Showing posts with label 2019 at 06:06PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 06:06PM. Show all posts

Sunday, May 26, 2019

Walepay, Aplikasi Dompet Digital Karya Milenial

Walepay, merupakan aplikasi yang di dirikan oleh para anak milenial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cepat, efisien dan aman adalah kata yang tepat untuk menggambarkan perkembangan era digital. Walepay, merupakan aplikasi yang di dirikan oleh para anak milenial.

Dengan mempromosikan gerakan Cashless, Walepay juga turut mendukung kemajuan masyarakat Indonesia dalam mengedukasi uang digital untuk mendorong masyarakat Indonesia menjadi Cashless Society.

Soft launching ini bertepatan dengan hari ulang tahun Walepay yang kedua. Diadakan pada Sabtu, (25/5)di Pullman Hotel, Jakarta Barat. Acara tersebut dihadiri oleh CEO Walepay beserta dengan para BOD.

“Saya ingin masyarakat Indonesia dapat mengenal dan menjalankan gerakan non tunai," kata William Japari, selaku CEO Walepay pada malam Soft launching berlangsung.

“Saya juga ingin masyarakat perdesaan tidak lagi dibatasi oleh jarak dan waktu ketika ingin menabung atau mencairkan uang di ATM, withdraw saldo adalah fitur unggulan yang dimiliki walepay orang-orang di pedesaan dapat menarik uang dengan mudah di warung terdekat berlogo walepay.”

Bukan hanya withdraw saldo, Walepay memiliki beragam fitur seperti pembelian pulsa, pembayaran listrik, air dan BPJS. Transaksi dimanapun yang bersifat patungan akan menjadi lebih mudah dengan fitur split bill yang dimiliki walepay.

Walepay hadir dengan berbagai macam promo, diskon dan cashback untuk masyarakat Indonesia. Kini masyarakat bisa mendapatkan Walepay di toko aplikasi Apple Store dan Google Play. 

“Saya yakin dengan hadirnya Walepay di tengah masyarakat dapat membantu mengurangi kriminalitas dan menjadi solusi baik untuk masyarakat Indonesia dalam melakukan transaksi secara online ” kata dia.

Walepay juga akan mendukung dan mesukseskan program GNNT(Gerakan Nasional Non Tunai) yang dicanangkan oleh pemerintah agar masyarakat bisa lebih maju dan sejahtera.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YQDr3D
May 26, 2019 at 06:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YQDr3D
via IFTTT
Share:

Sunday, May 19, 2019

Ramadhan, Kebutuhan Darah PMI Banyumas Melonjak 21 Persen

Selama Ramadhan kebutuhan kantung darah PMI Banyumas meningkat 21 persen

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Selama Bulan Ramadhan, kebutuhan darah di wilayah Purwokerto justru mengalami peningkatan. Kepala Seksi Pelayanan Donor PMI Banyuma, Nasier, menyebutkan kebutuhan darah selama Bulan Ramadhan ini justru mengalami peningkatan cukup besar.

Angkanya, ucap dia, mencapai 21 persen persen.''Dari kebutuhan rata-rata sebanyak 180 kantor per hari, sekarang menjadi 230 kantong per hari,'' jelasnya, Sabtu (18/5).

Terkait hal ini, dia mengaku, kondisi stok darah masih relatif aman. Namun untuk stok darah dengan golongan tertentu, dia mengaku kondisi stoknya sangat tipis. ''Stok darah A, B dan AB cukup untuk kebutuhan selama 3 hari, namun untuk darah golongan O hanya tersedia untuk kebutuhan 1 hari," katanya.

Terkait hal ini, dia mengaku PMI Banyumas terus berupaya untuk meningkatkan tingkat kecukupan stok darah. Hal ini dilakukan melalui kerjasama dengan instansi pemerintah, kelompok masyarakat, swasta dan kalangan perguruan tinggi. "Caranya dengan menggelar kegiatan donor darah di lokas-lokasi tersebut," katanya.

Seperti yang dilakukan pada Jumat (17/5) malam, PMI menggelar aksi donor darah di gedung rektorat Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). "Selama Ramadhan, kita menggelar aksi donor darah pada malam hari, setelah pendonor berbuka puasa," jelasnya.

Aksi donor darah di UMP, dihadiri Rektor UMP Dr Anjar Nugroho yang juga ikut mendonorkan darah dalam kegiatan tersebut. Kegiatan aksi donor darah dijalin dengan kerjasama Mapala Satria UMP dan KSR FKIP UMP. "Kegiatan donor darah ini sebagai sumbangsih kami kepada PMI dan kemanusiaan," katanya.

Lebih lanjut Rektor mengajak untuk semua masyarakat untuk ikut serta menyumbangkan darahnya. ''Proses donor darah itu tidak ada resikonya, bahkan akan memperbaharui darah kita sehingga kita makin sehat,'' katanya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HplcfQ
May 19, 2019 at 06:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HplcfQ
via IFTTT
Share:

Friday, May 17, 2019

KPU: Ada Salah Input 269 Kasus, 256 Sudah Diatasi

KPU mengapresiasi Bawaslu yang tak menghentikan Situng.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengaku telah melakukan perbaikan terhadap pemasukkan data pada sistem informasi penghitungan suara (Situng) sebelum putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dibacakan. Meski begitu, ia mengapresiasi keputusan Bawaslu yang tidak menghentikan Situng.

"Sebetulnya yang salah-salah sudah kita perbaiki sebelum Bawaslu menyatakan bahwa kemudian ada kesalahan harus ada perbaikan. Kami sudah memperbaiki," ujar Komisioner KPU, Ilham Saputra, di KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/5).

Ilham mengapresiasi putusan Bawaslu yang menyatakan Situng tidak dihapus. Bawaslu pada putusannya itu juga meminta KPU untuk memperbaiki pemasukkan data yang dilakukan oleh KPU ke dalam Situng agar tak terjadi lagi kesalahan yang sama di kemudian hari.

"Tinggal bagaimana kemudian teknik kami dalam memasukkan input data yang harus diperbaiki, kan begitu. Jadi sekali lagi, Situng tidak dihapus oleh keputusan Bawaslu tetapi diperkuat agar kemudian informasi menjadi lebih akurat," jelasnya.

Di samping itu, Ketua KPU, Arief Budiman, mengatakan, hingga Kamis (16/5), kesalahan memasukkan data yang terjadi di situng ada 269 kasus. KPU sudah memperbaiki 256 kasus di antaranya.

"Sampai dengan hari ini yang salah input itu 269. Data kemarin ya. Dan yang sudah diselesaikan 256. Itu data kemarin," ungkap Arief.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YCtYwW
May 17, 2019 at 06:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YCtYwW
via IFTTT
Share:

BUMN Harus Bantu Mengurangi Beban Maskapai

Maskapai jangan menekan penumpang karena turunnya tarif batas atas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Advokasi Peduli Penerbangan Indonesia menyarankan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membantu mengurangi beban maskapai. Hal tersebut perlu dilakukan sebagai solusi dari kebijakan penurunan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat sebesar 12 sampai 16 persen.

“Sebagai perusahaan penunjang terkait perusahaan penerbangan seperti Pertamina, kebandarudaraan, navigasi, dan sebagainya harus membantu mengurangi beban kepada perusahaan penerbangan,” kata salah seorang Tim Advokasi Peduli Penerbangan Indonesia, Indra Rusmi dalam pernyataan tertulis, Jumat (17/5).

Dia menjelaskan seperti yang disampaikan Martono dalam diskusi terhadap naik turunnya tiket angkutan udara niaga, hal tersebut perlu dilakukan. Agar, kata dia, perusahaan penerbangan tidak menekan kepada penumpang terhadap turunnya TBA tiket pesawat.

Indra mengatakan hal itu juga untuk memenuhi asas dan tujuan penerbangan dalam Pasal 2 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009. Dalam aturan tersebut penerbangan diselengarakan berdasarkan asas manfaat, usaha bersama dan kekeluargaan, adil dan merata, keseimbangan, keserasian, dan keselarasan. Begitu juga untuk kepentingan umum, keterpaduan, tegaknya hukum, kemandirian, keterbukaan antimonopoli, berwawasan lingkungan hidup, kedualatan negara, kebangsaan, dan kenusantaraan.

Dia mengatakan pada dasarnya, kebijakan tarif pada dasarnya bersifat neo liberal ada persaingan dalam regulasi tarif untuk kelas ekonomi. “Dalam praktik, persaingan bisa sangat sengit, sebagai akibat dari operasi pasar, layanan udara telah diklasifikasikan ke dalam tiga kategori tiket seperti tiket harian, mingguan, dan bulanan,” jelas Indra.

Seperti halnya tiket harian terdiri dari tiket prime time untuk penerbangan antara pukul 04.30 WIB hingga 09.30 WIB yang sangat mahal. Begitu juga dengan tiket penerbangan antara pukul 12.00 WIB  hingga 15.30 WIB yang termurah.

Pemerintah saat ini mengubah Keputusan Menteri Nomor 72 TAHUN 2019  tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Perubahan keputusan  tersebut tertuang  dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri yang ditandatangani pada Rabu (15/5) malam.

Dalam KM Nomor 106 ditetapkan penurunan Tarif Batas Atas (TBA) sebanyak 12 sampai 16 persen. Hal tersebut ditentukan berdasarkan faktor-faktor substansial seperti keselamatan keamanan dan juga ketepatan waktu pesawat yang menjadi prioritas. 

Dengan adanya penurunan TBA tersebut, maka harga tertinggi tiket pesawat penerbangan domestik kelas ekonomi yang menggunakan pesawat jet mengalami penurunan. Beberapa diantaranya seperti rute Jakarta-Surabaya sebelumnya TBA nya Rp 1.372.000 menjadi Rp 1.167.000, Jakarta-Makassar sebelumnya TBA nya Ro 2.144.000 menjadi Rp 1.830.000, dan Jakarta-Solo sebelumnya TBAnya Rp 1.045.000 menjadi Rp 906 ribu. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VKxuZ2
May 17, 2019 at 06:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VKxuZ2
via IFTTT
Share:

Thursday, May 16, 2019

Presentase Pencari Informasi Seputar Properti Meningkat

Pencari properti didominasi kaum milenial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berdasarkan sentimen survei yang baru-baru ini dilaksanakan Rumah123, presentase pencari informasi seputar properti saat ini meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Dari survei tersebut diketahui, banyaknya aspirasi terhadap properti mengalahkan dominasi presentase first time home buyers dalam dua tahun terakhir. 

Country General Manager Rumah123 Maria Manik mengatakan, hasil sentimen survei tersebut diperoleh berdasarkan 3.007 total responden di mana terdapat 26,29 persen responden berstatus sudah menikah. Tak hanya mereka yang baru mencari tahu seputar pasar properti, kata dia, mayoritas masyarakat juga aktif mencari properti untuk dibeli maupun dipakai untuk investasi. 

“Tren ini justru didominasi oleh kalangan milenial yang memiliki rentang usia 22-28 tahun dengan kisaran gaji rata-rata Rp 5 juta-Rp 10 juta,” kata Maria dalam keterangan pers, Kamis (16/5). 

Dia menjabarkan, ada banyak hal yang menjadi pertimbangan masyarakat dalam membeli properti. Alasan tersebut antara lain lokasi properti yang paling diprioritaskan dengan presentase 20,68 persen, harga dengan presentase 20,50 persen, fasilitas dengan presentase 20,03 persen, promo khusus dengan presentase 19,52 persen, dan desain dengan presentase 19,28 persen. 

Berdasarkan catatan laman pemcarian di situs Rumah 123, permintaan properti tahun ini tetap meningkat jika dibanding 2018 kemarin, baik dari sisi penjualan mauoun sewa. Khusus untuk sewa, kata dia, pertumbuhan pencarian meningkat dua kali lipat dibanding presentase penjualan. 

Adapun berdasarkan tipenya, kata dia, permintaan apartemen lebih tinggi dibanding permintaan masyarakat terhadap rumah. “Jumlahnya meningkat 42,85 persen dari tahun sebelumnya,” kata dia. 

Dia melanjutkan, sayangnya masih belum banyak informasi yang belum didapat oleh para pelaku pasar properti tersebut. Dia mencontohkan, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui program KPR milenial yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan hunian baru generasi milenial. Tercatat, kata dia, sebanyak 70,54 persen tidak mengetahui program tersebut. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Yxj7nW
May 16, 2019 at 06:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Yxj7nW
via IFTTT
Share:

Saturday, May 4, 2019

Jaksa Agung Venezuela Keluarkan 18 Surat Penangkapan

Surat perintah penangkapan dikeluarkan terkait upaya kudeta presiden Venezuela..

REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS -- Jaksa Agung Venezuela Tarek William Saab mengatakan sebanyak 18 surat perintah penangkapan akan dikeluarkan terkait upaya kudeta oleh oposisi. Saat ini, ia mengatakan pencarian serta pengumpulan bukti-bukti terkait tindakan kudeta telah dilakukan.

“Kami telah meminta 18 surat perintah penangkapan bagi warga sipil dan militer yang terlibat dalam konspirasi. Sebanyak 17 pencarian telah dilakukan dan bukti dikumpulkan yang membawa kami ke sekelompok orang yang lebih besar. Banyak dari mereka yang ditahan saat ini sudah memberikan kesaksian," ujar Saab dalam sebuah pernyataan pada Jumat (3/5).

Menurut Saab, salah satu politikus oposisi Leopoldo Lopez yang lolos dari tahanan rumah pada awal pekan ini berlindung di kediaman duta besar Spanyol di Caracas. Lopez adalah salah satu individu yang berada di balik rencana kudeta terhadap Pemerintah Venezuela.

“Salah satu dari mereka yang bertanggung jabwa atas upaya kudeta melarikan diri ke Kedutaan Besar Cile tetapi diusir dari sana dan melarikan diri ke Kedutaan Besar Spanyol,” kata Saab.

Saab mengatakan saat ini ada tiga jaksa penuntut yang ditugaskan untuk menyelidiki upaya kudeta. Sebelumnya, pada awal pekan ini, tepatnya Selasa (30/4), pemimpin oposisi Juan Guaido mengatakan akan memulai tahap akhir dari rencana menggulingkan pemerintahan yang dipimpin Presiden Nicolas Maduro.

Dalam sebuah rekaman video yang diunggah melalui jejaring sosial Twitter, Guaido terlihat berpidato di pangkalan militer La Carlota di Caracas. Ia menyerukan kepada semua elemen di Venezuela untuk mendukung dilakukannya perebutan kekuasaan dengan upaya kudeta pada Rabu (1/5).

Meski demikian, pihak berwenang mengatakan upaya tersebut telah digagalkan. Berdasarkan laporan Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, rencana kudeta yang berujung dengan bentrokan telah menyebabkan setidaknya 240 orang terluka.

Venezuela dilanda krisis dan kekacauan, seiring kondisi ekonomi di negara itu yang saat ini dilanda hiperinflasi. Pemerintahan Maduro dianggap telah menciptakan situasi yang semakin buruk dengan kebijakan sosialis yang ia dan pendahulunya mantan presiden Hugo Chavez terapkan.

Gelombang protes menuntut kepemimpinannya telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi semakin memburuk pada awal tahun ini, ketika Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela.

Setidaknya 50 negara, termasuk AS telah mengakui Guaido sebagai pemimpin Venezuela. Namun, Rusia dan beberapa negara lainnya telah menolak klaim tersebut dan mengatakan Maduro, serta pendahulunya Chavez sebagai pemimpin negara yang sah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2H1ewo7
May 04, 2019 at 06:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2H1ewo7
via IFTTT
Share:

Thursday, April 18, 2019

Pusat Tabulasi Suara PKB Pantau Suara yang Masuk

PKB terus melakukan tabulasi suara pantau suara yang diperoleh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - DEWAN Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai melakukan pengawasan suara yang masuk melalui Pusat Tabulasi suara PKB. Setiap hasil perhitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) langsung tercatat di pusat tabulasi.

"PKB menargetkan perolehan kursi yang cukup di tingkat nasional. Oleh karena itu monitoring menjadi satu hal yang sangat penting," ujar Wakil Bendahara Umum (Wabendum) DPP PKB, Bambang Susanto, Rabu (17/4).

Menurut Bambang, teman-teman di pusat tabulasi sudah bekerja mulai dari perhitungan di TPS sampai dengan tingkat pusat.

"Merek akan bekerja dari mulai pagi sampai dengan tengah malam," tuturnya.

Kendati PKB memiliki pusat tabulasi sendiri, ungkap Bambang, ia juga berterimakasih dan merasa terbantu dengan hasil perolehan suara yang dirilis beberapa lembaga survei. Misalnya, Poltracking yang menempatkan PKB di posisi tiga besar.

"Di bawah PDI Perjuangan dan Partai Gerindra. Namun, bisa melewati Golkar dan Demokrat," tuturnya.

Bambang yakin apa yang ditergetkan Ketum DPP PKB akan tercapai jika melihat hasil suara yang masuk hari ini.

"Saya berharap semua teman-teman PKB melakukan pemantauan agar tidak ada suara PKB yang hilang," tandasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UGLvX4
April 18, 2019 at 06:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UGLvX4
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 17, 2019

Van Dijk: Saatnya Pemain Liverpool Membuat Sejarah

Van Dijk berambisi mempersembahkan dua trofi untuk Liverpool musim ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bek Liverpool Virgin van Dijk Bertekad membuat sejarah untuk Liverpool di pekan-pekan terakhir musim ini. Van Dijk berambisi mempersembahkan trofi Liga Primer Inggris dan Liga Champions untuk the Reds.

"Ini akan sulit, tetapi ini adalah waktu yang tepat bagi pemain Liverpool untuk membuat sejarah," ujarnya seperti dikutip dari situs resmi Liverpool.

"Kami memiliki delapan pertandingan tersisa (di semua kompetisi), semoga saja. Jadi kami harus memberikan semua kemampuan terbaik yang kami miliki. Yang harus kami lakukan saat ini adalah fokus saja pada diri sendiri, berikan semua yang terbaik dan kita lihat hasilnya bagaimana," katanya.

Di kompetisi Liga Primer Inggris, Liverpool saat ini memimpin di puncak klasemen sementara dengan unggul dua poin dari Manchester City. Liverpool disebut punya peluang besar untuk merebut trofi Liga Primer Inggris, karena di empat pertandingan tersisa, the Reds akan menghadapi lawan diluar tim-tim big six. Sementara City masih harus menghadapi Tottenham Hotspur dan Manchester United.

Sementara di Liga Champions, Liverpool dalam posisi unggul saat menjalani leg kedua babak perempat final melawan Porto. Liverpool hanya butuh hasil seri di kandang Porto. Melihat hal tersebut, Van Dijk mengatakan para pemainnya dan semua pendukung harus percaya Liverpool bisa menyelesaikan musim ini dengan memboyong dua trofi.

"Kami memiliki hasil yang baik melawan mereka, tetapi ini belum berakhir dan kami tahu kami akan menghadapi pertandingan yang lebih sulit di sini," ujar Van Dijk.

"Anda harus percaya. Jalani saja semua. Kami ingin mencapai final lagi, karena untuk itulah kami semua ada disini," ucapnya.

Van Dijk melanjutkan, timnya tidak mau menganggap enteng Porto. Liverpool sadar Porto bisa berbahaya jika bermain di kandang. Namun, ia mengatakan timnya tetap akan bermain menyerang di markas Porto.

"Semoga kami menciptakan peluang dan mencetak satu atau dua gol tandang untuk menjadikannya sulit bagi mereka. Jika kita mencetak satu, kita tahu mereka akan membutuhkan empat untuk dilalui," jelasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PgiN9r
April 17, 2019 at 06:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PgiN9r
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 10, 2019

Pengacara: Sumber Amplop Bowo dari Seorang Menteri

Saut Edward tidak menjelaskan nama menteri yang dimaksud.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengacara Saut Edward menyebutkan sumber uang yang berada dalam amplop untuk digunakan Bowo Sidik Pangarso dalam "serangan fajar" pada Pemilu 2019 berasal dari salah satu menteri di Kabinet Kerja.

Bowo Sidik yang merupakan anggota Komisi VI DPR RI telah ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus suap pelaksanaan  kerja sama pengangkutan bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

"Sumber uang yang memenuhi Rp 8 miliar yang ada di amplop tersebut sudah dari salah satu menteri di kabinet ini," ujar Edward usai menemani Bowo yang diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu.

Ia pun mengaku hal tersebut sedang didalami oleh penyidik KPK. "Sudah lagi didalami sama KPK," kata dia.

Namun, ia enggan menjelaskan lebih lanjut siapa sosok menteri yang disebutnya itu. Ia juga tak tahu apakah menteri itu masuk dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) atau tidak.  "Menteri itu masuk di TKN atau tidak, saya kurang mengetahui, partainya juga belum disebutkan. Kami kasih kesempatan kepada penyidik untuk mendalami," kata Edward lagi.

KPK telah mengamankan 82 kardus dan dua boks kontainer yang berisikan sekitar 400 ribu amplop berisi uang yang diduga dipersiapkan oleh Bowo. Dari 82 kardus dan dua boks kontainer itu, terdapat uang sekitar Rp8 miliar dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu yang telah dimasukkan dalam amplop-amplop.

Uang tersebut diduga terkait pencalonan Bowo sebagai anggota DPR RI di Daerah Pemilihan Jawa Tengah II yang meliputi Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Demak.

Pada kesempatan itu, ia juga menyatakan bahwa kliennya memang diperintahkan secara langsung oleh Nusron Wahid untuk menyiapkan 400 ribu amplop untuk digunakan dalam 'serangan fajar'. "Dia (Bowo) mengakui secara terus terang memang diperintahkan secara lisan, ketemu berdua di DPR," ujar Edward.

Sebelumnya Edward mengutip pengakuan Bowo menyebut Nusron mengumpulkan 600 ribu amplop.  Menurut Edward, uang yang akan digunakan oleh Bowo Sidik dan Nusron Wahid berasal dari sumber yang berbeda. "Bukan, beda-beda sumber. Pak Nusron dia punya sumber sendiri, Pak Bowo punya sumber sendiri," ujar.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YYp3aB
April 10, 2019 at 06:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YYp3aB
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 9, 2019

Vs Persebaya di Final Leg I, Arema Curi Dua Gol Tandang

Leg pertama final Piala Presiden antara Arema vs Persebaya berakhir dengan skor 2-2.

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Derbi Jawa Timur (Jatim) antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya pada leg pertama babak final Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa (9/4), berakhir dengan hasil imbang 2-2. Kedua tim yang memiliki sejarah rivalitas panjang ini mempertontonkan permainan yang menarik selama 90 menit.

Pada babak pertama, Bajul Ijo berhasil mencuri gol pembuka melalui tendangan melengkung Irfan Jaya. Sementara, Singo Edan menyamakan kedudukan pada menit ke-33 saat Hendro Siswanto berhasil mencuri bola dari kaki Fandi. Babak pertama pun berakhir dengan skor 1-1.

Di babak kedua, Persebaya bermain lebih agresif. Di menit-menit pertama babak kedua, Manu Jalillov membuka serangan dari skuat Bajul Ijo, sayang tendangan Cak Jali masih melenceng jauh di atas mistar gawang. Selain Manu, Fandi pun mendapat kesempatannya untuk melakukan tekanan ke barisan pertahanan Hamka Hamzah dkk, namun lagi-lagi finishing yang dilakukannya masih melenceng.

Pada menit ke-50, Manu Jalilov lagi-lagi mendapatkan kesempatan yang harus berakhir sia-sia. Bola yang bergulir liar di depan gawang Kartika Ajie gagal disonteknya dengan terarah. Rangkaian serangan terus dilakukan Bajul Ijo, hingga akhirnya Amido Balde dilanggar oleh Hamka Hamzah di kotak penalti.

Damian Lizio bertindak sebagai algojo tendangan dari titik putih berhasil menambah gol. Kemenangan sementara bagi Lizio dkk.

Kubu tamu tentu tidak tinggal diam. Beberapa serangan juga dilakukan oleh skuat Singo Edan dan berhasil menciptakan beberapa peluang, seperti saat Riki Kayame menerima umpan di depan gawang, namun tendangannya berhasil diamankan Miswar.

Selain itu, pada menit ke-60 blunder dilakukan Miswar yang justru membagi bola ke Riki Kayame di depan gawang. Beruntung M Syaifuddin berhasil menggagalkan manuver yang dilakukan Riki. Peluang juga diciptakan oleh Dendi Santoso dengan melakukan umpan yang akurat, sayangnya Dedik yang menyambutnya diganggu oleh Hansamu Yama.

Akhirnya Arema kembali menyamakan kedudukan saat Makan Konate melakukan tendangan bebas dari jarak yang cukup jauh dan berhasil menembus gawang Miswar yang berdiri terlalu maju dari gawang. Skor imbang 2-2 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2U93yzW
April 09, 2019 at 06:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2U93yzW
via IFTTT
Share:

Banjir Cimanuk Meluas di Hari Kedua

Keperluan logistik yang dibutuhkan para korban banjir sudah disiapkan.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Memasuki hari kedua, banjir akibat luapan Sungai Cimanuk di Kabupaten Indramayu semakin meluas, Selasa (9/4). Akses warga pun terganggu akibat genangan air yang semakin meninggi. Berdasarkan pantauan Republika.co.id, banjir masih menggenangi Desa Pekandangan, Dukuh, Plumbon, Kecamatan Indramayu, dengan ketinggian bervariasi hingga sekitar satu meter di sejumlah titiknya. Banjir pun masih menggenangi jalan provinsi penghubung Kecamatan Indramayu – Kecamatan Jatibarang di desa-desa tersebut hingga jalan itu masih ditutup.

Tak hanya itu, banjir juga meluas hingga ke ruas jalan Gatot Subroto di depan Islamic Center Simpang Lima Indramayu. Kondisi serupa di antaranya juga terlihat di Jalan Kembar, Kepandean, sejumlah sekolah di Kecamatan Sindang dan Indramayu, wilayah Paoman, dan pada sore hari air juga mulai memasuki perempatan Karangturi hingga Jalan Yos Sudarso. "Banjir terjadi di 12 desa/keluarahan di lima kecamatan," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indramayu, Edi Kusdiana.

Adapun desa/kelurahan yang mengalami banjir itu, yakni Desa Plumbon, Dukuh, Teukagung, Pekandangan, Pekandangan Jaya dan Kelurahan Lemahmekar di Kecamatan Indramayu. Selain itu, Desa Rambatan, Penganjang dan Pagirikan di Kecamatan Sindang. Ditambah lagi, Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Lohbener, Desa Waledan Kecamatan Cantigi dan Desa Pasekan Kecamatan Pasekan.

Di 12 desa/kelurahan itu, tercatat ada 3.276 unit rumah warga yang terendam dengan ketinggian beragam. Selain rumah, banjir juga merendam 17 buah masjid dan 12 unit sekolah. "Tidak ada korban jiwa," kata Edi.

Edi menyatakan, pihaknya telah menyiapkan keperluan logistik yang dibutuhkan para korban banjir. Posko pun telah disiapkan di halaman Balai Desa Plumbon sejak Senin (8/4).

Sementara itu, seorang warga Desa Pekandangan, Kecamatan Indramayu, Iroh, mengatakan, ketinggian air yang merendam rumahnya masih setinggi paha orang dewasa. Menurutnya, ketinggian air itu sedikit menurun dibandingkan tadi malam yang mencapai pinggang orang dewasa. "Khawatir. Takut air datang lagi," kata Iroh. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Z1tUaI
April 09, 2019 at 06:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Z1tUaI
via IFTTT
Share:

Thursday, April 4, 2019

Korupsi Tumbuh Subur dalam Kubangan Lumpur Penuh Pelipur

Korupsi tumbuh subur dari level DPR hingga kasir koperasi kementerian

Kasus korupsi terus tumbuh subur melanda negeri. Per 31 Desember 2018, penanganan tindak pidana korupsi oleh KPK berhasil mengeksekusi 113 perkara dari 81 perkara di tahun 2016 (acch.kpk.go.id). Bahkan di tahun 2019, pejabat negeri kembali berulah menambah daftar penyelidikan KPK. 

Penularannya pun berjalan begitu cepat hingga terus menaikkan peringkat. Dari tingkat DPR, DPRD, ketua partai, menjerat pula kementerian agama karena kasus jual beli jabatan. 

Bahkan kasir koperasi kemenag pun berhasil mengantongi Rp 3,3 Miliar uang negara. Tersistem dan saling berkaitan, bertambah dan terus berulang.

Apalagi jeratan korupsi banyak menaburi para politikus parpol. Berawal dari pengeluaran dana kampanye yang mencapai miliaran rupiah, pemberian mahar politik hingga pembayaran saksi di tempat pemungutan suara. Ade Irawan Wakil Koordinator Indonesian Corruption Watch (ICW) menyatakan, “biaya politik yang besar dan mahar politik berakibat mereka yang terpilih rentan melakukan korupsi” (voaindonesia.com, 14/01).

Sehingga, tidak ada jaminan orang baik akan selamat dari korupsi, karena demokrasi-kapitalis berbalut lumpur sekuleris. Memisahkan agama dari kehidupan duniawi, menjadikan agama tidak boleh ikut campur dalam urusan pemerintahan. Bolehnya, saat mendekati pemilihan jabatan. Jadi wajar jika sholat iya, mengambil uang rakyat iya. Membaca Al-quran iya, berbohong juga iya. Allah SWT dianggap hanya ada di masjid dan rumah mereka, keluar dari semuanya, bisa bebas melakukan apa saja.

Itulah wajah korupsi dalam sistem demokrasi, subur bak jamur yang terkungkung dalam kubangan lumpur penuh pelipur. Lihai menggaet orang dengan iming-iming harta maupun tahta, menjadikan dusta hal yang biasa. Mengabaikan balutan lumpur dosa karena tergoda para penghiburnya.  

Sistem yang boros, rusak, nan merusak, telah mengebiri keadilan untuk rakyat serta kehormatan pejabat maupun negara. Demi menduduki jabatan tertinggi duniawi, semua cara dinggap sah selama uang bisa kembali setelah habis untuk kampanyesasi. Jabatan bagaikan segalanya hingga mengalahkan aturan Sang Pemberi jabatan dunia (baca: kenikmatan dunia) yang sifatnya sementara. 

Dengan demikian, dikutip dari detik.com, Guru Besar Universitas Jenderal Soederman (Unsoed) Purwokerto, Prof Hibnu Nugroho untuk memutus tali korupsi harus ada tindakan yang radikal dan total, karena kementerian ini harus menjadi panutan bagi kementerian lain. Karena tanpa tindakan secara total, mata rantai korupsi sulit untuk diputuskan.

Total menerapkan kembali aturan Sang Pemberi nikmat harta maupun jabatan. Aturan Islam yang telah terbukti mampu meningkatkan keimanan dari sisi individunya, mengatur masyarakat secara adil dengan terpenuhinya kebutuhan tiap individu, serta sistem perpolitikan yang hemat dan pemerintahan yang menerapkan sanksi secara tegas, sanksi yang bersifat jawabir (menebus dosa) dan jawazir (membuat jera).

Pengirim: Himatul Solekah, Pemerhati Media

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2G0rkKA
April 04, 2019 at 06:06PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2G0rkKA
via IFTTT
Share:

Wednesday, March 27, 2019

LPEI Biayai Proyek Perumahan Wika di Aljazair

Pembiayaan ekspor LPEI untuk Wika ini melalu skema National Interest Account (NIA)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/ Indonesia Eximbank memberikan pembiayaan berupa Kredit Modal Kerja Ekspor (KMKE) kepada PT Wijaya Karya (Persero), Tbk (Wika) melalui skema National Interest Account (NIA). Pembiayaan ini diberikan untuk proyek pembangunan perumahan bersubsidi di Aljazair dengan nilai Rp 187,7 miliar.

Bantuan tersebut mencakup sekitar 13 persen dari total nilai proyek yang mencapai 100 juta dolar AS atau Rp 1,4 triliun. Direktur LPEI Sinthya Roesly menyampaikan, pembiayaan ekspor melalui skema NIA ini merupakan bentuk dukungan nyata untuk meningkatkan volume nilai ekspor Indonesia.

Selain itu, untuk menciptakan dan meningkatkan transaksi perdagangan kedua negara di bidang infrastruktur dan konstruksi. "Khususnya untuk negara tujuan ekspor non tradisional," ucapnya ketika ditemui di kantor LPEI, Jakarta, Rabu (27/3).

Wika sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang engineering, procurement, dan construction (EPC), mendapatkan kepercayaan dari pemerintah Aljazair untuk dua proyek pembangunan. Yakni, sebanyak 1.700 unit rumah bersubsidi (logement) di Baraki dan El-Harrach wilayah Algier serta 2.250 unit Ain Defla dan Khemis Miliana di wilayah Blida.

Sebagai lembaga negara yang memiliki mandat untuk meningkatkan nilai ekspor Indonesia, LPEI tidak hanya memberikan pembiayaan ekspor kepada debitur. LPEI juga menjadi intermediary tools antara debitur dengan pelaku ekspor.

Salah satu bentuk upaya yang dilakukan adalah dengan menggandeng PT Integra Indocabinet Tbk. Nantinya, Sinthya menjelaskan, mereka akan mendukung Wika dari segi pengadaan furniture untuk proyek-proyek Wika di mancanegara.

Sinthya mengatakan, proyek pembangunan rumah bersubsidi (Iogement) di Aljazair yang dilaksanakan oleh Wika secara langsung maupun tidak Iangsung memberikan multiplier effect bagi negara dan masyarakat Indonesia. "Misalnya,  mendorong strategi peningkatan ekspor ke negara non tradisional serta membuka lapangan dan kesempatan kerja langsung bagi 1.343 tenaga kerja Indonesia," katanya.

Manfaat lainnya berupa peningkatan nilai ekspor serta daya saing produk dan jasa Indonesia khususnya jasa konstruksi di pasar internasional, penetrasi pasar ke kawasan Afrika, serta meningkatkan nilai perdagangan bilateral Indonesia.

Sesuai dengan mandat dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2009, pembentukan LPEI bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk Indonesia. Selain itu, guna mendukung pertumbuhan industri dalam negeri, serta menggali potensi pasar non tradisional yang prospektif.

NIA atau penugasan khusus yang diberikan pemerintah kepada LPEI berfungsi untuk menyediakan pembiayaan, penjaminan, dan asuransi ekspor atas transaksi atau proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan, namun dianggap perlu oleh pemerintah.

Selanjutnya, sebagai upaya dalam meningkatkan ekspor khususnya ke negara non tradisional Kementerian Keuangan menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 1/KMK.08/2019 tentang Penugasan Khusus kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia untuk mendorong ekspor ke negara kawasan Afrika, Asia Selatan, dan Timur Tengah.

Penandatangan KMKE melalui skema NIA dilakukan seiring dengan komitmen WIKA yang kini aktif melakukan ekspansi bisnis konstruksi di pasar internasional khususnya Afrika, Asia Selatan, dan Timur Tengah.

Direktur Wika Destiawan Soewardjono menilai, pengerjaan proyek ini tidak terlepas dari peran LPEI. Mereka menunjukkan dukungannya sehingga meminimalisir risiko finansial yang dihadapi ketika masuk di negara-negara baru.

"Di sisi lain, juga memudahkan upaya Perseroan untuk memperkuat posisinya di pasar yang telah dimasuki," ujarnya.

Dia menambahkan, dukungan LPEI dalam pembiayaan modal kerja ekspor merupakan bentuk kerja sama yang menunjukkan nilai strategis berupa dukungan pemerintah kepada sektor jasa konstruksi nasional. Tujuannya, meningkatkan daya saing pada pembangunan proyek-proyek infrastruktur di luar negeri.

Selain itu, Destiawan mengatakan, kerja sama ini merupakan langkah konkrit untuk meningkatkan ekspor dan investasi ke negara non tradisional melalui pemanfaatan dana NIA. "Termasuk melalui pemanfaatan peluang bisnis turunan," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Wqum0e
March 27, 2019 at 06:06PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Wqum0e
via IFTTT
Share:

Tuesday, March 26, 2019

2018, Saka Energy Bukukan Keuntungan 16 Juta Dolar AS

Tahun ini perolehan laba Saka Energy diperkirakan bisa meningkat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Saka Energy, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (PGN), mencatatkan keuangan yang cukup baik pada tahun lalu. Direktur Keuangan PGN, Said Reza Pahlevy menjelaskan anak usahanya tersebut mengalami surplus 16 juta dolar AS.

Surplus yang dimaksud kata Reza adalah antara laba dan biaya operasional mengalami keuntungan sebesar 16 juta dolar AS. Reza mengatakan hal ini dipengaruhi oleh langkah efisiensi yang dilakukan anak usaha yang bergerak di sektor hulu migas tersebut.

"Mereka rekor baik tahun kemarin. Surplus 16 juta dolar AS. Faktornya, Efisiensi cost, yang kami lakukan ya itu," ujar Reza di Hotel JW Marriot, Selasa (26/3).

Reza juga menjelaskan tahun ini Saka Energy juga ditaksir akan menorehkan laporan keuangan yang baik pula seiring dengan peningkatan target laba. Meski Reza enggan merinci berapa besar target tersebut. "Ya tahun ini harapannya bisa lebih baik, Pokoknya target positif aja," ujar Reza.

Ia menjelaskan untuk bisa mencapai target tersebut ada banyak potensi yang bisa dikembangkan oleh perusahaan salah satunya adalah pengembangan blok blok migas yang saat ini memang dikelola oleh Saka energy. "Fokus tahun ini adalah pengembangan blok blok yang memang punya potensi untuk dikembangkan dengan risiko yang lebih rendah," ujar Reza.

Peningkatan target kinerja keuangan Saka Energy ini kata Reza jua memang penting mengingat adanya rencana induk perusahaan yang hendak memisahkan Saka dari PGN. Langkah pelepasan Saka ini menyusul telah masuknya PGN ke subholding gas, sedangkan Saka bergerak di bidang hulu migas.

Namun untuk bisa mendapatkan nilai lebih dari pelepasan Saka Energy, Reza mengatakan PGN perlu mempercantik kinerja keuangan Saka agar bisa menarik dimata Investor. "Kita mau meningatkan kinerja keuangannya Saka. Kami fokus memperbaiki kinerja mereka, kalau di jual kan rugi, kalau posisi sekarang," ujar Reza.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FB4xVu
March 26, 2019 at 06:06PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FB4xVu
via IFTTT
Share:

In Picture: Perlintasan Kereta Tanpa Palang Pintu di Pondok Ranji

Perlintasan berbahaya dan mengancam keselamatan warga serta kendaraan yang melintas.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Sejumlah kendaraan menunggu KRL melintas di kawasan Pondok Ranji, Tangerang Selatan, Selasa (26/3).

Perlintasan KRL tanpa palang pintu itu berbahaya dan mengancam keselamatan warga serta kendaraan yang melintas.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Fyy6pt
March 26, 2019 at 06:06PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Fyy6pt
via IFTTT
Share:

Thursday, March 21, 2019

Dompet Dhuafa Tawarkan Kemudahan Berzakat untuk Milenial

Dompet Dhuafa menargetkan penghimpunan ZIS Rp 248 M.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG — Dompet Dhuafa mengajak masyarakat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui Program ‘Jangan Takut Berbagi’. Melalui ajakan tersebut, Dompet Dhuafa menargetkan penghimpunan Ziswaf mencapai Rp 248 miliar pada Ramadhan tahun ini.

Direktur Mobilisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Dompet Dhuafa, Yuli Pujihardi, mengatakan untuk proses ZIS pada tahun ini akan lebih memudahkan masyarakat. Apalagi dengan menyasar generasi milenial, proses ZIS bisa dilakukan secara digital tanpa perlu mendatangi Kantor Dompet Dhuafa. 

“Mudah-mudahan bisa dicapai melalui gerai-gerai yang bekerjasama dengan kami,” kata Yuli dalam acara Press Briefing #JanganTakutBerbagi di Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Karawaci, Tangerang, Banten, Kamis (21/3). 

Dia mengatakan, dengan sistem tersebut pembayaran ZIS bisa melalui minimarket seperti Alfamart atau Indomart, karena memang target dari Dompet Dhuafa adalah generasi milenial.

Cara ini berbeda dengan cara lama yaitu bersedekah hanya bisa dilakukan dengan datang langsung ke Kantor Dompet Dhuafa, Pejaten, Jakarta Selatan, atau transfer rekening. “Sekarang semua bisa dilakukan dengan handphone, atau secara digital,” kata Yuli.  

Dia juga memberikan satu contoh dermawan yang sudah menunjukkan ‘Jangan Takut Berbagi’ yakni Amir Rajab Batubara, yang telah mewakafkan asetnya sebesar Rp 60 milliar, untuk membangun dan mengembangkan Institut Kemandirian Dompet Dhuafa. 

Sentra latihan usaha mandiri itu, kata dia, memang dibentuk untuk membantu mengentaskan kemiskinan yang ada di Indonesia. Kawasan yang layaknya sebuah wisma itu, memiliki dua gedung utama yakni Gedung Wardah dan Gedung Wakayapa, serta sejumlah kelas.  

“Ini kawasan wakaf dari Amir Rajab Batubara mantan vice president Citibank, pada 1998 sudah didirikan yayasan. Sekarang ini nilai aset hampir Rp 60 milliar. Dia membuktikan tidak takut untuk berbagi,” papar Yuli.

Dia mengatakan, Institut Kemandirian Dompet Dhuafa ini sejak dulu memang menyaring anak-anak yatim piatu dari seluruh Indonesia, untuk belajar berbagai macam keterampilan. Institut ini diwakafkan ke Dompet Dhuafa pada 2011 lalu, dan terus berkembang hingga saat ini.

Penerima manfaat ini, kata dia, adalah kaum dhuafa yang perlu tingkatkan keterampilan yang dimilikinya, dan mereka memang punya keahlian khusus. Selain itu, ada juga kaum disabilitas yang juga menerima manfaat ini.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Fh5kK4
March 21, 2019 at 06:06PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Fh5kK4
via IFTTT
Share:

Thursday, March 14, 2019

Mewujudkan Perisai Umat

Tanpa pelindung umat Islam tercerai berai dan terstigma dengan label teroris

Bagai anak ayam tanpa induknya. Begitulah gambaran Islam saat ini. Ketiadaan kepemimpinan umat, menjadikannya tercerai berai.

Ia tidak lagi memiliki perisai yang artinya pelindung umat Islam telah hilang. Beragam kekerasan, kezaliman, pembantaian dialami umat Islam. Derita muslim Uyghur oleh ganasnya rezim komunis China, penjajahan bertahun-tahun Israel atas Palestina.

Kemudian Muslim Khasmir dan yang tak kalah menyesakkan dada adalah pembantaian Muslim Rohingya di Myanmar dan juga persekusi ulama di Indonesia. Ketiadaan perisai ini telah menjadikan Islam terstigma dengan label "teroris dan radikal". Fakta lapangan menunjukkan korban terbesar adalah muslim.

Oleh karena itu penting mewujudkan kembali pelindung dalam tubuh umat. Sebuah kepemimpinan yang menyatukan. Dari Maroko hingga Merauke.  Mengangkat pemimpin yang akan menyelesaikan problem umat, sebagaimana Rasulullah SAW menerapkannya empat belas abad lalu. Wallahu'alam bi Showab.

Pengirim: Agung Andayani, SPt, penulis lepas, Kendal

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HxViqP
March 14, 2019 at 06:06PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HxViqP
via IFTTT
Share:

Wednesday, March 13, 2019

Mahasiswa UBSI Jadi Delegasi KKN Tematik Merajut Nusantara

Kedua mahasiswa UBSI itu ditempatkan di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalbar.

REPUBLIKA.CO.ID, SAMBAS -- Dua mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menjadi delegasi di Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diselenggarakan oleh LL Dikti (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) Wilayah III bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut  berlasung pada tanggal 11 – 24 Maret 2019 di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Kepala LL Dikti  Wilayah III,  Dr  Ir  Illah Sailah  MS saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa dan dosen pendamping lapangan yang akan mengikuti kegiatan KKN Tematik Merajut Nusantara II 2019 menjelaskan, KKN Tematik   ini bertujuan untuk mengenalkan Indonesia dan sebagai wahana untuk memberikan edukasi, menumbuhkan rasa nasionalisme, serta rasa kecintaan terhadap Tanah Air.

“Kegiatan KKN Tematik Merajut Nusantara II ini  merupakan suatu pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Tetapi hal ini juga tidak menutup untuk dijadikan proses pembelajaran bagi mahasiswa yang terpilih menjadi delegasi,” ujar Illah dalam rilis UBSI yang diterima Republika.co.id, Rabu (13/3).

Astrid Noviriandini selaku dosen pendamping dari dua mahasiswa UBSI yang menjadi delegasi pada kegiatan ini  memaparkan,  pada tahun ini sebanyak 250 mahasiswa dari 35 perguruan tinggi yang berada diwilayah LL Dikti  Wilayah III -- termasuk UBSI – melaksanakan KKN Tematik Merajut  Nusantara II.  Mereka disebar di empat kecamatan di Kabupaten Sambas, yakni Kecamatan Tebas, Sambas, Paloh dan Sajingan Besar.

“Dua mahasiswa UBSI di tempatkan di Kecamatan Paloh. Keduanya melakukan pengadian kepada masyarakat di bidang pendidikan, dengan target masyarakat yang masih buta huruf,” kata Astrid.

Astrid menambahkan,  selain bidang pendidikan, KKN Tematik Merajut Nusantara II melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kesehatan, industri kreatif dan pariwisata.

Astrid berharap kedua mahasiswa UBSI yang menjadi delegasi KKN Tematik Merajut Nusantara II ini dapat menjalankan kegiatan ini dengan baik.  Sehingga,  masyarakat di Kecamatan Paloh yang masih buta huruf terus termotivasi untuk belajar mengenal huruf, menumbuhkan niat belajar dan bersekolah bagi.

Adapun dua orang mahasiswa UBSI yang menjadi delegasi KKN Tematik Merajut Nusantara II adalah Firman Alfajriansyah dan Siti Awaliatul Fauziah. "Keduanya   merupakan mahasiswa UBSI Prodi Sistem Informasi,” tutur Astrid.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2XT6vaW
March 13, 2019 at 06:06PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2XT6vaW
via IFTTT
Share:

Tuesday, March 12, 2019

In Picture: KPU Gelar Simulasi Pemungutan Suara Pemilu 2019

Simulasi pemungutan suara digelar agar warga memahami tahapan dan prosedur Pemilu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua KPU Arief Budiman menggunakan hak pilih saat simulasi pemungutan suara di KPU Pusat, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Simulasi diselenggarakan untuk mensosialisasikan tahapan dan prosedur pemungutan serta penghitungan suara jelang Pemilu Serentak 2019.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2VS99vN
March 12, 2019 at 06:06PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2VS99vN
via IFTTT
Share:

Saat Pejabat Daerah Todong Jokowi Bangun Pasar

Jokowi mengapresiasi kinerja Kemendag yang membangun dan merevitalisasi ribuan pasar.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pembukaan Rakernas Kementerian Perdagangan 2019 pada Selasa (12/3) pagi tadi di ICE BSD, Tangerang Selatan. Dalam sambutannya, Jokowi mengapresiasi kinerja Kemendag yang telah membangun dan merevitalisasi lebih dari 4.200 unit pasar sepanjang 2014 hingga 2018.

Bahkan angka ini masih belum termasuk 8.900 unit pasar desa yang dibangun selama periode yang sama.  Uniknya, ada satu sesi saat Presiden meminta sejumlah kepala dinas dari daerah yang merasa pasarnya paling jelek dan paling bagus untuk maju ke depan.

Dari sisi 'pasar paling jelek', Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Manokwari Selatan Syahrial mengajukan diri untuk mau ke atas panggung bersama Presiden. Sementara dari sisi 'pasar terbagus', Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Tanah Datar Marwan mengacungkan jarinya untuk bisa naik ke pentas.

Dialog antara Presiden dengan kedua pejabat daerah pun berjalan hangat. Syahrial, pejabat dari Manokwari Selatan di Papua Barat, mengungkapkan uneg-unegnya soal buruknya fasilitas Pasar Oransbari, di wilayahnya. Syahrial menyampaikan, pasar tersebut sempat terdampak gempa bumi pada 2001 dan sebagian bangunannya ambruk.

Pemda, ujar Syahrial, sempat mengalokasikan APBD untuk membangun kembali namun tidak cukup. Bahkan Syahrial mengaku pasar yang ia kelola tak memiliki tempat parkir dan becek saat hujan melanda.  "Drainase juga belum bagus pak. Dulu dibangun dengan dana TP (tugas pembantuan) tapi tidak cukup," kata Syahrial, Selasa (12/3).

Syahrial pun memberi isyarat kepada Presiden agar pemerintah pusat mau turun tangan memperbaiki bangunan pasar yang minim fasilitas. Menanggapi keluhan Syahrial, Jokowi lantas memberi sejumlah syarat sebuah pasar dianggap layak dan mampu menarik konsumen. Menurut Presiden, pasar di daerah harus bersih, memiliki lahan parkir, tidak becek, dan tidak bau. Syarat-syarat tersebut disebut 'mutlak' agar konsumen mau mampir.

"Bagus. Pak Kadis mau mengakui pasarnya jelek. Pak Menteri (PUPR) ini (tolong) langsung dibangun," kata Jokowi disambut tepuk tangan hadirin.

Sementara itu, Kadis Koperindag Kabupaten Tanah Datar Marwan juga menyampaikan alasannya mengapa ia percaya diri bahwa pasar yang dikelolanya adalah yang terbaik. Sejumlah program ternyata sudah digalakkan Pemkab Tanah Datar termasuk menggandeng Kejati untuk memberikan penyuluhan hukum bagi pedagang pasar dan pengunjung. Pemda bahkan menggandeng Dinas Kesehatan untuk memberikan pelayanan gratis kepda pedagang dan pengunjung pasar.

"Tapi pasar kami terlalu sempit pak. Dana TP belum cukup menampung pedagang dari 45 desa. Kami butuh dana hanya Rp 50 miliar untuk pelataran parkir," ujar yang memanfaatkan momen bertemu Presiden untuk menyampaikan aspirasi pembangunan di daerah.

Akhirnya, gayung pun bersambut. Presiden memerintahkan Menteri PUPR untuk menindaklanjuti rencana perluasan lahan pasar di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar. "Pak Menteri segera dibangun. Ini nggak lebih loh ya Rp 45 miliar," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2u1PBZY
March 12, 2019 at 06:06PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2u1PBZY
via IFTTT
Share: