Showing posts with label 2019 at 02:42PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 02:42PM. Show all posts

Friday, May 31, 2019

Tugas Ulama Menjaga Keutuhan Ajaran Islam

Ulama ditutntut mampu memberikan solusi terhadap permasalahan umat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ulama berperan penting dalam menjaga keutuhan ajaran Islam. Ia dituntut mampu menjawab problematika umat dengan bersandar pada tuntunan syariat.

 “Seorang ulama itu adalah pewaris para Nabi yang memberikan solusi terhadap permasalahan umatnya berdasarkan problematika yang dihadapi dari masa ke masa dengan  tetap berpanduan pada Alquran  dan As-Sunnah,” kata Syekh Ahmad Al Mishry saat mengisi ceramah i’tikaf malam ke-25 Ramadhan 1440 H di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/5). 

Siaran pers Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK) yang diterima Republika.co.id menyebutkan, MASK menggelar i’tikaf selama 10 malam terakhir Ramadhan 1440 H. I’tikaf malam ke-25 Ramadhan tersebut dihadiri sekitar 3.500 jamaah. Mereka berasal dari wilayah Jadebotabek.

Syekh Ahmad Al Mishry menyebutkan kisah   seseorang yang telah membunuh 99 orang dan ia bertanya kepada kepada orang yang alim apakah dengan dosanya seperti itu ia dapat di ampuni dosa-dosanya. Orang alim itu menjawab bahwa dosanya tidak akan di ampuni oleh Allah SWT.  Akhirnya orang alim tersebut dibunuh dan lelaki tersebut telah membunuh genap 100 orang. 

Ia lalu  mendatangi seorang ulama dan meminta saran atas perbuatan dosa yang telah ia lakukan. Akhirnya ia disarankan untuk pergi meninggalkan tempat saat ini berada untuk hijrah ke negeri yang baik. 

Di tengah jalan ia meninggal.  Malaikat Rahmat dan Malaikat Hisab saling berebut untuk mengadili orang tersebut. Sampai akhirnya Allah SWT memerintah untuk mengukur jarak terdekat dari lokasi ke negeri yang baik. “Akhirnya orang tersebut masuk ke surganya Allah SWT  dalam perjalanan menuju kebaikan,” tuturnya.

Syekh Ahmad Al Mishry menegaskan, Alquran tidak akan diubah oleh siapapun, karena Allah SWT  sendiri yang akan menjaga Alquran. “Para ulama juga akan menjaga Hadis Rasulullah SAW. Misalnya,  Imam Bukhari, Imam Ahmad Bin Hambal, Imam Hanafi, Imam Nawawi, Imam Syafi'i, Imam Malik, dan lain-lain,” paparnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EHRT6A
May 31, 2019 at 02:42PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EHRT6A
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 22, 2019

Theresa May Cari Dukungan Partai Buruh untuk Brexit

Theresa May membujuk Parlemen Inggris gelar voting untuk menggelar referendum kedua.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perdana Menteri Inggris Theresa May meminta oposisi ketua Partai Buruh Jeremy Corbyn untuk mendukung kesepakatan Brexit yang terbaru. May membujuk Parlemen Inggris dengan kesempatan untuk menggelar pemungutan suara atas referendum kedua. 

"Hati saya sudah menunjukkan saya berniat untuk berkompromi dalam menjalankan Brexit untuk rakyat Inggris," kata May dalam suranyat yang bertanggal 21 Mei ke Corbyn, Rabu (22/5).

Surat itu berisi tentang Undang-undang Kesepakatan Penarikan (WAB) yang dikirimkan May kepada parlemen. Undang-undang yang akan mengimplementasikan hengkangnya Inggris dari Uni Eropa.

"WAB menjadi kesepakatan kami untuk melakukannya jadi saya meminta Anda juga berkompromi jadi kami bisa menjalankan apa yang kedua partai janjikan dalam manifesto dan memperbaiki kepercayaan pada politik," kata May. 

Pada Selasa (21/5), Corbyn mengatakan partainya tidak bisa mendukung undang-undang yang diajukan pemerintah May tersebut. Ia menggambarkan tawaran baru May sebagai 'pengulangan posisi pemerintah' dalam pembicaraan dengan oposisi yang berakhir pada pekan lalu. 

Pekan lalu, Partai Buruh melalui Corbyn mengakhiri negosiasi Brexit dengan pemerintahan May. Dalam surat tersebut Corbyn mengatakan pembicaraannya dengan May tentang kesepakatan untuk keluar Uni Eropa sudah sejauh yang dapat dilakukan. 

Corbyn menulis pembicaraan tersebut berdasarkan itikad baik kedua belah pihak. Ia juga berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya bersama tersebut. Menurutnya, pembicaraan sudah dilakukan dengan detail dan konstruktif. 

"Namun sudah jelas, sementara ada beberapa area di mana kompromi itu memungkinkan, kami juga tidak mampu menjembatani perbedaan dalam kebijakan penting di antara kita," tulis Corbyn.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MbeRt0
May 22, 2019 at 02:42PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MbeRt0
via IFTTT
Share:

Monday, May 13, 2019

JK Tegaskan Penetapan Tersangka Tokoh Bukan karena Oposisi

JK mengatakan Indonesia negara yang mengenal kebebasan berpendapat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai penetapan tersangka sejumlah tokoh seperti Eggi Sudjana, Bachtiar Nasir, dan penyelidikan Kivlan Zen murni karena pelanggaran hukum. JK menegaskan, proses hukum yang dikenakan kepada ketiganya bukan karena posisi ketiganya sebagai oposisi.

"Diperiksa bukan karena oposisinya, jadi dia diperiksa atas mungkin beberapa tindakannya atau beberapa kejadian, dan tidak ada hubungan dengan oposisi, tapi karena tidak sesuai hukum," ujar JK saat diwawancarai wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (13/5).

JK mengatakan, Indonesia negara yang mengenal kebebasan berpendapat sehingga beroposisi diperbolehkan oleh undang-undang. Namun, JK menegaskan, kebebasan berpendapat harus tetap sesuai prosedur undang-undang.

"Saya kira beroposisi di Indonesia itu hal yang bisa, boleh, sesuai UU, UUD dasar juga boleh berpendapat," ujar JK.

JK juga menegaskan, pembentukan tim hukum nasional oleh Kementerian bidang Politik, Hukum dan Keamanan juga bukan sengaja untuk membidik pihak yang berbeda pendapat dengan pemerintah. Menurutnya, tim hukum nasional dibentuk sebagai lembaga penasehat yang memberi masukan kepada Menko Polhukam Wiranto dan kepolisian.

"Lembaga yang dibentuk oleh pak kemenpolhukam itu tentu bukan lembaga untuk mengambil tindakan, itu hanya memberi masukan kepada Menkopolhukam, dan kepada kepolisian, sama saja kalau persidangan kan ada saksi ahli, semacam itulah kira-kira penasehat ahli," ujar JK.

Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Eggi Sudjana sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara atau makar dan atau menyiarkan berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat dan atau menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan. 

Sementara, Bachtiar Nasir menjadi tersangka terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana asal pengalihan aset Yayasan Keadilan untuk Semua. Ia diduga melanggar UU Nomor 10/1998 tentang Perbankan atau UU Nomor 21/2008 tentang Perbankan Syariah dan UU Nomor 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Sedangkan Kivlan, hari ini diperiksa Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Badan Resor Kriminal (Bareskrim) Polri sebagai saksi dalam kasus dugaan penyebaran berita bohong dan makar.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Vjm2P4
May 13, 2019 at 02:42PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Vjm2P4
via IFTTT
Share:

Sunday, May 5, 2019

Uni Eropa Kritik Sanksi AS pada Iran

Washington menekan Iran untuk menghentikan pembangunan pabrik nuklir

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Uni Eropa mengkritik langkah Amerika Serikat (AS) dalam memperketat sanksi minyak Iran. Blok tersebut juga menyayangkan langkah AS mengakhiri keringanan importir minyak Iran.

"Kami memperhatikan dengan penyesalan dan keprihatinan atas keputusan Amerika Serikat untuk tidak memperpanjang keringanan dalam hal perdagangan minyak dengan Iran," kata kantor Kementerian Luar Negeri Inggris dalam pernyataan gabungan mereka dengan Kementerian Luar Negeri negara-negara Eropa lainnya, Ahad (5/5).

Uni Eropa khawatir langkah tersebut merusak perjanjian nuklir Iran tahun 2015 yang ditanda tangani negara-negara maju. Presiden AS Donald Trump menarik negaranya dari perjanjian itu pada tahun 2017 lalu dan memberlakukan kembali sanksi ekonomi kepada Iran dengan alasan untuk menekan program nuklir negara Timur Tengah itu.

"Kami juga memperhatikan keputusan Amerika Serikat untuk tidak sepenuhnya memperpanjang keringanan untuk proyek non-proliferasi nuklir," tambah Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris.

Washington menekan Iran untuk menghentikan pembangunan pabrik nuklir dan pengkayaan uranium. Mereka juga terus berupaya agar Iran bersedia menyetop program rudal balistik dan tidak memperluas pengaruh mereka di kawasan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GX4QJS
May 05, 2019 at 02:42PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GX4QJS
via IFTTT
Share:

Saturday, May 4, 2019

Rossi Ungkap Penyebab Hasil Buruk Latihan Bebas di Jerez

Rossi berada di peringkat 16 pada sesi latihan bebas GP Spanyol.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembalap tim Monster Energy Yamaha MotoGP, Valentino Rossi mengaku kesulitan di Sirkuit Jerez dengan motor Yamahanya setelah mencatatkan waktu di peringkat 16 di sesi latihan bebas GP Spanyol, Jumat (4/5) waktu setempat. Dilansir dari laman MotoGP, Pembalap asal Italia itu mencatatkan waktu 1 menit 39,380 detik di sesi FP1 dan memperbaiki waktunya di FP2 menjadi 1 menit 38,681 detik.

Catatan waktu terbaik Rossi hanya mampu menempatkan di peringkat 16 besar, terpaut 0,7 detik dari pemuncak sesi latihan Danilo Petrucci (Mission Winnow Ducati). Sementara rekan satu tim Rossi di Yamaha, Maverick Vinales mampu lebih baik di peringkat enam besar dengan 1 menit 38,241 detik.

"Kami tiba di Jerez dan kita tahu jika kami sedikit menderita di trek ini, kami tidak terlalu kuat," ungkap Rossi seperti dilansir MotoGP.com.

Rossi, yang telah tujuh kali juara di Jerez, mengaku kurang nyaman dengan motornya di dua sesi latihan Jumat dan telah mencoba sejumlah seting motor namun gagal tampil cepat. "Kami mencoba beberapa hal di sesi siang tapi kami tak bisa memperbaikinya dan sekarang kami harus melihat semua data dan bekerja malam ini untuk mencoba memperbaiki."

Rossi yang sudah dua kali finis runner-up musim ini, mengungkapkan secara umum motor YZR-M1 yang ia geber tidak memiliki masalah yang signifikan. "Bagiku masalahnya adalah cara kerja ban...jadi soal perkawinan antara motor, ban dan aspal yang tidak fantastis," ungkap Rossi.

Rossi juga telah mencoba memasang winglet baru di lengan ayun motornya yang berfungsi untuk mendinginkan ban belakang mengikuti langkah Ducati yang mempelopori penggunaan alat tersebut ketika di Qatar. "Kami telah mencoba memasangnya dan melepasnya kembali tapi tidak mendapati perbedaan yang signifikan."

Rossi masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki catatan waktunya di sesi latihan bebas Sabtu (4/5). Dan jika ingin langsung lolos ke Q2 maka dia harus memiliki catatan waktu peringkat 10 besar dari sesi latihan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Je6t8U
May 04, 2019 at 02:42PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Je6t8U
via IFTTT
Share:

Thursday, May 2, 2019

Konsorsium Ilham Habibie Suntik Rp 2 T ke Bank Muamalat

Dana Rp 2 triliun ini merupakan komitmen awal konsorsium untuk menyehatkan Muamalat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisaris Utama PT Bank Muamalat Indonesia (Bank Muamalat), Ilham Habibie menyampaikan persiapan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) berjalan lancar. Komunikasi dengan regulator, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berlangsung.

"Dengan OJK masih terus dalam pembahasan, terus berkomunikasi, yang penting kami akan RUPS, setelah itu kami belum bisa sampaikan," kata Ilham saat ditemui usai peluncuran Muamalat Hijrah Coffee di Muamalat Tower Kuningan, Kamis (2/5).

Ilham menyampaikan konsorsium yang ia pimpin akan masuk dengan dana Rp 2 triliun. Jumlah tersebut menurutnya cukup sebagai langkah awal komitmen untuk menyehatkan Bank Muamalat.

"Rp 2 triliun itu untuk langkah awal cukup, tahap awal untuk mulai rencana menyehatkan, selanjutnya tidak bisa saya sebutkan di sini," kata dia.

Ilham mengatakan kebutuhan dana untuk penguatan modal terbilang cukup kompleks karena teknis. Selama ini OJK pun belum menyampaikan jumlah pastinya.

Namun Ilham mengatakan jumlah yang pernah disebutkan sebesar Rp 4 triliun dan Rp 7 triliun tersebut hanya wacana. "Yang jelas kita masuk dulu sebagai pemegang saham, kita kendalikan, baru ambil langkah selanjutnya," kata dia.

Putra mantan Presiden BJ Habibie ini mengatakan dana tersebut sudah masuk escrow pada Selasa lalu. Selain itu, ada konsorsium lain yang juga telah masuk membantu penguatan permodalan.

CEO Bank Muamalat, Achmad Kusna Permana menambahkan RUPS sudah sesuai dengan rencana. Termasuk kesiapan perusahaan, pemegang saham, dan calon investor.

"Ya Alhamdulillah, pak Ilham sebagai Komisaris Utama dan investor juga telah siap," katanya.

Permana berharap ini menjadi langkah awal untuk Bank Muamalat melangkah pasti ke depan. Pasalnya, bank syariah pertama di Indonesia ini telah memiliki sejumlah strategi untuk melaju lebih cepat di industri.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WpJHid
May 02, 2019 at 02:42PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WpJHid
via IFTTT
Share:

Sunday, April 28, 2019

Ramadhan Belum Tiba, Jadwal Sabyan Gambus Sudah Penuh

Sabyan Gambus akan mengisi Salam Kilau Ramadhan di TV.

REPUBLIKA.CO.ID, BINTARO -- Ramadhan baru akan tiba awal bulan depan, namun jadwal Sabyan Gambus untuk memeriahkan Bulan Suci sudah penuh. Tak hanya tampil secara off air, mereka juga akan mengisi program acara Salam Kilau Ramadhan di stasiun televisi selama Ramadhan.

"Alhamdulillah Ramadhan ini kami full isi on air di televisi, lebih banyak on air dibanding off air-nya,” kata sang vokalis, Nissa, saat ditemui di Bintaro, Tangerang Selatan, Sabtu (27/4).

Pemain kibor Sabyan, Ayus, mengatakan, ini adalah kali kedua Sabyan mengisi acara televisi. Ia juga berharap ramadhan kali ini dapat lebih baik dari ramadhan sebelumnya.

“Bulan Ramadhan ini berkah, alhamdulillah. Ini Ramadhan kedua kami full di TV,” kata Ayus.

Untuk mempersiapkan performa yang maksimal saat Ramadhan nanti, Nissa mengaku cukup menjaga daya tahan tubuh, salah satunya dengan mengonsumsi vitamin dan suplemen. Dia juga menganjurkan untuk memperbanyak meminum air saat sahur agar metabolisme tubuh tetap terjaga selama berpuasa.

“Tips khusus sih enggak ada, jadi jalani aja, dibikin asyik supaya nggak kerasa puasanya, tahu-tahu Maghrib aja gitu,” kata Nissa.

Grup yang terdiri dari Nissa, Anissa, Ayus, Kamal, Tubagus, dan Sofwan ini sangat bersyukur telah memiliki jadwal selama Ramadhan nanti. Meski begitu, mereka berharap kesibukan ini tidak menguras habis momen Ramadhan.

“Semoga masih bisa tetap kumpul sama keluarga," ujar Nisa.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2V60ABX
April 28, 2019 at 02:42PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2V60ABX
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 17, 2019

Warga Binaan Lapas Kelas 1 Sukamiskin Salurkan Hak Pilih

Di dua TPS di Sukamiskin, 187 warga binaan masuk DPTb dan 278 warga masuk DPK.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sebanyak 465 warga binaan Lapas Kelas 1 Sukamiskin Kota Bandung memberikan hak suaranya dalam Pemilu 2019. TPS 65 dan TPS 75 berada di depan  gerbang blok utara. 

Kepala Lapas Sukamiskin, Tejo Harwanto menuturkan, warga binaan sebetulnya sebanyak 480 orang. Namun 15 orang tidak memiliki hak pilih karena alasan tertentu.

"Yang pertama NIK bermasalah, kedua tidak terrekam, tidak ada aplikasi di Disdukcapil, ketiga akses Disdukcapil untuk membuka NIK. Dalam artian Nik ada tapi kok direkam ga ada, tidak sesuai," kata Tejo.

Dia mengakui warga binaan memiliki antusias yang tinggi dalam memberikan hak suaranya. "Mudah-mudahan dari 465 warga, 100 persen yang ikut serta," kata Tejo.

Dari pantauan Republika.co.id, sudah banyak warga binaan yang turut memberikan hak suaranya. Seperti Akil Mochtar, Abu Bakar, Jero Wacik, OC Kaligis, Fahmi Darmawangsa, Luthfi Hasan Ishaaq, dan Setya Novanto.

"Jadi ada putusan hakim menyatakan dicabut hak politik, tapi bunyinya itu bukan memilih, tapi tidak boleh dalam kurun waktu tertentu, telah lepas dia tidak boleh dipilih dalam jabatan, misalnya dalam politik dan sebagainya," kata Tejo.

Dalam data dua TPS tersebut sebanyak 187 warga binaan yang masuk Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Serta sebanyak 278 warga binaan masuk dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK). 

Selain itu, petugas lapas turut memberikan hak suaranya bersama warga binaan sebanyak 131 orang. Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana sempat meninjau langsung kondisi TPS di Lapas Sukamiskin.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2veJq5n
April 17, 2019 at 02:42PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2veJq5n
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 16, 2019

Jokowi Masih Minta Tambahan Kuota Haji ke Raja Salman

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pemerintah masih berupaya meminta tambahan kuota haji kepada Raja Salman bin Abdulazis al-Saud setelah mendapatkan tambahan kuota sebesar 10 ribu jamaah. Kepada Raja Salman, Jokowi mengaku meminta agar mendapatkan kuota jamaah haji hingga 250 ribu orang.

Jokowi mengatakan pemerintah masih berupaya untuk meminta lagi tambahan kuota haji mengingat antrian jamaah haji asal Indonesia yang begitu panjang, yakni hingga 40 tahun. Namun, menurutnya, Raja Salman belum merespon kembali permintaan tambahan kuota tersebut. 

"Itu pun saya sudah menyampaikan kepada Raja Salman agar diberikan tambahan lagi, saya masih minta lagi, tapi belum dijawab langsung, sudah iya, tapi belum dijawab langsung. Permintaan kita kemarin 250 ribu," ujar Jokowi usai meresmikan Halal Park di Komplek Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Selasa (16/4).

Berita Terkait

Sebelumnya, penambahan kuota 10 ribu jamaah didapatkan setelah pertemuan Presiden dengan Raja Saudi kemarin. Dengan penambahan kuota hingga 10 ribu jamaah haji, jamaah haji Indonesia menjadi 231 ribu orang dari 221 ribu orang pada tahun sebelumnya.

"Setelah bertemu Sri Baginda Raja Salman langsung disampaikan oleh beliau bahwa ini sebenarnya permintaan sudah lama, sudah dijawab beliau secara resmi kita diberi kuota haji oleh beliau alhamdulilah 10 ribu. Jadi dari 221 ribu menjadi 231 ribu calon-calon jamaah haji," jelas 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GgExhC
April 16, 2019 at 02:42PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GgExhC
via IFTTT
Share:

Sunday, April 14, 2019

Taliban Kembali Lancarkan Serangan ke Pemerintah Sah

Pasukan Taliban kembali melancarkan serangkaian serangan ke seluruh Afghanistan

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Pasukan Taliban melancarkan serangkaian serangan ke seluruh Afghanistan. Hal ini pun memicu pertempuran berdarah musim semi tahun ini. 

Serangan ini menghancurkan harapan adanya perjanjian damai yang segera digelar pada bulan ini. Deutsche Welle, Ahad (14/4) melaporkan petugas keamanan pemerintah Afghanistan yang sah mengatakan ada 15 provinsi yang diserang. 

Di ibukota Kabul pasukan Taliban mengincar kantor polisi. Mereka juga melemparkan granat tangan ke kendaraan militer yang menewaskan satu orang dan melukai enam lainnya. 

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengutuk serangan musim semi ini. "Kelanjutan perang bukan keinginan siapa pun," kata Ghani dikediaman kepresidenannya. 

Sementara di sebelah barat Provinsi Ghor, tujuh orang anggota pasukan keamanan Afghanistan tewas dalam serbuan Taliban. Sebelah utara kota Kunduz serangan Taliban menewaskan setidaknya delapan orang dan melukai 62 orang lainnya.

"Kami berkomitmen dalam proses negosiasi dan resolusi damai yang sedang berlangsung, tapi kami tidak bisa diam saja menghadapi operasi militer dan gelombang teroris penjajah dan tentara bayaran," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam pernyataannya.  

Sedangkan di sebelah timur distrik Shirzad, Taliban mengklaim bom truk membunuh atau melukai lebih dari 200 pasukan, polisi dan milisi. Pemerintah Afghanistan mengatakan sebanyak 2 orang tentara dan 27 anggota Taliban tewas dalam ledakan tersebut.

Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad menggambarkan serangan ini sebagai sesuatu yang 'ceroboh'. Taliban melancarkan serangan ke provinsi kaya opium Helmand dan provinsi-provinsi di sebelah utara Baghlan, Takhar, Badakhshan, Faryab dan Sar-e Pul. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GikTSq
April 14, 2019 at 02:42PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GikTSq
via IFTTT
Share:

Monday, April 8, 2019

KPU Bangka Barat Lomba Swafoto Pemilu 2019

Foto diambil dengan latar belakang TPS dan wajib menunjukkan jari yang bertinta.

REPUBLIKA.CO.ID,MUNTOK --  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, akan menggelar lomba swafoto untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2019. "Kami berharap terobosan baru tersebut mampu meningkatkan partisipasi pemilih datang ke TPS pada pelaksanaan pencoblosan 17 April 2019," kata anggota KPU Kabupaten Bangka Barat, Yulizar di Muntok, Senin (8/4).

Ia menjelaskan, pemilih yang mengikuti lomba itu bisa menampilkan foto hasil swafoto dengan objek diri sendiri atau kelompok. Foto diambil dengan latar belakang lingkungan TPS (tempat pemungutan suara, Red), dan peserta wajib menunjukkan bukti jari yang telah dicelup tinta sebagai bukti telah mencoblos.

Selanjutnya, hasil foto dikirim melalui akun media sosial milik KPU Kabupaten Bangka Barat. "Pemenang lomba akan kami berikan penghargaan dan hadiah," ujarnya.

Dengan adanya lomba swafoto tersebut, penyelenggara berharap jumlah partisipasi pemilih semakin meningkat sekaligus menciptakan kegembiraan dalam pelaksanaan pencoblosan di setiap TPS. Menurut dia, kegembiraan suasana pencoblosan yang digelar di setiap TPS ditambah dengan tampilan menarik dan kreatif diyakini akan semakin memeriahkan pesta demokrasi.

"Kami berharap melalui pola yang dikembangkan mampu memenuhi target partisipasi 80 persen dari 128.716 pemilih yang terdata dalam daftar pemilih tetap Kabupaten Bangka Barat, " kata Yulizar. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VrX3cV
April 08, 2019 at 02:42PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VrX3cV
via IFTTT
Share:

Thursday, April 4, 2019

Israel Kaji Duduki Gaza Kembali

Netanyahu mengatakan menduduki Gaza merupakan opsi terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, EL AVIV -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan sedang mempertimbangkan untuk kembali mengokupasi Jalur Gaza. Hal tersebut dia ungkapkan dalam sebuah wawancara dengan KAN News pada Kamis (4/4) pagi.

"Semua opsi masih di atas meja, termasuk memasuki Gaza dan mendudukinya karena pertimbangan yang terbaik untuk Israel," ucapnya, dikutip laman Jerusalem Post.

Namun pendudukan kembali Gaza, kata Netanyahu, merupakan opsi terakhir dan bukan yang pertama. Menurut dia, terdapat opsi lain, yakni menyerahkan tanggung jawab atas Gaza kepada negara lain.

Terkait opsi tersebut, Netanyahu mengaku telah berbicara dengan banyak pemimpin negara Arab. Namun, mereka enggan mengambilalih Gaza.

"Tidak ada yang mau melakukan ini," ujarnya.

Selama 12 tahun memblokade Gaza, kebijakan Israel tak banyak berubah, yakni mengendalikan situasi. Dia tak mengomentari tentang kemungkinan berdamai dengan kelompok Hamas yang mengontrol wilayah tersebut.

"Anda tidak dapat membuat perjanjian diplomatik dengan seseorang yang ingin membunuh Anda," kata Netanyahu.

Situasi di perbatasan Gaza-Israel telah memanas dalam setahun terakhir. Hal itu dipicu oleh digelarnya aksi bertajuk "Great March of Return" pada Maret 2018. Dalam aksi tersebut, warga Palestina di Gaza berduyun-duyun melakukan demonstrasi di dekat pagar perbatasan Israel.

Mereka menuntut Israel mengembalikan lahan dan tanah yang didudukinya pasca Perang 1967 kepada para pengungsi Palestina. Kala itu warga Palestina juga menyuarakan protes atas keputusan Amerika Serikat (AS) memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.

Namun Israel merespons aksi demonstrasi itu secara represif. Mereka menembaki para demonstran dengan peluru tajam. Sebanyak 189 warga Palestina tewas sepanjang aksi Great March of Return dilaksanakan. Sementara sekitar 6.016 lainnya mengalami luka ringan dan berat. PBB telah menyatakan bahwa tindakan Israel terhadap para demonstran Great March of Return merupakan kejahatan perang.

Sejak 2007, telah terjadi tiga kali pertempuran di Jalur Gaza. Peperangan paling mematikan meletus pada 2014. Saat itu gempuran militer Israel menyebabkan sekitar 1.800 warga Palestina di Gaza tewas dan lebih dari 10 ribu lainnya luka-luka.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UgxYFl
April 04, 2019 at 02:42PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UgxYFl
via IFTTT
Share:

Wednesday, March 27, 2019

Salah Arah Pemberdayaan Perempuan

Perempuan ditetapkan sebagai Ummu Wa Rabbatul Bayt dan Ummum Madrosatul Ula

Perempuan sebagai makhluk ciptaan Allah, sejatinya sama seperti laki-laki yang juga mahluk ciptaan Allah, dan sama kedudukannya dalam hal ketaatan dalam menjalankan hukum-hukum Allah. Akan tetapi manusia kemudian menyamakan kedudukan laki dan perempuan dalam hal fungsi dan perannya, sehingga muncul istilah emansipasi atau istilah yang kekinian yaitu kesetaraan gender. Dalam artian untuk menyamakan semua fungsi dan peran baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

Laki-laki punya fungsi dan peran sebagai kepala rumah tangga, sebagai pencari nafkah dan pengayom dari probematika yang muncul di rumah tangganya, sedang wanita sebagai pengatur rumah tangga dan pendidik bagi anak-anaknya yang utama. Fungsi dan peran ini sudah jelas dalam Islam.

Berarti wanita hanya di rumah saja dong, tidak boleh bekerja dan bersosialisasi? Tentu saja boleh, sepanjang tidak melalaikan tugasnya sebagai istri dan sebagai ibu, tetapi tidak boleh mengambil peran dan fungsi yang utama dari laki-laki yaitu sebagai qowam/pemimpin dalam keluarga.

Akan tetapi kemudian, dengan dalih meningkatkan produktivitas dan peran sertanya, wanita diajak untuk beramai-ramai keluar rumah mencari uang, peluang kerja untuk perempuan banyak diciptakan untuk menarik perempuan keluar dari fungsi dan perannya, dari mulai yang bekerja di sektor formal sampai yang di sektor informal, dari yang bekerja dekat dengan rumah sampai yang keluar negeri, meninggalkan suami dan anaknya.

Semua demi uang (baca meningkatkan kesejahteraan) , karena suami tidak mencukupi, karena kebutuhan yang semakin meningkat dan lain-lain. Akibatnya, perempuan menjadi target produksi yang berharga murah sekaligus menjadi target pasar produksi.

Iyalah, kan sudah punya uang sendiri, jadi boleh dong beli barang yang disukai. Akibatnya lagi, banyak yang lalai, suami tidak terurus, anak-anak tidak terperhatikan dengan baik, karena sang ibu sibuk dengan aktivitas bekerja.

Belum lagi side effect yang terjadi di tempat kerja, kekerasan, pelecehan seksual, sudah sering terdengar, meskipun beragam aturan telah dibuat untuk mencegah, tapi fakta perempuan mengalami diskriminasi masih banyak terdengar. Maka memang tidak ada aturan yang lebih baik dari aturan Allah, perempuan telah ditetapkan sebagai ummu wa rabbatul bayt (ibu sebagai pengatur rumah tangga) dan ummu madrosatul ula (ibu sebagai pengasuh yang pertama dan utama) .

Peran inilah yang seharusnya paling diutamakan bagi perempuan, karena peran inilah yang menentukan masa depan generasi selanjutnya. Peran yang sangat besar bagi terciptanya generasi yang cemerlang , dan peran besar ini hanya bisa dicapai dengan diterapkannya syariat secara kaffah. Dan sudah seharusnya, kita kaum muslimah tidak mudah tergoda untuk meninggalkan peran utama kita, dan hanya mengejar kepentingan sesaat.

Pengirim: Diena Hapsari, Pendidik

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2WsDaT8
March 27, 2019 at 02:42PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2WsDaT8
via IFTTT
Share:

Pakistan Sampaikan Duka Cita untuk Korban Banjir Iran

Banjir bandang Iran menelan korban jiwa 20 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD — Pemerintah Pakistan menyampaikan duka cita mendalam atas bencana banjir di sejumlah provinsi di Iran, Rabu (27/3). 

Simpati juga diberikan terhadap keluarga para korban yang kehilangan nyawa dalam bencana ini.  

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Mohammad Faisal, dalam sebuah pernyataan mengatakan segenap rakyat dan pemerintah menyampaikan bela sungkawa serta simpati sebesar-besarnya bagi Iran.

Hingga Senin (25/3),  seperti dilansir irna.ir, jumlah korban tewas akibat banjir di sejumlah wilayah negara itu mencapai 20 orang.   

Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan dan barat daya Iran sejak 21 Maret lalu telah menyebabkan banjir bandang terjadi. Selain itu, badai dan petir juga melanda sejumlah daerah di sana.  

 Saat ini, Pemerintah Iran mengeluarkan peringatan agar warga di wilayah-wilayah  yang dilanda hujan deras dan rentan banjir untuk tidak mengemudi sementara waktu. Secara khusus ditujukan untuk mereka yang hendak melewati jalan di sekitar tepian sungai.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HJgwCK
March 27, 2019 at 02:42PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HJgwCK
via IFTTT
Share:

Monday, March 25, 2019

Jokdri Diperiksa Soal Barang Bukti Hingga Aliran Dana

Pemeriksaan Jokdri kali ini merupakan pemeriksaan kelima yang dilaluinya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola kembali memeriksa mantan pelaksana tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Jokdri). Agenda pemeriksaan, yakni konfirmasi barang bukti hingga aliran dana pada rekening pribadi.

"Masih sama persis dengan agenda kemarin, mengkonfirmasi bukti-bukti, terus untuk melakukan pengecekan rekening itu aliran-aliran selama ini, dan kegiatan Pak Joko sehari-hari, itu aja nggak ada yang berbeda," kata kuasa hukum Joko, Andru Bimaseta, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (25/3).

Selain itu, lanjut dia, tim Satgas Antimafia Bola juga mendalami keterangan terhadap Joko Driyono berkaitan dengan pokok perkara yang dituduhkan kepadanya. Pokok perkara tersebut, yakni menjadi orang di balik kasus perusakan barang bukti.

"Kemudian terkait masalah perusakan masuk garis polisi, itu aja," ucapnya.

Pemeriksaan Joko kali ini merupakan pemeriksaan kelima yang dilaluinya. Sejatinya, pemeriksaan Joko yang terakhir ini, diagendakan pada Senin (18/3) dan Kamis (21/3) lalu, namun yang bersangkutan tidak dapat hadir memenuhi panggilan penyidik.

"Ada dua alasan, pertama alasan keluarga, kedua alasan pekerjaan," kata Andru.

Lebih lanjut, Andru menjelaskan, kliennya tidak bisa hadir dalam agenda pemeriksaan pekan lalu karena harus bertemu dengan keluarganya di Serang, Banten. Yang akhirnya pihaknya mengirimkan surat permohonan pada satgas.

"Kenapa alasan keluarga, karena harus kembali ke Serang, rumahnya Pak Joko kan ada di Serang," ujar Andru.

Joko Driyono sudah ditetapkan menjadi tersangka sejak Kamis 14 Februari lalu dalam kasus pengrusakan dan penghilangan barang bukti. Hingga saat ini penyidik belum melakukan penahanan terhadap Joko Driyono atas kasus penghancuran barang bukti itu.

Joko Driyono terancam dijerat dengan pasal berlapis. Dia disangkakan melanggar Pasal 363 yang terkait pencurian dan pemberatan serta Pasal 232 tentang perusakan pemberitahuan dan penyegelan.

Selanjutnya, Pasal 233 tentang perusakan barang bukti dan Pasal 235 KUHP terkait perintah palsu untuk melakukan tindak pidana yang disebutkan di Pasal 232 dan Pasal 233. Pasal-pasal tersebut pada intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang garis polisi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2CFk5Wx
March 25, 2019 at 02:42PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2CFk5Wx
via IFTTT
Share:

Bandung Lautan Api; Saat Tanah Pasundan Bergelora

Sebanyak 200 ribu warga Bandung membakar rumah dan bangunan agar kota itu.

REPUBLIKA.CO.ID, Indonesia sudah merdeka pada 17 Agustus 1945. Namun, saat itu perjuangan masih berlangsung di sejumlah daerah. Para pejuang Indonesia tak ingin memberi tempat para penjajahan, apalagi menyerahkan dan kalah atas pendudukan lagi.

Bandung, Jawa Barat, satu dari sekian daerah yang masih berjuang pascakemerdekaan. Dalam tulisan Peristiwa Bandung Lautan Api yang terbit di laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), kondisi keamanan dan pertahanan Indonesia belum stabil setelah kemerdekaan. Mengutip buku Sejarah Nasional Indonesia VI karya Marwati Djanoed Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto, pertempuran melegenda bernama Bandung Lautan Api.

Peristiwa itu diawali dengan kedatangan pasukan sekutu (Inggris) yang dipimpin Brigade MacDonald pada 12 Oktober 1945. Sejak awal, hubungan sekutu dan pemerintah Indonesia setempat sudah memanas. Sekutu meminta seluruh senjata api milik penduduk diserahkan pada mereka, kecuali Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan Polisi.

Kondisi semakin memanas, ketika orang-orang Belanda bebas dari kamp tahanan. Mereka mulai mengacaukan kondisi kemanan. Akibatnya, bentrokan antara TKR dan sekutu tak terhindarkan.

Pada malam 24 November 1945, TKR dan badan-badan perjuangan melancarkan serangan terhadap markas sekutu di Bandung bagian utara. Tiga hari pascapenyerangan, MacDonald mengultimatum Gubernur Jawa Barat segera mengosongkan wilayah Bandung bagian utara, termasuk rakyat dan tentara.

Dengan ultimatum itu, sekutu membagi Kota Bandung menjadi dua, bagian utara untuk wilayah kekuasaan sekutu dan selatan untuk wilayah kekuasaan pemerintah Indonesia. Namun, ultimatum itu dijawab Indonesia dengan mendirikan pos-pos gerilya di berbagai tempat.

Selama Desember 1945, terjadi beberapa pertemputan di berbagai tempat, seperti Cihaurgeulis, Sukajadi, Pasar Kaliki, dan Viaduct. Sekutu juga berusaha merebut Balai Besar Kereta Api, tetapi gagal. Memasuki awal 1946, pertempuran semakin berkobar secara sporadis.

Serangan sporadis Indonesia dan kegagalan sekutu mencari penyelesaian di tingkat daerah, membuat posisi sekutu terdesak. Mereka melakukan pendekatan terhadap pihak petinggi pemerintahan Indonesia.

Pada 23 Maret 1946, mereka menyampaikan ultimatum kepada Perdana Menteri (PM) Sultan Syahrir. Mereka meminta, selambat-lambatnya pukul 24.00 WIB pada 24 Maret 1946, pasukan Indonesia sudah meninggalkan Bandung bagian selatan sejauh 10 sampai 11 kilometer dari pusat kota.

Namun, tentara menolak ultimatum tersebut. Alasannya, mustahil memindahkan ribuan pasukan dalam waktu singkat. Dengan alasan menyelamatkan Tentara Republik Indonesia (TRI) dari kehancuran, PM Syahrir mendesak Jenderal Mayor Nasution memenuhi ultimatum tersebut. PM Syahrir berpendapat TRI belum mampu menandingi kekuatan pasukan sekutu. Nasution menjabat sebagai Panglima Divisi III/Siliwangi.

Dalam pertemuan antara Nasution dan para Komandan TRI, para pemimpin laskar, dan aparat pemerintahan terjadi kesepakatan membumihanguskan Bandung sebelum kota itu ditinggalkan. Menurut rencana, bumi hangus dilakukan pada 24 Maret pukul 00.00 WIB. Ternyata, pelaksanaan bumi hangus lebih awal, yakni pukul 21.00 WIB.

Gedung pertama yang diledakkan adalah Bank Rakyat. Kemudian, pembakaran di Banceuy, Cicadas, Braga, dan Tegalega. Anggota TRI juga membakar asrama-asrama mereka. Pada 24 Maret 1946 malam, bukan hanya pasukan bersenjata yang meninggalkan Bandung, seketika kota itu terbakar.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Wfn3bI
March 25, 2019 at 02:42PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Wfn3bI
via IFTTT
Share:

Thursday, March 21, 2019

Masuki Pasar Global, Pelaku UKM Perlu Gandeng Eksportir

Pelaku UKM perlu mendorong penjualan secara online melalui e-commerce

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) berkomitmen untuk terus mendorong koperasi dan UKM naik kelas. Salah satunya menjembatani para pelaku koperasi atau UKM untuk bermitra dengan perusahaan eksportir agar bisa menembus pasar ekspor.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring mengatakan, bentuk nyata fasilitasi pemerintah untuk mendorong pelaku UKM naik kelas adalah dengan mendorong mereka memperoleh Hak Cipta, Hak Merek atau sertifikasi lainnya.

Menurutnya, mengatakan tanpa adanya sertifikat tersebut, produk UKM akan sangat sulit menembus pasar ekspor. Setelah mendapatkan sertifikasi, ia menambahkan, mereka harus bermitra dengan perusahaan atau dalam wadah koperasi tertentu. Dengan begitu produk-produk UKM sudah mampu bersaing di pasar global.

"Oleh sebab itu karena jumlah UKM banyak maka kita arahkan melalui kemitraan dengan perusahaan yang bisa ekspor, jadi kaya link and match," kata Meliadi dalam acara Sinergitas Pemberdayaan Koperasi dan UKM (KUKM) Potensi Ekspor di Yogyakarta, Kamis (21/3).

Selanjutnya untuk bisa menembus pasar ekspor lebih masif, pelaku UKM diharapkan memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini. Penjualan secara online melalui e-commerce mutlak diperlukan karena menurutnya era teknologi seperti saat ini tidak dapat dihindarkan.

Dengan keberadaan teknologi mampu menghubungkan antara buyer dan produsen yang terpisah jauh oleh ruang dan waktu secara langsung. "Kita juga dorong untuk terus mengembangkan SDMnya, permodalannya dan teknologinya. Ini kita bantu. Terlebih di zaman online atau e-commerce. Suka tidak suka kita tidak bisa hindari, maka UKM harus gunakan teknologi ini, tanpa itu tidak bisa go internasional," ujar Meliadi.

Sementara itu, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Victoria br Simanungkalit menambahkan, sinergi antar kedeputian di lingkungan Kementerian dan dengan stakeholder terkait akan terus ditingkatkan. Dengan begitu koperasi dan UKM akan terlayani dengan optimal sehingga dapat mengakselerasi mereka untuk bisa naik kelas.

"Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penguatan sistem bisnis koperasi dan UKM serta peningkatan kapasitas usahanya yang berorientasi ekspor," kata dia.

Salah satu unit UKM yang didorong oleh pihaknya untuk bisa menembus pasar ekspor adalah sampah daur ulang. Menurutnya potensi dan nilai jual dari sampah daur ulang di Indonesia sangat tinggi.

Hanya saja diperlukan  ketelatenan serta kreatifitas pelaku usaha untuk membuat produk yang berkualitas. Untuk bahan baku sendiri, Victoria mengungkapkan bahan baku sampah yang bisa didaurulang untuk dibuat produk sangat banyak terlebih banyak bank-bank sampah yang dikelola oleh koperasi.

"Kita ingin masalah sampah ini diselesaikan secara holistik, permintaan dari Cina itu luar biasa loh, nah produk sampah daur ulang misal kristal itu belum bisa dipenuhi. Kita ingin mitrakan mikro ini untuk bisa hasilkan produk antara," tambah Victoria.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Srie Nurkyatsiwi yang turut hadir dalam acara itu berharap sinergi yang dilakukan dapat membantu koperasi dan UKM di Yogyakarta untuk bisa lebih baik.

Pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta saat ini diakuinya sudah cukup baik, namun tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah besar. Nilai indeks gini mencapai 0,441 pada Maret 2018 atau yang tertinggi di Indonesia.

"Harapannya ini akan menjadi pertumbuhan atau tambahan yang signifikan dan membantu UKM seperti apa yang jadi program pemerintah DIY," kata Srie.

Terkait dengan fasilitasi pemerintah terhadap pelaku UKM, Kahono Sumitro, selaku pemilik usaha konveksi di DIY bersyukur sudah mendapatkan hak merek yang dikeluarkan oleh Kemenkumham dengan fasilitasi dari Kemenkop UKM. Menurutnya, dengan adanya sertifikat hak merek tersebut akan menjadi daya tawar yang positif bagi produknya di pasar.

Dengan begitu, usahanya dapat lebih meningkat lagi seiring dengan adanya pengakuan pemerintah atas produknya. Untuk mendapatkan sertifikat tersebut. Prosesnya pun mudah dan gratis.

"Sebetulnya nggak sulit, kita gratis tidak dipungut biaya sepeser pun tahu-tahu saya dipanggil untuk menerima ini," ujar Kahono usai menerima sertifikat merek," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HLdvRI
March 21, 2019 at 02:42PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HLdvRI
via IFTTT
Share:

Wednesday, March 13, 2019

Bea Cukai Dorong Daerah Ekspor Langsung ke Negara Tujuan

Salah satu daerah yang kini bisa melakukan ekspor langsung yaitu Makassar.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) mendorong daerah untuk bisa melakukan ekspor langsung ke negara tujuan (direct call). Dukungan tersebut diwujudkan dengan memberikan kemudahan atau simplifikasi prosedur.

"Kita galakkan ekspor dari daerah setempat, baik secara administratif maupun logistik," ujar Direktur Jendral Bea dan Cukai Heru Pambudi dalam acara Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian Sulawesi Selatan oleh Kementerian Pertanian, di Makassar, Rabu (13/3).

Salah satu daerah yang kini bisa melakukan direct call yaitu Makassar. Menurut Heru, pelabuhan Soekarno Hatta, di Makassar bisa menjadi pilihan tambahan dari beberapa hub yang saat ini mendominasi, seperti Jakarta dan Surabaya.

Dalam hal administrasi, DJBC juga memudahkan pengurusan adminitrasi langsung dari kantor Bea Cukai. Saat ini, semua kantor Bea Cukai di seluruh Indonesia sudah menggunakan sistem online.

Selain itu, Heru menambahkan, kemudahan juga diberikan melalui insentif fiskal. DJBC berkomitmen mendukung seluruh kegiatan ekspor mulai dari hulu hingga hilir khusus di sektor agrikultur.

Heru menegaskan DJBC siap untuk  berkomunikasi dalam rangka mempercepat dan mengurangi ongkos logistik melalui shipping. "Memang Harus ada arrangement yang cermat agar bisa menarik kapal-kapal tidak hanya berhenti di Jakarta dan surabaya," kata Heru.

Heru mengakui, masih banyak daerah yang belum bisa melakukan ekspor langsung ke negara tujuan. Menurutnya, kecukupan muatan dan sentralisasi produk menjadi kendala utama menerapkan direct call.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Tv9Ka2
March 13, 2019 at 02:42PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Tv9Ka2
via IFTTT
Share:

Monday, March 11, 2019

Colour Run Pantai Senggigi Upaya Bangkitkan Wisata Lombok

Bupati Lombok Barat berharap Colour Run menjadi agenda tahunan

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK BARAT -- Puluhan ribu masyarakat dan wisatawan memenuhi Jalan Raya Senggigi di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Ahad (10/3) kemarin. Bertabur serbuk warna-warni mulai dari ujung kepala hingga pakaian, para peserta yang didominasi kaum milenial tampak semangat mengikuti kegiatan Lombok Barat Colour Run 2019.

Kegiatan yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lombok Barat ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT Lombok Barat ke-61. Acara tersebut sekaligus mengampanyekan hidup sehat dan gemar berolahraga.

Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid mengatakan kegiatan ini memberikan pesan Lombok telah bangkit dan siap menerima kembali kunjungan wisatawan. "Pelaksanaan Colour Run membuktikan Lombok Barat sangat siap menyambut para wisatawan dan ini dibuktikan juga dengan ikutnya para wisatawan mancanegara dalam kegiatan ini," ujar Fauzan.

Fauzan menyatakan Colour Run menjadi tanda Lombok Barat terus bersemangat, memiliki cita-cita, dan memiliki kesungguhan untuk menyatukan langkah membangun daerah. "Saya mengapresiasi para pelaku pariwisata, khususnya rekan-rekan Hotel Montana. Terima kasih atas semuanya dan ini sebagai bukti kita sudah siap untuk menerima kedatangan para tamu dan wisatawan ke Lombok Barat," kata Fauzan.

Fauzan berharap Colour Run menjadi agenda rutin setiap tahunnya. Dia memastikan akan ada kejutan dan kreasi yang berbeda pada gelaran Colour Run selanjutnya.

Seorang peserta asal Australia, Angela, mengaku senang dengan kegiatan yang digelar Pemkab Lombok Barat tersebut. "Saya sangat senang berada di sini," ungkap Angela.

Lari yang diikuti sekitar 10 ribu orang ini mengambil garis start dari muka Hotel Montana menuju Hotel Puri Saron dan kembali lagi menuju Hotel Montana untuk finish. Di titik start, saling lempar tepung warna-warni sudah mulai dilakukan.

Semua peserta seakan lupa diri dan larut dalam keceriaan berlari dengan baluran warni warni pada kaos mereka. Di tengah ribuan peserta dari lokal, nampak juga para ekspatriat yang sedang berlibur bersama keluarga. Mereka semua berbaur bersama masyarakat yang sudah berkumpul sejak pukul 05.00.

Tidak hanya larut dengan tepung warna warni, lomba lari ini juga diiring dengan dentuman petasan yang menggelegar sesaat setelah start dimulai. Setelah mencapai finish, peserta Colour Run kembali disambut dengan lemparan tepung warna-warni yang diiringi musik menghentak sebagai hiburan pamungkas.

Selain musik dan taburan tepung aneka warna, Colour Run kali ini juga menyediakan doorprize bagi para peserta. Mulai dari voucher menginap gratis, sepeda, sepeda motor, TV, mesin cuci, kompor gas, serta hadiah menarik lainnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2XSwRtZ
March 11, 2019 at 02:42PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2XSwRtZ
via IFTTT
Share:

Saturday, March 9, 2019

TNI Targetkan Jembatan Trans-Papua Rampung dalam Setahun

600 anggota TNI dikirim ke Nduga untuk melanjutkan pembangunan jembatan Trans-Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kapendam XVII/Cenderawasih Kol Inf Mohammad Aidi mengatakan target pengerjaan jembatan Trans-Papua selesai dalam satu tahun. Bahkan dia berharap anggotanya dapat mencapai over prestasi.

“Kita targetkan tahun ini selesai, mudah-mudahan bisa mencapai target itu,” kata Aidi dalam sambungan telepon pada Republika, Ahad (10/3).

Aidi bercerita, sekitar 2016 anggotanya pun pernah melakukan hal serupa. Yakni melanjutkan pekerjaan membangun jalan di Papua. Saat itu, kata Aidi, pembantaian dialami oleh karyawan PT Modern. Pascainsiden pembantaian, karyawan PT Modern pun tidak berani untuk melanjutkan proyek pengerjaan jalan sehingga dilanjutkan oleh TNI.

“Dan kita (TNI) melanjutkan dengan menggunakan alat-alat punya kontraktor. Itu (proyek jalan) justru kita kerjakan over prestasi artinya sudah selesai sebelum waktunya, karena prajurit bekerja pastinya disiplin,” kata Aidi.

Aidi pun berharap pengerjaan jembatan Trans-Papua yang dilakukan TNI kali ini juga mencapai over prestasi. Kendatipun, dia sendiri belum bisa menerka kesulitan apa yang nantinya akan dihadapi oleh 600 personelnya tersebut.

Nah kita berharap juga cepat, mudah-mudahan walaupun kita belum tahu faktor kesulitannya,” kata Aidi.

Dengan pengerjaan pembangunan Trans-Papua berjalan cepat menurutnya maka juga bisa menekan anggaran negara. Sehingga, nantinya TNI tidak perlu melakukan pergantian maupun penambahan personel.

“Umumnya prajurit yang bertugas  selama ini bertugas umumnya sembilan bulan fullout, bisa bertambah, sampai satu tahun sudah selesai kita harap demikian,” ucapnya.

Aidi mengatakan, 600 personel TNI yang akan bekerja untuk pembangunan jembatan Trans-Papua masih berada di Timika. Personel baru akan berangkat ke Nduga apabila arus sungai sudah aman.

“Saat ini personel kami masih berada di Timika, harusnya hari ini geser ke Nduga tapi karena jalur sungai jadi kita berhitung pasang surut air,” kata Aidi.

Hari ini menurutnya, tidak memungkinkan bagi kapal untuk melawan derasnya arus sungai menuju Nduga. Sehingga, dimungkinkan 600 personel baru akan melakukan perjalanan pada Senin (11/3) besok.

“Jadi kemungkinan besok kalau misalnya pasang surut memungkinkan besok, kalau tidak ya mungkin lusa. Tapi kita berharap besok bergeser,” kata dia.

Aidi menjelaskan, perjalanan menggunakan sungai menuju Nduga tidak bisa disamakan dengan dari Nduga menuju Timika. Jika dari Timika maka kapal akan melawan arus sungai sedangkan apabila dari Nduga menuju Timika maka tidak melawan arus.

“Perjalanan sungai tiga hari dari Timika ke Nduga karena kita melawan arus  nah kalau dari Nduga ke Timika bisa cepat dua hari karena tidak melawan arus,” kata Aidi.

Sedangkan untuk tim logistik kata Aidi, telah diberangkatkan terlebih dahulu menggunakan heli. Alasannya, karena tim logistik akan mempersiapkan tempat sekaligus makanan untuk personel yang datang menggunakan jalur sungai.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HoRQhV
March 10, 2019 at 02:42PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HoRQhV
via IFTTT
Share: