Showing posts with label February 13. Show all posts
Showing posts with label February 13. Show all posts

Wednesday, February 13, 2019

Ikuti Wozniacki, Pliskova Mundur dari Qatar Open

Pemegang juara tahun 2017 ini jadi petenis kelima yang undur diri dari turnamen.

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Petenis putri unggulan dua Karolina Pliskova mengundurkan diri dari turnamen Qatar Total Open karena sakit akibat virus. Petenis Ceska itu telah digantikan oleh saudari kembarnya, Kristyna Pliskova.

"Suhu tubuh saya naik beberapa hari ini. Saya tidak memiliki sakit leher atau apa pun, tapi merasa sangat lelah dan otot-otot sakit sejak pagi hari meski tidak melakukan apa-apa. Saya tidak bisa bersaing 100 persen hari ini," ujar petenis berusia 26 tahun itu melansir wtatennis.com, Rabu (13/2).

Mantan petenis nomor satu dunia itu keluar dari pertandingan putaran pertama Piala Fed akhir pekan lalu. Saat itu tim Ceska kalah tipis 3-2 dari Rumania dalam pertandingan kandang di Ostrava. Saat itu ia mulai merasakan gejala sakitnya.

"Sudah sehari setelah Piala Fed, setelah saya bermain dengan Simona (Halep) melalui pertandingan super panjang dan ketat, saya merasa itu melelahkan," katanya kepada pers. "Dan sejak hari pertama (di Doha) saya merasa tidak enak dan tidak siap. Saya tak pernah merasa seperti ini. Merupakan hal normal jika merasa lelah, tentu saja, ketika Anda bepergian dan mengikuti banyak pertandingan. Tetapi saya merasa tubuh saya belum siap."

Pemegang juara tahun 2017 ini menjadi petenis kelima yang mengundurkan diri dari turnamen sejak nomor utama dilaksanakan. Petenis lainnya yang mundur antara lain Caroline Wozniacki yang juga terserang virus dan Caroline Garcia yang mengalami cedera kaki kiri.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2tmrpkK
February 13, 2019 at 10:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2tmrpkK
via IFTTT
Share:

Tabrakan Bus dan Truk Sebabkan Tiga Tewas di Banyuasin

Petugas kepolisian masih mengumpulkan data akurat terkait jumlah korban tewas

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Sedikitnya tiga orang tewas dan belasan lainnya luka-luka dalam tabrakan maut antara bus dan truk yang terjadi di Desa Lubuk Karet, Banyuasin, Sumatera Selatan. Kapolres Bayuasin AKBP Yudhi Surya Pinem mengatakan, kecelakan terjadi pukul 17:40 WIB antara bus antarkota yang berangkat dari Palembang tujuan ke Kota Sekayu dengan truk yang datang dari arah Jambi membawa kayu karet.

Tiga korban tewas sementara ini diduga penumpang dan kernet bus Cemerlang.

"Hingga kini anggota dari Lantas Polres Banyuasin masih berada di lokasi untuk evakuasi. Petugas mengatur lalu lintas karena sudah menyebabkan kemacetan," kata dia, Rabu (13/2).

Ia mengatakan, petugas kepolisian masih mengumpulkan data akurat terkait jumlah korban tewas dan luka mengingat bus ini merupakan bus antarkota.

Dalam proses evakuasi korban ini, ia menambahkan, untuk korban luka langsung dibawa ke Puskesmas Betung. Selain itu ada juga yang dibawa ke RSUD Banyuasin dibantu oleh warga sekitar.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GH6u40
February 13, 2019 at 10:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GH6u40
via IFTTT
Share:

Valentino Rossi Khawatir Lawan Dua Jebolan Akademinya

Franco Morbidelli dan Francesco Bagnaia adalah jebolan VR46 Academy.

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Pembalap MotoGP dari Yamaha Movistar, Valentino Rossi, ketar-ketir. Berkecamuk berbagai macam pikiran dalam benaknya.

Ini sehubungan dengan kehadiran dua jebolan akademinya, di MotoGP tahun ini. Keduanya adalah Franco Morbidelli dan Francesco Bagnaia.

Dua lulusan VR46 Academy itu tujuh kali juara program junior Rossi. Kini keduanya berada di kelas yang sama dengan mentornya.

Pekan lalu, saat tes pra-musim di Sepang, catatan waktu keduanya di atas sang legenda. Ini yang dikhawatirkan Rossi.

"Anda tahu, ketika kami memulai proyek akademi, dengan Pecco dengan Franco, kami tidak mengharapkan masalah ini. Kami tidak berharap pembalap kami bertarung dengan saya," kata tujuh kali juara dunia dikutip dari Motorsport.com, Rabu (13/2).

Meski demikian, ada sisi baiknya. Hal tersebut, menurut Rossi, menunjukkan keberhasilan sistem pendidikan di akademinya.

Morbidelli diminta mengomentari situasi ini. Pembalap Petronas Yamaha SRT itu mengaku merasa senang dengan keadaan ini. Bersaing dengan Rossi, menurutnya, menaikkan motivasi bertandingnya. "Melihat legenda di jalur Anda, memberi Anda kekuatan, memberi Anda motivasi untuk melakukan lebih baik," ujarnya.

Sementara, Bagnaia mendapat jatah mengendarai motor Alma Pramac Racing. Juara Moto2 tahun lalu itu juga tampil mengesankan saat tes pramusim di Sepang. Balapan resmi musim ini baru berlangsung pada pertengahan bulan depan. GP Qatar seperti biasa, jadi pembuka, tepatnya pada 10 Maret 2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GnqWY5
February 13, 2019 at 10:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GnqWY5
via IFTTT
Share:

Imigrasi Bekasi Tangkap 11 WNA Asal Afrika

10 orang di antaranya berkewarganegaraan Nigeria dan satu orang asal Ghana.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi menangkap 11 warga negara asing asal benua afrika. Kesebelas WNA tersebut di tangkap setelah mendapatkan laporan dari warga terkait adanya pergerakan warga negara asing. 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi, Petrus Teguh Aprianto, mengatakan, 10 orang di antaranya berkewarganegaraan Nigeria dan satu orang asal Ghana. Mereka diamankan langsung oleh Tim Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian di Apartemen Bekasi Center Point, Rabu (13/2) dini hari WIB. 

Para WNA tersebut, kata Petrus, diduga kuat melanggar Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Dugaan tersebut berdasarkan hasil pengecekan dokumen para WNA yang didapat oleh petugas.

Sebanyak empat WNA over stay atau tinggal melebihi izin yang diberikan Imigrasi Indonesia. Sedangkan tujuh orang lainnya tidak dapat menunjukan dokumen keimigrasian seperti paspor dan visa.

“Atas dugaan itu petugas mengamankan semuanya untuk dilakukan pendalaman,” kata Petrus dalam konferensi pers di Bekasi, Rabu sore.

Petrus mengatakan, dari tangan mereka diamankan barang bukti 10 laptop, sejumlah kartu sim dan ponsel, serta modem. Berdasarkan barang bukti tersebut, kesebelas WNA asal Afrika itu patut diduga melakukan tindakan cyber crime atau penipuan online.

“Dalam wawancara singkat, mereka mengaku mau berbisnis. Kami belum tahu bisnis seperti apa. Soal ini kita harus pelajari lebih lanjut,” tuturnya.

Lebih lanjut, Petrus menuturkan bahwa tempat tinggal mereka berpindah-pindah. Sebelum tinggal di Kota Bekasi para WNA sempat tinggal di daerah Jakarta Timur dan Jakarta Utara.  Petrus mengatakan, jika dugaan pelanggaran undang-undang terbukti, kasus tersebut akan dilimpahkan kepada pihak kepolisian untuk proses lebih lanjut.

"Mereka juga bisa dideportasi," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2I7KktJ
February 13, 2019 at 10:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2I7KktJ
via IFTTT
Share:

Kedua Capres-Cawapres Belum Miliki Program Lingkungan

Koalisi PWYP menilai Calon pejawat akan fokus pada penegakan hukum

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koordinator Nasional koalisi masyarakat Publish What You Pay (PWYP) Indonesia Maryati Abdullah menilai kedua pasangan Calon Presiden - Wakil Presiden Joko Widodo - Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, belum ada yang memiliki program nyata dalam upaya melestarikan lingkungan.

"Sepertinya dua-duanya masih absurd, dari segi dukungan terhadap lingkungan belum terlalu jelas apa langkah-langkahnya," kata Maryati di sela-sela konferensi pers, Jakarta, Rabu (13/2).

Bahkan kedua paslon, kata dia, masih menawarkan program yang mengeksploitasi lingkungan."Keduanya masih pro eksploitasi lingkungan karena masih menetapkan target fiskal, produksi sehingga tidak banyak memakai kata perlindungan lingkungan," katanya.

Maryati menambahkan, terkait isu lingkungan, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin diperkirakan akan lebih menitikberatkan pada penegakkan hukum. "Mungkin karena mereka melihat perkembangan di Kementerian LHK terkait penegakkan hukum kasus kebakaran hutan cukup baik perkembangannya tahun ini," katanya.

Ia juga menilai dalam Debat Pilpres 2019 putaran kedua nanti, Jokowi bisa memaparkan programnya secara lebih rinci karena sudah berpengalaman dalam pemerintahan. Sementara Prabowo diperkirakan akan lebih menyoroti isu pangan.

"Paslon nomor urut 01 bisa lebih mendalam (program) karena sudah merasakan (pemerintahan). Paslon nomor urut 02 belum terlalu kebayang. Tapi kalau dilihat dari latar belakang Pak Prabowo di asosiasi tani dulu yang merasakan problem riil di sektor pertanian, maka akan lebih membahas pangan," katanya.

Pada 17 Februari 2019 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar Debat Pilpres 2019 putaran kedua dengan tema Energi, Pangan, Infrastruktur, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup.

Debat Pilpres 2019 diharapkan bisa mengedukasi masyarakat untuk lebih memahami program kerja yang ditawarkan para kandidat capres-cawapres. Selain itu juga bertujuan untuk memberikan pemahaman program-program paslon kepada masyarakat yang belum menentukan pilihan atau masih dapat mengubah pilihannya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GpldBd
February 13, 2019 at 10:39PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GpldBd
via IFTTT
Share:

Febri: Taklukkan Persiwa Jadi Modal Persib Hadapi Arema

Target pertama Persib adalah memenangkan laga kandang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung akan menjamu Arema FC di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (18/2). Sebelumnya, Persib lolos setelah menaklukkan Persiwa di babak 32 besar Piala Indonesia.

Gelandang Persib Febri Hariyadi mengakui hasil positif dari laga yang berakhir dengan tujuh gol tanpa balas itu. Dia menyatakan, kini timnya lebih siap menghadapi Arema.

"Hasilnya positif, bagus. Itu juga menambah kepercayaan tim melanjutkan babak selanjutnya," kata Febri di Lapangan Sabuga, Kota Bandung, Rabu (13/2).

Febri menyatakan, target Persib adalah memenangkan laga kandang. Karena serupa dengan babak 32 besar, pada babak 16 besar ini akan dipertandingkan dua leg, yakni kandang dan tandang. "Secara pribadi saya siap, tim juga bisa maksimal menghadapi Arema. Mengamankan kemenangan," jelasnya.

Meski begitu, PSSI kembali menjadwal ulang pertandigan tersebut. Semula, pertandingan rencananya digelar pada Jumat (15/2). Namun, Febri menolak hal itu dapat menguntungkan tim, karena menurutnya, Persib siap bermain kapan saja. "Yang jelas itu bagian dari strategi pelatih. Itu bagian dari pelatih. Saya secara pribadi dan tim juga pasti lebih siap, itu porsi pelatih," katanya.

Febri berharap dengan kemenangan atas Persiwa dapat menjadi motivasi tersendiri untuk menghadapi Arema. Dia mengingatkan bahwa Persib tidak bisa meremehkan tim lawan. "Pemainnya gak jauh beda dari tahun lalu, sangat bagus juga jadi kami waspadai semua pemain, harus lebih kerja keras," tutupnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2tmthKh
February 13, 2019 at 10:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2tmthKh
via IFTTT
Share:

Bulan Depan Gaji ASN Sukabumi Langsung Dipotong untuk Zakat

Kebijakan ini dituangkan dalam bentuk peraturan wali kota (Perwal).

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI— Aparatur sipil negara (ASN) di Kota Sukabumi diarahkan untuk membayar zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Rencananya pada Maret 2019 mendatang gaji para ASN akan langsung dipotong untuk membayar zakat.  

‘’Mulai bulan depan dipotong penghasilan untuk membayar zakat,’’ ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi kepada wartawan Rabu (13/2). Hal ini sebelumnya telah diterapkan di sejumlah intansi pemerintah seperti Dinas Kesehatan dan rumah sakit. 

Namun kata Fahmi, pada Maret mendatang semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kota Sukabumi akan menerapkannya. Sehingga pengumpulan zakat ASN akan terkonsentrasi di lembaga Baznas. 

Fahmi meyakini para ASN sebelumnya sudah membayar zakat namun belum terkoordinasi di satu lembaga. Ke depan pengumpulan bisa terkonsentrasi di Baznas agar bisa diukur seberapa besar dampak pengurangan kemiskinan dengan pemberdayaan zakat.  

Menurut Fahmi, rencananya kebijakan ini dituangkan dalam bentuk peraturan wali kota (Perwal). 

Penerapan kebijakan ini sejala dengan visi pemkot yakni mewujudkan Sukabumi yang religius, nyaman dan sejahtera. Sehingga bila zakat ditunaikan diharapkan bisa mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan angka kenyamanan dan kesejahteraan

Sebelumnya, warga Kota Sukabumi diberikan kemudahan untuk membayar zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Sebabnya kini umat Islam di Kota Sukabumi bisa memanfaatkan aplikasi di media gadget yakni My QR BRI Baznas Kota Sukabumi.

‘’Teknologi informasi berkembang dengan cepat termasuk dalam hal membayar zakat,’’ ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi kepada wartawan. 

Ia menerangkan dengan aplikasi My QR ini warga akan dimudahkan untuk membayar membayar zakat, infak dan sedekah melalui sarana handphone (HP) yang dipegangnya.

Menurut Fahmi, aplikasi ini merupakan kerjasama antara Baznas Sukabumi dan BRI. Harapannya dengan kemudahan ini maka masyarakat lebih nyaman dan tertarik untuk membayakan zakat.  

Fahmi optimistis dengan kemudahan teknologi ini akan meningkatkan perolehan ZIS yang disalurkan melalui Baznas. 

Saat ini perolehan ZIS per tahunnya hanya mencapai sekitar Rp 3 miliar. Namun dengan kehadiran aplikasi dan kemudahan lainnya maka perolehan diharapkan meningkat menjadi Rp 6 miliar.

Penerapan teknologi dalam pembayaran zakat ini, ungkap Fahmi, sejalan dengan visi misi pemerintah dalam mewujudkan Sukabumi yang religius nyaman dan sejahtera. 

Bila pembayaran zakat ditunaikan maka nanti bisa menguangi angka kemiskinan dan meningkatkan angka kenyamanan dan kesejahteraan.

Ketua Baznas Kota Sukabumi, Fifi Kusumajaya, mengatakan tugas lembaganya yakni menerima dan memberikan atau mengumpulkan dan menyalurkan dana ZIS. 

“Intinya peningkatan efektivitas dari pengumpulan dan pengelolaan serta pemanfaatannya sampai kepada yang berhak,” tutur dia. n riga nurul iman

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GCIkaK
February 13, 2019 at 10:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GCIkaK
via IFTTT
Share:

Kedubes Australia Gelar Dialog Perempuan Lintas Agama

Peran wanita dalam kehidupan bermasyarakat kadang masih dipandang sebelah mata.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Kedutaan Besar Australia kembali menggelar Big Ideas, yaitu diskusi yang diadakan rutin setiap bulannya. Diskusi kali ini, mengangkat tema Women, Faith and Leadership. Acara yang digelar di Gedung Kedutaan Besar Australia, Jakarta ini, menghadirkan Komisioner Komnas Perempuan, Riri Khariroh, Ayu Kartika Dewi dari Gerakan Sabang Merauke, dan Ketua Umum Gereja Kristen Indonesia Klasis II, Pendeta Woro Tobing sebagai narasumber. 

Untuk menambah keakraban, Kedutaan Besar Australia sengaja hanya mengundang peserta perempuan dari berbagai lembaga keagamaan, baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha. Dengan harapan, para wanita dapat lebih terbuka dalam mengungkapkan pendapat mereka mengenai peran wanita dalam kepemimpinan berdasarkan kepercayaannya masing-masing. 

“Bisa dilihat bahwa sebagian besar yang hadir adalah perempuan, mempertimbangkan pentingnya topik diskusi ini kami berharap seminar ini akan menjadi wadah yang sesuai untuk dapat berbagi pengalaman secara terbuka,” kata Kepala Bagian Ekonomi, Infrastruktur, dan Investasi Kedutaan Besar Australia, Alison Duncan di depan peserta seminar, Rabu (13/2). 

Alison mengatakan, peranan wanita dalam komunitas beragama di Indonesia maupun Australia, terkadang masih menjadi perdebatan. Dialog antarumat beragama yang digelar Kedubes Australia ini, kata dia adalah tindak lanjut dari isu pentingnya dialog antaragama yang didiskusikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Menteri Australia Scott Morrison pada pertemuan Agustus 2018 lalu. 

Australia Award, lanjut Alison, juga menyediakan pendidikan jangka pendek tentang kepemimpinan bagi pemimpin senior di lingkungan Multi agama. Adapun tujuan dari program itu adalah membentuk hubungan antarumat beragama di kedua negara. Beberapa program lain, seperti program pertukaran muslim Australia-Indonesia juga menjadi program unggulan dari kedubes Australia sejak dibentuk pada 2002 silam. 

“Peran kepemimpinan wanita di kehidupan bermasyarakat, baik ekonomi, politik ataupun agama memang terkadang dipandang sebelah mata dan tidak didukung,” kata dia. 

“Saya sangat menantikan sudut pandang para panelis dan pengalaman anda sekalian menganai peran wanita dalam kepemimpinan dan keagamaan,” tutup Alison. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SvATcl
February 13, 2019 at 10:26PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SvATcl
via IFTTT
Share:

Jokowi Dorong Dialog Politik Demi Urai Krisis Venezuela

Krisis di Venezuela memang masih berlanjut hingga kini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong adanya dialog politik untuk meredam krisis ekonomi, politik, dan kemanusiaan yang terjadi di Venezuela. Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai acara penerimaan surat kepercayaan oleh 11 duta besar negara sahabat yang bertugas di Indonesia, salah satunya dari Venezuela. Retno menyebutkan, pada prinsipnya Indonesia selalu menghormati prinsip non-interference atau tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Meski begitu, Retno menyampaikan bahwa Presiden menyoroti kondisi bahwa jutaan penduduk Venezuela yang memilih meninggalkan negara tersebut. Presiden melihat bahwa kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat Venezuela untuk diperhatikan.

"Isu masalah kemanusiaan, kesejahteraan, dan lain-lain perlu mendapat perhatian dari pemerintah Venezuela. Oleh karena itu Presiden (Jokowi) berharap agar dialog penyelesaian politik dapat segera dilakukan," ujar Retno di Istana Merdeka, Rabu (13/2).

Krisis di Venezuela memang masih berlanjut hingga kini. Jatuhnya Venezuela dalam jurang krisis disebut-sebut karena sang pemimpin yakni Nicolas Maduro tak sanggup mengelola ekonomi negara dengan baik. Akhirnya pada Januari lalu, pemimpin oposisi Juan Guaido, menyatakan diri sebagai presiden. Pada hari yang sama, Washington mengakui Guaido sebagai Presiden Interim Venezuela seperti yang dilakukan negara-negara Grup Lima, kecuali Meksiko.

Maduro sendiri pertama kali memimpin Venezuela pada 2013 sepeninggal Hugo Chavez yang meninggal karena sakit kanker setelah memerintah selama 14 tahun. Venezuela merupakan salah satu produsen minyak terbesar di dunia dan memegang kepresidenan OPEC hingga 2025. Namun, ekonomi Venezuela jatuh terperosok sejak 2017 awal dan mengalami inflasi.

Inflasi Venezuela kini mencapai 1,3 juta persen dalam 12 bulan hingga November 2018, menurut sebuah studi dari Majelis Nasional yang dikendalikan oposisi. AS juga sempat menjatuhkan sanksi yang diklaim Maduro merugikan Venezuela hingga 20 miliar dolar AS, tahun lalu. Krisis ekonomi ini membuat sekitar 3 juta warga Venezuela melarikan diri dari negara itu sejak 2015.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Dy7R1C
February 13, 2019 at 10:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Dy7R1C
via IFTTT
Share:

Makna dan Kontekstualisasi Tema Tanwir 2019 Muhammadiyah

Muhammadiyah ingin mengukuhkan sikap politik kebangsaan dan bukan politik praktis.

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU— Tanwir Muhammadiyah 2019 yang akan digelar di Bengkulu pada 15 hingga 17 Februari 2019 mengangkat tema “Beragama Yang Mencerahka”.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bengkulu, Syaifullah, mengatakan beragama yang mencerahkan yang digagas Muhammadiyah memiliki makna yakni memberikan manfaat bagi kehidupan sosial, beragama, dan bernegara.  

“Beragama bukan sekadar menjalankan ibadah wajib, melainkan juga harus turut andil dan memberikan manfaat secara sosial,” jelas Syaifullah dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (13/2) di hall  lantai 6 kampus 4 Universitas Muhammadiyah Bengkulu.

Tema beragama yang mencerahkan, dalam hal ini dipilih Muhammadiyah guna melihat banyaknya yang memahami agama secara parsial, sehingga praktik beragamanya tampak kering.   

Sementara dalam hal tauhid, Syaifullah menjelaskan, itu mengandung dua unsur, adalah unsur ritual juga unsur sosial.  

Sehingga,  melalui Tanwir di Bengkulu ini Muhammadiyah ingin mengukuhkan sikap politiknya yaitu politik kebangsaan bukan politik praktis. 

Syaifullah juga menjelaskan, sidang Tanwir kali ini akan dibahas tentang peran Muhammadiyah untuk kemanusiaan global. 

"Muhammadiyah telah banyak berperan secara optimal untuk relasi-relasi kemanusiaan global. Seperti sentuhan Rohingya, Palestina," tuturnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SwKoZ1
February 13, 2019 at 10:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SwKoZ1
via IFTTT
Share:

Fabiano Beltrame Diisukan akan ke Persib

Beltrame sudah sejak tahun 2005 bermain di Liga Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, PAMEKASAN -- Bek tengah asal Brasil Fabiano Da Rosa Beltrame dikabarkan tidak lagi memperpanjang kontraknya bersama Madura United. Beltrame disebut sudah berpamitan dengan Laskar Sape Kerab setelah tiga tahun bekerja sama.

Belum diketahui akan ke mana bek 26 tahun itu berlabuh. Laman resmi Liga Indonesia pada Rabu (13/2) menyebutkan, ada sinyal Beltrame akan bergabung dengan Persib Bandung.

"Beltrame tidak jelas mengatakan akan bergabung ke klub mana. Rumor yang paling kencang adalah ke Persib Bandung," begitu laporan dari laman resmi Liga Indonesia.

Beltrame sudah sejak tahun 2005 bermain di Liga Indonesia. Klub pertamanya di sepak bola Tanah Air ialah Persela Lamongan. Setelah itu, sahabat dekat Marcel Sacramento itu pernah membela Persija Jakarta, Persmin Minahasa, Arema Cronus, dan terakhir Madura United.

Tiga tahun bersama Laskar Sape Kerab telah membuatnya dipercaya menjadi kapten tim. Tapi hal itu tak membuat Baltrame menambah durasi kontraknya dengan klub kesayangan masyarakat Madura itu.

Beltrame kabarnya juga tengah mempersiapkan proses naturalisasinya menjadi warga negara Indonesia. Karena merasa masih kuat bermain di level tertinggi, Beltrame membuka peluang tampil buat tim nasional Indonesia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2E6QPt5
February 13, 2019 at 10:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2E6QPt5
via IFTTT
Share:

Walubi Nilai Pembangunan Rumah Ibadah tak Perlu PBM

Saya pikir rumah ibadah tak diatur-atur saja, seharusnya baik-baik saja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) menilai pembangunan rumah ibadah sebaiknya tidak perlu menggunakan Peraturan Bersama Menteri (PBM). Sebab, sudah ada aparat yang mengamankan jika ada gangguan kenyamanan.

“Saya pikir rumah ibadah tak diatur-atur seharusnya baik-baik saja. Kalau menyimpang, tangkap saja, kan ada polisi,” kata perwakilan Walubi Rusli Tan kepada Republika.co.id, Rabu (13/2).

Berkaca pada pengalaman, Rusli menceritakan jumlah umat Buddha tidak banyak di Tanah Air. Karena itu, dia mengakui cukup sulit apabila ingin membangun Vihara. “Bahkan ada statement (pernyataan) membuka panti pijat lebih mudah daripada membuka Vihara. Izinnya (panti pijat) lebih cepat,” ujar dia.

Dengan alasan sebagai kaum minoritas yang berjumlah satu jutaan umat, Rusli mengatakan Walubi kerap tidak memiliki ruang. Karena itu, Walubi lebih memilih mengalah dan mengikuti kemauan mayoritas. “Kalau saya pribadi melihat, tak banyak manfaat dari PBM,” kata dia.

Rusli mengingat Presiden keempat Abdurrahman Wahid pernah mengatakan agama adalah kehidupan masing-masing umatnya. Karena itu, tidak perlu mengatur-atur, karena masing-masing memiliki aturannya. Dengan demikian, ketika ada masalah atau membuat tidak nyaman, maka ada aparat yang berwenang menangkap.

“Masyarakat sekitar bisa lapor ke polisi, apa yang diganggu. Saya pikir umat Buddha tak mungkin ganggu orang, itu Klenteng, Vihara sudah tutup sore,” kata dia.

Kendati demikian, Rusli mengatakan Walubi bukan pihak yang berhak mengatakan setuju atau tidak setuju dengan PBM tentang pendirian rumah ibadah. “Menurut saya, rumah ibadah tak perlu 'dikencangi' seperti itu, malah semua agama meminta penganutnya membangun istana Tuhan,” ujar dia.

Rusli tidak menampik keberadaan PBM kerap disalahgunakan sebagai modus tertentu. Sebab, dia mengatakan setiap pihak memiliki kepentingan. “Jangan wariskan kepada anak cucu kita kebiasaan merepotkan orang. Yang paling penting ada IMB (izin mendirikan bangunan), tak perlu lagi macam-macam,” tutur dia. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Gpj8VV
February 13, 2019 at 10:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Gpj8VV
via IFTTT
Share:

Dua Versi Cerita dari Duet Pemandu Wisata di Yerusalem

Dua pemandu wisata itu bekerja untuk agen perjalanan wisata MEJDI Tours.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM-- Di alun-alun Yerusalem, sekelompok wisatawan berkumpul menatap tembok ratapan dan kubah Shakhrah (di sebut juga kubah batu di komplek Masjid al-Aqsha). Dengan penuh perhatian mereka mendengarkan dua orang pemandu wisata. 

Pemandangan seperti itu memang umum di kota yang menjadi tujuan wisatawan dan peziarah yang ingin mengunjungi landmark agamanya itu. Tapi hal yang tak biasa adalah ketika pemandu wisatanya merupakan warga Palestina dan Israel. 

Mereka bergantian menerangkan tentang kota yang disebut orang Yahudi sebagai Yerusalem sedang bagi orang Arab atau Palestina disebut al-Quds.  

“Kita berada di Yerusalem yang merupakan ibu kota Yahudi. Kita berada di salah satu tempat paling suci di dunia bagi agama Kristen. Dan kuncinya dipegang oleh keluarga Muslim. Ketiganya hidup berdampingan,” kata Lana Zilberman, pemandu wisata berkebangsaan Israel yang berbicara pertama kali pada kelompok wisatawan itu saat sampai di Gereja Makam Kudus seperti dilansir Asharq al-Awsat pada Rabu (13/2).  

Namun rekannya yang juga pemandu wisata asal Betlehem Palestina, Noor Awad punya pandangan berbeda tentang status quo. 

Ia mengungkapkan Muslim dan Kristen di tepi barat jalur Gaza membutuhkan izin dari Israel untuk beribadah di tempat itu. 

“Bagi orang Palestina ini adalah ibukota Palestina. Namun jika Anda tak punya izin itu, kamu tak bisa datang kesini untuk beribadah. Jadi tempat ini punya peran dalam narasi dan konflik yang kita alami saat ini,” kata Awad pemandu wisata yang berusia 28 tahun.  

Kendati demikian dua pemandu wisata itu saling mendengarkan dengan sopan. Meski sesekali ada sindiran dengan mengangkat alis. Wisatawan pun membanjiri mereka dengan banyak pertanyaan. 

Dua pemandu wisata itu bekerja untuk agen perjalanan wisata MEJDI Tours dengan kemitraan  orang Israel, Palestina, Arab, dan Yahudi. Tur pekanan itu telah berlangsung sejak Oktober tahun lalu.

Di pusat kota  itu, wisatawan mengunjungi bukit yang dikenal orang Yahudi sebagai kuil gunung namun umat muslim menyebutnya tempat yang suci. Di mana di kubah Shakhrah itu terkait dengan mi'raj Nabi Muhammd. 

Di jantung Kota Tua, tur datang ke bukit yang dikenal orang Yahudi sebagai Kuil Gunung dan bagi umat Islam sebagai Tempat Suci. 

“Itu adalah peristiwa yang sangat penting, seperti dengan kisah Musa yang berbicara pada Tuhan di Gunung Sinai,” kata Awad menjelaskan. “Sepanjang jalan di bawah tanah di bawah kubah emas, sekitar 5.779 tahun lalu Tuhan menciptakan dunia. Dan 4.000 tahun lalu kami percaya Abraham datang untuk mengikat Ishak di tempat  itu,” kata Zilberman.

Berwisata dengan dua pemandu wisata dari Palestina dan Israel itu pun menambah pengalaman dan pengetahuan bagi Dave Yesus (26 tahun), seorang siswa di Long Island  New York yang turut serta hadir dalam tur itu. 

“Apa yang sebenarnya berbeda dalam narasi zionis Yahudi versus narasi Palestina ini adalah sesuatu hal yang akan saya bawa pulang. Saya ingin melihat keduanya berdampingan,” katanya. Andrian Saputra

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DEy5iP
February 13, 2019 at 10:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DEy5iP
via IFTTT
Share:

Kedubes Australia Soroti Peran Perempuan dalam Keagamaan

Peran wanita dalam komunitas beragama terkadang masih menjadi perdebatan.

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta— Kedutaan Besar Australia kembali menggelar Big Ideas, yaitu diskusi yang diadakan rutin setiap bulannya. Diskusi kali ini, mengangkat tema Women, Faith and Leadership.

Acara yang digelar di Gedung Kedutaan Besar Australia, Jakarta ini, menghadirkan Komisioner Komnas Perempuan, Riri Khariroh, Ayu Kartika Dewi dari Gerakan Sabang Merauke, dan Ketua Umum Gereja Kristen Indonesia Klasis II, Pendeta Woro Tobing sebagai narasumber. 

Untuk menambah keakraban, Kedutaan Besar Australia sengaja hanya mengundang peserta perempuan dari berbagai lembaga keagamaan, baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha. 

Dengan harapan, para wanita dapat lebih terbuka dalam mengungkapkan pendapat mereka mengenai peran wanita dalam kepemimpinan berdasarkan kepercayaannya masing-masing.  

“Bisa dilihat bahwa sebagian besar yang hadir adalah perempuan, mempertimbangkan pentingnya topik diskusi ini kami berharap seminar ini akan menjadi wadah yang sesuai untuk dapat berbagi pengalaman secara terbuka,” kata Kepala Bagian Ekonomi, Infrastruktur, dan Investasi Kedutaan Besar Australia, Alison Duncan di depan peserta seminar, Rabu (13/2).  

Alison mengatakan, peranan wanita dalam komunitas beragama di Indonesia maupun Australia, terkadang masih menjadi perdebatan. 

Dialog antarumat beragama yang digelar Kedubes Australia ini, kata dia adalah tindak lanjut dari isu pentingnya dialog antaragama yang didiskusikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Menteri Australia Scott Morrison pada pertemuan Agustus 2018 lalu.  

Australia Award, lanjut Alison juga menyediakan pendidikan jangka pendek tentang kepemimpinan bagi pemimpin senior di lingkungan multiagama. Adapun tujuan dari program itu adalah membentuk hubungan antarumat beragama di kedua negara. 

Beberapa program lain, seperti program pertukaran Muslim Australia-Indonesia juga menjadi program unggulan dari kedubes Australia sejak dibentuk pada 2002 silam.  

“Peran kepemimpinan wanita di kehidupan bermasyarakat, baik ekonomi, politik ataupun agama memang terkadang dipandang sebelah mata dan tidak didukung,” kata dia.  

“Saya sangat menantikan sudut pandang para panelis dan pengalaman Anda sekalian menganai peran wanita dalam kepemimpinan dan keagamaan,” tutup Alison. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BAH9VR
February 13, 2019 at 10:03PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BAH9VR
via IFTTT
Share:

Kemenhub Kaji Ketentuan Teknis Penggunaan GPS

GPS boleh digunakan asalkan pengemudi tidak sedang menjalankan kendaraan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan Uji Materi Penggunaan Global Positioning System (GPS) saat berkendara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan kajian terkait hal tersebut. 

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, penggunaan GPS saat berkendara dinyatakan tidak sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 106 ayat 1. Aturan tersebut menjelaskan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi. 

Sementara pada Pasal 283 menyatakan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan dipidana dengan kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu. 

Budi mengatakan Kemenhub sudah melakukan diskusi dengan guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB) dan beberapa pakar psikologi. "GPS memang dibutuhkan dan tidak melanggar regulasi, akan seperti apa pemasangannya. Penggunaannya pun tidak boleh mengganggu sehingga pengemudi bisa mengemudi dengan wajar," kata Budi di gedung Kemenhub, Rabu (13/2). 

Untuk itu, Budi menegaskan Kemenhub sedang melakukan kajian yang spesifik saat ini. Nantinya, hasil kajiannya tersebut akan diinformasikan kepada asosiasi kendaraan bermotor seperti Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo)  dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) terkait wacana pemasangan GPS di kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua. 

Budi menjelaskan, terdapat dua ketentuan terkait penggunaan GPS yaitu di mana dan oleh siapa teknologi  tersebut dioperasikan. "Pengemudi boleh menggunakan GPS, namun tidak dalam keadaan menjalankan kendaraan," tutur Budi. 

Jika ingin mengoperasikan GPS, kata dia, maka pengemudi harus menepi ke kiri dan berhenti untuk meyakinkan bahwa jalan yang dilaluinya benar. Budi mengatakan GPS juga boleh digunakan di perjalanan asalkan penumpang yang mengoperasikannya. 

Budi memastikan Kemenhub juga sudah berkoordinasi dengan Korlantas Polri terkait data yang aktual mengenai kecelakaan. "Dilihat dari tata cara penggunaan GPS oleh masyarakat, di mana tangan kanan pengemudi memegang setir sementara tangan kirinya memegang ponsel dan matanya terfokus pada ponsel merupakan hal yang sangat berbahaya," ungkap Budi. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2THPjmp
February 13, 2019 at 10:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2THPjmp
via IFTTT
Share:

KKP Jalin Sinergi Tekan Biaya Logistik Perikanan

50 persen dari total produk perikanan dikirim menggunakan transportasi udara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya mendorong penurunan biaya logistik melalui transportasi udara untuk produk perikanan. Sebab, sekitar 50 persen dari total produk perikanan didistribusikan menggunakan transportasi udara. 

Untuk meringankan biaya distribusi, KKP melalui Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) melakukan koordinasi dan sinergi dengan para pemangku kepentingan, yaitu Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Koordinator Maritim, Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya, Angkasa Pura I, dan pelaku usaha perikanan.

Direktur Jenderal PDSPKP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Rifky Effendi Hardijanto menjelaskan Garuda Indonesia menyampaikan telah mengoperasikan 1 dari 4 pesawat freighter khusus barang yang dapat dimanfaatkan. Untuk transportasi hasil perikanan menggunakan pesawat freighter akan diawali dari Ambon.

Para pelaku usaha dari Bali, Mimika dan Ambon disebut telah sepakat melakukan kerja sama pengiriman komoditas ekspor udang dari lokasi produksi menggunakan freighter Garuda dengan biaya dan volume yang disepakati kedua belah pihak. 

"Tahun ini juga akan diinisiasi hub logistik untuk ekspor ikan dari Timur Indonesia via udara bertempat di Makassar. Semua peserta rapat mendukungnya dalam penguatan sarana prasarana untuk distribusi ikan," kata Rifky, Rabu (13/2).

Rifky menjelaskan, transportasi udara sangat efektif dalam kerangka logistik karena mempersingkat waktu dan jarak. Namun, berdasarkan data dan informasi dari pihak penyedia angkutan udara, diketahui bahwa tingkat kenaikan biaya transportasi udara tahun 2019 dibandingkan dengan tahun 2018 (Januari) rata-rata mencapai 183 persen.

Terdapat beberapa indikator yang menyebabkan pihak maskapai penerbangan menaikkan tarif biaya kargo, yaitu kenaikan biaya avtur sebesar 40 persen dan pelemahan kurs rupiah hingga 14 persen.

"Kenaikan biaya ini berdampak pada kegiatan pelaku usaha perikanan sampai pada tahap penghentian usaha/ekspor hasil perikanan karena harga jual dengan produk perikanan tidak kompetitif dengan biaya logistik yang lebih dari 20 persen," kata Rifky.

Terkait perkembangan biaya transportasi logistik melalui udara, KKP bersama stakeholder menetapkan tiga langkah yang akan dilakukan. Dalam jangka pendek, akan dilakukan pengkajian struktur biaya penerbangan, konsolidasi muatan ikan, inisiasi kerja sama untuk menjamin keteraturan volume dan pengiriman.

Untuk jangka menengah akan didorong ekspor langsung dari Kawasan Timur Indonesia melalui hub Makassar sambil mengurangi double handling. "Jangka panjangnya enambah armada dan memperbaiki sarana distribusi ikan via udara, membuat hub dan spoke logisticuntuk hasil perikanan," katanya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BzjyFb
February 13, 2019 at 10:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BzjyFb
via IFTTT
Share:

PSSI Temui FAM demi Saddil Ramdani

Ratu menyadari bahwa turnamen AFF tidak masuk dalam agenda resmi FIFA.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menemui Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) demi mendatangkan Saddil Ramdani ke tim nasional (timnas) U-22 Indonesia. Saddil tidak diberikan izin oleh klubnya, Pahang FA, untuk bergabung dengan timnas U-22 yang akan bertanding di Piala U-22 AFF 2019.

"Kami langsung bernegosiasi dengan FAM. Kami meminta agar Saddil diizinkan bergabung ke timnas karena sebagai sesama negara di Asia Tenggara seharusnya tahu pentingnya Piala AFF ini seperti apa," ujar Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria, Rabu (13/2).

Ratu Tisha melanjutkan, ia menyadari bahwa turnamen AFF tidak masuk dalam agenda resmi FIFA. Akan tetapi, kompetisi itu tetap dinilai penting sebagai persiapan timnas U-22 Indonesia, juga Malaysia, menuju kualifikasi Piala U-23 Asia 2020 pada 22-26 Maret 2019.  "Jadi, kami berharap FAM memahami permintaan kami," ujarnya.

Sebelumnya, pelatih timnas U-22 Indonesia Indra Sjafri mengatakan bahwa tiga pemain yang merumput di luar negeri, yakni Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk, Polandia), Ezra Walian (RKC Waalwijk, Belanda) dan Saddil Ramdani tidak dapat bergabung dengan skuatnya.

Indra menyatakan. pihak Pahang FA hanya memberikan izin kepada Saddil untuk meninggalkan tim ke ajang Piala Asia U-23 yang merupakan turnamen FIFA dan bukannya Piala AFF U-22.

Timnas U-22 Indonesia akan berlaga di Piala U-22 AFF 2019 pada 17-26 Februari 2019 di Kamboja. Di turnamen tersebut, Indonesia bergabung di Grup B bersama Malaysia, Myanmar, dan tuan rumah Kamboja.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GG6EbR
February 13, 2019 at 09:44PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GG6EbR
via IFTTT
Share:

Moeldoko: Saat Ini Kami 'Perang Total'

Moeldoko mengatakan konsep yang digunakan TKN tidak akan meniru kubu lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Moeldoko mengungkapkan, saat ini kubu pasangan Jokowi-KH Maruf Amin masuk dalam status 'perang total'. Moeldoko mengatakan, TKN KIK akan metode berbeda untuk berkampanye di setiap daerah.

"Kita turunkan sedikit ke strategi, jadi saat ini kita menyebutnya dengan istilah dengan perang total, dimana hal-hal yang kita kenali adalah menentukan center of gravity dari sebuah pertempuran itu," kata Moeldoko di Jakarta.

Kepala Staf Kepresidenan itu mengungkapkan, TKN telah memiliki pusat grafitasi terkait pemilu 2019. Dia mengatakan, pengetahuan akan center of gravity itu membuat TKN sudah memiliki langkah-langkah yang harus diambil guna memenangi kontestasi lima tahunan ini. Kendati, Moeldoko tidak mengungkapkan lebih lanjut terkait pusat grafitasi yang dia maksud. Jenderal Purnawirawan TNI itu kemudian beralih ke konsep yang dimiliki kubu calon presiden (capres) pejawat.

Moeldoko mengatakan, konsep yang dimiliki TKN tidak akan meniru kubu lain. Dia melanjutkan, apa yang dilakukan TKN adalah betul-betul sesuatu yang baru dan bukan jiplakan. "Sehingga apa yang kami lakukan dilapangan kita pastikan bisa terlaksana dengan baik, terkontrol dan evaluasi dimana perkembangan dari waktu ke waktu," katanya.

Strategi-strategi tersebut akan dijalankan oleh semua komponen dari kekuatan TKN. Dia mengatakan, nantinya setiap daerah akan menggunakan metode yang berbeda sesuai dengan isu di tingkat lokal, tidak harus tekonsentrasi tapi karakteristik daerah memiliki karakter yang berbeda. "Itulah kira-kira yang kami lakukan, kami tidak bicara perang taktis karena itu bagian yang saya sembunyikan," tutupnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2tkjXXt
February 13, 2019 at 09:43PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2tkjXXt
via IFTTT
Share:

SMPN 08 Yogya Perjelas Tatib Soal Penggunaan Jilbab

Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 08 Yogyakarta sepakat untuk memperjelas dan mengganti tata tertib (tatib) terkait penggunaan jilbab. Keputusan itu didapat setelah melakukan koordinasi bersama siswa, komite sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.

Kepala SMPN 08 Yogyakarta, Retna Wuryaningsih mengatakan, akan ditambahkan penjelasan terkait dianjurkannya menggunakan pakaian muslimah dalam tata tertib sekolah. Dalam hal ini penggunaan jilbab di lingkungan sekolah. Di tata tertib yang lama tidak dituliskan kata 'dapat' menggunakan pakaian muslimah. Sehingga, terjadi kesalahan persepsi atas anjuran dalam tata tertib tersebut.

"Sebenarnya hanya menjabarkan dari (tata tertib) yang sebelumnya, agar tidak ada masalah. Hanya agar tidak terjadi kesalahpahaman. Kita tambahi kata dapat," kata Retna di SMPN 08 Yogyakarta, Rabu (13/02).

Dalam tata tertib yang akan diubah nanti, juga tidak akan menggunakan kata-kata 'wajib' menggunakan pakaian muslimah. Tentunya, tata tertib ini tetap akan mengacu kepada Peraturan Wali Kota (Perwal) Yogyakarta Nomor  57 Tahun 2011 tentang Pedoman Tata Tertib Sekolah.

"Tidak ada kata wajib," kata Retna.

Beberapa waktu lalu, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY telah menyerahkan laporan akhir hasil pemeriksaan (LAHP) terkait dugaan kewajiban penggunaan jilbab di SMP Negeri 08 Yogyakarta. ORI menemukan tata tertib sekolah tidak sesuai dengan Perwal.

"Dalam Perwal dia menggunakan fiksi 'dapat'. Artinya (penggunaan jilbab) itu pilihan. Tapi di tata tertib itu, kalimat yang ada kata 'dapat' tidak dicantumkan," kata Ketua ORI Perwakilan DIY, Budhi Mastury beberapa waktu lalu. Pihaknya pun meminta SMP Negeri 08 Yogyakarta untuk merevisi tata tertib tersebut. Sehingga tidak melenceng dari Perwal.

Pun, ORI juga meminta Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta untuk melakukan evaluasi. Tidak hanya SMPN 08 Yogyakarta saja, namun juga seluruh tata tertib sekolah yang ada di Yogyakarta.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GEqSTk
February 13, 2019 at 09:42PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GEqSTk
via IFTTT
Share:

Mantap Bertobat, Napi Nusa Kambangan Hapus Tato

Program hapus tato di lapas Nusa Kambangan

Foto: Republika TV/Fuji EP
EMBED
Sebanyak 73 narapidana sudah terdaftar mengikuti program hapus tato.


REPUBLIKA.CO.ID, NUSA KAMBANGAN -- Yayasan Baitul Maal (YBM) Perusahaan Listrik Negara (PLN) bersama Islamic Medical Service (IMS) menggelar program hapus tato di Lapas Kembangkuning, Nusa Kambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Beberapa narapidana yang mengikuti program hapus tato mengaku sedang hijrah untuk bertobat.

Seorang narapidana yang akrab disapa Maman (38 tahun) sedang menjalani hukuman 20 tahun penjara. Dia mulai mengenal syariat agama Islam dengan lebih baik mulai tahun 2016. Sejak saat itu keinginannya beribadah semakin kuat.

Direktur IMS, Imron Faizin mengatakan, tahun ini IMS bersama YBM PLN menggelar kembali program hapus tato di lapas. Sebanyak 73 narapidana sudah terdaftar mengikuti program hapus tato.


Berikut video lengkapnya.

  • Videografer:
  • Fuji Eka Permana
  • Video Editor:
  • Fian Firatmaja

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DFtFs2
February 13, 2019 at 09:02PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DFtFs2
via IFTTT
Share: