Showing posts with label 2018 at 05:17PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 05:17PM. Show all posts

Monday, December 31, 2018

Warga Serbu Pemeriksaan Kesehatan di Tabligh Akbar Republika

Pemeriksaan kesehatan dilakukan kerja sama dengan RS PKU Muhammadiyah Gamping.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Para jamaah Masjid Al-Furqon bersama warga Nitikan dan sekitar Masjid tampak antre untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis. Acara ini merupakann rangkaian Tabligh Akbar yang dibalut dalam gelaran Festival Republika 2018, di Masjid Al-Furqon Nitikan Yogyakarta, Senin(31/12).

Menurut Koordinator pemeriksaan kesehatan RS PKU Muhammadiyah Gamping Arian Surya, pemeriksaan kesehatan dalam tabligh akbar ini baru pertama kali ini diikuti oleh RS PKU Muhammadiyah Gamping. Biasanya RSPKU Muhammadiyah Gamping melakukan pemeriksaan kesehatan di Masjid Al-Furqon setiap pengajian Ahad Pon.

Pada kesempatan ini pemeriksaan kesehatan yang dilakukan adalah pemeriksaan tensi dan pemeriksaan gula darah. Untuk gula darah dibatasi untuk 200 orang. Biasanya kalau dalam pengajian Ahad Pon untuk pemeriksaan gula darah hanya untuk 50 orang, kata Arian kepada Republika.co.id, di sela-sela melakukan pemeriksaan kesehatan.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan RS PKU Muhammadiyah di Masjid Al-Furqon untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dari rumah sakit ke daerah pinggiran. Selain itu untuk menjembatani masyarakat yang jauh dari RS PKU Muhammadiyah Gamping agar mengetahui pelayanan kesehatan di RS PKU Muhammadiyah Gamping yang merupakan tipe C.

Warga yang melakukan pemeriksaan kesehatan tahu adanya kegiatan tersebut dari media sosial khususnya Whatsapp. Mudamah, warga Nitikan Lama tahu adanya pemeriksaan kesehatan dalam rangka Tabligh Akbar yang diselenggarakan Republika bekerja sama dengan Takmir Masjid Al-Forqon dari anaknya.

"Anak saya dapat informasi dari temannya," tuturnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Sp4lNf
December 31, 2018 at 05:17PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Sp4lNf
via IFTTT
Share:

Saturday, December 29, 2018

Fakta Jelang Laga Liverpool Vs Arsenal

Arsenal tidak pernah menang dalam tujuh bentrokan terakhir dengan Liverpool.

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Laga sengit bakal tersaji di akhir tahun 2018. Tuan rumah Liverpool akan menjamu Arsenal di Stadion Anfield, Liverpool, pada Ahad (30/12) dinihari WIB nanti.

Berikut sejumlah data dan fakta terkait laga pekan ke-20 tersebut:

30 -- Liverpool tidak terkalahkan dalam 30 laga kandang di Stadion Anfield di pentas Liga Primer Inggris.

12 -- Dari 14 laga kandang terakhir di Liga Primer Inggris, Liverpool berhasil tidak kebobolan dalam 12 laga.

3 -- Liverpool selalu berhasil mencetak setidaknya tiga gol dalam tiga laga kandang kontra Arsenal di semua ajang.

7 -- Dari 18 laga di Liga Primer Inggris, Liverpool hanya kebobolan tujuh gol dan berhasil mencetak 43 gol.

0 -- Dalam tujuh bentrokan terakhir dengan Liverpool, Arsenal tidak pernah meraih kemenangan dengan rekor tiga kali kalah dan empat kali memetik hasil imbang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TfqIVh
December 29, 2018 at 05:17PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TfqIVh
via IFTTT
Share:

Thursday, December 27, 2018

PAN Diterpa Isu Mundurnya Sejumlah Pengurus DPP

Salah satu yang dikabarkan mundur adalah Bendahara Umum PAN Nasrullah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Amanat Nasional (PAN) diterpa isu mundurnya sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN. Mereka antara lain Nasrullah dari Bendahara Umum PAN, dan Agung Mozin dari Ketua Badan Cyber dan Multimedia PAN.

Tak hanya dua nama tersebut, ternyata politikus dan pendiri PAN, Putra Jaya Husin telah lebih dahulu nonaktif dari PAN dan Sekretaris Dewan Kehormatan PAN. Putra Jaya mengaku telah mengajukan penonaktifan dirinya dari partai sejak Juli 2018.

"Saya nonaktif sejak Juli 2018, sudah lama dan ini tidak ada kaitannya dengan Pilpres, saya pendukung Prabowo dan saya aktif di BPN (Badan Pemenangan Nasional)," ujar Putra Jaya saat dihubungi Republika, Kamis (27/12).

Menurutnya, alasan ia memilih nonaktif dari kepengurusan partai adalah karena perbedaan pandangan dan gaya kepemimpinan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Salah satunya gaya pengambilan keputusan partai yang dinilai tidak mengedepankan kolektif kolegial.

"Soal cocok dan gaya saja, bawaannya nggak nyaman (dengan kepemimpinan Ketua Umum PAN)," ujar Putra Jaya.

Ia juga menilai, hal itu pula yang mendasari pengurus PAN lainnya, belakangan mundur dari PAN. Terlebih, pengurus yang mundur tersebut ingin fokus di lapangan untuk memenangkan Pemilu Legislatif mendatang.

"Mereka fokus di pileg jadi tidak mau masuk kepengurusan. Selama ini mereka bertahan masih ada yang bisa dikerjakan nah ini sudah di penghujung masa jabatan mereka fokus pileg dan pilpres daripada jadi beban lebih baik keluar. Kan lebih enteng," ujar Putra Jaya.

Namun demikian, Putra Jaya membantah jika mundurnya sejumlah pengurus tersebut karena dukungan pilpres. Ia menegaskan internal PAN solid mendukung Prabowo.

"Nggak, mantap banget kalau soal pilpres. saya di BPN dan Nasrullah di BPN, terus kemudian Pak Agung dan PAN juga rakernas bulat di Rakernas dukung Prabowo," ujarnya.

Ia juga menolak jika penonaktifan dirinya dan mundur dua kader tersebut dikaitkan dengan adanya surat terbuka dari lima tokoh pendiri PAN. Menurutnya, sikap tersebut terkait perbedaan pandangan dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EPBn5i
December 27, 2018 at 05:17PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EPBn5i
via IFTTT
Share:

MA Selesaikan 17.351 Perkara pada 2018

Sisa perkara di MA per tanggal 21 Desember 2018 sebanyak 791 perkara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahkamah Agung (MA) berhasil memutus 17.351 perkara sepanjang tahun 2018 dan menyisakan 791 perkara. Ketua MA Hatta Ali mengatakan sisa perkara per tanggal 21 Desember 2018 sebanyak 791 perkara.

Hatta mengatakan jumlah sisa perkara pada tahun 2018 tersebut merupakan jumlah terendah sepanjang sejarah berdirinya MA. Adapun beban perkara yang ditangani MA pada periode Januari 2018 sampai dengan 21 Desember 2018 sebanyak 18.142 perkara.

Jumlah itu terdiri dari perkara masuk sebanyak 16.754 perkara ditambah sisa perkara akhir tahun 2017 sebanyak 1.388 perkara.

"Namun, sangat dimungkinkan terjadinya perubahan jumlah sisa perkara sampai hari kerja terakhir pada tahun 2018," ujar Hatta di Gedung MA Jakarta, Kamis (27/12).

Hal ini dikatakan Hatta disebabkan karena masih tersisa dua hari kerja pada tahun 2018, sehingga masih ada kemungkinan bertambahnya perkara masuk, terutama perkara pidana yang status terdakwanya sedang dalam tahanan. "Termasuk perkara-perkara perdata khusus yang upaya hukumnya dibatasi oleh jangka waktu," ucap Hatta.

Hatta menjelaskan dalam sisa dua hari kerja tersebut, Hakim Agung dan aparatur peradilan di MA juga masih tetap bekerja untuk menyelesaikan perkara-perkara yang ada, serta tetap berusaha agar target sisa perkara bisa lebih rendah dari sisa perkara pada tahun 2017. Terkait dengan jumlah perkara, Hatta memaparkan jumlah perkara yang diterima MA pada 2018 mengalami peningkatan sebesar 8,06 persen dibandingkan dengan tahun 2017 yang menerima sebanyak 15.505 perkara.

Berdasarkan catatan MA, jumlah perkara 2018 merupakan jumlah perkara yang terbanyak sepanjang sejarah MA. Seiring dengan meningkatnya jumlah perkara yang diterima MA, maka jumlah perkara yang diputus juga mengalami peningkatan sebesar 5,32 persen dibandingkan dengan tahun 2017 yang memutus sebanyak 16.474 perkara.

"Jumlah perkara yang diputus pada tahun 2018 tersebut juga merupakan yang jumlah terbesar sepanjang sejarah MA, dengan rasio penyelesaian perkara mencapai 104,42 persen," tambah Hatta.

Dari jumlah perkara yang diputus sebanyak 17.351 perkara tersebut, sebanyak 16.751 perkara (96,54 persen) diputus dalam tenggang waktu kurang dari tiga bulan, sesuai dengan ketentuan jangka waktu penanganan perkara. Sementara jumlah perkara yang telah diminutasi dan dikirim ke pengadilan pengaju sampai dengan Kamis (27/12) adalah sebanyak 17.495 perkara.

"Berdasarkan data-data penanganan perkara diatas, maka Mahkamah Agung telah berhasil mempertahankan prestasi kinerja penanganan perkara secara berturut-turut sejak tahun 2012," tukas Hatta.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EUaRby
December 27, 2018 at 05:17PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EUaRby
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 26, 2018

Hindiba, Obat Kanker Warisan Kedokteran Islam

Para dokter Muslim telah mampu mendiagnosis dan mengobati penyakit kanker.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kanker merupakan penyakit mematikan yang ditakuti umat manusia. Badan kesehatan dunia, WHO memperkirakan pada 2010, kanker akan menjadipenyakit  penyebab kematian nomor wahid di dunia mengalahkan serangan jantung. Menurut prediksi Who, pada  2030,  akan ada 75 juta orang yang terkena kanker di seluruh dunia.

Sejatinya, kanker bukanlah penyakit baru.  Di era kejayaan peradaban Islam, para dokter Muslim telah mampu mendiagnosis dan mengobati penyakit kanker.  Tak hanya itu, dokter Muslim, seperti Ibnu Sina dan al-Baitar pun telah menemukan obat untuk menyembuhkan penyakit  yang mematikan itu.

Adalah al-Baitar, seorang ilmuwan Muslim abad ke-12 M yang berhasil menemukan ramuan herbal untuk mengobati kanker bernama; Hindiba.  Ramuan Hindiba yang ditemukan al-Baitar itu mengandung zat antikanker yang juga bisa menyembuhkan  tumor dan ganguan-gangguan neoplastic.

Kepala Departemen Sejarah dan Etika, Universitas Istanbul, Turki, Prof Nil Sari dalam karyanya Hindiba: A Drug for Cancer Treatment in Muslim Heritage, ttelah membuktikan khasiat dan kebenaran  ramuan herbal  Hindiba yang ditemukan al-Baitar itu. Ia dan sejumlah dokter lainnya telah melakukan pengujian secara ilmiah dan bahkan telah mempatenkan Hindiba yang ditemukan al-Baitar.

Menurut Prof Nil Sari, Hindiba telah dikenal  para ahli pengobatan (pharmacologis) Muslim, erta herbalis di dunia Islam. "Umat Muslim telah menggunakan ramuan untuk menyembuhkan kanker jauh sebelum dokter di dunia barat menemukannya,'' ungkap Prof Nil Sari.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EQ8O8D
December 26, 2018 at 05:17PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EQ8O8D
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

Sekjen PDIP Sindir #sandiwarauno

Hasto mengatakan TKN dan Jokowi-Ma'ruf berkampanye dengan menampilkan apa adanya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jendral Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, menyindir Cawapres Sandiaga Uno. Hasto mengaku kasihan kepada calon wakil presiden nomor urut 2 lantaran harus sampai bersandiwara demi memperoleh simpati dari masyarakat.

"Kami tidak pernah bersandiwara. Kami menampilkan apa adanya, tidak pernah memasang tulisan seolah diusir hanya untuk sekedar dikasihani," kata Hasto Kristiyanto di Jakarta, Kamis (13/12).

Hasto mengklaim, PDIP serta pasangan calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin selalu berkampanye dengan cara sehat, positif dan membangun. Hasto mengungkapkan, Koalisi Indonesia Kerja (KIK) tak pernah ada strategi menggembosi pihak lawan ketika bersaing politik. Hasto melanjutkan, kampanye yang dilakukan adalah dengan kinerja dan program, visi misi yang jelas.

"Kami tidak pernah melakukan black campaign," katanya.

Untuk diketahui, Sandiaga berkunjung ke sebuah pasar di Medan, Sumatera Utara. Di situ, ada poster kertas yang menyatakan penolakan terhadapnya. Belakangan, muncul perdebatan di media sosial bahwa penolakan itu sebenarnya dibuat-buat sendiri oleh Sandiaga demi mencari perhatian.

Pemicunya adalah sebuah video yang menunjukkan anak buah Sandiaga melarang, ketika seseorang berkemeja putih, hendak mencopot poster itu. Perdebatan itu ramai dalam tagar #Sandiwarauno di jejaring media sosial Twitter.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2LdIFkf
December 13, 2018 at 05:17PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2LdIFkf
via IFTTT
Share:

Dosen UBSI Ikuti Monitoring Dan Evaluasi Hibah 2018

Besar dana Penelitian Dosen Pemula (PDP) 2018 berkisar dari Rp 15 juta sampai Rp 25 j

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Sebanyak tujuh kelompok dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) penerima hibah pendanaan Penelitian Dosen Pemula (PDP) tahun anggaran 2018 mengikuti kegiatan monitoring dan evaluasi hasil penelitiannya.

Berdasarkan surat edaran dari Kementrian Riset, Teknologi Dan Pendidikan Tinggi Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan (Ristekdikti), kegiatan ini diselenggarakan di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Margonda, Depok, Jawa Barat, Selasa (11/12).

Pelaksanaan monitoring dan evaluasi kali ini penilaian dilihat dari pemaparan luaran-luaran dari dana hibah yang diberikan, hasil dari penelitian yang laksanakan oleh para dosen muda dan penilaian poster penelitiannya. 

Adapun dana hibah yang diterima oleh masing-masing kelompok hibah 2018 ini berkisar di antara 15 - 25 juta rupiah. 

Pada kali ini dua orang reviewer eksternal,  yaitu Prihandoko SKom, MIT dan Dr  Eri Prasetyo Wibowo SSi, MMSI ditunjuk sebagai pemberi penilaian kepada tujuh kelompok dosen tersebut.

“Sesuai dengan penilaian yang kami lakukan, saya rasa output dari masing-masing kelompok dapat dimanfaatkan unuk pengembangan serta kemajuan masyarakat umumnya dan dapat didayagunakan untuk perkembangan aspek-aspek pembangunan dimasa yang akan datang,” jelas Prihandoko dalam rilis UBSI yang diterima Republika.co.id, Kamis (13/12).

Prihandoko juga berharap agar dosen-dosen UBSI dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas dari penelitian-penelitian yang dilakukannya. “Sehingga,  akan lebih banyak menyumbangkan sumbangsihnya untuk terus mengembangkan aspek-aspek pembangunan di Indonesia,” ujarnya.

Ketua PPPM UBSI,Taufik Baidawi mengatakan, rasa syukurnya bahwa ketujuh kelompok penelitian dosen UBSI telah menyelesaikan hingga tahap evaluasi dan monitoring untuk pelaporan penerimaan hibah PDP tahun 2018.

“Kegiatan ini merupakan langkah yang baik dalam meningkatkan kualitas penenelitian yang dilakukan oleh dosen UBSI. Harapan kami,  capaian ini tidak hanya sampai di sini saja. Semoga  pada tahun-tahun berikutnya dosen-dosen UBSI mampu lolos seleksi dalam penerimaan hibah penelitian dari pemerintah,” kata Taufik setelah penutupan acara.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Ca71IY
December 13, 2018 at 05:17PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Ca71IY
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 12, 2018

Muslim di Liberia Hidup Damai

Muslim Liberia dapat menjalankan aktivitas ibadah dengan bebas tanpa hambatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Liberia, sebuah negara di subsahara Afrika, dihuni beragam etnis yang hidup damai berdampingan. Meski perang saudara pernah melanda, negara di pesisir barat Benua Afrika tersebut mampu berdiri dan berbenah menjadi negara modern. Umat Islam pun menjadi bagian dari negara kaya budaya tersebut.

Saat ini, jumlah Muslimin memang minoritas. Namun, Islam tumbuh subur di Republik Liberia. Secara kuantitas, jumlah penganut Islam berada di peringkat ketiga setelah agama tradisional dan Kristen.

Berdasarkan kajian lembaga riset Pew Forum on Religion and Public Life, jumlah Muslimin Liberia sekitar 483 ribu atau sekitar 12,2 persen dari total populasi. Namun, menurut International Religious Freedom Report USA, jumlah Muslimin mencapai 20 persen dari total penduduk 3,5 juta jiwa.

Penganut Islam di Liberia pun amat beragam. Tak hanya Muslim Sunni, ada juga penganut Syiah dan Ahmadiyah. Etnis Liberia yang banyak memeluk agama Islam di antaranya etnis Vai, Mandingo, Gbandi, dan Kpelle. Keragaman Islam di Liberia amat tergantung dari wilayah tempat tinggal.

Sebagaimana di Indonesia, warga pedesaan cenderung menerapkan Islam konservatif. Sedangkan, di kawasan perkotaan yang modern, Muslim cenderung sekuler. Islam di Liberia pun dipengaruhi keberadaan Islam di negara-negara tetangga seperti Mali, Senegal, Gambia, dan lain sebagainya.

Meski berada dalam posisi minoritas, Muslim Liberia dapat menjalankan aktivitas ibadah dengan bebas tanpa hambatan. Tak hanya masjid yang mereka miliki, fasilitas lain juga mereka peroleh seperti sekolah dan universitas Islam.

Setiap tahunnya, tak sedikit Muslim Liberia yang pergi ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Patut dicatat, banyak bantuan dari negara-negara Islam untuk warga Muslim Liberia agar mereka dapat menunaikan Rukun kelima Islam. Di jaringan televisi nasional pun, program-program keislaman mendapat hak untuk disiarkan.

Muslim Liberia juga dapat merayakan hari raya dengan leluasa dan gembira. Terlebih, pemerintah menetapkan hari raya umat Islam sebagai hari libur nasional. Khusus untuk hari raya, Muslim Liberia memiliki keunikan sendiri: Hari al-Tabaski, demikian sebutan untuk perayaan hari besar Islam, baik Idul Fitri, Ramadhan, dan Idul Adha.

Selama bulan Ramadhan, Muslimin Liberia umumnya enggan mendengarkan musik-musik modern. Mereka berpendapat, mendengarkan musik di bulan suci merupakan kegiatan yang menyimpang dari ruh keberkahan bulan Ramadhan. Karena itu, setiap Ramadhan tiba, mereka beralih ke tembang-tembang religi seperti nasyid yang berisi puji-pujian kepada Allah. Alat musik yang dimainkan pun terbuat dari kayu.

Seiring dengan kehidupan Muslim Liberia yang damai, jumlah masjid pun bisa dibilang cukup banyak. Masjid-masjid itu beberapa di antaranya tergolong megah, tersebar di berbagai penjuru negeri. Arsitektur khas Liberia berpadu dengan gaya Arab membuat masjid-masjid di sana begitu memesona. Sayangnya, beberapa masjid rusak parah saat perang saudara mengoyak negara ini. Beruntung, upaya perbaikan segera digalakkan setelah perang usai.

Saat ini, belum terdapat wakil Islam yang duduk di kursi pemerintahan. Namun, upaya ke arah itu sedang dilakukan mengingat Islam merupakan salah satu agama besar di negara yang pernah menjadi sekutu Libya tersebut. Hanya saja, ketegangan antarumat beragama masih sering terjadi dan memicu konflik sosial.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Gavthu
December 12, 2018 at 05:17PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Gavthu
via IFTTT
Share:

Sunday, December 9, 2018

Persija Sementara Unggul Lewat Gol Marko Simic

Gol Simic pada babak pertama terjadi melalui titik penalti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Persija Jakarta unggul sementara atas Mitra Kukar FC. Laga babak pertama pada pertandingan pekan final laga ke-34 Liga 1 2018 antara kedua kesebelasan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU GBK) Jakarta, Ahad (9/12) berakhir dengan skor 1-0. Striker Marko Simic menjadi penentu keunggulan sementara Macan Kemayoran atas Si Naga Mekes kali ini.

Gol terjadi lewat sepak penalti. Pelanggaran oleh bek Mitra Kukar Saepulloh Maulana kepada Simic pada menit ke-14 di areal terlarang tim tamu, membuat wasit Prasetyo Hadi menunjuk ke titik putih. Sejumlah penggawa Naga Mekes mencoba protes keputusan wasit. Tetapi wasit tak menarik hadiah kepada tim Macan Kemayoran.

Simic mengambil sepakan 12 pas pada menit ke-17. Tendangan kaki kanannya keras mengarahkan bola ke gawang. Kiper Yoo Jae-hoon, berhasil membaca arah tendangan dan mencoba menghalau. Namun derasnya laju bola, membuat gawangnya tetap jebol. Gol Simic membuka keunggulan Persija 1-0. Skor pembuka dari Simic di laga kali ini menjadi gol ke-17 Simic selama Liga 1 musim berjalan.

Keunggulan sementara Persija memang sudah tampak sejak awal pertandingan. Sokongan dari 77 ribu suporter di GBK Jakarta, modal kuat bagi tuan rumah untuk menang. Selain itu pelatih Stefano Cugurra Teco memang punya materi pemain yang lebih baik ketimbang Mitra Kukar. Ia menurunkan 11 penggawa terbaiknya dalam formasi menyerang 4-3-3. Selain Simic, di lini depan juga ada Riko Simanjuntak dan Novri Setiawan.

Sementara pelatih Mitra Kukar Rahmad Darmawan, mencoba melawan dengan gaya bermain bertahan, dalam formasi 4-2-3-1. Rahmad Darmawan, yang juga pernah menjadi pelatih Macan Kemayoran, di laga kali ini mengandalkan Fernando Rodriguez sebagai striker tunggal di lini depan. Akan tetapi, ia juga menurunkan pemain serang muda, Septian David Maulana sebagai gelandang sayap. Saat pertandingan, lima menit pertama gawang Mitra Kukar sudah tiga kali terancam.

Tekanan para penggawa Persija, membuat para pemain Naga Mekes bertahan total sampai menit ke-10. Baru pada menit ke-11, para penggawa tamu berhasil keluar dari tekanan dan mencatatkan peluang pertama. Lewat umpan sayap kiri, Hendra Bayauw mencoba mengirim bola ke depan gawang. Ada Rodriguez sebetulnya yang dituju. Sayang, striker asal Spanyol tersebut, gagal keluar dari kawal pemain belakang Persija, dan tak sanggup menyambut umpan.

Setelah kecolongan satu gol pada menit ke-17, gawang Mitra Kukar hampir jebol pada menit ke-21. Simic mencoba menggandakan kedudukan Persija lewat sundulannya. Namun tandukan pemain asal Kroasia itu, membuat bola melambung ke atas gawang. Di menit ke-27, perlawanan dari Mitra Kukar berusaha membalas. Sepakan spekulasi dari Dedi Hartono akurat ke arah gawang. Akan tetapi kiper Andritany Ardhiyasa berhasil mengantisipasi. Sampai setengah jam pertandingan, Persija tetap unggul 1-0.

Pada menit ke-33, giliran Rohit Chand yang mencoba peruntungan. Sepakan datarnya dari areal kotak 16 mengarahkan bola ke gawang Mitra Kukar. Beruntung kiper Jae-hoon, karena bola hanya membentur tiang gawang. Tekanan kepada Naga Mekes berlanjut pada menit ke-37. Tendangan kaki kiri Reinan Silva dari areal 16 akurat mengarahkan bola ke gawang. Namun kiper Jae-hoon tak mau kebobolan. Aksi penjaga gawang asal Korea Selatan (Korsel) itu, berhasil menepis bola.

Sampai menit ke-40, Persija masih unggul. Para pemain Mitra Kukar yang mencoba menyamakan kedudukan, namun lini belakang Persija memang disiplin menjaga pertahanan. Situasi tersebut membuat para penggawa depan Naga Mekas mengandalkan tendangan-tendangan spekluasi dari luar kotak penalti. Sayang usaha menyamakan kedudukan, tak ada yang berhasil menjadi gol.

Para pemain depan Persija, pun sama-sama buntu untuk memperbanyak jumlah gol. Sampai menit ke-45, skor 1-0 tetap. Wasit memberikan tambahan waktu dua menit. Namun tetap tak ada lagi gol yang terjadi. Sampai wasit minta minum, babak pertama ditutup dengan skor 1-0.

Pekan final bukan cuma milik Persija dan Mitra Kukar. Di pertandingan pekan ke-34 lainnya, PSM Makassar menutup babak pertama dengan skor 4-0 atas PSMS Medan di stadion Andi Mattalatta. Sedangkan Arema FC sementara ini tertinggal 0-1 saat menjamu  Sriwijaya FC di stadion Kanjuruhan. Mengejutkan laga di stadion Segiri, Borneo FC tertinggal 0-1 dari PS Tira, dan Persipura Jayapura tertinggal 0-1 dari Perseru Serui.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QqCfV6
December 09, 2018 at 05:17PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QqCfV6
via IFTTT
Share:

Persib Akui Sudah Berusaha Maksimal

Mario Gomez tetap bangga dengan kinerja pemainnya selama satu musim ini.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Persib Bandung mengakhiri kompetisi Liga 1 dengan menghuni peringkat keempat klasemen. Persib disalip Bhayangkara FC setelah ditahan imbang Barito Putera dengan skor 3-3 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (8/12).

Pelatih Persib Mario Gomez mengatakan, timnya sudah berusaha untuk menyelesaikan kompetisi di peringkat tiga. Persib juga gagal meraih kemenangan kandang rasa tandang pasca-hukuman kandang usiran luar Pulau Jawa.

"Kami coba untuk menyelesaikan di peringkat ketiga tapi kami tidak bisa menang di sana, karena kami unggul 3-2 tapi tiga menit terakhir jadi imbang 3-3. Kami harus berkembang dari setiap situasi ini," kata Gomez di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Ahad (9/12).

Meski berakhir di posisi keempat, Gomez tetap bangga dengan kinerja pemainnya selama satu musim ini. Apalagi Persib dapat menembus target lima besar.

"Saya bangga dengan pemain saya karena mereka berjuang dengan semuanya. Apalagi setelah menang dari Persija Jakarta dan semua terasa berbeda, situasi jadi berubah," jelas Gomez.

Sementara itu, pemain depan Persib Jonathan Bauman menyayangkan hasil imbang tersebut. Menurutnya, Persib sudah memberikan tontonan menarik. "Di babak pertama kami sudah bermain bagus. Kami buat beberapa kesalahan dan mereka bisa ambil tiga gol. Tim kami juga mengambil tiga gol, gim berakhir imbang 3-3," ucap dia.

Bauman juga menjelaskan insiden yang terjadi pada dia dan Ezechiel N'Doussel. Saat itu Ezechiel menempeleng kepala Bauman karena tidak mendapat bola. "Tidak apa-apa, itu adalah hal yang normal. Kami menggila di pertandingan dan intensitas emosi menjadi naik dan itu normal, cuma emosi," jelas dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RGn9XL
December 09, 2018 at 05:17PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RGn9XL
via IFTTT
Share:

Telur Oh Telur

Telur menjadi ujung tombak pengisi perut dan gizi masyarakat bawah.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Ichsan Emerald Alamsyah*

"Duuuh naik lagi," ujar ibu pedagang warung di gang-gang kecil Kelurahan Kranji, Bekasi. Dengan nada khas daerah Sumatra Utaranya ia mengeluh soal harga telur ayam yang makin meninggi.

Penulis sebagai pembeli pun heran, kok bisa-bisanya pedagang bingung. Sepatutnya pedagang eceran berbahagia ketika telur naik karena pasti menanggok untung banyak.

Ketika penulis mencoba menanyakan hal tersebut, ia malah menjabarkand dengan panjang lebar. Narasinya pun seakan-akan membuka tabir lingkaran setan perdagangan di Indonesia.

"Saya tuh pusing bang kalau harga naik terus, karena jadi bingung mau ngasih harga berapa ke pembeli. Kemarin Rp 26 ribu, eh pagi-pagi jadi Rp 27 ribu, mau bilang apa sama pembeli. Bukan masalah untung rugi, kalo harga naik nanti banyak yang nggak jadi beli, yang rugi siapa, saya lah sebage yang dagang."

Sepanjang 2018, sudah beberapa kali harga telur mengalami kenaikan. Tercatat sejak November harga sempat naik meski stabil. Kenaikan harga telur paling fenomenal terjadi ketika gelaran Piala Dunia Juli lalu.

Bayangkan ketika itu, Kementerian Perdagangan menyebut Piala Dunia menjadi salah satu penyebab harga telur melambung tinggi. Alasannya kebiasaan makan nasi goreng dan mie instan menjadi meningkat akibat orang begadang menonton 'bola'.

Jawaban ini menimbulkan pro-kontra di masyarakat yang lebih banyak mencibir atau geleng-geleng kepala. Hanya saja bagi penulis jawaban ini mungkin ada benarnya.

Ada benarnya bukan berarti penulis setuju bahwa harga telur di pasaran naik karena orang berbondong-bondong mengonsumsi mie dan telur. Akan tetapi bagi masyarakat kelas menengah bawah atau berpenghasilan rendah (MBR) tidak ada menu lain yang bisa diandalkan sebagai pendamping mie atau nasi selain telur.

Sehingga tak salah telur adalah ujung tombak pelengkap makanan dan protein bagi si miskin. Itu pun bila melihat perbandingan dengan negara lain, tetangga sajalah tak perlu jauh-jauh, konsumsi telur di Indonesia masih rendah.

Vice Presidenty Feed Tech PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Tbk Desianto B Utomo MSc PhD menyebut konsumsi telur di Indonesia baru sekitar 125 butir per kapita per tahun. Sementara Malaysia mencapai 340 butir per kapita per tahun.

Meski nggak ada setengahnya dibandingkan Malaysia, coba bayangkan ketika tidak ada ayam atau daging di rumah, maka mau tak mau, kita akan mencari telur sebagai tambahan konsumsi nasi dan sayur-mayur. Lalu bayangkan bagaimana jadinya jika harga telur terus merangkak naik?

Soal harga naik saat ini, Kementerian Perdagangan memiliki jawaban. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti mengatakan, kenaikan harga telur ayam disebabkan oleh sejumlah faktor. Salah satunya yakni kenaikan harga pakan ternak yang berujung pada kenaikan harga jual.

"Terjadi kenaikan harga pakan yang diakibatkan oleh kenaikan harga jagung yang sebelumnya Rp 4.600 sampai Rp 4.800 per kilogram naik menjadi Rp 5.800 sampai Rp 6.000 per kilogram," kata Tjahya pekan lalu. Sebagai informasi, pakan ternak memiliki kontribusi sekitar 70 persen terhadap biaya produksi. Sementara, 50 persen dari harga pakan  disumbang oleh jagung.

Meski begitu, dia mengatakan, pada periode September hingga Oktober 2018 sempat terjadi penurunan permintaan hingga menyebabkan kerugian pada peternak. Harga telur di tingkat peternak pada beberapa daerah sempat berada di bawah Rp 18 ribu per kilogram atau berada di bawah harga batas acuan.

Fakta lain diungkap Presiden Peternak Layer Ki Musbar Mesdi. Ia mengatakan, kenaikan harga telur ayam di tingkat konsumen menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) itu wajar. Namun seharusnya tidak terlalu tinggi karena harga di farm gate masih wajar.

Menurut Ki Musbar, tren kenaikan harga pangan termasuk telur ayam memang selalu terjadi setiap menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru, biasanya sekitar 10 persen yang disebabkan oleh adanya peningkatan permintaan.

Namun ia menyebut seakan-akan harga (Farm Gate) di tingkat peternak meningkat. "Padahal dalam fakta yang sebenarnya mereka menekan peternak dengan harga serendah-rendahnya, dengan cara membatalkan order rutin yang biasa sudah disepakati bersama peternak,” kata  Ki Musbar.

Ki Musbar menekankan, berdasarkan fakta harga Farm Gate pada Sabtu (8/12) sudah mulai terkoreksi Rp 1.000 per kg, yaitu di kisaran Rp 21 ribu – 22 ribu per kg. "Herannya harga di tingkat konsumen malah tetap manteng dan cenderung naik di level Rp 26 ribu - Rp 28 ribu per kg,” ujarnya.

Ki Musbar, modus praktek seperti ini pernah terjadi pada Juli 2018. Harga di tingkat konsumen Rp 28 ribu – 30 ribu per kg, padahal harga di Farm Gate di level Rp 20 ribu - Rp 22 ribu per kg.

Dengan melihat kondisi ini, Ki Musbar meminta kepada seluruh pemangku kepentingan pembisnis telur konsumsi, mulai dari peternak sampai dengan ke pedagang untuk menjaga kerjasama yang sudah terjalin baik selama ini.

"Kita jaga bersama stabilitas harga telur di tingkat konsumen, kalaupun mengambil untung ya yang sewajarnya saja sesuai dengan harga acuan yang sudah ditetapkan Pemerintah, yaitu Permendag Nomor 96 Tahun 2018,” pungkasnya.

Melihat kondisi ini pemerintah memang harus turun tangan segera membenahi meningkatnya harga telur. Impor menjadi cara terbaik menahan melonjak harga pakan ternak yang terbuat dari jagung ini.

Sementara di lapangan, mereka yang 'nakal' baik oknum peternak dan pedagang harus ditindak. Tentu saja tindakan ini perlu agar tidak terjadi kegaduhan di publik.

Apalagi saat ini soal harga telur yang naik ini sudah masuk dalam ranah politik. Soal telur jadi peluru bagi kubu oposisi untuk memberondong kubu pejawat Presiden Joko Widodo.

Padahal kita tak boleh lupa, harga pangan sebenarnya cukup stabil semenjak 2017 hingga 2018. Bahkan di kala menjelang Idul Fitri dan mudik Lebaran.

*) Penulis adalah redaktur Republika.co.id

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2G5oAOn
December 09, 2018 at 05:17PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2G5oAOn
via IFTTT
Share:

Thursday, November 29, 2018

Status Gizi 18 Ribu Anak di Asia Tenggara Dipelajari

Protein adalah zat gizi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Royal FrieslandCampina, perusahaan susu global, mengumumkan dimulainya Southeast Asia Nutrition Survey II (SEANUTS II). Menurut President of Consumer Dairy Royal FrieslandCampina, Roel van Neerbos, studi ini akan mempelajari status gizi lebih dari 18 ribu anak di Asia Tenggara. Yakni, di Indonesia, Vietnam, Thailand dan Malaysia.

"Penelitian ini, dilakukan dengan menggandeng berbagai lembaga penelitian dan universitas terkemuka sebagai mitra pelaksanaan studi," ujar Roel dalam siaran persnya, Kamis (29/11).

Roel mengatakan, FrieslandCampina melanjutkan kembali salah satu studi gizi terbesar melibatkan lebih dari 18 ribu anak di Asia Tenggara. Studi Southeast Asia Nutrition Survey (SEANUTS) II adalah sebuah studi mendalam tentang gizi anak yang diharapkan dapat digunakan untuk pengembangan program intervensi nasional, memperkaya pengetahuan ilmiah dan mendukung kebijakan pemerintah dalam peningkatan status gizi anak Indonesia.

Roel menjelaskan, informasi yang akan dikumpulkan antara lain data-data pertumbuhan, asupan makanan, aktivitas fisik dan parameter biokimia anak-anak berusia enam bulan hingga 12 tahun. Karena tingkat dan besarnya kasus malnutrisi di wilayah ini, studi akan menitikberatkan pada asupan protein dan status gizi. "Protein adalah zat gizi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak," katanya.

Di Indonesia, kata dia, studi akan dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bekerja sama dengan FrieslandCampina. Hasilnya, diharapkan pada 2021 dan dapat digunakan untuk mengembangkan program-program intervensi nasional, memperkaya pengetahuan ilmiah dan mendukung kebijakan pemerintah.

Menurut Guru Besar Bidang Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia sekaligus Ketua Tim Riset SEANUTS II Indonesia Prof Dr dr Rini Sekartini, SpA(K), pihaknya menyambut baik kerja sama dengan FrieslandCampina dalam studi besar yang mendalam untuk mendapatkan temuan-temuan mengenai tren pertumbuhan, kebiasaan diet, pola aktivitas fisik, pola tidur, dan status gizi anak-anak di negara kita. 

SEANUTS I, kata dia, mengungkapkan bahwa banyak anak di Indonesia menderita masalah gizi ganda (kekurangan dan kelebihan gizi). "Penelitian ini akan lebih berfokus pada kuantitas dan kualitas protein untuk mendapatkan informasi atau data yang lebih mendalam tentang kemungkinan perannya terkait dengan masalah ini,” katanya.

Rini menilai, gizi yang baik adalah faktor penting untuk pertumbuhan, kesehatan, dan perkembangan anak. "Kita bisa melihat bahwa banyak anak-anak di dunia mengalami ketidakseimbangan konsumsi makanan yang mengakibatkan over or undernutrition (kelebihan atau kekurangan gizi)," ujarnya. 

Selama bertahun-tahun, kata dia, Frisian Flag di Indonesia sebagai bagian dari FrieslandCampina telah bekerja bersama dengan Pemerintah, LSM, dan berbagai organisasi profesi kesehatan untuk mendidik dan menginspirasi keluarga untuk mengadopsi gaya hidup sehat. 

"Studi ini akan memberi kita informasi menyeluruh mengenai kesenjangan status gizi anak, sebagai dasar pengembangan inovasi produk susu serta program gaya hidup sehat yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi dan tumbuh kembang mereka," paparnya. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DNIw5o
November 29, 2018 at 05:17PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DNIw5o
via IFTTT
Share:

Monday, November 26, 2018

Syaikhu Jadi Cawagub DKI, Wali Kota Bekasi: Dia Orang Langka

Pepen mengatakan jiwa dan karakter Syaikhu memenuhi karakter pemimpin saat ini.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi angkat bicara terkait mantan wakil wali kota Bekasi Ahmad Syaikhu yang menjadi kandidat calon wakil gubernur DKI Jakarta. Pepen, sapaan akrab Rahmat Effendi, menilai Syaikhu adalah sosok yang susah dicari di Indonesia.

“Saya sudah bilang waktu ketemu Pak Anies (Gubernur DKI Jakarta), Pak Syaikhu itu orang yang langka untuk dicari di republik ini,” kata Pepen saat ditemui Republika.co.id usai apel pagi di Kantor Pemerintah Kota Bekasi, Senin (26/11).

Pepen mengaku sangat mengenali betul pribadi Syaikhu sebagai pemimpin. Ia berpendapat jiwa dan karakter sangat memenuhi karakter pemimpin yang dibutuhkan saat ini.

Bahkan, ia mengaku, saat kembali mencalonkan diri sebagai wali kota Bekasi, dirinya ingin berpasangan dengan Syaikhu. Namun,  Pepen pun mengurungkan niat itu lantaran Syaikhu menjadi salah satu kandidat calon wakil gubernur Jawa Barat yang berpasangan dengan Sudrajat.

“Kemarin kalau masih bisa sama Pak Syaikhu, saya sama dia, sudah selesai itu tidak akan ada kasus-kasus hoaks, perang salib, 500 gereja, nggak ada itu,” katanya.

Partai Gerindra menyerahkan kepada koalisinya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), untuk mengajukan nama yang akan menjadi wagub DKI Jakarta pendamping Anies Baswedan. Dua nama yang diajukan PKS, yakni Agus Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Syaikhu mengaku siap menjalankan misi bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan jika nanti terpilih. Sebagai cawagub, Syaikhu telah mendalami berbagai persoalan ibukota serta mencari solusi yang konkret.

“Insya Allah siap satu misi dengan Pak Anies. Tentu kita siapkan berbagai hal. Terutama adalah pemahaman terhadap persoalan dan solusi untuk DKI,” kata Syaikhu saat ditemui beberapa waktu lalu.

Pengagas Asyik Preneur itu menilai, peluang antara dirinya dan Agung Yulianto menjadi wagub DKI masih sama-sama kuat. Sebab, keduanya diyakini mampu mengembang tugas sebagai orang nomor dua di ibu kota Indonesia. Ia juga enggan menanggapi lebih terkait isu yang mengatakan bahwa dirinya merupakan kandidat terkuat.

Menurut Syaikhu, selanjutnya masih ada tahap fit and proper test yang dilakukan oleh partai koalisi. Karena itu, bukan tidak mungkin keduanya tidak lolos dalam tahapan tersebut.

“Apabila nanti yang diusulkan tidak memenuhi syarat, mungkin akan diajukan kandidat lain. Tapi tentu saja kandidat lain dari PKS juga ingin,” kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PRaV1I
November 26, 2018 at 05:17PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PRaV1I
via IFTTT
Share:

Pemerintah Dorong Pembangunan HTI di Luar Jawa

Pembangunan HTI masih menghadapi kendala terutama akses permodalan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah akan mendorong pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI) guna mendukung industri kayu lapis nasional. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, pembangunan HTI terutama di luar Jawa bisa menjadi solusi kebutuhan bahan baku industri.

"Lebih baik dikembangkan melalui HTI. Jadi nanti menanam sendiri. Kalau menebang kayu di hutan terus malah ribut lagi," kata Darmin usai menghadiri Munas Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo) di Jakarta, Senin (26/11).

Darmin mengatakan, upaya mendorong pembangunan HTI masih menghadapi kendala terutama akses permodalan. Dia berjanji akan mengatasi persoalan itu.

Apkindo menyebut, pembangunan HTI sulit berkembang lantaran perbankan mensyaratkan jaminan berupa hak atas tanah. Sementara, HTI hanya berupa Surat Keputusan Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (SK HPHTI) dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Itu harus diselesaikan. Tunggu saja, saya akan selesaikan," kata Darmin.

Selain mendorong HTI, Darmin juga mengupayakan perkembangan Hutan Tanaman Rakyat (HTR). Menurutnya, saat ini industri kayu lapis tidak membutuhkan pohon-pohon besar melainkan mulai beralih ke kayu sengon yang memiliki durasi masa panen lebih cepat.

Selain itu, adanya peremajaan pohon karet juga bisa dimanfaatkan industri untuk mendapatkan pasokan bahan baku kayu. "Jadi, kita punya keunggulan di situ dan tidak berhenti-berhenti kayunya," kata Darmin.

Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bambang Hendroyono memaparkan, produksi kayu lapis nasional pada 2018 akan mencapai 3,1 juta meter kubik. Dia memerinci, kebutuhan bahan baku untuk industri kayu lapis dalam setahun mencapai 6,7 juta meter kubik yang terdiri atas kayu alam 3,5 juta meter kubik, kayu tanaman 2,9 juta meter kubik, dan kayu karet 234 ribu meter kubik.

Kendati demikian, Bambang menyoroti industri kayu lapis di Jawa yang kini sudah bergantung pada bahan baku dari kayu tanaman atau hasil HTI. Dia mengatakan, 80 persen bahan baku industri kayu lapis di Jawa berasal dari kayu tanaman. Sementara, di luar Jawa 85 persen bahan baku justru berasal dari kayu alam.

"Kayu dari hutan tanaman kita harapkan bisa menjadi sumber bahan baku yang lebih sustainable untuk mendukung pengembangan industri ke depan," kata Bambang.

Ketua Umum Apkindo Martias mengatakan, industri kayu lapis Indonesia belum mampu kembali ke masa keemasan seperti dua puluh tahun lalu. Dia mengisahkan, industri kayu lapis mampu menjadi primadona ekspor nonmigas pada masa keemasan 1987 hingga 1997.

Kontribusi devisa industri tersebut mencapai 3,4 miliar dolar AS per tahun dengan volume ekspor rata-rata mencapai 8,4 juta meter kubik per tahun. Pada 2018, diperkirakan ekspor kayu lapis hanya akan mencapai 3 juta meter kubik dengan nilai 1,9 miliar dolar AS.

"Tapi kami yakin kebutuhan produk kayu lapis dunia tidak hilang dan bahkan terus meningkat seiring kemajuan ekonomi dunia," kata Martias.

Martias juga berharap, pemerintah bisa membantu mendorong suplai bahan baku kayu lewat pembangunan HTI untuk kepentingan industri. "Negara kita ini alamnya kaya dan dikaruniai sinar matahari melimpah. Kalau sampai kita impor kayu kan celaka," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RfYFEz
November 26, 2018 at 05:17PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RfYFEz
via IFTTT
Share:

Thursday, November 22, 2018

603 Guru Agama Ikut Pelatihan Risalah Awwal

Kegiatan pelatihan ini mendukung pelaksanaan implementasi kurikulum 2013

REPUBLIKA.CO.ID, KAJEN -- Menyusul kebijakan Pemkab Pekalongan memasukkan pelajaran Risalah Awwal dalam kegiatan pendidikan dasar, sebanyak 603 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SD dan SMP mengikuti pelatihan Risalah Awwal. Kegiatan pelatihan berlangsung selama dua hari di aula Setda Kabupaten Pekalongan, dan berakhir pada Kamis (22/11).

Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi, menyebutkan kegiatan pelatihan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Seminar Risalah Awal dan Launching Risalah Awal Ta’limul Mubtadi’in Fi ‘Aqoidudin untuk Pendidikan Dasar dan Menengah pada 9 Mei 2018. "Kegiatan ini harus dilakukan untuk memantapkan pengetahuan para guru agama Islam tentang pelajaran Risalah Awwal," jelasnya.

Bupati mengungkapkan, pelatihan Risalah Awwal sebagai bagian dari Pendidikan Muatan Lokal Baca Tulis Quran (BTQ) Plus, dimaksudkan untuk membekali para guru agama Islam se Kabupaten Pekalongan untuk mengenal, mengetahui dan memahami isi dari Buku Risalah Awal yang didalamnya menekankan soal ketauhidan.

"Dengan pelatihan ini, para guru agama Islam akan mampu menanam nilai ketauhidan pada peserta didik sehingga bisa memiliki akidah dan akhlaqul karimah. Nilai ketauhidan ini penting diberikan karena anak-anak peserta didik saat ini akan menghadapi tantangan zaman yang semakin miskin dan kering dari nilai-nilai kebaikan," kata bupati.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumarwati, menyebutkan kegiatan pelatihan BTQ Plus diberikan dalam rangka mendukung pelaksanaan implementasi kurikulum 2013 yang sarat dengan muatan karakter nasionalisme dan akhlak mulia. "Melalui pelatihan ini, para guru Agama Islam di Pekalongan akan bisa menyampaikan materi BTQ Plus/Risalah Awwal dengan baik di satuan pendidikannya masing-masing," jelasnya. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DRXW9x
November 22, 2018 at 05:17PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DRXW9x
via IFTTT
Share: