Showing posts with label 2018 at 07:53PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 07:53PM. Show all posts

Monday, December 24, 2018

Selain Gaji, Ini Kunci Kebahagiaan Bekerja Bagi Karyawan

Ternyata gaji yang naik terus menurunkan produktivitas dan moral karyawan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Istilah populer, hate monday boleh jadi lantaran banyak pekerja yang mengeluhkan pekerjaannya. Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Gallup Poll, sebuah perusahaan konsultan manajemen menunjukkan sebanyak 70 persen karyawan mengakui bahwa mereka tidak bekerja dengan potensi mereka yang sebenarnya.

Mereka merasakan 'keterputusan emosional' dari organisasi mereka yang pada gilirannya, menghambat produktivitas kerja mereka.

Mengapa kebahagiaan penting? 

Penelitian menunjukkan bagaimana seorang karyawan yang tidak bahagia secara tidak sengaja bekerja bertentangan dengan minat bos dengan menjadi kurang produktif. Lebih jauh, dia cenderung mencuri dari perusahaan mereka, memengaruhi secara negatif kolega lain, mengambil lebih banyak keuntungam dan mengusir klien/pelanggan.

Akankah kenaikan gaji membantu?

Anda mungkin berpikir bahwa kenaikan gaji yang baik akan membantu meningkatkan moral pekerja. Tetapi survei mengatakan itu hanya solusi sementara. Kenaikan gaji yang konsisten dapat menurunkan produktivitas dan moral karyawan karena orang tersebut mungkin merasa kinerjanya tidak ada hubungannya dengan kenaikan tersebut.

Apa yang membawa kebahagiaan sejati?

Di sinilah temuan utama dari penelitian ini. Seorang karyawan benar-benar bahagia dan puas ketika dia memiliki otonomi dalam operasi sehari-hari.

Apa arti otonomi karyawan?

Salah satu karakteristik utama otonomi karyawan adalah pengambilan keputusan. Seorang karyawan yang otonom dapat menerima panggilannya sendiri daripada meminta seniornya, menulis surat untuk mendapatkan persetujuan atau prosedur apa pun yang mengambil kekuatan pengambilan keputusan dari mereka. Selain itu, seorang karyawan harus merasa bebas untuk menyumbangkan ide dan membuat saran dalam proyek, tugas dan tugas.

Faktor-faktor lain yang membantu membuat karyawan otonom adalah memiliki pengawasan terbatas dari manajer mereka karena kantor bukan sekolah, betul? Karyawan memiliki beberapa kebebasan untuk memutuskan tanggung jawab mereka sendiri. Ini bisa termasuk jadwal untuk hari itu, jam kerja yang fleksibel, memiliki opsi untuk bekerja dari rumah.

Semua itu masuk akal

Temuan penelitian ini masuk akal. Seorang karyawan lebih cenderung memiliki rasa memiliki atas pekerjaannya ketika diberi kekuatan untuk mengambil keputusan dan secara aktif menyumbangkan ide-ide tanpa dipandang rendah.

Lebih jauh, seorang profesional mungkin dapat melakukan jauh lebih baik jika tidak ada intervensi terus-menerus dari para senior dan memiliki kebebasan untuk memutuskan tanggung jawabnya sampai batas tertentu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AdJeXf
December 24, 2018 at 07:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AdJeXf
via IFTTT
Share:

Gandeng Rumah Zakat, Telkomsel Kerahkan Tim Siaga Bencana

Telkomsel bersama Rumah Zakat memfasilitasi para pelanggan untuk berdonasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –-  Telkomsel mengerahkan tim Siaga Bencana Telkomsel Emergency Response and Recovery Activity (TERRA) untuk pendirian posko darurat di wilayah terkena musibah serta percepatan pemulihan layanan jaringan telekomunikasi.

Tim tersebut bertugas memulihkan jaringan komunikasi pasca gelombang tinggi di Selat Sunda (Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lampung Selatan).

Selain itu Telkomsel bersama Rumah Zakat juga memfasitasi para para pelanggan untuk berdonasi bagi korban bencana melalui UMB *800*01#, aplikasi TCASH Wallet, maupun QR Code.

GM Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin mengatakan, keluarga besar Telkomsel menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian bencana ini. Saat ini layanan komunikasi baik SMS, suara dan internet 100 persen dalam kondisi normal di wilayah terdampak bencana.

"Dalam waktu kurang dari 24 jam, Telkomsel telah mengerahkan tim Siaga Bencana TERRA  untuk pendirian posko darurat, menyalurkan bantuan kemanusiaan dan memberikan donasi sesuai kebutuhan di posko pengungsian," kata Denny dalam keterangan tertulisnya Senin (24/12). 

Sebagai bentuk kepedulian kepada para korban, Telkomsel juga telah menyerahkan bantuan sosial kemanusiaan berupa kebutuhan logistik, antara lain makanan siap konsumsi, air mineral, pakaian layak pakai, selimut, dan obat-obatan.

Telkomsel juga menyediakan fasilitas telepon gratis di Posko Pengungsian Kantor Camat Labuhan Kabupaten Pandeglang, Posko Pengungsian Kecamatan Angsa Kabupaten Pandeglang, Gedung PGRI Mancak Kabupaten Serang dan Desa Cugung Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan.

Selain itu Telkomsel juga memberikan bantuan berupa tenda pengungsi untuk Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Serang.

 “Disamping memberikan donasi, kami akan terus fokus untuk memonitor jaringan kami agar layanan telekomunikasi tetap lancar dengan menyiagakan Mobile Backup Power (MBP) sebagai perangkat penunjang catuan listrik.” kata Denny.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Sit59Z
December 24, 2018 at 07:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Sit59Z
via IFTTT
Share:

Monday, November 26, 2018

SIM Seumur Hidup dan Pajak Motor Gratis? Ini Kata Pengamat

Keamanan di jalan raya hendaknya jangan dikalahkan sebab janji politik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengamat transportasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengingatkan alangkah baiknya janji politik terkait pemberlakuan SIM seumur hidup tersebut tidak mengesampingkan aspek keselamatan dan ketertiban berlalu lintas (road safety).

Pernyataan ini disampaikan Djoko menanggapi janji politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang bertekad jika memenangkan pemilihan umum (Pemilu) 2019 mendatang, akan memperjuangkan Rancangan Undang Undang (RUU) Penghapusan Pajak Sepeda Motor dan pemberlakuan SIM seumur hidup. 

"Hiruk pikuk masalah keselamatan dalam berlalu lintas, fatalitas korban kecelakaan yang menjadi perhatian PBB melalui WHO menunjukkan betapa pentingnya road safety bagi hidup dan kehidupan manusia modern," kata Djoko saat dihubungi Republika.co.id, Senin (26/11).

Dia menjelaskan konteks road safety sebagai kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas) menunjukkan bahwa lalu lintas sebagai urat nadi kehidupan, refleksi budaya bangsa dan sebagai cermin tingkat modernitas. 

Menurutnya, agar masyarakat dapat hidup tumbuh dan berkembang diperlukan adanya produktivitas.

"Oleh sebab itu lalu lintas yang mendukung produktivitas yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat adalah lalu lintas yang aman selamat tertib dan lancar," jelasnya.

Sementara itu terkait janji PKS yang akan memperjuangkan pemberlakuan SIM seumur hidup, Djoko menilai SIM adalah hak istimewa yang diberikan kepada pengendara yang telah lulus ujian. 

Polisi, menurut Djoko, juga berhak melakukan evaluasi terhadap SIM seperti pengujian ulang, mencabut SIM sementara, mencabut SIM seumur hidup, dan memberi apresiasi.

"Jika pemilik SIM yang selama masa berlakunya tidak melakukan pelanggaran terhadap beberapa poin diatas, pihak kepolisian akan memberikan apresiasi dalam perpanjangannya tanpa uji ulang," ucapnya.

        

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PT6VxL
November 26, 2018 at 07:53PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PT6VxL
via IFTTT
Share: