Showing posts with label 2019 at 05:21PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 05:21PM. Show all posts

Wednesday, May 29, 2019

Innalillahi, Mantan Menteri Agama Tolchah Hasan Wafat

KH Tolchah Hasan wafat di usianya yang ke-83, Rabu (29/5) siang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Menteri Agama RI di era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Tolchah Hasan wafat di usianya yang ke-83, Rabu (29/5) siang. Selama hidupnya, Kiai Tolchah juga pernah menjadi Ketua Dewan Penasehat Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI, Masduki Baidlowi mengatakan, Kiai Tolchah wafat sekitar pukul 14.00 di RSUD Saiful Anwar Malang, Jawa Timur. "Beliau wafat karena kanker tenggoran dan paru. Dan itu baru ketahuan tiga bulan terakhir ini," ujar Masduki saat ditanya Republika.co.id di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Rabu (29/5).

Masduki memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Kiai Tolchah. Mereka sama-sama berjuang lewat PBNU. Kiai Tolchah pernah menjabat sebagai Wakil Rais Aam PBNU dan sampai akhirnya menjabat sebagai Mustasyar PBNU.

"Sehingga kami punya kedekatan-kedekatan khusus. Saya ini orang yang punya hubungan juga dengan beliau sebagai pengurus Maarif. Karena, Unisma yang dibangun Kiai Tolchah itu tanah Maarif," ucap Masduki.

Selain itu, Kiai Tolchah juga merupakan pendiri Universitas Islam Malang (Unisma). Menurut Masduki, Kiai Tolchah merupakan tokoh pendidik yang baik dan motivator yang baik dalam hal pendidikan, sehingga patut diteladani oleh generasi muda saat ini.

Dalam hidupnya, tambah Masduki, tokoh NU Jawa Timur itu juga berwasiat kepada generasi-generasi setelahnya untuk menjadikan Unisma sebagai perguruan tinggi bertaraf Internasional. "Beliau mencita-citakan Unisma sebagai lembaga pendidikan terbaik di dunia," kata Masduki.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YU6LpS
May 29, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YU6LpS
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 28, 2019

Malaysia Kirim 3 Ribu Ton Sampah ke Negara Asal

Malaysia telah mengidentifikasi sedikitnya 14 negara yang kirimkan sampah.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Menteri Energi, Teknologi, Ilmu Pengetahuan, Lingkungan dan Perubahan Iklim Malaysia Yeo Bee Yin mengatakan akan mengirimkan sekitar 3.000 ton sampah plastik kembali ke negara-negara asalnya. Keputusan itu merupakan langkah terbaru yang diambil Malaysia untuk menolak sampah dari negara-negara kaya.

Yeo Bee Yin mengatakan, 60 kontainer sampah yang diimpor secara ilegal akan dikirimkan kembali ke negara asalnya.

"Kontainer-kontainer itu dibawa masuk ke sini dengan keterangan palsu serta pelanggaran-pelanggaran lain yang sudah jelas melanggar aturan hukum lingkungan kita," kata Yeo kepada para wartawan seusai meninjau pengapalan di Port Klang, di pinggiran Kuala Lumpur.

Malaysia telah mengidentifikasi sedikitnya 14 negara tempat sampah-sampah tak diinginkan itu berasal, antara lain dari Amerika Serikat, Jepang, Prancis, Kanada, Australia, dan Inggris.

Yeo mengatakan, kebanyakan warga negara-negara maju tidak sadar bahwa sampah yang mereka hasilkan, yang mereka pikir sedang didaur ulang, sebenarnya sebagian besar dibawa ke Malaysia. Di negara Asia Tenggara tersebut, sampah diproses dengan menggunakan cara-cara yang tidak membahayakan lingkungan.

Yeo mengungkapkan bahwa sebuah perusahaan pendaur ulang sampah yang berada di Inggris telah mengekspor sekitar 50 ribu ton sampah plastik ke Malaysia dalam dua tahun belakangan ini. Ia mengatakan, Malaysia akan meminta pemerintah negara-negara asing untuk menyelidiki perusahaan-perusahaan seperti itu.

"Kami meminta negara-negara maju untuk mengkaji kembali pengaturan sampah plastik dan untuk berhenti mengapalkan sampah ke negara-negara berkembang," katanya.

"Kalau kalian mengirimkan sampah ke Malaysia, kami tanpa ampun akan mengapalkannya kembali."

Malaysia sudah mengirimkan balik lima kontainer sampah plastik tercemar ke Spanyol.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WxyqiO
May 28, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WxyqiO
via IFTTT
Share:

Sunday, May 26, 2019

KAI Obral Diskon Tiket 20 Persen di Jakarta Fair

Tiket diskon diberikan untuk semua rute kecuali rute yang disubsidi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT KAI mengobral diskon pembelian tiket perjalanan selama pameran dalam Jakarta Fair 2019. Pameran berlangsung di Jakarta International Expo Kemayoran pada 22 Mei-30 Juni 2019.

"Rute ke mana saja kecuali rute yang disubsidi pemerintah," ujar staf tiket KAI Bekasi Amelia dalam Jakarta Fair Kemayoran 2019, Ahad (26/5).

KAI menyediakan dua loket yang menyediakan tiket dengan diskon khusus hingga 20 persen untuk tiket perjalanan selain pada 26 Mei hingga 16 Juni. Jadwal hari keberangkatan tiket yang didiskon adalah Senin-Kamis.

Sementara, tiket untuk pemberangkatan pada 26 Mei hingga 16 Juni 2019 akan ditawarkan dengan diskon lima persen.

Pengunjung Jakarta Fair 2019 dapat menanyakan diskon tiket pada petugas KAI yang berjaga di booth berbentuk replika lokomotif kereta dalam JI Expo Kemayoran.

Setelah itu, pengunjung akan diminta mengisi formulir pemesanan tiket. Pada stan itu, KAI menyiapkan meja panjang yang dilengkapi steker listrik dan kursi-kursi bagi pengunjung yang ingin memesan tiket.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HCsb5i
May 26, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HCsb5i
via IFTTT
Share:

Taklukan Jepang, China Boyong Piala Sudirman

Tim bulu tangkis China memboyong Piala Sudirman untuk ke-11 kalinya.

REPUBLIKA.CO.ID, NANNING -- Tim bulu tangkis China memboyong Piala Sudirman untuk ke-11 kalinya. Tim China membantai tim Jepang 3-0 di babak final Piala Sudirman 2019 yang digelar di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, China, Ahad (26/5).

Ganda putra China Li Junhui/Liu Yuchen membuka keunggulan bagi China dengan mengalahkan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe 21-18 21-10 dalam waktu 54 menit. Akane Yamaguchi membuka harapan bagi Jepang, yang ingin membawa pulang Piala Sudirman untuk pertama kalinya, dengan memenangi gim pertama 21-17 ketika berhadapan dengan Chen Yufei.

Namun, tunggal putri China dengan stamina dan kecepatan yang lebih baik itu mampu mencuri dua gim terakhir untuk poin kedua China. Akane Yamaguchi (4), yang pernah sembilan kali menang dari Chen Yufei (3), berjibaku selama 1 jam 21 menit dalam tiga gim yang sangat ketat dan terpaksa menyerah 17-21 21-16 21-17.

Tunggal putra China Shi Yuqi (2) menjadi penentu kemenangan China dengan mengatasi peringkat 1 dari Jepang Kento Momota. Tunggal putra Jepang iu tampil di bawah performa sehingga kalah dalam tiga gim 15-21 21-5 21-11 dalam waktu 1 jam 9 menit.

Pada 2015, China menjuarai Piala Sudirman untuk keenam kalinya secara beruntun. Mereka memenangi keenam final tersebut dengan skor 3-0. Mereka juga menjuarai ajang tersebut pada 2005 tanpa mengalami kekalahan di turnamen.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YR6kfV
May 26, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YR6kfV
via IFTTT
Share:

Sunday, May 19, 2019

Hanura Kubu Daryatmo Sesalkan Pernyataan OSO Soal Wiranto

OSO menjadi ketum Partai Hanura kan karena restu Wiranto pendiri partai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- DPP Partai Hanura kubu Daryatmo menyesalkan pernyataan Oesman Sapta Odang (OSO) yang menyalahkan Wiranto sebagai orang yang harus bertanggung jawab atas kegagalan partai tersebut menuju Senayan. Hanura gagal lolos karena tidak memenuhi ambang batas Parliamentary Threshold (PT) sebesar empat persen.

"Kami menyesali pernyataan yang disampaikan oleh Osman Sapta, sebab menodai puasa Ramadhan di mana kita dalam suasana meningkatkan silaturahmi dan disampaikan di hadapan Presiden, seharusnya dalam suasana ketat tata krama, itu marwahnya," kata Ketua Umum Partai Hanura Marsekal Madya (Purn) Daryatmo, di DPP Hanura, Bambu Apus, Jakarta, Ahad (19/5).

Ia mengatakan pernyataan tersebut bukan hanya menodai puasa Ramadhan. Namun, ia menambahkan, juga karena disampaikan di depan Presiden Joko Widodo saat acara buka bersama DPD RI dengan Presiden Jokowi pada Rabu (15/5).

"OSO menjadi ketum Partai Hanura kan karena restu Wiranto pendiri partai dan ketum sebelumnya, dikarenakan Wiranto diangkat oleh presiden menjadi Menko Polhukam, yang tugasnya mengkoordinasikan masalah yang berkaitan dengan politik, hukum, dan keamanan," kata Daryatmo.

Menurut dia, seiring berjalannya waktu, Partai Hanura di bawah kepimpinan OSO bukan semakin solid, tetapi terjadi perpecahan. Hal tersebut akibat model kepemimpinan yang mengabaikan mekanisme dan aturan partai dalam mengambil keputusan.

Akibatnya, kata dia, mayoritas kader militan Partai Hanura melakukan perlawanan dengan menyelenggarakan Munaslub II yang memberhentikan OSO sebagai Ketua Umum Partai Hanura. "Oleh karena itu tidak heran partai kami gagal memenuhi ambang batas PT, namun anehnya, justru OSO menyalahkan Wiranto sebagai penyebabnya," kata dia.

Ia mengatakan tanggung jawab Partai Hanura itu ada di tangan OSO dan bukan di tangan Wiranto sebagai ketua dewan pembina. "Jadi tidaklah berlebihan apabila kita menduga OSO mau lari dari tanggung jawab, dan ini membuktikan keyakinan mayoritas kader, bahwa Partai Hanura di bawah kepemimpinan OSO tidak banyak yang bisa diharapkan," katanya dalam siaran persnya.

"Untuk itu, kiranya tidaklah berlebihan juga bila kami kader dan simpatisan Partai Hanura menuntut Oesman Sapta Odang bertanggung jawab atas keterpurukan Partai Hanura pada Pemilu 2019, dengan secara kesatria mundur dari kepemimpinan Partai Hanura," kata Daryatmo.

Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odangsebelumnya mengungkapkan penyebab partainya gagal lolos ambang batas parlemen karena tindakan Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto. "Jadi ada yang bertanya, kenapa Hanura kalah, ya tanya Wiranto bukan saya. Dia yang membuat kalah kok," kata Oesman Sapta dalam acara buka puasa bersama Presiden Jokowi, di kediaman Oesman, Jalan Karang Asem, Jakarta, Rabu (15/5).

Namun, dia tidak menjelaskan apa peran Wiranto hingga menyebabkan Hanura tidak lolos ambang batas parlemen sebesar 4 persen. Oesman menegaskan bahwa tidak masalah jika partai yang dipimpinnya kalah di Pemilu 2019, namun yang terpenting pasangan capres-cawapres yang diusung Hanura menang Pemilu Presiden yaitu Jokowi-Ma'ruf.

"Biar Hanura kalah, tapi presidennya menang," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WNUL8Y
May 19, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WNUL8Y
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 7, 2019

Ulang Tahun, Anies Ingin Dimudahkan Melaksanakan Amanat

Ulang tahun jadi kesempatan Anies untuk menyampaikan terima kasih pada ibunda

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Orang nomor satu di DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, tepat pada Selasa (7/3) memasuki usia setengah abad. Di hari ulang tahunnya, Anies menginspeksi Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Anies menyempatkan berbicara pada para pedagang. Tak ada aba-aba, para pedagang itu mengucapkan dengan lantang, "selamat ulang tahun Pak Anies," yang langsung direspon senyuman oleh Anies.

Menurut dia, ketika momen ulang tahun menjadi kesempatan menyampaikan terima kasih kepada ibunda. Sebab, tak akan ada Anies yang sekarang tanpa jerih payah dan usaha sang ibu.

"Saya ketika ulang tahun, justru kesempatan untuk menyampaikan terima kasih, apresiasi kepada ibunda, karena dari beliau lah kita semua bisa seperti ini," ujar Anies kepada wartawan.

Ia juga mengaku bersyukur kepada Tuhan atas diberikannya kesehatan hingga menginjak usianya sekarang. Anies pun berharap dan meminta doa agar dimudahkan dalam melaksanakan amanah sebagai gubernur.

"Jadi kita merasa bersyukur diberikan kesehatan, dan mohon doanya agar dimudahkan dalam menjalankan amanat," kata Anies.

Di sisi lain ibunya, Aliyah Rasyid, saat ini sedang sakit. Untuk itu, ia juga meminta agar sang ibu didoakan agar cepat sembuh. Ia menuturkan, Aliyah mengalami sakit spinal cord atau permasalahan saraf dan tulang belakang. Bahkan, penyakit itu menyebabkan ibunya tak bisa bergerak sama sekali. Sehingga saat dilarikan ke Rumah Sakit Pondok Indah hanya dimungkinkan menggunakan jasa ambulans yang dipesan sendiri oleh Anies.

Ia menceritakan, tak tahu bahwa pengalamannya memesan ambulans ada yang menuliskannya hingga viral di media sosial. Sebab, Anies memesan ambulans tanpa menyertakan jabatan gubernurnya. Hingga para petugas pun sempat kaget melihat keberadaannya.

Ia menambahkan, ibunya sempat dirawat di rumah sakit selama tiga hari. Kini, di hari ulang tahunnya, sang ibu telah pulang, kembali ke tengah-tengah keluarga di rumah sejak dua hari lalu.

Bahkan, Anies mengatakan, sang ibunda meminta dirinya untuk pulang lebih cepat. Sebab, ibunya akan menyiapkan nasi tumpeng untuk merayakan bertambahnya usia Anies.

"Jadi saya sudah janji nanti pulang awal, ibu bilang mau bikin nasi tumpeng," kata dia.

Hari ulang tahun Anies diunggah di media sosial Instagram milik Pemprov DKI @dkijakarta dengan menyertakan wajah dan ucapan. Postingan itu meraup lebih dari 14 ribu tanda suka dan melebihi 800 komentar yang isinya ucapan selamat kepada Anies hingga Selasa sore.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2H5NI63
May 07, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2H5NI63
via IFTTT
Share:

Unggul Sementara, Jokowi-Maruf Belum Bentuk Tim Transisi

Tim transisi akan dibentuk setelah KPU memastikan hasil penghitungan suara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon wakil presiden (cawapres) Ma'ruf Amin mengaku belum menyiapkan tim transisi pemerintahan. Ini menyusul kemenangan perolehan suara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin berdasarkan hasil situng Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Belum orang belum ditetapkan kok transisi, nunggu lah," kata Ma'ruf Amin saat mengadakan rapat pimpinan di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta Pusat pada Selasa (7/5).

Mantan Rais Aam Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) itu mengatakan, tim akan dibentuk usai KPU memastikan kemenangan pasangan calon (paslon) 01. Dia mengatakan, bahasan itu juga belum pernah dibicarakan jika ada pertemuan dengan Presiden Jokowi atai Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Pada pemilu 2014 lalu, Jokowi membentuk tim transisi pemerintahan usai terpilih sebagai kelapa negara. Jokowi mempercayakan ketua tim transisi kepada Mantan Menteri Perindustrian era Megawati Soekarno Putri Rini M Soemarno.

Sementara empat deputinya adalah wasekjen PDIP saat itu Hasto Kristiyanto, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-JK Anies Baswedan, Akbar Faizal dan Andi Widjajanto. Sejumlah tugas yang diemban tim transisi seperti mempersiapkan hal-hal strategis berkaitan dengan APBN 2015.

Sedangkan, berdasarkan situng KPU hingga pukul 16.45 wib hari ini, Jokowi telah mengantongi 56,28 persen suara. Perolehan itu berselisih jauh dari Prabowo-Sandiaga yang mendapatkan, 43,72 persen.

Data situng baru diambil dari 570.782 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 813.350 TPS yang ada. Artinya data situng tersebut baru mencangkup 70,17 persen suara secara nasional.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YckiJi
May 07, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YckiJi
via IFTTT
Share:

Thursday, May 2, 2019

Harga Tiket Pesawat Kerek Infrasi di Kota Malang

Bulan ini, pemda diminta waspadai potensi inflasi dari bahan pangan.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Sunaryo mengungkapkan, inflasi di wilayahnya masih didominasi harga tiket pesawat. Kondisi ini serupa dengan inflasi yang diperoleh Kota Malang pada bulan sebelumnya.

Berdasarkan data BPS, inflasi Kota Malang meningkat dari 0,36 menjadi 0,44 persen. Sementara harga tiket pesawat mengalami kenaikan sebesar 11,58 persen. "Artinya ikut andil (inflasi) 0,3099 persen," kata Sunaryo kepada wartawan di Kantor BPS Kota Malang, Sukun, Kamis (2/5).

Di bulan sebelumnya, harga tiket pesawat melonjak hingga 14,12 persen. Hal ini berarti ikut andil menyumbang inflasi sekitar 0,3324 persen. Kota Malang memeroleh inflasi sebesar 0,36 persen di Maret 2019.

Menurut Sunaryo, masalah harga pesawat ini memang tidak bisa diatur oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Kendali maupun kebijakan berada di tangan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Untuk itu, Sunaryo lebih menyarankan agar pemda konsentrasi dalam menghadapi kenaikan harga di sepanjang Mei ini.

Menurut Sunaryo, Mei memiliki tren kenaikan inflasi di tahun lalu. Semula hanya 0,14 persen lalu meningkat hingga 0,29 persen. "Tahun sebelumnya sudah separuh bulan puasa, separuhnya lagi tidak tapi sudah beri kenaikan. Dan kini satu bulan penuh puasa, ini yang perlu diwaspadai," jelas Sunaryo.

Sunaryo menyarankan, agar pemda lebih fokus mewaspadai kenaikan harga pangan. Pasalnya, harga-harga komoditas tersebut acap menaik di Ramadhan dan lebaran. Selain itu, harga tersebut juga lebih bisa dikendalikan dibandingkan pesawat.

Untuk informasi, bawang putih berada pada posisi kedua sebagai penyumbang inflasi terbesar di Kota Malang. Pangan ini mengalami kenaikan sebesar 31,13 persen dengan andil inflasi 0,1369 persen. Kemudian bawang merah pun juga mengalami hal serupa dengan lonjakan hingga 25,45 persen.

"Ada juga cabai merah, telur ayam ras dan tomat sayur," kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengklaim sudah mengantisipasi segala kemungkinan kenaikan maupun penurunan harga komoditas menjelang Ramadhan. Menurut Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Kota Malang, Wahyu Setianto, timnya akan terus memantau harga semua komoditas di pasar.

"Kalau ada gejolak kenaikan, kita segera mencari penyebabnya dulu. Kalau penyebabnya karena kelangkaan barang di pasar, kita adakan operasi pasar," kata Wahyu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Y2UuPI
May 02, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Y2UuPI
via IFTTT
Share:

Saturday, April 27, 2019

Rumah Zakat Berdayakan Petani Beras Organik di Ciamis

Rumah Zakat bersama para petani binaannya memanen 1.750 kg Gabah Kering Giling..

REPUBLIKA.CO.ID, CIAMIS -- Rumah Zakat terus melakukan misinya untuk memberdayakan Indonesia. Pemberdayaan yang dilakukan berdasarkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat. Pertanian menjadi salah satu potensi pemberdayaan di desa berdaya Kertajaya, Lakbok, Ciamis.

Rumah Zakat sejak tahun 2018 fokus melakukan pemberdayaan kepada para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Kertajaya sejahtera. Kamis (25/4) lalu, Rumah Zakat bersama para petani binaannya memanen 1.750 kilogram (kg) Gabah Kering Giling (GKG) atau setara dengan 1 ton lebih padi.

Ini adalah kali kedua padi organik dipanen. Menurut Fasilitator Desa Berdaya Kertajaya awal mula pemberdayaan dilakukan sejak Maret 2018 lalu, dengan pemberian modal pada tiga petani.

"Pada maret 2018 Rumah Zakat memberikan bantuan program petani berdaya Kepada 3 penerima manfaat Dengan hasil panen pertama waktu itu 700 kg, Alhamdulillah panen kali ini meningkat," ujar Fasilitator Rumah Zakat, Asep Yana Supriatna, seperti dalam siaran pers.

Asep juga menuturkan jumlah petani yang dibina olehnya kini bertambah menjadi lima petani. Pemberdayaan petani di Desa Berdaya kertajaya dilakukan dari hulu ke hilir, artinya tidak hanya pemberian modal untuk petani saja namun hasil pertanian dari para petani juga kemudian dijual melalui Bummas Kertajaya Berdaya yang dioperasikan oleh warga kertajaya dan dibina oleh fasilitator Rumah Zakat.

Bummas Kertajaya Berdaya pun diresmikan berbarengan dengan Panen Raya oleh Kepala desa Kertajaya Bpk. Rosdianan. Kepala Desapun memberikan paresiasi yang positif atas program peberdayaan yang dilakukan di Desa Kertajaya

"Saya mengapresiasi program Rumah Zakat terutama Bummas Kertajaya Berdaya dengan produknya beras organik dan pupuk organik. Semoga Bummas ini bisa menjadi sarana meningkatkan ekonomi di Desa Kertajaya," ujarnya.

Ini hanya salah satu cerita tentang pengelolaan zakat menjadi sebuah kegiatan produktif dan mampu memendirikan penerima zakat secara ekonomi secara berkelanjutan. Setidaknya Rumah Zakat telah melalukan hal serupa di 1.452 Desa Berdaya Rumah Zakat diseluruh Indonesia.

Hal ini juga sekaligus membuktikan bahwa zakat mampu memberdayakan umat. Zakat Anda mampu menjadi satu upaya mengentaskan kemiskinan dan memberikan satu jembatan penyelenggaraan ekonomi produktif.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IJUfoZ
April 27, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IJUfoZ
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 23, 2019

Pertamina Tambah Penyaluran BBM ke SPBU Satu Harga Mentawai

Penambahan pasokan mencapai lebih dari dua kali lipat dari sebelumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, KEPULAUAN MENTAWAI -- Pertamina Marketing Operation Region (MOR) menambah penyaluran pasokan BBM ke empat lembaga penyalur BBM Satu Harga di Kepulauan Mentawai. Branch Marketing Manager Sumbar Riau, Aribawa, mengutarakan penambahan mencapai lebih dari dua kali lipat dari sebelumnya.

Sejak 2018 penyaluran BBM ke Kepulauan Mentawai dilaksanakan dua hingga tiga kali dalam sebulan, sebanyak lebih dari 50 ribu liter. Sekarangmasing-masing mendapat penambahan sebanyak 100 ribu liter Premium dan 32 ribu liter Biosolar per bulan.

''Kami menambah penyaluran kepada empat SPBU BBM Satu Harga di Kepulauan Mentawai. Sejak 2018, masyarakat di wilayah Mentawai telah menikmati hadirnya BBM Satu Harga,'' kata Ariwibawa, melalui keterangan pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (23/4).

Empat lembaga penyalur BBM Satu Harga beroperasi di Sipora Utara (PT Ekindo Putra Andalas), Sipora Selatan (PT Rimata Saibi Jaya), Siberut Utara (PT Ekindo Putra Andalas) dan Siberut Selatan (PT Energi Saibi Jaya).

Pengiriman BBM ke Mentawai menggunakan kapal SPOB (Self Propeller Oil Barge) Sumber Jaya 07. Dengan penambahan ini, total penyaluran ke SPBU Satu Harga di Mentawai sekarang mencapai 400 ribu liter Premium dan 128 ribu liter Biosolar per bulan.

Dalam waktu dekat, lanjut Aribawa, Pertamina akan meningkatkan pelayanan dengan menambah SPBU di Sipora Utara. "Kami berharap dengan nanti bertambahnya satu SPBU di Sipora Utara, akses energi masyarakat makin mudah,"  ujar dia.

Penambahan pasokan BBM ke Kabupaten Kepulauan Mentawai ini direspon positif oleh warga. Salah satu warga warga Desa Gosainan  Kepulauan Mentawai, Andi mengatakan ia selalu beli BBM di SPBU Satu Harga karena lebih hemat ketimbang sebelumnya.

"Dulu harga Premium bisa Rp 9 ribu sampai RP 10 ribu. Sekarang sudah sama, Rp. 6.450," ucap Andi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IOQVYV
April 23, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IOQVYV
via IFTTT
Share:

Sunday, April 21, 2019

Benarkah Kartini Dipingit?

Mengapa Kartini bisa mengunjungi rumah Asisten Residen Jepara di seberang alun-alun.

Oleh: Priyantono Oemar

Melihat pintu masuk, kesan upacara yang akan dilangsungkan di gedung itu sudah didapat. Motif dekorasi keraton yang sederhana dan pigura emas yang lebar dengan foto RA Kartini, menjadi penanda upacara apa yang akan segera digelar di Sekolah Van Deventer Solo itu pada Ahad malam, 21 April 1929.

De Sumatra Post 4 Mei 1929 melaporkan, PAH Mangkunegoro VII juga hadir di acara peringatan 50 Tahun RA Kartini atas inisiatif Solosche Van Deventervereniging itu. Dari keluarga Kartini hadir RA Santoso dan RMH Soemarto. Foto besar RA Kartini berbingkai emas hadiah dari Mangkunegoro VII itu seperti penanda "sangkar emas" yang dulu mengurung Kartini remaja.

Suatu hari, Kartini terpecah konsentrasi belajarnya ketika teman Belandanya, Lesty, sibuk belajar bahasa Prancis di jam istirahat ketimbang bermain. Namun, Kardinah di buku Tiga Saudara, mengaku teman-teman di sekolah kebanyakan Belanda peranakan. "Jarang sekali yang bukan Belanda Indo. Anak Jawa juga hamper tidak ada," tulis Kardinah.

Lesty mengutarakan alasannya, tak akan diperbolehkan pergi ke Belanda bila tidak bisa berbahasa Prancis. Ketika dewasa, Kartini juga belajar bahasa Prancis. Ngasirah, ibu kandung Kartini yang anak mandor tebu dan guru mengaji, bisa berbahasa Prancis tetapi tak pernah dipakainya.

Lalu Lesty bercerita tentang cita-citanya, yang membuat Kartini tercekat ketika memintanya bercerita tentang cita-cita. Setelah sekian lama bengong memandang Lesty, Kartini berujar pendek sambil menggelengkan kepala, "Tak tahu."

Pengalaman hari itu membuat Kartini gelisah. Ia akan menghadapi kenyataan setelah sekolah akan dipingit menunggu ada orang tua laki-laki yang melamarnya. Kelak, Sulastri –kakak perempuan pertamanya— mengalami hal itu terlebih dulu.

Saat sudah dipingit, dan keinginan Kartini tidak dipenuhi ayahnya, ia akan mengurung diri di kolong dipan di kamarnya, menahan rasa malu dan memendam pilu. Bagaimanapun, Kartini harus menjalaninya dengan segala kenakalannya.

Meski dipingit, Kartini masih sering bersyukur. Dari kamarnya, ia bisa menikmati 'musik alam'. "Kalau kami menikmati nyanyian unggas, atau lagu musik yang merdu yang kami hayati sepenuh hati, maka kami pun bersyukur bahwa Tuhan tidak menciptakan kami tuli!" tulis Kartini pada 10 Juni 1901.

Bila Kartini dan adik-adiknya di Klein Scheveningen, mereka bisa menikmati pemandangan sinar keemasan matahari yang terpantul dari permukaan laut. Scheveningen adalah nama pantai rekreasi di Belanda, dipakai Kartini untuk menamai pantai di utara Jepara.

"Tempat tenang di pantai laut yang memikat hati, tempat segala sesuatu yang bernapaskan keheningan, ketenangan, dan keagungan, tempat matahari terbenam dengan sangat indahnya, maka tiada habis-habisnya kami mengucap syukur, bahwa mata kami tidak cacat dan dapat memandang segala kegembiraan."

Pada 18 Mei 1901, gerhana matahari terjadi di Jawa, ahli dari berbagai dunia datang. Tapi Kartini hanya bisa menyaksikan sebentar, karena langit kemudian berawan lalu hujan lebat. Kecewa tentu saja, tapi hujan itu ditunggu-tunggu para petani. "Ayah gembira sekali dengan hujan lebat yang berguna bagi sawahnya."

Di hari Ahad, Kartini sering diajak ayahnya mengunjungi warga, baik ketika ada warga yang sakit, ada kebakaran, ada panen, ada paceklik, ada shalat meminta hujan, ataupun ketika ada perayaan Idul Fitri. Kartini juga pernah ikut menanam padi. 

Ia membaca koran "De Locomotief" yang menjadi bacaan pengusaha Belanda yang suka mengkritik pemerintah Hindia Belanda. Koran ini kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat Jawa.

Dari koran ini pula, sepertinya Kartini mendapatkan informasi kejadian-kejadian buruk rakyat Jawa di luar kabupatennya. Ia misalnya, pernah menulis surat bercerita tentang kelaparan yang menimpa rakyat Demak dan Grobogan. Pengetahuannyaa tentang dunia di luar wilayah kabupatennya. "Luas dan mengagumkan dibandingkan dengan masa dan usianya," puji Pramoedya Ananta Toer.

Ia tidak menyukai koran yang hanya mengabarkan hal remeh-temeh seperti kebakaran dan pencurian. Di nota "Berilah Orang Jawa Pendidikan" yang ia tulis untuk pemerintah, Januari 1903, ia mengaku lebih senang jika pengelola penerbitan memuat hal-hal yang dapat "memperluas pandangan, mencerdaskan pikiran, dan memuliakan rasa hati. Sama sekali bukan surat abar yang memuat berita kebakaran, pencurian dan pembunuhan, dan caci maki anonim dan sanjung puji berlebihan."

Meski Kartini mengaku mendapat dukungan dari pers, Pramoedya Ananta Toer menyebut Kartini sebagai single fighter ketika memperjuangkan keinginannya menaikkan derajat rakyat. Namun Pram memaklumi karena di masa itu "bukan saja karena belum ada massa yang mendukungnya, juga karena taraf perjuangan waktu itu belum sampai pada pembentukan massa sebagai jalan kea rah pembentukan berkekuatan serta kekuasaan."

Maka, ketika ia ingin mendapatkan dukungan yang kuat agar keinginannya bisa terealisasi, ia merelakan diri menjadi madu Bupati Rembang, hal yang semula ia tentang keras. Dengan memiliki istri penguasa ia berharap suaminya bisa mendorong percepatan realisasi cita-citanya.

Kartini pintar menangkap aspirasi rakyat kecil. Ia menanggalkan gelar kebangsawanannya, dan memakai gelar tertingginya sebagai "hamba Allah" sama seperti rakyat kebanyakan yang memeluk Islam. Untuk menemukan keunggulan rakyat kecil, ia juga menoleh dongeng dan nyanyian rakyat. Baginya, seperti tertuang di surat tertanggal 20 Agustus 1902, "orang Jawa yang kecil, paling kecil pun adalah puitik."

Maka, mereka menjadi bahan cerita yang menginspirasi perjuangannya, yang kemudian ia tuliskan melalui penanya. Meski kadang meledak-ledak, Kartini dinilai Pram tetap menjaga batas-batasa kesopanan dalam tulisan-tulisannya.

Kartini tentu menyadari hal itu,karenanya di surat tertanggal 30 Sepetember 1901, ia menegaskan, "Perihal kurangnya penguasaan bahasa saya untuk sekehendak hati saya, mungkin itu lebih baik bagi saya. Siapa tahu apa yang sebenarnya baik akan menjadi sesuatu kejahatan apabila ditulis oleh pena yang tidak bijaksana, tidak berpengetahuan dan pemarah."

Sejak kecil, Kartini memang memiliki jiwa yang meledak-ledak. Ia misalnya tak mau berpuasa lagi dan menolak belajar mengaji karena ketika ia bertanya kepada guru ngajinya, guru ngajinya tak bisa mengartikan ayat-ayat Alquran yang disuruh ia baca.

Ia sempat merasa jengah dengan agamanya sendiri dan tercerahkan lewat ajaran agama lain yang ia dapat dari sahabat Belandanya dan bacaan Injilnya. Ia membaca Injil berbahasa Melayu dan membaca ajaran Buddha, sebelum di kemudian hari ia bertemu dengan Kiai Soleh Darat yang fasih menjelaskan arti Alquran.

RM Notosuroto memuji Kartini, bangsawan Pakualaman yang mendirikan Perhimpunan Hindia di Belanda, tetapi memilih opsi Indonesia lebih baik menjadi bagian Belanda daripada merdeka. "Dari bagian kehidupan kalbunya ini kita dapat mengenal garis-garis watak Kartini yang menyebabkan ia menjadi permata toleransi, kesadaran harga diri, dan penghargaan terhadap kebajikan yang juga berasal dari ornag-orang lain," ujar dia seperti dikutip Pram di Panggil Aku Kartini Saja.

Saat menjadi pimpinan Perhimpunan Hindia, Notosuroto pada 24 Desember 1911 menegaskan, pemikiran Kartini dijadikan pedoman bagi Perhimpunan Hindia. Seperti dikutip Bataviaasch Nieuwsblad, Notosuroto menganggap pemikiran Kartini sebagai satu-satunya yang mampu menyelamatkan orang-orang Jawa dan menemukan gemanya di benak para pemuda Perhimpunan Hindia.

Maka, di Amsterdam, air mata Nyonya De Booij-Boissevain jatuh di podium ketika ia pada 22 Desember 1913 menguraikan kisah perjuangan Kartini yang berujung pada kematiannya setelah menjadi ibu. Hadirin menyimak momen tragis Kartini yang diceritakan Nyonya De Booij yang pernah menerima dua kali surat dari Kartini itu.

"Banyak telinga yang juga terlihat lembab di aula," tulis Bataviaasch Nieuwsblad, yang kemudian dilanjutkan Nyonya De Booij dengan ajakan menyokong pendanaan Kartini Fonds untuk membantu sekolah Kartini di Hindia Belanda.

Ini, lanjut koran itu, adalah bukti bagaimana seorang idealis yang meninggal telah menaklukkan banyak hati. De Booij berkenalan dengan Kartini ketika Kartini berkunjung ke Bogor.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ILXnji
April 21, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ILXnji
via IFTTT
Share:

Saturday, April 13, 2019

Addie MS Terkesan dengan Konser Putih Bersatu

Konser Putih Bersatu dimeriahkan sederet artis dan selebritas Tanah Air

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musisi Addie MS terkesan dengan Konser Putih Bersatu yang dihadiri ratusan ribu orang pada Sabtu (13/4). Acara ini dimeriahkan oleh penampilan sederet musisi serta selebritas Tanah Air.

"Seramai-ramainya massa, ini yang mungkin buat saya intens ramainya. Artinya dari segi jumlah manusianya, keceriaannya, sejumlah manusia memenuhi kompleks GBK," ujar dia kepada Antara di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (13/4). Selain untuk mendukung pasangan calon presiden nomor urut 01, Konser Putih Bersatu bagi Addie MS adalah wadah masyarakat untuk berterima kasih kepada Joko Widodo (Jokowi).

"Ini seperti waktunya kita, minimal diri saya untuk berterima kasih kepada seorang yang namanya Pak Jokowi. Ternyata spirit berterima kasih, spirit bersatu dengan sesama bangsa yang mungkin belum tentu mendukung bapak Jokowi, tetapi kita semua bersuka cita bersama," kata suami dari penyanyi Memes itu.

Konser Putih Bersatu dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dengan menghadirkan penampilan sejumlah musisi di panggung besar di dalam Stadion Gelora Bung Karno. Sejumlah penyanyi yang tampil di antaranya Tina Toon,Harvey Malaiholo, dan Lita Zein. Mereka membawakan lagu Bendera yang dipopulerkan grup musik Cokelat, dilanjutkan dengan Gebyar-Gebyar yang dinyanyikan bersama rocker Candil.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GjVWam
April 13, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GjVWam
via IFTTT
Share:

Thursday, April 11, 2019

Dovizioso Ingin Kembali Cicipi Podium Sirkuit Austin

Seteru Dovizioso, Marc Marquez, tak pernah terkalahkan sejak 2013 di Austin.

REPUBLIKA.CO.ID, TEXAS -- Pembalap MotoGP tim Ducati, Andrea Dovizioso, mengincar target tertinggi di seri balap Sirkuit Austin, Texas, Amerika Serikat Senin (15/4) dini hari WIB. Sejak 2015, pria asal Italia itu belum pernah kembali merasakan podium.

Hasil impresif pada dua balapan terakhir membuat dirinya percaya diri. Dengan finis ketiga di Argentina dan menjadi juara di Qatar, Dovi yakin dapat meraih kembali singgasana podium meski akan diperolehnya dengan cara yang sulit.

"Cara kami bekerja di Argentina akan menjadi bekal penting untuk balapan selanjutnya di Austin," kata Dovizioso seperti dilansir Crash, Kamis (11/4).

Saat ini di klasemen sementara, Dovizioso hanya terpaut empat poin dari sang pemuncak, Marc Marquez, yang tidak pernah terkalahkan sejak 2013 di Austin. Sadar akan lawan berat, Dovi tak ambil pusing dan memilih percaya diri menjalani balapan. "Walaupun sirkuitnya tak cocok dengan kami, saya percaya diri ketika kami berimprovisasi seperti di Argentina, maka hasil maksimal akan didapat," tegasnya.

Di satu sisi, Sirkuit Austin memang dikenal sebagian besar pembalap sebagai sirkuit yang paling sulit. Membentang sepanjang 5,5 km, sirkuit dengan nama COTA itu hanya memiliki total trek lurus dengan panjang 1,2 km.

Beratnya trek Austin dibenarkan oleh pembalap kawakan Yamaha, Valentino Rossi, yang menyebut Sirkuit Austin adalah lintasan tersulit di ajang balap MotoGP.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UdSeTv
April 11, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UdSeTv
via IFTTT
Share:

Saturday, April 6, 2019

LSI Denny JA: Perindo Paling Pontensial Tembuh PT 4 Persen

Elektabilitas Perindo mengungguli partai-partai pendahulunya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua belas hari jelang pemilihan Partai Perindo sudah berada di urutan enam besar.  Elektabilitas Perindo mengungguli partai-partai pendahulunya.

Hasil survei nasional terbaru LSI Denny JA, elektabilitas Perindo melampaui PAN, PPP, Nasdem dan Hanura yang telah menjadi kontestan Pemilu 2014. Di antara partai baru, elektabilitas partai berlambang rajawali biru ini paling tinggi.

Dalam survei pada Maret 2019 itu, elektabilitas Perindo sebesar 3,9 persen. Angka ini sama dengan PKS. Perindo menyalip PAN yang pada level 3,1 persen, PPP 2,9 persen, dan Nasdem 2,5 persen.

Peneliti LSI Denny JA Rully Akbar mengatakan Perindo menjadi satu-satunya partai baru yang paling potensial menembus PT 4 persen. Selain elektabilitas yang sudah sangat tipis dengan batas PT, survei juga memiliki margin of error yang bisa mendongkrak elektabilitas Perindo.

"Jika margin of error dinaikkan ke atas atau dibulatkan ke atas, maka Perindo memiliki peluang lolos PT. Berbeda dengan tiga partai baru lainnya masih cukup berat untuk lolos PT seandainya margin of error nya dinaikkan," kata Rully di Kantor LSI Denny JA, Jakarta, dalam siaran persnya, Jumat (5/4).

Dalam survei itu, posisi parpol teratas masih diduduki PDI-Perjuangan dengan elektabilitas 24,6 persen, disusul posisi kedua yakni Gerindra 13,4 persen, kemudian ketiga ada Golkar 11,8 persen, keempat Partai Demokrat 5,9 persen, dan kelima PKB sebesar 5,8 persen.

Tak hanya itu, Rully membeberkan setidaknya ada enam partai yang terancam tidak lolos apabila mesin politiknya tidak bekerja ekstra. Enam partai tersebut, yakni Hanura yang memperoleh elektabilitas 0,9 persen, Berkarya 0,7 persen, PSI 0,2 persen, PBB 0,2 persen, PKPI 0,1 persen, dan Garuda 0,1 persen.

Sebelumnya, survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) menyebut elektabilitas Perindo mencapai 4,7 persen. Perindo juga menjadi partai baru yang paling berpeluang lolos parlemen.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2uQTod3
April 06, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2uQTod3
via IFTTT
Share:

Thursday, April 4, 2019

DMI: Pemakmuran Masjid akan Lebih Terukur dengan ISO 9001

Pengurus masjid selama ini kerap kesulitan mengukur kemakmuran masjidnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam proses mendapatkan predikat International for Standardization (ISO) 9001:2015. Bila DMI bisa meraihnya, hal itu akan menunjang upaya pemakmuran masjid di seluruh Indonesia. Sebab, adanya standar mutu dalam pengelolaan masjid akan memudahkan sebagai tolok ukur.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Pemuda DMI Ahmad Syarifuddin. Dia menuturkan, pengurus masjid kerap kesulitan bagaimana mengukur kemakmuran masjidnya. Selama ini, belum ada instrumen yang dapat digunakan untuk menilai secara komprehensif.

"Itulah mengapa kita mengupayakan ISO ini," kata Ahmad Syarifuddin kepada Republika.co.id, Kamis (4/4).

Melalui berbagai perangkat dalam ISO, lanjut Syarifuddin, ada kemudahan bagi pengurus masjid untuk memakmurkan masjid. DMI bisa membuat semacam formulir yang perlu diisi pengurus masjid.

Formulir ini dapat menjadi data awal bagi pengurus masjid untuk mengambil suatu kebijakan yang tepat sasaran bagi jamaah dan masyarakat sekitar.

Misalnya, terang Syarifuddin, ada masjid yang menentukan target jamaah shalat Subuh dalam sebulan itu berjumlah 100 orang. Dalam proses pemenuhan target ini, pengurus masjid diharuskan melakukan rekapitulasi tiap hari. Bila yang tercapai hanya 70 atau 80 orang, maka pengurus bisa mengambil strategi baru agar target tadi tercapai.

"Ini akan menjadi bahan penilaian tiap bulan atau tiap pekan tergantung komitmen pengurusnya. Nanti kita standarkan manajemennya apakah tiap bulan atau bagaimana. Agar peningkatan pemakmuran masjid ini ada buktinya," ucap dia.

Karena itu juga, Syarifuddin menambahkan, pemberlakuan instrumen ISO dalam pengelolaan masjid ini, supaya ada catatan yang jelas dari berbagai kegiatan di masjid. Selanjutnya agar ada Standard of Procedure (SOP) pada beberapa hal, seperti tata kelola keuangan.

"Jadi kami akan mengaktifkan SOP ini. Misalnya terkait keuangan, bagaimana SOP keuangan masjid itu," paparnya.

Syarifuddin mengungkapkan, sejauh ini sudah ada masjid yang punya predikat ISO 9001. Masjid tersebut yakni Masjid Al-Ikhlas di Jatipadang, Jakarta Selatan. "Setahu saya, masjid Al-Ikhlas ini sudah dari 2007 (punya ISO), dan mereka settle untuk ISO ini. Karena kan ISO ini disertifikasi secara internasional," imbuhnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2YRWr2L
April 04, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2YRWr2L
via IFTTT
Share:

Bahaya Penyebaran Hoaks dan Al Hujurat Ayat 6

Al Hujurat Ayat 6 meminta umat Islam teliti sumber berita yang dibawa orang fasik

Sekarang ini, kemajuan teknologi informasi telah merubah perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari, merubah kebiasaan dan pola pikir. Media sosial seperti whatsapp, instagram, facebook dan yang lainnya seakan menjadi teman kita paling akrab di era digital ini. Maka tak heran jika di mana pun kita berada, akan dengan begitu mudah kita menemukan orang yang berselancar di media sosial. Baik itu orang tua, dewasa, sampai anak-anak.

Laiknya pisau bermata dua, media sosial bisa digunakan untuk hal-hal yang positif dan bisa juga sebagai alat untuk menebarkan kebencian dan berita palsu (hoaks). Namun akhir-akhir ini rasanya media sosial sebagai alat untuk menebarkan berita hoaks lebih dominan. Melalui teks, gambar, atau simbol, seseorang dengan mudah menyindir dan menertawakan orang lain.Bahkandengan sekali klik orang bisa menghina dan menyesatkan orang lain yang tak sejalan dengannyayang penting sesuai dengan selera, sesuai dengan pilihan politik yang didukungnya.

Tahun 2019 sekarang ini sebagai tahun politik menjadi bukti banyaknya berita hoaks yang bertebaran di media sosial. Apalagi mendekati 17 April nanti, hampir setiap hariberita hoaks makin gencar. Masing-masing pihak berebut opini, merasa pihaknya benar dan yang lain salah. Dengan bermodalkan jari yang tinggal klik, kejelekan orang tersebar tak tekontrol. Caci maki, fitnah, dan berita yang belum jelas sumbernya saling memperebutkan frekuensi publik, sehingga keberadaanya semakin meresahkan. 

Kenapa budaya “share” itu dengan mudah dilakukan seseorang tanpa berpikir akibat yang akan ditimbulkannya?.

Padahal, bahaya dari penyebaran berita hoaks itu sudah disinggung di dalam surat Al-Hujarat ayat 6 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)

Penjelasan ayat di atas bahwa orang fasik itu akan berkata dusta meski terkadang mereka juga dapat berbicara benar. Maka dari itu, berita yang disampaikan tidak serta merta harus diterima atau ditolak, melainkan setelah melewati tahap tabayyun.Islam mengajarkan kepada kita agar jangan percaya begitu saja terhadap berita dari orang lain, apalagi dari orang yang belum kita kenal. Kita harus berhati-hati dalam mencerna berita yang didapat. berita yang benar saja bisa dipahami salah, apalagi berita yang belum jelas sumbernya.

Sebagai seorang muslim, kita senantiasa harus waspada terhadap orang-orang munafik yang bersembunyi di tengah kaum Muslim yang terus membuat rencana dan tipu daya dengan cara menyebarkan berita hoax  untuk memecah kesatuan umat Islam di Negara tercinta ini. 

Keberadaan orang-orang yang menyebarkan berita hoax itu tertulis dalam firman Allah SWT dalam surat An-Nur ayat 11 yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu mengira berita bohong buruk bagi kamu bahkan ia baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapatkan balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa diantara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu, baginya azab yang besar.” (QS. An-Nur : 11)

Semoga kita terhindar dari perilaku menyebarkan apalagi pembuat berita hoax, jangan biarkan diri kita terjebak di dalamnya. Amiin…

Pengirim: Afip Miftahul Basar, M.Pd, Pendidik di SMPIT Nurul Fajri Cikarang Barat-Bekasi

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TRi7bq
April 04, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TRi7bq
via IFTTT
Share:

Menjadikan Kegiatan Berbagi Sebagai Gaya Hidup

Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa, Yuli Pujihardi

Foto: Republika TV/Surya Dinata
EMBED
Dompet Dhuafa ingin mengajak milenial berbagi bagian dari gaya hidup.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagai lembaga sosial, Dompet Dhuafa ingin mengajak generasi milenial untuk menjadikan kegiatan berbagi kebaikan sebagai tren gaya hidup.

Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa, Yuli Pujihardi mengatakan salah satunya dengan cara mendatangi sekolah maupun kafe.

Yuli berharap gerakan ini mendapat banyak dukungan dari generasi milenial.

Berikut video lengkapnya.

Videografer | Surya Dinata     Video Editor | Wisnu Aji Prasetiyo

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2YRX8sT
April 04, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2YRX8sT
via IFTTT
Share:

Sunday, March 24, 2019

Empat Kiat Sukses Ala Dian Pelangi

Berkat empat P Dian Pelangi dapat menjadi desainer sukses dan inspiratif

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah menjamurnya fesyen busana muslim, karya-karya desainer muda Dian Pelangi tetap eksis. Dian bahkan baru saja ambil bagian di gelaran New York Fashion Week bulan lalu. Perempuan kelahiran 1991 ini memberikan bocoran kiat sukses di industri fesyen. Kiat tersebut diberi nama empat P olehnya.

Passion menjadi P pertama yang disebut Dian dan yang kedua adalah pray. “Selain kita punya passion untuk bekerja dengan keras, tapi kita berdoa juga. Usaha dan doa,” kata Dian dalam acara talkshow Grand Final Coffeetone x You 2018 di Balai Kartini Jakarta, Sabtu (23/3).

P ketiga adalah persistent atau gigih. Dian menuturkan dalam menjalani bisnis sudah pasti ada jatuh bangunnya. Tidak mungkin semua berjalan mulus dari awal hingga akhir. “Kalau lihat di Instagram saya kelihatannya happy-happy saja (padahal) jatuh bangunnya ada. Makanya kita harus persistent, begitu jatuh kita bangun lagi,” ujarnya.

Terakhir, Dian melanjutkan, seorang desainer fesyen harus memiliki personality atau kepribadian yang baik. Sehingga, orang tidak hanya menikmati karya seorang desainer tapi juga terinspirasi. Sebelumnya, Dian Pelangi menjadi juri di ajang Coffeetone x You 2018 Passion to Inspire. Grand Final Coffeetone x You 2018 dilaksanakan pada Sabtu (23/3) di Balai Kartini Jakarta.

Pemenang kategori casual diraih oleh Gina Fajri Aulia, pemenang kategori sporty diraih Intan Chairanissa Lubis, dan pemenang  kategori profesional diraih oleh Zulkifli Ahmad Rasyid. Tiga pemenang utama ini mendapatkan uang tunai senilai Rp 10 juta dan magang bersama Dian Pelangi. Sedangkan pemenang terfavorit diraih oleh Siti Anifatul J.

Dian berharap semoga ke depannya ajang Coffeetone x You ini bisa membuka jalan dan peluang untuk para desainer muda berbakat yang ingin berkarya. “Saya berharap semoga menjadi batu loncatan untuk mereka yang sudah menang untuk menjadi perancang busana yang sukses di industri fesyen muslim Indonesia,” ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OqIUuc
March 24, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2OqIUuc
via IFTTT
Share:

Jika Jokowi-Maruf Menang, Haddad Alwi: Ada Banyak Shalawatan

Haddad Alwi memberikan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf.

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Musikus religi sekaligus dai kondang, Haddad Alwi, memberikan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma'ruf. Bahkan, ia mengatakan, jika Jokowi-Ma'ruf menang pada Pilpres kali ini akan banyak shalawat yang dilantunkan di negeri ini.

"Kalau Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf menang insyaAllah akan ada banyak shalawatan di negeri ini," ujar Haddad Alwi yang kemudian melanjutkan dengan lagu berjudul "Umi" di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten, Ahad (24/3) siang. 

Haddad berada di Pondok Pesantern an-Nawawi Tanara untuk turut memperingati acara Isra Mi'raj dan haul Nyai Siti Maimunah, ibunda KH Ma'ruf Amin. Dalam acara itu, Haddad Alwi mengajak sekitar 25 ribu warga Banten yang hadir untuk bershalawat bersama. Bahkan, dia juga mengajak santri untuk mengikuti lagu-lagu Islami yang ia lantunkan.

Acara tersebut dihadiri Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin dan para ulama, serta kiai yang datang dari berbagai daerah. Dalam acara itu, Kiai Ma'ruf mendoakan agar semua amal ibadah ibundanya diterima di sisi Allah. 

"Ini haul ibunda saya, yang melahirkan saya, membesarkan saya, mudah-mudahan beliau diampuni dosanya, diterima amal ibadahnya, ditempatkan di sisi-Nya," ucap Mustasyar PBNU ini.

Selain itu, ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini juga meminta doa kepada puluhan ribu santri dan warga Banten yang hadir agar berhasil menjadi Wakil Presiden, sehingga bisa memperjuangkan aspirasi umat lewat jalur struktural.

"Saya minta doa dan dukungannya karena kebetulan sekarang saya diajak Pak Jokowi," kata Kiai Ma'ruf.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HDsE8r
March 24, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HDsE8r
via IFTTT
Share:

Visa Berbayar untuk Jamaah dan TPHD yang Pernah Berhaji

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Saudi memberlakukan kebijakan baru berlakunya visa progresif bagi jamaah dan petugas tim pemandu haji daerah (TPHD) yang teridentifikasi sudah pernah berhaji.  

Baca Juga:

Direktur Pelayanan Haji dalam Negeri, Muhajirin Yanis, mengingatkan sehubungan itu, Kemenag telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama Nomor  140 Tahun 2019 tentang Pembayaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1440H/2019M dan Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 118 Tahun 2019 tentang Pembayaran Visa Bagi Jemaah Haji dan TPHD Tahun 1440H/2019M.

Dia menyebutkan, bagi jamaah haji dan TPHD yang sudah pernah berhaji akan dikenakan biaya visa sebesar SAR 2,000 atau setara Rp 7.573.340,00 dengan kurs SAR 1 senilai Rp 3.786,67. 

“Kurs tersebut berdasarkan asumsi pada saat pengesahan BPIH antara DPR dan Pemerintah bulan Februari lalu,” ujar Muhajirin dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Ahad (24/3). 

Menurut Muhajirin, proses pembayaran visa dilakukan bersamaan dengan pelunasan BPIH. Sehingga, selain harus membayar selisih BPIH, jamaah dan TPHD yang sudah pernah berhaji juga harus membayar biaya visa. 

“Pembayaran visa dilakukan bersamaan dengan pelunasan BPIH ke rekening Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada Bank Penerima Setoran (BPS) BPIH berdasarkan data Siskohat,” ucapnya.  

Jamaah dan TPHD yang dikenai visa progresif didasarkan pada data e-Hajj yang dikeluarkan Arab Saudi. Namun demikian, sebagai data awal, Kemenag akan mengidentifikasi awal melalui Siskohat. Data siskohat ini juga yang akan menjadi basis awal pengenaan biaya visa progresif yang harus dibayarkan saat pelunasan.  

Dia menyebut ada kemungkinan dalam data siskohat jamaah belum berhaji, namun di data e-Hajj sudah pernah sehingga harus membayar visa progresif. 

Jika ada yang seperti itu, maka jamaah akan diminta membayar setelah visanya keluar. Jika tidak, visa yang telah dikeluarkan bisa dibatalkan.

Sebaliknya, bila dalam data Siskohat dinyatakan berstatus haji dan membayar biaya visa, namun ternyata oleh Saudi tidak wajib membayar,  biaya visa yang telah dibayarkan akan dikembalikan lagi. Proses pengembaliannya melalui usulan Direkorat Jenderal PHU kepada BPKH.

Muhajirin mengatakan, batas waktu membayar visa bagi jamaah atau TPHD tersebut paling lambat tujuh hari setelah pemberitahuan dari Kanwil Kemenag Provinsi. Bila melewati batas waktu tersebut maka visa haji dianggap batal dan jemaah tidak dapat berangkat pada tahun berjalan.

Bagi jamaah yang batal berangkat dan sudah membayar visa, Muhajirin menegaskan biaya visanya tidak dapat dikembalikan. Yang dapat dikembalikan hanyalah BPIH yang telah dibayarkan saat setoran awal dan setoran lunas.

"Adapun bagi jemaah yang menunda keberangkatan dan termasuk yang membayar visa, maka biaya visa untuk keberangkatan berikutnya dilakukan sesuai ketentuan Arab Saudi," ujarnya.  

Berita Terkait

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Omcwsy
March 24, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Omcwsy
via IFTTT
Share: