Showing posts with label 2019 at 10:34PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 10:34PM. Show all posts

Saturday, April 20, 2019

Guardiola Sebut De Bruyne Absen saat Bentrok Lawan MU

Pelatih Manchester City Pep Guardiola menyatakan De Bruyne akan absen kala melawan MU

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Pelatih Manchester City Josep Guardiola menyatakan pemain andalannya Kevin de Bruyne akan absen pada laga tengah pekan menghadapi Manchester United (MU). De Bruyne mengalami cedera pascabentrok antara Manchester City dan Tottenham Hotspur.

Sempat unggul melalui gol cepat Philip Foden pada menit kelima. Namun, kerugian besar menimpa the Citizen, mereka terpaksa kehilangan motor serangan Kevin de Bruyne dan harus digantikan oleh Fernandinho pada menit ke-37.

Guardiola mengatakan saat ini belum mendapatkan kabar dari tim medis City. "Saya tak tahu, saya tak berbicara kepadanya atau pun dokter," jelas Guardiola dilansir laman resmi klub, Sabtu (20/4).

Kehilangan pemain asal Belgia menghadirkan pukulan berarti. Sebab, meski pun sementara bercokol di urutan pertama klasemen Liga Primer Inggris Manchester City masih harus melewati beberapa laga penting di sisa musim 2018/2019.

Terlebih, lawan yang mereka akan hadapi pada pekan ke-35 mendatang adalah rival sekotanya Manchester United di Stadion Old Trafford tengah pekan.

"Mungkin dia akan melewatkan empat pertandingan dan Final Piala FA. Saya tidak tahu seberapa besar dampaknya. Kita akan memastikan besok, tetapi saya pikir untuk partai berikutnya (MU), dia akan absen."

The Eastland untuk sementara memuncaki klasemen Liga Primer dengan perolehan nilai 86 dari 34 laga, hanya unggul satu angka dari Liverpool di posisi kedua. Sementara itu, Tottenham Hotspur menempati posisi ketiga dengan 67 poin.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ILZMuf
April 20, 2019 at 10:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ILZMuf
via IFTTT
Share:

Saturday, April 13, 2019

Sandiaga Sebut Defisit Neraca Selesai dengan Tekan Impor

Sandiaga mengatakan perlu ada strategi big push untuk mendorong produksi dalam negeri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengatakan persoalan defisit neraca perdagangan masih belum terselesaikan. Ia menilai salah satu solusi untuk bisa menyelesaikan defisit neraca perdagangan adalah melalui kebjakan menekan impor.

Sandiaga menilai kebijakan impor yang dilakukan pemerintah saat ini sayangnya tidak hanya membuat defisit neraca perdagangan kian menganga, tetapi juga tak berdampak pada penurunan harga untuk bahan kebutuhan pokok. "Permasalahannya, barang impor masuk pun harga komoditas masih mahal. Keluhan tersebut dari masyarakat masih banyak. Harga listrik mahal, belanja masih pada mahal," ujar Sandiaga di Hotel Sultan, Sabtu (13/4).

Sandi menjelaskan dirinya dan Prabowo punya solusi untuk menyelesaikan defisiit neraca ini. Ia menjelaskan perlu adanya strategi big push untuk bisa mendorong produksi dalam negeri.

"Kami punya strategi big push, swasembada pangan ini kita dorong proses produksi, pupuk lancar, bibit dan setop impor saat panen," ujar Sandi.

Sedangkan untuk sektor energi yang kata Sandi merupakan penyumbang terbesar dari defisit neraca perdagangan, akan dituntaskan dengan pemanfaatan biofuel. "Untuk energi, kita bangun biofuel, 10 juta lahan kita bsa dimanfaatkan. Ibu Nia di tegal katanya bayar listrik sampai Rp 1 juta. Kami mau perbaiki ini tanpa menerbitkan kartu baru," ujar Sandi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2G9H5hj
April 13, 2019 at 10:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2G9H5hj
via IFTTT
Share:

Thursday, April 11, 2019

Lawan Arsenal, Insigne dan Koulibaly Kembali Perkuat Napoli

Napoli bisa kembali diperkuat Insigne dan Koulibaly saat menghadapi Arsenal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Napoli akan bertandang ke Stadion Emirates, kadang Arsenal, untuk menjalani pertandingan leg pertama babak perempat final Liga Europa, Jumat (12/4) dini hari nanti. Lorenzo Insigne dikabarkan siap diturunkan membela Partenopei menghadapi the Gunners.

Pelatih Napoli Carlo Ancelotti mengatakan, Gli Azzuri sudah bisa diperkuat oleh Lorenzo Insigne dan Kalidou Koulibaly. Insigne dikabarkan telah pulih dari cedera paha yang dideritanya beberapa pekan terakhir.

Sementara bek tengah Kalidou Koulibay juga siap kembali masuk dalam starting eleven, setelah menjalani hukuman pertandingan di zona Eropanya selesai.

Koulibaly diprediksi akan tampil di lini belakang bersama Nikola Maksimovic. Sementara Insigne akan kembali diposisikan di sisi kanan lini serang Napoli, dan akan bekerja sama dengan Dries Martens di sayap kiri.

Sedangkan ujung tombak, Ancelotti akan mengandalkan Arkadiusz Milik untuk membongkar pertahanan Arsenal sekaligus mencari gol tandang.

Ancelotti mempunyai kenangan manis kala menghadapi Arsenal di kompetisi Eropa. Terakhir, saat menanggani Bayern Muenchen pada musim kompetisi 2017, dirinya mampu membawa timnya menang besar dari Arsenal. Namun, Ancelotti tidak mau terbuai dengan kenangan lama.

"Saya tidak lupa pertandingan itu. Tapi setiap pertandingan punya cerita berbeda. Sebab setiap musim mungkin sebuah klub punya pemain yang berbeda, pelatih yang berbeda dan pertandingan akan mempunyai cerita yang berbeda juga," katanya.

"Unai Emery adalah pelatih yang fantastis dengan banyak pengetahuan. Dia memiliki pengalaman permainan semacam ini dan faktanya bahwa dia sekarang melatih Arsenal membuat tim itu menjadi sulit untuk dikalahkan," ujarnya.

Berikut prediksi susunan pemain Napoli melawan Arsenal:

Napoli (4-3-3):

Alex Meret (GK), Hysaj, Maksimovic, Koulibaly, Ghoulam, Callejon, Allan, Fabian, Insigne, Mertens, Milik

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2v0XaAE
April 11, 2019 at 10:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2v0XaAE
via IFTTT
Share:

Sunday, February 17, 2019

Jokowi: BUMN Perikanan Bantu Serap Ikan Nelayan

Perindo dan Perinus sudah sangat membantu untuk membeli berbagai sumber daya perikana

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa berbagai BUMN sektor perikanan yang ada di Nusantara sangat membantu dalam menyerap pasokan ikan yang telah ditangkap nelayan. Jokowi mengemukakan hal tersebut setelah Prabowo menyatakan bahwa pihaknya berencana untuk membangun BUMN bidang perikanan bila terpilih.

"Mungkin Bapak (Prabowo) belum tahu kita punya yang namanya Perindo dan Perinus," kata Jokowi dalam Debat Capres 2019 Putaran Kedua di Jakarta, Ahad (17/2).

Menurut Jokowi, Perindo dan Perinus sudah sangat membantu untuk membeli berbagai sumber daya perikanan yang dibeli dari tangkapan rakyat.

Debat capres putaran kedua ini diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, pada Ahad (17/2) malam, yang dimulai sejak pukul 20.00 WIB. Tema yang diangkat pada debat kedua tersebut adalah infrastruktur, energi dan pangan, serta sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GubaL5
February 17, 2019 at 10:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GubaL5
via IFTTT
Share:

Sunday, February 10, 2019

KPK Masih Dalami Kasus Gratifikasi Bupati Malang

Rendra Kresna segera menjalani sidang untuk perkara korupsi APBD Malang 2011.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas penyidikan milik Bupati Malang, Rendra Kresna. Artinya, tersangka kasus dugaan suap penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemkab Malang Tahun Anggaran 2011 itu akan segera menjalani persidangan.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, pelimpahan berkas terkait kasus suap yang menjerat Rendra. Sementara dalam kasus gratifikasi penyidik masih melanjutkan proses penyidikannya.

"Untuk perkara dugaan penerimaan gratifikasi masih dalam proses penyidikan. KPK terus mengidentifikasi dugaan penerimaan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan yang tidak dilaporkan tersangka dalam waktu 30 hari kerja ke KPK," kata Febri dalam pesan singkatnya, Ahad (10/2).

Adapun, dalam melengkapi berkas penyidikan kasus suap, tim penyidik KPK telah memeriksa sekitar 56 orang saksi. Puluhan saksi itu berasal dari unsur pegawai dan mantan pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan Pemkab Malang, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang tahun 2013, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang tahun 2007 sampai dengam 2012.  Selaim itu terdapat pula unsur saksi lainnya yakni asisten pribadi Bupati dan pihak swasta.

Diketahui, Rendra dijerat atas dua kasus korupsi sekaligus, yakni dugaan suap terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemkab Malang dan kasus dugaan gratifikasi.  Dalam kasus suap, selain Rendra KPK juga menetapkan seorang swasta bernama Ali Murtopo .

Ali Murtopo merupakan bagian tim sukses pada Pilkada Kabupaten Malang 2010. Rendra diduga menerima suap dari Ali sebesar Rp 3,45 miliar.

Ketika menjabat pada periode pertamanya itu, Rendra menaruh perhatian pada proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, yang saat itu mendapat Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan di tahun 2010, 2011, 2012, dan 2013, khususnya proyek pengadaan buku dan alat peraga pendidikan tingkat SD serta SMP.

Dalam melakukan perbuatannya Rendra diduga bersama-sama dengan mantan tim sukses saat pilkada pada tahun 2010 dilakukan dan berupaya mengatur proses lelang pada pengadaan barang dan jasa secara elektronik. Rendra diduga menerima suap dari tersangka Ali Murtopo sekitar Rp 3,45 miliar terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

Rendra merupakan Bupati dua periode. Pada periode pertama tahun 2010 ia bersama wakilnya Ahmad Subhan diusung Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sementara pada periode kedua ia bersama Sanusi diusung Partai Golkar, PKB, Partai NasDem, PPP, Gerindra, Partai Demokrat, serta PKS.

Sementara dalam kasus gratifikasi, KPK menetapkan status  Rendra dan pihak swasta bernama Eryk Armando Talla sebagai tersangka. Didugan Rendra selaku Bupati Malang periode 2010-2015 dan 2016-2021 bersama-sama Eryk diduga telah menerima gratifikasi setidaknya hingga saat ini sekitar Rp 3,55 miliar.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2E3raBk
February 10, 2019 at 10:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2E3raBk
via IFTTT
Share: