Showing posts with label 2019 at 09:47PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 09:47PM. Show all posts

Saturday, May 25, 2019

Kemenkominfo Ingatkan Sanksi Hukum Penyebar Hoaks

Kemenkominfo menemukan 30 hoaks terkait kerusuhan aksi 22 Mei.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meminta masyarakat segera menghapus berita bohong atau hoaks yang diunggah melalui media sosial masing-masing. Kemenkominfo mengingatkan sanksi hukum yang bisa dihadapi masyarakat.

“Kalau tidak, penegakan hukum akan dijalankan. Himbauan kami ke masyarakat, mari jaga lingkungan siber untuk beraktivitas,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo Semuel Abrijani Pangerapan di Kemenkopolhukam, Sabtu (25/5).

Kemenkominfo mengancam melakukan penindakan hukum pada penyebar berita bohong di media sosial maupun lingkungan masyarakat. Kemenkominfo menemukan 30 hoaks terkait kerusuhan 22 Mei 2019. Hoaks tersebut tersebar melalui 1.932 URL di media sosial Facebook, Instagram, Twitter, dan LinkedIn.

Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan Direktorat Tindak Pidana Siber sedang mendalami akun-akun media sosial yang menyebarkan hoaks, terutama video viral yang menarasikan Brimob memukuli remaja hingga tewas di Kampung Bali, Tanah Abang.

“Sedang didalami Direktorat Siber. Kemudian analisis jejak digitalnya. Kemudian cek kembali menggunakan lab digital Direktorat Siber,” ujar dia.

Dedi menyampaikan kepolisian juga akan menggandeng Kemenkominfo untuk menguji sejumlah akun media sosial. Kemudian, kepolisian bisa melakukan penegakan hukum.

“Kalau cukup kuat buktinya, maka Direktorat Siber melakukan upaya penegakan hukum,” kata Dedi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2M8GvGK
May 25, 2019 at 09:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2M8GvGK
via IFTTT
Share:

Friday, April 12, 2019

Mantan Ketua Nilai Serangan Terhadap KPU Saat Ini Sistematis

Upaya deligitimasi penyelenggara pemilu selalu muncul di tiap pemilu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua KPU 2016-2017 Juri Ardiantoro mengatakan serangan yang dihadapi KPU periode saat ini sangat berat dan dilakukan secara sistematis. Menurutnya, upaya deligitimasi penyelenggara pemilu selalu muncul di tiap pemilu.

"Pemilu 2019 ini serangan ke KPU sangat berat dan dilakukan secara sistematis," ujar Juri dalam keterangan tertulis diJakarta, Jumat (12/4).

Dia menekankan KPU pernah diserang dengan munculnya informasi hoaks adanya tujuh kontainer berisi 70 juta surat suara dari Cina yang telah tercoblos, padahal saat itu surat suara belum diproduksi oleh KPU. Kejadian lain yang serupa juga dimunculkan dengan video pencoblosan dini di Medan yang dibingkai sebagai kecurangan, padahal peristiwa yang diviralkan itu adalah kejadian pilkada Medan tahun 2015.

Selain itu, turut muncul pembualan dari akun di medsos yang mengaku mendapatkan informasi penting tentang kecurangan Pemilu 2014 yang disimpan dalam flashdisk almarhum Husni Kamil Manik, Ketua KPU saat itu. Juri yang juga pernah menjadi Ketua KPU Provinsi DKI dua periode ini menilai bahwa kejadian ini menyambung serangkaian peristiwa sebelumnya yang mengarah pada serangan serius dan berbahaya sebagai upaya sistemik mendelegitimasi penyelenggara pemilu.

"Seperti perundungan kepada KPU saat memutuskan menggunakan kotak suara yang terbuat dari bahan karton kedap air dengan dikatakan ''kotak suara kardus'', padahal kotak serupa sudah dipakai sejak Pemilu 2014 dan berlanjut pada Pilkada 2015, 2016, 2017, dan 2018," jelasnya.

KPU juga baru-baru ini diserang dengan pernyataan Amien Rais di akhir Maret 2019 yang mengampanyekan dan mendorong munculnya people power untuk memprotes hasil pemilu jika terjadi kecurangan. "Pemilu saja belum berlangsung, bagaimana Amien Rais tahu ada kecurangan-kecurangan," tanya Juri.

Tuduhan heboh selanjutnya adalah video yang berisi penjelasantim 02 yang mengklaim bahwa KPU sudah mengatur server KPU dengan mematok kemenangan pasangan 01 sebesar 57 persen. Padahal, kata Juri, hasil resmi yang akan menjadi dasar KPU menetapkan hasil pemilu adalah hasil yang dihitung secara manual dan berjenjang/bertingkat, serta disaksikan semua pihak dan melalui proses pindai serta diunggah formulir C1, sebagai sebuah formulir perolehan suara paling otentik.

Lebih jauh dia menekankan KPU juga menerima serangan dengan munculnya sekelompok orang yang menamakan dirinya Barisan Masyarakat Peduli Pemilu Adil dan Berintegritas (BMPPAB), yang mengklaim telah menemukan sebanyak 17,5 juta Daftar Pemilih Tetap (DPT) bermasalah. Sekilas, kata dia, masyarakat bisa terkecoh dengan manuver ini, seolah ada akal-akalan pemerintah dalam merekayasa administrasi kependudukan untuk kepentingan pemilu.

Sementara serangan terbaru adalah informasi yang diviralkan video penggerebekan pencoblosan surat suara ilegal yang seolah-olah untuk memenangkan pasangan 01 dan calon anggota DPR RI dari Partai Nasdem. Meskipun banyak kejanggalan yang dapat dilihat dari video tersebut dan belum ada investigasi secara mendalam dari pihak yang berkompeten, kata Juri, masyarakat sudah digiring untuk mempersepsikan bahwa penyelenggara pemilu sudah melakukan kecurangan.

Dia menegaskan, publik harus menolak upaya-upaya kecurangan yang dilakukan oleh siapa saja, termasuk mencoblos secara ilegal untuk kemenangan salah satu kontestan. Publik harus mendorong seluruh perangkat penyelenggara dan perangkat hukum untuk memproses dan menghukum siapa saja yang berupaya dan melakukan kecurangan.

"Akan tetapi, jangan buru-buru membangun opini dan stigma bahwa penyelenggara pemilu memihak salah satu kontestan, apalagi dikaitkan dengan kepentingan petahana," jelasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IhseVr
April 12, 2019 at 09:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IhseVr
via IFTTT
Share:

Tuesday, February 19, 2019

Cina Ingin Bangun Hubungan Strategis dengan Iran

Iran merupakan pengimpor minyak mentah terbesar keempat ke Cina tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pemerintah Cina ingin membangun hubungan strategis dengan Iran. Hal itu diungkapkan Beijing beberapa hari sebelun Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) dijadwalkan mengunjungi negara tersebut.

Anggota Dewan Negara Cina Wang Yi melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif di Beijing pada Selasa (19/2). Pada kesempatan itu, Wang memuji pidato Zarif saat menghadiri Konferensi Keamanan di Munchen, Jerman, akhir pekan lalu.

Pidato yang dimaksud Wang adalah ketika Zarif menuding Israel menghendaki peperangan terhadap Iran. Zarif juga menuduh Israel melanggar hukum internasional karena melancarkan serangan udara terhadap Suriah. Sebagai sekutu Damaskus, Zarif menyatakan bahwa tindakan Israel telah melanggar kedaulatan Suriah.

Menurut Wang, Zarif telah dengan lantang membela hak-hak Iran. "Saya melihat di televisi bagaimana Anda membela hak-hak Iran dengan keras dan jelas di Konferensi Keamanan Munchen. Saya pikir ratusan juta warga Cina juga menyaksikan apa yang Anda katakan dan Anda adalah orang terkenal sekarang," ujar Wang.

"Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk memiliki komunikasi strategis yang mendalam dengan teman lama saya guna memperdalam kepercayaan strategis antara kedua negara kita dan memastikan kemajuan baru dari kemitraan strategis serta komprehensif bilateral," kata Wang.

Berdasarkan keterangan yang dirilis Kementerian Luar Negeri Cina, Wang berharap Iran memainkan peran yang lebih konstruktif dalam urusan regionalnya. Namun tak dijelaskan secara terperinci apa maksud dari pernyataan Wang.

Sementara itu Zarif juga memuji hubungan bilateral yang telah terjalin antara Iran dan Cina. Menurut dia hubungan tersebut sangat berharga bagi negaranya.

"Kami menganggap kemitraan strategis yang komprehensif antara Iran dan Cina adalah salah satu hubungan terpenting kami," ujar Zarif.

Iran merupakan pengimpor minyak mentah terbesar keempat ke Cina tahun lalu. Sementara Cina merupakan investor penting di sektor manufaktur dan bidang lainnya di Teheran.

Keinginan Cina membangun kemitraan strategis dengan Iran diungkapkan menjelang kunjungan Pangeran MBS ke negara tersebut. Saudi dan Iran diketahui telah terlibat dalam perselisihan diplomatik selama beberapa tahun terakhir.

Pangeran MBS memang sedang melakukan tur Asia. Pada Ahad hingga Senin lalu, dia berada di Pakistan dan bertemu Perdana Menteri Imran Khan serta Presiden Arif Alvi.

Pangeran MBS telah menandatangani kesepakatan kerja sama dan investasi senilai 20 miliar dolar AS dengan Pakistan. Kesepakatan tersebut termasuk rencana pembangunan kilang minyak dan kompleks petrokimia di kota pelabuhan Gwadar.

Dari Islamabad, Pangeran MBS bertolak ke India pada Selasa (19/2). Dalam kunjungannya ke New Delhi, dia diperkirakan akan turut membahas ketegangan baru-baru ini antara India dan Pakistan akibat serangan bom bunuh diri di wilayah yang dipersengketakan kedua negara, yakni Kashmir. Sebanyak 44 personel militer India tewas dalam insiden tersebut.

Dari India, Pangeran MBS dijadwalkan mengunjungi Cina akhir. Di Beijing, dia akan bertemu dengan Presiden Xi Jinping dan pejabat Cina lainnya.

Belum ada informasi apakah keinginan Cina membangun kemitraan strategis dengan Iran akan mempengaruhi hubungan antara Riyadh dan Beijing.

Pada Maret 2017, Raja Salman bin Abdulaziz telah mengunjungi Cina. Kala itu, Raja Salman dan Xi Jinping menandatangani kesepakatan kerja sama senilai 65 miliar dolar AS.

Kesepakatan kerja sama itu meliputi sejumlah sektor, mulai dari energi hingga ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam kunjungan Raja Salman dua tahun lalu, Saudi Basic Industries Corp dan Sinopec sepakat mengembangkan proyek-proyek petrokimia di Cina dan Saudi.

Sinopec dan SABIC adalah salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia yang bersama-sama mengoperasikan kilang di Tianjin. (Reuters/Kamran Dikarma)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TZ3zr2
February 19, 2019 at 09:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TZ3zr2
via IFTTT
Share:

Monday, February 4, 2019

Ketua Relawan BTP Dilaporkan Terkait Pelanggaran UU ITE

Seharusnya perkataan dapat dipilah apalagi dalam situasi politik yang sedang panas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Relawan BTP, Immanuel Ebenezer, resmi dilaporkan ke Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya menyoal perkataannya dalam sebuah acara televisi. Dua laporan terkait pelanggaran Undang-Undang ITE ini, dimaksudkan agar kepolisian benar-benar serius menangani kasus tersebut.

Aktivis senior selaku pelapor Immanuel, Eka Gumilar, mengungkapkan sebutan Alumni 212 sebagai penghamba uang adalah sebuah kalimat fitnah. “Saya kira kegiatan ini enggak ada yang bisa membiayai jutaan orang yang ada, membayar pesawatnya, hotelnya dan sebagainya. Saya kira ini mengada-ada,” kata dia usai melapor di Mapolda Metro Jaya, Senin (4/2).

Sebagai seorang politikus, dia mengatakan, seharusnya perkataan dapat dipilah apalagi dalam situasi politik yang sedang panas. Bukan justru malah mengeluarkan pernyataan yang dapat memecah belah masyarakat. Menurut dia, politisi jangan sampai menyakiti hati rakyat walaupun dalam kondisi sedang berkampanye.

“Tolonglah jangan karena kepentingan-kepentingan politis, lalu menyakiti rakyat kita, rakyat sudah susah, hatinya juga disakiti seperti ini kemudian di pecah belah. Ini potensi pemecah belah. Apa hubungannya Immanuel bicara soal agama lain, dia tidak berhak bicara itu,” papar Eka.

Ucapan Immanuel di dalam sebuah acara stasiun televisi swasta pada 30 Januari 2019 ini, telah beredar di media sosial. Diakui Eka, banyak rekannya yang merasa tersinggung dengan ucapan Immanuel. Dan rekannya itu ada yang seiman dengannya, ada juga yang tidak seiman dengannya.

Pihaknya memastikan, kasus ini akan mereka kawal terus sampai dengan di persidangan hingga vonis. “Saya yakinkan kepolisian akan ngawal kasus ini, karena ini menyangkut harapan rakyat. Apalagi dalam konteks acaranya itu mengomentari masalah kasus saudara Ahmad Dhani,” tegas Eka.

Laporan Eka diterima oleh Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/701/II/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 4 Februari 2019. Selain dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Immanuel juga resmi dilaporkan ke Bareskrim Polri dengan nomor laporan LP/B/0150/II/2019/Bareskrim tertanggal 4 Februari 2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TvabNH
February 04, 2019 at 09:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TvabNH
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 23, 2019

Menang Duel Sengit Vs Tunggal Jepang, Gregoria Cedera Lagi

Ia sudah ditunggu unggulan dua asal India Pusarla Sindhu atau Li Xuerui dari Cina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gregoria Mariska Tunjung berhasil memenangkan laga sengit melawan wakil Jepang Aya Ohori. Namun kemenangan yang diraih tunggal putri Indonesia itu harus dibayar dengan kambuhnya cedera pinggang Gregoria.

Dalam babak pertama Daihatsu Indonesia Masters 2019, yang digelar Rabu (23/1), Jorji sapaan akrab Gregroria, memenangkan laga sengit dengan skor 18-21, 21-18, dan 21-18 dalam waktu 66 menit. Hasil ini membuat gadis kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, ini lolos ke babak selanjutnya.

Namun apakah Jorji bisa bermain di babak kedua hingga berita ini ditulis belum bisa dipastikan. Pasalnya, usai laga Jorji tidak bisa hadir dalam acara jumpa pers karena harus mendapat perawatan cedera pinggangnya.

Saat di akhir gim ketiga, Aya melakukan pukulan panjang yang dibiarkan oleh Jorji. Bola keluar menandai berakhirnya pertandingan 21-18 untuk Jorji. Namun Jorji yang terjatuh tidak mampu bangkit. Setelah sempat mendapat perawatan barulah ia bisa bangun dan bersalaman dengan Aya dan kedua wasit.

Salah seorang panitia menyebut Jorji belum bisa ikut jumpa pers karena sedang dalam pemeriksaan cedera. Kemungkinan adalah cedera pinggang yang pernah dideritanya.

Duel Jorji melawan Aya memang ketat sepanjang laga. Tidak hanya ketat perolehan angkanya, namun juga dalam meraih angka didapat melalui permainan yang menguras stamina.

Gim satu walau sempat unggul 11-10, 17-15, namun Jorji harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 18-21. Namun di dua gim terakhir Jorji tidak mau membuat kesalahan lagi.

Gim dua setelah tertinggal 11-13, Jorji selanjutnya terus memimpin dan menutup dengan 21-18. Begitu juga di gim ketiga ditutup dengan skor 21-18. Jika besok Jorji bisa tampil, ia akan menunggu pemenang antara unggulan dua asal India Pusarla Sindhu melawan Li Xuerui dari Cina.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RKlyod
January 23, 2019 at 09:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RKlyod
via IFTTT
Share:

Thursday, January 17, 2019

AirAsia Beri Hadiah Istimewa untuk Lombok

Ini merupakan bentuk dukungan AirAsia pada pariwisata Lombok.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH -- Manajemen maskapai AirAsia memberikan hadiah istimewa bagi Lombok berupa livery atau desain eksterior khusus yang terpampang pada pesawat jenis Airbus 320 dengan kapasitas 180 penumpang. Chief Executive Officer (CEO) AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan mengatakan, livery yang terpampang nantinya akan memiliki desain khusus dengan tulisan bertema Lombok sebagai dukungan AirAsia terhadap sektor pariwisata Lombok.

"Itu komitmen kami selain untuk pariwisata juga juga untuk pemulihan Lombok. Pesawat nanti akan memiliki livery bertuliskan We Love Lombok," ujar Dendy Kurniawan usai bertemu dengan Gubernur NTB Zulkieflimansyah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Kamis (17/1).

Keputusan menempatkan livery bertuliskan "We Love Lombok" dengan ornamen tulisan yang berisikan destinasi wisata yang ada di Lombok, kata Denny, juga selaras dengan pengembangan AirAsia yang menjadikan Lombok sebagai penghubung maskapai penerbangan atau airline hub AirAsia pada Mei mendatang.

Dendy menjelaskan, sebagai tahap awal, AirAsia akan menempatkan dua pesawat di Bandara Internasional Lombok untuk melayani tiga rute yang meliputi Lombok-Perth, Australia sebanyak empat kali penerbangan dalam sepekan, Lombok-Bali sebanyak 14 kali penerbangan sepekan, Lombok-Yogyakarta sebanyak tujuh kali penerbangan sepekan,serta Lombok-Malaysia sebanyak 14 kali penerbangan sepekan, yang mulai akan beroperasi pada Februari mendatang.

"Satu pesawat dengan desain livery Lombok akan lebih sering kita gunakan untuk penerbangan internasional agar menarik minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Lombok," kata Dendy.

Nantinya, lanjut Dendy, AirAsia juga akan ikut mempromosikan sejumlah destinasi wisata yang ada di Lombok, mulai dari KEK Mandalika, Gunung Rinjani, hingga Gili Trawangan. Dalam mempromosikan destinasi wisata, AirAsia akan melihat analisa kecenderungan kesukaan wisatawan mancanegara terhadap model objek destinasi wisata.

"Misalnya, kalau turis Korea lebih senang dengan wisata air kita promosikan Gili Trawangan, kalau yang suka gunung kita promosikan Gunung Rinjani," lanjut Dendy.

Dendy menambahkan, penunjukan Bandara Internasional Lombok sebagai hub bagi penerbangan AirAsia sebagai bentuk dukungan AirAsia terhadap sektor pariwisata Lombok.

"Ini komitmen kami mendukung pariwisata Indonesia dan Lombok. Lombok akan menjadi hub kelima AirAsia setelah Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bali," ucap Dendy.

Dendy menjelaskan, keputusan menjadikan Lombok sebagai hub tidak lepas dari potensi pariwisata Lombok yang begitu menjanjikan. "Dengan Lombok menjadi hub, kita harapkan mendorong semakin banyak wisatawan berkunjung ke Lombok. Rencananya Lombok sebagai hub terealisasi pada Mei," kata Dendy.

Dendy juga meminta dukungan dari pemerintah daerah untuk bekerja sama dalam mendorong penyediaan slot dari daerah tujuan seperti Bali dan Yogyakarta. "Kedatangan kami minta dukungan Pemda dan industri pariwisata di Lombok, karena sektor pariwisata bukan hanya maskapai untuk berhasil namun perlu dukungan semua pihak," ungkap Dendy.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Fy9tfd
January 17, 2019 at 09:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Fy9tfd
via IFTTT
Share:

Sunday, January 13, 2019

Fitriani Amankan Satu Gelar di Thailand Master 2019

Fitri mengalahkan wakil tuan rumah Ongbamrungphan Busanan pada final tunggal putri.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Fitriani akhirnya menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang meraih gelar di Thailand Masters 2019. Fitri mengalahkan wakil tuan rumah Ongbamrungphan Busanan pada final tunggal putri dengan dua gim langsung, 21-12 dan 21-14, di Indoor Stadium Huamark, Bangkok, Ahad (13/1).

"Hari ini saya hanya berusaha main maksimal, lebih sabar dan lebih aman, jangan membuat kesalahan sendiri. Sebetulnya lawan tidak mudah untuk dimatikan. Penampilan dia hampir sama dengan pertemuan kami sebelumnya di Korea Masters 2018, tapi sepertinya hari ini dia kurang enak mainnya, dia banyak melakukan kesalahan sendiri," kata Fitri soal pertandingan final dalam keterangan yang diterima Republika.co.id

Perjalanan Fitri menuju gelar juara dimulai dari laga pertama yang begitu dramatis. Pada babak pertama, Fitri mengalahkan Lee Ying Ying (Malaysia), dengan skor 18-21, 21-9, 23-21. Pada gim ketiga, Fitri yang tertinggal jauh 13-20, mampu mengejar dan balik mengungguli lawan hingga memenangkan pertandingan. 

Pada babak kedua, Fitri membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan pertama yang juga wakil terkuat Thailand, Nitchaon Jindapol, dengan skor 21-10, 17-21, dan 21-16. Laga tiga gim kembali dilewati Fitri pada babak perempat final melawan Yeo Jia Min (Singapura), dengan skor 14-21, 21-15, dan 21-18. 

Fitri lagi-lagi harus berjuang rubber gim melawan Deng Joy Xuan (Hong Kong), yang sebelumnya sempat mengejutkan dengan menyingkirkan Li Michelle, unggulan ketiga asal Kanada. Fitri menang dalam pertarungan selama 55 menit, dengan skor 12-21, 21-19, dan 21-16. 

"Menurut saya, semua lawan dari babak awal semua sama-sama tidak mudah dihadapi. Tinggal bagaimana di lapangannya, karena semua sebetulnya punya peluang, apa pun bisa terjadi, yang lebih siap yang akan menang," tutur Fitri.

Gelar ini merupakan gelar pertama bagi Fitri di turnamen BWF World Tour Super 300, sebelumnya, ia pernah menjadi juara di Indonesia International Series 2015 dan Indonesia International Challenge 2016. 

Hasil mengejutkan terjadi pada laga final tunggal putra. Pebulu tangkis legendaris Cina, Lin Dan, takluk dari wakil Singapura, Kean Yew Loh. Lin Dan harus tumbang dua gim langsung dengan skor tipis, 21-19 dan 21-18, dari lawannya yang berada di peringkat 125.

Berikut hasil lengkap pertandingan final Thailand Masters 2019: 

Ganda Campuran

Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (1/MAS) vs Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (2/THA) 21-16, 21-15

Ganda Putra

Goh V Shem/Tan Wee Kiong (1/MAS) vs Lu Ching Yao/Yang Po Han (5/TPE) 21-13, 21-17

Tunggal Putra

Loh Kean Yew (SIN) vs Lin Dan (1/CHN) 21-19, 21-18

Ganda Putri

Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai (THA) vs Lin Wenmei/Zheng Yu (5/CHN) 15-21, 21-15, 21-10

Tunggal Putri

Fitriani (INA) vs Busanan Ongbumrungphan (8/THA) 21-12, 21-14

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TObqat
January 13, 2019 at 09:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TObqat
via IFTTT
Share: