Showing posts with label 2018 at 02:57PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 02:57PM. Show all posts

Thursday, December 20, 2018

India akan Pungut Pajak Mobil Bensin dan Diesel

Pengenaan pajak mobil berbahan bakar minyak ini untuk mendorong mobil listrik

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Pemerintah India telah menyusun rencana untuk memungut biaya retribusi sebesar 12.000 rupee (171,09 dolar AS) untuk mobil baru berbahan bakar bensin dan diesel. Berdasarkan laporan Times of India, Rabu (19/12), pungutan pajak ini diberlakukan dalam upaya untuk meningkatkan pembuatan kendaraan listrik dan mobil yang digerakkan oleh baterai.

Di bawah kebijakan baru yang mendekati finalisasi, Lembaga Nasional untuk Transformasi India (NITI), sebuah think-tank (organisasi riset) kebijakan pemerintah, telah mengusulkan insentif 25 ribu hingga 50 ribu rupee langsung dikirim ke pembeli kendaraan listrik, memastikan bahwa keuntungan tidak dikantongi oleh produsen mobil, kata pejabat pemerintah kepada Times of India.

Insentif baru akan diusulkan bersama dengan manfaat lain seperti bea cukai yang lebih rendah, pajak barang dan jasa pada bahan baku, komponen dan kemasan baterai, pengabaian biaya pendaftaran dan pajak jalan untuk semua kendaraan listrik, menurut laporan tersebut.

Insentif yang diusulkan untuk pemilik kendaraan listrik akan dipangkas menjadi 15 ribu rupee dari 50 ribu rupee pada tahun keempat pelaksanaan kebijakan, harian itu melaporkan.

Mengutip sebuah sumber, Times of India menyatakan bahwa bagian dari biaya tambahan akan digunakan untuk mendorong produksi baterai domestik dan pemerintah berencana untuk menghabiskan sekitar 2 miliar rupee untuk mengembangkan teknologi pribumi dalam elektronika daya dan pengembangan baterai. NITI tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2A92rJH
December 20, 2018 at 02:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2A92rJH
via IFTTT
Share:

Monday, December 17, 2018

Liga Arab Desak Australia Akui Yerusalem Timur

Sebelumnya Australia telah mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul-Gheit pada Ahad (16/12) menyeru Australia agar mengakui Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Negara Palestina. Seruan itu dikeluarkan sehari setelah Perdana Menteri Australia Scott Morrison secara resmi mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel.

Morison mengatakan negaranya takkan memindahkan kedutaan besarnya sampai perdamaian terwujud antara Israel dan Palestina.

"Deklarasi Australia, yang meliputi pengakuan atas Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel, mengganggu sebab itu berbenturan dengan hukum internasional dan hak rakyat Palestina yang tak bisa dibantah," kata Aboul-Gheit di dalam pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi Mesir, MENA.

"Dengan cara ini, kami akan menganggap posisi Australia seimbang," kata Aboul-Gheit, sebagaimana dikutip Kantor Berita Anadolu.

Secara terpisah, Malaysia pada hari yang sama mengecam keputusan Australia untuk mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel, dan mencapnya sebagai "penghinaan" buat rakyat Palestina. Di dalam satu pernyataan, Kementerian Luar Negeri Malaysia menyatakan pengumuman itu "pradini dan merupakan penghinaan buat rakyat Palestina serta perjuangan mereka untuk memperoleh hak untuk membuat keputusan sendiri".

Pernyataan tersebut mengatakan Malaysia "dengan keras menentang keputusan pemerintah Australia dan mendukung penyelesaian dua-negara bagi konflik Palestina-Israel". Ketegangan telah tinggi di wilayah Palestina yang diduduki sejak tahun lalu, ketika Presiden AS Donald Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Trump juga memindahkan kedutaan besar AS di Tel Aviv ke kota yang diduduki tersebut pada Mei.

Yerusalem tetap menjadi inti konflik beberapa dasawarsa di Timur Tengah. Rakyat Palestina berharap Yerusalem Timur, yang diduduki Israel sejak 1967, suatu hari menjadi ibu kota Negara Palestina.

Baca: Australia Diminta Pertimbangkan Kembali Akui Yerusalem Barat

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2A03VWA
December 17, 2018 at 02:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2A03VWA
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

Atep Komentari Kepergian Mario Gomez dari Persib

Sikap Gomez yang kurang berkenan di mata manajemen membuatnya terdepak.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung resmi memutuskan kontrak dengan pelatihnya  Mario Gomez. Hal tesebut sesuai dengan evaluasi manajemen Persib mengenai kinerja dan performa Persib selama satu musim.

Gomez membawa Persib menuju target awal sebagai lima besar klasemen akhir. Namun sikap Gomez yang kurang berkenan di mata manajemen membuatnya terdepak. 

Pemain Persib Atep Rizal mengomentari keputusan manajemen. Menurutnya, apa pun yang diputuskan manajemen adalah untuk kebaikan Persib.

"Semua sudah diputuskan dan itu penilaian dan pertimbangan manajemen. Apapun itu, ya kami mengikuti semua keputusan itu walaupun memang secara tim kemarin cukup baik," kata Atep di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Rabu (12/12). 

Atep baru sering bermain pada putaran kedua. Sebelumnya, Gomez lebih mempercayakan posisinya pada Febri Hariyadi. 

"Tapi semua keputusan sudah diputuskan, tentu dengan pelatih baru nanti mudah-mudahan bisa mengangkat prestasi Persib lebih dari yang sekarang," jelasnya.

Atep mengaku tidak ada kriteria khusus untuk dapat memimpin Persib. Karena menurutnya, baik pelatih asing atau lokal sama saja. 

"Yang pasti pelatih ini harus bisa cepat tahu kondisi liga kita dan cepat menyatu chemistry-nya. Siapa pun, mau lokal atau asing, kami akan dukung," ujar Atep.

Selain karena sikap Gomez yang kurang baik pada manajemen dan pemain, Gomez juga tidak mampu menaikkan performa Persib setelah sanksi laga kandang usiran. Dari 11 pertandingan, Persib mencatatkan lima kekalahan, lima hasil seri dan satu kali kemenangan saja.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ruS12e
December 13, 2018 at 02:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ruS12e
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 11, 2018

AJI Mataram Desak Polisi Usut Pengeroyokan Terhadap Jurnalis

Jurnalis Radar Lombok menjadi korban tindak kekerasan oknum pendukung kepala desa.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram mengutuk aksi kekerasan yang menimpa jurnalis Radar Lombok, Fahmi. Fahmi mengalami tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum pendukung salah satu calon kepala desa di Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, pada Senin (10/12).

"Polres Lombok Barat didesak mengusut dan memproses hukum pelaku pengeroyokan. Kekerasan apapun alasannya tidak dibenarkan, apalagi sasarannya jurnalis yang menjalankan profesi dan dilindungi Undang Undang Nomor 40 tahun 1999," ujar Ketua AJI Mataram Fitri Rachmawati di Mataram, NTB, Selasa (11/12).

AJI Mataram, kata Fitri, mendesak Polres Lombok Barat segera mengambil tindakan penyelidikan dan memproses hukum para pelaku. Fitri menilai tindakan tersebut tidak dibenarkan karena bagian dari ancaman kebebasan pers yang dilindungi Undang Undang. Dalam pasal 18 ayat (1) Undang Undang Nomor 40 tahun 1999, kekerasan adalah bagian dari cara menghalangi pers menjalankan profesi, diancam dengan pidana penjara dua tahun dan denda Rp 500 juta. 

Fitri melanjutkan, kejadian serupa tidak saja dialami Fahmi. Sebelumnya, jurnalis Radar Mandalika, Tarnadi, diintimidasi 23 Oktober lalu oleh massa pendukung calon kepala Desa Durian, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah.

Dalam kronologinya, Fahmi mengaku mendengar kabar gaduh di Dusun Jerneng Kalijaga, Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, sekitar Pukul 17.10 WITA. Fahmi sendiri tinggal di Dusun Jerneng Mekar, yang hanya berjarak 100 meter dengan Dusun Jerneng Kalijaga.

Fahmi mengaku berniat meliput peristiwa itu dan melanjutkan perjalanan ke Desa Langko, Kecamatan Lingsar Lombok Barat. Kebetulan pilkades di Langko juga sedang ricuh. 

Belum sampai ke dusun itu, Fahmi melihat kerumunan warga yang terlihat sedang panas, hendak mendatangi rumah salah satu tokoh masyarakat yang diduga memicu kekalahan pejawat.

"Tiba-tiba, ada warga yang meneriakinya dan mengarahkan telunjuk kiri memberi isyarat larangan meliput. Ada juga warga yang mengintimidasi dan memaksanya pulang. Warga lain yang terprovokasi tiba-tiba menyerang," kata Fahmi.

Beberapa pukulan mendarat ke wajah Fahmi menyebabkan beberapa bagian wajahnya lebam. Sementara sebagian lainnya berusaha mengamankan Fahmi dari aksi pengeroyokan itu. 

Di antara massa ada yang berusaha merampas telepon genggam karena mengira Fahmi mendokumentasikan kerumunan tadi. Setelah dilerai warga lainnya, Fahmi akhirnya pulang. Meski jadi korban, ia tetap melanjutkan liputan ke Desa Langko dengan mencari alternatif jalan lain. Sekitar pukul 21.00 WITA, Fahmi ditemani sejumlah jurnalis melaporkan kejadian itu ke Polsek Labuapi. Pagi tadi laporan dilanjutkan ke Polres Lombok Barat.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zRVzQL
December 11, 2018 at 02:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zRVzQL
via IFTTT
Share:

Friday, December 7, 2018

Exports of animal husbandry products up 53 percent

Exports of products of animal husbandry in the past 3.5 years reach Rp32.13 trillion.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- The country's exports of animal husbandry products rose 52.99 percent to 183,414 tons valued at US$474.19 million in the first nine months of this year from the same period last year, the government said. The export volume rose from 119,885 tons and the export value rose even higher by 194 percent, from US$161.17 million, the Central Bureau of Statistics (BPS) said.

"We hope the exports would continue to rise in the last quarter of this year," Director General of Animal Husbandry and Health I Ketut Diarmita said in a statement here on Thursday.

Based on data at the directorate, exports of products of animal husbandry in the past 3.5 years reached Rp32.13 trillion dominated by animal health medicines, the exports of which were valued at Rp21.58 trillion with 87 export destination countries.

The second largest export commodities in value were pigs mainly to Singapore valued at Rp3.05 trillion, followed by milk contributing Rp2.99 trillion with 31 export destination countries, and animal feed contributing Rp3.34 trillion with 14 destination countries.

Other export commodities including eggs, meat, manufactured animal feed, goats/sheep, Day Old Chicken (DOC), and frozen semen were also major contributors to the export value of animal husbandry products Ketut said animal health has become an important issue in international trade at present. The issue has often become a problem in entering international market.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EadZzd
December 07, 2018 at 02:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EadZzd
via IFTTT
Share:

Thursday, December 6, 2018

Koalisi Buruh Jakarta Adakan Dialog Tripartit

Kartu pekerja diharapkan mampu meringankan beban ekonomi para pekerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah kelompok Buruh yang tergabung dalam Koalisi Buruh Jakarta mendukung pelaksanaan Kartu Pekerja yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Alasannya, program tersebut dinilai merupakan salah satu upaya menyejahterakan buruh.

"Di Koalisi Buruh Jakarta terdiri dari 13 federasi, semuanya secara umum mereka tidak akan menolak program-program yang akan dikeluarkan Pemprov DKI untuk menyejahterakan buruhnya," ujar Wakil Ketua Koalisi Buruh Jakarta, Jayadi melalui siaran persnya yang diterima Republika.co.id, Kamis (6/12).

Jayadi mengungkapkan itu di sela-dialog tripartit 'Pascapenetapan UMP 2019 dan Manfaat Kartu Pekerja Menuju Jakarta Kondusif' di kantor Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Utara, Kamis (6/12). Kendati belum terwujud secara optimal, Jayadi percaya hadirnya program penyejahteraan buruh seperti Kartu Pekerja, mampu meringankan beban ekonomi para pekerja.

Karenanya, ia yakin protes-protes seperti unjuk rasa terkait hasil upah minimum provinsi (UMP) DKI 2019, sedikit teredam.  "Tetapi sampai batas itu kondisi Jakarta sebenarnya masih pada posisi kondusif," kata dia.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI Jakarta bidang Pengupahan dan Jaminan Sosial, Nurzaman, mengatakan kondusifitas yang terjaga paska penetapan UMP, tidak terlepas dari sikap saling pengertian antara pihak buruh dan pengusaha.

"Buruh memahami kondisi perusahaan, perusahaan memahami kondisi buruh," katanya.

Apindo DKI Jakarta, kata Nurzaman berkomitmen memenuhi upah buruh sesuai UMP yang telah ditetapkan. Pihaknya bahkan menyarankan para pengusaha tak melakukan penangguhan pembayaran upah pekerja setara UMP, kendati diperbolehkan pemerintah. Lebih lanjut, pihaknya berharap muncul dampak positif dari penetapan UMP DKI 2019 seperti hadirnya iklim investasi yang lebih baik. 

Sementara, kepolisian mempersilakan para buruh menyampaikan aspirasi dalam menyikapi penetapan UMP dan hadirnya Kartu Pekerja. Hanya, penegak hukum meminta aksi tersebut dilakukan secara santun dan bertanggung jawab.

"Tapi sejauh ini, jelang dan paska penetapan UMP DKI 2019, keadaan relatif kondusif, karena kesadaran dari rekan-rekan serikat pekerja. Saya hanya berharap lahirnya Kartu Pekerja akan menjawab semua permasalahan (ekonomi buruh),"kata Kepala Unit Perburuhan, Direktorat Sosial Budaya Badan Intelijen dan Keamanan Polri, AKBP Suwandi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QI1WzO
December 06, 2018 at 02:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QI1WzO
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 4, 2018

Pelecehan Seksual, Dilema Pesepak Bola Wanita Afghanistan

Pelecehan seksual pesepak bola wanita Afghanistan diduga melibatkan pejabat tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL- Keberadaan tim sepak bola wanita Afghanistan mendapat pujian di tingkat global, terutama Afghanistan pasca-Taliban. Keberadaan tim tersebut sebagai simbol kebebasan baru yang dinikmati para wanita di negara itu.

Tapi sekarang salah satu pejabat olah raga top Afghanistan telah mengakui bahwa pesepakbola perempuan  yang menentang garis keras dan militan dengan berani turun ke lapangan di tempat pertama telah dilecehkan secara seksual. Dan itu bukan hanya sepakbola dia mengakui masalah itu meluas ke olahraga lain juga. 

Kebanyakan atlet wanita terlalu takut untuk berbicara secara terbuka tentang dugaan pelecehan oleh pelatih dan pejabat olah raga. Tetapi beberapa sekarang telah diungkapkan.

Skandal itu telah meledak dalam beberapa hari terakhir. Pada hari Jumat, badan sepak bola FIFA mengatakan sedang menyelidiki klaim yang dibuat oleh wanita di tim nasional sepak bola tersebut.

Kantor Jaksa Agung Afghanistan mengumumkan penyelidikannya sendiri. Hummel, sebuah perusahaan olahraga Denmark, menarik sponsor Federasi Sepak Bola Afghanistan (AFF), yang merupakan inti dari tuduhan tersebut.

Sayed Alireza Aqazada, Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola, yang presidennya Keramuddin Karim termasuk di antara terdakwa, mengulangi penyangkalan sebelumnya. Kisah-kisah perempuan itu tidak benar, katanya. Tidak ada pelecehan seksual yang pernah dilakukan terhadap pemain wanita.

Tapi kehebohan itu tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Pertanyaan diajukan di kedua Majelis Parlemen Afghanistan.

Kemudian Hafizullah Rahimi, Kepala Komite Olimpiade Afghanistan, membuat pernyataan mengejutkan kepada wartawan di Kabul. 

"Sayangnya, kekhawatiran semacam ini telah sampai kepada kami, pelecehan seksual memang ada, tidak hanya di dalam Federasi Sepak Bola tetapi juga di federasi olah raga lainnya. Kita harus melawannya," ujarnya.

Ini adalah pengakuan formal pertama bahwa tuduhan gigih yang dibuat oleh mantan anggota tim sepak bola nasional wanita dari pelanggaran merajalela oleh pelatih laki-laki dan orang lain dalam posisi kekuasaan mungkin kredibel.

Banyak dari tuduhan itu datang dari Khalida Popal, mantan kapten tim sepak bola nasional perempuan Afghanistan yang juga menjabat sebagai direktur programnya. 

Dia mempertaruhkan hidupnya sebagai remaja untuk bermain sepak bola secara rahasia, ketika Afghanistan masih di bawah kekuasaan Taliban. Agar tidak tertangkap dia dan teman-temannya bermain dalam keheningan sehingga penjaga Taliban di sisi lain dari dinding sekolah tidak akan mendengar mereka.

Dari Denmark, di mana dia telah tinggal sejak 2011, setelah melarikan diri dari ancaman kematian di Afghanistan, dia mengatakan bahwa dia telah menyaksikan secara langsung kekerasan fisik dan seksual yang meluas terhadap gadis-gadis dan wanita muda oleh pelatih dan pejabat federasi.

Para gadis mengeluh kepadanya tentang berbagai pelecehan, mulai dari perkosaan sampai sentuhan seksual dan pelecehan.

Dia mengatakan, dia hampir kehilangan harapan apa pun yang sedang dilakukan tentang hal itu setelah dia mulai mendokumentasikan penyalahgunaan oleh dua pelatih. 

Dia membawa temuannya ke Federasi Sepakbola Afghanistan beberapa tahun lalu. "Daripada menghapusnya atau menghukum mereka, mereka dipromosikan," ujarnya.

Beberapa pelaku utama, katanya, adalah tokoh kuat di Afghanistan yang memiliki hubungan erat dengan pemerintah. Pejabat di Federasi akan memberi tahu para pemain bahwa mereka bisa mendapatkan mereka dalam daftar tim dan memberi mereka uang jika mereka berhubungan seks dengan mereka.

Dilansir BBC, wanita muda yang masih tinggal di Afghanistan, termasuk beberapa atlet dari olahraga selain sepakbola, yang menceritakan kisah serupa tentang pelecehan seksual dan penindasan. 

Mereka mengatakan pelecehan itu sering terjadi ketika mereka bersaing untuk mendapatkan tempat di tim nasional atau untuk kesempatan melatih atau bermain di luar negeri. Yang satu mengatakan dia diberitahu. "Tunjukkan betapa cantiknya kamu karena hanya gadis cantik yang akan masuk tim," ujarnya.

Tuduhan tentang tim sepak bola wanita memiliki resonansi khusus karena sebelumnya dirayakan secara internasional sebagai simbol Afghanistan baru yang lebih liberal dan sebuah pertunjukan untuk kebebasan yang dinikmati oleh gadis dan wanita muda setelah jatuhnya Taliban pada 2001.

Fakta bahwa stadion sepak bola di Kabul tempat tim dilatih adalah tempat untuk eksekusi Taliban hanya menekankan kontras.

Ironisnya tidak hilang pada Khalida Popal. Ketika dia adalah direktur program tim sepak bola, dia merekrut pelatih wanita Amerika dan banyak perempuan Afghanistan dari diaspora. Para wanita Afghanistan, dia berkata: 

"Bermimpi melakukan sesuatu untuk negara mereka, mendukung saudara perempuan mereka kembali di Afghanistan, mengembangkan tim nasional yang kuat yang mewakili citra positif para wanita Afghanistan.”

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Pis4MJ
December 04, 2018 at 02:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Pis4MJ
via IFTTT
Share:

Adik Ronaldo Merasa CR7 Lebih Pantas Menangkan Ballon d'Or

CR7 merupakan pemenang Ballon d'Or dua edisi sebelumnya, yakni pada 2016 dan 2017.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Adik kandung Cristiano Ronaldo, Katia Aveiro, tidak mengakui kemenangan Luka Modric untuk meraih trofi bergengsi Ballon d'Or (pemain terbaik dunia). Ia merasa kakaknya lebih pantas merengkuh trofi tersebut karena menjadi pemain paling berpengaruh saat membawa Real Madrid hattrick juara Liga Champions.

Hanya beberapa jam setelah Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) menobatkan Modric sebagai pemenang Ballon d'Or, Katia mengunggah foto CR7, julukan Ronaldo, saat memenangkan trofi tersebut tahun lalu.

"Pemain terbaik dunia (CR7), bagi mereka yang mengerti sepak bola, tentu saja," kata Katia menuliskan caption di postingan akun Instagramnya, Selasa (4/12).

CR7 merupakan pemenang Ballon d'Or dua edisi sebelumnya, yakni pada 2016 dan 2017. Total, pemain asal Portugal tersebut telah memenangkan Ballon d'Or lima kali. Ronaldo pertama kali meraihnya 10 tahun lalu kala masih membela Manchester United. Kemudian ia memenangkannya lagi tahun 2013 dan 2014.

Sebelum penghargaan Ballon d'Or tahun ini terlaksana tadi malam di Paris, perdebatan seputar siapa pemain yang pantas mendapatkan trofi elite tersebut memang alot. Ada yang menilai Modric pantas karena selain menjadi figur penting Real Madrid saat juara Liga Champions, ia menjadi inspirator Kroasia untuk mencatatkan sejarah sebagai finalis Piala Dunia 2018.

Sementara, Ronaldo hanya mengandalkan trofi Liga Champions bersama Madrid. Pemain yang sekarang membela Juventus tersebut di Piala Dunia hanya berjuang sampai babak 16 besar bersama Portugal.

Antoine Griezmann dan Kylian Mbappe juga dianggap pantas karena sama-sama menjadi aktor penting Prancis menjuarai Piala Dunia 2018. Tapi di level klub, Griezmann dan Mbappe tidak sebagus Ronaldo dan Modric.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zGjJNK
December 04, 2018 at 02:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zGjJNK
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 21, 2018

Penyesatan Informasi dalam Diorama Zionis

Palestina bukan hanya masalah orang Palestina atau Arab, ini masalah kemanusiaan.

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh Nur Hasan Murtiaji

Salah satu ruang utama Hotel Pullman, Istanbul, Turki, pada Sabtu dan Ahad (17-18/11) lalu penuh dengan papan diorama yang menggambarkan derita rakyat Palestina. Dimulai di bagian paling ujung, sederet papan mengungkapkan data statistik Palestina terkini.

Ada 11 ribu anak Palestina yang ditahan pada masa 2000-2018. Dari jumlah tersebut, saat ini yang masih berada di dalam tahanan sebanyak 359 anak berusia di bawah 18 tahun, tiga di antaranya bocah perempuan. Tiga anak ditahan 15 tahun penjara, empat anak lainnya dengan masa tahanan 5-9 tahun.

"Penjajah memvonis anak-anak dengan hukuman penjara seumur hidup. Kasus hukuman yang sangat-sangat langka dilakukan dalam aturan hukum global," demikian keterangan yang tertulis pada papan dekoratif bergambarkan seorang bocah dengan tangan, tubuh, dan kakinya diborgol empat bola besi hitam berukuran besar.

Kebanyakan dari mereka dipenjara di dalam ruangan isolasi seorang diri. Mereka juga mengalami sejumlah pukulan dan penyiksaan lainnya selama proses investigasi. Pada papan galeri lainnya yang dipasang oleh panitia Palestine International Forum for Media and Communication (PIMFC) — lembaga yang berbasis di Beirut, Lebanon — adalah data demografi rakyat Palestina terkini. Diungkap di papan itu, jumlah populasi rakyat Palestina mencapai 12,706 juta.

Perinciannya, sebanyak 2,54 juta jiwa mendiami wilayah Tepi Barat, 427 ribu di Yerusalem, 1,532 juta di wilayah jajahan yang dirampas Israel sejak 1948, dan 1,912 juta jiwa di Jalur Gaza. Data ini berdasarkan Statistik Alquds International Institution per 1 Agustus 2018.

Total terdapat 8,487 juta rakyat Palestina menjadi pengungsi karena dipaksa pindah dari tanah tempat kelahirannya. Mereka tersebar di Tepi Barat sebanyak 0,772 juta, di Gaza 1,275 juta, 150 ribu di wilayah jajahan yang dirampas Israel pada 1948, di negara-negara Arab sebanyak 5,595 juta, dan negara-negara lain 695 ribu jiwa. Saat ini, Gaza sudah 144 bulan berada dalam isolasi Zionis.

Data statistik ini tidaklah tetap, bisa berubah setiap saat bergantung pada eskalasi konflik yang terjadi. Peneliti masalah Palestina Dr Azzam Tamimi menegaskan, kebenaran sejati mesti diungkap sembari mencari penyebab aksi kekerasan militer Israel dengan mengaitkan kasus saat ini pada konflik asalnya. "Ini bersumber pada gerakan Zionis dan kekejaman yang mereka lakukan di tanah Palestina," kata Azzam Tamimi, yang juga ketua Dewan Al Hiwar TV, stasiun televisi berbasis di London, Inggris.

Azzam menjadi salah satu pembicara pada Palestine International Forum yang ke-3 bertajuk "Palestine Addressing the World". Azzam menyampaikan materi pada sesi panel bertemakan "Developing the Global Media Discourse on Palestine". Acara ini dihadiri sekitar 800 peserta yang terdiri atas para jurnalis, akademisi, mahasiswa, aktivis HAM, hingga penulis. Mereka berasal dari 60 negara, yang berasal dari wilayah Eropa, Amerika, Afrika, Asia, dan Timur Tengah.

Para peserta seminar dan loka karya pelatihan ini berdiskusi menyamakan persepsi. Mereka juga membahas strategi bersama menangkal penyesatan informasi yang dilakukan media arus utama global atas fakta terjadinya penjajahan Israel terhadap rakyat Palestina. Jurnalis asal Jerman, Martine Lejeune, mengatakan, militer Zionis berupaya mendistorsi penyebab konflik Israel-Palestina.

Menurutnya, tidak ada waktu lagi untuk membuang-buang waktu dengan membuat laporan tak akurat soal Palestina. "Rakyat Palestina sedang sekarat setiap harinya dan mereka mend rita akibat penjajahan Israel," kata Lejeune saat diwawancara kantor berita Turki, Anadolu. Di antara penyesatan informasi mengenai Palestina, Lejeune menyebut penggunaan istilah "perbatasan". Militer Zionis menggunakan kata perbatasan saat meliput protes warga Gaza.

"Banyak media dunia yang menggunakan perbatasan, padahal faktanya tidak ada itu perbatasan. Yang ada hanyalah pagar pengamanan dan pos perbatasan yang dibuat oleh pasukan penjajah," kata Lejeune.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BnzgUb
November 21, 2018 at 02:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BnzgUb
via IFTTT
Share: