milenial kita yang tercatat sekitar 23 persen. Jadi ini upaya ekstensifikasi customer kita," tambahnya.

Meski begitu, Syafii menegaskan, layanan digital Mandiri Syariah tidak hanya ditujukan bagi milenial. Melainkan untuk semua nasabah perseroan agar bisa menikmatinya juga.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DJrw09
November 26, 2018 at 04:33PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DJrw09
via IFTTT
Share: