Showing posts with label 2019 at 06:48PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 06:48PM. Show all posts

Tuesday, May 28, 2019

Diwan Lughat al Turk Jadi Referensi Pendidikan

Buku tersebut mendapat perhatian dari banyak ilmuwan hingga berabad-abad

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Karya 'emas' al Kashgari yakni Diwan Lughat al Turk. Buku tersebut mendapat perhatian dari banyak ilmuwan hingga berabad-abad setelah penulisnya wafat. Padahal, buku ini sempat terlupakan sebelum Ali Emiri (1857-1923) berhasil menemukan salinannya melalui perantara wazir, Tal'at Pasha (1874-1921). .

Dicetak oleh Rifat Bilge (1873-1953), Diwan segera menarik minat hampir seluruh ahli dan pengamat Turki di berbagai belahan dunia. Buku ini ditulis dalam bahasa Turki dan Arab. Kata-kata dalam setiap bab disusun menurut abjad Arab. Hanya delapan belas huruf yang menggunakan abjad Turki.

Karena menarik minat banyak ilmuwan Barat, Diwan lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Hingga saat ini pun, karya terbaik al Kashgari itu masih menjadi referensi dalam ilmu pendidikan di Barat.

Melalui karyanya, Kashgari ingin khalayak luas dapat mengetahui dan mempelajari dialek klasik serta sastra Turki yang telah ada sejak abad ke-11. Berulang kali ia menekankan bahwa orang-orang yang tidak berbaur dengan Persia dan tidak melakukan perjalanan ke luar negeri, serta hanya menguasai satu bahasa maka orang itu sangat rugi.

“Contohlah orang Cina yang bisa berbahasa Turki meski mereka memiliki bahasa sendiri. Begitu juga orang-orang Tibet dan Hotan,” demikian kata al Kashgari.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2K9KC2O
May 28, 2019 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2K9KC2O
via IFTTT
Share:

Monday, May 27, 2019

Ramadhan, Kiriman Uang TKI ke Cianjur Tembus Rp 97 M

Hingga pekan ketiga Ramadhan kiriman uang dari TKI ke Cianjur tembus Rp 97 miliar

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Kiriman uang dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) melalui kantor pos atau wesel di Kantor Pos Cianjur pada Ramadhan tahun ini menembus angka Rp 97 miliar. Menurut Kepala kantor Pos Cianjur Deni Ahmad Zaenudin kiriman uang di Ramadhan tahun ini kemungkinan meningkat dibanding Ramadhan tahun lalu.

"Jumlah kiriman selama Ramadhan tahun ini bisa melampaui total kiriman uang tahun lalu sebanyak Rp 113 miliar karena masih ada waktu hingga sepekan menjelang Lebaran," katanya wartawan di Cianjur, Senin (27/5).

Ia menuturkan dalam sehari jumlah transaksi wesel se-Kabupaten Cianjur mencapai rata-rata 1.000 transaksi. Dari transaksi tersebut rata-rata nilai uang mencapai Rp 5 miliar.

"Sejak awal Ramadhan hingga pekan ketiga ini tercatat ada 21.509 transaksi dengan jumlah nilai Rp 97 miliar. Kalau tahun lalu selama sebulan tercatat ada 25.454 transaksi dengan nilai uang Rp 113 miliar," katanya.

Pihaknya memperkirakan jumlah kiriman TKI asal Cianjur tahun ini akan lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu. Terlebih puncak kiriman wesel dari luar negeri biasanya terjadi di pekan terakhir Ramadhan.

Dia mengatakan kiriman terbanyak berasal dari TKI yang bekerja di Timur Tengah yang mencapai 75 persen dari total transaksi. Sisanya adalah transaksi dari berbagai negara termasuk dari Asia terutama Asia Tenggara.

"Kiriman uang TKI dari Timur Tengah masih mendominasi terlebih Arab Saudi. Kalau dari Asia Tenggara banyaknya dari Malaysia. Untuk itu, kami melakukan berbagai persiapan untuk melayani transaksi yang meningkat sejak awal Ramadhan," kata Deni.

"Pelayanan di kantor cabang, agen pos, hingga pos keliling dioptimalkan untuk transaksi wesel. Sedangkan di kantor cabang Cianjur ada penambahan loket transaksi dari yang semula enam menjadi delapan loket," imbuhnya.

Jam pelayanan bahkan ditambah hingga pukul 22.00 WIB di semua cabang layanan dari yang normalnya sampai pukul 20.00 WIB selama Ramadhan. "Ini sebagai upaya agar masyarakat yang melakukan transaksi dapat terlayani setiap harinya," kata Deni.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2X7U1M7
May 27, 2019 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2X7U1M7
via IFTTT
Share:

Friday, May 24, 2019

Petinggi Polisi Sambangi Markas FPI, Kedua Pihak Berpelukan

Ricuh pada 22 Mei menjadi pembelajaran kedua belah pihak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Kepala Polres Jakarta Barat AKBP Hanny Hidayat menyambangi markas Front Pembela Islam (FPI) di kawasan Petamburan, Jakarta Barat usai kejadian ricuh 22 Mei untuk bersilaturahmi, Jumat pagi.

Kedatangan AKBP Hanny di markas FPI disambut hangat oleh Panglima FPI Pusat Ustaz Maman dan Panglima FPI DKI Jakarta Ustaz Subhan.

Humas Polres Jakbar menyebut, kedua pihak dalam acara tersebut saling menyadari kesalahan saat pengamanan ricuh 22 Mei yang terjadi di Asrama Polri Petamburan.

"Dari pihak FPI menyesalkan ada yang meninggal karena kejadian tersebut dan meminta agar anggota laskar yang diamankan untuk dijaga dan tidak dianiaya, dan masih banyak yang belum diketahui keberadaannya sampai saat ini," ujar AKBP Hanny.

Kedatangan AKBP Hanny didampingi Kepala Satuan Inteljen Keamanan AKBP Yuniar bersama Danrem 052/Wijayakrama Kolonel Kavaleri Agustinus Purboyo dan jajaran komando resort militer.

AKBP Hanny dan pihak FPI menyepakati kejadian ricuh pada 22 Mei di Petamburan menjadi pembelajaran bagi kedua belah pihak. Ia juga menyebutkan, FPI berpesan kepada pihak kepolisian agar saling menahan diri dalam menangani kasus kericuhan 22 Mei.

"Acara diakhiri dengan saling bersalaman dan berpelukan. Ini terbukti bahwa semuanya adalah saudara di bulan suci Ramadhan ini," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HL2QEQ
May 24, 2019 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HL2QEQ
via IFTTT
Share:

BNI Bagikan Donasi untuk Dhuafa di JIC

BNI bekerja sama dengan JIC menyalurkan sejumlah bantuan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjalani bulan suci yang penuh berkah akan lebih bermakna dengan saling berbagi. Hal itulah yang melatari donasi dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Kali ini, BNI menebar seribu bingkisan Ramadhan kepada kaum dhuafa di kawasan sekitar Masjid Jakarta Islamic Center (JIC), Jalan Kramat Jaya Raya, Koja, Jakarta Utara.

Pembagian sembako ini bertujuan agar masyarakat sekitar bisa ikut berbahagia bersama dan khusuk dalam beribadah. Dengan moto “Mari Lipat Gandakan Kebaikan”, BNI menjalankan Program Layanan Ramadhan dan Idul Fitri 1440 H.

"Agar tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran, BNI bekerja sama dengan JIC memberikan bingkisan lebaran berupa sembako kepada 1.000 orang dhuafa yang terdiri dari beras 5 kg, gula pasir 1 kg, minyak goreng 2 kg, tepung terigu 1 kg," kata Pimpinan BNI Cabang Koja dan penanggung jawab kegiatan, Ardi, dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Jumat (24/5). 

Lebih lanjut, Ardi menyebut selain memberikan sembako kepada dhuafa, BNI juga memberikan bantuan biaya sekolah kepada 50 anak yatim. Bantuan ini diberikan agar mereka bisa menjadi generasi yang berkualitas.

Adapun bantuannya yang diberikan berupa tabungan BNI, uang tunai dan peralatan alat sekolah seperti tas, dan buku.

"Selain itu BNI juga memberikan sumbangan kepada lima masjid dan musholla di sekitar JIC. Bantuan senilai 10 juta rupiah tersebut disesuaikan dengan kebutuhan. Ada karpet, pengeras suara, mukena, sarung, mushaf Alquran," ujarnya.

Kepala Sub Divisi Pengelolaan Ziswaf Badan Managemen JIC, Desmawati menjelaskan JIC memang mempunyai warga binaan yang tinggal di sekitar JIC. Diantaranya ada kaum dhuafa dan anak yatim.

"Pada momen tertentu kita membari santunan kepada mereka. Alhamdulillah di bulan puasa yang penuh berkah ini BNI menyalurkan bantuan melalui JIC. Semoga mereka bisa menikmati puasa dan lebaran ini dengan penuh bahagia," ucapnya.

"Saya seneng banget dapat bantuan sembako ini. Karena saya janda dan di rumah saya ada 6 anak saya yang sudah berkeluarga. Sedang mereka pada nganggur. Jadi sembako ini sangat berarti bagi saya dan anak cucu saya," ujar seorang janda warga Semper, Ayumi, ketika ditemui di selasar Masjid JIC.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W3MFN9
May 24, 2019 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W3MFN9
via IFTTT
Share:

Monday, May 6, 2019

Brunei Moratorium Hukuman Mati Pelaku LGBT

Sultan Brunei Hasanal Bolkiah mengumumkan moratorium hukum mati pelaku LGBT.

Dalam pidatonya Minggu malam (5/5), Sultan Hassanal Bolkiah mengatakan moratorium hukuman mati yang sudah diterapkan pada hukum pidana umum Brunei juga akan diperluas ke hukum syariah baru, yang mencakup hukuman rajam untuk berbagai tindak kejahatan.

Undang-undang syariah, yang juga mencakup hukuman amputasi tangan dan kaki bagi pencuri, mulai berlaku sepenuhnya bulan lalu. Hal ini menjadikan Brunei sebagai satu-satunya negara di Asia Timur dan Tenggara yang menerapkan hukum syariah di tingkat nasional.

Langkah tersebut memicu kemarahan dari dunia internasional. PBB mengecam keputusan Brunei itu sebagai pelanggaran HAM, sementara para selebritas yang dipimpin oleh aktor George Clooney menyerukan agar hotel-hotel milik Brunei diboikot.

Moratorium hukuman mati

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Sultan menyampaikan komentar publik pertamanya menanggapi kehebohan itu. Ia mengatakan ada "banyak pertanyaan dan kesalahan persepsi" mengenai hukum syariah.

"Baik hukum umum maupun hukum syariah bertujuan untuk memastikan perdamaian dan keharmonisan negara ini," tegasnya, seperti dikutip dari kantor berita AFP.

Di bawah hukum pidana umum, Brunei menerapkan hukuman gantung untuk tindak kriminal seperti pembunuhan dan perdagangan narkoba. Namun, sejak tahun 1957 tidak ada pelaku tindak pidana tersebut yang dieksekusi.

"Kami telah mempraktikkan moratorium de facto atas eksekusi hukuman mati untuk kasus-kasus berdasarkan hukum umum. Ini juga akan diterapkan pada kasus-kasus di bawah (hukum pidana syariah)," kata Sultan seperti dilaporkan oleh AFP.

Masalah hak asasi manusia

Organisasi hak asasi manusia mengatakan pengumuman yang disampaikan Sultan itu tidak cukup. "Itu tidak mengubah apa pun," kata Matthew Woolfe, pendiri kelompok hak asasi The Brunei Project, kepada AFP. "Pengumuman ini tidak memberi solusi apa pun untuk mengatasi masalah HAM lainnya terkait hukum syariah."

Menurut Woolfe, hukuman itu harus dihapuskan karena "tidak ada yang menghentikan pemerintah Brunei jika mereka ingin mencabut moratorium kapan pun," katanya pada kantor berita Reuters.

Hukuman maksimum untuk pelaku seks sesama pria di bawah hukum syariah adalah hukuman mati dengan dilempari batu, tetapi pelaku juga dapat dijatuhi hukuman penjara yang panjang atau hukuman cambuk.

Wanita yang melakukan hubungan seksual dengan wanita lain dihukum 40 pukulan batang tebu atau hukuman penjara maksimum 10 tahun.

Hukuman lain dalam undang-undang syariah Brunei, seperti hukuman cambuk dan amputasi anggota badan karena mencuri tetap akan berlaku.

Dalam pidatonya, Sultan juga berjanji bahwa Brunei akan meratifikasi konvensi PBB menentang penyiksaan yang ditandatangani beberapa tahun lalu.

Phil Robertson, wakil direktur Asia untuk organisasi HAM Human Rights Watch, mengatakan bahwa "seluruh undang-undang yang melanggar hak asasi manusia harus dihapuskan. Moratorium hukuman mati ini tidak berdampak besar, sudah jelas bahwa Sultan hanya membahas bagian paling mengerikan dari UU Syariah untuk meredam kritik dan kemarahan internasional," katanya seperti dikutip dari Reuters.

Lega namun tetap didiskriminasi

Meskipun kaum gay Brunei lega lantaran hukuman mati karena melakukan hubungan homoseksual tidak akan diterapkan, mereka mengatakan undang-undang itu masih mendorong diskriminasi terhadap kaum LGBT.

"Masih akan ada kebencian terhadap orang-orang LGBT," kata Khairul, seorang lelaki gay di Brunei, kepada AFP.

"Undang-undang ini harus diubah. Selama undang-undang ini ada, maka akan selalu ada stigmatisasi terhadap orang-orang LGBT dan non-Muslim di Brunei."

Sultan Brunei, yang merupakan salah satu orang terkaya di dunia dan telah berkuasa selama lebih dari lima dekade, mengumumkan rencana hukum pidana syariah pada 2013.

Bagian pertama hukum syariah diperkenalkan pada tahun 2014 dan mencakup hukuman yang tidak terlalu ketat, seperti denda atau hukuman penjara untuk pelanggaran seperti melewatkan solat Jumat.

na/hp (afp, rtr)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2J2VGiB
May 06, 2019 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2J2VGiB
via IFTTT
Share:

Thursday, May 2, 2019

Soal Ngaji Digital, Ini Saran Asma Nadia untuk Orang Tua

Asma Nadia meminta orang tua menyaring konten yang ideal untuk anak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada era kini, banyak pendakwah yang memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan ilmu. Dengan begitu, kaum Muslimin dapat kian mudah mengakses kajian ilmu-ilmu agama. Hal itu dibenarkan penulis novel-novel best seller, Asma Nadia.

Dia mengaku punya cara yang selektif dalam menyaring konten di media sosial, termasuk dalam hal dakwah digital. "Biasanya, saya lihat konsistensi ustaznya. Kalau saya melihat sekarang ini tiap ustaz ada spesialisasinya. Misalnya, untuk fikih itu bagusnya ada ustaz ini. Sirah Nabawiyah, bagusnya ustaz itu," tutur Asma Nadia saat ditemui Republika.co.id, beberapa waktu lalu.

Selain soal spesialisasi, Asma juga memandang penting konsistensi kajian yang diadakan tiap ustaz di media sosial. Pendiri Forum Lingkar Pena (FLP) ini mengaku juga sangat berhati-hati dalam memilih konten dakwah. Hal itu lantaran dia tidak ingin mempelajari Islam dari perspektif yang radikal.

“Hati-hati juga sama yang radikal. Arus positif itu tidak terbendung melalui medsos (media sosial). Begitu pun arus yang salah kaprah. Makanya, kalau orang tua melihat anaknya cenderung ke salah satu ustadz, harus menyempatkan diri untuk mendengarkan, apa yang ustadz itu sampaikan,” papar Asma.

Tiap orang tua mesti melihat terlebih dahulu konten apa saja yang didengarkan anak-anak melalui media sosial. Jika ada ajaran yang menyimpang, tentu harus dijelaskan kepada anak-anak. Hal itu supaya mereka tertarik mendengarkan pandangan dari ustaz/ustazah yang mengajarkan pemahaman Islam yang sesungguhnya, rahmatan lil 'alamin.

Misalnya, ajaklah anak-anak untuk mendengarkan penceramah yang memang diterima semua kalangan, serta berpengikut (follower) banyak. Kriteria ustadz yang diterima itu, lanjut Asma, antara lain berdakwah secara terang-terangan. Demikian pula, perlu menyimak pelbagai testimoni teman-teman. Itulah cara Asma selektif mendengarkan konten dakwah.

“Saya juga melihat apakah ustaz ini diterima semua kalangan atau tidak, kalau diterima, itu artinya dia tidak bawa sesuatu sembunyi-sembunyi. Dakwahnya terbuka. Yang jelas, bagi orang tua ini harus disyukuri (adanya media sosial), tapi harus diwaspadai juga jika ada brainwashing,” kata Asma.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WfarBS
May 02, 2019 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WfarBS
via IFTTT
Share:

'Bendungan Gondang Tingkatkan Produktivitas Pertanian'

Luas lahan tanam meningkat sekitar 300 hektare per tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, KARANGANYAR - Aliran air dari Bendungan Gondang di Desa Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian di wilayah Karanganyar. Bendungan tersebut diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Kamis (2/5).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar, Supramnaryo, mengatakan, keberadaan Bendungan Gondang dapat meningkatkan produktivitas sampai 20 persen di Kecamatan Kerjo dan Mojogedang. Luas lahan tanam meningkat sekitar 300 hektare per tahun. 

"Panen yang biasanya dua kali bisa tiga kali, yang biasanya satu kali bisa dua kali. Jadi nanti bisa meningkatkan tambahan luas tanam, tambah indeks pertanamannya," jelasnya kepada wartawan seusai acara peresmian tersebut. 

Menurutnya, peningkatan hasil pertanian dengan adanya Bendungan Gondang kurang lebih 1.800 ton sampai 3.000 ton. Kenaikan produksi tersebut karena bertambahnya debit air. "Otomatis indeks pertanamannya naik, dari 100 sampai200 menjadi 200 sampai 300. Disini indeks pertanamannya 100 sampai 200," imbuhnya. 

Selama ini, hasil pertanian padi di Kabupaten Karanganyar bisa menyuplai kebutuhan wilayah lain di Jawa Tengah. Karanganyar bisa menyuplai kebutuhan beras di dua sampai tiga kabupaten atau sekitar 10 persen dari kebutuhan beras di Jateng. Produksi gabah kering di Karanganyar mencapai 330 ribu ton per tahun. 

"Luas tanam satu tahun bisa naik di atas 50 ribu hektare padahal dengan tanah 20 ribu hektare. Tahun 2016 musim kemarau basah kita bisa tiga kali panen, luas tanam bisa 55 ribu hektare. Per hektare rata-rata menghasilkan 6,6 ton, ada yang 8 ton sampai 9 ton," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DUSBwX
May 02, 2019 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DUSBwX
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 1, 2019

Pala Organik Ambon Memasuki Pasar Uni Eropa dan Timur Tengah

Produktivitas pala saat ini hanya 0,4 ton per hektare.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) melepas ekspor biji pala organik sebanyak 83 ton serta bunga pala (fulli) sebanyak 60 ton. Ekspor ini memiliki tujuan negara Eropa Belanda, serta negara Asia Dubai dan India. Tak main-main, nilai ekspor ini jumlahnya mencapai Rp 24 miliar.

"Jika dirinci, nilai untuk biji pala sebesar Rp 11, 475 miliar dan fulli sebesar Rp 12,6 miliar," ujar Direktur Jendral Perkebunan Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono, Rabu (1/5).

Ekspor ini merupakan momentum yang penting untuk memulai kejayaan produk organik. Apalagi, biji pala Maluku merupakan hasil budi daya sejumlah kelompok tani berbasis komoditas perkebunan yang diproduksi langsung PT Kamboti Pusaka Maluku.

"Terlebih permintaan pala sangat besar dari negara tetangga. Maka itu, produksi pala memiliki potensi besar yang sangat luar biasa," katanya.

Kementan berkomitmen untuk akan mendukung semua aspek hulu. Hal itu dilakukan dengan menyediakan bantuan-bantuan benih yang bermutu, berkualitas, dan memikili produktivitas dua hingga tiga kali lipat dari saat ini.

Produktivitas pala saat ini hanya 0,4 ton per hektare. “Kita akan membuat bibit unggul dengan produktivitas 1,2 ton per hektare. Nah itu kita penuhi maka sangat luar biasa," katanya.

Program Bun500

Penyediaan benih unggul dan bermutu tersebut dilakukan melalui program Bun500 atau benih unggul komoditas perkebunan sebesar 500 juta batang selama enam tahun ke depan. Di sisi lain, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan saat ini tengah melakukan kegiatan peremajaan, intensifikasi, rehabilitasi, penyediaan unit pengolahan hasil dan alat pasca panen pala dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan.

Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman serta mutu kualitas produk yang dihasilkan. 

"Kementan juga akan mendukung petani dari aspek hilirnya, baik itu penanganan pasca panen, pengolaan, packaging branding hingga pada pasar. Nah, di ujungnya bapak karantina yang diberi tugas Kementan untuk membuka pasar selebar-lebarnya ekspor," kata Kasdi.

Sekedar diketahui, data statisktik perkebunan tahun 2017 mencatat luas lahan perkebunan pala di Indonesia mencapai 196.983 hektare, dengan produksi sebesar 32.805 ton dan produktivitas sebesar 441 kg/ha/tahun. Semua perkebunan tersebar di sejumlah daerah seperti Kepulauan Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Bali, Sulawesi, Maluku dan Papua. 

Dalam kesempatan ini, Kasdi juga menyerahkan bantuan benih pala sebanyak 11.448.634.000 dengan rincian, 234.000 benih pak, 30.000 benih cengkeh dan 48.000 benih kelapa.

"Selain itu ada juga bantuan pupuk NPK 10 ton, pupuk organik 150 ton, peralatan pengendalian OPT cengkeh 1 set dan unit pengolahan hasil (UPH) kelapa dan peralatan pasca panen pala," tukasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GLcV4k
May 01, 2019 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GLcV4k
via IFTTT
Share:

Friday, April 19, 2019

Puluhan Kiai Sepuh di Jatim Minta Masyarakat Tenang

Masyarakat diminta untuk menunggu hasil resmi di KPU.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Puluhan kiai sepuh se-Jawa Timur berkumpul di Rumah Ketua PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di perumahan The Gayungsari, Surabaya, Jumat (19/4). Mereka bertemu untuk menyikapi dinamika politik setelah digelarnya pemilihan presiden dan pemilihan legislatif 2019.

Pengasuh Pesantren Miftachussunnah Surabaya, KH Miftahul Ahyar mengungkapkan, pertemuan tersebut digelar karena ada hal-hal yang perlu mendapat perhatian dan imbauan. Di antaranya, agar semua anak bangsa menerima apa pun hasil Pemilu 2019 dengan lapang dada.

"Agar anak bangsa semua lapisan agar dengan rasa lapang dada, rasa ketulusan, menerima apapun yang dihasilkan daripada ikhtiar yang terbaik untuk anak bangsa mendapatkan pemimpin pilihan mereka," kata Miftah seusai pertemuan.

Pria yang juga menjabat Pj Rais Aam PBNU itu mengingatkan, siapa pun pemimpinnya, masyarakat Indonesia sebaiknya menanti hasil final KPU dan perangkatnya. Dia juga mengimbau agar KPU memutuskan sejujur-jujurnya, seadil-adilnya, dan secermat-cermatnya, menurut aturan yang ditetapkan.

"Supaya tidak menyalahi atauran, jangan niatan memanipulasi. Inilah kesempatan kita menjadi bangsa yang besar, bangsa yang dihormati bangsa lain. Karena Pemilu ini diamati seluruh dunia," kata Miftah.

Miftah berharap, lewat pertemuan tersebut, bisa menghilangkan sekat antara pendukung Capres 01 dan Capres 02. Dia berharap, masyarakat kembali sama sebagai sesama anak bangsa.

"Sekarang tinggal menanti hasilnya. Adapun ada sedikit kejadian-kejadian di Jakarta, mungkin sebagai ungkapan dan luapan sementara. Kami mohonkan supaya reda dan cair kembali, sebagai janji kedua paslon," ujar Miftah

Pengasuh Pesantren Al-Ihsan Jrangoan, Sampang, Madura, KH Mahrus Mali juga mengimbau masyarakat tidak ikut terpengaruh, jika ada keributan-keributan. Sehingga, negara ini bisa kembali kondusif, aman, tanpa ada perpecahan.

"Jangan ikut ribut-ributan supaya kondusif, aman, jangan sampai terprovokatori. Itu saja biar aman, kondusif, dingin, tak ada apa-apa," kata dia.

Mahrus memberikan contoh, di Madura saja, yang biasanya timbul gejolak, pada Pemilu 2019, tidak ada gejolak yang terjadi. Dia pun berharap, di daerah lain tidak timbul gejolak-gejolak akibat gelaran pesta demokrasi tersebut.

"Di Madura yang biasanya ada gejolak, Alhamdulillah tidak ada karena ulama terus ke bawah, gak ada kejadian apa-apa, aman. Jadi saya harapkan di mana-mana juga gitu," kata dia.

 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GqTkWK
April 19, 2019 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GqTkWK
via IFTTT
Share:

Solskjaer: Sekarang MU Fokus Finish di Posisi Empat Besar

Manchester United sepenuhnya mengalihkan fokus hadapi pertandingan di EPL.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer mengatakan, Setan Merah tidak lagi memikirkan kegagalan di Liga Champions. Saat ini, Manchester United fokus untuk menghadapi pekan-pekan terakhir Liga Primer Inggris, agar mereka bisa finish di posisi empat besar.

The Red Devils harus bersaing ketat untuk bisa finish di posisi empat besar dan lolos ke kualifikasi Liga Champions musim ini. Sebab selisih poin antara MU, Tottenham, Arsenal dan Chelsea sangat tipis. United saat ini berada diperingkat enam klasemen sementara dengan perolehan poin 64. MU bisa menggeser Arsenal atau Tottenham yang saat ini berada diposisi empat dan tiga jika mampu memenangi seluruh laga tersisa, dan tiga tim diatasnya terpeleset.

"Memenangi tiga pertandingan (Liga Primer Inggris) yang akan datang adalah fokus  jangka pendik kami," ujarnya seperti dikutip dari Reuters.

"Kami seharusnya tidak memikirkan apapun lagi, selain pertandingan di pekan-pekan yang akan datang," ucapnya.

Jelang pertandingan melawan Everton pada akhir pekan ini, Solskjaer mengatakan pasukannya telah mengalihkan fokus ke laga tersebut. Solskjaer menilai Everton bisa menjadi batu sandungan MU untuk masuk dalam empat besar.

"Kami hanya harus fokus pada permainan yang akan kami jalani (di EPL). Kami ingin berada di kompetisi Liga Champions lagi musim depan, sehingga kami harus masuk dalam empat besar," tegasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GvTvla
April 19, 2019 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GvTvla
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 16, 2019

Dovizioso: Kompetisi MotoGP Tahun Ini Lebih Sulit

Menurut Dovizioso, ada empat kandidat terkuat juara MotoGP musim ini.

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, AUSTIN -- Perebutan gelar juara MotoGP musim ini akan berbeda. Sejumlah pembalap muncul sebagai pesaing. Pembalap Ducati Andrea Dovizioso menilai akan ada empat rider yang bertarung hingg akhir musim ini.

Ini diungkapkan Dovizioso setelah pembalap Suzuki, Alex Rins, finis pertama dengan catatan waktu 41 menit 45,499 detik pada GP Amerika Serikat. Rins berhasil meraih 25 poin atas kemenangannya tersebut, disusul dengan pembalap kawakan MotoGP dari Yamaha, Valentino Rossi, di posisi kedua dengan selisih waktu 0,462 detik. Rossi meraup 20 poin.

"Saya kira kompetisi tahun ini akan berbeda. Suzuki dan Rins akan berjuang untuk juara, begitu juga dengan Valentino dan Marc. Ada tiga pembalap ditambah saya, saya pikir kami sama-sama memiliki kesempatan besar untuk menjadi juara," kata Divizioso, dikutip dari Crash.net, Selasa (16/4).

Divizioso menilai ada perubahan positif baik dari Valentino maupun Rins dari pada pada musim sebelumnya. "Valentino berada dalam situasi yang lebih baik dari pada tahun lalu, saya tidak berpikir motornya terlalu buruk. Jadi saya kira dia bisa berjuang untuk kejuaraan," jelasnya.

Dia juga menilai Rins memiliki kesempatan untuk memenangkan kejuaraan. Suzuki, kata dia, berhasil melakukan perbaikan dari pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, dia juga merasa persaingan kejuaraan tahun ini akan lebih sulit dari pada dua tahun belakangan.

"Suzuki telah melakukan perbaikan, Rins telah berkembang dari tahun sebelumnya. Saya sudah melihat itu dari uji coba. Jadi persaingan gelar juara akan lebih sulit, tidak seperti dua tahun ke belakang saat saya hanya bersaing dengan Marc pada akhir kejuaraan," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VNLxcf
April 16, 2019 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VNLxcf
via IFTTT
Share:

Saturday, April 13, 2019

Ini Nasihat yang Disampaikan Aa Gym ke Prabowo-Sandi

Aa Gym berpesan agar Prabowo-Sandi menjaga persaudaraan se-bangsa dan se-tanah air.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — KH Abdullah Gymnastiar mengingatkan agar pasangan calon presiden dan wakil (capres/cawapres) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno tak membusung dada jika berhasil memenangkan suara rakyat lewat Pilpres 2019. Ustaz yang terkenal dengan sapaan Aa Gym itu mengatakan, agar Prabowo-Sandi tak meluapkan kemenangan dengan gaya hura-hura dan hedonisme.

Aa Gym pun memberi pesan agar Prabowo-Sandi tetap menjaga persaudaraan sebangsa dan se-Tanah Air jika hasil Pilpres, 17 April mendatang mengantarkan keduanya ke Istana Negara 2019-2014. “Kalau memang takdirnya memang ada, dan terpilih maka jika ingin syukuran jangan hura-hura. Karena rakyat tidak ingin kita hura-hura. Ajak semua masyarakat bersujud syukur. Karena kemenangan itu adalah kemenangan rakyat bersama,” kata dia saat bertemu Prabowo-Sandi, seperti dalam rilis resmi Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02, Sabtu (13/4).

Aa Gym akhirnya menentukan pilihan politiknya dalam Pilpres 2019. Ia bertemu dengan Prabowo-Sandi sebagai bentuk kecondongan politiknya dalam pesta demokrasi tahun ini. Aa Gym menjadi Ustaz dan Ulama yang ketiga menyambangi Prabowo-Sandi menjelang tutup masa kampanye terbuka. Kemarin, pada Kamis (11/4), dan Jumat (12/4), Ustaz Abdul Somad, dan Ustaz Adi Hidayat, menyambangi Prabowo-Sandi sebagai bentuk dukungan politik.

Para Ustaz dan Ulama tersohor tersebut, dalam pertemuan masing-masing memberikan banyak nasehat kepada Prabowo maupun Sandi. Ikut mendoakan, bahkan mengancam pasangan nomor urut 02 tersebut, untuk selalau konsisten menjadi pemimpin yang sesuai amanah rakyat, jika terpilih. Tak terkecuali Aa Gym. Tokoh Islam asal Jawa Barat (Jabar) tersebut mengingatkan agar Prabowo dan Sandi, lebih mengutamakan kepentingan rakyat dan umat sebagai prioritas menjalankan kepemimpinan.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02 Ahmad Muzani, saat ditemui di media center pemenangan Prabowo-Sandi mengungkapkan, sebetulnya perjumpaan Prabowo, Sandi dan Aa Gym sudah sering terjadi. Tetapi kali ini, kata dia, Aa Gym sengaja bertemu dengan Prabowo dan Sandi untuk menyatakan dukungan politiknya. “Selama ini, Pak Prabowo, Pak Sandi sudah sering bertemu Aa Gym. Dan Aa Gym mengatakan, tidak pernah sekalipun keduanya meminta dukungan pencapresan,” ujar Muzani.

Namun di waktu yang tepat, kata Muzani, saat masa kampanye terbuka usai, Aa Gym merasa perlu menyampaikan terbuka pilihan politiknya. “Karena Aa Gym menyampaikan, sudah waktunya agar masyarakat mengetahui sikap politiknya, dan beliau menyampaikan sikap beliau itu di hadapan Pak Prabowo dan Pak Sandi,” kata Muzani. Muzani mengatakan, pertemuan enam mata antara Aa Gym, dan Prabowo serta Sandi, sebetulnya lebih banyak membicarakan soal nasehat, dan petuah.

Aa Gym, kata Muzani mengingatkan banyak hal kepada Prabowo maupun Sandi tentang kepemimpinan yang amanah. “Jika masyarakat memberikan amanah kepada Pak Prabowo dan Pak Sandi, agar memegang amanah itu dengan baik dan benar,” ujar Muzani.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VGPIGP
April 13, 2019 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VGPIGP
via IFTTT
Share:

Sunday, April 7, 2019

Sarri Ngaku Jarang Berbicara dengan Pemilik Chelsea

Sarri mengatakan, Abrahmovic justru lebih sering berkomunikasi dengan Zola.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pelatih Chelsea Maurizio Sarri mengaku dirinya tidak pernah berbicara banyak dengan Presiden Roman Abrahmovic. Ia justru mengaku bahwa asistennya yang rutin membahas tentang perkembang tim bersama orang nomor satu di Stamford Bridge.

Penampilan Chelsea di bawah komando Sarri bisa dibilang masih biasa-biasa saja. Hingga pekan ke-33 Liga Primer Inggris klub asal London Barat masih kesulitan menembus zona Liga Champions dengan bertengger di posisi kelima klasemen dengan perolehan 63 poin.

Alhasil situasi itu yang membuat posisi Sarri sempat diberitakan bakal didepak oleh petinggi klub. Hal itu juga membuat hubungannya dengan Abramovich terlihat dingin.

"Berapa banyak saya sering berkomunikasi dengannya (Abramovich)? Jujur saja dia lebih sering berbicara dengan asisten saya (Gianfranco Zola)," jelas Sarri dikutip Four Four Two, Ahad (7/4).

Meski demikian, eks pelatih Napoli tak merasa dipandang sebelah mata oleh sang presiden. Itu karena seorang pemilik memiliki kebebasan berbicara dengan siapapun, termasuk pemain, dan juga staf. Terlebih Zola memang lebih fasih dalam berbahasa Inggris.

Menjelang laga melawan rival sekota West Ham United pada lanjutan Liga Primer di Stadion Stamford Bridge, Selasa (9/4) mendatang. Sarri ditanya tentang permintaan Abramovich yang ingin melihat pemain jebolan akademi Chelsea, Callum Hudson-Odoi dan Ruben Loftus-Cheek mendapat lebih banyak waktu bermain.

"Musim ini mereka berdua tampil sama bagus. Jadi saya pikir, pada saat ini, mereka sangat penting bagi kami. Hanya saja keduanya harus beradaptasi dengan sepak bola saya, untuk meningkatkan taktik," sambung Sarri.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2uPZ7jg
April 07, 2019 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2uPZ7jg
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 2, 2019

Gerindra Akui Sudah Ada Pembicaraan Soal Pembagian Kekuasaan

Namun pembicaraan belum pada tahap pembagian jatah menteri partai pengusung Prabowo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengakui memang sudah ada pembicaraan terkait pembagian kekuasaan di antara partai politik (parpol) pendukung Prabowo-Sandi. Namun, belum dibicarakan terkait jumlah menteri yang akan diberikan kepada masing-masing parpol koalisi.

"Tentu saja masalah menteri itu sudah dibicarakan dalam arti kira-kira porsi partai koalisi itu apa dan bagaimana, namun jumlahnya belum dibicarakan," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/4).

Dia mengatakan, pembicaraan terkait pembagian kekuasaan sudah dibicarakan sejak awal dengan partai koalisi sebagai pondasi dalam membangun kebersamaan diawal kesepakatan mengusung Prabowo-Sandi. Menurut dia, jumlah menteri belum bisa dijelaskan karena melihat dinamika ke depan, misalnya, Prabowo menginginkan adanya pemisahaan antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan.

"Dengan begitu berarti ada dua portofolio lalu di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Kementerian Pendidikan dipisahkan dengan Kebudayaan, namun saat ini disatukan," ujarnya.

Muzani yang merupakan Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi itu mengatakan, apakah kebutuhan itu masih sama atau ada perubahan sehingga harus dilihat kondisinya secara utuh. Selain itu, dia juga menegaskan pembicaraan terkait menteri juga belum mengerucut kepada nama-nama yang diprioritaskan masuk dalam kabinet apabila Prabowo-Sandi menang di Pilpres 2019.

"Nama dan jumlah menteri pun belum dibicarakan karena kebutuhan pemerintahan ke depan akan disesuaikan dengan program kerja pemerintahan ke depan," tuturnya.

Muzani menjelaskan, kebutuhan pemerintahan akan disesuaikan dengan program kerja pemerintahan ke depan. Dia menilai, Prabowo memiliki fokus pada pembangunan ekonomi kerakyatan sehingga portofolio di bidang ekonomi kerakyatan harus dipimpin yang memiliki konsen di bidang tersebut.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OCCvfg
April 02, 2019 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2OCCvfg
via IFTTT
Share:

Friday, March 29, 2019

Penemuan Kacamata Terungkap dalam Puisi Ibnu al-Hamdis

Dia menulis sebuah syair yang menggambarkan tentang kacamata.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penemuan kacamata dalam peradaban Islam terungkap dalam puisi-puisi karya  Ibnu al-Hamdis (1055 M- 1133 M). Dia menulis sebuah syair yang menggambarkan tentang kacamata. Syair itu ditulis  sekitar200 tahun,  sebelum masyarakat Barat menemukan kacamata. Ibnu al-Hamdis menggambarkan kacamata lewat syairnya antara lain sebagai berikut:

''Benda bening menunjukkan tulisan dalam sebuah buku untuk mata, benda bening seperti air, tapi benda ini merupakan batu. Benda itu meninggalkan bekas kebasahan di pipi, basah seperti sebuah gambar sungai yang terbentuk dari keringatnya,'' tutur al-Hamdis.

Al-Hamdis melanjutkan, ''Ini seperti seorang yang manusia yang pintar, yang menerjemahkan sebuah sandi-sandi kamera yang sulit diterjemahkan. Ini juga sebuah pengobatan yang baik bagi orang tua yang lemah penglihatannya, dan orang tua menulis kecil dalam mata mereka.''

Syair al-Hamids itu telah mematahkan klaim peradaban Barat sebagai penemu kacamata pertama.  Pada puisi ketiga, penyair Muslim legendaris itu mengatakan, "Benda ini tembus cahaya (kaca) untuk mata dan menunjukkan tulisan dalam buku, tapi ini batang tubuhnya terbuat dari batu (rock)".

Selanjutnya dalam dua puisi, al-Hamids menyebutkan bahwa kacamata merupakan alat  pengobatan yang terbaik bagi orang tua yang menderita cacat/memiliki penglihatan yang lemah. Dengan menggunakan kacamata, papar al-Hamdis, seseorang akan melihat garis pembesaran.

Dalam puisi keempatnya, al-Hamdis mencoba menjelaskan dan menggambarkan kacamata sebagai berikut: "Ini akan meninggalkan tanda di pipi, seperti sebuah sungai". Menurut penelitian Lutfallah, penggunaan kacamata mulai meluas di dunia Islam pada abad ke-13 M. Fakta itu terungkap dalam lukisan, buku sejarah, kaligrafi dan syair.

Dalam salah satu syairnya, Ahmad al-Attar al-Masri telah menyebutkan kacamata. "Usia ua datang setelah muda, saya pernah mempunyai penglihatan yang kuat, dan sekarang mata saya terbuat dari kaca." Sementara itu,sSejarawan al-Sakhawi, mengungkapkan,  tentang seorang kaligrafer Sharaf Ibnu Amir al-Mardini (wafat tahun 1447 M). "Dia meninggal pada usia melewati 100 tahun; dia pernah memiliki pikiran sehat dan dia melanjutkan menulis tanpa cermin/kaca. "Sebuah cermin disini rupanya seperti lensa,'' papar al-Sakhawi.

Fakta lain yang mampu membuktikan bahwa peradaban Islam telah lebih dulu menemukan kacamata adalah pencapaian dokter Muslim dalam ophtalmologi, ilmu tentang mata.   Dalam karanya tentang ophtalmologi, Julius Hirschberg , menyebutkan, dokter spesialis mata Muslim tak menyebutkan kacamata.  ''Namun itu tak berarti bahwa peradaban Islam tak mengenal kacamata,'' tegas Lutfallah.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2CGI9sg
March 29, 2019 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2CGI9sg
via IFTTT
Share:

Wednesday, March 27, 2019

Metode Pemetaan yang Dikembangkan untuk Arah Kiblat

Para ilmuwan Muslim akhirnya bisa memecahkan penentuan arah kiblat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menurut Ahmad Y al-Hassan dan Donald R Hill dalam karyanya bertajuk Islamic Technology: An Illustrated History, penentuan arah Makkah atau kiblat ini merupakan sesuatu yang penting bagi ilmuwan Muslim era

kekhalifahan.

Para ilmuwan Muslim akhirnya bisa memecahkan penentuan arah kiblat pada abad ke-3 H/9 M sampai ke-8 H/14 M. Ini membuktikan kecanggihan trigonometri yang digunakan para astronom Muslim serta kecanggihan teknik perhitungan yang telah mereka capai.

"Karena azimuth suatu tempat bersifat relatif terhadap tempat lain dapat ditentukan, secara teoritis akan mungkin untuk membuat jalan atau kanal lurus antara dua kota," jelas al-Hassan dan Hill. Namun, imbuh al-Hassan dan Hill, dalam praktiknya,  hal itu tidak dapat direalisasikan.

Pasalnya, rute-rute ditentukan keadaan daerah dan masalah pemilikan lahan. Sementara kanal-kanal itu harus sedekat mungkin dengan daerah pertanian yang akan dialirinya. "Oleh karena itu, rute-rute ditentukan dengan mengingat pertimbangan-pertimbangan praktis ini," kata al-Hassan dan Hill.

Sebelum penggalian kanal, selain menentukan rute, perlu juga diperhitungkan pendataran tanah sepanjang rute tersebut dari awal hingga akhir. Proses pendataran tanah itu membutuhkan garis pandang horisontal yang pada instrumen modern diperoleh dari benang silang dalam teropong dan sifat datar.

"Para surveyor Muslim menggunakan beberapa instrumen yang didasarkan pada prinsip yang sama, meski tak satupun yang mempunyai teleskop, mereka memakai penglihatan langsung," ungkap al-Hassan dan Hill.

Menurut al-Hassan dan Hill, salah satu instrumen yang yang digunakan adalah segitiga logam dengan pengait logam dipatrikan di kedua ujung salah satu sisinya. Unting-unting dengan pemberat seperti bandul di ujungnya dipasang pada tengah-tengah sisi tadi. Dua rambu tegak yang dibagi-bagi dalam graduasi 12 sentimeter dan kemudian dibagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil ditegakkan oleh asisten pemegang rambu dalam jarak tujuh meter.

''Seutas kawat direntangkan antara kedua bambu dan segitiga logam tadi digantungkan dengan kedua pengaitnya di tengah-tengah kawat ini. Salah satu ujung kawat digerakkan ke atas dan ke bawah rambu sampai tali unting-unting tepat menunjukkan sudut bahaw segi tiga,'' papar al-Hassan.

Metode yang sama juga digunakan pada akayu sepanjang setengah meter dengan lubang mendatar. Pada proses ini juga digunakan bandul logam yang diikatkan pada tengah kayu. Bandul ini berfungsi sebagi garis unting-unting. Kemudian kayu tersebut diletakkan di atas kawat, selanjutnya pendataran dilakukan seperti cara yang telah disebutkan tadi.

Metode ketiga  yang digunakan para ilmuwan Muslim untuk menetukan sifat datar adalah dengan menggunakan bambu lurus panjang yang salah satu sisinya dilubangi. Bambu tersebut dipegang kedua rambu tegak di masing-masing ujungnya. Dan seorangasisten menuangkan air ke dalam bambu melalui lubang tadi. "Bambu dianggap horizontal jika air yang keluar dari kedua ujungnya sama banyak," kata al-Hassan an Hill.

Para ilmuwan juga mencatat beda ketinggian, dan pemegang rambu pindah ke ntitik selanjutnya dalam lintasan rute. Kemudian prosedur yang sama dilakukan kembali. Al-Hassan menambahkan,  "Jika rute sudah selesai dipetakan, total (jumlah aljabar) 'naik' dan 'turun' dari semua titik pangkalan menunjukkan perbedaan tinggi titik awal dan titik akhir.

Menurut al-Hassan dan Hill, cara yang sama juga digunakan untuk memperoleh kemiringan yang tepat pada penggalian kanal. Sedangkan untuk memperoleh tinggi dan sudut objek-objek yang jauh, para surveyor Muslim menggunakan astrolab.  Di bagian belakang instrumen, pada setengah lingkaran bawahm terdapat sebuah siku-sku atau kadang-kadang sepasang siku-siku dengan ukuran sama.

Jika astrob digantung secara bebas, alidad atau garis pembidik diatur sedemikian rupa sehingga objek jauh yang perlu diketahui tingginya dapat terlihat melalui pembidik. Demikianlah metode pemetaan yang diterapkan para ilmuwan Muslim di era kejayaan Islam

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Uj5n1k
March 27, 2019 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Uj5n1k
via IFTTT
Share:

Monday, March 25, 2019

Dinkes Depok Ajak Warga Waspadai Penyakit TBC

TBC termasuk satu dari sepuluh penyebab kematian di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Peringati Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mengajak warga untuk mewaspadai bahaya penyakit Tuberkolosis (TBC). Penyakit menular itu termasuk satu dari sepuluh penyebab kematian di dunia.

"TB termasuk penyakit menular yang bisa menyebar kepada siapa saja, tanpa terkecuali. Penyakit menular ini juga menjadi salah satu dari sepuluh penyakit penyebab kematian," kata Kepala Dinkes Depok, Novarita, saat peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS), di Balai Kota Depok, Senin (25/3).

Menurut Novarita di dunia kesehatan, infeksi penyakit TB masih menjadi masalah global atau nasional. "Pengobatan TB atau yang sering disebut flek paru ini tidak mudah dan murah, karena proses penyembuhannya juga bersifat jangka panjang," terangnya.

Dia menjelaskan, jika, penderita yang tidak ditangani secara tuntas, bisa mengakibatkan kebal terhadap TB dan menyebarkannya penularan kepada orang lain melalui udara.

"Ya harus ada kesadaran masyarakat agar bisa terhindar dari penyakit ini yakni dengan menggunakan masker apabila sedang batuk atau influenza, rajin mencuci tangan sebelum beraktivitas. Harapannya Indonesia Bebas TB mulai dari diri sendiri yakni kesadaran untuk melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta berkontribusi aktif dalam menyosialisasikannya," tuturnya.

Ketua Dewan Kehormatan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Cabang Depok, Elly Farida, menekankan pentingnya menjaga kesehatan diri. Termasuk dengan tidak merokok di depan umum, apalagi di depan anak.

Menurut Elly, merokok memiliki banyak dampak negatif. Bukan hanya menjadi salah satu penyebab penyakit tuberkulosis (TB), tetapi juga kanker paru-paru.

"Perlu kita ketahui, penyakit kanker nomor satu di dunia terjadi pada paru-paru. Penyebabnya, di antaranya kebiasaan merokok," tegasnya.

Dia mengutarakan, merokok juga berdampak buruk bagi orang-orang di sekeliling, tidak terkecuali istri dan anak-anak. Karena, imbuhnya, tidak sedikit dari perokok pasif berisiko mengidap kanker paru-paru atau penyakit jantung seperti yang dialami perokok aktif.

"Berapa banyak anak-anak kita yang tidak berdosa, menjadi korban dari asap rokok. Karena ayahnya tidak memahami betapa bahayanya merokok di sekitar mereka. Padahal, kalau saja bisa menjaga diri, hal tersebut tidak perlu terjadi," papar Elly.

Karena itulah, lanjut Ellt, Kota Depok memiliki Peraturan Daerah (Perda) No 3 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Aturan ini, yang menurutnya harus terus dikampanyekan oleh berbagai pihak dalam banyak kesempatan. Kalau tidak ada kebersamaan akan sulit. Ini semua bagian dari upaya kita mewujudkan salah satu program unggulan Kota Depok, yaitu Smart Healthy City," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TvlyED
March 25, 2019 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TvlyED
via IFTTT
Share:

Sunday, March 24, 2019

In Picture: Peresmian MRT Jakarta

Moda Raya Terpadu (MRT) fase 1 melayani rute Lebak Bulus- Bundaran HI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengoperasian kereta Moda Raya Terpadu (MRT) fase 1 di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia, Ahad (24/3) pagi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TUp9B1
March 24, 2019 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TUp9B1
via IFTTT
Share:

Monday, February 25, 2019

Produk UMKM Kelas Wahid akan Ramaikan Rest Area Pendopo 456

Produk UMKM yang akan dihadirkan di rest area Pendopo 456 akan dikurasi.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- PT Astra International ingin menyeleksi UMKM yang berjualan di tempat peristirahatan (rest area) Pendopo 456 ruas tol Semarang-Solo. Astra akan berupaya agar produk yang dijual di sana mampu terlebih dulu menembus pasar nasional.

"Produk UMKM yang ingin kami jual adalah produk yang sukses dan kita mau mempraktekkan di Resta Pendopo 456 ini," kata Direktur PT Astra International, Bambang Widjanarko Santoso kepada wartawan di Semarang, Jawa Tengah, Senin.

Bambang menjelaskan bahwa pihaknya akan mengelola UMKM yang akan bergabung di rest area Pendopo 456. Setiap UMKM akan dikurasi produk, kemasan, serta harganya sebelum bisa berjualan di sana.

"Nantinya akan dipasarkan di rest area lain yang akan kami bangun serta di perusahaan-perusahaan kami yang butuh suvenir saat ulang tahun atau acara perusahaan, jadi benar-benar akan dikurasi dari yang bagus," tutur Bambang.

Dia mengungkapkan kelak masyarakat yang berkunjung ke Resta Pendopo 456 tidak sekedar mendapatkan makanan, minuman serta cenderamata yang biasa-biasa saja.

"Itu adalah tujuan kami, jadi kami ingin menjadikan betul-betul sesuatu yang sama sekali berbeda," katanya saat groundbreaking rest area tersebut.

Sebelumnya Sekda Pemprov Jateng Sri Puryono berharap Resta Pendopo 456 di Tol Semarang-Solo selain bisa menjadi destinasi wisata, juga menjadi tempat memasarkan UMKM kelas wahid. Ia menjabarkannya sebagai UMKM yang terpilih, memiliki nilai tawar sangat tinggi, berkualitas, memiliki mutu, dan manajemen yang bagus sehingga ada kontinuitas dan kualitas serta kuantitasnya tetap terjaga dengan baik.

Pemprov Jateng berharap tahap pertama dari areal peristirahatan tersebut bisa dioperasikan pada Desember tahun ini.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2NrOLyO
February 25, 2019 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2NrOLyO
via IFTTT
Share:

Sunday, February 24, 2019

In Picture: Kampanye Anti-Hoaks di Kawasan Bebas Kendaraan Bermotor

Aksi tolak hoaks digelar untuk mewujudkan pesta demokrasi yang aman dan damai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah warga menandatangani spanduk penolakan terhadap hoaks jelang pemilu 2019 saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Bundaran HI, Jakarta, Ahad (24/2).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TdlYDm
February 24, 2019 at 06:48PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TdlYDm
via IFTTT
Share: