Showing posts with label 2018 at 07:55PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 07:55PM. Show all posts

Friday, December 28, 2018

Dijatuhi Sanksi, BS Nilai Keputusan PSSI Janggal

Ia belum pernah diajak komunikasi sekali pun dengan Komdis PSSI terkait kasus ini.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Manajer Persekam Metro FC, Bambang Suryo (BS) tak menerima sanksi yang diberikan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Keputusan larangan dirinya terlibat dalam sepak bola seumur hidup dianggapnya terasa janggal.

"Saya tidak terima sanksi seumur hidup itu. Saya rasa ini janggal ya," kata mantan pengatur skor itu saat ditemui wartawan di Jalan Surabaya, Kota Malang, belum lama ini.

Kejanggalan ini, kata BS, karena berkaitan dengan percobaan penyuapan bersama PSN Ngada. BS sempat mengajak kerja sama pihak terkait agar dapat lolos dari lingkaran degradasi Liga 3 Indonesia. Tawaran yang diberikan yakni sama-sama menyumbang uang suap sekitar Rp 100 juta untuk satu oknum pengatur skor.

"Kasus saya di sini kan menurut mereka ada percobaan untuk mengajak (patungan untuk lolos) ke Ngada kan? Padahal 2015 itulah kasus saya yang match fixing-nya," jelas BS.

Di sisi lain, BS mengaku belum pernah diajak komunikasi sekali pun dengan Komdis PSSI terkait kasus ini. Ia juga merasa belum menerima surat panggilan pemeriksaan. Dalam hal ini, BS belum mengikuti sidang sama sekali dengan pihak tersebut.

Saat ditanyai langkah yang akan diambil, BS mengaku akan membicarakan terlebih dahulu dengan rekanannya. Kemungkinan besar ia akan melakukan banding atau somasi kepada Komdis PSSI. Hal yang pasti, ia tidak menerima keputusan PSSI yang dianggap aneh tersebut.

BS menerangkan, informasi sanksi tersebut bukan dari Komdis PSSI. Laporan ini justru muncul dari grup-grup media sosial wasit, pemain, dan wartawan sepak bola. "Malah mereka mempertanyakan, 'sudah terima?'. Ya saya jawab, 'saya belum terima'. Kaget juga saya," jelasnya.

Komdis PSSI menghukum Manajer Persekam Metro FC, Bambang Suryo, dengan larangan beraktivitas dalam ruang lingkup sepak bola Indonesia seumur hidup. Komdis PSSI menyatakan Bambang Suryo melakukan tingkah laku buruk pada pertandingan PSN Ngada versus Persekam Metro FC pada 26 November lalu di kompetisi Liga 3. Bambang Suryo disebut berupaya menyuap tim PSN Ngada.

Sanksi ini menjadi yang kedua bagi Bambang Suryo. Pada 2015, pria yang akrab dipanggil BS itu pernah dihukum larangan beraktivitas dalam lingkungan sepak bola PSSI selama seumur hidup. Hukuman ini muncul karena skandal yang sama, yakni pengaturan skor.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GJDSbZ
December 28, 2018 at 07:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GJDSbZ
via IFTTT
Share:

Monday, December 3, 2018

Mendekap Ukhuwah untuk Suku Anak Dalam

Masyarakat berduyun datang ke mushala untuk shalat maghrib berjamaah.

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh Irwan Kelana

Senja mulai disambut malam. Bunyi jangkrik dan binatang hutan pun terdengar bersahutan. Tim Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) dan Insan Madani akhirnya sampai juga di perkampungan Suku Anak Dalam (SAD) yang berada dalam wilayah Desa Sungai Lingkar, Kecamatan Muaro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.

Tim merasakan perjalanan yang cukup menantang dan memacu adrenalin untuk sampai ke wilayah yang dihuni suku asli Jambi ini, awal November lalu. Siaran pers Cordofa yang diterima Republika, Jumat (30/11) menyebutkan, setidaknya butuh enam jam perjalanan dari Kota Jambi.

Para dai menggunakan kendaraan roda dua atau empat untuk bisa mencapai kampung yang dihuni sekitar 35 kampung keluarga (KK) dengan 145 Jiwa ini. Semua penduduk kampung itu sudah menjadi Muslim.

"Mobil offroad dan motor trail menjadi andalan rombongan untuk dapat melewati jalan tanah nan berlumpur. Berulang kali ban mobil mengalami selip dan motor terjatuh. Setelah menyeberangi sungai dan melewati hutan, akhirnya sampai juga di kawasan tersebut," kisah Hardy Agusman, dari Cordofa, Jakarta.

Hardy menambahkan, rasa letih serasa hilang ketika melihat senyum semringah anak-anak SAD yang antusias mengaji di mushala. Tidak hanya anak-anak, masyarakat pun berkumpul untuk bertemu sapa dengan rombongan.

"Kehadiran kami di sini untuk silaturahim dan berbagi kebahagiaan kepada ibu, bapak serta adik-adik. Selain membawa makanan, ada donasi sepatu dari PERMITHA (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand) dan Sahabat Cita. Semoga berkah untuk para donatur," ucap Hendra dari Insan Madani dalam sambutannya.

Masyarakat SAD berduyun datang ke mushala untuk shalat maghrib berjamaah. Seusai shalat, tausiyah dan shalawat menjadi rutinitas untuk menguatkan keimanan. Pemandangan indah dalam dekapan ukhuwah.

Hardy melihat, masyarakat SAD hidup dalam keterbatasan, terutama untuk menopang kebutuhan hidup sehari-hari. "Dulu, setiap kami lapar, kami tinggal berburu (babi) yang banyak berkeliaran. Namun, setelah kami bersyahadat, kami tahu kalau itu dilarang. Makanya, makin besar ujian hidup kami, Pak," curahan Maris yang merupakan ketua adat.

Hardy mengaku terharu melihat dan merasakan perjuangan warga SAD dalam mempertahankan keimanan di tengah keterbatasan. "Kami belum tentu sanggup melewatinya. Mungkin ini cara Allah menunjukkan kuasanya, agar kita peduli sesama," ujar Hardy.

Hardy menjelaskan, potensi di Desa Sungai Lingkar cukup baik. Menurut dia, tanah yang subur dan Sekolah Rimba menjadi potensi yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan masa depan pendidikan anak-anak. n ed: a syalaby ichsan

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ALNwUZ
December 03, 2018 at 07:55PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ALNwUZ
via IFTTT
Share: