Showing posts with label 2019 at 10:22PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 10:22PM. Show all posts

Saturday, May 18, 2019

Fakta Yang Perlu Diketahui Jelang Final Piala FA Malam Ini

Manchester City akan menghadapi Watford di final Piala FA malam ini.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Partai final Piala FA akan digelar di Stadion Wembley, London, Sabtu (18/5) pada pukul 23.00 malam WIB. Watford akan menghadapi Manchester City yang baru saja meraih gelar Liga Primer Inggris.

Kemenangan di Stadion Wembley itu pun akan menggenapi kesuksesan The Citizens pada musim ini. Kemenangan juga akan sekaligus menjadikan Manchester City sebagai tim pertama yang bisa meraih tiga gelar dari pentas domestik sepak bola Inggris. Trofi Piala FA akan melengkapi trofi Piala Liga Inggris dan titel Liga Primer Inggris yang telah direngkuh City musim ini.

Berikut sejumlah fakta unik jelang pertandingan final malam ini:

10 -- Manchester City mencatatkan kemenangan beruntun dalam 10 pertemuan terakhir dengan Watford di semua kompetisi

2 -- City setidaknya bisa mencetak dua gol dalam 10 pertemuan terakhir dengan Watford di semua ajang.

5 -- The Citizens tidak pernah kalah di lima laga terakhir di pentas Piala FA musim ini.

2011 -- The Citizens tidak pernah lagi mengangkat trofi Piala FA sejak 2011 silam. Hingga saat ini, City telah mengoleksi lima trofi Piala FA

1 -- Kemenangan atas Wolvehampton Wanderers di babak semifinal Piala FA merupakan kemenangan pertama Watford di Stadion Wembley sejak 1999 silam.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Wc0GHN
May 18, 2019 at 10:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Wc0GHN
via IFTTT
Share:

Saturday, March 16, 2019

Mampu Kalahkan Inter, Milan?

Milan bakal menjamu rival sekota Inter Milan di Stadion San Siro, Senin (18/3)

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Mantan Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi mengaku tidak tahu siapa yang akan keluar sebagai pemenang laga Derby della Madonnina pada lanjutan Serie A Italia giornata ke-28. Meski begitu, ia berpendapat Suso Fernandez akan sangat membantu jika di plot sebagai playmaker.

"Saya tidak tahu siapa yang akan memenangkan derby," kata Berlusconi kepada wartawan di sebuah acara politik dilansir Football Italia, Sabtu (16/3).

Milan bakal menjamu rival sekota Inter Milan di Stadion San Siro, Senin (18/3) dini hari WIB. Kemenangan bukan hanya soal gengsi sekota, tetapi juga sangat berpengaruh pada papan klasemen musim 2018/2019.

Pasalnya kedua tim tengah memperebutkan jatah tiket lolos ke Liga Champions musim depan. Untuk sementara i Diavollo Rosso bercokol di urutan ketiga dengan perolehan nilai 51 terpaut satu angka dari Inter di kursi keempat.

Lebih lanjut, Berlusconi justru menyoroti skema yang digunakan pelatih Gennaro Gattuso. Dia menilai memasang formasi 4-3-1-2 dengan meletakan Suso sebagai seorang playmaker di belakang dua penyerang akan sangat membantu.

Bahkan dirinya berani menjamin Milan dapat memenangkan laga derbi andai pesepak bola asal Spanyol bermain di pos tersebut.

"Jika mereka menempatkan Suso di belakang dua striker, Rossoneri pasti akan menang. Faktanya, merekamenang dengan beberapa tujuan yang jelas," sambung eks Perdana Menteri Italia.

Suso memang dianggap punya peran penting mengantarkan Milan memetik empat dari lima kemenangan terakhir di Serie A. Meskipun, sejatinya pernyataan Berlusconi ada benarnya, terkait posisi Suso saat ini.

Sebab eks penggawa Liverpool belum sama sekali mencetak gol untuk Iblis Merah sejak awal tahun 2019. Alhasil, bila posisi Suso berada di belakang dua striker maka bisa jadi pesepak bola berkaki kidal dapat kembali mencatatkan namanya di papan skor.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TWO1re
March 16, 2019 at 10:22PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TWO1re
via IFTTT
Share:

Sunday, February 17, 2019

Jokowi Sebut Pemerintahnya tidak Bagi Lahan Milik Prabowo

Pemerintah sudah membagikan konsesi lahan hutan sosial hingga hak ulayat 2,6 juta ha

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyebut pemerintahnya tidak ikut membagikan sejumlah hektare lahan kepada calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto. Hal itu disampaikan Jokowi saat menanggapi Prabowo terkait pemberian konsesi lahan guna mewujudkan reforma agraria dalam Debat Capres 2019 Putaran kedua di Jakarta, Ahad (17/2) malam.

Jokowi menegaskan pembagian konsesi lahan di era pemerintahannya dilakukan hanya bagi rakyat berekonomi sulit agar bisa menjadi aset produktif. "Pembagian yang saya sampaikan sebesar 2,6 juta hektare itu agar produktif, kami tidak berikan ke perusahaan yang gede-gede. Saya tahu Pak Prabowo memiliki lahan luas di Kaltim sebesar 220 ribu hektare dan di Aceh tengah 120 ribu hektare. Saya hanya ingin sampaikan pembagian seperti ini tidak dilakukan di masa pemerintahan saya," ujarnya.

Calon petahana itu menuturkan, dalam dua tahun terakhir, pihaknya telah membagikan konsesi lahan lewat kehutanan sosial hingga hak ulayat sebanyak 2,6 juta hektare dari 12,7 juta hektare lahan yang telah disiapkan.

"Kita juga mendampingi mereka agar tanah-tanah ini jadi produktif. Ada yang ditanami kopi, buah, jagung. Artinya kami tidak hanya berikan konsesi lahannya tapi juga mendampingi agar tanahnya bisa produktif," ujarnya.

Selain itu, Jokowi menyebut pihaknya telah membagikan 5 juta sertifikat tanah kepada rakyat miskin pada 2017. Sedangkan pada 2018, jumlah sertfikat yang diberikan lebih dari 7 juta sertifikat.

Menurut mantan Wali Kota Solo itu, pemberikan sertifikat tanah dilakukan agar rakyat memiliki hak hukum atas tanah yang mereka miliki. "Sertifikat ini bisa digunakan untuk jaminan dan akses permodalan ke bank. Dengan demikian, sisi akses keuangan juga mereka miliki. Ini fungsi redistribusi aset dan ini akan terus kami lakukan," ujarnya.

Debat capres putaran kedua ini diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, pada Minggu (17/2) malam, yang dimulai sejak pukul 20.00 WIB.

Tema yang diangkat pada debat kedua tersebut adalah infrastruktur, energi dan pangan, serta sumber daya alam dan lingkungan hidup. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EeLL5L
February 17, 2019 at 10:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EeLL5L
via IFTTT
Share:

Thursday, February 14, 2019

Jusuf Kalla Diagendakan Buka Tanwir 2019 Muhammadiyah

Panitia menyediakn 2.700 undangan yang terdiri dari tamu pusat dan daerah.

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU— Tanwir 2019 Muhammadiyah dipastikan akan dibuka Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla. 

“Sampai detik ini yang konfirmasi dan putuskan Pak Yusuf Kalla sampai detik ini pukul 7.00,” kata Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bengkulu Syaifullah saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (14/2).

Syaifullah mengatakan, pejabat pusat yang sudah terkonfirmasi kehadirannya pada undangan pembukaan Tawnir di antaranya Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan, Muhadjir Effendy, Mendikbud RI,  Rudiantara Menkominfo RI, dan Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR RI). 

Pantauan Republika.co.id di lapangan, persiapan Tanwir Muhammadiyah 2019 dipastikan sudah selesai dipersiapkan di Gedung Daerah Balai Raya Semarak Bengkulu. 

"Alhamdulillah untuk persiapan saat ini sudah 95 persen," kata Herman Dodi Kordinator acara dan protokoler PP Muhammadiyah, saat ditemui Republika.co.id di lokasi, Kamis (14/2) sore.

Dodi mengaku bersyukur, persiapan teknis di lapangan dibantu protokol wakil kepresidenan. Sehingga lokasi dibukanya Tanwir sudah selesai dan tinggal digunakan, besok Jumat (15/2). "Dari gladi bersih, sudah dilihat dan sudah disetujui. Artinya sudah tinggal pelaksanaan saja," ujarnya. 

Menurut Dodi, panitia menyediakan sekitar  2700 undangan. Yang terdiri dari peserta, tamu pemerintah pusat dan tamu pemerintah daerah

"Dan masyarakat Muhammadiyah dari 10 kabupaten kota di Bengkulu," katanya.

Dodi menyampaikan, jika masyarakat umum ingin melihat, panitia telah mempersiapkan screen untuk masyarakat bisa melihat acara pembukaan.

"Masyarakat yang ingin melihat itu kita akan ada siaran langsung dari TVRI TV Nasional kemudian TV lokan nanti bisa dilihat secara langsung acara itu," ujarnya.

Ketua Pantia Tanwir, Ahmad Dasan, mengatakan tidak mudah Bengkulu menjadi tuan rumah Tanwir 2019. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bengkulu perlu waktu 10 tahun untuk ditunjuk menjadi tuan rumah Tanwir ke-51 ini.

“Tidak mudah jadi tuan rumah Tanwir,” kata Ahmad Dasan pada Press Conference yang berlangsung di Gedung KH Ahmad Dahlan, Kampus IV, Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Rabu (13/2/19) sore kemarin.

Ahmad Dasan, mengaku bersyukur akhirnya Bengkulu ditunjuk Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun ini menjadi tuan rumah. Dia menegaskan hal ini sekaligus sebagai uji coba atau uji nyali, layak tidaknya menjadi tuan rumah muktamar, sebagai ajang musyawarah tertinggi Muhammadiyah.

“Adalah cita-cita hampir semua wilayah yang menginginkan sebagai tuan rumah muktamar,” ujarnya.

Menurut pria asal Tuban Jawa Timur ini,  ada tiga alasan terpilihnya Bengkulu sebagai tuan rumah. “Pertama kondisi Muhammadiyah di Bengkulu baik dari sisi kualifikasi keorganisasian termasuk juga kuantitas, atau jumlah anggotanya,” katanya.

Dia mengatakan, untuk di kawasan Sumetra, posisi Muhammadiyah Bengkulu menempati urutan kedua setelah Padang. “Orang menyebut Muhammadiyah itu berdiri di Yogyakarta tapi besar di Sumatra Barat. Nah kita ini posisinya nomor dua untuk kualifikasi dan jumlah (anggotanya),” ujarnya.

Alasan kedua adalah jumlah AUM, terutama universitasnya. Menurut dia, amal usaha Muhammadiyah Bengkulu (AUMB) masih di atas padang.  "Dari sisi jumlah mahasiswa, kita itu di bawah Medan. Kalau Medan itu jumlah mahasiswanya sekitar 13 ribu, kita 10 ribuan,” jelasnya sambil menyebut jumlah mahasiswa di Padang sekitar 6 ribuan.

“Kenapa ini jadi penilaian. Karena Muhammadiyah itu, apapun gerak langkahnya, adalah swadana, mendanai sendiri, mandiri,” terang dia.

Menurutnya, tidak ada ceritanya Muhammadiyah mengadakan acara seperti ini kemudian mengajukan proposal ke pemerintah provinsi. Alasan ketiga adalah sinergitas antara Muhammadiyah dan pemerintah setempat. Hubungan itu sangat harmonis baik dengan pemerintah provinsi maupun kota

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GHAgW5
February 14, 2019 at 10:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GHAgW5
via IFTTT
Share:

Monday, February 11, 2019

Islam Mengakar di Eritrea

Eritrea menerima Islam secara damai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Eritrea termasuk salah satu daerah Afrika yang pertama kali menerima sentuhan Islam. Kendati demikian, kehidupan kaum Muslimin di negeri itu jarang sekali diungkap oleh media arus utama dunia.

Eritrea terletak di kawasan tandus Afrika. Negeri ini berbatasan langsung dengan Laut Merah di timur, Sudan di barat, Etiopia di selatan, dan Djibouti di sebelah tenggara. Pada masa lalu, Eritrea merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Aksum (Habasyah).

Seperti halnya Ethiopia, Eritrea merupakan salah satu kawasan yang menerima Islam secara damai pada periode risalah Nabi Muhammad SAW. Dekatnya jarak Eritrea ke Makkah, membuat proses masuknya Islam ke negeri ini berlangsung alamiah.

“Hari ini, Islam telah mengakar kuat di Eritrea. Islam memberi warna tersendiri pada kultur, sejarah, dan norma-norma sosial masyarakat di negara tersebut,” tulis Ismael Mukhtar dalam makalah “Milestones in the History of Islam in Eritrea”.

Menurut catatan sejarah, Islam mulai masuk ke Eritrea sekira 615 M. Ketika itu, kaum Muslimin menghadapi gangguan dan penyiksaan yang kejam dari orang-orang kafir Makkah. Demi menyelematkan iman mereka, Rasulullah lantas memerintahkan para sahabat untuk hijrah ke negeri Habasyah.

Proses hijrah kaum Muslimin pada waktu itu dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama terjadi pada tahun kelima risalah Nabi (sekira 615 M). Rombongan ketika itu terdiri dari 11 laki-laki dan empat perempuan. Beberapa tokoh yang menonjol, di antaranya Ruqayah (putri Nabi Muhammad SAW) dan suaminya, Utsman bin Affan RA. Mereka menetap di Habasyah untuk waktu yang sangat singkat.

Gelombang berikutnya terdiri dari 83 laki-laki dan 18 perempuan. Mereka tinggal di Habasyah hingga tahun ke-8 Hijriyah (628 M). Dalam rombongan kedua ini terdapat Ja'far bin Abi Thalib RA. Dia adalah saudara sepupu Nabi SAW yang berperan penting dalam penyebaran syiar Islam di Habasyah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2I82dZH
February 11, 2019 at 10:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2I82dZH
via IFTTT
Share:

Sunday, February 10, 2019

Purnawirawan TNI Dukung Jokowi Lanjutkan Pembangunan

Indonesia sebagai negara maritim memerlukan sosok pemimpin yang bisa menjadi teladan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekitar 1.000 orang purnawiran TNI-Polri mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada pemilu presiden 2019. Deklarasi dukungan disampaikan pada acara Silaturahim Purnawiran TNI-Polri dengan Presiden Joko Widodo, di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Ahad (10/2).

Naskah deklarasi dibacakan oleh, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) tahun 1996-1998, Laksamana TNI (Purn) Arief Koesharyadi. "Kami purnawirawan TNI-Polri menyatakan bahwa dalam semangat dan optimisme kerja nyata, kami dengan bulat mendukung Bapak Jokowi dan Bapak Ma'ruf Amin, sebagai presiden dan wakil presiden melanjutkan pembangunan sesuai nawacita kedua," kata Laksamana TNI (Purn) Arief Koeshariadi.

Menurut Arief, Indonesia sebagai negara maritim memerlukan sosok pemimpin yang bisa menjadi teladan, bersih, jujur, merakyat, kerja nyata, dan memiliki komitmen kuat membangun kesehahteraan rakyat. "Sosok pemimpin tersebut ada dalam sosok Pak Jokowi. Pengalaman Pak Jokowi selama empat tahun memimpin, sudah cukup meyakinkan para purnawirawan TNI-Polri," tuturnya.

Deklarasi tersebut diwakili sejumlah mantan pimpinan tinggi TNI dan Polri, antara lain Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Letjen TNI (Purn) Suaidi Marasabessy, Jenderal (TNI) Subagyo HS, dan Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh. Kemudian, Laksamana Madya TNI (Purn) Freddy Numberi dan Marsekal (TNI) Agus Supriyatna.

Dari Polri, diwakili oleh tiga mantan Kepala Polri, yakni Jenderal Pol (Purn) Roesmanhadi, Jenderal Pol (Purn) Da'i Bachtiar, dan Jenderal Pol (Purn) Suroyo Bimantoro. Para perwira tinggi TNI-Polri tersebut naik ke panggung dan turut menyuarakan teks deklarasi yang dibacakan oleh Laksmana TNI (Purn) Arief Koesharyadi.

Lebih semangat

Presiden Joko Widodo menilai dukungan dari para purnawirawan TNI dan Polri memberikan semangat kepada dirinya untuk bekerja lebih baik lagi. "Saya mengucapkan terima kasih kepada para senior, para purnawirawan TNI-Polri, dari mitra Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, serta Kepolisian," kata Joko Widodo.

Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo menyatakan ingin bercerita sedikit soal pembangunan infrastruktur. Menurut Jokowi Indonesia adalah negara besar yang memiliki sekitar 17.000 pulau terbentang dari Sabang damai Merauke.

"Saya pernah terbang dari Banda Aceh sampai Wamena, sekitar sembilan jam. Itu sama saja terbang melintasi sembilan negara di Eropa. Ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara besar," katanya.

Menurut dia, membangun Indonesia tidak hanya membangun di Pulau Jawa, tapi harus di seluruh wilayah Indonesia. "Itu menunjukkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," katanya.

Pada kepemimpinannya, Joko Widodo menegaskan, memprioritaskan membangun dua hal yakni, infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM). "Kenapa saya membangun infrastruktur. Karena, dalam persaingan global, harus didukung oleh infrastruktur yang layak.  Tanpa adanya Infrastruktur yang layak, Indonesia tidak bisa bersaing di dunia internasional," katanya.

Prioritas pembangunan kedua, menurut Jokowi, adalah pembangunan SDM. Menurut dia, kalau SDM tidak dibangun, maka Indonesia sulit masuk ke dalam kelompok negara berpenghasilan menengah. "Saya meyakini, dalam persaingan global ke depan, negara yang unggul adalah negara yang dapat bergerak cepat," katanya.

Menurut Jokowi, kalau Indonesia menjadi negara cepat, maka akan dapat mengalahkan negara lambat. Trend ke depan, kata dia, bukan lagi negara besar mengalahkan negara kecil, atau negara maju mengalahkan negara belum maju," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DtzzfZ
February 10, 2019 at 10:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DtzzfZ
via IFTTT
Share:

Sunday, February 3, 2019

Madrid Yang Perkasa di Bernabeu

Madrid tidak terkalahkan dalam 17 laga kandang di Santiago Bernabeu.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Tren positif penampilan Real Madrid sepertinya bakal berlanjut kala menjamu Deportivo Alaves di Santiago Bernabeu, Madrid, pada Senin (4/2) dinihari WIB nanti. Peluang semakin terbuka karena Los Blancos memiliki catatan laga kandang yang terbilang ciamik.

''Kami ingin meraih kemenangan di semua laga. Nanti di akhir musim, kami tinggal melihat dimana kami berada,'' kata gelandang serang Real Madrid, Lucas Vazquez, seperti dikutip Football Espana.

Tampil di Stadion Santiago Bernabeu menjadi keuntungan tersendiri buat Los Blancos. Pasalnya, dari 19 laga kandang terakhir di La Liga, Madrid tidak terkalahkan dalam 17 laga. Kemenangan 2-0 atas seteru terdekat di papan klasemen, Sevilla, menjadi laga kandang terakhir Madrid di kancah La Liga.

Selain tren positif kemenangan dan performa kandang, penampilan terakhir Alaves pun juga bisa menguntungkan Madrid. Tim asal Basque itu tidak pernah merasakan kemenangan dalam tiga laga terakhir.

Deportivo Alaves menorehkan catatan dua kali kalah dan satu kali imbang. Kekalahan 0-1 dari Rayo Vallecano, akhir pekan lalu, menjadi catatan terakhir penampilan Alaves.

Pelatih Santiago Solari mengaku senang karena Real Madrid mulai menemukan kembali performa terbaiknya. Lima kemenangan dari enam laga terakhir di semua ajang mampu diraih oleh pasukan asal Ibukota Spanyol tersebut.

Los Blancos pun mampu mencetak 10 gol dalam tiga laga terakhir. ''Dalam sepekan terakhir ini, permainan kami begitu luar biasa. Di tiga laga terakhir, semuanya berjalan sempurna. Kami berhasil mencetak banyak gol,'' kata Solari seperti dikutip dari laman resmi klub.

Tiga kemenangan beruntun di La Liga mampu membawa Los Blancos kembali ke persaingan papan atas klasemen sementara La Liga Spanyol. Kemenangan atas Deportivo Alaves pada Senin dinihari WIB nanti akan menjaga peluang Madrid menempel Barcelona dan Atletico Madrid.

Dalam laga nanti malam, Real Madrid tidak akan diperkuat Raphael Varane yang mendapat kartu merah di laga kontra Espanyol. Selain itu, Dani Carvajal pun tidak bisa diturunkan lantaran telah mengantongi lima kartu kuning.

Namun, ada kabar baik buat Solari jelang laga malam nanti. Kapten Real Madrid, Sergio Ramos, kemungkinan bisa kembali diturunkan. Ia sebelumnya sempat mengalami cedera lutut di laga kontra Espanyol.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2t3Zmq7
February 03, 2019 at 10:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2t3Zmq7
via IFTTT
Share:

Saturday, February 2, 2019

Cara Shalat Bagi Wanita

Dalam ajaran Islam, ada hukum-hukum khusus untuk shalat wanita.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Shalat merupakan salah satu bentuk ibadah umat Islam kepada Allah SWT. Secara bahasa, shalat memiliki arti sebuah doa. Jika dilihat dari istilah, shalat berarti ibadah kepada Allah yang terdiri atas ucapan, perbuatan khusus dan sudah diketahui dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan mengucapkan salam.

Dalam ajaran Islam, ada hukum-hukum khusus untuk shalat wanita. Hukum ini berbeda dengan shalat laki-laki. Beberapa hukum itu adalah bagi wanita, tidak ada azan dan iqamah. Azan disyariatkan menggunakan pengeras suara atau mengeraskan suara, sementara wanita tidak diperkenankan mengeraskan suaranya. Kitab al-Mughni, Ibnu Qudamah menyatakan, "Sepengetahuan kami, masalah ini tidak ada beda pendapat."

Namun, bila seorang perempuan ingin mengumandangkan azan untuk dirinya sendiri atau dihadapan jamaah Muslimah lainnya, hal ini diperbolehkan. Yang tidak boleh adalah mengangkat suaranya dan terdengar oleh lawan jenis.

Hukum kedua perihal aurat wanita saat shalat, yakni tubuh wanita merupakan aurat kecuali wajah. Wajah tidak diperbolehkan ditutup saat menjalankan shalat. Batasan wajah adalah dari rambut yang tumbuh di kepala sampai dagu dan dari telinga ke telinga. Sementara untuk kedua tangan dan kaki terdapat perbedaan pendapat. Dalam beberapa pendapat yang lebih kuat disebut kedua telapak tangan tidak mengapa terbuka namun untuk kaki harus tertutup.

Dari Aisyah RA, Nabi Muhammad pernah ber sabda, "Tidaklah diterima oleh Allah shalat seorang wanita yang sudah mengalami haid kecuali dengan himar (menutupi kepala dan lehernya)." Dari Ummu Salamah ia pernah bertanya pada Nabi tentang penggunaan gamis dan kerudung saat shalat tanpa menggunakan izar atau sarung di bawahnya. Nabi SAW pun menjawab, "Boleh jika memang gamisnya lebar memanjang hingga menutupi punggung tela pak kakinya."

Berikutnya adalah perihal gerakan shalat. Wanita hendaknya menghimpitkan anggota badannya saat melakukan rukuk dan sujud. Imam Nawawi dalam al-Majmu menyebut, "Imam Syafi'i rahima hullah dalam al-Mukhtashar menyatakan bahwa tidak ada bedanya antara laki-laki dan perempuan dalam cara mengerjakan shalat kecuali wanita di sun nahkan untuk merapatkan anggota tubuhnya dengan lainnya atau menghimpitkan antara perut dan pahanya saat sujud. Ini juga dilakukan ketika rukuk dan dilakukan pada setiap shalat."

Mengenai shalat jamaah wanita Muslim, masih menjadi hal yang diperselisihkan oleh para ulama. Menurut pendapat jumhur ulama, mereka memperbolehkan wanita menjadi imam bagi wanita Muslim lainnya saat shalat jamaah. Wanita juga boleh mengeraskan bacaannya tatkala membaca dalam shalat jika tidak ada laki-laki yang bukan mahramnya.

Suara wanita bukan termasuk aurat, yang dilarang bukanlah wanita mengeluarkan suaranya, tapi melemahlembutkan suaranya di depan laki-laki. Hal ini tertulis dalam al-Ahzab ayat 53, "… Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi) maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah."

Bagi wanita, mereka diperbolehkan untuk keluar dari rumah dan melakukan shalat berjamaah di masjid bersama para laki-laki. Namun, shalat wanita di rumah lebih baik karena di rumah lebih tertutup. Dengan shalat di rumah, ini juga menjaga mereka dari pandangan laki-laki asing. Rasulullah SAW pernah bersabda, "Janganlah kalian menghalangi istri-istri kalian untuk ke masjid. Namun, shalat di rumah mereka itu lebih baik bagi mereka."

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2t61dKZ
February 02, 2019 at 10:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2t61dKZ
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 22, 2019

Universitas Muhammadiyah Mataram Kirim Dai ke Pelosok

Program ini menjadi program tetap di Prodi KPI Universitas Mataram.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM— Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) mengirimkan mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam ke pelosok Pulau Lombok untuk menjadi dai selama satu tahun.

Kepala Program Studi (Kaprodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) di Mataram, Zaki Abdillah, mengatakan program ini adalah hasil kerja sama antara Asian Muslim Charity Foundation (AMCF) dan Universitas Muhammadiyah Mataram yang dilaksanakan program studi KPI. 

Zaki mengatakan, tujuan dari program ini adalah sebagai pengabdian kepada masyarakat agar mahasiswa dapat memberikan kontribusi langsung sekaligus mempraktikkan ilmu yang sudah didapat dari universitas. 

“Jadi, mahasiswa tidak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri namun juga orang lain,¿ katanya.  

Dia menjelaskan, program ini akan dijadikan program rutin Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam dan ditujukan untuk mahasiswa semester tujuh dan delapan. 

"Program ini sudah menjadi program tetap di Prodi KPI dan ditujukan untuk mahasiswa semester akhir," katanya. 

Dia menyebutkan untuk tahun ini, sebanyak 36 mahasiswa dikirim ke berbagai desa di Lombok. Setiap mahasiswa ditempatkan di satu desa untuk menjalankan program yang sudah ditentuka AMCF yang sekaligus membiayai mahasiswa selama di lokasi dakwah. 

Sedangkan untuk tahun depan, mahasiswa akan dikirim ke daerah luar Lombok seperti Bali, Sumbawa dan Nusa Tenggara Timur. 

Dia berharap mahasiswa dapat menjalankan program tersebut dengan baik dan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama di bangku kuliah. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ARlUij
January 22, 2019 at 10:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ARlUij
via IFTTT
Share:

Thursday, January 17, 2019

Musi Banyuasin Peduli Atlet Disabilitas

Kepedulian ditunjukkan dengan melantik pengurus Komite Paralimpiade Nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex, Kamis (17/1) Melantik pengurus National Paralympic Commite of Indonesia (NPC) atau Komite Paralimpiade Nasional Indonesia Muba di Griya Serasan Sekate, Sekayu. Pada saat yang sama juga dilantik pengurus Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) sebagai wadah organisasi disabilitas.

Dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id pengukuhan pengurus NPC dan PPDI Musi Banyuasin merupakan bagian dari kepedulian Bupati Muba terhadap penyandang disabilitas yang ada di daerah penghasil minyak dan gas bumi tersebut. 

“Pemberdayaan penyandang disabilitas sebagai salah satu misi kami dalam mengemban amanah jabatan Bupati Musi Banyuasin. Pemberdayaan penyandang disabilitas salah satunya dengan membentuk dan sekaligus mengukuhkan wadah atlet disabilitas National Paralympic Commite Kabupaten Musi Banyuasin,” kata Bupati Dodi Reza Alex yang pernah menjadi pembina dan penggerak olahraga terbaik se-Indonesia.

Dodi Reza Alex mengharapkan, terbentuknya dan dikukuhkan NPC Musi Banyuasin maka pembinaan atlet disabilitas akan terus dimaksimalkan. Sehingga prestasi atlet disabilitas minimal bisa sejajar dengan capaian prestasi atlet non disabilitas Musi Banyuasin.

Bupati Muba mengajak pengurus NPC Muba setelah dilantik membuat rencana kerja dan program. “Jika perlu pembinaan seperti apakah? Penambahan atlet kah? Saya minta meski sudah berpisah dengan KONI tapi tetap eksistensinya terjaga, dari situ bisa kelihatan rencana kerja untuk kembangkan atlet-atlet disabilitas kita termasuk event baru nanti dianggarkan,” ujar mantan Presiden Sriwijaya FC.

Pada pelantikan NPC Indonesia dan PPDI Musi Banyuasin yang dihadiri Tenaga Ahli Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP) Sunarman Sukamto, Bupati Dodi Reza Alex melantik Yulianto sebagai Ketua NPC Indonesia  Kabupaten Muba dan Dewi Harni sebagai Ketua PPDI Muba Dewi Harni AMd untuk masa bakti 2017-2022.

Ketua NPC Indonesia Provinsi Sumatera Selatan yang juga atlet bulutangkis Rian Yohwari menyambut baik pelantikan tersebut sebagai bentuk sosialisasi olahraga penyandang disabilitas di daerah ini. “Pada 2019 ini ada Pekan Paralympic Provinsi Sumatera Selatan, kita harapkan atlet dari Kabupaten Muba ikut serta,” ajak Rian.

Sementara itu Tenaga Ahli Kedeputian V KSP Sunarman Sukamto mengapresiasi Bupati Muba Dodi Reza Alex yang peduli terhadap penyandang disabilitas dengan respon cepat melantik kepengurusan NPC Indonesia Muba dan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) sebagai wadah organisasi disabilitas.

“Saya ikut bangga dan bersyukur atas pelantikan ini. Terimakasih dan salam hormat untuk Bupati Muba Dodi Reza Alex  beserta segenap jajarannya sudah menguatkan kelembagaan disabilitas di Musi Banyuasin,” ujarnya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CvENaj
January 17, 2019 at 10:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CvENaj
via IFTTT
Share:

Saturday, January 12, 2019

FSGI Sayangkan Oknum Guru Terlibat Kasus Hoaks Pemilu

Guru dan dosen sejatinya adalah intelektual lekat dengan nilai akademis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polri telah menetapkan tersangka kasus penyebaran berita hoaks terkait pencoblosan tujuh kontainer surat suara. Salah satu tersangkanya adalah oknum guru SMP di sebuah sekolah swasta di Cilegon, Banten.

Terkait hal ini, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) merasa resah karena beberapa kali oknum guru menjadi tersangka kasus hoaks. Februari 2018 silam juga ada oknum guru di Banteng yang jadi tersangka karena menyebarkan hoaks soal KPI.

Baca juga, Tersangka Baru Hoaks Surat Suara adalah guru SMP.

"Rentetan kasus oknum guru yang menyebarluaskan berita hoaks membuat keprihatinan yang mendalam bagi FSGI. Sebab, guru dan dosen sejatinya adalah intelektual yang lekat dengan nilai-niali akademis, ilmiah objektif, rasional, dan kritis. Tapi yang terjadi justru sebaliknya," kata Wasekjen FSGI, Satriwan Salim, dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/1).

FSGI menilai, saat ini seharusnya pemerintah segera memberikan pelatihan keterampilan berpikir tingkat tinggi bagi para guru. Satriwan menilai, adanya oknum guru yang suka menyebarkan berita berkonten hoaks mengindikasikan jika keterampilan berpikir kritis guru masih rendah.

Gerakan Literasi Sekolah yang diinisiasi pemerintah selama ini, lebih menargetkan siswa sebagai pelaku literasi di sekolah dengan skema pembiasaan membaca sebelum belajar dan budaya membaca di sekolah. Tapi yang sebenarnya jauh lebih mendesak adalah literasi digital yang bersifat kritis bagi guru.

Apabila guru memiliki kemampuan literasi tinggi maka lebih mudah untuk memahami UU ITE. "Guru juga jangan mudah percaya dengan berita-berita bombastis, apalagi dari media sosial lalu dibagikan ke media sosial lainnya. Oleh karena itu sudah waktunya guru membaca dan memahami UU ITE. Jika guru rendah dalam literasi, jangan berharap para peserta didik kita akan gemar membaca," katanya lagi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TR2jpF
January 12, 2019 at 10:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TR2jpF
via IFTTT
Share: