Showing posts with label 2019 at 08:07PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 08:07PM. Show all posts

Saturday, May 11, 2019

KPK Larang Pejabat Negara Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik

Pejabat harus memisahkan antara aset negara yang harusnya digunakan untuk tugas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melarang kepada seluruh pejabat negara, untuk tidak menggunakan fasilitas negara. Fasilitas itu termasuk mobil dinas yang dipakai untuk mudik.

"Kami ingatkan pada para pimpinan instansi lembaga agar secara tegas melakukan pelarangan penggunaan mobil dinas untuk kepentingan pribadi baik itu untuk pentingan pribadi selama Ramadan dan Lebaran," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Sabtu (11/5).

Adapun, sambung Febri, penggunaan fasilitas umtuk kepentingan pribadi misalnya digunakan untuk mudik. Menurutnya, pejabat negara harus memisahkan secara tegas antara aset-aset negara atau aset aset daerah yang seharusnya digunakan untuk pelaksanaan tugas dan bukan untuk kepentingan pribadi para pejabat ataupun pegawai negeri tersebut," tegasnya.

Selain itu, KPK juga mengingatkan kepada seluruh pejabat negara agar tidak meminta apapun namanya  tunjangan hari raya atau sumbangan-sumbangan pada pihak swasta atau pada pihak-pihak yang lain baik atas nama pribadi ataupun atas nama institusi. Karena tahun-tahun sebelumnya KPK cukup sering mendapatkan informasi ada instansi-instansi tertentu di daerah yang mengatasnamakan instansinya meminta sumbangan pada pihak pengusaha atau masyarakat yang ada di daerah tersebut. 

"Kami imbau hal tersebut tidak dilakukan karena memang tidak dibenarkan secara hukum dan apalagi pemerintah juga sudah mengalokasikan tahun ini tunjangan hari raya atau gaji ke-13 atau kebijakan-kebijakan lain yang serupa," ujarnya.

Kemudian kepada pihak swasta, KPK juga mengajak agar tidak mengalokasikan dan bahkan tidak memberikan pemberian gratifikasi atau hadiah atau dalam bentuk apapun dengan momen lebaran atau Ramadan ini pada pejabat-pejabat negara. Hal tersebut adalah gratifikasi dan dilarang oleh undang-undang.

"Jadi kami Ingatkan dan surat edaran ini juga kami sampaikan ke seluruh pimpinan instansi dan kami harap hal ini jadi pemahaman bersama bagi masyarakat dan juga bagi seluruh pegawai negeri dan penyelenggara negara," tegasnya lagi.

Sebelumnya KPK menerbitkan Surat Edaran tentang Imbauan Pencegahan Gratifikasi terkait Hari Raya Keagamaan. Surat Edaran (SE) KPK No. B/3956/GTF.00.02/01-13/05/2019 tanggal 8 Mei 2019.

"Pokoknya mengimbau agar Pegawai Negeri dan Penyelenggara Negara tidak menerima gratifikasi terkait hari raya Lebaran," kata Febri.

Febri menuturkan, nilai-nilai luhur dan tradisi untuk saling berbagi antara sesama khususnya pada hari raya agar tidak dijadikan alasan melakukan pemberian gratifikasi. Karena gratifikasi sangat mungkin menumpangi peristiwa-peristiwa agama, adat istiadat atau bahkan petistiwa duka.

Febri mengatakan, bila ada kejadian diharapkan selaku penerima gratifikasi dengan berlabel pejabat negara agar menolak jika ada pihak-pihak yang dipandang memiliki hubungan jabatan yang ingin memberikan gratifikasi. Namun jika berada dalam kondisi tidak memungkinkan untuk menolak, seperti pemberian dilakukan secara tidak langsung atau ada risiko lain, maka penerimaan gratifikasi tersebut wajib dilaporkan pada KPK dalam jangka waktu 30 hari sejak tanggal penerimaan gratifikasi.

"Penerimaan gratifikasi tersebut wajib dilaporkan pada KPK dalam jangka waktu 30 hari sejak tanggal penerimaan gratifikasi," kata Febri

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YkB20P
May 11, 2019 at 08:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YkB20P
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 1, 2019

STMIK Nusa Mandiri Juara Unsil Taekwondo Competition

Kompetisi itu diikuti ratusan atlet taekwondo dari berbagai kategori dan daerah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahasiswa STMIK Nusa Mandiri berhasil meraih medali perak dalam kejuaraan Universitas Siliwangi (Unsil) Taekwondo Competition. Ajang kejuaraan tingkat provinsi ini diikuti oleh ratusan atlet dari berbagai kategori dan daerah.

Kategori Dewasa (mahasiswa) diikuti oleh puluhan klub taekwondo dan belasan perguruan tinggi. Salah satunya, Gilang Rahmasyah, atlet taekwondo STMIK Nusa Mandiri.

Pada kejuaraan ini, Gilang telah berhasil meraih medali Perak pada kelas 80 kg. Tentunya ini sebagai kebanggaan bagi kampus STMIK Nusa Mandiri.

Gilang menyampaikan rasa bahagianya dapat memberikan sumbangsih prestasi mahasiswa bagi STMIK Nusa Mandiri diajang yang berlangsung di Tasikmalaya, Jawa Barat, 27-28 April 2019.

“Saya merasa bahagia serta sedih dapat sekali lagi ambil bagian dalam prestasi mahasiswa STMIK Nusa Mandiri. Meskipun demikian, saya harus memberikan lagi usaha maksimal saya dalam kejuaraan-kejuaraan berikutnya,” kata Gilang dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (1/5).

Dalam kejuaraan sebelumnya di Banten, Gilang  telah menorehkan prestasinya dalam meraih medali emas dan penghargaan atlet terbaik pada kejuaraan ‘Kentaro Open 2019. Kejuaraan tersebut digelar di  Gedung Aspirasi KP3B, Serang, Banten, 3 Maret 2019.

Arif Hidayat, Plt wakil ketua Bidang Non Akademik STMIK Nusa Mandiri yang mendampingi ikut bangga akan prestasi yang kembali diraih Gilang. “Alhamdulillah, kami bersyukur memiliki mahasiswa-mahasiswa yang telah kembali mengharumkan nama STMIK Nusa Mandiri dalam ajang kejuaraan di tingkat provinsi," ujar Arif.

Ia juga yakin bahwa akan banyak lagi mahasiswa yang memberikan sumbangan prestasi dan membanggakan STMIK Nusa Mandiri.

“Seluruh civitas STMIK Nusa Mandiri akan terus mendorong mahasiswanya untuk berprestasi, mengasah keterampilan dan meraih kesuksesan bagi masa depan yang cemerlang,  baik di bidang akademik maupun non-akademik,” tutur  Arif.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LhkAgk
May 01, 2019 at 08:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LhkAgk
via IFTTT
Share:

Sunday, April 14, 2019

Said Didu Duga Ini Alasan Akun Twitter-nya Diretas

Said Didu menduga akunnya diretas lantaran ia hendak mengungkap kebohongan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Dewan Pakar Prabowo Subianto-Sandiaga, Said Didu, menduga alasan peretasan akun Twitter miliknya, @saididu, lantaran ia hendak mengungkap kebohongan dalam data debat Pilpres yang dilakukan pada Sabtu (13/4) malam. Said menuturkan, akunnya diretas dan diambil oleh orang tak dikenal saat debat pilpres sedang berlangsung.

Said menyadari akunnya diretas saat menyaksikan debat capres. Khususnya, Said mengatakan, saat ia berencana menggunakan akun itu untuk mengungkap kebohongan yang diutarakan dalam debat capres.

"Akun saya itu spesialis saya gunakan untuk menbuka kebohongan-kebohongan publik. Jadi saya memang selesai debat capres itu saya akan buka kebohongan yang diungkap malam itu, dan kelihatannya tujuann (peretasan) adalah agar saya tidak menggunakan akun saya," ujar Said di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahad (14/4).

Saat diretas, akun @saididu justru mengunggah konten-konten fitnah pada Ustaz Abdul Somad. Said mengaku hingga saat ini, akunnya tidak dapat diambil alih kembali.

Padahal, Said sudah mengutus tim untuk mengatasi peretasan tersebut. "Sudah tidak bisa diambil alih kembali, sudah dikuasai orang lain," kata Said Didu.

Said Didu mengatakan, bukan hanya akun Twitter-nya, akun Whatsapp, dan Facebook-nya pun sempat diretas. Namun, Whatsapp dan Facebook-nya sudah diambil alih oleh Said.

"Saya menduga ini sengaja diambil karena, meski saya bukan anggota BPN, saya bukan relawan, tapi saya menggunakan akal sehat saya, untuk membuka kebohongan publik melalui media sosial," kata Said Didu.

Sejak Sabtu (13/4) malam, akun @saididu memuat pelbagai konten yang tidak bersumber dari pemiliknya. Adapun konten-konten yang disebarkan akun @saididu sejak dibajak bersifat tendensius terhadap sosok Ustaz Abdul Somad (UAS).

Pada Kamis (11/4) lalu, UAS telah menunjukkan dukungannya secara terbuka terhadap Prabowo Subianto. Video rekaman dukungan tersebut disiarkan pertama-tama oleh stasiun televisi TvOne.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GfTJLA
April 14, 2019 at 08:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GfTJLA
via IFTTT
Share:

Saturday, March 16, 2019

INAIS Bogor Melantik 108 Wisudawan dan Wisudawati

INAIS menggandeng sejumlah perguruan tinggi di Asia, Afrika dan Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor kembali mewisuda lulusan program sarjananya. Kali ini 108 lulusan menjalani prosesi wisuda yang berlangsung di Ballroom Sadaniyah, Padepokan Sahid Wisata Gunung Menyan, Pamijahan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/3). Mereka berasal dari  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) 79 orang, Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi (FIDK) tujuh  orang, dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) 22 orang. 

“Acara ini merupakan kegiatan sangat penting dan sebagai bukti bahwa INAIS telah menyelesaikan proses/tahapan penyelenggaraan belajar-mengajar sesuai dengan ketentuan Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal Pendidikan Islam Republik Indonesia,” kata Pembina Yayasan Wakaf Sahid Husnul Khatimah, Dra   Hj  Wiryanti S  Hardjoprakoso  CHA seperti dikutip dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Sabtu  (16/3).

Ia menyebutkan, saat ini INAIS telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Asia, Afrika dan Eropa. “Dampak dari kerja sama ini, saat ini kami telah mengirimkan dua orang santri dan seorang mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa di Tunisia,” paparnya.

Wiryanti  mengatakan, ke depan INAIS akan menjadi perguruan tinggi yang lebih mendapatkan tempat di hati masyarakat, lebih maju dan menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional. “Sehingga,  keberadaan INAIS sebagai embrio Sahid Islamic International Education Center (SIIEC) yang berpijak pada nilai-nilai hakiki Islam (syariah) sebagai sistem hidup dapat berkontribusi dalam mengangkat harkat hidup dan memajukan ekonomi masyarakat, serta mampu menghasilkan lulusan yang siap bersaing secara global dengan karakter unggul, berbudaya dan Islami,” paparnya.

Pjs Rektor INAIS, U Buchori Muslim  SAg, MESy mengatakan pada tahun akademik 2017/2018, INAIS mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Agama RI untuk membuka Prodi Baru yaitu Program Pascasarjana Magister Ekonomi Syariah untuk jenjang Strata Dua (S2).

“Pascasarjana INAIS merupakan wadah untuk menciptakan sekaligus melahirkan generasi muda Islam yang memiliki tradisi keilmuan mumpuni di bidangnya,” papar Buchori Muslim.

Ia berharap Pascasarjana INAIS dapat membawa warna baru bagi seluruh civitas akademika INAIS. Dan dia meyakini hal itu dapat tercapai dikarenakan kualitas dosen yang ada berasal dari perguruan tinggi ternama. Antara lain dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Ia juga mengemukakan,  era digital saat ini telah membawa dampak yang besar bagi kehidupan umat manusia. Banyak sektor kehidupan yang mengalami perubahan  dan kemajuan berkat teknologi yang dihadirkan di era ini. “Pendidikan Islam sebagai subsistem pendidikan nasional juga tak bisa dilepaskan begitu saja dari keberadaan dan pengaruh teknologi informasi dan komunikasi di era digital,” ujarnya.

Bahkan, kata dia,  keterlibatan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan saat ini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mutlak yang mesti dimiliki dan dimanfaatkan perguruan tinggi, jika ingin meningkatkan penyelenggaraan pendidikannya. “Atas dasar hal tersebut, maka lembaga pendidikan Islam mesti segera berbenah dan menyiapkan dirinya untuk terlibat aktif di dalamnya,” tuturnya.

Menurutnya, banyak peluang dan tantangan yang muncul di era ini. Peluang-peluang yang ditawarkan sejatinya dapat menjadi modal dan kesempatan berharga bagi alumni lembaga pendidikan Islam agar dapat menampilkan dirinya sebagai sebuah keunggulan di tengah-tengah aneka peradaban global. “Sementara tantangan dapat dilihat sebagai pijakan untuk mengeksplorasi kelebihan yang dimiliki sekaligus mengevaluasi berbagai kekurangan yang selama ini melingkupi lembaga pendidikan Islam,” paparnya.

Pjs Rektor INAIS mengucapkan selamat dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan orangtua dan keluarga wisudawan/wisudawati yang telah memberikan motivasi dan dukungan semangat belajar, serta doa restunya, sehingga merek dapat menyelesaikan studinya dengan baik dan sukses, serta penuh keberkahan di INAIS.

“Tak lupa saya sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada ketua dan wakil ketua pendiri dan pembina INAIS Bogor, para pimpinan, para dosen, para karyawan dan seluruh pengurus Yayasan Sahid Jaya dan Yayasan Wakaf Sahid Husnul Khatimah yang telah membangkitkan semangat dalam menuntut ilmu, serta menggerakkan dinamika keilmuan para mahasiswa, yang sangat berarti dalam membantu dan menyukseskan Tri Dharma Institut Agama Islam Sahid Bogor, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, serta pengembangan al-Islam, yang ditunjukkan oleh terakreditasinya semua Prodi.”

Pada kesempatan tersebut, Buchori memberikan penghargaan kepada wisudawan/wisudawati yang memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi dari setiap fakultas. Mereka yaitu: Rinaldi Septiana (FEBI) IPK 3,7; Maulana Firdaus (FITK) IPK 3,62; dan Sumiyati (FIDK) IPK .

Wisuda III INAIS Bogor dihadiri oleh: Hj  Juliah Sukamdani (wakil Ketua Pendiri dan Pembina INAIS serta wakil ketua Pendiri dan Pembina Yayasan Wakaf Sahid Husnul Khatimah), Hj  Sri Bimastuti Handayani Sukamdani (Ketua Dewan Pembina INAIS dan Ketua Pembina Yayasan Wakaf Sahid Husnul Khatimah), Dr  Ir Hariyadi B. Sukamdani MM (ketuauUmum Yayasan Wakaf Sahid Husnul Khatimah), Prof Dr  Mahmud MA (koordinator Kopertais Wilayah II Jawa Barat dan Banten), Dr H  Nugroho B Sukamdani , BET, MBA (Ketua Umum Yayasan Sahid Jaya), Prof. Kohar Sulistyadi (Direktur Eksekutif Yayasan Sahid Jaya), segenap Muspika Kec. Pamijahan dan Kec. Cibungbulang, segenap pengurus MUI Kabupaten Bogor, dan para tokoh masyarakat Kabupaten Bogor. 

INAIS berdiri pada 21 Mei 2015 dengan SK Dirjen Pendidikan Agama Islam No. 2943 Tahun 2015. Sebelum itu INAIS bernama Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu (STAIT) Sahid.

INAIS memiliki tiga fakultas: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi (FIDK), dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2W7gd8b
March 16, 2019 at 08:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2W7gd8b
via IFTTT
Share:

Emak-emak Relawan Prabowo Luncurkan Video Teatrikal

Mien berharap dengan peluncuran video teatrikal ini dapat memenangkan Prabowo-Sandi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Relawan emak-emak pendukung pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengadakan peluncuran video klip teatrikal, Sabtu (16/3). Bertempat di gedung Seknas Prabowo-Sandi di Menteng, Jakarta Pusat, peluncuran  video klip ini sebagai bentuk dukungan terhadap pasangan Prabowo-Sandiaga.

Relawan yang berasal dari berbagai komunitas emak-emak pendukung Prabowo-Sandi ini membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk mempersiapkan video klip tersebut. Video klip sendiri terdiri atas video tarian dan video aksi teatrikal. Kurang lebih ada sekitar seratus relawan emak-emak yang berpartisipasi dalam video tersebut.

Nina Bahri selaku Ketua Panitia acara mengatakan awalnya cukup sulit untuk mengumpulkan relawan yang bersedia berpartisipasi. "Awalnya hanya 25 orang yang ikut, lama-lama banyak juga," kata Nina kepada Republika.co.id saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, para ibu-ibu berlatih secara rutin guna membuat aksi video teatrikal tersebut. "Ini adalah cara lain untuk berjuang," katanya.

Hadir pula dalam acara itu Ibu dari calon wakil presiden nomor urut 2 Sandiaga Uno, yakni Mien Uno. Ia mengapresiasi upaya yang telah dilakukan relawan emak-emak untuk membuat video teatrikal tersebut.

"Baru sekali ini di dunia ada emak-emak yang ikut berpartisipasi dalam pemilu," ujar Mien dalam sambutannya. Mien mengatakan upaya relawan emak-emak tersebut sebagai upaya kreatif yang perlu diteruskan.

Mien berharap dengan peluncuran video teatrikal tersebut dapat memenangkan pasangan Prabowo-Sandiaga dalam pemilihan presiden April mendatang. "Yang kita tuju tentu saja bagaimana memenangkan demi membantu orang-orang mencapai kesejahteraan," ujarnya.

Sementara itu, Dewi Herawati selaku ketua komunitas Emak-Emak Semok Prabowo-Sandi (ESPAS) sekaligus penggagas pembuatan video teatrikal mengatakan, dengan berpartisipasi menjadi relawan berharap kaum ibu-ibu lebih melek politik.

"Kami ingin agar emak-emak bergerak terus untuk bangsa ini, cinta ibu Pertiwi dan dapat membantu pemerintahan," kata Dewi.

Hendrawati Djatnika selaku Ketua Umum Emak Militan Prabowo Sandi (EMPRAS) mengatakan anggotanya sangat antusias dengan adanya peluncuran video tersebut.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2u9wCwL
March 16, 2019 at 08:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2u9wCwL
via IFTTT
Share:

Monday, January 28, 2019

Bank Mandiri Targetkan Laba Bersih 2019 Tumbuh Double Digit

Perolehan laba bersih pada akhir 2018 lalu mencapai Rp 25,0 triliun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan laba bersih sekitar 13 persen pada 2019. Selain itu, Non Performing Loan (NPL) ditargetkan 2,5 persen dan Net Interest Margin (NIM) dijaga antara 5,6-5,8 persen pada 2019.

"Untuk target net profit kita optimis masih double digit meski akan lebih rendah dari tahun 2018, peluangnya cukup baik untuk pertumbuhan namun berapa persennya masih belum bisa dipastikan," kata Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo dalam paparan kinerja Bank Mandiri, Senin (28/1).

NIM pada 2018 tercatat 5,74 persen, turun 0,09 persen dari 2017 sebesar 5,83 persen. Sementara laba bersih tercatat Rp 25,0 triliun pada akhir 2018 atau tumbuh 21,2 persen secara year on year (yoy) dan NPL turun dari 3,46 persen pada 2017 menjadi 2,75 persen di akhir tahun 2018.

Kualitas kredit membaik karena restrukturisasi pembiayaan ke sektor-sektor dengan risiko rendah. Kartika menyampaikan Bank Mandiri menghindari sektor SME dengan penurunan sekitar 7,7 persen dan middle corporate sekitar 8,5 persen.

"Tahun depan kita akan fokus di korporasi, pertambangan, kita jaga sektor tersebut, dan kemungkinan menambah sektor tertentu," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HBVQ0s
January 28, 2019 at 08:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HBVQ0s
via IFTTT
Share:

Friday, January 11, 2019

Tua-tua Keladi, Miura Perpanjang Kontrak di Usia 52 Tahun

Ia tercatat sebagai pesepak bola profesional tertua yang masih aktif hingga saat ini.

REPUBLIKA.CO.ID, YOKOHAMA -- Kazuyoshi Miura belum menunjukkan keinginannya untuk gantung sepatu dari dunia sepak bola. Padahal, usianya bakal menginjak 52 tahun pada awal bulan Februari 2019 mendatang. Teranyar, Miura baru saja memperpanjang kontrak bersama Yokohama FC.

"Saya memperbarui kontrak untuk musim 2019. Terima kasih kepada semua orang yang selalu mendukung," ujar Miura dikutip Fourfourtwo, Jumat (11/1).

Miura tercatat sebagai pesepak bola profesional tertua yang masih aktif hingga saat ini. Ia mengawali karier bersama klub Brasil Santos pada 1986 silam sebelum memutuskan bergabung dengan Yokohama musim 2005. Meski usianya sudah menginjak kepala lima, tetapi semangat bermain sepak bolanya tetap kekal.

"Saya akan berpartisipasi dalam banyak pertandingan, saya tak akan menyia-nyiakannya selama satu menit, satu detik. Saya ingin terus bertatap muka dengan sepak bola dan mengikuti latihan harian dengan kekuatan maksimal," sambung pemain yang akan melakoni musim ke-34 di J League.

Adapun pemilik nomor punggung 11 itu telah memecahkan rekor Stanley Matthews sebagai pesepak bola profesional tertua yang mencetak gol pada 2017. Ia merupakan satu-satunya pemain aktif yang bermain ketika J League dibentuk pada 1993.

Suami dari Risako Miura telah bermain 56 menit dalam sembilan laga Liga Jepang untuk Yokohama musim lalu, meski ia tak pernah menyumbang gol. Sementara itu, di level internasional Miura telah merasakan 89 kali pertandingan dengan 55 gol untuk timnas Jepang. Pemain yang berposisi sebagai seorang striker itu kini menjadi pencetak gol terbanyak kedua tim Negeri Matahari Terbit setelah Kunishige Kamamoto.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TIvieW
January 11, 2019 at 08:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TIvieW
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 8, 2019

Stok Darah di PMI Kota Cirebon Menipis

Menipisnya stok darah itu karena tingginya permintaan saat ini.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Stok darah di PMI Kota Cirebon menipis. Hal itu menyusul tingginya permintaan darah dari masyarakat, termasuk dari luar daerah. "Saat ini stok darah yang tersedia hanya 142 labu," ujar Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Cirebon, Sugiyanto, Selasa (8/1).

Sugiyanto mengungkapkan, menipisnya stok darah tersebut terutama untuk golongan darah B. Saat ini, stok darah untuk golongan darah B bahkan sudah tidak ada.

Sugiyanto menjelaskan, menipisnya stok darah itu karena tingginya permintaan saat ini. Setiap hari, permintaan darah ke PMI Kota Cirebon berkisar 80 hingga 100 labu. "Bahkan lebih," terang Sugiyanto.

Selain untuk memenuhi kebutuhan warga Kota Cirebon, Sugiyanto menyatakan, pihaknya juga membantu daerah lain yang membutuhkan persediaan darah. Dia menyontohkan, pihaknya belum lama ini mengirimkan sekitar 220 labu darah untuk memenuhi permintaan Sukabumi.

Sugiyanto mengungkapkan, untuk memenuhi stok daerah yang menipis, PMI Kota Cirebon akan menggenjot kegiatan donor darah. Menurutnya, dalam beberapa hari ke depan, kegiatan donor darah akan dilaksanakan di sejumlah titik. "Bahkan dalam sehari, ada dua hingga tiga kegiatan donor darah yang akan kami lakukan," tutur Sugiyanto.

Sugiyanto berharap, dengan digenjotnya kegiatan donor darah, maka stok labu darah bisa segera kembali bertambah. Dia pun mengharapkan partisipasi aktif warga, terutama pendonor darah aktif, untuk ikut mendonorkan darahnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SHOgT3
January 08, 2019 at 08:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SHOgT3
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 2, 2019

Mobil Hantam Separator Tumbangkan Lampu Jalan di Margonda

Insiden itu menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Raya Margonda arah Jakarta macet.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Mobil sedan ARV dengan plat nomor B 1727 REL, mengalami kecelakaan di Jalan Raya Margonda, Depok, Rabu (2/1). Kendaraan tersebut menabrak separator dan membentur tiang lampu jalan hingga tumbang dan mengalami kerusakan cukup parah.

Insiden tersebut menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Raya Margonda arah Jakarta mengalami kemacetan sore hari ini. Mobil berwarna putih itu masih tersangkut di separator pembatas jalan.

Seorang saksi mata, Apriyadi (21) juru parkir yang melihat langsung kejadian itu menuturkan mobil tersebut melaju kencang dari arah Depok menuju Jakarta sekitar pukul 18.30 WIB. Mobil itu tiba-tiba oleng hingga membentur jalur pembatas yang berada di sebelah kanan jalan.

"Mobil tiba-tiba ambil kanan, lalu naik ke jalur cepat sebelah kanan terus nabrak lampu jalan itu. Saya sempet kaget, suaranya kenceng banget. Apalagi saat tiangnya jatuh. Itu mobilnya bisa dilihat ringsek," tutur Apriyadi.

Dia menambahkan, saat kejadian, kondisi jalanan dalam keadaan sepi. Banyak motor yang menggunakan jalur kiri sehingga saat kecelakaan tidak membawa korban jiwa. "Untung lagi sepi, jadi nggak nabrak kendaraan lain," ucapnya.

Sementara itu, pengendara mobil sedan ARV, Yogi (21) mengaku sedang dalam keadaan tidak sehat ketika menyetir mobilnya. Penglihatannya mendadak berbayang hingga akhirnya tak mampu menghindari kecelakaan tersebut.

"Saya habis makan, mau pulang ke Ratu Jaya, harus muter dulu. Nah saat masuk ke jalur cepat itu, pandangan mata saya berbayang liat motor dan jalan jadi dua, akhirnya saya banting stir ke kanan, karena saya pikir di kiri jalan pasti banyak orang," paparnya.

Beruntung, Yogi dan rekan wanitanya tidak menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Namun kondisi mobil rusak parah. Pihak kepolisian melalui unit Laka Lantas langsung mendatangi lokasi kejadian, dan berupaya mengevakuasi kendaraan dengan bantuan mobil derek.

Berdasarkan pantauan hingga pukul 19.30 WIB antrean kendaraan masih terlihat di Jalan Margonda Depok. Petugas kepolisian dibantu aparat TNI masih berada di lokasi kejadian, mengurai kemacetan. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CJDar9
January 02, 2019 at 08:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CJDar9
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 1, 2019

Bawaslu Panggil KPU Soal Kasus Pidana Pencalonan Oso

Pemanggilan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan memanggil ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) soal dugaan pelangggaran pidana dalam pencalonan anggota DPD. Pemanggilan ini terkait pencalonan Oesman Sapta Odang (Oso) sebagai anggota DPD. 

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ratna Dewi Pettalolo mengatakan pemanggilan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. "Untuk agendanya akan kami cek lagi," ujar Ratna ketika dikonfirmasi Republika, Selasa (1/1). 

Pada 28 Desember 2018 lalu, Oso telah diperiksa sebagai saksi pelapor dalam dugaan pelangggaran pidana ini. Saat itu, Oso menjelaskan tentang kronologi pencalonan dirinya sebagai anggota DPD. 

"Saya menegaskan bahwa kita menerima  keputusan MK, tetapi undang-undang mengatakan (putusan) MK tidak berlaku surut. Hanya itu saja," ujar Oso kepada wartawan di Kantor Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat. 

Dia melanjutkan, putusan Mahkamah Agung (MA) juga menyatakan menerima putusan MK. Karena itu, Oso tidak terima menyatakan juga merujuk putusan MA. 

"Putusan PTUN juga kita sudah menang, MA juga sudah memerintahkan, Bawaslu juga memerintahkan KPU untuk melaksankana putusan PTUN itu," lanjut Oso. 

Dia berharap, KPU bisa kembali ke jalan yang benar. Jika dirinya kembali tidak diakomodasi sebagai peserta pemilu, Oso menyebut KPU melanggar hukum. 

"Langkah selanjutnya? Saya tidak tahu, saya kan punya  lingkungan, punya konstituen, jangan sampai ada hal-hal di luar keinginan  kita," tegas Oso.

Laporan dugaan pelanggaran pidana ini disampaikan oleh Kuasa Hukum Oso Herman Kadir. Pokok laporannya terkait adanya dugaan pelanggaran pidana pemilu sebab KPU tidak melaksanakan putusan MA dan PTUN dalam konteks pencalonan Oso sebagai anggota DPD. 

Selain itu, kuasa hukum Oso lainnya Dodi S Abdul Qadir juga melaporkan KPU atas dugaan pelanggaran administrasi dalam pencalonan anggota DPD. Pelapor menilai surat KPU Nomor 1492 tanggal 8 Desember 2018, perihal permintaan pengunduran diri Oso sebagai pengurus Partai Politik bagi calon anggota DPD RI Pemilu tahun 2019, bertentangan dengan putusan MA RI nomor 65/P/U/2018 tanggal 25 Oktober 2018, dan putusan PTUN Jakarta nomor 242/G/SPPU/2018/PTUN Jakarta tanggal 14 November 2018. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QgtaZI
January 01, 2019 at 08:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QgtaZI
via IFTTT
Share: