Showing posts with label 2018 at 07:58PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 07:58PM. Show all posts

Monday, December 31, 2018

Polisi Limpahkan Berkas Tersangka Perusak Atribut Demokrat

HS, pemuda berusia 22 tahun ditetapkan sebagai tersangka tunggal

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Kepolisian Resor Kota Pekanbaru menyatakan telah melimpahkan berkas tersangka perusak atribut Partai Demokrat. Atribut Partai Demokrat dirusak saat kunjungan kerja mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Provinsi Riau beberapa waktu lalu.

"Untuk pengrusakan baliho dan bendera partai tertentu, kasusnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan," kata Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo di Pekanbaru, Senin (31/12).

Ia mengatakan, berkas perkara tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Riau pekan lalu. Dengan dilimpahkannya berkas tersebut, penanganan perkara yang menjerat seorang tersangka berinisial HS tersebut telah selesai.

"Penanganan kasus peristiwa pengrusakan bendera sudah selesai. Dalam arti, polisi sudah menerima laporan, sudah melakukan penyidikan, penahanan tersangka dan telah dilimpahkan ke jaksa," ujarnya.

HS, pemuda berusia 22 tahun ditetapkan sebagai tersangka tunggal kasus perusakan atribut Partai Demokrat saat kunjungan SBY ke Kota Pekanbaru, 15 Desember 2018.

Pemuda lulusan perguruan tinggi negeri itu saat ini masih ditahan di Mapolresta Pekanbaru, setelah sebelumnya diserahkan simpatisan Partai Demokrat ke polisi usai tertangkap tangan melakukan perusakan atribut partai berlambang mercy yang terpasang di sepanjang Jalan Sudirman, Pekanbaru.

Selain menetapkan HS sebagai tersangka, kata Kapolda, jajarannya turut menetapkan dua tersangka perusakan atribut partai lainnya. Bedanya, dalam perkara ini kedua tersangka berinisial Ks dan MW ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara perusakan atribut PDIP di wilayah Tenayan Raya, Pekanbaru.

Ketiga tersangka dari dua perkara ini seluruhnya ditangani Polresta Pekanbaru dan dilakukan penahanan karena ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Mereka dijerat dengan Pasal 170 KUHP juncto Pasal 406 tentang Pengrusakan.

Irjen Pol Widodo mengatakan, meskipun pihaknya telah menganggap selesai penanganan perkara itu, namun tetap akan melakukan pengembangan jika ada petunjuk jaksa. "Selanjutnya tunggu petunjuk dari jaksa," ujarnya.

HS ditetapkan sebagai tersangka setelah sebelumnya tertangkap tangan melakukan perusakan atribut Demokrat di sepanjang Jalan Sudirman, Pekanbaru, Sabtu (15/12). Sementara Ks dan MW yang diduga melakukan perusakan atribut PDIP di Tenayan Raya diamankan ke Polresta Pekanbaru pada keesokan harinya, Ahad (16/12).

Kasus perusakan atribut Demokrat langsung menarik perhatian SBY. Mantan Presiden RI dua periode itu mengaku sedih dengan insiden tersebut dan menganggap perusakan atribut partai yang dia pimpin sama dengan menginjak dirinya. SBY meminta polisi mengungkap tuntas perkara tersebut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Ang87A
December 31, 2018 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Ang87A
via IFTTT
Share:

Saturday, December 15, 2018

Bali United Coret Tiga Pemain untuk Musim 2019

Bali United memprioritaskan mencari pelatih sejak Widodo C Putro memilih mundur.

REPUBLIKA.CO.ID, GIANYAR -- Manajemen Bali United resmi mencoret tiga pemainnya pada musim kompetisi Liga 1 2019. Tiga pemain tersebut, yakni gelandang I Gede Sukadana, striker Yandi Sofyan, dan kiper I Kadek Wardana. Bali United juga resmi mendapatkan satu pemain baru dalam komposisi musim depan.

Direktur Utama Bali United Yabes Tanuri menerangkan, Gede Sukadana bersama Yandi Sofyan tak lagi dimasukkan dalam rencana musim mendatang karena kontrak bermainnya sudah pungkas. Manajemen memutuskan tak lagi mengikat kedua pemain tersebut. Adapun Kadek Wardana, kata Yabes, memang memilih pensiun.

“Saya mewakili manajemen mengucapkan terima kasih untuk mereka yang sudah berdedikasi tinggi bersama tim ini. Semoga sukses untuk mereka dalam kelanjutkan kariernya,” ujar Yabes, Sabtu (15/12).

Adapun satu pemain baru yang sudah dipastikan akan berseragam Serdadu Tridatu adalah gelandang Bhayangkara FC, Paulo Sergio Goncalves. Manajemen di Gianyar resmi mengikat kontrak gelandang asal Portugal tersebut pada Jumat (14/12).

Saat ini, kata Yabes, rencana memenuhi kebutuhan komposisi pemain untuk timnya masih terus berjalan sampai Liga 1 2019 ditentukan jadwalnya. Hanya, lanjut dia, satu prioritas adalah memastikan posisi pelatih. Kursi kepelatihan Bali United memang kosong sejak Widodo Cahyono Putro mengundurkan diri hanya dua pekan sebelum pertandingan terakhir di Liga 1 2018.

Menurut Yabes, tentu saja pelatih baru Bali United akan diumumkan sebelum Liga 1 2019 kick-off perdana. Ia mengungkapkan, manajemen sebetulnya sudah mengantongi satu nama kandidat pelatih. Namun ia masih enggan membeberkan calon pengisi juru taktik skuat Serdadu Tridatu untuk musim mendatang.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2LlntJ6
December 15, 2018 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2LlntJ6
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 11, 2018

AP Gratiskan Biaya Mendarat di Bandara El-Tari

Insentif ini untuk mendorong jumlah wisatawan yang datang ke NTT.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- PT Angkasa Pura I (Persero) memberikan insentif berupa pembebasan biaya mendarat selama enam bulan kepada maskapai penerbangan yang membuka rute baru di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, pihaknya juga menggratiskan promosi di bandara selama satu bulan guna mningkatkan kunjungan wisatawan ke NTT.

"Kami akan memberikan insentif full berupa bebas landing fee bagi maskapai yang membuka rute baru di bandara El Tari Kupang," kata Direktur Utama PT AP I Faik Fahmi di Kupang, Selasa (11/12).

AP I sangat serius mengembangkan potensi kawasan wisata di NTT sehingga mengatakan akan mengembangkan Bandara Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Saat ini, AP sudah menerapkan insentif itu bagi maskapai yang membuka rute baru di Bandara Pattimura Ambon dan Bandara Frans Kaisiepo Biak, Papua.

"Saya sudah berbicara dengan pak Gubernur, dan beliau memberikan respons yang positif," ujar dia.

AP akan terus mendukung kepariwisataan NTT, sehingga diperlukan kerja sama berkelanjutan antara pemerintah daerah, agen perjalanan wisata, maskapai penerbangan, pemangku kepentingant serta AP I sebagai operator bandara.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Gejzmz
December 11, 2018 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Gejzmz
via IFTTT
Share:

Friday, November 30, 2018

Diancam Dibunuh, Dukungan Mengalir untuk Siswi Muslimah

Lebih dari 500 surat dukungan mengalir dari berbagai kalangan.

REPUBLIKA.CO.ID, BOSTON — Seorang gadis Muslim di Massachusetts menerima ratusan surat dukungan dari berbagai negara. Gadis tersebut menerima surat rasis saat berada di sekolah.

Dilansir di Arab News pada Jumat (30/11), Dewan Hubungan Amerika-Islam cabang Massachusetts menerima lebih dari 500 surat untuk gadis yang duduk di bangku kelas V di Sekolah Dasar Hemenway di Framingham, sekitar 25 mil (40 kilometer) sebelah barat Boston.

Pejabat sekolah mengatakan gadis tersebut menerima dua catatan berbau ancaman di loker penyimpanannya dalam sebulan. Masing-masing catatan tertulis, “Kamu adalah seorang teroris” dan “Aku akan membunuhmu.”

Direktur Advokasi Masyarakat di Massachusetts, Sumaiya Zama menceritakan siswa Muslim itu sangat berbesar hati menerima catatan ancaman tersebut. Apalagi, siswa tersebut tahu mendapat banyak dukungan berupa pesan menguatkan yang berasal dari berbagai agama.

“Meskipun iklim permusuhan dan ketakutan yang dihadapi Muslim begitu banyak, jelas bahwa kita memiliki sekutu,” kata Zama.

Pejabat sekolah telah mengutuk peristiwa yang dialami siswa Muslim itu. Dia berharap pelaku ancaman itu mengakui perbuatannya. Polisi Framingham mengatakan kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

Paman Sang Gadis, Jamaal Siddiqui mengatakan catatan itu membuat keponakannya sangat ketakutan. “Dia takut. Dia punya hak untuk takut,” ujar Siddiqui.

Sejak mencuatnya kasus tersebut, Dewan menerima surat lebih dari 20 negara. Salah satu contoh surat yang diterima menunjukkan pesan tulisan tangan dengan ilustrasi berwarna-warni dan desain ceria. 

Sebuah catatan dari Sophie (6) menunjukkan ilustrasi dua orang berbeda ras berpegangan tangan dan tersenyum. Ada pesan di gambar itu yang berbunyi, “Sahabatku, orang-orang dari semua agama seharusnya berteman.”

Pesan lain dari Mary B di Springfield, Massachusetts, ditulis di kertas aneka warna memberi semangat pada siswa Muslim itu, “Kamu dicintai. Kamu milikku.”

Keluarga Cade menulis dalam catatan dengan gambar pohon, bunga, dan sayuran, “Keluarga Yahudi dari Maryland mengirimkan cinta dan dukungan kepada Anda. Kamu luar biasa!”

Dewan mengatakan, pihaknya berencana mengirim pesan tersebut pada keluarga gadis itu pada pekan depan. Distrik sekolah di Massachusetts bergulat dengan gejolak aksi-aksi fanatik tahun ini. Di pinggiran Reading, Boston, para pejabat melaporkan lebih dari dua lusin kasus swastika dan grafiti kebencian menargetkan minoritas sejak Mei.  

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zwKEvk
November 30, 2018 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zwKEvk
via IFTTT
Share:

Friday, November 23, 2018

Momen Bima Sakti Latih Timnas Indonesia Dinilai Kurang Tepat

Bima mulai melatih saat kondisi timnas tidak begitu baik karena persiapan minim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemain sayap tim nasional (timnas) sepak bola Indonesia Andik Vermansah menilai pelatih timnas Indonesia Bima Sakti merupakan sosok yang pantas melatih skuat Garuda. Namun, momen kedatangan Bima di skuat Garuda kurang pas.

"Pelatih Bima Sakti sebagai pemain juga sangat berpengalaman. Sebagai individu juga baik. Namun mungkin momennya kurang pas," kata Andik usai berlatih di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (23/11).

Momen tidak pas yang dimaksud Andik adalah Bima mulai melatih saat kondisi timnas tidak begitu baik karena persiapan minim. Di tengah sempitnya waktu, Bima juga ditargetkan juara Piala AFF 2018 oleh PSSI.

Bima Sakti baru ditunjuk sebagai pelatih timnas pada akhir Oktober 2018 atau kurang lebih dua pekan sebelum Piala AFF 2018 bergulir. Sebelumnya, pria berusia 42 tahun itu merupakan asisten pelatih timnas U-23 dan senior Indonesia yang ditangani pelatih asal Spanyol Luis Milla.

Setelah diberikan tanggung jawab, Bima tidak memiliki banyak waktu untuk mengubah taktik, strategi, dan susunan pemain. Oleh sebab itu, ia memilih untuk menerapkan taktik lawas ala Luis Milla. Para pemain yang dipanggil pun tidak jauh dari sosok-sosok yang pernah dipercaya Milla mengisi tim.

"Ini berbeda ketika Piala AFF 2016 di mana kami bersama selama lima atau enam bulan sebelum tampil," jelas Andik, menunjuk Piala AFF 2016 saat Indonesia berhasil sampai final.

Indonesia dipastikan tersingkir dari persaingan Piala AFF 2018 setelah tidak mampu lolos dari Grup B. Poin Indonesia tidak mencukupi untuk mengejar posisi dua tim terbaik sebagai syarat lolos ke empat besar.

Meski sudah pasti tak ke semifinal Indonesia masih menyisakan satu laga di grup yakni menghadapi Filipina di pertandingan terakhir, Ahad (25/11), di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, mulai pukul 19.00 WIB. Pencapaian tak mampu beranjak dari fase grup tersebut mengulang catatan serupa pada Piala AFF tahun 2007, 2012, dan 2014.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BuGN3D
November 23, 2018 at 07:58PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BuGN3D
via IFTTT
Share: