Showing posts with label 2019 at 07:00AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:00AM. Show all posts

Wednesday, December 4, 2019

Kecamatan Genteng Banyuwangi Masuk 5 Besar Kinerja Terbaik

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengukur kinerja seorang camat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI -- Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, menjadi salah satu kandidat kecamatan berkinerja terbaik se-Jawa Timur. Kecamatan di wilayah barat Bumi Blambangan ini, lolos 5 besar Lomba Sinergitas Kinerja Kecamatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019.

Untuk itulah, tim juri melakukan tinjau lapang di wilayah Kecamatan Genteng, Rabu (4/12) dengan melibatkan akademisi, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Birko Hukum, Peneliti Senior Jawa Pos Institusi, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur. Tinjau lapang ini merupakan penilaian tahap III yang dilakukan tim juri.

Dikatakan Camat Genteng, Firman Sanyoto, untuk bisa masuk di 5 besar, dirinya harus melewati 2 tahap penilaian sebelumnya. Tahap pertama, pengajuan administrasi dengan menyertakan berbagai kelengkapannya.

Setelah dinyatakan lolos, kata dia, maka berlanjut ke tahap dua, yakni pemaparan mengenai berbagai kebijakan dan inovasi yang telah dilakukan. Di tahap ini, akan disaring 10 besar, kemudian mengkerucut lagi menjadi 5 besar kecamatan terbaik se-Jatim.

Baru berikutnya, imbuh Firman, tim juri akan melakukan penilaian tahap III yakni tinjau lapang. Hal ini untuk memastikan apakah berbagai inovasi yang di paparkan sesuai dengan yang ditemukan di lapangan.

Alhamdulillah, meski persaingannya cukup ketat, kami berhasil melewati tahap I dan II. Dan saat ini, tim juri hadir untuk melakukan tinjau lapang di wilayah kami. Semoga hasilnya bisa maksimal sehingga Kecamatan Genteng berhasil menjadi yang terbaik di Jatim, mewakili Banyuwangi,” harapnya.

Firman lantas membeberkan sejumlah inovasi yang menjadi unggulan di wilayah Genteng. Diantaranya, Siap Cantik (aplikasi posyandu elektronik) yang berisi semua informasi tentang posyandu di desa tersebut. Mulai dari jadwal layanan posyandu, Kartu Menuju Sehat (KMS), informasi tumbuh kembang balita, hingga riwayat imunisasi.

Berikutnya, Simas Mandiri Plus yang memberikan kemudahan bagi warga dalam mengurus surat administrasi kependudukannya. Serta Go Ndower, layanan pengantaran dokumen ke rumah warga secara gratis.

Salah satu juri, Prof Suryanto, mengatakan lomba ini digelar untuk mengoptimalkan peran dan fungsi kecamatan dalam tatanan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang semakin dinamis.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengukur kinerja seorang camat. Serta menstimulasi munculnya kreativitas dan inovasi baru dari seorang camat dalam menjalankan tugasnya,” papar Suryanto.

Terkait kunjungannya ke Kecamatan Genteng kali ini, Suryanto bersama tim ingin menilai serta melihat langsung kondisi factual hasil kinerja camat setempat di bidang Pendidikan, Kesehatan, Perekonomian, tugas administrasi serta denigatif dan inovasi ditahun 2018.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemkab Banyuwangi, Mujiono yang hadir dalam kegiatan tersebut menyambut baik kedatangan tim dan mengaku bangga dengan prestasi Kecamatan Genteng.

“Selamat datang kepada tim juri. Dan selamat kepada kecamatan Genteng telah masuk 5 besar dalam lomba ini. Semoga apa yang telah dilakukan Kecamatan Genteng bisa menjadi inspirasi bagi kecamatan lain untuk meningkatkan pelayanannya kepada publik,” kata Mujiono.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2sM8QcS
December 05, 2019 at 07:00AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2sM8QcS
via IFTTT
Share:

Sunday, December 1, 2019

Dokter Gigi Masih Banyak yang Menolak Pengidap AIDS

Banyak dokter gigi tak siap menerima pengidap AIDS.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---Dokter gigi, harus memiliki pengetahuan yang cukup dan sikap yang baik dalam menangani orang dengan HIV/AIDS. Namun, menurut Ketua Komite Penyelenggara Lokal The 8th World Workshop on Oral Health and Disease in AIDS (WW8 AIDS), Irna Sufiawati, berdasarkan hasil penelitiannya, masih ada dokter gigi yang menstigma negatif orang dengan HIV/AIDS (Odha).

"Dari hasil penelitian saya, baik tesis S2 maupun S3, Odha banyak yang ditolak oleh dokter gigi. Mereka, hanya diberi obat kumur atau diberikan rujukan. Banyak laporan yang saya terima seperti itu karena dokter giginya bilang tak siap," ujar Irna kepada wartawan, Ahad (1/12).
 
Irna berharap, semua paham bahwa orang yang terkena HIV/AIDS itu bukan hanya karena narkoba suntik atau prostitusi saja. Namun, banyak yang terkena padahal mereka tak melakukan apa-apa.

"Bagaiamana kalau Anak Odha? Atau ibu rumah tangga yang kena HIV/AIDS? Mereka  apa mau ditolak? Stigmanya ini yang harus diubah," katanya.

Irna menilai, penolakan tersebut terjadi karena ketidak-siapan dokter gigi tersebut. Saat ini, kurikulum pendidikan pada dokter gigi menangani ODHA ini masih kurang. Jadi, penerimaan pasien HIV/AIDS nya pun masih kurang.

"Dokter gigi harus paham bagaimana caranya strilisasi alat, mencabut gigi Odha dan harus ada tindakan preventifnya. Ini memerlukan kurikulum yang benar. Bagaimana kalau ternyata pasiennya HIV/AIDS," katanya.

Seharusnya, kata dia, dokter gigi pun bisa menjadi konseling HIV/AIDS juga. Karena, bagaimana kalau saat menerima pasien gejalanya ternyata ke HIV/AIDS.

"Dokter gigi, harusnya bisa ada konseling tesnya. Seperti di luar negeri lewat air liur ada yang bisa langsung mengecek HIV/AIDS. Nah kita belum siap," kata Irna seraya mengatakan dari hasil obrolannya dengan Odha, sering kali ada penolakan, walaupun ada juga beberapa yang berani mengambil tindakan.

Saat ini, kata dia, peran dokter gigi terhadap HIV/AIDS masih banyak yang belum diketahui padahal memiliki peranan penting. Karena, gejala HIV/AIDS bisa diketahui salah satu  gejalanya melalui mulut dan lidah yang putih-putih. "Ini bjsa diketahui. Dari mulut, bisa deteksi dini HIV/AIDS," katanya.

Irna menjelaskan, The 8th World Workshop on Oral Health and Disease in AIDS (WW8 AIDS), telah dilaksanakan dengan tuan rumah Indonesia, di Seminyak, Bali, 13-15 September 2019.  Pertemuan global tersebut menghasilkan Deklarasi Bali, yang kesepakatan isinya dipimpin oleh Ketua Komite Penyelenggara Internasional WW8 AIDS, Professor Anwar R Tappuni (the Queen Mary University of London).

Isi Deklarasi Bali 2019, kata dia, ada tiga. Yakni, pertama
peran para profesional dokter gigi adalah sebagal bagian yang tidak terpisahkan dari tim profesi kesehatan yang berkomitmen untuk mencapai tujuan UNAIDS.

Kedua, kata dia, Pendidikan HIV pada mahasiswa kedokteran gigi dan petugas kesehatan gigi merupakan bagian yang terpenting dalam kurikulum kedokteran gigi untuk memastikan bahwa mereka memiliki pengetahuan yang cukup dan sikap yang sesual dalam menangani orang dengan HIV/AIDS. Ketiga,  program kesehatan masyarakat perlu meyakinkan bahwa masyarakat mempunyai pengetahuan tentang HIV, untuk menormalisasian sikap orang dengan HIV/AIDS dan memahami peran petugas kesehatan gigi.

Irna menilai, penelitian Kesehatan Gigi dan Mulut dapat meningkatkan kualitas diagnosis dan perawatan orang dengan  HIV dan dapat dimanfaatkan sebogai basis evidens pendidikan Perlu dilakukan riset berkualitas agar tujuan UNAIDS tercapai. Dalam peringatan Hari AIDS Sedunia, yang diperingati setiap 1 Desember 2019, Panitia WW8 akan mengadakan AIDS Walk Bandung 2019, di kawasan car free day (CFD), Dago.

Menurutnya, acara yang mengusung tema "Dokter Gigi Tanpa Stigma" ini juga memuat kegiatan sosial penyuluhan pemeriksaan gigi dan mulut gratis, hingga layanan tes HIV dan konseling gratis. Kemudian, dilaksanakan juga AIDS Walk Bandung oleh 500 peserta yang terdiri dari aktivis, dokter gigi, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat yang peduli HIV/AIDS. Terdapat juga aksi teatrikal dan hiburan lainnya.

Pada aksi jalan kaki di CFD Dago Bandung ini,  peserta membawa balon dan tulisan kampanye peduli HIV/AIDS. Seperti di antaranya berbunyi 'Bandung Juara Tanpa Stigma', 'Dentist make the world a a better place', Jauhi Virusnya Bukan Orangnya', 'HIV Ada Obatnya', 'Ketahui Status HIV Sejak Dini', dan “Aku Peduli AIDS”.

"Kami menyelenggarakan AIDS Walk Bandung sebagai implementasi dari Deklarasi Bali 2019. Bahwa dokter gigi berkomitmen penuh untuk melawan stigma dalam pengobatan pasien HIV/AIDS," katanya. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/34ExdXZ
December 02, 2019 at 07:00AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/34ExdXZ
via IFTTT
Share:

Saturday, November 30, 2019

Perjalanan Kasus Annas Maamun

Mantan gubernur Riau Annas Maamun (ilustrasi).

Foto: Dok Republika

REPUBLIKA.CO.ID,

Perjalanan Kasus Annas Maamun

 

- 25 September 2014

Annas yang masih menjadi gubernur Riau ditangkap KPK terkait kasus suap alih fungsi hutan

 

 

- 26 September 2014

 

Annas ditetapkan sebagai tersangka 

 

- 24 Juni 2015

Annas divonis bersalah korupsi dengan hukuman enam tahun penjara 

 

- 4 Februari 2016

 

Mahkamah Agung menambah hukuman Anas menjadi tujuh tahun penjara

 

- 25 Oktober 2019

 

Annas Maamun mendapatkan grasi setelah mengajukan grasi kepada presiden berupa pengurangan masa hukuman satu tahun. Pertimbangannya adalah usia Annas yang sudah 79 tahun dan menderita berbagai macam penyakit.

 

Sumber: Republika, Pengolah Data: Muhammad Hafil, Ilustrator:

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2svsWI5
December 01, 2019 at 07:00AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2svsWI5
via IFTTT
Share:

Thursday, November 21, 2019

Cok Ace Serukan Wisatawan Unggah Kesan Positif tentang Bali

Wisatawan diserukan untuk mengunggah foto dan video kesan positif tentang Bali.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengimbau seluruh wisatawan agar mengunggah foto atau video di media sosial mengenai citra positif selama mereka berlibur di Pulau Dewata. Hal tersebut ia sampaikan untuk menangkal pemberitaan media wisata asal Amerika Serikat, Fodor's Travel, yang memasukkan Bali dan Pulau Komodo dalam "No List 2020".

"Citra Bali yang positif itu seperti pantai yang yang bersih, lingkungan yang masih asri, taman hotel yang ditata dengan baik," kata Wagub Bali yang akrab dipanggil Cok Ace dalam surat tertulis yang diterima Antara.

Selain itu, Cok Ace juga memberi contoh soal masyarakat Bali yang ramah serta kearifan lokal lainnya. Ia sangat mengharapkan dukungan dari seluruh pelaku industri pariwisata untuk mengimbau seluruh tamu agar mengunggah foto atau video mengenai citra positif bali , yang disampaikan secara resmi dalam surat bernomor 556/4386/II/Dispar tersebut.

"Pemberitaan media asing yang mencantumkan Bali dalam daftar destinasi untuk tidak dikunjungi, tentu akan membawa dampak yang kurang baik bagi citra pariwisata bali ," ucap Cok Ace yang juga Ketua PHRI Bali itu.

Cok Ace berharap dengan unggahan positif di berbagai media sosial milik para wisatawan selama berlibur di Bali, citra positif pariwisata Bali dapat bertahan dan bahkan bisa meningkat. Sementara itu, pengurus asosiasi profesi pimpinan hotel Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali Chapter juga mengajak para pemangku kepentingan untuk tetap bersatu menjadi destinasi wisata demi mempertahankan branding Bali lebih mendunia, apalagi di tengah adanya pemberitaan yang menyudutkan Bali.

Ketua DPD IHGMA Bali I Nyoman Astama menilai informasi yang disampaikan Fodor's Travel berisi pernyataan tendensius yang hanya membuat satu kesimpulan dari suatu kejadian yang dialami. Menurutnya, pemberitaan itu tidak bisa dilepaskan dari persaingan destinasi atau bisa juga disebut sebagai "berita pesanan" untuk mendiskreditkan Bali.

"Kami menyadari tantangan yang dihadapi Bali sebagai destinasi pariwisata populer di dunia dan upaya-upaya Pemerintah Bali dan komponen masyarakat Bali dalam mencari solusi untuk mengatasi tantangan yang ada harus diapresiasi," ujar Astama.

Wakil Ketua Umum DPP IHGMA yang juga Wakil Ketua I IHGMA Bali I Made Ramia Adnyana mengatakan, dengan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali selalu meningkat dari tahun ke tahun. Fakta itu bisa menjadi indikator bahwa destinasi ini masih diminati.

Menurut Ramia, penilaian suatu destinasi seharusnya tak hanya berdasarkan satu atau beberapa parameter saja. "Mana pemberitaan tentang turis yang datang menjadi repeater guest ke Bali? Juga meningkatnya kembali wisatawan Australia beberapa bulan ini yang sempat rendah beberapa waktu yang lalu?" ujarnya mempertanyakan.

Ramia menilai, pemberitaan media AS tersebut, soal salah satu destinasi yang tidak disarankan untuk dikunjungi pada 2020 terkesan kurang adil dan tak berimbang mengingat Bali masih menjdi "Top Holidays Destination of The World".

sumber : Antara

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2KFiZ0Y
November 22, 2019 at 07:00AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2KFiZ0Y
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 20, 2019

Warga Diimbau Kurangi Sampah Plastik

Tempat pembuangan sampah semakin menyempit.

REPUBLIKA.CO.ID,SUKABUMI--Tempat penampungan akhir (TPA) sampah Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi makin menyempit. Diperkirakan daya tampungnya hanya akan bertahan hingg akhir Desember 2019 nanti.

''Pembangunan membutuhkan kolaborasi dari semua elemen masyarakat karena tidak mungkin dilakukan pemerintah sendiri termasuk masalah sampah,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Kamis (21/11). Sebab daya tampung TPA Sampah Cikundul hanya bertahan hingga Desember 2019.

Hal ini dikarenakan produksi sampah sebanyak 171 ton per hari. Padahal jumlah penduduk Kota Sukabumi hanya sebanyak 343 ribu jiwa.

Kondisi ini kata Fahmi, terjadi karena warga belum melakukan pemilahan sampah baik organik dan anorganik. Akibatnya produksi sampah cukup besar di masyarakat.

Oleh karena itu ungkap Fahmi, ke depan memerlukan peran serta warga untuk memilah sampah organik dan anorganik. Selain itu warga mengurangi sampah plastik. Minimal dengan membawa kantong belanjaan sendiri ketika berbelanja ke pasar modern maupun tradisional.

Ajakan ini disampaikan wali kota dalam berbagai ajang seperti kegiatan keagamaan di masyarakat. Terakhir diinfornasikan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Baiturrahmah RW 03 Kelurahan/Kecamatan Cikole, Rabu (21/11) malam.

Targetnya kata Fahmi, warga memahami kondisi sampah di Kota Sukabumi. '' Warga bisa berkontribusi mengurangi penggunaan plastik dan tidak membuang sampah sembarangan,'' kata dia.

Di sisi lain dari hasil survei yang dilakukan di media sosial disebutkan masalah sampah menjadi peringkat ketiga yang dikeluhkan warga Sukabumi. Oleh karena itu sudah sewajarnya warga dan pemerintah bersama-sama mengatasi masalah sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi Adil Budiman menambahkan, berdasarkan hitungan maka umur TPA Cikundul hanya bertahan hingga akhir 2019. ‘’Jika tidak dilakukan pengurangan sampah dan perluasan lahan maka kondisinya seperti itu,’’ cetus dia.n riga nurul iman

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/346wRsF
November 21, 2019 at 07:00AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/346wRsF
via IFTTT
Share:

Friday, May 31, 2019

Hati-Hati, Main Ponsel di Mobil Bisa Picu Mabuk Perjalanan

Terlalu lama main ponsel di dalam mobil bisa memicu mabuk perjalanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernahkah Anda merasa pusing saat sibuk memainkan telepon selular di mobil dan akhirnya mengalami mabuk perjalanan? Mau tahu apa penyebab dan cara mengatasinya?

Dr Felix Samuel MKes menjelaskan, saat dalam perjalanan, sejumlah orang sering mengalami kasus gawat darurat. Salah satunya adalah motion sickness atau mabuk perjalanan.

Ia mengatakan, mabuk perjalanan adalah gangguan kesehatan sewaktu dalam perjalanan. Orang yang mengalaminya akan merasa pusing, mual, muntah, lemas, dan tidak nafsu makan.

"Ini terjadi akibat adanya gangguan pada pusat keseimbangan," jelasnya di sela acara media trip yang diselenggarakan RSPI di Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Menurut Felix, pusat keseimbangan manusia ada empat, yaitu pusat di otak, perifer di mata, telinga dalam, otot, dan sendi. Organ di telinga dalam yakni labirin adalah bagian penting dari sistem vestibuler (keseimbangan).

Labirin berinteraksi dengan sistem lain di tubuh manusia, yaitu penglihatan (mata) dan sistem skeletal (tulang dan sendi), untuk mempertahankan posisi tubuh. Sistem-sistem ini, melalui otak dan sistem saraf, dapat menjadi sumber masalah keseimbangan.

Saat mengalami mabuk perjalanan, tubuh mengalami kekacauan dari impuls yang diterima otak. Itu terjadi karena yang dilihat mata tak sinkron dengan yang dirasakan sendi atau otot maupun sensasi di telinga dalam.

"Anda akan merasa pusing dan mual karena mata fokus pada ponsel sementara telinga merasakan tubuh bergerak atau sensasi gerakan serta sendi dan otot duduk diam tidak bergerak sehingga tidak sinkron antara apa yang dilihat mata, sendi, otot, dan telinga," ungkap Kepala Unit Emergency RS Pondok Indah ini.

Lalu bagaimana mencegahnya? Menurut Felix, untuk mencegahnya cukup lakukan sinkronisasi organ-organ pusat keseimbangan tubuh. Lantas, pilihlah makanan yang baik sebelum bepergian, hindari makanan pedas dan berminyak.

Selain itu, perhatikan sirkulasi udara di kendaraan Anda. Cara lain bisa dengan distraksi, yaitu memusatkan perhatian menjauhi situasi yang tidak diinginkan dengan tujuan mengalihkan perhatian untuk mengurangi rasa tidak nyaman terhadap suatu objek.

"Jangan fokus membaca buku atau bermain ponsel, sebaiknya lihat pemandangan selama perjalanan, mengobrol, atau mendengarkan musik," ujarnya.

Kalau ternyata tidak mempan juga, obat yang mengandung diphenhydramine, doxylamine dan dimenhydrinate bisa membantu. Felix menjelaskan, kebanyakan orang menggunakan obat anti mabuk yang mengandung diphenhydramine yang merupakan golongan obat antihistamin.

Obat itu bekerja dengan cara menghentikan atau memblokir aksi histamin, mediator yang berperan menimbulkan mabuk perjalanan. Agar tak mabuk di perjalanan, minum saja satu tablet sebelum berangkat.

"Minum paling tidak satu jam sebelum pergi agar obat bisa bekerja," ujar Felix.

Efek samping yang diinginkan dari obat ini adalah menimbulkan kantuk. Daripada mabuk perjalanan, lebih baik minum obat dan tidur.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Xpbpfu
June 01, 2019 at 07:00AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Xpbpfu
via IFTTT
Share:

Saturday, March 9, 2019

Prajurit Zipur-Kostrad akan Segera Dikirim ke Nduga

600 prajurit TNI dari Makassar dikirim ke Nduga.

REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA -- Komandan Korem 172 /Praja Wira Yakti Kolonel Jonathan Binsar Sianipar menegaskan 600 prajurit TNI dari Batalyon 431 Kostrad Makassar dan Batalyon Zipur 8 Makassar sudah berada di Timika sejak Sabtu (9/3). Mereka akan segera dikirim ke Kabupaten Nduga untuk melanjutkan pekerjaan jalan dan jembatan Trans Papua.

"Mulai pagi ini kita akan geser mereka ke titik masing-masing. Nanti ada dua sektor, satu sektor di wilayah Kenyam dan satu lagi di wilayah Mbua. Jadi kita bekerja paralel dari dua sektor itu," kata Kolonel Binsar di Timika, Minggu.

Danrem 172/PWY Kolonel Jonathan Binsar Sianipar dipercayakan sebagai Komandan Pelaksanaan Operasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Proyek Trans Papua.

Danrem menjelaskan prajurit TNI yang akan segera dikirim ke Nduga itu berkekuatan dua Satuan Setingkat Yonif (SSY) berjumlah 600 personelm. Mereka terdiri atas 150 prajurit Batalyon Zipur 8 yang bertugas mengerjakan jalan dan jembatan Trans Papua serta 450 prajurit Batalyon 431 Kostrad yang melakukan pengamanan selama pekerjaan berlangsung.

Prajurit TNI yang akan ditempatkan ke Kenyam, ibukota Kabupaten Nduga akan melanjutkan pekerjaan pembangunan jalan dan jembatan dari arah Kenyam menuju Batas Batu dan Mumugu Kabupaten Asmat.

Sektor lainnya di wilayah atas akan melanjutkan pekerjaan pembangunan jalan dan jembatan dari arah Mbua menuju Paro.

Dua lokasi di ruas jalan Trans Papua itu sebelumnya ditangani oleh PT Brantas Abipraya dan PT Istaka Karya, namun terhenti sejak awal Desember 2018 menyusul insiden pembantaian belasan pekerja PT Istaka Karya oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata/KKSB.

Para prajurit TNI yang dikirim ke Nduga itu diberi target hingga akhir tahun menyelesaikan pembangunan 30 jembatan di ruas jalan Trans Papua yang belum terselesaikan.

"Kita harapkan paling tidak setengah dari proyek ini bisa selesai sampai akhir tahun. Di 2019 ini paling tidak 70-80 persen dari 30 jembatan yang ditargetkan itu bisa kita selesaikan. Penugasan ini normalnya sekitar sembilan bulan, tapi bisa saja dalam perkembangan bertambah satu sampai dua bulan. Yang jelas, kami menargetkan, proyek ini harus tuntas, apapun ceritanya," tegas Kolonel Binsar.

Danrem mengatakan terus berkoordinasi dengan Markas Besar TNI di Jakarta serta Kementerian PU-PR untuk menambah personel pasukan Zipur yang akan terlibat dalam pembangunan jalan dan jembatan Trans Papua agar progres pembangunan lebih cepat.

Menurut Danrem, pasukan yang dikirim ke Nduga untuk melanjutkan pembangunan jalan dan jembatan Trans Papua tidak terlibat dalam pengejaran KKSB pimpinan Egianus Kogoya. "Mereka ini khusus untuk bangun jalan dan jembatan. Yang melakukan pengejaran KKSB ada satuan lain yang sudah ada saat ini di wilayah pegunungan," ujar Danrem.

Sebanyak 600 prajurit TNI dari Batalyon 431 Kostrad Makassar dan Batalyon Zipur 8 Makassar, Sabtu (9/3) pagi tiba di Pelabuhan Portsite Amamapare, Timika, Papua menggunakan KRI Dr Soeharso, kapal rumah sakit milik TNI-AL.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2F0MGY6
March 10, 2019 at 07:00AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2F0MGY6
via IFTTT
Share: