Showing posts with label 2019 at 03:19PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 03:19PM. Show all posts

Friday, May 31, 2019

Pertamina Setor Deviden Rp 7,95 Triliun ke Negara

Pertamina pada 2018 mencatatkan pendapatan sebesar 57,9 miliar dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) pada laporan keuangan 2018 tercatat menyetorakan deviden kepada negara sebesar Rp 7,95 triliun. Angka ini merupakan 22 persen dari laba bersih yang berhasil dikantongi perusahaan 2018.

Direktur Keuangan Pertamina, Pahala Manshury menjelaskan perusahaan memang mempunyai kebijakan untuk menyetorkan deviden ke negara antara 22 hingga 25 persen. Hal ini karena perusahaan butuh banyak dana untuk melakukan investasi.

"Selain kontribusi lainnya dari sisi pajak dan lainnya, semoga kinerja kami lebih baik ke depannya," ujar Pahala di Kementerian BUMN, Jumat (31/5).

Pahala memisalkan pada tahun ini saja perusahaan membutuhkan dana sekitar 5,7 miliar dolar untuk investasi. "Karena kebutuhan investasi kami juga cukup besar. Misalnya di 2019 kami mentargetkan capex 5,2 sampai 5,7 miliar dolar AS. Kurang lebih 80 triliun kan. Jadi capex saja besar sekali. Ini membutuhkan dukungan cashflow yang cukup kuat, jadi ini menjadi dasar pembayaran kita," ujar Pahala.

PT Pertamina (Persero) pada laporan keuangan 2018 mencatatkan peningkatan pendapatan dibandingkan 2017. Tercatat, pendapatan perusahaan di 2018 naik 25,94 persen dibandingkan pendapatan 2017.

Pahala menjelaskan perusahaan pada 2018 mencatatkan pendapatan sebesar 57,9 miliar dolar AS. Sedangkan pada tahun 2017 kemarin perusahaan membukukan pendapatan sebesar 46 miliar dolar AS.

"Memang peningkatan pendapatan ini karena dipengaruhi oleh meningkatnya sisi penjualan. Teruatam juga didongkrak oleh kenaikan ICP dan peningkatan yang signifikan pada sisi hulu migas," ujar Pahala.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YSfusO
May 31, 2019 at 03:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YSfusO
via IFTTT
Share:

Pelaku Wisata Diminta tak Lakukan Tindakan Rugikan Wisatawan

Bupati Banyumas serukan peringatan agar pelaku wisata tak rugikan wisatawan.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Bupati Banyumas Achmad Husein meminta semua pelaku wisata tidak melakukan penipuan sekecil apapun kepada wisatawan. Hal itu ia serukan untuk menyambut kunjungan wisatawan ke berbagai obyek wisata di Banyumas selama masa liburan.

''Pelaku wisata tidak boleh melakukan tindakan yang merugikan wisatawan. Hal itu perlu ditegaskan agar wisata Banyumas benar-benar mbetaih dan ngangeni,'' jelas Bupati saat memimpin apel siaga gelar pasukan pengamanan gabungan pariwisata di Baturraden, Jumat (31/5).

Apel tak hanya diikuti oleh para pengelola obyek wisata di Banyumas, melainkan juga diikuti oleh jajaran TNI, Polri, Dinporabudpar, Satpol PP, Dinhubkominfo, PMI, Puskesamas, Perhutani, Tim SAR, RAPI, PMPB, Pramuka, Jaga Baya, dan Linmas. Dalam pelayanan yang diberikan pada wisatawan di Banyumas, Bupati mengaku masih sering mendengar adanya keluhan yang disampaikan wisatawan.

Di antara kasusnya, Bupati Banyumas menyebut wisatawan ada yang mengaku menjadi korban penipuan penjualan bonsai palsu. Wisatawan juga ada yang mengeluhkan petugas parkir nakal yang menarik tarif parkir di atas ketentuan.

Dia menyebutkan, kejadian-kejadian tersebut akan sangat merugikan nama baik obyek wisata di Baturraden. ''Dampaknya, wisatawan bisa semakin enggan berkunjung ke Baturraden,'' katanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga meminta personil yang terlibat dalam Pamgab Pariwisata dapat menjalin komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang baik dengan seluruh pihak terkait untuk meningkatkan pelayanan bagi wisatawan, seperti dalam hal pengaturan lalu lintas di lokasi rawan, mengantisipasi penumpukkan pengunjung, dan persoalan-persoalan lainnya.

''Ciptakan suasana tempat wisata yang nyaman, tidak macet. Atur lalu lintas secara baik agar pengunjung senang ke Banyumas,'' katanya

Kepala Dirporabudpar Kabupaten Banyumas Azis Kusumandani, mengatakan selama masa libur lebaran ini pihaknya telah menerjunkan 174 personel dari berbagai instansi dan organisasi serta membuat 20 Pos Pengamanan Gabungan Pariwisata di berbagai obyek wisata yang ada di Kabupaten Banyumas.

"Dari jumlah itu, 16 pos berada di Baturraden, sisanya tersebar di beberapa tempat lain, seperti di Balai Kemambang, Taman Rekreasi Andhang Pangrenan, Pangsar Sudirman, dan Kalibacin,'' jelasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2wu4eXp
May 31, 2019 at 03:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2wu4eXp
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 28, 2019

Joao Felix, Wonderkid Benfica

Klub-klub besar Eropa kepincut sosok penerus Ronaldo di Portugal.

REPUBLIKA.CO.ID, LISBON  -- Satu pesepak bola belia sukses mencuri perhatian dunia. Wonderkid/ tersebut bernama Joao Felix Sequeira. Baru berusia 19 tahun, Felix sudah menjadi andalan klub raksasa Portugal, Benfica.

Sejauh musim 2018/2019 berjalan, yang bersangkutan tampil dalam 43 laga di berbagai kompetisi, dan mencetak 20 gol. Felix membawa skuat Eagles menjuarai liga domestik. Di benua biru, langkah Benfica dihentikan Eintracht Frankfurt di perempat final Liga Europa. Namun secara individu, pemilik nomor punggung 10 membuat catatan apik. 

Penggawa tim nasional Portugal U-21 itu mencetak hattrick ke gawang Frankfurt dalam usia 19 tahun, 152 hari. Felix pemain termuda dalam sejarah sepak bola yang melakukan hal tersebut. Ia mengalahkan rekor Marko Pjaca pada 2014.
Pujian untuk Felix terus terdengar. Sosok yang juga pernah menimba ilmu di FC Porto itu mulai dikaitkan dengan Cristiano Ronaldo. Ia dinilai bakal jadi penerus Ronaldo di timnas senior Portugal. "Dia salah satu produk terbaik dari Portugal sejak Cristiano Ronaldo," kata Presiden Benfica, Luis Filipe Vieira kepada Tuttosport.
Tak berlebihan apa yang dikatakan sang presiden. Perlahan tapi pasti mata para elit mulai tertuju pada aset berharga Benfica itu. Pertama Real Madrid. Mengetahui bintangnya diincar Real Madrid, manajemen klub Portugal lantas menetapkan klausul pelepasan yang tinggi untuk Felix. Bagi para peminat, silakan menyerahkan dana 120 juta euro (Rp 1,9 triliun).
"Felix tidak akan kemana-mana, kecuali ada yang memecahkan klausul pelepasannya," ujar Manajer Eksekutif Benfica, Domingos Soares, dikutip dari Sky Sports.
Fakta demikian membuat Real Madrid mundur dari perburuan. Selanjutnya Manchester United. Kubu Iblis Merah sedang membangun skuat mumpuni menuju musim-musim mendatang. Salah satu caranya dengan mendatangkan pemain kelas dunia.
Nama Felix masuk radar Manchester United. Manchester City tak ketinggalan. Manajemen the Citizens mulai mencari pengganti David Silva. Saat ini Silva telah berusia 33 tahun. Juara Liga Primer Inggris itu butuh penyegaran skuat di lini tengah.
Felix memiliki karakteristrik serupa Silva yang fleksibel bergerak dari lini kedua.
Kubu the Citizens dikabarkan siap mengorbankan dua nama demi Felix. Mereka adalah Leroy Sane dan Gabriel Jesus. Pada bursa transfer Juni 2019, Sane serta Jesus bakal dilepas.
Uang hasil penjualan tersebut digunakan Manchester City untuk membeli Felix. Liverpool juga demikian. Beredar kabar, the Reds telah mengajukan penawaran sebesar Rp 1 triliun. Namun jumlah tersebut ditolak Benfica.
Dari Inggris kembali ke Spanyol. Barcelona meramaikan perburuan Felix. Itu karena sejumlah penggawa Barca mulai menua. Klub raksasa Seri A, Juventus juga terlibat. Juve juga butuh amunisi baru untuk bersaing di Eropa pada musim-musim mendatang. Felix jadi salah satu target si Nyonya Tua.
Bahkan Juve dinilai memiliki kelebihan dalam urusan negosiasi nantinya. Pasalnya klub tersebut memiliki Ronaldo yang bisa memengaruhi Felix secara emosi. Kemudian agen Felix, Jorge Mendes, sering terlibat kerja sama dengan Bianconeri. Mendes berperan mendatangkan CR7 ke Turin.
Kendati diminati sejumlah raksasa, Felix mengaku ingin bertahan di Benfica. Ia senang dengan reaksi penggemar Eagles. Ia tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2I7KHRQ
May 28, 2019 at 03:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2I7KHRQ
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 22, 2019

Hutama Karya Pastikan Tol Lampung-Palembang Siap Beroperasi

Tol Bakauheni – Terbanggi Besar akan dioperasionalkan.

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG-- Menjelang Lebaran 2019, PT Hutama Karya (Persero) memastikan kesiapan Jalan Tol Trans-Sumatra untuk dilalui pemudik. Salah satunya ruas tol dari Bakauheni hingga Palembang.

Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo mengatakan melakukan kegiatan penyusuran Jalan Tol Trans Sumatra Ruas Bakauheni - Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung. Adapun tujuan dari dilakukannya kunjungan ini adalah meninjau kesiapan Jalan Tol Trans Sumatra Ruas Bakauheni – Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung, Palembang, sebelum nanti dilalui oleh para pemudik.

"Nanti ada yang operasional yaitu tol Bakauheni – Terbanggi Besar, dan juga ada yang akan kami fungsionalkan yaitu dari Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung,"  ujarnya dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id, Rabu (22/5).

Hingga saat ini progres pekerjaan konstruksi dari Terbanggi Besar hingga Kayu Agung sudah lebih dari 95 persen, sehingga sudah siap difungsionalkan dengan kondisi seluruhnya perkerasan beton atau rigid dan flexible pavement. Adapun Tempat Istirahat Sementara telah dibangun Rambu sudah terpenuhi dan Tempat Istirahat Sementara (TIS) sudah dibangun.

"Progressnya sudah 80 persen," ucapnya.

Sementara Kepala Divisi Pengembangan Jalan Tol Hutama Karya Agung Fajarwanto menjelaskan dengan difungsionalkannya ruas Terbanggi Besar – Kayu Agung dan Kayu Agung – Palembang (dikelola oleh PT Sriwijaya Markmore Persada), menandakan bahwa pada arus mudik 2019, pemudik sudah dapat melakukan perjalanan dari Lampung hingga Palembang melalui jalan tol sepanjang kurang lebih 361,06 km.

"Jalur ini terdiri dari Ruas Bakauheni – Terbanggi Besar yang telah beroperasi penuh sepanjang 140 km dan juga ruas lain yang masih fungsional yaitu Ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang sepanjang 99 km, Ruas Pematang Panggang – Kayu Agung sepanjang 87 km dan Ruas Kayu Agung-Palembang (dikelola oleh PT Sriwijaya Markmore Persada) sepanjang 34 km” ungkapnya.

Disamping itu, untuk memastikan kesiapan jalur mudik tersebut, Kepala Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol HK, J Aries Dewantoro menjelaskan pihaknya telah memersiapkan sebanyak 12 Tempat Istirahat/Rest Area dengan fasilitas berupa musholla, toilet dan SPBU Modular/Kios K/Motoris dari Bakauheni hingga Kayu Agung.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WTDpYa
May 22, 2019 at 03:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WTDpYa
via IFTTT
Share:

Sunday, May 12, 2019

Tiga Remaja Meninggal Ditabrak, Warga Bakar Mobil Pelaku

Pelaku sempat melarikan diri setelah menabrak remaja di pinggir jalan.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Tiga orang meninggal dunia dalan insiden tabrak lari di Jalan Raya Pelabuhan Jayanti KM 01, Kampung Babakan Garut, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur  Sabtu (11/5) malam. Kejadian tersebut menyebabkan amarah warga yang membakar mobil pelaku yang sempat diamankan ke Mapolsek Cidaun.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, mobil yang menabrak tiga orang remaja hingga meninggal dunia adalah jenis Honda Jazz bernopol D 17722 GX. Sementara itu tiga orang warga yang meninggal itu yakni H (14 tahun), F (15), dan A (12) yang meninggal seketika di lokasi kejadian. Dua anak lainnya mengalami luka-luka adalah L (14) dan An (11).

"Informasi yang diperoleh kejadian tabrakan sekitar pukul 19.45 WIB," ujar salah seorang warga Desa Cidamar, Diki Ismail (38) kepada wartawan Ahad (12/5). Pada saat itu kendaraan yang dikemudikan AR (25) menabrak sebanyak lima orang remaja yang tengah berada di pinggir jalan.

Warga kata Diki, tidak mengetahui penyebab dari kendaraan tersebut oleng hingga menabrak para remaja. Warga lainnya Soleh Budiman (35) mengatakan, pelaku sempat mencoba melarikan diri setelah kejadian.

Namun beberapa jam kemudian warga berhasil menangkap pelaku tersebut tidak jauh dari lokasi kejadian. Selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolsek Cidaun untuk dimintai pertanggungjawaban.

Ia mengakui warga merasa kesal dan marah dengan pelaku yang menyebabkan tiga orang remaja meninggal dunia. Terlebih pelaku tidak berhenti setelah kejadian dan melarikan diri. Sehingga warga secara spontan membakar kendaraan yang digunakan pelaku.

Warga lainnya Gunawan mengatakan, informasi yang diperolehnya mobil yang menabrak korban milik salah satu anggota kepolisian.  "Kami datang ke kantor polsek untuk meminta pelaku diusut tuntas secara hukum,’’ cetus dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VjOb8y
May 12, 2019 at 03:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VjOb8y
via IFTTT
Share:

Thursday, May 9, 2019

Spirit Ramadhan dan Perubahan

Mengambil spirit Ramadhan, jadikan momentum kali ini menuju perubahan hakiki

Bulan Ramadhan kembali menyapa. Bulan puasa nan mulia. Berkah dan rahmah berlimpah-limpah sepanjang pelaksanaannya. Puncaknya ketika derajat takwa mampu digenggam oleh individu yang menjalankan ibadah puasa. 

Perwujudan takwa skala privat berupa ketundukan terhadap perintah dan larangan Sang Pencipta, baik sebelum, selama dan sesudah Ramadhan. Begitu pula takwa secara kolektif, terpancar dari masyarakat dan Negara yang total mengambil hukum-hukum Tuhan dalam segala lini kehidupan. Maka kemashlahatan hidup akan dinikmati, kemudharatan bisa dihindari. Inilah kemewahan dunia dan akhirat bagi siapa saja yang menyakininya.

Pun takwa adalah obor perubahan. Menyalakan kesadaran masyarakat bahwa kondisi hari ini penuh ketidakberesan yang bersifat sistemik. Jauh dari nilai-nilai Islam. Segera perlu perubahan, mendesak.

Tanpa ingin mengurangi sedikit pun kesucian bulan Ramadhan, kondisi hari ini masih tidak bisa dilepaskan salah satunya dari gelaran Pemilu 2019. Yang menorehkan kisah pilu, dimana KPU mencatat petugas KPPS yang meninggal dunia hingga Sabtu (4/5) lalu bertambah menjadi 440 orang dan yang sakit berjumlah 3.788 orang.

Belum lagi proses rekapitulasi suara Pemilu yang terindikasi sarat kecurangan. Sungguh mengusik akal sehat. Menampar muka. Masihkah lisan ini bisa berkata kita sedang baik-baik saja, seolah tak terjadi apapun?

Lumrah, di tengah suasana khusyuk Ramadhan. Riuh kasak-kusuk masyarakat yang mendamba akan  perubahan. Mulai dari kalangan akar rumput, milenial, intektual hingga politisi sepakat perubahan adalah harga mati.

Muncul narasi dari beberapa tokoh bangsa, people power sebagai alternatif solusi. People power adalah sebuah kekuatan masyarakat dengan langkah-langkah inkonstitusional, menuntut penguasa  untuk meletakkan jabatannya. Dengan aksi turun jalan sebagai bentuk protes terhadap kezaliman dan ketidakmampuan penguasa menyelesaikan segala problematika Negara.

People power pernah mengisi lembaran sejarah perpolitikan Indonesia, ketika penggulingan rezim Soeharto tahun 1998. Kemudian lahir era baru, era reformasi. Wacana people power ini terus bergulir, kembali masyarakat terpolarisasi. Mendukung atau membenci. Dengan taruhan masa depan Negara dan generasi.

Sebagai Muslim, yang meyakini bahwa Rasulullah saw. adalah teladan terbaik : 

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. al-Ahzab: 21).

Wajib bagi kita berpegang atas risalah yang dibawa Rasulullah. Termasuk dalam hal perubahan, Rasulullah ketika membangun pemerintahan Islam tidak menerapkan metode people power. Namun melalui dakwah politis dan pemikiran. Tanpa kekerasan.

People power akan berbahaya tanpa ada kesadaran umum di tengah masyarakat mengenai perubahan yang hakiki. Perjuangan yang membabi buta. Berpotensi menimbulkan konflik dan perpecahan.

Mengambil spirit Ramadhan, jadikan momentum kali ini menuju perubahan hakiki. Bukan perubahan karena dorongan emosional. Takwa sebagai dasarnya. Karena suara terbanyak bukan menjadi legitimasi perbuatan itu benar dan layak untuk dilakukan, apalagi diperjuangkan. 

Pengirim: Lutfi Sobiroh, tinggal di Kota Santri Pasuruan, Jatim

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LxJCIe
May 09, 2019 at 03:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LxJCIe
via IFTTT
Share:

Monday, May 6, 2019

Pendidikan, Tanggung Jawab Siapa?

Hampir 79 tahun Indonesia merdeka masih saja kurang optimal pelayanan pendidikan.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh : Fajar, Konsultan Relawan (KAWAN) Sekolah Literasi Indonesia (SLI) Dompet Dhuafa

Tanggal 2 Mei menjadi hari sakral bagi pendidikan di Indonesia. Mengapa tidak? Pada

tanggal ini seluruh bangsa Indonesia gegap gempita merayakan momen Hari

Pendidikan Nasional, yang diambil dari hari lahir Bapak Pendidikan Indonesia, Ki

Hajar Dewantara.

Namun, apakah cukup memaknai Hari Pendidikan Nasional hanya dengan menyelenggarakan upacara di sana-sini, tanpa melihat lebih jauh perkembangan pendidikan di Indonesia? Tentu sangat miris apabila di usianya yang hampir 79 tahun ini masih ditemukan kurang optimalnya pelayanan pendidikan yang ada di Indonesia, khususnya yang berada di daerah-daerah yang jauh dari ibu kota.

Alih-alih menyediakan pelayanan pendidikan yang layak bagi masyarakat di daerah, nyatanya masih banyak ditemukan sekolah-sekolah yang belum optimal menjalankan fungsinya sebagai satuan pendidikan. Ketika melihat satuan pendidikan di daerah perkotaan yang kian marak bak jamur yang tumbuh di musim hujan, miris mengamati terbatasnya satuan pendidikan yang berada di daerah-daerah, khususnya di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Banyak ditemukan anak-anak yang harus menempuh jarak berkilo-kilometer untuk dapat memperoleh haknya, mendapatkan pelajaran dari guru. Namun, sangat disayangkan ketika para penerus bangsa sampai di sekolah, hanya seorang guru yang hadir. Atau bahkan tak ada satu pun guru yang nampak.

Lalu pertanyaannya, sebenarnya ketidakoptimalan pelayanan satuan pendidikan di

daerah menjadi tanggung jawab siapa? Sebenarnya, sudah banyak program kerelawanan yang dilaksanakan untuk membantu memenuhi kurangnya tenaga pengajar di daerah.

Sebut saja SM3T (Sarjana Mendidik di Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) besutan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain itu, program Indonesia Mengajar yang diprakarsai oleh Anies Baswedan. Kemudian muncul Sekolah Guru Indonesia di bawah naungan Dompet Dhuafa Pendidikan.

Selain program kerelawanan yang mengirimkan para tenaga pengajar di daerah, program kerelawanan yang mengirimkan konsultan pendidikan ke daerah juga sudah dilakukan oleh Dompet Dhuafa Pendidikan melalui program Sekolah Literasi Indonesia (SLI). Namun, apakah program-program ini bisa benar-benarmengubah paradigma pendidikan di daerah?

Tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Setiap program pasti punya tantangan yang berbeda. Program-program ini hanya sebagian kecil dari elemen yang ikut bertanggung jawab atas pendidikan yang ada di Indonesia.

Sukses atau tidaknya program-program seperti ini dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tentu tak lepas dari peran para pegiat lokal pendidikan dan masyarakat. Mereka adalah kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, pengambil kebijakan, instansi terkait, masyarakat, dan orang tua siswa.

Sinergitas di antara para pegiat lokal pendidikan harus dioptimalkan guna mewujudkan pelayanan pendidikan yang benar-benar diharapkan dapat mewujudkan tujuan dari pendidikan itu sendiri.

Bagaimana cara membangun sinergitas antar elemen yang ada? Ibarat sebuah bangunan, pendidikan di daerah adalah sebuah rumah, dimana bahan material bangunannya adalah para pegiat pendidikan dan masyarakat. Jika satu saja elemen yang berfungsi secara optimal, sudah dipastikan tujuan pendidikan yang diharapkan akan sulit untuk diwujudkan.

Oleh karena itu, para pegiat pendidikan dan masyarakat harus satu hati, satu

visi, dan satu aksi dalam mengemban tanggung jawab pendidikan di daerah. Apa

maksudnya?

Satu hati. Semua pegiat pendidikan dan masyarakat harus memperbaharui

niat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Jangan sampai terbersit

keinginan untuk menguntungkan kelompok tertentu atau hanya mencari peluang

untuk mendapatkan proyek-proyek pendidikan semata.

Setelah semuanya merasa satu hati, kemudian tentukan visi yang akan dicapai. Pembaharuan visi bukanlah hal yang tak diperbolehkan. Justru hal ini perlu dilakukan secara periodik, misalnya 5 tahun sekali. Hal ini bertujuan agar dapat diukur visi apa saja yang sudah tercapai dan visi baru apa yang harus dicapai.

Visi sudah disatukan, kemudian program harus disusun dan dijalankan. Satu aksi menjadi hal yang wajib dilakukan secara bersama-sama. Akan lebih baik jika semua pihak ikut serta dan menjadi penanggungjawab dari program-program yang sudah disusun. Program-program yang sudah direncanakan harus dilaksanakan secara optimal dan tak lupa dievaluasi di akhir pelaksanaan program.

Melalui tiga hal tadi, tentu tujuan pendidikan yang diharapkan dapat terwujud

secara maksimal dan tidak akan ada lagi kejadian saling menyalahkan antar pihak

jika terjadi permasalahan dalam pendidikan. Dengan demikian, mari bersinergi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WqdhUv
May 06, 2019 at 03:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WqdhUv
via IFTTT
Share:

Sunday, April 28, 2019

Kemenpar Gandeng Booking.com Promosi Wisata ke Wisman Eropa

Kemitraan ini untuk memperkuat kerja sama dengan penyedia layanan wisata online.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan Booking.com akan menjadi mitra eksklusif Indonesia dalam promosi wisata. Kemenpar menggandeng perusahaan platform bidang perjalanan terbesar dunia itu untuk mempromosikan wisata Indonesia kepada para wisatawan mancanegara (wisman) asal Eropa.

Kemitraan antara Kemenpar dan Booking.com untuk memperkuat kerja sama dengan penyedia layanan wisata online. Selain itu, kerja sama untuk menyasar akomodasi di Indonesia dalam melakukan edukasi strategi pemasaran digital.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya mengatakan, Booking.com mewadahi lebih dari 28 juta fasilitas akomodasi di seluruh dunia. Para pengunjung situs Booking.com di antaranya berasal dari Jerman, Inggris, Prancis, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Thailand, dan Taiwan.

“Kami senang dapat bermitra dengan perusahaan global seperti Booking.com untuk membantu kami mencapai tujuan ini. Kemitraan ini akan menunjukan praktik terbaik global dalam pemasaran digital untuk mendukung perkembangan akomodasi lokal dan sektor pariwisata," kata Nia dalam keterangan resmi diterima Republika.co.id, Ahad (28/4).

Ia menjelaskan, saat ini sektor pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan di Indonesia dengan total pemasukan devisa sebesar Rp 280 triliun dan telah menyerap 13 juta tenaga kerja pada 2019. “Untuk memaksimalkan sektor ini, Kementerian Pariwisata juga telah memperkenalkan Go Digital Tourism pada 2017 silam,” tambahnya.

Wakil presiden sekaligus Direktur Pelaksana Booking.com Asia-Pasifik Angel Llull Mancas mengatakan, misi Booking.com yakni untuk membuka kemungkinan penggunanya menjelajahi dunia. Sebagai platform pemasaran digital bagi jutaan mitra akomodasi di seluruh dunia, Booking.com membuka peluang bagi mereka untuk menjangkau pengguna skala global.

“Hari ini, kami dengan bangga mengumumkan kemitraan dengan Kementerian Pariwisata Indonesia,” ujar Angel.

Ia menyebut, sektor pariwisata Indonesia tengah memasuki masa puncak dan hal itu dibarengi dengan peluang yang signifikan untuk penerapan praktik digital yang lebih baik. Pada akhirnya, ia berharap, dapat menguntungkan wisatawan maupun bisnis lokal.

“Kami berharap kemitraan Booking.com dengan Kemenpar akan membantu menciptakan industri akomodasi digital dengan kapabilitas tinggi di Indonesia,” ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UFEnFv
April 28, 2019 at 03:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UFEnFv
via IFTTT
Share:

Monday, April 22, 2019

Thomas Mueller Akui Bayern Muenchen Mulai Tertekan

Muenchen hanya unggul satu poin dari Dortmund yang duduk di posisi kedua klasemen.

REPUBLIKA.CO.ID, MUENCHEN -- Butuh waktu hingga 75 menit buat Bayern Muenchen untuk bisa mencetak gol ke gawang Werder Bremen pada pekan ke-30 Bundesliga Jerman, Sabtu (20/4) waktu setempat. Die Bavarians akhirnya bisa memastikan torehan tiga angka di laga tersebut lewat gol semata wayang Nicklas Sule.

Kemenangan tipis 1-0 atas Werder Bremen ini pun terbukti krusial buat Die Bayern guna terus menjaga posisi di puncak teratas klasemen sementara Bundesliga. Pasalnya, di laga lainnya, Borussia Dortmund berhasil memetik kemenangan besar 4-0 atas Freiburg, Ahad (21/4) waktu setempat.

Berada di peringkat teratas klasemen sementara Bundesliga dengan raihan 70 poin, Muenchen hanya mengantongi keunggulan satu poin dari Dortmund, yang duduk di peringkat kedua. Alhasil, kegagalan memetik poin di empat laga sisa Bundesliga musim ini dapat berakibat fatal buat usaha Die Bayern mempertahkan titel Bundesliga.

Tekanan untuk bisa terus menang di sisa laga pada musim guna menjauh dari kejaran Dortmund pun mulai dirasakan oleh Muenchen. Kondisi ini seperti yang terjadi di laga kontra Werder Bremen. Hal itu pun diakui oleh gelandang serang sekaligus kapten Muenchen, Thomas Mueller.

''Kami mulai merasakan tekanan tersebut. Kami merasakan tekanan itu seperti halnya keinginan kami untuk bisa menjuarai Bundesliga pada musim ini. Setelah babak pertama (di laga kontra Bremen), kami meningkatkan intensitas permainan. Namun, hasil yang ada menunjukkan laga itu memang berlangsung ketat,'' ujar Mueller seperti dikutip laman resmi Bundesliga, Senin (22/4).

Sebelumnya, pelatih Muenchen Niko Kovac mengakui, Bremen merupakan lawan yang sangat sulit untuk ditaklukkan. Kendati begitu, pelatih asal Kroasia itu memuji kesabaran timnya untuk bisa membongkar pertahanan tamunya.

Kendati belum puas dengan penampilan anak-anak asuhnya, tapi Kovac tetap mengapresiasi keberhasilan timnya meraih tiga poin di laga tersebut. ''Sebenarnya, saya berharap, kami bisa mengakhiri laga dengan cepat, terutama dengan banyaknya peluang yang kami miliki. Namun, kemenangan 1-0 sudah cukup, dan kami tetap puas masih berada di posisi teratas klasemen sementara,'' jelas dia.

Setelah menghadapi Werder Bremen, Muenchen akan melakoni laga kontra Nurenberg, Hannover, RB Leipzig, dan Eintracht Frankfurt di sisa Bundesliga musim ini. ''Kami harus fokus pada permainan. Kami harus bisa menang di empat laga tersebut dan itu cukup untuk mengantarkan kami menjadi juara,'' kata pelatih yang menggantikan Jupp Heynckes pada awal musim ini.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2INmnXq
April 22, 2019 at 03:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2INmnXq
via IFTTT
Share:

Saturday, April 20, 2019

KPU Jabar: 12 Petugas KPPS Meninggal karena Kelelahan

Tugas terberat petugas KPPS ialah menyalin berbagai formulir Pemilu 2019

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menyatakan mayoritas petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) mengalami kelelahan saat bertugas karena harus menyalin berbagai formulir. Tercatat, ada 12 orang yang meninggal dunia pada saat atau seusai bertugas.

"Itu kan ada enam set. Lembarannya cukup besar. Jadi itu lima pemilihan berarti. Lima jenis pemilihan, lima jenis formulir C1, banyak itemnya. Kurang lebih ada 20 sampai 30 lembar. Kali saksi 16 partai, kali DPD jadi wajar kalau itu sangat melelahkan sekali," kata Ketua KPU Jawa Barat, Rifqi Ali Mubarok, di Gedung Sate Bandung, Sabtu (20/4).

Dia mengatakan, salah satu tugas terberat yang harus dihadapi oleh petugas KPPS ialah menyalin berbagai formulir Pemilu 2019. "Yang paling menghabiskan waktu itu nyalinnya. Jadi kan perhitungan suara selesai pukul 23.00 malam, yang lama itu nyalinnya untuk plano, nyalin ke jenis formulinya," kata dia.

Menurut dia, saat awal masa rekrutmen petugas KPPS pihaknya sudah menyampaikan sejumlah hal yang harus diterima oleh petugas KPPS dan ada test kesehatan.

"Surat kesehatan sudah. Cuma problem kita banyak yang siap jadi KPPS secara persyaratan atau memenuhi. Tapi tidak banyak yang mau. Maka kemudian yang sekarang di TPS itu adalah yang siap dan mau. Dana itu akan sangat luar biasa kesukarelaannya dengan honor tidak seberapa tapi mereka kerja full," kata dia.

Pihaknya menyatakan hingga 19 April 2019, tercatat ada 12 orang petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang meninggal dunia terkait pelaksanaan Pemilu 2019.

"Petugas KPPS di Jabar yang meninggal dunia menjadi 12 orang. Itu di sembilan kota/kabupaten," kata dia.

Ketika ditanyakan apakah pihaknya akan memberikan santunan kepada 12 orang petugas KPPS yang meninggal dunia saat atau usai bertugas, Rifqi mengatakan akan mengkaji hal tersebut.

"Itu agak susah (memberikan santunan). Itu kan tidak mengenal santunan. Bahkan tadi kita sudah koordinasi dengan pemerintah provinsi, akhirnya kita upayakan ada santunan," kata dia.

Berikut adalah nama-nama 12 petugas KPPS di Jawa Barat yang meninggal dunia.

1. Kabupaten Purwakarta, yakni Deden Damanhuri (46 tahun) dan Carman (45 tahun). Penyebab kematian mengalami pecah pembuluh darah dan kondisi badan lemah.

2. Kabupaten Bandung, Indra Lesmana alias Alex (28 tahun), penyebab kematian awalnya mengeluh merasa mual/sakit.

3. Kota Bekasi Ahmad Salahudin, Ketua KPPS TPS 081 Kelurahan Kranji Bekasi Barat, penyebab kematian tertabrak truk.

4. Kabupaten Tasikmalaya, yakni H Jeje dan Supriyanto efek Kecapaian di TPS, mempunyai riwayat jantung karena kelelahan.

5. Kabupaten Kuningan, yakni Nana Rismana karena kelelahan.

6. Kabupaten Bogor Jaenal (56 tahun), yakni kelelahan saat mengambil logistik di gudang penyimpanan

7. Kabupaten Karawang, yakni Yaya Suhaya diduga kelelahan.

8. Kota Sukabumi, yakni Tatang Sopandi (48 tahun) demam setelah beberapa hari, sebelumnya aktif membantu sortir di gudang logistik KPU

9. Kabupaten Sukabumi, yakni Idris Hadi (64 tahun) dan Usman Suparman kelelahan pada saat P2S selesai (riwayat penyakit jantung).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ULuf2X
April 20, 2019 at 03:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ULuf2X
via IFTTT
Share:

Monday, April 15, 2019

Persija tak Pilih Lawan di Piala Indonesia

Pelaksanaan Piala Indonesia sempat tertunda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persija Jakarta siap menerima tim mana saja yang bakal menjadi lawannya pada babak delapan besar Piala Indonesia. Pelaksanaan Piala Indonesia sempat tertunda termasuk karena bergulirnya Piala Presiden 2019.

"Buat saya tidak ada harus lawan si A dan si B semua sama saja. Semua lawan kuat dan berat jadinya sama saja. Sekali lagi kita terima hasil drawing apa kita siap," kata Manajer Persija, Marsma TNI Ardhi Tjahjoko dalam keterangan resminya.

Sesuai dengan jadwal, pengundian babak delapan besar Piala Indonesia bakal digelar oleh penyelenggara turnamen di Hotel Century Senayan, Jakarta, Senin (15/4).

Selain Persija, tim yang masuk delapan besar Piala Indonesia adalah Bhayangkara FC, Madura United, Persib Bandung, Borneo FC, Persebaya Surabaya, PSM Makassar, dan Bali United.

Terkait persiapan tim menghadapi babak 8 besar Piala Indonesia, pria kelahiran Madiun itu mengatakan pihaknya belum bisa bicara banyak karena harus mengetahui lawannya terlebih dahulu dan kapan laga itu bergulir. Apalagi babak delapan besar Piala Indoensia kembali berlangsung dua kali pertemuan.

"Pertama kita lihat kepastian drawing lawan siapa dan setelah itu menunggu jadwal dari PSSI. Jika itu sudah diketahui coach nantinya akan membuat rencana mengingat kami juga bermain di AFC. Intinya kami siap menghadapi jadwal padat begitu juga lawan siapapun kami siap hadapi," kata Ardhi menjelaskan.

Sementara itu salah satu pemain Persija, Riko Simanjuntak juga mengaku siap untuk menunjukkan kemampuan terbaik pada babak delapan besar. Bahkan, mantan pemain Semen Padang itu menegaskan timnya tidak akan memilih lawan.

"Siapapun lawannya kita pasti siap. Apalagi di babak delapan besar tim yang lolos adalah tim-tim yang terbaik. Kita harus mempersiapkan diri dengan baik," katanya.

Persija melaku ke perempat final usai melewati PS TIRA-Persikabo. Setelah main imbang di kandang The Young Army, Persija membukukan kemenangan di laga kedua.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UF0wJ5
April 15, 2019 at 03:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UF0wJ5
via IFTTT
Share:

Saturday, April 13, 2019

Perkuat Usaha Garam Rakyat,Pemerintah Salurkan KUR di Madura

Total KUR untuk industri garam rakyat yang disalurkan adalah Rp 68,8 miliar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan skema khusus kepada sektor usaha garam rakyat di Pamekasan, Madura, Jawa Timur Sabtu (13/4). Total KUR yang disalurkan adalah Rp 68,8 miliar kepada 2.384 debitur di enam provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, NTT, dan NTB.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, sejumlah kemudahan disertakan dalam KUR Khusus ini. Di antaranya, suku bunga rendah yakni hanya tujuh persen per tahun.

"Mekanismenya yarnen (bayar setelah panen) atau sesuai dengan satu siklus usaha," ujarnya dalam rilis yang diterima Republika.

Skema KUR Khusus adalah KUR yang diberikan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dikelola secara bersama dalam bentuk kelompok dengan off-taker perusahaan besar. Seluruh sektor usaha terbuka bagi pembiayaan KUR, sepanjang tergolong UMKM dan usahanya produktif.

Darmin menuturkan, UMKM terbukti memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional, mencapai 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, potensi UMKM untuk berkembang masih terbatas dengan salah satunya disebabkan rendahnya akses terhadap pembiayaan.

"KUR khusus diharapkan mampu mengatasi permasalahan ini," katanya.

Dari total penyaluran KUR khusus garam Rp 68,8 miliar, lebih dari 50 persennya untuk Jawa Timur, yaitu mencapai Rp 36,2 miliar kepada 1.189 debitur. Sisanya, Rp 32,3 mprovinsi lainnya (Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, NTT, dan NTB) yang diterima oleh 1.169 debitur.

Secara nasional, akumulasi penyaluran KUR Garam sejak tahun 2015 hingga 31 Maret 2019 telah mencapai Rp 17,5 miliar (0,01 persen dari total akumulasi plafon KUR) dan diberikan kepada 650 debitur. Penyaluran KUR Garam ini memang masih belum optimal Sebab, sebelumnya, penyaluran masih dibatasi sektor dan garam yang masuk dalam klasifikasi sektor pertambangan tidak masuk dalam sektor yang dapat dibiayai KUR.

Dalam pelaksanaan kali ini, Darmin mendorong penggunaan kartu pintar untuk menggantikan formulir pengajuan pinjaman KUR. Hal ini akan mempermudah petani garam hendak mengajukan pinjaman yang berulang, sekaligus memudahkan pula bagi bank penyalur untuk mengontrol tingkat kepatuhan si peminjam.

Dalam praktiknya, pinjaman tidak harus penuh sepanjang satu tahun. Bunga yang dihitung pun menyesuaikan dengan jangka waktu pinjaman. "Kalau panen dalam 6 bulan, ya langsung dibayar hutangnya, bayar bunganya pun jadi hanya 3,5 persen saja," ujar Darmin.

Darmin menambahkan, pemerintah juga akan memerintahkan BUMN PT Garam untuk meningkatkan jumlah gudang penyimpanan garam. Dengan begitu, tidak ada alasan PT Garam untuk tidak dapat menyerap produk di petani dengan harga beli yang baik pada masa panen. Dampaknya, pengepul pun tidak leluasa menekan harga di level petani.

Sementara itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong bupati dan para rektor pemimpin universitas di Madura untuk melahirkan Centre of Excellence bagi industri garam rakyat dan penerapan teknologi tepat guna hingga standarisasi produk garam rakyat di Madura. Tujuannya, agar harga beli garam dapat meningkat di tingkat pengepul.

"Dengan begitu, butiran garam bernilai laksana berlian bagi masyarakat Madura, bisa meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyatnya," tutur Khofifah.

Sejak diluncurkan skema KUR subsidi bunga tahun 2015, total akumulasi KUR yang telah disalurkan hingga 31 Maret 2019 tercatat sebesar Rp 368,8 triliun. Total tersebut disalurkan kepada 15,2 juta debitur dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) yang tetap terjaga sebesar 1,4 persen.

Pada tahun 2019, pemerintah menetapkan target plafon KUR sebesar Rp 140 triliun. Realisasi penyaluran KUR pada periode 1 Januari sampai dengan 31 Maret 2019 adalah Rp 35,2 triliun dan diberikan kepada 1,3 juta debitur.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2URObR0
April 13, 2019 at 03:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2URObR0
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 3, 2019

Refreshing di Tengah Kampanye, Jokowi Ajak Ethes ke Mal

Jokowi ingin memanfaatkan waktu selama di Solo bersama cucunya, Ethes.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Di tengah kepadatan agenda selama masa kampanye, calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan diri bermain bersama cucunya Jan Ethes Srinarendra di mal Solo Paragon, Rabu (3/4). Jokowi ingin memanfaatkan waktu selama di Solo bersama Ethes dan melepas lelah setelah melakukan kampanye di berbagai daerah.

"Iyaa, pas ada acara di sini kan (Solo). Waktu tadi satu jam kita pakai (main sama Ethes). Ya untuk refreshing sedikit sama Ethes. Main dengan Ethes refreshing," ujar Jokowi usai mengajak Ethes bermain di tempat bermain anak, Happy Time.

Berdasarkan pantauan, Jokowi bersama Ethes tiba di mal Solo Paragon pada pukul 13.12 WIB. Tampak pula Iriana Jokowi dan juga Gibran Rakabuming Raka serta istrinya Selvi Ananda. Jokowi pun tampak mendampingi cucunya bermain sejumlah permainan seperti golf, bowling, serta tembak-tembakan. Jokowi mengaku sudah lama tak bertemu dengan Ethes, yakni sekitar tiga bulan. Karena itu, cucunya tersebut sangat rindu bermain dengannya.  "Yang kangen dia (Ethes)," tambahnya. 

Saat ditanya awak media, Ethes sendiri mengaku sangat senang bertemu dan bermain dengan sang kakek.  Untuk diketahui, Jokowi dan Iriana berada di Solo selama tiga hari guna melakukan kegiatan Kepresidenan serta kampanye. Jokowi tiba di Solo pada Selasa (2/4) kemarin setelah mengunjungi Papua dan Sumatra Selatan.

Rencananya, pada malam hari nanti Presiden juga akan menghadiri peringatan Isra Miraj di GOR Pandawa Solo Baru, Sukoharjo. Sedangkan pada pagi hari tadi, Jokowi menghadiri acara silaturahim dengan Perpadi dan Gapoktan di Sragen. Jokowi baru akan melanjutkan agenda kampanyenya pada keesokan harinya, Kamis (4/4).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OI6P8c
April 03, 2019 at 03:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2OI6P8c
via IFTTT
Share:

Tuesday, March 26, 2019

Ini Indeks Kerukunan Umat Beragama di Indonesia

Indeks tersebut menunjukkan, kerukunan antarumat masih cukup baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) telah meluncurkan laporan tahunan kehidupan keagamaan di Indonesia untuk tahun 2018. Indeks kerukunan antarumat beragama di Indonesia diketahui sebesar 70.90 poin pada 2018. Hal itu menunjukan, kerukunan masih sangat terjaga di tengah masyarakat Tanah Air yang majemuk.

"Kerukunan umat beragama selama kurun waktu satu tahun 2018 itu menunjukan pada angka yang masih cukup tinggi kerukunannya," kata Kepala Puslitbang Kehidupan Keagamaan Balitbang Kemenag Muharram Marzuki kepada Republika.co.id, Selasa (26/3).

Angka indeks tersebut juga menunjukkan, adanya gangguan yang dirasakan umat agama-agama, baik secara internal maupun eksternal, tidak begitu signifikan. Pada level nasional, gangguan-gangguan tersebut dinilai tidak memengaruhi kerukunan di Indonesia.

Pada 2017, angka indeks tersebut mencapai 72,27 poin. Adapun pada 2018, angkanya sebesar 70,90 poin.

Muharram Marzuki mengakui, adanya penurunan dalam indeks tersebut dari tahun ke tahun, tetapi nilainya tidak terpengaruh. Angka untuk tahun 2018 dinilainya masih bagus.

Tidak Terimbas Insiden

Dia mencontohkan, adanya tragedi bom di Surabaya (Jawa Timur) pada Mei 2018 tidak memengaruhi kerukunan di tengah publik Tanah Air. Demikian pula dengan dinamika politik skala regional dan nasional.

"Ada bom di Surabaya kejadian tahun 2018 tapi tidak terpengaruh pada kerukunan mereka, kalau konflik menyangkut kestabilan keamanan dan politik itu kita tidak ada (konflik seperti itu) artinya itu masih dalam kategori rukun," ujar Muharram.

Dia menyampaikan, turunnya angka indeks kerukunan umat beragama bukanlah sesuatu yang mesti dicemaskan. Bagaimanapun, angka indeks tersebut perlu ditingkatkan untuk tahun-tahun mendatang. Sebab, hal itu mencerminkan terjaganya kerukunan, baik di internal agama maupun antarumat agama.

"Terkait ada hentakan (gesekan) antarumat beragama itu ibarat piring di dalam rak, enggak mungkin lah antarpiring tidak bersentuhan, selama piring itu tidak jatuh dan pecah, berarti aman," jelasnya, "Tapi dalam kondisi negara, negara kita tetap dalam kondisi sangat rukun."

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Txxh5A
March 26, 2019 at 03:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Txxh5A
via IFTTT
Share:

Mesir dan Cina Perkuat Kerja Sama Pertahanan

Hubungan Mesir dan Cina semakin erat.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pemerintah Mesir dan Cina sepakat untuk meningkatkan kerja sama pertahanan. Hal itu terjadi saat Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi bertemu Menteri Pertahanan Cina Wei Fenghe di Dewan Negara Cina pada Senin (25/3).

Selama pertemuannya dengan Wei, Sisi mengatakan bahwa Mesir berharap dapat lebih mempererat kerja sama pertahanan, penanggulangan terorisme, serta latihan militer gabungan dengan Cina. Dia menilai, hubungan bilateral yang telah dijalin selama ini telah memberikan banyak manfaat bagi kedua negara.

Sisi pun mengapresiasi perkembangan Cina. Dia mengatakan Mesir akan mendukung proyek ekonomi Belt and Road Initiative. Sisi berharap bisa meningkatkan kerja sama di bidang pembangunan infrastruktur dengan Beijing.

Sementara itu, Wei mengungkapkan bahwa persahabatan antara Cina dan Mesir memiliki sejarah yang cukup panjang. Seiring waktu, hubungan kedua negara kian erat.

Wei pun menjawab harapan Sisi dengan menyebut bahwa Cina siap meningkatkan kerja sama pertahanan dengan Mesir. “Kami bersedia bekerja sama dengan angkatan bersenjata Mesir untuk mengimplementasikan konsensus penting antara kedua pemimpin serta mengembangkan tingkat hubungan yang lebih tinggi antara kedua pasukan,” ujarnya, dilaporkan laman Xinhua.

Wei mengatakan Cina menghargai peran penting Mesir dalam masalah internasional dan regional. Cina, kata dia, akan mendukung upaya Mesir mempertahankan kedaulatannya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2YpiY6t
March 26, 2019 at 03:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2YpiY6t
via IFTTT
Share:

Wednesday, March 20, 2019

Tiga BUMN Ikut Tender Kereta Api di Pasar Afrika

Ketiga BUMN menawarkan sistem yang terintegrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT Len Industri (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT INKA (Persero) melakukan kerjasama pengembangan bisnis perkeretaapian global di kawasan Asia Pasifik, Afrika, dan kawasan lainnya. Nota kesepahaman kerjasama tersebut ditanda tangani oleh Direktur Utama Len Industri Zakky Gamal Yasin, Direktur Utama Wika Tumiyana, Direktur Utama INKA Budi Noviantoro di Gedung Wika, Jakarta, belum lama ini.

Zakky dalam keterangan resminya mengatakan, transportasi perkeretaapian merupakan core business utama PT LEN. Jadi, ia akan terus mendorong di level internasional.

"Yang kita tawarkan adalah sistem yang terintegrasi, sehingga tidak bisa jika maju sendiri-sendiri. Tahun 2018 kemarin lini bisnis transportasi menyumbangkan 68 persen dari total pendapatan perusahaan," ujar Zakky.

Zakky mengatakan, ketiga BUMN akan berkolaborasi dalam mengikuti tender proyek di luar negeri, khususnya Afrika dan Asia Pasifik. Salah satu kendalanya adalah di bidang permodalan. Proyek sudah ada tetapi fasilitas pembiayaan belum sepenuhnya mendapat dukungan.

Hadir pula dalam acara ini Direktur Pelaksana 1 Indonesia Eximbank Raharjo Adi Susanto, serta Direktur Afrika, Kemenlu RI Daniel Tumpal. Untuk kerja sama ini PT Len Industri akan berperan dalam instalasi dan pengadaan material persinyalan, telekomunikasi, substation (power), SCADA, automatic fare controller, dan portable sliding door untuk perkeretaapian.

Len Industri telah berpengalaman dalam pembangunan transportasi perkeretaapian baik Jalur Utama (mainline) di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, maupun urban transport seperti LRT Sumatera Selatan, LRT Jakarta, LRT Jabodebek serta APMS / Skytrain Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Sedangkan WIKA akan berperan sebagai kontraktor EPC international melingkupi konstruksi pekerjaan infrastruktur, termasuk stasiun, jalan rel, depo dan lainnya. Kemudian INKA dengan ruang lingkup penyediaan sarana perkeretaapian dan transportasi darat, operation, maintenance dan after sales service.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2JqM7ek
March 20, 2019 at 03:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2JqM7ek
via IFTTT
Share:

Thursday, March 14, 2019

Manajemen Persib Minta Kesabaran Bobotoh

Bobotoh melakukan upaya boikot kala Persib Bandung berhadapan dengan Perseru Serui.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bobotoh melakukan upaya boikot kala Persib Bandung berhadapan dengan Perseru Serui, dalam pertandinga terakhir babak penyisihan Piala Presiden 2019, di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (12/3) lalu. Dampaknya, meski Persib berhasil meraih kemenangan, namun stadion sepi dari penonton.

Bobotoh melakukan hal tersebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap performa Persib. Melihat hal tersebut, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Kuswara S Taryono menanggapi hal tersebut. Dia meminta Bobotoh untuk terus mendukung Persib apapun keadaannya.

"Barangkali pokoknya kita berharap, mohon kesabaran agar beri kesempatan yang maksimal kepada pelatih maupun tim untuk meracik tim," kata Kuswara di Jalan Cimanuk, Kota Bandung, Kamis (14/3).

Kuswara mengaku akan segera mungkin melakukan pertemuan dengan jajaran pelatih. Mereka akan bertemu untuk membicarakan evaluasi selama Piala Presiden dan rencana Persib selanjutnya. "Sampai saat ini kita fokus di laga Piala Indonesia, nanti kita akan tukar pikiran dengan tim pelatih pasca Piala Presiden kemarin," jelasnya.

Di sisi lain, dirigen Viking Persib Club, Yana Umar mengaku kosongnya penonton di stadion bukan bentuk boikot. Menurutnya, ada alasan lain kenapa Bobotoh tidak datang malam itu. "Soal tribun kosong bukan karena boikot, tapi karena Persib tidak masuk delapan besar dan hari kerja juga, jadi buat apa, pada males juga," kata Yana.

Menurutnya, Persib tetap mendapat dukungan dari Bobotoh. Terbukti meskipun stadion kosong, banyak Bobotoh yang tetap menonton melalui layar kaca. "Itu bentuk kekecewaan saja dengan tidak menonton langsung, bukan boikot. Karena buat apa juga kalau tidak lolos, buat hiburan saja," kata Yana.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Cjbtod
March 14, 2019 at 03:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Cjbtod
via IFTTT
Share:

Sunday, March 10, 2019

Bawaslu: Kasus Pelanggaran Pemilu di Jabar Kedua Terbesar

Hingga 5 Maret 2019 ada 6.280 pelanggaran yang bersumber dari temuan dan laporan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia menyatakan ada lima provinsi yang masuk dalam daerah terbanyak ditemukan pelanggaran Pemilu 2019. Salah satunya, adalah Provinsi Jawa Barat.

"Ada lima besar daerah terbanyak pelanggaran pemilu, di antaranya posisi pertama Jatim, kemudian disusul oleh Jabar, kemudian Sulawesi Selatan dan Sulawesi Selatan," kata Anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo seusai menjadi pemateri pada Sosialisasi Akreditasi Pemantau Pemilu di Jawa Barat, di Kota Bandung, Ahad (10/3).

Ratna yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu RI ini mengatakan, dari awal masa kampanye hingga 5 Maret 2019 tercatat ada 6.280 pelanggaran yang bersumber dari temuan dan laporan. "Dan dari jumlah itu, diketahui pelanggaran APK atau alat peraga kampanye adalah temuan terbanyak," kata dia.

Dia mengatakan, dari 6.280 pelanggaran tersebut, paling banyak adalah pelanggaran administrasi yang didominasi oleh pelanggaran APK yakni 4.695 kasus. "Kemudian urutan kedua yaitu pelanggaran pidana pemilu sebanyak 485 dan ketiga kami kategorikan pelanggaran lainnya seperti pelanggaran ASN dan juga kepala daerah," kata dia.

Dari 485 pelanggaran pidana pemilu, kata dia, sebanyak 43 kasus sudah dinyatakan berkekuatan hukum tetap atau inkrah, salah satunya kasus politik uang oleh calon anggota legislatif (caleg) DPR dari Partai Amanat Nasional (PAN) yakni artis Mandala Shoji alias Mandala Abadi. "Jadi memang, untuk pidana pemilu itu tidak hanya kami saja dari Bawaslu yang terlibat tapi juga ada dari unsur kejaksaannya," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ToxDA2
March 10, 2019 at 03:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ToxDA2
via IFTTT
Share:

Thursday, March 7, 2019

Nasdem Duga Ada Upaya Sistematis Delegitimasi Pemilu

Upaya sistematis mendelegitimasi Pemilu dengan menyebarkan hoaks kepada KPU.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai NasDem menduga ada upaya sistematis untuk mendelegitimasi pemilu menjelang pelaksanaan Pemilu 17 April 2019. Upaya itu dengan menyebarkan hoaks kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Sekarang KPU diteror dengan hoaks. Sepertinya ada upaya sistematis untuk mendelegitimasi pemilu melalui opini agar publik tidak mempercayai KPU dan hasil kerja KPU mengenai Pemilu Serentak 2019 khususnya Pemilihan Presiden," kata Ketua Bappilu Partai NasDem Effendy Choirie di Jakarta, Kamis (7/3).

Belakangan ini, KPU disudutkan dengan berita-berita hoaks. Misalnya, beredar video yang menyebutkan ada surat suara di Sumatra Utara sudah tercoblos pasangan calon nomor 01 Jokowi-KH Ma'ruf Amin. KPU Sumatra Utara sigap langsung melaporkan akun Facebook tersebut ke Polda Sumut.

Sebelumnya, ada pula isu yang menyebutkan ada surat suara sebanyak tujuh kontainer dari China tiba di Tanjung Priok, Jakarta dan surat suara tersebut sudah tercoblos nomor 01. KPU Pusat bergegas memeriksa kontainer tersebut dan hasilnya nihil alias hoaks.

Selain itu, ada pula isu KTP-el untuk orang asing seolah-olah KPU yang membolehkan pemberian KTP-el untuk orang asing. Padahal, KTP-el untuk orang asing merupakan perintah Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan.

Pasal 63 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan berbunyi: Penduduk warga negara Indonesia dan orang asing yang memiliki izin tinggal tetap yang telah berumur 17 (tujuh belas) tahun atau telah kawin atau pernah kawin wajib memiliki KTP-el.  "Jadi apa yang salah kalau orang asing punya E-KTP. Inilah kalau elite pikirannya hanya memutarbalikkan fakta. Tidak membaca undang-undang, tetapi sekadar berbunyi. Padahal itu mempertontonkan ketidaktahuannya," kata pria yang biasa disapa Gus Choi ini 

Dia mengatakan, orang asing pemegang E-KTP tentunya tidak mempunyai hak pilih di Indonesia. Dengan demikian, orang asing pemegang E-KTP juga tidak boleh terdaftar di dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Selain sejumlah berita hoaks di atas, KPU juga terus diserang seolah tidak netral ketika membolehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) menyosialisasikan program pemerintah. Alasannya ASN harus netral.

Menurut Gus Choi, netralitas ASN adalah di tempat pemungutan suara, ketika menggunakan hak pilihnya, bukan di ruang kerja. Di ruang kerja, seorang ASN adalah abdi negara, abdi masyarakat yang melaksanakan program pemerintah yang dikepalai Presiden. Jadi, di ruang kerja ASN adalah anak buah presiden.

Menurutnya, penyebaran hoaks yang diarahkan ke KPU bukan tidak mungkin merupakan sebuah skenario besar dan sistematis untuk menggerus kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu sehingga terjadi delegitimasi hasil pemilu. Ia khawatir dalam dua bulan ke depan isu-isu akan muncul lagi lebih marak di daerah lain menyangkut KPU setempat.

Isu-isu itu untuk menimbulkan kesan KPU secara keseluruhan bermasalah. "Kecurigaan ini beralasan. Sekarang KPU dibidik. Apalagi ada tekanan-tekanan ke KPU Pusat agar melakukan audit IT. Jika tidak bersih, Prabowo akan mundur. Kelihatan sekali ada agenda setting, entah oleh siapa," ucapnya.

Dengan alasan itu, katanya, polisi harus segera memproses laporan yang disampaikan KPU Sumut dan diharapkan Polda Sumut segera mengungkap pemilik akun FB tersebut. Termasuk, kemungkinan adanya aktor intelektual yang menjadi dirigen serta jaringannya.

Dalam kesempatan itu, Gus Choi pun mengajak semua pihak kembali menggunakan akal sehat dan tidak secara serampangan membuat pernyataan yang mendiskreditkan atau melemahkan KPU. "Jangan pamer kebiasaan suka tuding sana sini, menyalahkan orang lain. Ingat ya, di saat satu jari menuding orang lain, tiga jari sedang mengarah ke diri sendiri," kata Gus Choi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TlLeIr
March 07, 2019 at 03:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TlLeIr
via IFTTT
Share:

Saturday, February 23, 2019

Klinik Pendidikan MIPA Gelar Seminar Kompetisi MNR ke-14

Kompetisi ini diharapkan mampu melahirkan para juara baru di bidang matematika.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Klinik Pendidikan MIPA (KPM), lembaga penyelenggara pendidikan Matematika Nalaria Realistik (MNR) dengan ciri khas Sistem Metode Seikhlasnya (SMS), berkomitmen untuk turut ambil bagian dalam upaya mencerdaskan anak bangsa. Untuk menumbuhkembangkan minat dan bakat anak di bidang matematika, serta meningkatkan kualitas bernalar anak-anak Indonesia, Klinik Pendidikan MIPA menyelenggarakan semifinal Kompetisi Matematika Nalaria Realistik ke-14.

Acara akan diselenggarakan serentak pada 24 Februari 2019 di beberapa provinsi di Indonesia meliputi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Lampung, Jambi, dan Papua.

Melalui siaran pers KPM, tercatat ada 27.426 peserta yang merupakan siswa Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah sederajat, siswa Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah sederajat dan siswa Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah sederajat yang berhasil menembus babak semifinal. Sebagai informasi tambahan, babak penyisihan Kompetisi Matematika Nalaria Realistik ke-14 sendiri diikuti oleh 88.546 peserta.

Dengan sistem metode seikhlasnya, penyelenggaraan Kompetisi Matematika Nalaria Realistik memasuki tahun keempat belas. Dengan ikhtiar ini, Klinik Pendidikan MIPA berharap kompetisi ini dapat diikuti dan menjangkau siswa dari beragam latar belakang ekonomi sampai ke pelosok daerah. 

"Bahkan, kompetisi ini diharapkan mampu melahirkan para juara baru di bidang matematika dan mampu mendorong perubahan kualitas pendidikan matematika di Indonesia," ujar KPM dalam siaran persnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BQytLd
February 23, 2019 at 03:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BQytLd
via IFTTT
Share: