Showing posts with label 2018 at 06:54PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 06:54PM. Show all posts

Tuesday, December 25, 2018

Pupuk Nonsubsidi akan Dijual di BUMN Shop

BUMN Shop menjadi salah satu upaya memutar roda perekonomian di desa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah meresmikan BUMN Shop di Sukabumi, Jawa Barat. BUMN Shop tersebut dibuat bekerja sama dengan tujuh perusahaan BUMN, salah satunya PT Pupuk Indonesia (Persero). 

Corporate Communication Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan, akan menjual produk ritel dari Pupuk Indonesia Group. Khususnya, produk-produk Pupuk Indonesia yang merupakan nonsubsidi. "Misalnya pupuk Nitrea, NPK, Jeranti, Bion-Up, dan lainnya," kata Wijaya kepada Republika.co.id, Selasa (25/12). 

Dikatakan Wijaya, semua produk pupuk nonsubsidi tersebut pada dasarnya memang yang wilayah pemasarannya di Jawa Barat. Saat ini, sudah terdapat 15 BUMN Shop yang beroperasi di desa tertinggal yang ada di Sukabumi. 

Dia menegasakan, tugas Pupuk Indonesia pada dasarnya memang untuk memasok pupuk di toko-toko tersebut. "Soal jumlahnya, itu nanti tergantung kebutuhan dan permintaan di daerah tersebut," tutur Wijaya. 

Wijaya menilai, dengan adanya BUMN Shop menjadi salah satu upaya memutar roda perekonomian di desa-desa. Dengan adanya BUMN Shop, dia mengharapkan, masyarakat bisa terbantu, khususnya untuk pasokan pupuk yang lebih baik. 

Dalam operasional BUMN Shop, Kementerian BUMN juga bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Selain Pupuk Indonesia, ketujuh perusahaan BUMN yang berkontribusi yaitu Bank BNI, Pertamina, PPI, Kimia Farma, Bulog, dan Telkom Indonesia. 

Menteri BUMN Rini Soemarno mentargetkan, sebanyak 176 outlet BUMN Shop akan dibuka di Sukabumi sampai Januari 2019. "Di Jawa Barat sendiri, rencananya akan ada 500 BUMN Shop yang hadir di setiap Desa dan ditargetkan bisa tercapai pada Maret 2019," kata Rini usai meresmikan BUMN Shop di Sukabumi akhir pekan kemarin. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Cz24cU
December 25, 2018 at 06:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Cz24cU
via IFTTT
Share:

Thursday, December 20, 2018

Nol Rupiah Gaji Guru Paud di Kepulauan Seribu

Ketua Himpaudi DKI Jakarta, Yufi Natakusumah

Foto: Republika TV/Wisnu Aji Prasetiyo
EMBED
Kuasa hukum Himpaudi, Yusril Ihza Mahendra akan segera melakukan judicial review.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka menuntut agar adanya kesetaraan tunjangan bagi para guru Paud non-formal.

Ketua Himpaudi DKI Jakarta, Yufi Natakusumah mengaku para guru Paud hanya mendapatkan bayaran sekitar Rp. 300 ribu/bulan. Bahkan, menurut dia, di Kepulauan Seribu para guru Paud tidak dibayar.

Terkait hal tersebut, kuasa hukum Himpaudi, Yusril Ihza Mahendra menegaskan akan segera melakukan judicial review agar ada keadilan untuk para guru Paud non-formal.

Berikut video lengkapnya.

  • Videografer & Video Editor:
  • Wisnu Aji Prasetiyo

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2R7Qspn
December 20, 2018 at 06:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2R7Qspn
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

Semua Pasar di Solo Terapkan Retribusi Elektronik pada 2020

Dari 44 pasar tradisional di Solo, baru 14 yang menerapkan retribusi elektronik.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Semua pasar tradisional di Kota Solo ditargetkan menerapkan pembayaran retribusi secara elektronik atau e-retribusi pada 2020. Saat ini sudah ada 14 pasar yang menerapkan pembayaran retribusi secara elektronik.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Subagiyo, mengatakan, penerapan retribusi elektronik sudah diterapkan sejak 2016. Dari 44 pasar tradisional di Solo, baru 14 yang menerapkan retribusi elektronik.

Sebanyak 14 pasar tersebut di antaranya, Pasar Gede, Pasar Burung Depok, Pasar Singosaren, Pasar Klewer, Pasar Harjodaksino, Pasar Gading, Pasar Tanggul, Pasar Sangkrah, Pasar Nusukan, Pasar Jongke, Pasar Gilingan, Pasar Kadipolo dan Pasar Ayu. Kemudian, Pemkot akan menambah lima pasar lagi untuk diterapkan retribusi elektronik, antara lain, Pasar Kembang, Pasar Penumping, Pasar Mojosongo, Pasar Jebres dan Pasar Sibela.

"Jadi akhir Desember ini sudah 19 pasar yang menerapkan e-retribusi. Kemudian tahun 2020 semua sudah e-retribusi," kata Subagiyo kepada wartawan, Kamis (13/12).

Menurutnya, terdapat dampak cukup signifikan setelah penerapan e-retribusi di sejumlah pasar tersebut. Dampak peningkatan terutama dari sisi efisiensi yang antara lain mencakup tenaga kerja, material, dan efisiensi waktu.

"Kemudian berkaitan dengan kepercayaan masyarakat kepada petugas karena tidak ada lagi yang bisa dikorupsi. Di sini membangun revolusi mental untuk tidak berbuat korupsi," paparnya.

Dari sisi pemasukan yang diterima Pemkot dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga mengalami peningkatan. Subagiyo menyebut peningkatannya hampir 20 persen. Pemkot menargetkan PAD dari retribusi pasar dalam satu tahun mencapai Rp 23 miliar. Tahun-tahun sebelum penerapan e-retribusi, PAD yang diterima hanya sekitar Rp 18 miliar. "Tapi dengan sepeti ini bisa mencapai Rp 20 miliar lebih. Ada peningkatan sekitar 15-20 persen dari ketidakdisiplinan," ujarnya.

Di samping menerapkan e-retribusi, Pemkot juga akan menerapkan pembayaran nontunai dalam berbelanja di pasar tradisional. Pembayaran nontunai meggunakan bisa menggunakan e-payment, e-money, maupun barcode. Hal itu akan mengikuti perbankan yang bakal digandeng Pemkot.

Pembayaran elektronik pada tahap awal bakal menyasar beberapa pasar yang pembelinya kalangan menengah ke atas, di antaranya, Pasar Gede dan Galabo. Sebab, kalau di pasar tradisional dikhawatirkan belum sukses karena masih proyek percontohan (pilot project).

"Kami menghadirkan perbankan agar perbankan membimbing pedagang dan masyarakat agar pembayaran nontunai menjadi program pemerintah," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BdXtLf
December 13, 2018 at 06:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BdXtLf
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 5, 2018

Istaka Karya: 28 Pekerja Distrik Yigi Murni Orang Sipil

TPNPB melakukan serangan berbarengan dengan peringatan proklamasi Papua Merdeka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Istaka Karya selaku pihak kontraktor pembangunan jembatan Trans-Papua menyatakan, 28 orang pekerja yang ditugaskan di Distrik Yigi merupakan warga sipil. Sekretaris PT Istaka Karya, Yudi Kristianto menegaskan, tidak ada unsur TNI-Polri yang dipekerjakan dalam pembangunan jembatan Kali Yigi dan Kali Aurak.

"Mereka semua 28 orang dari sipil, murni pekerja profesional di bidang konstruksi. Tidak ada dari unsur TNI-Polri satupun," katanya kepada Republika.co.id melalui sambungan telepon, Rabu (12/5).

Yudi juga menyampaikan, proyek pekerjaan jembatan Trans-Papua di Kabupaten Nduga sudah berjalan sejak tahun 2016. Untuk pekerjaan di Distrik Yigi sendiri, baru digarap sekitar enam hingga delapan bulan terakhir.

Selama pekerjaan jembatan itu, kata Yudi, belum pernah ada laporan dari pegawai PT Istaka Karya yang mendapat intimidasi dari pihak manapun. Untuk pekerjaan di sana belum pernah ada (gangguan). Untuk pelaksanaan pekerjaan disana sampai saat ini belum pernah mengalami gangguan apalagi sifatnya seperti ini," ujarnya.

Sebelumnya, pihak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) atau dikenal juga dengan TPN/OPM mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan pekerja di Kabupaten Nduga pada Ahad (2/12) lalu. Aksi itu disebut telah direncanakan melalui pengintaian sejak tiga bulan lalu.

“Panglima Daerah Militer Makodap III Ndugama bertanggung jawab terhadap penyerangan sipur pekerja jembatan Kali Aworak, Kali Yigi, dan Pos TNI Distrik Mbua,” kata Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom dalam lansiran yang dikirimkan ke Republika, Rabu (5/12).

Sebelumnya, pihak TNI/Polri melaporkan, sebanyak 31 pekerja jembatan di jalur Trans-Papua di Distrik Yigi, Nduga, dibantai selepas perayaan proklamasi Papua Merdeka pada Ahad (2/12). Belakangan, jumlah yang meninggal diralat menjadi 19 orang.

Menurut keterangan pihak TNI, sebanyak 25 pekerja PT Istaka Karya tersebut digiring ke Gunung Kabo dan ditembaki. Dari jumlah itu, enam di antaranya berhasil melarikan diri. Selepas insiden tersebut, Pos TNI Distrik Mbua diserang dan seorang anggota TNI gugur.

Menurutnya, kelompok yang melakukan penyerangan dipimpin Egianus Kogoya. Sedangkan, operasi penembakan terhadap para pekerja dipimpin Pemne Kogoya.

“Operasi di Kali Aworak, Kali Yigi, Pos TNI Distrik Mbua kami yang lakukan dan kami siap bertanggung jawab. Penyerangan ini dipimpin Panglima Daerah Makodap III Ndugama Tuan Egianus Kogeya dan komandan operasi Pemne Kogeya,” kata Sebby mengutip keterangan yang ia dapat dari lapangan.

Menurut dia, anggota TPNPB di lapangan melakukan pemantauan selama tiga bulan lebih. Mereka kemudian mengambil kesimpulan bahwa para pekerja di Kali Aworak, Kali Yigi, dan Pos TNI Distrik Mbua adalah kesatuan kerja.

“Karena kami tahu bahwa yang berkerja selama ini untuk jalan Trans-Papua dan jembatan-jembatan yang ada sepanjang jalan Habema-Juguru-Kenyam-Batas Batu adalah murni anggota TNI,” kata dia.

Setelah pemantauan itu, pasukan TPNPB melakukan serangan berbarengan dengan  peringatan proklamasi Papua Merdeka pada 1 Desember. “Sasaran serangan kami tidak salah. Kami tahu mana pekerja sipil atau tukang biasa dan mana pekerja anggota TNI walaupun mereka berpakaian sipil atau preman.”

Sebby juga menuturkan, penyerangan Pos TNI Distrik Mbua yang menewaskan seorang anggota TNI pada Senin (3/12) dilakukan tanpa bantuan warga sipil, seperti yang sempat diklaim TNI/Polri. “Kami pimpinan sampai anggota TPNPB Komando Nasional punya kode etik perang revolusi. Kami tidak akan berperang melawan warga sipil yang tidak seimbang dan sepadan,” kata Sebby mengklaim.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan Kapolri dan Panglima TNI untuk mengejar dan menangkap para pelaku penembakan terhadap 19 pekerja pembangunan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12).

"Saya juga telah memerintahkan pada Panglima TNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku tindakan biadab tersebut," ujar Jokowi.

Saat ini, lanjut Jokowi, Panglima TNI dan Wakapolri telah berada di Papua guna menangani aksi penyerangan dan penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata di Papua. Presiden pun menyampaikan dukacitanya terhadap para korban pembantaian.

"Dan saya atas nama rakyat bangsa dan negara menyampaikan rasa dukacita yang mendalam kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan," tambahnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ARrSis
December 05, 2018 at 06:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ARrSis
via IFTTT
Share: