Showing posts with label 2018 at 08:30PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 08:30PM. Show all posts

Saturday, December 15, 2018

ISEF 2018: Dari Ekosistem Halal Hingga Remitensi

Tujuan ISEF ini untuk membentuk eksosistem halal di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID Oleh: Lida Puspaningtyas

Penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2018 berhasil meraup nilai penandatanganan kerja sama sebesar Rp 6,7 triliun. Nilai tersebut akan bertambah seiring dengan kesepakatan yang dimulai pada saat bussiness matching selama penyelenggaraan acara.

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI) M Anwar Bashori mengatakan, salah satu tujuan penyelenggaraan ISEF 2018 adalah membentuk ekosistem halal. Hal ini bisa dicapai dengan kolaborasi dari rantai-rantai nilai halal yang melibatkan sejumlah sektor.

"Jadi, kita pertemukan pelaku dari berbagai sektor, produsennya, lembaga keuangan, pembiayaan, hingga pembeli semua bisa melakukan kerja sama, saling silaturahim," kata Anwar, Jumat (14/12).

Tercatat 14 kesepakatan kerja sama yang diresmikan selama gelaran. Anwar menuturkan, kontrak kesepakatan ini adalah hasil dari penjajakan yang juga dilaukan sebelum gelaran ISEF 2018.

Jenis kontrak atau kesepakatan, di antaranya kerja sama sindikasi pembiayaan perbankan syariah untuk pembangunan infrastruktur jalan tol. Salah satunya dilakukan perbankan syariah seperti Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, Bank Mega Syariah, BPD Aceh, dan BPD Jawa Timur senilai Rp 2 triliun untuk PT Jakarta Toll Road Development.

Selain itu, terdapat akad dan komitmen pembiayaan syariah senilai Rp 2,4 triliun pada enam debitur dari Bank DKI, unit usaha syariah. Ada juga kesepakatan spesifik pada sektor usaha, seperti kerja sama pengadaan beras, pembelian produk makanan hasil produksi, pertanian, dan mode.

Tak hanya itu, sindikasi ini juga menyasar untuk pembangunan masjid dan menara Majelis Ulama Indonesia (MUI), usaha kecil menengah (UKM), dan pembebasan transaksi riba di setiap kabupaten/kota di Indonesia oleh Bank Muamalat senilai Rp 600 miliar. Dana diberikan kepada Lembaga Wakaf MUI.

Layanan remitensi

Bank Indonesia sedang menyiapkan ketentuan remitansi dengan dana berakhir di rekening perbankan. Sasaran utamanya adalah pekerja migran Indonesia dan keluarganya. Melalui layanan ini, dana yang dikirim dari luar negeri ke dalam negeri tidak dalam bentuk tunai.

Kepala Departemen Elektronifikasi dan GPN Pungky Wibowo menjelaskan, dengan tersedianya sistem ini semua dana remitansi harus berakhir di saving account dan melalui Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

"Tujuan utamanya tentu agar biaya-biaya remitansi bisa lebih murah dan efisien, kita memang ingin mensinergikan pelaku industri finansial inklusi ini," kata Pungky dalam sesi ISEF.

Salah satu tujuan utama dari layanan ini adalah mencapai target inklusi keuangan hingga 75 persen pada 2019. Pada akhir 2017, inklusi keuangan terbilang rendah, hanya mencapai 49 persen.

Pungky memperkirakan inklusi keuangan akhir tahun ini sekitar 63 persen. Dengan upaya menggiring pada layanan keuangan, maka inklusi bisa ditingkatkan.

Berdasarkan data Bank Indonesia, pekerja migran Indonesia dan keluarganya masih banyak menggunakan layanan pengiriman dana remintansi secara tunai. Sekitar tujuh persen remitansi bahkan dititip pada orang yang pulang kampung.

Namun, sejauh ini data remitansi belum tercatat dengan baik oleh BI. Banyaknya jumlah migran dan uang yang mengalir ke dalam negeri diyakini bisa berdampak positif dari sisi makro dan kemudian memengaruhi nilai tukar rupiah dengan baik.

Deputi Gubernur BI, Sugeng mengatakan, remitansi dari pekerja migran Indonesia menghasilkan devisa cukup besar, mencapai 8,8 miliar dolar Amerika Serikat. Nilai ini setara dengan satu persen dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Jika angka ini bisa ditingkatkan mencapai empat kali lipat, remitensi akan berdampak signifikan pada defisit neraca berjalan.

"Meski 62 persen sistem remitansi telah berjalan secara non tunai, sebesar 30 persen dana remitansi masih tidak masuk ke rekening sehingga ditarik secara tunai seluruhnya," kata Sugeng.

Dia mengatakan, biaya remitensi Indonesia tergolong tinggi dibandingkan negara lain, yakni 7,8 persen. Meski demikian, BI berkeyakinan dengan perkembangan teknologi yang ada maka perbankan dan perusahaan teknologi finansial (tekfin) bisa berkolaborasi menekan biaya tersebut agar lebih rendah, dan diupayakan di bawah lima persen.

Menurut Sugeng, insiatif penguatan remitansi telah dimulai BI sejak awal 2017. Salah satu caranya dengan optimalisasi agen layanan keuangan digital (LKD) untuk memberikan jasa keuangan pada masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.

Kemudian, BI juga membuat skema remitansi agar lebih efisien, cepat diterima, dan memudahkan akses pada tempat pengiriman uang. Ada tiga model bisnis yang diuji coba, yakni mobile to mobile, agent to agent, dan host to host.

"Hasilnya secara umum, tujuan yang ingin diraih dapat terealisasi, yakni pengiriman dana dengan tujuan akhir di rekening berjalan dengan mudah, murah, dan cepat," ujarnya.

Ia menambahkan, tidak hanya pada pekerja migran, potensi pengembangan jaringan remitansi juga datang dari pesantren. Unit usaha yang dimiliki pesantren, misalnya, minimarket atau pengelola dana sosial dapat dikembangkan jadi titik penerima dana remitansi.  (ed: debbie sutrisno)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UOGBUy
December 15, 2018 at 08:30PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UOGBUy
via IFTTT
Share:

Alasan Hot Wheels Begitu Digilai Penggemarnya

Hot Wheels memiliki model yang beragam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mobil-mobilan tidak hanya sekadar mainan yang digemari anak-anak. Orang dewasa pun suka mengoleksinya demi kepuasan pribadi. Salah satu kolektor setia itu adalah Bart Nureka.

Pria yang menjabat sebagai Operation and Merchandising Director Toys Kingdom tersebut mengoleksi Hot Wheels sejak 1996. Menurut dia, Hot Wheels memiliki model yang beragam.

"Saya memang suka dengan mainan mobil-mobilan, terutama mengumpulkan yang unik dan tidak akan keluar lagi serinya," ujar Bart.

Ada mainan yang persis seperti wujud aslinya, baik jenis mobil mewah, mobil sport, atau mobil klasik. Ada juga mobil fantasi dengan desain khusus atau mobil yang hanya ada di film tertentu.

Bart cenderung suka Hot Wheels seri Ferrari dan Volkswagen. Hal yang membuat Bart salut, desainer Hot Wheels selalu mengembangkan modelnya sehingga konsumen tidak pernah bosan.

Harga Hot Wheels sangat terjangkau dan diterima konsumen Indonesia. Model yang paling dasar dibanderol di kisaran harga Rp 30 ribu. Sedangkan yang langka bisa dijual mahal sampai 150 ribu dolar AS.

"Hot Wheels termahal itu adalah Volkswagen Beach Bomb klasik keluaran 1969 yang diburu kolektor. Jika dirupiahkan, setara dengan Rp 2,2 miliar," kata Bart yang sudah memiliki ratusan Hot Wheels.

Customer Marketing Manager Mattel Inc Thomas Graviatama mengatakan, ada dua hal yang membuat Hot Wheels tetap eksis di usia 50 tahun. Hal itu adalah dukungan pelanggan setia dan inovasi desain yang dihadirkan.

"Konsumen selalu cinta pada Hot Wheels, dengan produk-produknya yang unik dan menarik," kata Thomas.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BkUy3q
December 15, 2018 at 08:30PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BkUy3q
via IFTTT
Share:

Monday, December 10, 2018

Bakauheni-Kotabaru toll road segment ready for use

Bakauheni-Kotabaru toll road segment will be operational on December 22.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- The Trans Sumatra toll road segment of Bakauheni-Kotabaru in Lampung Province is ready for use, starting December 22, 2018. Lampung Transportation Office Head Qodratul Ikhwan confirmed during a telephonic conversation here on Monday.

"Only the Bakauheni-Kotabaru toll road segment will be operational on Dec 22, but several points for the Kotabaru-Terbangi Besar segment must be completed," Ikhwan remarked.

He explained that as a precautionary measure against a surge in vehicles on the Soekarno-Hatta Trans Sumatra road to Bakauheni Port, the Bakauheni-Kotabaru toll road segment can be used from Dec 22. However, he called on toll road users along the Bakauheni-Kotabaru toll road segment to remain more vigilant and careful while passing through, as a shortcoming in the form of inadequate street lighting still exists.

Ikhwan admitted to not being aware of the exact toll tariffs that were applicable, but it was estimated that they were still free or unpaid.

"It looks like it is still free to welcome Christmas 2018 and the New Year 2019," he added.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Gczull
December 10, 2018 at 08:30PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Gczull
via IFTTT
Share:

Thursday, November 29, 2018

Kapal Lain Disiapkan untuk Cari CVR Lion Air

Penyedotan lumpur kemungkinan diperlukan untuk mempermudah pencarian CVR.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan saat ini berupaya menyiapkan kapal lain untuk mencari kotak hitam kedua pesawat Lion Air dengan nomor registrasi PK-LQP pada penerbanagn JT 610. Satu kotak hitam lagi yang belum ditemukan yaitu cockpit voice recorder (CVR).

Ketua Subkomite Investigasi KNKT Nurcahyo Utomo mengatakan sudah bertemu dengan pemilik kapal lain yang akan dipinjamkan untuk mencari CVR. "Terakhir diksuisnya menyiapkan kapal yang saat ini berada di Singapura dan juga harus Johor, Malaysia untuk mengambil beberapa alat," kata Nurcahyo di Gedung KNKT, Kamis (29/11).

Selain itu, KNKt juga sudah mengajukan proses perizinan berupa kegiatan operasi bawah air dan penutupan area di lokasi pencarian. Dua hal tersebut, kata Nurcahyo, tebgah disiapkan sehingga dalam waktu dekat bisa kembali memulai pencarian CVR dengan menggunakan kapal lain.

Di sisi lain, Nurcahyo mengatakan KNKT juga pada pagi ini (29/11) sudah meminjamkan alat underwater locator beacon (ULB) kepada Indonesian Diving Rescue Team. Dia mengatakan alat tersebut untuk mengathui sinyal CVR.

"Alat itu (ULB) dipinjam beberapa hari ini untuk melakukan pencarian. Mereka membawanya ke lokasi, dan pencarian masih dilakukan," kata Nurcahyo. 

Sementara itu, Investigator Kecelakaan Penerbangan KNKT Ony Suryo Wibowo menegaskan pihaknya kan memakai cara lain untuk mencari CVR. Alat-alat yang dipinjam dari Johor, Malaysia juga menurut Ony akan disesuaikan dengan kapal yang berbeda tersebut.

KNKT Jelaskan Soal Kelaikudaraan Pesawat Lion Air 

Dia menjelaskan, kapal yang akan digunakan nanti tidak memiliki jangkar. "Kapal kalau berhenti harus menaruh jangkar kan yang kemarin. Sekarang tidak pakai jangkar," tutur Ony.

Selanjutnya, Ony memastikan nantinya penyelam akan memiliki alat khusus agar dapat melakukan  komunikasi. Jika menggunakan alat yang sekarang, menurut Ony masih menyuitkan penyelam untuk berkomunikasi.

"Dengan kapal ini (yang berbeda), fasilitasnya supaya pengelam bisa komunikasi secara live bisa lihat mereka ngapain dan perintahkan ambil ini itu," kata Ony.

Sebab, Ony mengatakan saat ini banyak barang dari pesawat diprediksi terpendam lumpur. Sehingga dalam pencariannya lumpur tersebut perlu disedot agar pandangan tidak terbatas. Ony mengharapkan dengan cara tersebut bisa membantu CVR lebih cepat ditemukan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SgrMYD
November 29, 2018 at 08:30PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SgrMYD
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 28, 2018

Hanura Targetkan Kemenangan Jokowi-Ma'ruf 67 Persen

Menurut Benny, hanya rilis Median yang menunjukkan hasil berbeda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP partai Hanura, Benny Ramdhani mengatakan partai koalisi telah bekerja secara maksimal dan all out untuk meraih kemenangan pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Menurutnya, terdapat eror pada proses survei Median yang mengatakan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di angka 47,7 persen.

"Kami menghormati upaya dari lembaga survei Median, tapi kami menyakini ada yang error dengan survei tersebut," kata Ketua DPP partai Hanura Benny Ramdhani saat dihubungi, Rabu (28/11).

Selain itu, Benny mengungkapkan upaya yang telah dilakukan koalisi partai pendukung untuk kemenangan pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf. "Sembilan partai pendukung yang menjadi mesin politik pemenangan telah bekerja maksimal," tambah dia.

Menurut Benny, hanya rilis Median yang menunjukkan hasil elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di bawah 50 persen. Sedangkan lembaga lain, mendapatkan presentase elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di atas 50 persen.

"Target kemenangan Jokowi-Ma'ruf 67 sampai 70 persen, insya Allah bisa tercapai. Itu artinya jika hitungan per hari ini, kita hanya butuh 10 persen lagi untuk mencapai target minimal kemenangan di posisi 67 persen, atau 13 persen untuk mencapai target maksimal kemenangan 70 persen," kata dia.

Saat ini, kata dia, tim kampanye daerah (TKD) pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf telah terbentuk sampai ke kabupaten dan kota. "Mereka akan menjadi mesin pengorganisasian dan pengorganisiran mesin politik partai dan para relawan," ungkapnya.

Lebih jauh, Benny menjelaskan, relawan pemenangan Jokowi-Ma'ruf yang terbentuk secara sukarela dan datang dari kalangan masyarakat telah mencapai 700-an organisasi relawan.

"Mereka akan menjadi organ penting pemenangan yang sudah mendatangi setiap rumah masyakat dan akan terus melaukan door to door menyapa dari rumah-kerumah setiap pemilih," tutur dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SerK3t
November 28, 2018 at 08:30PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SerK3t
via IFTTT
Share:

Friday, November 23, 2018

Daftar 125 Korban Kecelakaan Lion Air yang Teridentifikasi

Hingga hari terakhir, sebanyak 64 korban belum teridentifikasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Identifikasi Korban Bencana atau Disaster Victim Identification (DVI) Polri secara total mengidentifikasi 125 korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 setelah 16 jenazah teridentifikasi pada hari terakhir operasi identifikasi Jumat. Sebanyak 16 jenazah korban yang teridentifikasi tersebut melalui pemeriksaan asam deoksiribonukleat (DNA) di RS Polri Raden Said Sukanto Jakarta Timur.

Kapusdokkes Polri Brigjen Arthur Tampi mengatakan, tim DVI telah tuntas menguji seluruh 666 sampel bagian tubuh korban kecelakaan Lion Air JT-610. Dari seluruh sampel yang diuji, tersisa 64 penumpang yang belum teridentifikasi.

"Bahwa kami sudah melaksanakan operasi identifikasi ini selama 24 hari dan kita sudah berupaya maksimal melaksanakan identifikasi hari ini memang kita akan mengumpulkan hasil pekerjaan," kata Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigadir Jenderal Polisi Arthur Tampi, di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (23/11).

Adapun rincian yang teridentifikasi sebanyak 89 orang laki-laki dan 36 orang perempuan. Di antara semua korban yang teridentifikasi, terdapat dua warga negara asing, yakni warga negara Italia dan India.

Berikut daftar 125 korban kecelakaan Lion Air JT 610 yang sudah teridentifikasi adalah:

Rabu (31/10/2018)

1. Jannatun Cintya Dewi (perempuan; 24 tahun; teridentifikasi melalui sidik jari)

Jumat (2/11/2018)

2. Candra Kirana (laki-laki; 29 tahun; properti)

3. Monni (perempuan; 41 tahun; tanda medis)

4. Hizkia Jorry Saroinsong (laki-laki; 23 tahun; sidik jari)

Sabtu (3/11/2018)

5. Endang Sribagusnita (perempuan; 20 tahun; sidik jari dan tanda medis)

6. Wahyu Susilo (laki-laki; 31 tahun; sidik jari, tanda medis dan properti)

7. Fauzan Azima (laki-laki; 25 tahun; sidik jari dan tanda medis)

Minggu (4/11/2018)

8. Rohmanir Pandi Sagala (laki-laki; 23 tahun; sidik jari dan tanda medis)

9. Dodi Junaidi (laki-laki; 40 tahun; DNA)

10. Muhamad Nasir (laki-laki; 29 tahun; DNA)

11. Janry Efriyanto Sianturi (laki-laki; 26 tahun; DNA dan tanda medis)

12. Karmin (laki-laki; 68 tahun; DNA)

13. Harwinoko (laki-laki; 54 tahun; DNA)

14. Verian Utama (laki-laki; 31 tahun; DNA)

Senin (5/11/2018)

15. Reni Aryanti (perempuan; 51 tahun; DNA)

16. Muhammad Ravi Andrian (laki-laki; 24 tahun; DNA)

17. Eryanto (laki-laki; 41 tahun; DNA)

18. Vera Junita (perempuan; 22 tahun; DNA)

19. Resti Amelia (perempuan; 27 tahun; DNA)

20. Fifi Hajanto (perempuan; 42 tahun; DNA)

21. Dede Anggraini (perempuan; 40 tahun; DNA)

22. Petrous Rudolf Sayers (laki-laki; 58 tahun; sidik jari)

23. Eka Suganda (laki-laki; 49 tahun; sidik jari)

24. Niar R S Soegiyono (perempuan; 39 tahun; sidik jari)

25. Sudibyo Onggo Wardoyo (laki-laki; 40 tahun; sidik jari)

26. Hendra (laki-laki; 39 tahun; DNA)

27. Mito (laki-laki; 37 tahun; sidik jari)

Selasa (6/11/2018)

28. Wahyu Alldilla (laki-laki; 32 tahun)

29. Ubaidillah Salabi (laki-laki; 55 tahun)

30. Imam Riyanto (laki-laki; 44 tahun)

31. Mawar Sariati (perempuan; 39 tahun)

32. Tesa Kausar (laki-laki; 37 tahun)

33. Cosa Rianda Sahab (laki-laki; 39 tahun)

34. Dony (laki-laki; 45 tahun)

35. Daniel Suharja Wijaya (laki-laki; 30 tahun)

36. Herjuna Darpito (laki-laki; 47 tahun)

37. Nurul Dyah Ayu Sitharesmi (perempuan; 54 tahun)

38. Paul Ferdinand Ayorbaba (laki-laki; 43 tahun)

39. Rabagus Noerwito Desi Putra (laki-laki; 26 tahun)

40. Martono (laki-laki; 35 tahun)

41. Ariawan Komardy (laki-laki; 37 tahun)

42. Ibnu Fajar Riyadi Hantoro (laki-laki; 33 tahun)

43. Matthew Bongkal (laki-laki; 13 tahun)

44. Mack Stanley (laki-laki; 31 tahun)

Rabu (7/11/2018)

45. Kasan (laki-laki; 68 tahun; sidik jari)

46. Rafezha Widjaya (laki-laki; 1 tahun 9 bulan; DNA dan medis)

47. Eling Sutikno (laki-laki; 59 tahun; sidik jari)

48. Sahabudin (laki-laki; 40 tahun; sidik jari)

49. Sekar Maulana (laki-laki; 45 tahun; sidik jari)

50. Rio Nanda Pratama (laki-laki; 26 tahun; sidik jari)

51. Radhika Widjaya (laki-laki; 4 tahun; DNA dan tanda medis)

Kamis (8/11/2018)

52. Denny Maulana (laki-laki; 30 tahun; DNA)

53. Shintia Melina (perempuan; 25 tahun; DNA)

54. Yunita (perempuan; 32 tahun; DNA)

55. Daryanto (laki-laki; 43 tahun; DNA)

56. Junior Priadi (laki-laki; 32 tahun; DNA)

57. Hesti Nuraini (perempuan; 45 tahun; DNA)

58. Inayah Fatwa Kurnia Dewi (perempuan; 38 tahun; DNA)

59. Mery Yulyanda (perempuan; 23 tahun; DNA dan Medis)

60. Tri Haska Hafidzi (laki-laki; 31 tahun; DNA)

61. Linda (perempuan; 49 tahun; DNA)

62. Filzaladi (laki-laki; 30 tahun; DNA)

63. Ary Budiastuti (perempuan; 48 tahun; DNA)

64. Hasnawati (perempuan; 57 tahun; DNA)

65. Wendy (laki-laki; 29 tahun; DNA)

66. Indra Bayu Aji (laki-laki; 39 tahun; sidik jari)

67. Dolar (laki-laki; 37 tahun; sidik jari)

68. Abdul Efendi (laki-laki; 50 tahun; sidik jari)

69. Tan Toni (laki-laki; 60 tahun; sidik jari)

70. Hedy (laki-laki; 36 tahun; sidik jari, medis dan properti)

71. Arif Yustian (laki-laki; 20 tahun; DNA)

Jumat (9/11/2018)

72. Muas Efendi Muas (laki-laki; 57 tahun; DNA)

73. Murdiman (laki-laki; 46 tahun; DNA)

74. Ambo Malibone (laki-laki; 36 tahun; DNA)

75. Darwin Haryanto  (laki-laki; 51 tahun; DNA)

76. Fendi Christanto (laki-laki; 46 tahun; DNA)

77. Kyara Aurine Daniendra (perempuan; 1 tahun 3 bulan; DNA dan sidik jari)

Sabtu (10/11/2018)

78. Rifandi Pranata (laki-laki; 28 tahun; DNA)

79. Joyo Nuroso (laki-laki; 50 tahun; DNA)

Senin (12/11/2018)

80. Shandy Johan Ramadhan (laki-laki; 27 tahun; DNA)

81. Deryl Fida Febrianto (laki-laki; 22 tahun; DNA)

82. Firmansyah Akbar (laki-laki; 42 tahun; DNA)

Selasa (13/11/2018)

83. Andrea Manfredi (laki-laki; WN Italia; DNA)

84. Adonia Magdiel Bongkal (laki-laki; 52 tahun; DNA)

85. Alfiyani Hidayatul Solikah (perempuan; 19 tahun; DNA)

Rabu (14/11/2018)

86. Robert Susanto (laki-laki; 56 tahun; DNA)

87. Nikky Bagus Santoso (laki-laki; 35 tahun; DNA)

88. Shella (perempuan; 25 tahun; DNA)

89. Zuiva Puspita Ningrum (perempuan; 39 tahun; DNA)

Kamis (15/11/2018)

90. Muhammad Syafi'i (laki-laki; 45 tahun; DNA)

91. Naqiya Azmi (perempuan; 19 tahun; DNA)

92. Maria Ulfah (perempuan; 36 tahun; DNA)

Jumat (16/11/2018)

93. Ahmad Mughni HS (laki-laki; 45 tahun; DNA)

94. Tami Julian (laki-laki; 25 tahun; DNA)

95. Hardy (laki-laki; 31 tahun; DNA)

Sabtu (17/11/2018)

96. Xherdan Fachridzi (laki-laki; 4 tahun; DNA)

97. Ema Ratnapuri (perempuan; 23 tahun; DNA)

98. Sastiarta (laki-laki; 28 tahun; DNA)

Minggu (18/11/2018)

99. Janu Daryoko (laki-laki; 60 tahun; DNA)

100. RR Savitri Wulurastuti (perempuan; 42 tahun; DNA)

Senin (19/11/2018)

101. Fiona Ayu Zen S (perempuan; 30 tahun; DNA)

Selasa (20/11/2018)

102. Puspita Eka Putri (perempuan berusia; 24 tahun; DNA)

103. Achmad Sukron Hadi (laki-laki; 30; DNA)

104. Muhammad Luthfi Nurramdhani (laki-laki; 24 tahun; DNA)

Rabu (21/11/2018)

105. Dadang (laki-laki; 27 tahun; DNA)

106. Pangky Pradana Sukandar (laki-laki; 28 tahun; DNA)

107. Sui Khiun (perempuan; 57 tahun; DNA)

Kamis (22/11/2018)

108. Khotijah (perempuan; 26 tahun; DNA)

109. Yudha Gautama (laki-laki; 31 tahun; DNA)

Jumat (23/11/2018)

110. Hendra Tanjaya (laki-laki; 64 tahun; DNA)

111. Muhammad Ikhsan Riyadi (laki-laki; 28 tahun; DNA)

112. Agil Septian Nugroho (laki-laki; 23 tahun; DNA)

113. Fais Saleh Harharah (laki-laki; 46 tahun; DNA)

114. Liu Chandra (laki-laki; 59 tahun; DNA)

115. Cici Ariska (perempuan; 27 tahun; DNA)

116. Rumadi Ramadhan (laki-laki; 40 tahun; DNA)

117. Chandra Hasan (laki-laki; 69 tahun; DNA)

118. Ervina Kusumawijayanti (perempuan; 27 tahun; DNA)

119. Rangga Adiprana (laki-laki; 38 tahun; DNA)

120. Putty Fatikah Rani (perempuan; 19 tahun; DNA)

121. Henny Heuw (perempuan; 56 tahun; DNA)

122. Arfiyandi (laki-laki; 39 tahun; DNA)

123. Bhavye Suneja (laki-laki; 31 tahun; pilot; DNA)

124. Yoga Perdana (laki-laki; 33 tahun; DNA)

125. Sui Di (perempuan; 66 tahun; DNA)

Sebelumnya, pesawat Lion Air JT 610 tipe Boeing 737 Max 8 bernomor registrasi PK-LQP jatuh di perairan Tanjung Pakis, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober 2018 setelah dilaporkan hilang kontak.

Pesawat yang terbang dari Bandara Soekarno-Hatta (Banten) menuju Bandara Depati Amir Pangkalpinang (Bangka Belitung) itu sedianya mendarat di Pangkalpinang pukul 07.20 WIB. Pesawat yang diketahui baru beroperasi pada 15 Agustus 2018 itu, membawa 189 orang, yang terdiri atas 181 penumpang serta satu pilot dan tujuh awak pesawat.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2qZKRm6
November 23, 2018 at 08:30PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2qZKRm6
via IFTTT
Share: