Showing posts with label 2019 at 11:24PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 11:24PM. Show all posts

Saturday, May 18, 2019

Promo Ojek Online Berpotensi Buat Persaingan tak Sehat

Perang promo ojek online disebut berpotensi buat persaingan tidak sehat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perang promo yang membuat kebijakan tarif ojek online (Ojol) seolah tidak berlaku kian meresahkan. Kekhawatiran juga ikut dirasakan perusahaan aplikator baru yang masuk dalam industri ini.

“Tarif promo besar-besaran pada dasarnya tidak baik untuk mendewasakan pasar. User (konsumen) dimanjakan dengan harga murah sehingga ke depan tidak bagus. Ini akan menjadi predatory pricing yang dampaknya saling membunuh,” ujar CEO Bonceng Faiz Noval, Sabtu (18/5).

Bonceng yang merupakan salah satu pelaku di industri ride-hailing Indonesia turut berharap terciptanya iklim bisnis yang sehat. Dengan begitu peluang berkompetisi dan bertumbuh dalam jangka panjang semakin terbuka. 

Namun gencarnya tarif promo ojol seperti dilakukan salah satu provider saat ini, menurut Faiz, berpotensi besar memicu persaingan tidak sehat di bisnis transportasi online. Jika pemain besar dengan modal kuat saja bisa terdampak, apalagi pelaku berskala usaha lebih kecil.

Maka Faiz berharap pemerintah membatasi tarif promo yang dilakukan oleh aplikator. Intervensi tersebut perlu dilakukan regulator salah satunya supaya penetapan tarif ojol melalui Permenhub 12/2019 tetap berfungsi sebagaimana mestinya. 

“Pemerintah mesti melihat ini dari sisi aturan. Tarif promo dilakukan untuk membatasi tarif promo pada minimal angka yang telah ditentukan oleh pemerintah. Kalau tidak maka aturan tarif tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya,” dia menjelaskan. 

Faiz beranggapan perang tarif promo secara jor-joran kali ini tak lain hanya sebuah ambisi untuk mendominasi pasar. Ia khawatir jika tarif promo besar-besaran tidak segera diatur maka hanya akan menciptakan monopoli pasar. 

“Apabila aksi ini terus dilakukan maka akan saling mematikan. Kalau kompetitor semuanya mati maka hanya akan ada satu pemain yang menguasai pasar sehingga harga tidak bisa dikontrol,” Faiz mengingatkan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YxRoDq
May 18, 2019 at 11:24PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YxRoDq
via IFTTT
Share:

Wednesday, February 20, 2019

Gubernur Sulsel Perkenankan Green Highland Barru

Green Highland ini menawarkan pemandangan eksotis dengan padang rumput yang luas.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Abdullah memperkenalkan "Green Highland" yang merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Barru, Sulsel. "Green Highland ini menawarkan pemandangan eksotis dengan padang rumput yang luas," kata Nurdin yang menghadiri Hari Jadi Kabupaten Barru, Rabu (20/2).

Dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut (dpl), Nurdin mengatakan, Green Highland yang berlokasi di Lappa Loana Desa Harapan Kecamatan Tanete Riaja itu memberikan pesona tersendiri. Selain keindahan pemandangan alam, tempat itu juga dilengkapi wahana flying fox sepanjang 2.770 meter. Kawasan wisata ini juga dilengkapi dengan gazebo, serta menjadi lokasi camping ground, mountain bike, dan uno stone.

Nurdin mengatakan, keberadaan sejumlah fasilitas itu memberikan pilihan bagi wisatawan untuk datang dan menikmati keindahan objek wisata di sana. "Sebuah daerah yang cukup sejuk, banyak potensi yang bisa

dikembangkan," kata Nurdin

Untuk mendukung pengembangan pariwisata, pembangunan infrastruktur terus digenjot. Di antaranya Pelabuhan Garongkong yang dapat menjadi jantung percepatan pembangunan, apalagi posisi Barru sebagai wilayah perlintasan akan mendukung pariwisata dan dunia usaha.

"Inilah salah satu alasan meletakkan rest area di Kabupaten Barru karena sepanjang 84 Km kawasan pantai Barru juga cantik. Untuk itu, dunia usaha didorong untuk membangun di Barru agar di daerah ini bisa muncul usahawan-usahawan baru," harap Nurdin.

Di hadapan warga Barru, Nurdin mengakui dia memiliki kedekatan dengan daerah ini. "Jujur saya ini KKN di daerah Wiringtasi, saya punya hutang budi untuk Kabupaten Barru dan kebetulan kakek laki-laki dari ibu saya orang Nepo, Barru," ucapnya disambut tepuk tangan.

Sementara itu Bupati Barru Suardi Saleh, mengatakan kekayaan potensi alam yang ada di Kabupaten Barru dapat menjadi daerah terkemuka di Sulsel. Suardi menambahkan dengan semangat Yasseberrui akan menghadirkan pembangunan yang luar biasa dan karya yang baik yang untuk menjadi warisan kepada generasi yang akan datang.

"Melalui peringatan hari jadi Kabupaten Barru ini, kita membangun formula dengan memperhatikan nilai kekinian tanpa melupakan masa lalu," kata Suardi Saleh.

Ia juga mengapresiasi penunjukkan Kabupaten Barru sebagai lokasi pembangunan rest area dan pembangunan jalan poros Takkalasi-Soppeng yang telah lama ditetapkan sebagai jalan provinsi Sulsel. "Kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih atas pengalokasian berbagai bantuan di Barru," kata dia.

Pada kesempatan itu Suardi memaparkan program dan capaian hasil pembangunan di Barru, di antaranya pendapatan perkapita sebesar Rp 34,47 juta pada 2017 menjadi Rp 37,14 per kapita pada 2018. Sementara indeks pembangunan manusia meningkat dari 69,56 tahun 2017 menjadi 69,73 tahun 2018.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ShCIou
February 20, 2019 at 11:24PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ShCIou
via IFTTT
Share:

Saturday, February 16, 2019

Pengamat: Jokowi Angkat Infrastruktur, Prabowo Incar Pangan

Gaya masing-masing calon dinilai tak perlu diubah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai, dalam debat kedua Pilpres 2019 isu pangan akan menjadi topik yang paling banyak dibahas. Sebab, menurut dia, isu tersebut memiliki beberapa titik kelemahan bagi Jokowi dan menjadi isu yang cukup dikuasai oleh Prabowo.

"Saya kira sektor pangan (akan paling banyak dibahas) karena selain banyak titik lemah, Prabowo itu agak sedikit menguasai isu pangan karena dia (pernah menjabat) Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia atau HKTI," ujar Karyono saat ditemui Republika.co.id di Menteng, Jakarta, Sabtu (16/2).

Di sisi lain, menurut Direktur Eksekutif IPI itu, isu infrastruktur juga akan menjadi topik berikutnya yang mendapat porsi cukup banyak dalam debat kedua. Karena bagi Jokowi hal itu merupakan sebuah keberhasilan.

"Tapi bagi Prabowo, maka dia harus mendelegitimasi keberhasilan itu dengan cara mempertanyakan, biayanya dari mana. Biayanya dari utang, lalu akan mengangkat isu kebocoran (dana) di situ. Menariknya di situ," imbuhnya.

Tetapi, lanjutnya, semua isu akan menjadi menarik kalau kedua capres itu berdebat didukung dengan data. Selain itu, komunikasi yang terjadi di antara keduanya juga harus lepas. Artinya, komunikasi saat debat tidak perlu tegang atau kaku.

"Oleh karena itu, tim konsultan keduanya dan juga moderator memiliki peranan yang strategis. Bagaimana peran moderator menghidupkan suasana debat supaya lebih menarik," paparnya.

Lalu peran tim konsultan atau pemenangan masing-masing capres, kata dia, tidak perlu mengubah gaya komunikasi kedua capres tersebut. Karena baik Jokowi maupun Prabowo memiliki persamaan dalam gaya komunikasi, yaitu keduanya tidak bisa terlalu di-frame atau diatur.

"Keduanya sebenarnya punya karakteristik komunikasi yang natural atau alami. Sehingga yang jadi penting adalah kontennya," ucap Karyono.

Selain itu, ia berpendapat, keduanya juga perlu mempersiapkan pemanfaataan waktu yang terbatas secara efektif. Sehingga tidak perlu diberikan banyak informasi dan data. "Nanti malah jadi membingungkan keduanya, malah jadi kaku, enggak menarik," tuturnya.

Dia juga menambahkan, sebagai challenger atau penantang, Prabowo tidak hanya menyerang Jokowi dengan data yang ada. Tetapi juga harus menyiapkan solusi yang rasional. Sementara itu, sebagai pejawat, menurut Karyono, Jokowi juga harus bisa mengantisipasi kira-kira serangan seperti apa yang akan dilempar oleh kubu Prabowo.

"Misalnya, impor pangan, karena kan masuk dalam tema debat. Nah, impor pangan kemungkinan besar akan diangkat oleh Prabowo dalam debat dengan pertanyaan-pertanyaan 'kenapa masih impor pangan?' ucap Karyono.

Seperti diketahui debat kedua Pilpres 2019 akan mempertemukan kedua capres, yakni Jokowi dan Prabowo. Debat yang akan berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (17/2) itu mengangkat tema pangan, energi, lingkungan hidup, dan infrastruktur.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2N83U86
February 16, 2019 at 11:24PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2N83U86
via IFTTT
Share: