Showing posts with label 2018 at 07:43PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 07:43PM. Show all posts

Sunday, December 23, 2018

Raffi Ahmad Dampingi Sahabatnya Lamar Putri Kiai Ma'ruf

Raffi sempat berbincang-bincang sekaligus membuat vlog bersama Ma'ruf Amin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selebritas tanah air Raffi Ahmad mengunjungi kediaman Cawapres RI Ma'ruf Amin di Rumah Situbondo, Jakarta, Ahad (23/12). Ia mendampingi sahabatnya Muhammad Rapsel Ali melamar putri Kiai Ma'ruf, Siti Nur Azizah.

Dalam kesempatan tersebut, Raffi sempat berbincang-bincang sekaligus membuat vlog bersama Ma'ruf Amin. "Saya senang. Saya mendoakan Abah sehat selalu dan dilancarkan semuanya. Juga buat putrinya dan Pak Rafsel," kata Raffi.

Menurut Raffi, Ma'ruf Amin sosok yang ramah dan berjiwa muda. Dia mengaku senang bisa berbincang bersama pasangan Presiden Jokowi itu. "Saya senang sekali bisa diterima, berfoto sama tokoh yang sekarang juga cawapres. Humble sekali, tadi juga ngobrol, saya bawa kamera buat vlog," ujar Raffi.

Saat ditanya apakah Raffi akan menggalang dukungan untuk Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, Raffi menyiratkan dirinya akan melakukan itu nanti. "Nanti ada waktunya. Tenang saja," jawab Raffi.

Sementara itu Ma'ruf Amin menyatakan tersanjung bisa dikunjungi Raffi Ahmad selaku anak muda yang populer dan sudah mengenal banyak tokoh seperti Presiden Jokowi. Kiai Ma'ruf menilai Raffi adalah sosok anak muda yang kreatif.

Dia mengatakan anak muda seperti Raffi harus didengarkan aspirasi dan gagasannya. "Pandangan orang muda itu masa depan bangsa," jelasnya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QLYGE5
December 23, 2018 at 07:43PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QLYGE5
via IFTTT
Share:

Friday, December 14, 2018

Rencana Ambil Alih Proyek Trans-Papua oleh TNI Tuai Kritik

Rencana tersebut dinilai justru menambah potensi konflik dan seperti masa Orde Baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- TNI berencana turut mengambil alih pembangunan jalan Trans-Papua usai insiden pembantaian pekerja PT Istaka Karya di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua. Rencana tersebut, dinilai justru menambah potensi konflik dan seperti masa Orde Baru.

"Ini yang namanya menyelesaikan masalah dengan masalah," kata Peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, Jumat (14/12).

Menurut Khairul, pemerintah mestinya tak menutup mata bahwa salah satu penyulut penyelesaian masalah Papua adalah kiprah TNI yang cenderung eksesif. Pembangunan infrastruktur di Papua diakui merupakan upaya mengatasi ketimpangan dan menyejahterakan rakyat Papua. Namun pada praktiknya, ambisi untuk mempercepat pembangunan itu justru telah meningkatkan potensi konflik.

Baca juga

Menurut Khairul, salah satu penyebabnya adalah pelibatan TNI terlalu jauh dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, pembebasan lahan maupun penyelesaian sengketa-sengketa terkait. Pekerjaan infrastruktur ini juga menggunakan anggaran negara yang mestinya melalui mekanisme pengadaan terbuka. Pelibatan TNI ke ranah ini pun akan menambah daftar masalah.

"Kita perlu mengingatkan agar jangan terjebak pada upaya-upaya instan," ujar Khairul.

Mengabaikan kepentingan rakyat Papua dengan menyederhanakan persoalan Papua sebagai persoalan keamanan semata, kata Khairul justru tak akan membawa manfaat. TNI, menurut dia adalah institusi yang tugas pokoknya adalah menegakkan kedaulatan. Maka itu, pelibatan TNI lebih jauh bukanlah jawaban persoalan di Papua.

Khairul pun menekankan, saat Orde Baru, militer memang seolah menjadi jawaban atas segala persoalan. Namun, kini hal tersebut dinilainya sudah tidak relevan.

"Masak pemerintah mau mengembalikan kita pada masa lalu? Pada masa di mana 'bisnis rasa takut' dan komersialisasi aset TNI sangat marak? Kalau iya, itu kemunduran. Sangat mundur," ujarnya menambahkan.

Sebelumnya, Danrem 172/PWY Jonathan B Parluhutan di Yonif 756 Wimane Sili Jayawijaya, Kamis (14/12) mengatakan, terkait rencana ambil alih TNI, untuk sementara masih dalam tahap komunikasi dengan Mabes TNI. Menurut Jonathan, sebelumnya ada instruksi dari pimpinan untuk melanjutkan pengerjaan jalan dan jembatan yang terhenti pascapenembakan belasan pekerja oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Pembukaan akses daerah terisolir itu akan dilakukan oleh TNI dari zeni tempur.

"Mungkin satu dua minggu ke depan sudah masuk personel ke sana, dan kemungkinan minggu depan sudah mulai mendorong alat-alat ke lokasi. Paling lambat tiga minggu ke depan sudah mulai bekerja," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EvJft5
December 14, 2018 at 07:43PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EvJft5
via IFTTT
Share:

Thursday, November 22, 2018

Cara Aman Atasi Migrain Bagi Ibu Hamil

Ibu hamil harus selektif dalam mengonsumsi obat-obatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyaknya masalah yang dialami wanita saat masa kehamilan disebabkan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Semua rasa sakit itu akan tetap terasa sampai melahirkan.

Beberapa wanita hamil harus merasakan sakit yang tidak terkait dengan kehamilan seperti migrain. Migrain menyebabkan sakit kepala yang mengganggu dan dapat membuat Anda memutuskan untuk minum obat agar membantu mengatasi rasa sakit itu.

Namun, harus disadari obat-obatan tersebut tidak aman dikonsumsi selama kehamilan. Lalu bagaimana cara yang aman untuk mengatasi migrain yang dialami ibu hamil?

Penting untuk kita pahami terlebih dahulu penyebab migrain selama kehamilan agar lebih mudah untuk mencegahnya. Dilansir di Boldsky, migrain sering dipicu oleh beberapa faktor sebagai berikut.

Fluktuasi hormon

Hormon seperti estrogen diketahui dapat memicu migrain. Itulah mengapa wanita

sering mengalami serangan migrain selama kehamilan, menstruasi, dan menopause.

Migrain sering kali dialami wanita dibanding pria karena alasan tersebut. Selain itu, serotonin neurotransmitter juga disebut sebagai penyebab migrain.

Kadar serotonin yang rendah dapat memicu migrain. Itulah sebabnya migrain sering terjadi ketika wanita hamil merasa emosional atau stres.

Fluktuasi tekanan

Fluktuasi tekanan darah juga dapat memicu migrain pada sebagian besar wanita.

Kenaikan tekanan darah dapat menyembabkan saraf otak menyempit dan membatasi aliran darah. Tekanan darah tinggi yang bersamaan dengan migrain jika dialami semasa kehamilan bisa menjadi gejala preeklamsia.

Otot kejang

Ketegangan otot selama kehamilan adalah hal yang biasa terjadi. Otot-otot di tubuh

sering meregang untuk mengakomodasi bayi yang sedang mengalami pertumbuhan.

Ini dapat meningkatkan ketegangan otot yang mungkin memuncak sampai terjadi

kejang otot. Tubuh akan mengeluarkan serotonin selama kejang otot yang memicu

migrain.

Pemicu lain

Meskipun penyebab migrain bervariasi dari orang-ke-orang, pemicu umum lainnya

adalah cokelat, kafein, cuaca, makanan olahan, atau stres. Jika Anda memiliki alergi

terhadap makanan tertentu, ada kemungkinan besar Anda akan mendapatkan serangan migrain.

Cuaca yang terlalu banyak angin atau salju dapat juga memicu migrain. Obat-obatan, seperti aspirin yang merupakan obat anti-inflamasi non-steroid dapat menyebabkan banyak komplikasi untuk bayi yang belum lahir.

Aspirin juga dapat menyebabkan keguguran jika diminum selama periode pembuahan. Jika dikonsumsi selama trimester ketiga, dapat menyebabkan komplikasi jantung pada janin. Oleh karena itu, aspirin harus dihindari oleh ibu hamil.

Di sisi lain, obat seperti asetaminofen dianggap aman dikonsumsi selama kehamilan. Namun, tetap harus dengan resep dokter. Jika Anda terlalu khawatir untuk mengonsumsi obat-obatan pereda migrain semasa hamil, Anda dapat mengatasi migrain tanpa obat yang sama efektifnya.

Berikut cara yang aman dan efektif mengatasi migrain semasa hamil tanpa intervensi

obat-obatan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2qYPEEn
November 22, 2018 at 07:43PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2qYPEEn
via IFTTT
Share: