Showing posts with label 2018 at 09:54PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 09:54PM. Show all posts

Friday, December 28, 2018

Sistem Rudal Baru Rusia 27 Kali Lebih Cepat dari Suara

Kecepatan rudal membuatnya tidak mungkin bisa dicegat.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Senjata strategis baru Rusia, Avangard hypersonic glide vehicle, akan membuat sistem pertahanan rudal manapun menjadi tidak berguna. Menurut Wakil Perdana Menteri Rusia Yuri Borisov, sistem peluncur rudal ini memiliki kecepatan 27 kali lebih tinggi dibandingkan dengan kecepatan suara, sehingga tidak mungkin bisa dicegat.

"Senjata baru itu pada dasarnya membuat sistem pertahanan rudal menjadi tidak berguna," kata Borisov, Kamis (27/12), dikutip ABC News.

Borisov berbicara sehari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengawasi uji coba Avangard yang sukses dan meyakinkan. Putin menyebutnya sebagai jaminan keamanan Rusia yang dapat diandalkan selama beberapa dekade mendatang.

Dalam uji coba yang dilakukan pada Rabu (26/12), senjata itu diluncurkan dari pangkalan rudal Dombarovskiy di Pegunungan Ural selatan. Kremlin mengatakan mereka berhasil mencapai target latihan di jarak tembak Kura di Kamchatka sejauh 6.000 kilometer.

Kementerian Pertahanan Rusia merilis rekaman dari uji coba peluncuran itu. Rudal balistik dapat terlihat meledak di tengah awan, tetapi gambar dari Avangard belum dirilis. Putin mengatakan Avangard akan digunakan militer bersama dengan Russian Strategic Missile Forces tahun depan.

Uji coba itu dilakukan di tengah ketegangan antara Rusia dan AS terkait krisis Ukraina, perang di Suriah, dan tuduhan campur tangan Moskow dalam pemilihan presiden AS 2016. Sergei Ivanov, mantan menteri pertahanan Rusia, mengatakan Avangard terus-menerus mengubah arah dan ketinggian ketika terbang melintasi atmosfer. Dia menekankan, senjata ini tidak seperti hulu ledak nuklir sebelumnya yang dipasang pada rudal balistik antarbenua yang mengikuti lintasan dan dapat diprediksi, sehingga memungkinkannya untuk dapat dicegat.

Avangard meluncur secara zigzag pada jalurnya menuju target. Sehingga tidak mungkin dapat memprediksi lokasi di mana senjata itu akan jatuh.

Ivanov, yang sekarang menjabat sebagai penasihat Putin, mengatakan Avangard dapat dipasang pada rudal balistik antarbenua UR-100UTTKh buatan Soviet, yang diberi nama kode SS-19 Stiletto oleh NATO. Dia mencatat, Rusia memiliki persediaan beberapa lusin rudal semacam itu, yang berada dalam kondisi pabrik dan tidak diisi dengan bahan bakar.

"The Avangard telah menelan biaya ratusan kali lebih murah daripada yang dikeluarkan AS untuk pertahanan rudalnya," kata Ivanov.

Dia menjelaskan, Rusia mulai mengembangkan Avangard setelah AS  menarik diri dari Anti-Ballistic Missile Treaty 1972 pada 2002. Setelah itu AS mulai mengembangkan sistem pertahanan terhadap rudal balistik.

Moskow khawatir pertahanan rudal AS bisa mengikis pencegah nuklirnya. Putin mengumumkan pada 2004 bahwa Rusia sedang mengerjakan senjata hipersonik baru.

Ivanov teringat ketika para pejabat Rusia memperingatkan rekan-rekan mereka di AS tentang program senjata baru pada saat itu, para pejabat Amerika secara terbuka skeptis tentang kemampuan Rusia untuk melaksanakan rencananya.

"Kami tidak terlibat dalam keributan, kami hanya memastikan keamanan kami selama beberapa dekade mendatang," ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Sr9lAP
December 28, 2018 at 09:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Sr9lAP
via IFTTT
Share:

Saturday, December 8, 2018

Mitra Kukar Juga Termotivasi Bermain di SUGBK

Mitra Kukar siap mengeluarkan kemampuan terbaik hadapi Persija

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih klub sepak bola Mitra Kukar Rahmad Darmawan menyebut timnya senang bisa bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. SUGBK menjadi arena Mitra Kukar menghadapi tuan rumah Persija Jakarta pada laga terakhir atau pekan ke-34 Liga 1 Indonesia, Ahad (9/12), mulai pukul 15.30 WIB.

"Sebenarnya sejak awal kami memang ingin bermain di stadion utama. Sebuah kebanggaan bagi pemain dapat berlaga di sana," kata Rahmad Darmawan, Sabtu (8/12).

Karena itulah, dia melanjutkan, timnya tidak mempermasalahkan ketika arena pertandingan melawan Persija digeser dari awalnya Stadion Patriot, Bekasi, menjadi ke SUGBK.

Sebelumnya, rencana untuk menggunakan SUGBK oleh Persija di pekan terakhir Liga 1 hampir tidak terwujud karena stadion bersejarah itu menyelenggarakan kegiatan ibadah sehari sebelum pertandingan atau Sabtu (8/12).

Situasi tersebut membuat Mitra Kukar maupun Persija tidak dapat menggelar latihan resmi (official training) di SUGBK sehari sebelum pertandingan. Latihan resmi kedua tim berlangsung di Lapangan sepak bola A Gelora Bung Karno, Jakarta.

"Soal latihan resmi ini mungkin menjadi masalah, tetapi kami memakluminya. Kami sangat mengerti kegiatan di SUGBK sampai malam," tutur Rahmad.

Rahmad sendiri menyadari laga melawan Persija, sang pimpinan klasemen, akan berjalan ketat. Selain karena Persija sangat ingin menang agar menjadi juara Liga 1 musim 2018, keberadaan lebih dari 65 ribu suporter Persija, The Jakmania diperkirakan juga akan menjadi masalah.

Namun, pelatih berusia 52 tahun itu sudah mengantisipasi kemungkinan skuatnya tertekan karena dukungan The Jakmania kepada Persija.

"Saya selalu mengingatkan kepada pemain untuk menikmati pertandingan agar mereka dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Target pun tak perlu dijadikan beban, yang penting semangat dan fokus dari awal sampai akhir pertandingan," tutur Rahmad.

Pemain Mitra Kukar Dedi Gusmawan juga menegaskan dirinya dan tim siap mengeluarkan kemampuan terbaik di laga kontra Persija.

Setiap orang di Mitra Kukar bertekad mengalahkan Persija agar terlepas dari jeratan zona degradasi. Sampai pekan ke-33, Mitra Kukar baru mengumpulkan 39 poin dan berada di peringkat 14 klasemen Liga 1, dua tingkat di atas wilayah turun kasta. Poin Mitra Kukar itu sama dengan tiga tim di bawahnya masing-masing Perseru, Sriwijaya FC dan PS Tira.

"Kami siap menghadapi partai final besok," tutur Dedi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QEpB3X
December 08, 2018 at 09:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QEpB3X
via IFTTT
Share:

Thursday, November 22, 2018

Prabowo Prediksi Jakarta Tenggelam, Anies Enggan Komentar

Anies menegaskan telah menyiapkan sejumlah program dan enggan menanggapi ramalan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan mengomentari pernyataan calon presiden Prabowo Subianto soal ramalan Ibu Kota akan tenggelam pada tahun 2025. Anies mengatakan akan menuntaskan pembangunan tanggul raksasa atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

"Saya enggak komentar soal ramalan. Saya menyiapkan tentang program yang memang sudah direncanakan oleh pemerintah. Jadi itu tugas saya bekerja di situ untuk menyiapkan program untuk mengatasi berbagai masalah yang ada," kata Anies di Jakarta, Kamis.

Disinggung mengenai penurunan kawasan pesisir Jakarta, Anies mengakui adanya penurunan tanah cukup signifikan. Yang disebutnya karena banyak penduduk memanfaatkan air tanah untuk kebutuhan sehari-hari, sementara air pengganti (air hujan) penyerapannya terhambat karena terhalang semen, aspal serta beton bangunan.

Hal itu juga yang menjadi latar belakang Anies menggalakkan program drainase vertikal baru-baru ini. "Proses penurunan tanah tidak bisa didiamkan begitu saja. Selama pengambilan air tanah terus dilakukan dan air tidak dimasukkan ke dalam tanah maka kita juga akan merasakan penurunan. Itu sebabnya mengapa sekarang kita masif menyiapkan drainase vertikal," kata Anies.

Program drainase vertikal atau sumur resapan, ditujukan sebagai wadah penampungan air saat musim penghujan yang diharapkan dapat mengisi kembali air tanah saat musim penghujan tiba dengan menyalurkannya langsung ke dalam tanah. Selain itu, Anies juga akan meneruskan program pemerintah pusat dengan membangun tanggul raksasa di pantai pesisir utara Jakarta yang bernama National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

"Di sana dibangun program NCICD yang dengan pemerintah pusat untuk tanggul yang berada di pantai dan itu akan kami teruskan, kami akan tuntaskan, harapannya untuk menjaga, mengamankan," ungkap Anies.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menyebut bahwa air di laut utara Jakarta akan mencapai Bundaran Hotel Indonesia di Jakarta Pusat pada tahun 2025 yang disebutnya berdasarkan prediksi United Nations (UN) atau Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

"Air laut di bagian utara Jakarta meninggi, UN memprediksi, diperkirakan air di Tanjung Priok pada 2025 akan sampai pada Hotel Kempinski, Hotel Grand Hyatt, Bundaran HI," ujar Prabowo saat menjadi pembicara dalam acara Indonesia Economic Forum 2018, di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Rabu (21/11).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Qg70Lj
November 22, 2018 at 09:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Qg70Lj
via IFTTT
Share: