Showing posts with label 2019 at 06:00AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 06:00AM. Show all posts

Saturday, March 9, 2019

Barcelona vs Rayo, Pertarungan Beda Misi

La Liga Spanyol, Barcelona vs Rayo Vallecano

Foto: republika

REPUBLIKA.CO.ID, Pertarungan Beda Misi

35 Rayo cuma mampu menang sekali dari 35 pertandingan terakhir atas Barca di ajang La Liga.

3 Pelatih Rayo, Miguel Angel Sanchez Munoz (Michel) menelan tiga kekalahan sepanjang membela Rayo menghadapi Blaugrana.

12 Barcelona akan mencatatkan rekor baru jika mampu mengalahkan Rayo yang dalam 12 pertemuan terakhir selalu mampu dikalahkan di ajang La Liga. Jika kembali menang, maka Rayo adalah tim yang paling banyak mengalami kekalahan beruntun dari Barca sepanjang sejarah La Liga.

5 Dari lima pertemuan terakhir, lima pemain Rayo mendapatkan kartu merah ketika jumpa Barca.

9 Tim besutan Ernesto Valverde ini tak pernah kebobolan dalam sembilan dari 13 laga terakhit di La Liga.

37 Barcelona di puncak klasemen dengan 60 angka menuju takhta juara. Adapun Rayo yang terpaut 37 angka dari Barca di posisi ke-19 berjuang lolos degradasi.

FOTO Pelatih Barca, Ernesto Valverde
FOTO Pelatih Rayo, Miguel Angel Sanchez Munoz (Michel)

(Sumber; Soccerway. Pengolah: Gilang Akbar Prambadi)

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2VPhujX
March 10, 2019 at 06:00AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2VPhujX
via IFTTT
Share:

Praveen/Melati Akui Tegang Ketika Hadapi Pasangan Cina

Preveen/Melati sebenarnya bermain tampil menekan sejak game pertama.

REPUBLIKA.CO.ID, BIRMINGHAM -- Pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, gagal melaju ke babak final All England 2019. Setelah mereka dikalahkan pasangan asal Cina, Zheng Siwei/Huang Yaqiong. asal Cina. Praveen/Melati dikalahkan unggulan pertama tersebut dengan skor 21-13, 20-22, 13-21. 

"Waktu kedudukan 20-17 saya jadi lebih tegang, seharusnya kan tetap fokus, tetapi langsung buang dua angka. Waktu lawan posisi 19-20, kami keserang lagi. Kejadian di gim kedua pasti ada pengaruhnya di gim ketiga, seharusnya tidak boleh. Kami sudah berusaha, tetapi lawan sudah mengantisipasi dan menebak permainan kami," kata Melati melalui siaran pers yang diterima Republika, Ahad (10/3).  

Peluang menang sebenarnya sangat terbuka saat Praveen/Melati dalam kedudukan match point 20-17 di gim kedua. Namun, beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan Praveen/Melati, membuat Zheng/Huang mengejar dan akhirnya memaksakan dimainkannya gim penentuan.

Preveen/Melati bermain tampil menekan sejak game pertama. Smes keras dan penempatan bola akurat dari Preveen mampu membawa Indonesia unggul 2-0 pada awal babak.

Kesalahan beberapakali yang dilakukan pasangan Cina membuat Preveen/Melati unggul 11-3. Preveen/Melati sangat nyaman pada game pertama sehingga mendapatkan poin mudah dari pasangan Cina. 

Meskipun pasangan Cina sempat mengejar, Preveen/Melati berhasil merebut game pertama, 21-13. Di babak kedua, pasangan Cina mulai menemukan permainan terbaiknya. Bahkan pada awal babak kedua, Zheng/Huang unggul 5-2.

Praveen/Melati mampu keluar dari tekanan hingga berhasil menyamakan kedudukan 6-6. Angka ketat terus berlangsung hingga angka 13-13. 

Setelah itu, Indonesia terus meraih poin hingga sempat unggul 19-17. Kemenangan di game kedua tampak di depan mata karena Indonesia sudah match poin. Namun, pasangan Cina berhasil mengejar dan berbalik unggul 22-20.

"Bayangkan saja, satu angka lagi sudah ke final, tetapi malah seperti ini. Bahkan ada kesempatan buat juara, gara-gara satu poin saja," kata Praveen. 

Kegagalan ini membuat Praveen Jordan/Melati Daeva Oktaviana gagal melangkah ke partai final All England 2019. Kekalahan ini sekaligus membuat rekor pertemuannya dengan Zheng/Huang menjadi 4-0. Praveen/Melati masih belum bisa menembus pertahanan pasangan peringkat satu dunia tersebut. 

"Lawan sudah dapat percaya dirinya, di gim pertama itu mereka tidak bisa mengeluarkan permainan mereka. Tapi mereka adalah pasangan ranking satu dunia, tidak bisa dipungkiri. Sebenarnya mereka tadi kembali ke posisi tidak enak, ke standard normal mereka," jelas Praveen.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2tYGR6X
March 10, 2019 at 06:00AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2tYGR6X
via IFTTT
Share: