Showing posts with label 2019 at 09:40PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 09:40PM. Show all posts

Saturday, May 25, 2019

Kisah Perwira AD Selamatkan Wanita Bercadar saat Aksi 22 Mei

Wanita bercadar sempat menarik perhatian saat aksi demonstrasi 22 Mei

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan Tugas Pengamanan Wilayah (Satgas Pamwil) Jakarta Pusat berhasil membujuk wanita bercadar dan berpakaian serba hitam yang sempat menarik perhatian saat aksi demonstrasi di Jl M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/5). Wanita yang saat itu membawa ransel hitam di punggung dan dicurigai sebagai 'Pengantin' bom bunuh diri, menyerahkan diri tanpa perlu dipaksa.

Dandim 0501/JP BS, Letkol Inf Wahyu Yudhayana, menyampaikan kisah tersebut dalam rilisnya yang diterima Republika.co.id pada Sabtu (25/5). Wahyu mengungkapkan wanita yang menyerahkan diri tanpa ada paksaan tersebut berinisial DM.

''Kami mendapat laporan dari Perwira Kodim bahwa ada seorang wanita (DM) mencurigakan gerak-geriknya, berjalan santai menuju gedung Bawaslu dengan menggunakan pakaian dan ransel serba hitam, di sela-sela berlangsungnya demonstrasi hasil Pemilu,'' ujarnya.

Kecurigaan semakin besar setelah rekan aparat terus melakukan peringatan dan imbauan terhadap DM untuk diam di tempat, tetapi DM tidak mengindahkan peringatan tersebut. Wahyu mengatakan ia saat itu memerintahkan Kepala Urusan Operasional (Kaurops) Kodim Jakarta Pusat, Kapten Arm Sucita Sesko Wardana, untuk terus memonitor perkembangan dan pergerakan DM.

''Di saat DM terkonsentrasi dengan peringatan aparat, berkat keberanian, kehandalan berkomunikasi dan jiwa kemanusiaan yang tinggi dari Kaurops Kodim, DM mau menyerahkan diri tanpa dipaksa,'' kata Letkol Inf Wahyu.

Sementara, Kapten Arm Sucita Sesko Wardana mengaku tindakan yang berisiko tinggi tersebut dilakukan atas inisiatif pribadi. Karena, dia merasa prihatin dan berniat menyelamatkan seorang wanita lemah yang sedang berada dalam kepulan asap gas air mata sebagai akibat peringatan keras dari aparat.

''Saya berjalan perlahan dari arah samping DM dan langsung mengambil serta mengamankan tas ransel hitam yang diduga terdapat benda yang mencurigakan,'' cerita Kapten Arm Sucita.

''Alhamdulillah, bersyukur kepada Tuhan YME, hasil negosiasi singkat yang saya lakukan saat itu dapat membujuk DM menyerahkan diri dan menyerahkan barang yang dibawanya itu kepada aparat,'' ujar Perwira Alumnus Akmil 2008 ini.

Letkol Inf Wahyu mengatakan DM saat ini telah diserahkan kepada Polda Metro Jaya guna pengembangan dan proses lebih lanjut. Tas ranselnya yang sempat dicurigai berisi bom, juga diserahkan sebagai barang bukti. Tas ransel berwarna hitam itu ternyata berisikan satu buku tafsir, satu Alquran kecil, satu air minum mineral dan satu botol obat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HY7KPf
May 25, 2019 at 09:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HY7KPf
via IFTTT
Share:

Saturday, May 18, 2019

Imam Nahrawi Optimistis Lolos ke Senayan

Imam Nahrawi masih menunggu pengumuman resmi KPU.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi optimistis dirinya lolos ke Senayan menjadi anggota DPR. Namun, dia masih menunggu pengumuman resmi KPU.

"Ya, semua orang yang nyaleg kan pasti optimis, hasilnya sepertu apa tentu itu kuasa Tuhan. Kuasa Allah, ya," ujar Imam kepada wartawan saat ditemui di acara buka puasa bersama di kediaman Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar, Sabtu (18/5).

Imam menegaskan bahwa dirinya masih tetap akan menunggu pengumuman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019 mendatang. Kendati demikian dirinya tetap optimistis bahwa dirinya bisa meraih kursi di DPR.

Ia pun memberikan sedikit catatan terkait pelaksanaan Pemilu 2019 kali ini. Menurutnya, pelaksanaan pileg dan pilpres harus dilaksanakan terpisah agar partai dan caleg lebih fokus memenangkan pemilu. "Dan cost sosialnya tidak terlalu besar," imbuhnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WaTxrc
May 18, 2019 at 09:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WaTxrc
via IFTTT
Share:

Saturday, May 4, 2019

Antisipasi Gempa, Suami-Istri di Lembang Bangun Rumah Kayu

Saat terjadi gempa, rumah kayu yang dibangun bergoyang lentur mengikuti arah gempa.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, tengah menjadi pusat perhatian di tingkat nasional. Sebab di wilayah tersebut terdapat sesar (patahan) Lembang dengan panjang 29 kilometer dan tiap tahun berdasarkan data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bergeser 0,3 milimeter. 

Tidak hanya itu, Sesar Lembang saat ini memasuki fase ulang untuk terjadi gempa bumi. Meski belum diketahui kapan bisa terjadi, rentang waktunya bisa terjadi dalam waktu 100 tahun ke depan. Sehingga, diperlukan kesiagaan atau mitigasi menghadapi potensi bencana gempa bumi.

Membaca kondisi tersebut, pasangan suami istri, Raden Bagja Mulyana (40 tahun) dan Dewiyantini yang tinggal di Desa Kayuambon, Lembang, tergerak untuk membuat rumah berbahan kayu jati (rumah panggung). Awal mulanya pada 2016 silam, mereka memilih membangun rumah kayu karena di wilayah Lembang masih terbilang asri dengan udara yang segar dan enak.

Seiring perjalanan, keberadaan rumah kayu tersebut menjadi bagian dalam melakukan upaya mitigasi bencana gempa di wilayahnya. "Awalnya sederhana (bangun rumah kayu), karena kita tinggal di kampung, juga udara enak. Rumah modern (dengan tembok) mah udah biasa," ujarnya, Sabtu (3/5).

Sebelum tahun 1990-an, rumah kayu (panggung) masih ada di wilayah Lembang. Namun, setelah itu, rumah-rumah warga lebih banyak dibangun dengan tembok. Ia pun terlebih dahulu berkomunikasi dengan istrinya terkait rencana membangun rumah kayu dan akhirnya disetujui bersama.

"Sama istri ngobrol soal rencana bangun rumah kayu. Apalagi di Lembang kan daerah bencana, ditambah ada Sesar Lembang. Dari situ baca-baca referensi cari model dan bahan ternyata pilih sederhana dan minimalis," ungkapnya.

Di area tanah seluas 70 meter persegi, Raden mengaku membangun rumah dengan konsep minimalis dengan dua kamar, satu ruang tengah dan teras. Seluruh bagian di depan dan tengah rumah penuh dengan kayu jati ditambah adanya anyaman bambu.

Untuk bahan bakunya sendiri, dirinya sempat kesulitan memperolehnya sebab tidak banyak yang menjual kayu jati di Lembang. "Untuk bahan baku kayu nggak gampang. Saya terpaksa mencari ke Cirebon dan Sumedang. Nanya-nanya, akhirnya dapat kayu jati di Cirebon," katanya. 

Ia bercerita seharusnya proses pembangunan bisa berlangsung hanya dua sampai tiga bulan. Namun akhirnya selesai dalam enam bulan. Kendala yang dihadapinya saat itu, ia menuturkan, adalah mencari tukang yang paham pemasangan kayu. Sebab, tukang yang membangun rumah kayu harus betul-betul paham cara membuat rumah kayu.

"Kebanyakan kayu-kayu yang dipasang pakai perekat serta saling mengunci. Tiang satu sama tiang lainnya mengunci. Ada sebagian pakai paku tapi tidak dominan," katanya.

Kesulitan lainnya, ia mengatakan, adalah persiapan kayu, mulai dari ketebalan, panjang yang disesuaikan kebutuhan misal untuk tiang, dinding dan rangka. Di bagian belakang rumah yang dibangun tempat dapur dan kamar mandi, sebagian memakai batubata. Itu dilakukan karena menyangkut keamanan dari api.

Banyak perubahan yang ia rasakan setelah membangun rumah kayu, terutama ketika terjadi gempa. Saat gempa terjadi, rumah miliknya yang dibangun dengan bahan kayu cenderung menjadi elastis dan lentur. Bangunan rumah terlihat mengikuti gerakan gempa. 

Selain itu, goncangan relatif tidak kencang dan tidak menimbulkan kerusakan pada bangunan. Katanya, tiang utama rumah kayu miliknya dipasang dengan sistem purus dan cathokan.

"Pernah kejadian gempa, saya lihat ke atas lampu goyang. Terus keluar rumah dan lihat rumah lentur mengikuti gelombang gempa," katanya. 

Ia mengaku tidak mengetahui persis apakah rumah kayu miliknya bisa dibilang rumah antigempa. Namun begitu, dengan dirinya membangun rumah kayu, Raden mengungkapkan hal itu sebagai wujud antisipasi dan meminimalisasi dampak gempa. "Intinya kita berupaya meminimalisasi, antisipasi dan mitigasi," katanya. 

Karena bukan hal yang umum, ia mengungkapkan belum banyak yang membangun tempat tinggal dengan konsep bahan baku kayu. Kebanyakan, dirinya mengatakan warga berpikir membangun rumah megah itu dengan menggunakan batu bata atau beton.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Wn8Vxr
May 04, 2019 at 09:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Wn8Vxr
via IFTTT
Share:

Sunday, March 17, 2019

PBSI: Ganda Putra Masih Menjadi Andalan

Ganda putra selama ini memang menjadi target realistis PBSI di berbagai turnamen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, tak menganggap pencapaian di All England tahun ini gagal. Pasalnya, Indonesia masih membawa pulang satu gelar dari ganda putra lewat Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan meskipun Hendra/Ahsan kini menjadi pemain profesional.

“Pastinya senang dengan hasil Hendra/Ahsan. Intinya bisa terus konsisten berprestasi, apalagi di turnamen bergengsi. Ini memberikan semangat baru dan keyakinan, paling tidak menuju Olimpiade 2020,” kata Susy dalam rilisnya akhir pekan ini.

Meskipun Hendra/Ahsan menjadi pemain profesional, lanjut Susy, namun keduanya tetap berlatih di Pelatnas Cipayung. Ia pun tak menganggap pasangan ini keluar dari pelatnas.

Susy mengambil sisi postif dari keberhasilan Hendra/Ahsan meraih juara All England kedua kalinya. Secara keseluruhan, menurut dia, ada progres bagus untuk pemain muda. Itu mengaca kepada hasil tahun lalu saat pemain yang mampu tembus ke semifinal hanya satu. Sedangkan, tahun ini sampai tiga.

“Padahal kans ke final bisa tiga wakil, tapi balik lagi ke pengalaman, ketenangan, yang bisa menentukan si atlet itu bisa tampil sampai akhir, apalagi di turnamen bergengsi seperti ini,” ungkap Susy yang juga pernah meraih juara empat kali All England.

Ganda putra memang menjadi target realistis PBSI sebelum keberangkatannya ke All England. Pasalnya, di sektor ini ada pasangan Kevin/Marcus yang dua kali berturut-turut menjuarai turnamen ini. Kemudian pasangan Fajar/Rian juga bisa diandalkan untuk meraih prestasi. Ditambah keikutsertaan Hendra/Ahsan.

Susy melihat Fajar/Rian berpeluang tembus final jika permainannya konsisten di semifinal saat melawan pasangan Malaysia. Hal itu, menurut dia, yang perlu diperbaiki oleh pasangan ini. Ketenangan, kematangan, dan jam terbang perlu ditingkatkan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Cmf6Ko
March 17, 2019 at 09:40PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Cmf6Ko
via IFTTT
Share:

Legenda Bulu Tangkis Ini Ingatkan Soal Benahi Mental Pemain

Kemenangan pasangan senior Hendra/Ahsan bisa menjadi pelajaran bagi pemain muda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, menyelamatkan wajah Indonesia di kejuaraan bulu tangkis tertua di dunia, All England 2019, dengan keluar sebagai juara. Hendra/Ahsan mengalahkan pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Woi Yoik dengan tiga set 11-21, 21-14, 21-12.

Ganda senior ini menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang lolos ke partai puncak. Sementara, lainnya berguguran sebelum sampai final. Bahkan pasangan Kevin/Marcus yang digadang-gadang meraih hattrick di kejuaraan ini tumbang di babak awal.

Legenda bulu tangkis Indonesia Christian Hadinata mempunyai catatan atas kegagalan sebagian besar atlet Indonesia di All England 2019. Hanya di sektor ganda putra yang mampu mencapai target siapa pun juaranya.

“Kalau dari sisi target harus lihat secara per nomor. Masing-masing nomor harusnya punya target,” kata Christian kepada Republika.co.id, akhir pekan ini.

Christian yang pernah juara All England di sektor ganda putra dan campuran ini tak menampik saat ini ganda putra adalah target andalan untuk bisa meraih gelar. Hendra/Ahsan mampu memenuhi target tersebut.

Sementara sektor lain, seperti tunggal putra masih jauh dari target. Padahal jika mengacu pada raihan prestasi sebelumnya, kata Christian, sektor ini semestinya bisa sampai semifinal hinggal final. Oleh karena itu, ini menjadi pekerjaan rumah bagi federasi dan pemain itu sendiri.

Kemenangan pasangan senior Hendra/Ahsan bisa menjadi pelajaran bagi pemain muda. Semangat dan kerja keras keduanya bisa dicontoh. Motivasi untuk memenangkan pertandingan perlu ditingkatkan lagi. Christian tidak melihat kelebihan pada diri Hendra/Ahsan, dimiliki pasangan muda lainnya, terkecuali Kevin/Marcus yang sudah terbukti prestasinya.

Menurut Christian catatan yang mesti dibenahi adalah mental pemain. Sedangkan dari sisi teknik, pemain Indonesia tak perlu diragukan lagi karena mempunyai cukup pengalaman. Hanya sebagian pemain baru yang perlu ditingkat teknik maupun non-teknik. “Faktor non-teknisnya harus banyak dibenahi. Mental pertandingannya seperti apa. Berjuangnnya seperti apa, fighting spiritnya seperti apa, gak mau kalahnya seperti apa,” jelasnya.

Christian menegaskan, lawan-lawan yang dihadapi di berbagai kejuaraan pun sama. Sehingga sudah saling mengetahui cara bermain masing-masing pemain. Namun yang menentukan adalah mental ketika di lapangan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UBIX8B
March 17, 2019 at 09:40PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UBIX8B
via IFTTT
Share:

Saturday, February 23, 2019

Ini Klarifikasi Kemenag Soal Pemberhentian Dosen Bercadar

Pemberhentian Hayati bukan karena bercadar namun semata karena melanggar disipilin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama mengklarifikasi pemberhentian dosen bercadar, Hayati Syafri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Hayati merupakan dosen Bahasa Inggris di IAIN Bukittinggi.

Kasubbag Tata Usaha dan Humas Itjen Kementerian Agama, Nurul Badruttamam mengatakan, pemberhentian tersebut dilakukan karena Hayati melanggar disiplin pegawai. "Hayati Syafri diberhentikan sebagai ASN karena melanggar disiplin pegawai. Keputusan ini didasarkan pada rekam jejak kehadirannya secara elektronik melalui data finger print-nya di kepegawaian IAIN Bukittinggi," ujar Nurul melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (23/02).

Penegasan Nurul ini sekaligus mengklarifikasi rumor bahwa Hayati diberhentikan karena menggunakan cadar. Menurut Nurul, hal itu tidak benar karena pertimbangan pemberhentian Hayati semata karena alasan disiplin. "Berdasarkan hasil audit Itjen, ditemukan bukti valid bahwa selama 2017, Hayati Syafri terbukti secara elektronik tidak masuk kerja selama 67 hari kerja," ucapnya.

Nurul menjelaskan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Pasal 3 ayat 11 dan 17, PNS yang tidak masuk kerja secara akumulatif minimal 46 hari kerja tanpa keterangan yang sah dalam satu tahun, harus diberikan hukuman disiplin berat berupa diberhentikan secara hormat/tidak hormat sebagai PNS.

Selain masalah ketidakhadiran di kampus sebanyak 67 hari kerja selama 2017, Hayati juga terbukti sering meninggalkan ruang kerja dan tidak melaksanakan tugas lainnya pada 2018. Tugas dimaksud misalnya, menjadi penasihat akademik dan memberikan bimbingan skripsi kepada mahasiswa. "Itu merupakan pelanggaran disiplin berat yang harus dikenai hukuman disiplin berat, yaitu: diberhentikan dengan hormat sebagai PNS," kata Nurul.

Dia menambahkan, jika ada keberatan, Hayati Syafri masih mempunyai hak untuk banding ke Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) ataupun ke PTUN. imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, dosen mata kuliah Bahasa Inggris di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, Hayati Syafri, yang sudah sejak tahun lalu dinonaktifkan telah resmi dipecat dari Kementerian Agama (Kemenag). Dengan begitu, Hayati tak lagi menyandang status PNS.

Berita pemecatan Hayati dari status Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Agama beredar di Facebook. Saat Republika.co.id mengonfirmasi kepada Hayati, ia membenarkan informasi tersebut. "Benar (sudah diberhentikan dari Kemenag), kalau tidak salah per tanggal 18 Februari," kata Hayati, Sabtu (23/2).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2T7DFEr
February 23, 2019 at 09:40PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2T7DFEr
via IFTTT
Share:

Sunday, February 10, 2019

Menengok Uniknya Belajar Baca Alquran di CFD Solo

Program ini mengajak masyarakat belajar mengaji dengan santai.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO— Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menarik minat masyarakat belajar Islam lebih jauh, tak terkecuali dengan membaca Alquran. 

Apa yang dilakukan Yayasan Al Iman Center ini bisa menjadi contoh bagaimana mendekatkan masyarakat dengan Alquran. Melalui Program Education on Street, yayasan tersebut memfasilitasi warga Solo belajar Alquran di Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Solo. 

Program yang telah berjalan sekitar 2,5 tahun itu, dilaksanakan tiap Ahad mulai pukul 06.00-09.00 WIB, bertempat di depan Gramedia Solo. Tikar sepanjang hampir 20 meter digelar di jalanan tersebut. 

Beberapa buah meja telah disiapkan lengkap dengan mushaf Alquran di atasnya. Sejumlah ustaz-ustazah siap mendampingi masyarakat yang ingin belajar membaca Alquran.  

Ketua Harian Al Iman Center, Lanjar Sarwanto, mengatakan Education on Street merupakan bentuk kepedulian dari yayasan Al Iman Center yang melihat masyarakat Solo sangat antusias dalam belajar membaca Alquran.

"Kami melihat ruang di CFD belum ada yang untuk edukasi membaca Alquran. Kami memberi ruang untuk belajar dan mengajar Alquran," jelasnya kepada Republika.co.id, Ahad (10/2). 

Lanjar menambahkan, CFD dipilih sebagai lokasi untuk belajar dan mengajar Alquran karena CFD dianggap sebagai ruang bahagia. Ada beraneka macam hiburan di CFD. 

Dia melihat peluang ruang dakwah untuk mengajak masyarakat belajar Alquran. Selanjutnya, dia berdiskusi dengan teman-temannya untuk menciptakan ruang tersebut. Setelah mengurus perizinan ke Pemkot Solo, Education on Street ditempatkan di depan Gramedia.  

"Tujuan kami dakwah, sosialisasi dan mengajak masyarakat Muslim kembali kepada Alquran. Boleh jadi mereka tidak tersentuh di masjid, justru tersentuh di jalan. Banyak yang menangis waktu diajari karena tersentuh. Dengan waktu yang singkat insya Allah bisa membaca Alquran," paparnya.

Pembelajaran Alquran yang diajarkan menggunakam metode Tsaqifa. Metode tersebut dinilai efektif dan efisien karena lebih mendekatkan pada metode psikologis. 

Caranya dengan membongkar pola pikir masyarakat yang menganggap membaca Alquran itu sulit. Mindset dibongkar dengan pengenalan huruf hijaiyah sesuai dengan bahasa Indonesia. Urutannya sesuai bahasa Indonesia. Alif ba ta tsa tidak membentuk rangkaian kalimat. 

“Intinya semua huruf hijaiyah yang 29 disusun dengan kaidah Bahasa Indonesia," terangnya.

Dia menjelaskan, 18 huruf hijaiyah yang mempunyai persamaan konsonan dengan huruf latin disusun membentuk kalimat nama saya mala rosa kata waja toko sofa ada bahaya. Cara menghafal 18 huruf itu dengan menghafal kalimat tersebut. 

Melalui metode tersebut, peserta yang sama sekali belum bisa membaca Alquran ditargetkan bisa membaca Alquran dalam lima kali pertemuan masing-masing 1,5 jam. 

Meski demikian, ada peserta yang sudah bisa membaca Alquran setelah tiga kali pertemuan. Lapak Education on Street terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar Alquran, baik yang sudah bisa maupun yang belum. Selanjutnya, sebagian peserta yang sudah bisa membaca Alquran biasanya ikut bergabung mengajar Alquran. 

Selain dari yayasan Al Iman Center, tenaga pengajar juga berasal dari masyarakat umum maupun mahasiswa. Mereka secara sukarela membantu mengajar Alquran. 

"Selain di CFD, ada masyarakat yang tertarik kami tarik di masjid yang dekat dengan tempat tinggal mereka. Jadi kelanjutan mengaji tidak hanya sepekan sekali di CFD, tetapi bisa membuat jadwal pertemuan dengan pengajar," imbuhnya. 

Di samping itu, belajar mengajar Alquran juga dilakukan di kantor Al Iman Center setiap Selasa dan Kamis setelah magrib sampai menjelang isya. 

Dalam menjalankan program tersebut, Al Iman Center awalnya tidak punya dana. Lanjar dan beberapa ustaz lainnya meminjam properti masjid seperti karpet dan tikar. 

"Kemudian Allah menggerakkan masyarakat. Tiba-tiba orang menyumbang karpet, meja, Alquran, makanan, minuman dan sound system. Padahal kami tidak kenal dengan mereka yang menyumbang," ungkapnya. 

Ke depan, Lanjar mengajak sebanyak-banyaknya masyarakat yang peduli kepada dakwah khususnya orang Solo dari Pemerintah maupun swasta untuk mencitakan ruang bahagia di CFD. 

Sedangkan untuk Education on Street, dia berharap ke depan ada perpustakaan untuk anak-anak dan tempat ngaji yang lebih nyaman. Dia juga berharap semakin banyak yang peduli sehingga semakin memberikan manfaat bagi masyarakat Solo.

"Saya juga berharap kegiatan ini tidak berhenti di Solo tapi memberikan inspirasi untuk daerah-daerah lain. Di Karanganyar sudah jalan di CFD juga. Di Sragen dan Ponorogo informasinya mau diadakan," kata dia.  

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2N2Mfio
February 10, 2019 at 09:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2N2Mfio
via IFTTT
Share:

Saturday, February 9, 2019

Muslim Australia Terkesan Saat Kunjungi Makassar

Ada sejarah panjang Indonesia-Australia yang dimulai dari perjalanan pelaut Makassar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Program pertukaran Muslim Australia-Indonesia atau dikenal dengan Australia-Indonesia Muslim Exchange Program (AIMEP) berakhir hari ini, Sabtu (9/2). Seluruh peserta dari Australia telah terbang dan kembali di daerahnya masing-masing.

Salah satu peserta AIMEP asal Melbourne yang ditemui Republika.co.id di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Jumat (8/2) mengatakan sangat bersyukur dapat berkesempatan mengikuti program yang diselenggarakan Australia-Indonesia Institute (AII) dan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia ini. Menurut Zaenab, saat mengunjungi Indonesia, Makassar adalah tempat yang paling memberikan kesan mendalam baginya.

“Awalnya saya tidak memiliki ekspektasi tinggi tentang Indonesia, tapi saat melihat langsung, saya baru sadar Indonesia adalah negara yang sangat indah dan memukau,” ujar wanita bergelar magister program Islamic Studies di Charles Sturt University, Australia ini.

Zaenab mengaku memiliki ketertarikan untuk mempelajari tentang sejarah panjang Australia-Indonesia yang dimulai dari perjalanan pelaut Makassar ke Australia sebelum Eropa mendeklarasikan temuannya atas benua Australia. Selain itu, dia juga sangat terkesan dengan akulturasi budaya, semangat kerja, dan keramahan warga Indonesia.

“Saya sangat menyukai kemurahan senyum orang Indonesia. Mereka selalu menyambut kami dengan hangat,” kata wanita yang pernah mendapatkan penghargaan sebagai Youth of the Year in the Australian Muslim pada 2018 lalu.

Zaenab juga mengaku sangat takjub dengan keseriusan pendidikan Islam Indonesia terhadap pengajaran agama dan Bahasa Arab. Saat mengunjungi beberapa pesantren, Zaenab mengaku bertemu dengan anak berusia lima hingga enam tahun yang telah fasih mengaji dan dia merasa sangat bangga tentang itu.

“Walaupun bahasa Arab bukan bahasa ibu warga Indonesia, tapi kesungguhan Indonesia dalam pengajaran dan pengaplikasian perlu diapresiasi,” kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BssDzs
February 09, 2019 at 09:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BssDzs
via IFTTT
Share:

Saturday, February 2, 2019

Laga Ditunda, Pelatih Persib: Tak Masalah

Radovic mengatakan harus mengganti rencana menyusul ditundanya laga tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Persib Bandung Miljan Radovic tidak mempermasalahkan ditundanya laga leg kedua 32 besar Piala Indonesia  antara Persib kontra Persiwa Wamena di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), pada Senin, (4/1).

"Karena ini 'free season' latihan, kalau kita punya waktu untuk naik lagi , oke tidak apa-apa, lebih bagus lagi. Kalau besok bisa main tidak apa-apa, kalau tidak bisa juga tidak apa-apa. Harus ada rencana, juga rencana a, b, c, bahkan saya bikin sampai plan z," kata Miljan Radovic, di Bandung, Sabtu (2/2).

Radovic mengatakan harus mengganti rencana menyusul ditundanya laga tersebut. "Kalau ganti oke sekarang tunggu informasi kapan main, itu dulu, itu normal. Tapi, rencana harus ganti, di Indonesia biasa," ujarnya.

Sementara itu, Gelandang Persib Bandung Kim Kurniawan merasa sedikit kecewa dengan ditundanya pertandingan."Bisa bilang masalah, bisa bilang gak masalah. Kita sih sebenarnya sudah siap untuk pertandingan hari Senin, jadi bukan hanya bobotoh yg kecewa tidak bisa nonton hari Senin," katanya.

"Kita pemain pun kecewa juga, karena kita sudah siap untuk pertandingan dan sudah siap untuk membuktikan kalau sebenarnya kita bisa lebih bagus daripada laga pertama," lanjutnya.

Walaupun laga tersebut dipastikan ditunda, Kim akan tetap menjaga performa untuk laga yang belum diketahui kapan akan digelar. "Jadi itu pasti ada orang yang urus, jadi kita menunggu aja. Kita tetap menjaga kondisi, kita tetap berlatih dan kapan pun laga itu dimainkan kita akan siap," ujarnya.

Selain itu, meskipun belum dipastikan lolos karena pada laga sebelumnya berakhir imbang, Kim yakin di laga melawan Persiwa, Persib Bandung akan berikan yang terbaik.

"Kita Persib Bandung, jadi kita wajib untuk menang pertandingan itu. Mau itu digelar besok, lusa, atau minggu depan atau kapan pun kita pasti akan menang pertandingan itu," ujar Kim.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GiP7pV
February 02, 2019 at 09:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GiP7pV
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 23, 2019

Jerman Minta Rusia Berhenti Langgar Perjanjian Nuklir

Produksi rudal nuklir dengan daya jangkau 500-5.500 kilometer adalah dilarang.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan telah membahas tentang perjanjian Intermediate-range Nuclear Forces (INF) dengan Rusia. Ia meminta Moskow berhenti melanggar INF agar perjanjian itu tetap langgeng.

"Saya telah berbicara dengan kolega Rusia saya tentang hal itu (INF) dan mengatakan kepadanya bahwa kami mengandalkan Rusia untuk mengoreksi pelanggaran perjanjian tersebut dan melucuti rudal jelajahnya sehingga perjanjian INF masih memiliki peluang," kata Maas pada Rabu (23/1).

INF ditandatangani Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet pada 1987. Perjanjian tersebut melarang kedua belah pihak memproduksi atau memiliki rudal nuklir dengan daya jangkau 500-5.500 kilometer.

Pekan lalu AS mengatakan telah gagal menegosiasikan perjanjian INF dengan Rusia. Oleh sebab itu Washington akan memulai proses penarikan diri dari INF bulan depan.

"Kami tidak dapat menemukan jalan baru kemarin dengan Rusia," kata Wakil Menteri AS untuk Kontrol Senjata dan Keamanan Internasional Andrea Thompson seusai bertemu perwakilan Rusia di Jenewa, Swiss, pekan lalu.

Awali 2019, Erdogan dan Putin akan Gelar Pertemuan

Dia mengklaim Rusia menolak mengizinkan inspeksi terhadap sistem rudalnya yang diduga melanggar ketentuan INF. "Berdasarkan diskusi kemarin dan retorika yang sesuai hari ini, kami tidak melihat indikasi bahwa Rusia akan memilih kepatuhan," ujarnya.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan negaranya tetapkan akan berupaya menyelamatkan INF.  Ia akan terus melalukan pendekatan ke AS agar sudi mengubah keputusannya.

Berbeda dengan pernyataan Thompson, Lavrov mengatakan negaranya telah menawarkan agar para ahli AS dapat menginspeksi dan melihat rudal 9M729 ketika negosiasi di Jenewa berlangsung. Keberadaan rudal itu, menurut AS, telah melanggar INF. Namun tawaran itu ditolak.

"Logika semua pendekatan AS yang disuarakan kemarin hanya itu, 'Anda melanggar perjanjian, kami tidak melanggar, oleh karena itu Anda, Rusia, wajib melakukan apa yang kami minta dari Anda dan kami tidak harus melakukan apa pun'," kata Lavrov.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CCUJb9
January 23, 2019 at 09:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CCUJb9
via IFTTT
Share:

Friday, January 18, 2019

Pakar: Pembebasan Baasyir Tak Miliki Dasar Hukum

Bila tak ada dasar hukum, tindakan ini bisa dinilai sebagaui gula-gula politik,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar hukum tata negara, Margarito Kamis, mengatakan pembebasan ustadz Abu Bakar Baasyir jelas tidak memiliki dasar hukum. Hal ini arena bisa dilakukan grasi atau bebas bersyarat.

''Saya bertanya apakah dua hal itu ada dalam soal pembebasan ini atau tidak. Kalau tidak ada, bahkan tindakan ini bertentangan hukum,' kata Margarito Kamis, di Jakarta (18/1).

Akibatnya, lanjut Margarito, kalau pun misalnya terkait soal kemanusian, alasan usia, sakit atau hal serupa lainnya, maka pembebasan dengan cara itu pun harus berdasarkan dengan argumen-argumen hum. Sebab, negara Indonesia adalah negara hukum, bukana negara kekuasaan.

''Kita mengerti dan menghormati soal sisi kemanusiaan terhap ustaz Baasyir. Tetapi sebagai konsekusi negara hukum maka segala tindakan kepadanya itu harus memiliki dasar hukum,'' ujarnya.

Menjawab pertanyaan apakah pembebasan ini terindikasi politik. Margarito mengatakan silahkan orang-orang menilainya, terutama dengan merujuk pada situasi politik pilpres yang sekarang tengah terjadi.

''Menurut saya kareana beliau adalah ulama, maka tindakan kepada ustaz Baasyir ini dapat dinilai oleh kalangan politik sebagai 'gula-gula politik' untuk kalangan pemilih tertentu. Dan saya memaklumi itu,'' tegasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AUGiPx
January 18, 2019 at 09:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AUGiPx
via IFTTT
Share:

Saturday, January 5, 2019

Tanggap Darurat di Banten dan Lampung Diperpanjang

Selama masa transisi darurat ini akan dibangun hunian sementara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pascatsunami yang menerjang lima kabupaten di sekitar Selat Sunda masih menyisakan banyak pekerjaan. Hingga Sabtu (5/1) jumlah korban tercatat 437 orang meninggal dunia, 9.061 orang luka, 10 orang hilang dan 16.198 orang mengungsi.

Berdasarkan rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Banten disepakati bahwa selesainya masa tanggap darurat pada Jumat (4/1) maka dilanjutkan dengan periode transisi darurat menuju peralihan selama 2 bulan yaitu 6 Januari 2019 hingga 6 Maret 2019.

"Penanganan darurat masih dilakukan. Sudah banyak pengungsi yang kembali ke rumahnya. Mereka adalah pengungsi yang rumahnya tidak rusak," kata Sutopo.

Data dari BNPB menyebutkan, di Kabupaten Pandeglang terdapat 296 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, dan 7.972 orang mengungsi. Sebanyak 1.071 rumah rusak berat dan rusak sedang, dan 457 rumah rusak ringan.

"Selama masa transisi darurat ini akan dibangun hunian sementara (huntara)," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/1).

Huntara dibangun untuk menampung pengungsi yang rumahnya rusak berat dan rusak ringan. Huntara diperlukan untuk meminimalisir gejolak sosial dan mengantisipasi musim hujan agar pengungsi dapat lebih nyaman.

Diperlukan waktu selama dua bulan untuk membangun huntara sebelum dilakukan pembangunan hunian tetap yang waktunya lebih panjang. Pemda Pandeglang akan mengajukan dana siap pakai ke BNPB untuk pembangunan huntara. Pengerjaan fisik huntara akan dilakukan oleh TNI.

Sementara itu, untuk penanganan darurat di Kabupaten Lampung Selatan masa tanggap darurat diperpanjang selama dua pekan yaitu 6 Januari 2019 hingga 19 Januari 2019. Korban tsunami di Lampung Selatan tercatat 120 orang meninggal dunia, 8.304 orang luka, dan 6.999 orang mengungsi.

"Sebanyak 543 rumah rusak berat, 70 rumah rusak sedang dan 97 rumah rusak ringan. Sesuai kesepakatan dan rapat koordinasi tidak ada pembangunan huntara di Lampung Selatan. Namun dengan pembangunan hunian tetap untuk relokasi," kata Sutopo

Sudah tersedia lahan seluas dua hektare untuk pembangunan hunian tetap. Balai Besar Wilayah Sungai Kementerian PUPR akan melakukan land clearing, Dinas PU Kabupaten Lampung Selatan akan menyiapkan siteplan, desain dan rencana anggaran. Bupati Lampung Selatan akan mengajukan dana siap pakai BNPB untuk pembangunan huntap dan fasilitasnya dalam relokasi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AwuuTj
January 05, 2019 at 09:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AwuuTj
via IFTTT
Share: