Showing posts with label 2019 at 07:06PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:06PM. Show all posts

Wednesday, May 29, 2019

Pesan Perdamaian dari Bagi Takjil Pemuda Muhammadiyah

Pemuda Muhammadiyah membagikan takjil di tiga titik krusial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah menggelar aksi simpatik membagi takjil berbuka puasa pada Rabu, (29/5) di empat titik yaitu Monas, bundaran HI depan gedung Bawaslu, dan depan gedung KPU. Tujuan kegiatan ini menyampaikan pesan perdamaian untuk persatuan bangsa di tengah gejolak politik pasca-pemilu.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto, menyebut pemilihan keempat titik karena dianggap strategis. Sehingga takjil yang dibagikan akan tepat sampai ke masyarakat. 

"Pertama bahwa kami melihat situasi bangsa bagaimana anak bangsa bersama hari ini dengan tema 'Muda Bergerak ke Masyarakat’. Total ada 3.000 takjil yang kami bagikan," katanya pada wartawan.

Sunanto menyampaikan pembagian takjil sekaligus menyerukan pesan persatuan. Khususnya dalam menyikapi situasi pasca Pilpres. Dia menyayangkan aksi unjuk rasa berujung kerusuhan yang terjadi pada 21-22 Mei. "Ini bagian dari upaya kami bahwa cara kebencian harus dihapuskan, harus ditangani tanpa kekerasan," ujarnya.

Sunanto menekankan aksi unjuk rasa damai mesti mendapat dukungan karena bagian dari berdemokrasi. Sedangkan bagi perusuh yang menyusup dalam aksi unjuk rasa mesti ditindak tegas.

"Bagi penyusup tindakan harus diambil. Perusuh kami kutuk keras. Itu menodai masyarakat yang sampaikan aspirasi," ucapnya.

Diketahui, dalam pembagian takjil itu, masyarakat tidak sungkan mengambil atau mendatangi pembagi takjil. Selain masyarakat umum, aparat kepolisian yang berjaga turut mendapat manfaat dari takjil yang diberikan. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2XbuWzT
May 29, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2XbuWzT
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 28, 2019

Presiden Juventus Susul Sarri ke Lokasi Final Liga Europa

Juventus mencari pelatih yang bisa memainkan gaya sepak bola menyerang.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Juventus semakin gencar melakukan pendekatan pada Maurizio Sarri. Juve dikabarkan bakal menjadikan Sarri sebagai pengganti Massimiliano Allegri.

Sarri sedang berada di Azerbaijan. Pelatih 60 tahun itu mendampingi Chelsea melawan Arsenal pada final Liga Europa, di Stadion Olimpiade Baku, Kamis (30/5) dini hari WIB.

''Menurut Tuttomercatoweb, (presiden Juventus, Andrea) Agnelli akan berkunjung ke Baku untuk melihat pekerjaan Sarri dari dekat,'' demikian laporan yang dikutip dari Football Italia, Selasa (28/5).

La Stampa juga memberitakan hal yang sama. Menurut media tersebut, kubu Juventus akan bertemu Direktur Chelsea, Marina Granovskaia, membahas Sarri.

Si Nyonya Tua mencari pelatih yang bisa memainkan sepak bola menyerang. Sarri memiliki kapasitas itu.

Selama di Napoli, ia selalu membuat Lorenzo Insigne dan rekan-rekan tampil dominan layaknya Barcelona. Pada musim perdana di Chelsea, Sarri masih kesulitan menerapkan taktik ini.

Sejumlah nama dikaitkan dengan Juve. Selain Sarri, ada Mauricio Pochettino yang masuk daftar pengganti Allegri.

Hingga kini manejemen Bianconeri terus bergerilya. Klub tersebut menargetkan telah memiliki allenatore anyar sebelum pramusim.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2I8ejP0
May 28, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2I8ejP0
via IFTTT
Share:

Friday, May 24, 2019

ACT Luncurkan Warung Wakaf Mobile

ACT meluncurkan Warung Wakaf Mobile di tengah acara Hijrah Fest 2019

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan Warung Wakaf Mobile pada acara Hijrah Fest 2019 yang dilaksanakan di Hall A Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jumat (24/5).

Presiden Global Wakaf ACT Imam Akbari mengungkapkan, Warung Wakaf Mobile adalah sebuah terobosan pemanfaatan wakaf uang dalam bentuk aset warung berjalan. Selain itu, program ini sekaligus sebagai sarana sosialisasi konsep wakaf produktif kepada masyarakat.

Warung Wakaf Mobile juga merupakan kombinasi wakaf dan ekonomi produktif yang terdiri dari beberapa unsur kekinian seperti lifestyle, teknologi, dan mobilitas,” ujar Imam Akbari dalam acara tersebut, Jumat (24/5).

Warung Wakaf sendiri sebenarnya telah diluncurkan pada November 2018 lalu, dan Global Wakaf ACT ingin membuat terobosan baru. Di sisi lain, Imam menambahkan, Warung Wakaf Mobile tetap menerapkan beberapa hal idealis seperti tidak menjual produk rokok, minuman keras, dan alat kontrasepsi.

Kemudian, hasil dari pengelolaan Warung Wakaf Mobile nantinya akan diberikan kepada para maukuf alaih atau penerima manfaat, baik masyarakat prasejahtera, korban bencana dan masyarakat lainnya yang membutuhkan bantuan dasar kehidupan. Selain itu, sebagian hasil juga disisihkan untuk pengembangan program Warung Wakaf Mobile itu sendiri.

”Alasan tersebut yang membuat kami ingin jadi yang terdepan dalam menebarkan serta menyebarkan pengetahuan tentang wakaf secara lebih masif. Selain itu, kami ingin mengibarkan juga mengobarkan spirit wakaf kepada masyarakat melalui Warung Wakaf Mobile ini,” papar Imam.

Ia berharap, masyarakat semakin mudah memahami konsep wakaf produktif, dan semakin tergerak untuk berpartisipasi agar kemanfaatan ini semakin meluas. Ke depannya, kami juga akan berusaha menyerap produk UMKM lebih banyak yang memenuhi standar kehalalan dan kesehatan, sesuai aturan dan keinginan pasar yang terus berkembang.

Data yang dimiliki Global Wakaf ACT menunjukkan, Warung Wakaf telah berkembang cukup pesat. Jumlah warung tersebut tidak kurang dari 147 titik yang tersebar di lima provinsi dan 30 kota serta kabupaten.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2X6Dqbw
May 24, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2X6Dqbw
via IFTTT
Share:

Thursday, May 23, 2019

Pesan Ustaz Arifin Ilham untuk Merawat Pesantren Az-Zikra

Alvin Faiz diwasiatkan oleh Ustaz Arifin Ilham untuk merawat Pesantren Az-Zikra.

REPUBLIKA.CO.ID, BABAKANMADANG -- Putra sulung Ustadz Arifin Ilham, Muhammad Alvin Faiz, mengaku tidak akan lupa apa yang diwasiatkan mendiang ayahnya, yaitu merawat Pesantren Az-Zikra. Terlebih kini Alvin menggantikan peran Pimpinan Majelis Az-Zikra itu sebagai kepala keluarga.

''Pesan Abi yang terakhir itu jaga pesantren. Itu pesan yang selalu Abi sampaikan,'' ujar Alvin didampingi dua saudaranya Muhammad Amer Azzikra dan Muhammad Azka Najhan kepada awak media di Majelis Az-Zikra Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/5).

Meski begitu, ketika ditanya kesiapannya menggantikan posisi Ustadz Arifin Ilham, Alvin nampak masih ragu. Ia berbalik meminta doa untuk kesanggupan merawat pesantren yang dititipkan.

"Itu sudah amanah,'' katanya. ''Kalau dibilang apakah siap, Alvin ngga bisa jawab. InsyaAllah, kami mohon doanya.''

Seperti diketahui, almarhum Ustadz Arifin Ilham memiliki dua pesantren bernama Az-Zikra di Kabupaten Bogor. Satu di Sentul Babakan Madang, satu lainnya di Gunung Sindur.

Selain diminta untuk menjaga pesantren, Alvin mengaku terus teringat mengenai pesan moral yang selalu disampaikan Ustadz Arifin. Salah satunya yaitu mengenai ketabahan.

''Jangan berlarut dalam kesedihan kata Abi, karena semua akan wafat. Dunia ini sementara,'' tuturnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YJLm2x
May 23, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YJLm2x
via IFTTT
Share:

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 16 Kg Daun Khat

Indonesia sudah terpapar 72 narkoba jenis baru.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALANAMU -- Bea Cukai Kualanamu menggagalkan upaya penyelundupan barang melalui kiriman pos berupa daun Khat (Katinon) sebanyak 2 karton. Daun Khat seberat 16 kg ini gagal diselundupkan pada Selasa (21/5) di Aula Cakrawala Bea Cukai Kualanamu.

Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi Bea Cukai Kualanamu, Bea Cukai Sumatra Utara dan Ditres Narkoba Polda Sumatra Utara. Sebelumnya tim gabungan tersebut berhasil melakukan penindakan pada Rabu (15/5) dan Jumat (17/5) di Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Morawa.

Kepala Kantor Bea Cukai Sumatera Utara, Oza Olavia mengungkapkan barang kiriman tersebut dikirim dari negara Ethiopia. Sebelumnya, diberitahukan dalam Consignment Note (CN) berupa pakaian dengan penerima berbeda yang beralamat di Medan Helvetia dan Tanjung Balai Asahan.
“Koordinasi antara Bea Cukai Kualanamu, Bea Cukai Sumatera Utara, Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Morawa dan Ditresnarkoba Polda Sumatra Utara berhasil mengamankan pelaku berinisial Has (46) sebagai penerima barang di Tanjung Balai Asahan. Untuk penerima barang yang berada di Medan Helvetia sampai saat ini masih dalam tahap pengembangan,” ujar Oza.
Oza menyebutkan keberhasilan ini adalah salah satu upaya bersama yang dilakukan dengan Polda Sumatra Utara dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatra Utara. Ini merupakan upaya sinergi terkait dengan Nota Kesepahaman (MoU) Tim Interdiksi Terpadu di Bandar Udara dan Pelabuhan Laut dalam rangka Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah Sumatra Utara yang disepakati bersama pada Selasa (7/5) di Polda Sumut.
Kepala Badan Narkotika Nasional Sumatra Utara Brigjen. Pol. Atrial juga menyatakan bahwa saat  ini beredar lebih kurang 803 jenis Narkotika jenis baru hasil dari penelitian United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC). Yang sudah beredar di Indonesia ada 72 jenis.
“Sumatra Utara berada di urutan ke 2 dengan jumlah 256.000 jiwa masyarakat nya terpapar narkotika termasuk yang kecanduan dan coba pakai,” kata Atrial.
Total seluruh masyarakat Indonesia yang sudah terkontaminasi narkotika sejumlah 3,7 juta jiwa. Hal ini berdasarkan survei prevalensi yang dilaksanakan BNN dengan Pusat Penelitian Kesehatan (Puslitkes) Universitas Indonesia pada tahun 2017. Atrial mengajak seluruh yang hadir dan komunitas Bandara Kualanamu untuk bersama-sama menyatukan langkah berusaha memberantas narkotika khususnya di Sumatra Utara.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HxwFKf
May 23, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HxwFKf
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 21, 2019

KPK Buka Kemungkinan Panggil Mantan Menteri KKP

Cicip kemungkinan dipanggil terkait kasus proyek pembangunan empat unit kapal di KKP.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan untuk memanggil mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutarjo untuk dimintai keterangan terkait kasus korupsi pengadaan kapal. Adapun, kasus korupsi itu dalam proyek pembangunan empat unit kapal 60 meter untuk Sistem Kapal Inspeksi Perikanan Indonesia (SKIPI) di Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan TA 2012-2016.

"Kalau dilihat dari waktu terjadinya, Menteri KKP yang menjabat pada April 2012 tentu mengetahui proyek ini. Jika nanti dibutuhkan untuk proses pemeriksaan tentu ini tergantung keputusan tim penyidik," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/5).

Untuk diketahui, Sharif menjabat sebagai Menteri KKP pada Oktober 2011- Oktober 2014. Namun, kata Febri, lembaganya juga membuka kemungkinan untuk memanggil pihak-pihak lainnya yang mengetahui kasus tersebut.

"Namun, pihak-pihak yang mengetahui terkait penanganan perkara tentu dapat diperiksa di tingkat penyidikan," ucap Febri.

Sebelumnya, KPK telah menjelaskan konstruksi perkara korupsi dalam proyek pembangunan empat Unit Kapal 60 Meter untuk Sistem Kapal Inspeksi Perikanan Indonesia (SKIPI) itu. Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan dua tersangka, yaitu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Aris Rustandi (ARS) dan Direktur Utama PT Daya Radar Utama (DRU) Amir Gunawan (AMG).

"Panitia pengadaan pembangunan SKIPI Tahap I merencanakan proses lelang dimulai 5 Desember 2011 dan pemenangnya diumumkan pada 15 Juni 2012," kata Wakil Ketua Saut Situmorang saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Selasa.

Kemudian, kata dia, pada Oktober 2012, Menteri KKP menetapkan PT DRU sebagai pemenang pekerjaan pembangunan kapal SKIPl dengan nilai penawaran Rp 558.531.475.423 atau saat itu setara 58.307.789 dolar AS.

"Pada Januari 2013, ARS yang menjabat sebagai PPK dan pihak PT DRU menandatangani kontrak pekerjaan pembangunan SKIPl Tahap I dengan nilai kontrak 58.307.789 dolar AS," ucap Saut.

Pada Februari 2015, Aris dan tim teknis melakukan kegiatan Factory Acceptance Test (FAT) ke Jerman. Untuk kegiatan tersebut, PPK dan tim teknis diduga menerima fasilitas dari PT DRU sebesar Rp300 juta.

"Selanjutnya pada April 2016, ARS melakukan serah terima empat kapal SKIPI bernama ORCA 01 sampai dengan ORCA 04 dengan berita acara yang ditandatangani AMG yang menyatakan pembangunan kapal SKIPI telah selesai 100 persen," ucap Saut.

Kemudian Aris telah membayar seluruh termin pembayaran kepada PT DRU senilai 58.307.788 atau setara Rp744.089.959.059. Padahal, diduga biaya pembangunan empat unit kapal SKIPI hanya Rp446.267.570.055.

"Diduga terdapat sejumlah perbuatan melawan hukum dalam proses pengadaan, baik belum adanya "engineering estimate", persekongkolan dalam tender, dokumen yang tidak benar, dan sejumlah PMH (perbuatan melawan hukum) lainnya," kata Saut.

Ia menyatakan, kapal SKIPI tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi yang disyaratkan dan dibutuhkan, di antaranya kecepatannya yang tidak mencapai syarat yang ditentukan, kekurangan panjang kapal sekitar 26 centimeter, mark up volume plat baja dan aluminium, dan kekurangan perlengkapan kapal lain.

"Diduga kerugian keuangan negara dalam pengadaan empat unit kapal SKIPI sekurang kurangnya sebesar Rp 61.540.127.782," ungkap Saut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HudXmO
May 21, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HudXmO
via IFTTT
Share:

Monday, May 20, 2019

Tangkap Lieus, Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti

Lieus Sungkharisma diamankan di sebuah apartemen di Hayam Wuruk, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti saat melakukan penggeledahan di dua tempat tinggal Lieus Sungkharisma pada Senin (20/5) pagi. Polisi mengamankan barang bukti, di antaranya beberapa dokumen dan CCTV saat menggeledah apartemen Lieus di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.

"Ketika melakukan penggeledahan di kamar apartemennya, ditemukan (Lieus) bersama seorang perempuan yang bukan istrinya, ditemukan juga alat komunikasi, CCTV, dan dokumen-dokumen milik tersangka," kata Argo di Polda Metro Jaya, Senin.

Kemudian, Argo menyebut, pihaknya melakukan penggeledahan kedua di rumah Lieus di Jalan Keadilan, Taman Sari, Jakarta Barat. Ia menuturkan, di tempat itu polisi mengamankan sejumlah barang bukti lainnya. Di antaranya alat komunikasi berupa telepon genggam dan sejumlah dokumen terkait.

"Saat kita geledah (di rumahnya), kita bertemu istrinya. Kita juga menemukan alat bukti yang disita di rumahnya (tempat penggeledahan kedua), seperti alat komunikasi dan beberapa dokumen terkait dengan penetapan tersangka," ujar Argo.

Seperti diketahui, Lieus Sungkharisma ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus penyebaran berita bohong dan makar. Argo mengatakan, penetapan tersangka itu setelah polisi melakukan gelar perkara kasus yang menjerat Lieus tersebut dan mempunyai alat bukti yang cukup.

"Setelah melalui mekanisme gelar perkara maka penyidik melakukan penjemputan (dan penetapan tersangka)," ucap Argo.

Sebelumnya, Lieus dilaporkan oleh seorang wiraswasta bernama Eman Soleman dengan nomor LP / B / 0441 / V / 2019 / BARESKRIM tanggal 7 Mei 2019 atas dugaan makar dan penyebaran berita bohong. Dalam laporan polisi itu, Lieus disangkakan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 dan / atau Pasal 15, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 jo Pasal 87 dan / atau Pasal 163 bis jo Pasal 107.

Namun, Lieus tidak memenuhi panggilan pertama oleh Bareskrim Polri, Selasa (14/5). Ia mengaku, saat itu tidak datang karena masih mencari pengacara yang akan membelanya.

Pada panggilan kedua, Jumat (17/5), ia kembali tidak memenuhi panggilan penyidik. Ia menyebut belum menerima surat panggilan tersebut. Kini, laporan tersebut telah dilimpahkan kepada Polda Metro Jaya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Juqxow
May 20, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Juqxow
via IFTTT
Share:

Rapat Perdana, Pansel KPK Umumkan Periode Pendaftaran

Pendaftaran capim KPK dibuka per 17 Juni hingga 4 Juli 2019 selama hari kerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019-2023 melakukan rapat perdananya pada Senin (20/5). Kesembilan anggota pansel yang dipimpin oleh Yenti Garnasih juga menerima salinan Keppres nomor 54/P tahun 2019 tertanggal 17 Mei 2019 yang diberikan Kepala Staf Presiden Moeldoko.

Dalam rapat perdana hari ini, pansel KPK merilis pengumuman pendaftaran seleksi calon pimpinan (capim) KPK, mengacu pada UU 30 tahun 2002 tentang KPK. Mewakili pansel, Yenti menyebutkan, pendaftaran capim KPK dibuka per 17 Juni 2019 hingga 4 Juli 2019 pada pukul 09.00 WIB sampai 16.00 WIB, selama hari kerja.

Sejumlah syarat mendaftar sebagai capim KPK yang diminta oleh pansel, mengikuti pasal 29 UU KPK, di antaranya adalah Warga Negara Indonesia (WNI), bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, sehat jasmani rohani, serta berijazah sarjana hukum atau sarjana lain yang memiliki keahlian dan pengalaman sekurang-kurangnya 15 tahun dalam bidang hukum, ekonomi, keuangan, atau perbankan. 

Syarat selanjutnya yang diumumkan pansel KPK, pendaftar harus berumur minimal 40 tahun dan maksimal 65 tahun pada proses pemilihan (2019), tidak pernah melakukan perbuatan tercela, serta memiliki kecakapan, jujur, dan berintegritas moral dan reputasi yang baik.

Pendaftar juga harus tidak menjadi pengurus salah satu partai politik, melepaskan jabatan struktural atau jabatan lain selama menjadi pimpinan KPK, tidak menjalankan profesinya selama menjadi anggota KPK, dan terakhir, pendaftar diminta mengumumkan kekayaannya sesuai aturan. 

"Bagaimana menjamin kami independen, insya Allah kami menjaminnya. Kami independen dan amanah. Kami bekerja penuh amanah untuk dapatkan calon komisioner yang lebih baik," kata Yenti dalam konferensi pers di kantor Kementerian Sekretariat Negara, Senin (20/5). 

Pendaftar capim KPK, kata Yenti, bisa menyampaikan berkas pendaftarannya langsung ke Sekretariat Pansel Capim KPK di Kementerian Setneg, Gedung I lantai 2, Jalan Veteran 18, Jakarta Pusat 10110. Berkas pendaftaran juga bisa dikirimkan melalui postercatat ke alamat Pansel atau melalui email ke alamat surel panselkpk2019@setneg.go.id. Bagi yang mengirim berkas via surel, hardcopy bisa diserahan pada saat uji kompetensi. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JRNAsC
May 20, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JRNAsC
via IFTTT
Share:

Sunday, May 19, 2019

Sandi Belum Putuskan Hadir di Aksi 22 Mei 2019

Sandi mengatakan akan berkoordinasi dengan Prabowo terlebih dahulu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cawapres 02 Sandiaga Uno belum memutuskan akan hadir ke aksi people power atau 'kedaulatan rakyat' pada 22 Mei 2019 mendatang. Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Capres 02 Prabowo Subianto terlebih dahulu.

"Ini belum diputuskan. Saya berkoordinasi terus dengan Pak Prabowo," kata Sandiaga di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahad (19/5).

Kendati demikian, Sandiaga menegaskan, ia akan mendukung penuh Prabowo Subianto. Ia menyatakan berkomitmen mengikuti proses Pilpres 2019 dengan Prabowo hingga usai. "Saya sampaikan dan saya garis bawahi, saya bersama pak prabowo ada di belakang beliau, mendukung beliau, sampai proses pilpres ini tuntas," kata Mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Menuju pengumuman Pemilu 22 Mei 2019, Sandiaga mengaku tak banyak melakukan persiapan khusus. Sandiaga justru memilih terus bekerja dan mengadakan kegiatan kemasyarakatan. Ia menilai, lebih baik ia berkarya bersama masyrakat untuk menghadirkan solusi permasalahan masyarakat.

"Persiapannya adalah terus bekerja untuk menghadirkan solusi untuk masyarakat. Karena saya melihat bahwa proses politik ini bergulir, masyrakat menginginkan perubahan, tapi perubahan yang mereka inginkan adalah solusi," ujar Sandiaga Uno.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Wddv4D
May 19, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Wddv4D
via IFTTT
Share:

Monday, May 13, 2019

Ledakan Petasan di Sukabumi, Lima Orang Terluka

Para korban langsung dibawa ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Sebanyak lima orang warga menjadi korban ledakan petasan yang tengah diturunkan dari mobil di Jalan Stasiun Timur Kota Sukabumi Senin (13/5) sore. Para korban langsung dibawa ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk mendapatkan penanganan medis.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, ledakan petasan tersebut terjadi pada pukul 16.00 WIB. Di mana pada saat kejadian ada dua mobil Gran Max dengan nomor polisi F 8936 TB dan F 8255 SL yang mengangkit petasan tengah bongkar muat. "Pada saat kejadian terdengar suara ledakan cukup kencang seperti bom," ujar sopir angkot yang tengah melintas di jalan tersebut Ujang Supriadi (33 tahun) warga Kampung Cimuncang, Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Selepas kejadian ia langsung menghentikam mobil dan menyelematkan diri.

Ujang menerangkan, awalnya warga tidak berani mendekati lokasi kejadian karena takut ledakan susulan. Namun beberapa saat kemudian warga mendekati lokasi kejadian dan melihat sejumlah orang mengalami luka-luka.

Wakapolres Sukabumi Kota Kompol Sulaeman Salim mengatakan, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian. "Ledakan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB," cetus dia.

Sulaeman menuturkan, ledakan terjadi ketika dilakukan aktivitas bongkar muat barang. Data sementara ada lima warga yang menjadi korban ledakan dan dibawa ke rumah sakit.

Hingga kini, Sulaeman mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan terkait petasan tersebut akan dibawa kemana. Termasuk penyebab pasti dari ledakan petasan tersebut.

Ketua Tim Penanganan dan Keluhan RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi Wahyu Handriana membenarkan ada lima warga korban ledakan yang ditangani rumah sakit. "Dua di antara korban mengalami luka pada bagian mata," imbuh dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2w1qd7D
May 13, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2w1qd7D
via IFTTT
Share:

Friday, May 10, 2019

Tokoh-Tokoh 02 Jadi Tersangka, Mardani: Suasana tak Kondusif

Dua tokoh yang menjadi tersangka adalah Ustaz Bachtiar Nasir dan Eggi Sudjana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasca Pilpres 2019, sejumlah tokoh pendukung pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno satu per satu menjadi tersangka. Ustaz Bachtiar Nasir ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri dalam kasus dugaan TPPU YKUS yang ditangani Bareskrim pada 2017. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana dijadikan tersangka kasus makar.

Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera, penetapan tersebut sangat menyedihkan. Sebab, saat ini tensi politik akibat Pilpres 2019 masih belum turun.

"Sebaliknya kasus-kasus qoute yang ada nuansa politiknya kita pertimbangkan karena kondisi sosiologis masyarakat sekarang belum kondusif," ujar Mardani saat ditemui di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jakarta Selatan, Jumat (10/9)

Mardani melanjutkan, bagi dirinya, hukum perlu juga memperhatikan kondisi sosiologis masyarakat saat ini. Akibat penetapan kasus ini, tidak menutup kemungkinan akan terjadi kebisingan politik antar kedua kubu.

"Tentu ini menyedihkan ketika tensi politik belum turun kasus-kasus ini dimunculkan," tambahnya.

Oleh karena itu, anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI itu menyarankan agar pihak kepolisian mempertimbangkan kondisi tensi politik saat ini. Sehingga, pihak kepolisian juga tidak semerta-merta mengambil dari pandangan hukum saja. Apalagi hukum sendiri menginginkan agar suasana tetap kondusif pascapilpres.

Polda Metro Jaya menegaskan, penetapan tersangka atas advokat sekaligus aktivis Eggi Sudjana dalam kasus dugaan makar, sudah memenuhi unsur-unsur sesuai ketetapan yang berlaku. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/5), mengatakan penetapan Eggi Sudjana sebagai tersangka telah memiliki keterangan saksi, keterangan ahli dan barang bukti.

"Penetapan tersangka itu sesuai dengan aturan, ada bukti permulaan seperti enam keterangan saksi, empat keterangan ahli, petunjuk dan barang bukti yang disampaikan seperti video dan pemberitaan-pemberitaan di media," kata Argo Yuwono.

Argo mengatakan, dengan keterangan saksi-saksi dan bukti-bukti berupa video hingga berita-berita di media massa sudah cukup untuk meningkatkan status Eggi menjadi tersangka.

"Pada hari Rabu (8/5), penyidik melakukan gelar perkara artinya menentukan berkaitan tentang status saksi. Setelah dilakukan gelar perkara, penyidik memaparkan keterangan saksi dan keterangan ahli dan barang bukti, gelar perkara tersebut menyimpulkan bahwa saksi terlapor Eggi Sudjana dinaikkan menjadi tersangka," ungkap Argo.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/309IUnO
May 10, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/309IUnO
via IFTTT
Share:

Kepolisian Majalengka Gencarkan Razia Miras saat Ramadhan

Razia miras dilakukan untuk meminimalkan tindak kejahatan selama Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA -- Kepolisian Sektor Majalengka Kota terus menggencarkan razia demi menjaga situasi aman dan kondusif di tengah masyarakat. Selama Ramadhan, aparat setempat melakukan hal itu dalam rangka kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD). 

Razia yang dilakukan di sejumlah lokasi Kecamatan Majalengka Kota, Kamis (9/5) malam, membuahkan hasil. Aparat menemukan puluhan botol minuman keras (miras) berbagai jenis dan merek pabrikan dari sejumlah penjual. "Ada 93 botol miras yang berhasil kami sita,’" ujar Kapolsek Majalengka Kota, AKP Kustadi, Jumat (10/5).

Adapun 93 botol miras itu terdiri dari 30 botol arak kecil, 13 botol arak besar, 17 botol anggur merah, 10 botol bir putih Anker, 19 botol Asoka, dua botol bir hitam Guines dan dua botol bir putih Singaraja.

Kustadi mengatakan, operasi seperti itu akan terus rutin dilaksanakan selama masih ada miras yang diperjualbelikan di wilayahnya. Dia menyatakan, operasi tersebut dimaksudkan untuk meminimalisasi terjadinya tindakan kejahatan di wilayah hukum Polsek Majalengka Kota.

Selain menyita miras dari tangan para pedagang, polisi juga mengimbau agar masyarakat tidak lagi menjual miras. Pasalnya, minuman haram itu menjadi pemicu terjadinya tindakan kejahatan di wilayah Majalengka.

"Kami berharap bantuan dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberantas miras di wilayah Kabupaten Majalengka khususnya wilayah Kecamatan Majalengka Kota," ujar Kustadi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VgmcXc
May 10, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VgmcXc
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 24, 2019

Tokoh Perubahan Republika Wujud Apresiasi dan Terima Kasih

Tahun ini, ke-14 penyelengaraan Tokoh Perubahan Republika.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harian Republika kembali menggelar malam penganugerahan Tokoh Republika pada Rabu (24/4) malam ini. Penghargaan yang dimulai sejak 2005 atau 14 tahun lalu itu sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih Republika kepada para tokoh yang ikhlas bekerja bagi kepentingan masyarakat.

"Selain untuk apresiasi, ini juga bentuk terima kasih Republika kepada mereka-mereka yang sudah bekerja dengan baik untuk masyarakat tanpa pamrih," ujar Pemimpin Redaksi Republika Irfan Junaidi.

Irfan mengatakan, sosok yang mendapatkan penghargaan Tokoh Perubahan memiliki segudang aktivitas. Kegiatan-kegiatan yang tentunya bermanfaat bagi masyarakat Indonesia secara luas.

Selain itu, aktivitas mereka juga mampu memberikan inspirasi untuk orang lain. Sehingga masyarakat berkeinginan meniru untuk berbuat baik yang mungkin bisa dilakukan dengan cara berbeda.

"Bisa membuat istilahnya merangsang orang 'kalau saya berbuat baik dan seterusnya orang lain bisa mengapresiasi saya lho ya' kira-kira seperti itu dengan begitu jadi orang kemudian akan berlomba-lomba terus dalam kebaikan," ucap Irfan.

Tokoh-tokoh yang dianugerahi penghargaan tahun ini juga diharapkan bisa mencerminkan semangat persatuan. Di antara para penerima penghargaan adalah Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong Rustamadji, Direktur Wahid Institute Yenny Wahid, Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan Ustaz Muhammad Jazir, serta pengusaha asal Papua Barat sekaligus ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IDAvTU
April 24, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IDAvTU
via IFTTT
Share:

Monday, April 22, 2019

Rasulullah Pernah Ditegur karena Abaikan Difabel

Dalam Alquran surah Abasa ayat 1-16, Allah menegur Nabi Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam sejarahnya, Rasulullah sendiri pernah di tegur oleh Allah karena mengabaikan orang difabel, terutama difabel netra, yaitu Abdullah bin Ummi Maktum. Dalam Alquran surah Abasa ayat 1-16, Allah menegur Nabi Muhammad karena men-gacuhkan dan memalingkan wajahnya dari Abdullah yang hendak mendapatkan pengajaran Islam dari Nabi.

Saat itu, Nabi Muhammad berbicara dengan para pembesar Quraisy dengan harapan mereka bisa memeluk Islam.

"Waktu itu, Rasulullah berdiskusi, dialog dengan sahabat yang lain, kemudian datanglah Ummi Maktum. Nah, Umi Maktum itu dicuekinoleh Rasulullah.Nah, kemudian Allah menegur Rasulullah dengan turunnya ayat Abasa Watawallaitu," kata Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sarmidi Husna

Abdullah bin Ummi Maktum termasuk sahabat Rasulullah yang pertama memeluk Islam. sahabat ini memiliki kedekatan nasab dengan istri nabi, Siti Khadijah. Ibu dari Khadijah adalah saudaranya Qays bin Zaidah, ayah dari Abdullah.

Abdullah memiliki kekurangan fisik berupa kebutaan. Rasulullah pernah bertanya kepadanya, Sejak kapan engkau kehilangan penglihatan? Ia menjawab, Sejak kecil. Maka Rasulullah shallal- lahu `alaihi wa sallam bersabda, Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman: Jika Aku mengambil penglihatan hamba-Ku, maka tidak ada balasan yang lebih pan- tas kecuali surga."

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VnTmIQ
April 22, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VnTmIQ
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 17, 2019

Bernardeschi Senang Juventus tak Sampai Pecat Allegri

Sebelumnya berembus rumor Allegri akan didepak jika Juve gagal lagi di level Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Gelandang serang Juventus, Federico Bernardeschi, tidak terlarut dalam kekecewaan berlebihan. Padahal, Juve gagal melangkah ke semifinal Liga Champions musim ini.

Pada fase delapan besar, Si Nyonya Tua kalah agregat 2-3 dari Ajax Amsterdam. Daripada mengutuk hasil negatif tersebut, Bernardeschi lebih tertarik membahas masa depan klubnya.

Secara khusus seputar situasi pelatih Massimiliano Allegri. Kendati belum berhasil meraih trofi Si Kuping Lebar, Allegri bakal dipertahankan manajemen Bianconeri.

"Saya senang Presiden (Andrea Agnelli) membenarkan Allegri akan bertahan musim depan," kata Bernardeschi dikutip dari laman resmi UEFA.

Sebelumnya berembus rumor Allegri bakal didepak jika Juve kembali gagal berjaya di Eropa. Namun isu demikian tak menjadi kenyataan.

Lebih dari itu, Bernardeschi melihat keseriusan Agnelli untuk fokus di Liga Champions. Pemain timnas Italia ini merasakan hasrat Sang Presiden memimpikan trofi kompetisi terelite Benua Biru.

"Sinyal penting karena presiden menginginkan Liga Champions. Tentunya kami akan membangun tim yang mampu memenangkannya. Saya yakin cepat atau lambat kami akan meraih trofi tersebut," ujar pesepak bola 25 tahun ini.

Juve menahan imbang Ajax 1-1 di Belanda pekan lalu. Namun saat bertanding di rumah sendiri, Allianz Stadium, Turin, Rabu (17/4) dini hari WIB, pasukan hitam putih kalah 1-2.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PfDH8A
April 17, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PfDH8A
via IFTTT
Share:

Pasar Obligasi Masih Menjadi Incaran Investor

Perbaikan defisit menjadi faktor yang kuat bagi pasar obligasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bahana TCW Investment Management optimistis pasar obligasi Indonesia masih menjadi incaran para investor pada 2019. Hal ini disebabkan adanya dukungan dari kondisi ekonomi nasional yang membaik.

"Mata uang rupiah terjaga terhadap dolar AS, inflasi cukup terkendali serta sentimen hasil quick count pemilu yang sesuai ekspektasi membuat pasar obligasi kita masih dilirik investor," ujar Direktur Strategi Investasi dan Kepala Makroekonom Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat, Rabu (17/4).

Budi menambahkan perhatian pemerintah untuk memperbaiki defisit neraca berjalan turut direspon positif pasar. "Perbaikan defisit menjadi faktor yang kuat bagi pasar SBN (surat berharga negara). Ditambah lagi dengan sikap The Fed yang dovish," katanya.

Ia menilai sikap The Fed yang cenderung dovish membuka peluang bagi Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga pada 2019. "Kalau suku bunga BI diturunkan, pasar obligasi kita akan semakin menarik bagi investor. Likuiditas makin bagus dan investor asing akan menambah porsi kepemilikannya," ujarnya.

Selain itu, minat investor terhadap kepemilikan obligasi juga tidak lepas dari predikat investasi Indonesia yang berada di level investment grade (layak investasi). Dampak positif obligasi akan diikuti pasar saham yang juga akan ikut naik.

Selanjutnya, Budi mengatakan sentimen yang akan menjadi perhatian investor yakni jajaran kabinet atau menteri yang akan mewakili pemerintahan selanjutnya. Untuk menjaga kepercayaan investor terhadap instrumen obligasi di dalam negeri, Budi Hikmat mengharapkan perbaikan terhadap transaksi berjalan dengan fokus mendorong industri manufaktur.

"Indonesia tidak bisa lagi bergantung pada komoditas, harus mendorong manufaktur. Negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam sudah berkembang manufakturnya," katanya.

Menurut dia, manufaktur menjadi salah satu kunci memperbaiki defisit transaksi berjalan. Manufaktur yang berkembang akan mendorong kinerja ekspor Indonesia lebih berkualitas.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vbGC9s
April 17, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vbGC9s
via IFTTT
Share:

Thursday, April 11, 2019

Bibit Atlet Disabilitas di DIY Minim Perhatian

Dalam pelaksanaan, tidak terlihat perhatian anggaran besar telah diberikan.

OGYAKARTA -- DIY baru saja menggelar gelaran Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda). Sayangnya, perhatian masih belum terlihat optimal diberikan kepada bibit-bibit atlet paralimpik tersebut.

Minimnya perhatian hampir berasal dari semua elemen. Pemerintah, sekolah-sekolah, masyarakat dan bahkan media-media itu sendiri untuk memberikan porsi pemberitaan. Selain porsi pemberitaan, itu bisa dilihat banyak sudut pandang lain. Tidak gempitanya pembukaan, sepi penonton, dan rendah perhatian pejabat-pejabat tinggi untuk sekadar menghadiri pembukaan. 

Padahal, soal penonton, misal, sangat bisa dikerahkan dari sekolah-sekolah. Apalagi, langkah itu sudah sangat biasa dilakukan dalam pelaksanaan gelaran-gelaran olah raga di Tanah Air.

Lalu, tidak gempita pembukaan, yang seperti menggembarkan minim anggaran untuk pelaksanaan. Padahal, hampir semua Disdikpora DIY mengatakan perhatian anggaran sudah besar.

Tidak cuma provinsi, Disdikpora-Disdikpora kabupaten atau kota selalu percaya diri mengatakan itu. Sayangnya, dalam pelaksanaan, tidak terlihat perhatian anggaran besar telah diberikan.

Wakil Ketua DPRD DIY, Arif Noor Hartanto mengatakan, memang perlu sinergitas luar biasa untuk menggemakan itu. Termasuk, dari National Paralympic Committee (NPC) yang jadi KONI-nya atlet-atlet difabel.

Terlebih, penggodokan atlet-atlet paralimpik ada dalam level-level tersebut. Karenanya, walau mengapresiasi, ia mengingatkan penting sinergikan NPC dan pekan-pekan olah raga demi kesinambungan.

Ia merasa, pemerintah daerah perlu bersama-sama dengan berbagai elemen yang ada memikirkan lebih serius. Utamanya, untuk gelaran-gelaran yang bisa secara periodik diadakan. Arif berpendapat, tentu sangat menarik jika DIY yang kesohor akan keistimewaannya mampu memanusiakan seluruh elemen yang ada. Artinya, tidak boleh ada pengecualian.

"Jadi, mereka-mereka yang mengalami keterbatasan secara fisik bisa diberikan ruang aktualisasi yang sama, yang gebyarnya juga ada," kata Arif di GOR Amongrogo, beberapa waktu lalu.

Terkait keluhan dana, ia membenarkan jika pemerintah memili dana yang relatif terbatas. Tapi, Arif berpendapat, sesungguhnya dana itu ada dan menanti kesungguhan. Artinya, diperlukan komitmen serius untuk keberpihakan. Sebab, jika tidak ada kepedulian dan kesungguhan, ia merasa sampai kapanpun dana akan menjadi alasan klasik dan pembenar.

"Ini yang harus dipikirkan lebih serius pemerintah daerah karena mereka bertanggung jawab untuk pembibitan atlet-atlet, harapan gelaran-gelaran ini bisa secara periodik diselenggarakan," ujar Arif.

Terlepas itu, Kepala Balai Pemuda dan Olah Raga Disdikpora DIY, Eka Heru Prasetya menuturkan, Peparpeda DIY menghadirkan tiga cabang olah raga. Ada atletik, lari dan bulu tangkis. Tapi, untuk gelaran-gelaran nasional, ia menekankan, tidak cuma akan berasal dari mereka yang bertanding di Peparpeda. Artinya, gelaran ini tidak menutup pintu atlet-atlet berprestasi baik di luar.

Tapi, untuk gelaran-gelaran nasional, ia menekankan, tidak cuma akan berasal dari mereka yang bertanding di Peparpeda. Artinya, gelaran ini tidak menutup pintu atlet-atlet berprestasi baik di luar.

Hal itu turut dilakukan Disdikpora DIY pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam gelaran di Jawa Barat atau Jawa Tengah, misal, mereka turut mengirimkan atlet-atlet yang tidak mengikuti Peparpeda.

Apalagi, untuk gelaran-gelaran nasional, syarat-syarat yang ditentukan lebih terperinci. Karenanya, kepada siapa saja yang secara permainan dirasa layak berlaga di kancah nasional, tetap memiliki kesempatan.

Setidaknya, ada dua gelaran nasional yang ada di depan mata. Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas), dan Pekan Olah Raga Pelajar Nasional (Popnas) yang sudah dibahas Maret lalu di Papua.

Walau berlangsung 10-18 Oktober 2019, ada beberapa cabang olah raga yang pelaksanaannya dimajukan seperti basket dan voli. Jadi, awal Oktober sudah akan diselenggarakan. "Nanti biasanya pembinaan dua bulan sebelum itu, jadi (Peparepeda) ini sebagai salah satu ajang seleksi kita, tapi tidak semua juara harus diberangkatkan," kata Eka.

Ia mengungkapkan, untuk DIY biasanya atlet-atlet asal Kabupaten Bantul tampil cemerlang. Tapi, untuk gelaran nasional pada 2017, atlet asal Kabupaten Gunungkidul justru menyumbang tiga medali emas. Sebelumnya, pada 2015, malah atlet asal Kota Yogyakarta yang dapat menyumbang tiga medali emas. Terlebih, biasanya untuk atletik, atlet-atlet dapat mengikuti tiga cabang olah raga.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2G4Sjnp
April 11, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2G4Sjnp
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 9, 2019

Milo tak Puas Arema Hanya Mampu Tahan Imbang Persebaya

Arema FC menahan imbang tuan rumah Persebaya dalam leg pertama Final Piala Presiden.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pelatih Arema FC Milomir Seslija mengaku tidak puas, meski anak asuhnya mampu menahan imbang Persebaya Surabaya dengan skor 2-2 pada leg 1 final Piala Presiden 2019 yang dilangsungkan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (9/4). Milo mengatakan, pada pertandingan tersebut, Arema menargetkan menang. Artinya, hanya mampu meraih 50 persen dari target yang ditentukan, mengingat hasil akhir petnadingan adalah imbang.

"Arema datang ke sini untuk menang. Tapi karena seri, artinya kita hanya meraih 50 persen dari target. Persebaya memang tim kuat, tapi kami bisa meredam karen belajar dari pertandingan saat melawan Madura," kata Milo seusai pertandingan.

Mengingat laga final dilangsungkan kandang-tandang, kata Milo, hasil tersebut membuat posisi Arema saat ini lebih baik ketimbang Persebaya Surabaya, dalam perburuan gelar juara. Itu tak lain karena mereka bisa menciptakan dua gol tandang. Keuntungan lainnya, karena Arema selanjutnya akan bermain di hadapan publik sendiri.

"Saat ini kita lebih baik posisinya karena bisa cetak dua gol tandang. Tapi tetap kita harus kerja keras, dan belum menjamin Arema aman. Makanya kita menargetkan bisa menang di Malang, biar bisa menjadi juara," ujarnya.

Milo mengakui, penampilan anak asuhnya pada pertandingan tersebut sangat baik, dan pengadil lapangan berlaku adil. Padahal menurutnya, tidak mudah bermain di hadapan pendukung Persebaya Surabaya, yang jumlahnya mencapai 50 ribu. "Saya kasih tau ke pemain, semakin keras teriakan penonton harus semakin tinggi motivasi bertandingnya. Dan harus bermain tanpa beban, tunjukan yang terbaik," katanya.

Gelandang serang Arema FC, Konate Makan pun mengakui posisi Arema belum aman, meski mampu menahan Persebaya Surabaya. Dia mengingatkan rekan satu timnya untuk bekerja lebih keras lagi agar mampu memenangkan pertandingan leg kedua di Malang, dan menyabet gelar juara.

"Alhamdulillah dapat poin di sini, meskipun  tidak mudah karena Persebaya merupakan klub kuat dan klub besar. Kita harus tetap bekerja keras dan solid, sehingga bisa menang di leg 2. Kita harus kerja keras agar bisa menang," ujar Konate.

Persebaya Surabaya hanya mampu bermain imbang dengan skor 2-2 ketika menjamu Arema FC pada leg 1 final Piala Presiden di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (9/4). Gol persebaya dicetak oleh Irfan Jaya, dan Damian Emanuel Lizio. Sementara gol balasan dari tim tamu diceploskan Hendro Siswanto dan Konate Makan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2uWardK
April 09, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2uWardK
via IFTTT
Share:

Monday, April 8, 2019

Pelatih Arema: Persebaya Tim Berbahaya

Pelatih Arema meminta pasukannya mewaspadai Persebaya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pelatih Arema FC Milomir Seslija menilai Persebaya sebagai tim berbahaya. Milomir meminta pemainnya untuk mewaapadai lawan pada final putaran pertama Piala Presiden di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Selasa, 9 April 2019.

"Ini pertandingan menarik dan Persebaya adalah tim kuat dan berbahaya," ujarnya saat konferensi pers jelang laga final Piala Presiden 2019 di Surabaya, Senin (8/4).

Pelatih berkebangsaan Bosnia tersebut juga memprediksi pertandingan melawan tuan rumah akan berlangsung dengan atmosfer menarik karena bakal dihadiri oleh puluhan ribu penonton di stadion. "Kami sangat bahagia bisa tampil di final dan melawan Persebaya. Kita tahu bahwa Persebaya dan Arema adalah dua tim terbaik di Indonesia," ucapnya.

Arema FC datang ke Surabaya dengan ke Surabaya dengan kekuatan penuh, termasuk dua pemain depan andalannya yang sama-sama sudah mengemas empat gol, yakni Dedik Setiawan dan Ricky Kayame. Khusus Ricky Kayame, pemain asal Papua tersebut akan menjadi sorotan di partai final karena pada Liga 1 musim kompetisi 2018 berseragam hijau-hijau untuk Persebaya.

Menurut Milo, sapaan akrab pelatih Arema, Ricky merupakan pemain berkualitas serta membebaskan pemain untuk tampil sebagaimana gayanya bermain, dan terbukti selama babak penyisihan hingga semifinal menjadi andalan di lini depan. "Ricky Kayame datang ke sini berseragam Arema dan pasti motivasinya berlipat karena menjadi pemain yang tak diperpanjang tim lamanya dulu," katanya.

Sementara itu, pemain Arema Hanif Sjahbandi menegaskan kesiapannya menghadapi Persebaya, bahkan tampil tanpa dukungan Aremania yang dilarang datang langsung ke stadion GBT. "Persebaya tim kuat dan harus diwaspadai. Saya mewakili teman-teman pemain Arema sudah sangat siap dan akan mengerahkan segala kemampuan terbaik di lapangan," kata pemain yang turut mengantar Timnas U-22 juara di AFF U-22 tahun 2019 tersebut.

Arema FC berhak menantang Persebaya usai menang di dua pertandingan semifinal lawan Kalteng Putra masing-masing dengan skor sama, 3-0. Sedangkan, Persebaya lolos ke partai puncak usai di semifinal mengandaskan Madura United di dua pertandingan, masing-masing 1-0 saat bermain di Surabaya dan menang 3-2 di kandang Madura. Final putaran kedua akan dilangsungkan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat, 12 April 2019, sekaligus upacara penyerahan piala kepada tim pemenang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2U57fH4
April 08, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2U57fH4
via IFTTT
Share:

Sunday, April 7, 2019

Tutup Pawai dengan Doa, Kiai Maruf: Jadikan Kami Negara Kuat

Sebelum doa, Kiai Ma'ruf menanyakan kesiapan pendukung memenangkan Jokowi & dirinya.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin menutup acara Pawai Karnaval Bersatu di Alun-Alun Ahmad Yani, Kota Tangerang, Banten, Ahad (7/4) sore. Kiai Ma'ruf bedoa menggunakan bahasa Arab. Namun, di sela-sela doanya, ketua umum MUI ini juga berdoa menggunakan bahasa Indonesia. 

Dalam doanya, Kiai Ma'ruf memohon kepada Allah agar Indonesia dijadikan sebagai negara yang kuat, maju, sejahtera, adil dan makmur. "Jadikanlah negara kami negara uang kuat, maju, sekahtera, adil dan makmur," kata Kiai Ma'ruf. 

Selain itu, Kiai Ma'ruf juga medoakan agar Indonesia bisa menjadi negara berpenduduk damai, serta tidak menjadi negara yang punah. Dia juga memohon kepada Allah agar menjadikan Indonesia sebagai negara yang berakhlakul karimah. 

"Ya Allah jadikanlah kami bangsa yang mengedepankan akhlakul karimah," ucap Kiai Ma'ruf.

Sebelum berdoa, Kiai Ma'ruf menanyakan kesiapan puluhan ribu pendukung untuk memenangkan dirinya dan Jokowi pada Pilpres 2019. "Sebelum membaca doa, saya tanya, siap memenangkan 01? Yakin? Pasti? Menang?  Janji? Alhamdulillah," ujar Kiai Ma'ruf. 

Dalam pawai karnaval tersebut, Kiai Ma'ruf mendampingi Jokowi menyapa puluhan ribu pendukungannya dengan menaiki kereta kencana. Dari atas kereta kencana tersebut, keduanya juga membagikan kaos kepada warga Tangerang yang hadir.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2U0CRh4
April 07, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2U0CRh4
via IFTTT
Share: