Showing posts with label 2019 at 10:12PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 10:12PM. Show all posts

Saturday, May 18, 2019

Ambisi Manchester City Dominasi Tanah Inggris

Final Piala FA.

Foto: republika

REPUBLIKA.CO.ID, Manchester City akan menghadapi Watford pada Final Piala FA di Stadion Wembley, Sabtu (18/5) besok. Kedua tim sama-sama mengincar trofi Piala FA dengan motif yang berbeda. Manchester City ingin merebut trofi FA untuk penegasan dominasi mereka di kompetisi tanah Inggris. Sementar Watford mengincar juara untuk menembus kompetisi di level Eropa. Berikut data dan fakta Final Piala FA 2019:

- Manchester City akan meraih trofi ketiga, sekaligus menyapu bersih seluruh trofi yang ada di kompetisi sepak bola Inggris jika berhasil memenangkan final Piala FA
- Manchester City telah lima kali merebut piala FA, yakni tahun 1904, 1934, 1956, 1969 dan 2011
- Manchester City belum pernah kalah melawan Watford dalam 10 pertandingan terakhir
- Di kompetisi Liga Primer Inggris, City tak terkalahkan dalam 14 laga terakhir
- Jika mengalahkan City, ini merupakan pertama kali Watford merebut trofi FA.
- Watford bisa lolos langsung ke kompetisi Liga Europa musim depan jika juara Piala FA

Pertandingan terakhir Manchester City vs Watford

09/03/19 Manchester City 3-1 Watford
04/12/18 Watford 1-2 Manchester City
02/01/18 Manchester City 3-1 Watford
16/09/17 Watford 0-6 Manchester City
21/05/17 Watford 0-5 Manchester City
14/12/16 Manchester City 2-0 Watford
02/01/16 Watford 1-2 Manchester City

5 Pertandingan Terakhir Manchester City

12/05/19 Brighton 1-4 Manchester City
07/05/19 Manchester City 1-0 Leicester City
28/04/19 Burnley 0-1 Manchester City
25/04/19 Manchester United 0-2 Manchester City
20/04/19 Manchester City 1-0 Tottenham Hotspur

5 Pertandingan Terakhir Watford

12/05/19 Watford 1-4 West Ham
05/05/19 Chelsea 3-0 Watford
27/04/19 Watford 1-2 Wolverhampton Wanderers
24/04/19 Watford 1-1 Southampton
20/04/19 Huddersfield 1-2 Watford

Sumber: google, fctable, skysport, espn
Pengolah: Bayu Hermawan

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VNg1zc
May 18, 2019 at 10:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VNg1zc
via IFTTT
Share:

Sunday, February 24, 2019

Banjir di Menggala Telan Korban Jiwa Balita

Balita bernama Nazira sedang bermain di halaman ketika terbawa arus di Menggala

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Banjir yang melanda Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulangbawang, Lampung, Ahad (24/2), menelpon korban jiwa seorang bayi di bawah lima tahun (balita). Balita bernama Nazira Tapan bin Edi Syahrudi (3 tahun) terbawa arus banjir saat bermain di halaman rumah keluarganya di Lingkungan Bugis, Menggala.

Keterangan yang diperoleh, Ahad (24/2) petang, banjir melanda Kecamatan Menggala, sejak Ahad pagi merendam sejumlah rumah di Kampung Lingkungan Bugis dan Lingkungan Palembang dalam Kecamatan Menggala. Banjir terjadi setelah hujan lebat mengakibatkan Sungai Tulangbawang meluap. Ketinggian banjir pada awalnya sebetis orang dewasa, namun terus naik menjadi sepinggang orang dewasa.

Orangtua korban Edi Syahrudi menjenguk keluarganya yang terkena banjir di Lingkungan Bugis. Saat itu, anaknya yang baru bisa berbicara tersebut bermain di halaman.

Tanpa terawasi, anaknya menghilang diseret banjir. Keluarga panik, dan langsung melakukan pencarian dengan menyelam daerah banjir tersebut. 

Edi dan warga mencari anaknya yang masih balita tersebut selama dua jam lebih. Warga menemukan korban di bawah rumah tersangkut, dan sudah tidak bernyawa lagi. “Kami masih mengobrol di teras, lupa anak saya bermain,” kata Edi yang dikabarkan warga setempat.

Kampung Bugis dan Palembang memang menjadi langganan banjir tatkala musim hujan. Setelah hujan turun, biasanya Sungai Tulangbawang selalu meluap dan merendam sejumlah rumah dekat sungai hingga ke jalan-jalan. Namun, banjir yang terjadi Ahad pagi tersebut air terus naik dan arus semakin kuat.

Warga Kampung Bugis dan Palembang masih sempat menyelamatkan perabotan rumah tangganya, karena air yang merendam rumah-rumah mereka tidak sekaligus namun berangsur-angsur hingga ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

Bupati Tulangbawang Winarti telah meninjau lokasi banjir. Ia memerintahkan untuk mengirimkan bantuan kapal karet membantu mengevakuasi warga. Selain itu, memberikan bantuan berupa obat-obatan dan kebutuhan makanan pokok. Bupati menyatakan, tidak bisa memaksakan warga yang biasa menjadi langganan banjir untuk direlokasi.

Menurut Bupati, warga di Kampung Bugis dan Palembang tersebut telah lama mendiami kampung mereka. Pemkab Tulangbawang tidak dapat serta merta meminta mereka untuk relokasi rumahnya di kawasan yang aman banjir. Warga telah turun temurun dan memiliki sejarahnya tinggal di kampungnya, sehingga sulit untuk memindahkannya. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2IA9Acm
February 24, 2019 at 10:12PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2IA9Acm
via IFTTT
Share:

Tuesday, February 19, 2019

Kementan Beri Perhatian Khusus Pengembangan Kelapa Kopyor

Pengembangan kelapa kopyor bisa mendatangkan keuntungan bagi petani.

REPUBLIKA.CO.ID, PAMEKASAN -- Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) memberi perhatian khusus pada komoditas perkebunan kelapa di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Khususnya, kelapa kopyor.

Menurut Direktur Jenderal Perkebunan Kasdi Subagyono mengatakan, pihaknya menyediakan bantuan 10 ribu benih batang kelapa. Namun, khusus kelapa kopyor baru 1.000 benih batang kelapa.

“Kopyor ini bisa menjadi unggulan. Karena, satu butir harganya Rp 25 ribu sedangkan kelapa biasa Rp 10 ribu. Nah, ini bisa dikembangkan,” kata Kasdi dalam kunjungan kerjanya bertemu dengan para petani di Kabupaten Pamekasan, Selasa (19/2).

Menurut Kasdi, untuk mengembangkan kelapa kopyor ini tidak hanya mengembangkan di hulu. Tetapi, juga ke hilirnya. Kelapa kopyor sabutnya bisa dimanfaatkan, batoknya, hingga buahnya yang bisa mendatangkan keuntungan bagi petani.

“Kita lihat misalnya, batoknya bisa dibikin arang untuk membuat barbeque. Ke depan, para petani harus punya pemikiran ke arah sana. Ini selama ini yang kurang maksimal digarap,” kata Kasdi.

Karena itu, Kasdi mengatakan, pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Perkebunan hadir untuk memberikan bantuan sarana dan prasarana. Tetapi, pemerintah daerah juga harus memberikan bantuan untuk mengembangkan komoditas kelapa kopyor ini. “Jadi, harus dikawal,” kata Kasdi.

Kasdi mengatakan, tahun pihaknya memprogramkan bantuan untuk setengah juta hektare khusus komoditas kelapa. Selain itu, Direktorat Jenderal Perkebunan juga fokus pada perbenihan.

Adapun rincian bantuan 1.000 batang kelapa kopyor itu dibagi untuk tiga kabupaten di Pulau Madura. Yaitu, 300 batang untuk Kabupaten Pamekasan, 300 batang untuk Kabupaten Bangkalan, dan 400 batang untuk Kabupaten Sumenep.

Sementara, Bupati Pamekasan Badrut Tamam menyampaikan terima kasihnya atas bantuan dari pemerintah pusat. Dia berpesan agar petani penerima bantuan bisa memanfaatkan bantuan yang diterima dengan sebaik-baiknya. “Tujuannya untuk meningkatkan produksi pertanian sehingga berkontribusi positif untuk kemakmuran,” kata Badrut.

Acara kunjungan kerja itu juga dihadiri oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Dalam sambutannya, Amran mengatakan, pihaknya melakukan diskusi dengan para bupati di Pulau Madura. Salah satu yang dibahas adalah soal potensi masalah ketika musim kering.

“Kita kekurangan air kalau musim kering. Tapi, ini ketika ada musim hujan jangan sampai airnya terbuang sia-sia ke lautan,” kata Amran mengingatkan para petani.

Menurut Amran, para petani harus memanfaatkan air hujan agar tidak mengalir sia-sia ke laut. Sehingga, ketika terjadi musim kering, para petani bisa memanfaatkan air hujan yang disimpan tersebut.

“Salah satu caranya dengan membuat embung,” kata Amran.

Amran mencontohkan, di Bojonegoro, terdapat Sungai Bengawan Solo yang mengalir sampai lautan. Tetapi, karena tidak dimanfaatkan, ketika musim kemarau maka lahan menjadi kering.“Saya instruksikan kepala daerahnya dan petani agar membuat embung untuk menyimpan air hujan dan memompa air sungai,” katanya.

Hasilnya, di Bojonegoro sekarang petani bisa lebih sering panen. Mereka juga sudah membuat embung untuk menyimpan air hujan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DRqL3D
February 19, 2019 at 10:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DRqL3D
via IFTTT
Share:

Wednesday, February 13, 2019

Fabiano Beltrame Diisukan akan ke Persib

Beltrame sudah sejak tahun 2005 bermain di Liga Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, PAMEKASAN -- Bek tengah asal Brasil Fabiano Da Rosa Beltrame dikabarkan tidak lagi memperpanjang kontraknya bersama Madura United. Beltrame disebut sudah berpamitan dengan Laskar Sape Kerab setelah tiga tahun bekerja sama.

Belum diketahui akan ke mana bek 26 tahun itu berlabuh. Laman resmi Liga Indonesia pada Rabu (13/2) menyebutkan, ada sinyal Beltrame akan bergabung dengan Persib Bandung.

"Beltrame tidak jelas mengatakan akan bergabung ke klub mana. Rumor yang paling kencang adalah ke Persib Bandung," begitu laporan dari laman resmi Liga Indonesia.

Beltrame sudah sejak tahun 2005 bermain di Liga Indonesia. Klub pertamanya di sepak bola Tanah Air ialah Persela Lamongan. Setelah itu, sahabat dekat Marcel Sacramento itu pernah membela Persija Jakarta, Persmin Minahasa, Arema Cronus, dan terakhir Madura United.

Tiga tahun bersama Laskar Sape Kerab telah membuatnya dipercaya menjadi kapten tim. Tapi hal itu tak membuat Baltrame menambah durasi kontraknya dengan klub kesayangan masyarakat Madura itu.

Beltrame kabarnya juga tengah mempersiapkan proses naturalisasinya menjadi warga negara Indonesia. Karena merasa masih kuat bermain di level tertinggi, Beltrame membuka peluang tampil buat tim nasional Indonesia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2E6QPt5
February 13, 2019 at 10:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2E6QPt5
via IFTTT
Share:

Walubi Nilai Pembangunan Rumah Ibadah tak Perlu PBM

Saya pikir rumah ibadah tak diatur-atur saja, seharusnya baik-baik saja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) menilai pembangunan rumah ibadah sebaiknya tidak perlu menggunakan Peraturan Bersama Menteri (PBM). Sebab, sudah ada aparat yang mengamankan jika ada gangguan kenyamanan.

“Saya pikir rumah ibadah tak diatur-atur seharusnya baik-baik saja. Kalau menyimpang, tangkap saja, kan ada polisi,” kata perwakilan Walubi Rusli Tan kepada Republika.co.id, Rabu (13/2).

Berkaca pada pengalaman, Rusli menceritakan jumlah umat Buddha tidak banyak di Tanah Air. Karena itu, dia mengakui cukup sulit apabila ingin membangun Vihara. “Bahkan ada statement (pernyataan) membuka panti pijat lebih mudah daripada membuka Vihara. Izinnya (panti pijat) lebih cepat,” ujar dia.

Dengan alasan sebagai kaum minoritas yang berjumlah satu jutaan umat, Rusli mengatakan Walubi kerap tidak memiliki ruang. Karena itu, Walubi lebih memilih mengalah dan mengikuti kemauan mayoritas. “Kalau saya pribadi melihat, tak banyak manfaat dari PBM,” kata dia.

Rusli mengingat Presiden keempat Abdurrahman Wahid pernah mengatakan agama adalah kehidupan masing-masing umatnya. Karena itu, tidak perlu mengatur-atur, karena masing-masing memiliki aturannya. Dengan demikian, ketika ada masalah atau membuat tidak nyaman, maka ada aparat yang berwenang menangkap.

“Masyarakat sekitar bisa lapor ke polisi, apa yang diganggu. Saya pikir umat Buddha tak mungkin ganggu orang, itu Klenteng, Vihara sudah tutup sore,” kata dia.

Kendati demikian, Rusli mengatakan Walubi bukan pihak yang berhak mengatakan setuju atau tidak setuju dengan PBM tentang pendirian rumah ibadah. “Menurut saya, rumah ibadah tak perlu 'dikencangi' seperti itu, malah semua agama meminta penganutnya membangun istana Tuhan,” ujar dia.

Rusli tidak menampik keberadaan PBM kerap disalahgunakan sebagai modus tertentu. Sebab, dia mengatakan setiap pihak memiliki kepentingan. “Jangan wariskan kepada anak cucu kita kebiasaan merepotkan orang. Yang paling penting ada IMB (izin mendirikan bangunan), tak perlu lagi macam-macam,” tutur dia. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Gpj8VV
February 13, 2019 at 10:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Gpj8VV
via IFTTT
Share:

Dua Versi Cerita dari Duet Pemandu Wisata di Yerusalem

Dua pemandu wisata itu bekerja untuk agen perjalanan wisata MEJDI Tours.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM-- Di alun-alun Yerusalem, sekelompok wisatawan berkumpul menatap tembok ratapan dan kubah Shakhrah (di sebut juga kubah batu di komplek Masjid al-Aqsha). Dengan penuh perhatian mereka mendengarkan dua orang pemandu wisata. 

Pemandangan seperti itu memang umum di kota yang menjadi tujuan wisatawan dan peziarah yang ingin mengunjungi landmark agamanya itu. Tapi hal yang tak biasa adalah ketika pemandu wisatanya merupakan warga Palestina dan Israel. 

Mereka bergantian menerangkan tentang kota yang disebut orang Yahudi sebagai Yerusalem sedang bagi orang Arab atau Palestina disebut al-Quds.  

“Kita berada di Yerusalem yang merupakan ibu kota Yahudi. Kita berada di salah satu tempat paling suci di dunia bagi agama Kristen. Dan kuncinya dipegang oleh keluarga Muslim. Ketiganya hidup berdampingan,” kata Lana Zilberman, pemandu wisata berkebangsaan Israel yang berbicara pertama kali pada kelompok wisatawan itu saat sampai di Gereja Makam Kudus seperti dilansir Asharq al-Awsat pada Rabu (13/2).  

Namun rekannya yang juga pemandu wisata asal Betlehem Palestina, Noor Awad punya pandangan berbeda tentang status quo. 

Ia mengungkapkan Muslim dan Kristen di tepi barat jalur Gaza membutuhkan izin dari Israel untuk beribadah di tempat itu. 

“Bagi orang Palestina ini adalah ibukota Palestina. Namun jika Anda tak punya izin itu, kamu tak bisa datang kesini untuk beribadah. Jadi tempat ini punya peran dalam narasi dan konflik yang kita alami saat ini,” kata Awad pemandu wisata yang berusia 28 tahun.  

Kendati demikian dua pemandu wisata itu saling mendengarkan dengan sopan. Meski sesekali ada sindiran dengan mengangkat alis. Wisatawan pun membanjiri mereka dengan banyak pertanyaan. 

Dua pemandu wisata itu bekerja untuk agen perjalanan wisata MEJDI Tours dengan kemitraan  orang Israel, Palestina, Arab, dan Yahudi. Tur pekanan itu telah berlangsung sejak Oktober tahun lalu.

Di pusat kota  itu, wisatawan mengunjungi bukit yang dikenal orang Yahudi sebagai kuil gunung namun umat muslim menyebutnya tempat yang suci. Di mana di kubah Shakhrah itu terkait dengan mi'raj Nabi Muhammd. 

Di jantung Kota Tua, tur datang ke bukit yang dikenal orang Yahudi sebagai Kuil Gunung dan bagi umat Islam sebagai Tempat Suci. 

“Itu adalah peristiwa yang sangat penting, seperti dengan kisah Musa yang berbicara pada Tuhan di Gunung Sinai,” kata Awad menjelaskan. “Sepanjang jalan di bawah tanah di bawah kubah emas, sekitar 5.779 tahun lalu Tuhan menciptakan dunia. Dan 4.000 tahun lalu kami percaya Abraham datang untuk mengikat Ishak di tempat  itu,” kata Zilberman.

Berwisata dengan dua pemandu wisata dari Palestina dan Israel itu pun menambah pengalaman dan pengetahuan bagi Dave Yesus (26 tahun), seorang siswa di Long Island  New York yang turut serta hadir dalam tur itu. 

“Apa yang sebenarnya berbeda dalam narasi zionis Yahudi versus narasi Palestina ini adalah sesuatu hal yang akan saya bawa pulang. Saya ingin melihat keduanya berdampingan,” katanya. Andrian Saputra

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DEy5iP
February 13, 2019 at 10:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DEy5iP
via IFTTT
Share:

Tuesday, February 12, 2019

Militer Myanmar DIlaporkan Tembaki Desa-Desa di Rakhine

Penembakan desa yang berpenghuni tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Amnesty International menyampaikan laporan bahwa pasukan keamanan Myanmar telah menembaki desa-desa dan mencegah warga sipil mengakses makanan dan bantuan kemanusiaan di negara bagian Rakhine barat sejak awal 2019. 

Pasukan keamanan juga disebut menggunakan undang-undang yang represif untuk menahan warga sipil. 

"Operasi-operasi terbaru ini adalah satu lagi pengingat bahwa militer Myanmar beroperasi tanpa memperhatikan hak asasi manusia," kata Direktur Crisis Response Amnesty International, Tirana Hassan, dilansir Anadolu Agency, Selasa (12/2).  

Hassan mengatakan, menembaki desa-desa berpenghuni dan menahan persediaan makanan tidak dapat dibenarkan dalam situasu apapun.

Pihaknya juga menerima laporan bahwa divisi tentara yang terlibat aksi kekejaman terhadap Rohingya Agustus-September 2017 lalu telah dikerahkan ke Negara Bagian Rakhine dalam beberapa pekan terakhir.

"Terlepas dari kecaman internasional atas kekejaman militer Myanmar, semua bukti menunjukkan bahwa mereka dengan berani melakukan pelanggaran yang lebih serius," kata Hassan.

Masih menurut laporan itu, pelanggaran ini terjadi setelah misi pencarian fakta PBB menyerukan penyelidikan pidana dan penuntutan kepada pejabat senior Myanmar di bawah hukum internasional atas kejahatan terhadap penduduk Rohingya di Rakhine, dan terhadap etnis minoritas di Kachin dan negara-negara bagian utara Shan. 

Laporan itu mengungkapkan, kelompok etnis Rakhine bersenjata yang dikenal sebagai Tentara Arakan melakukan serangan terkoordinasi pada empat pos polisi di negara bagian Rakhine utara. Mereka dilaporkan membunuh 13 petugas polisi pada 4 Januari 2019. 

"Dan pemerintah sipil Myanmar menginstruksikan militer untuk meluncurkan sebuah operasi untuk 'menghancurkan' Tentara Arakan, yang oleh juru bicara pemerintah disebut sebagai 'organisasi teroris'," katanya.

Tentara Arakan adalah kelompok Buddha bersenjata yang menginginkan lebih banyak otonomi bagi etnis minoritas Buddha Rakhine. 

Mereka telah berperang melawan militer sebagai bagian dari aliansi kelompok-kelompok bersenjata di Myanmar utara dan.

Tentara Arakan ini telah mengalihkan perhatiannya ke negara-negara Chin dan Rakhine dalam beberapa tahun terakhir, dan sudah terjadi bentrokan secara sporadis dengan pasukan keamanan di sana. Hingga kemudian, tentara Myanmar memindahkan banyak aset dan pasukan ke wilayah tersebut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SJ36vL
February 12, 2019 at 10:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SJ36vL
via IFTTT
Share:

Monday, February 4, 2019

Pemerintah Minta MUI Sulteng Sebagai Wadah Pemersatu Umat

MUI merupakan wadah berkumpulnya cendikiawan dan ulama lintas ormas Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU— Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tengah (Sulteng) mengharapkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dapat meningkatkan peran mewujudkan persatuan umat.

"Ormas-ormas Islam di Indonesia cukup banyak, termasuk di Sulawesi Tengah. Karena itu, MUI diharap dapat menjadi sekaligus mewujudkan persatuan umat," ucap Kepala Kanwil Kemenag Sulteng Rusman Langke, di Palu, Senin (4/2).

Rusman Langke hadir dan menyampaikan sambutan dalam pengukuhan pengurus MUI Sulawesi Tengah masa khidmah 2018-2023, yang di kukuhkan unsur pimpinan MUI Pusat Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi, KH Abdullah Jaidi, di Wisma Haji Palu.

Pengukuhan itu juga dihadiri pejabat mewakili Gubernur Sulteng Longki Djanggola, Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Organisasi Setda Provinsi Sulteng, Mulyono dan Rektor IAIN Palu Prof Sagaf S Pettalongi. 

Dalam sambutannya, Rusman Langke menyebut MUI menjadi salah satu lembaga yang mewadahi para ulama, para cendikiawan Muslim dalam rangka memberikan bimbingan kepada umat.

Keberadaan MUI, kata dia, sangat dibutuhkan masyarakat, sangat dibutuhkan umat beragama utamanya umat Islam di Sulawesi Tengah dalam rangka menyatukan persepsi umat.

Karena itu, ia menilai, bila semua ormas Islam atau keterwakilan masing-masing ormas Islam ada di MUI, maka tentu sangat baik peran MUI dalam penyatuan persepsi.

"Adanya keterwakilan masing-masing ormas Islam di MUI, tentu lebih memudahkan MUI dalam memaksimalkan perannya di masyarakat dalam dakwah," ujar Rusman Langke.

MUI sebagai salah satu organisasi mitra pemerintah, sebut Rusman, tentu harus siap bekerjasama dengan pemerintah dalam membangun peradaban manusia.

"Ini harus di ikutkan dengan managemen organisasi yang baik, konsolidasi yang baik. Maka tentu akan baik bagi MUI," sebut dia.

Dia mengemukakan pembinaan berbasis kebutuhan masyarakat atau berbasis problem yang dihadapi saat ini oleh masyarakat sangat dibutuhkan.

Olehnya itu, MUI tentu harus memberikan pesan-pesan atau dakwah sesuai dengan kondisi atau kebutuhan masyarakat.

"Hal ini harus terorganisir dengan baik. Karena itu, perlu ada integrasi program dan langkah oleh MUI mulai dari tingkat kabupaten dan provinsi," urai dia. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DTHG6V
February 04, 2019 at 10:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DTHG6V
via IFTTT
Share:

Saturday, February 2, 2019

Paguyuban Pengusaha Jateng Deklarasi Dukungan untuk Jokowi

Pengusaha menyebut banyak kemudahan yang diberikan pemerintahan Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Kota Semarang untuk menghadiri deklarasi dukungan paguyuban pengusaha Jawa Tengah di MG Setos, Sabtu (2/2) terkait pilpres 2019. Jokowi hadir bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Ketua Hipmi Bahlil Lahadalia, dan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Abdul Kadir Karding. Deklarasi dukungan sendiri dibacakan oleh Ketua Kadin Jateng sekaligus Ketua Paguyuban Pengusaha Jateng, Kukrit Wicaksoni.

Suryo menjelaskan, deklarasi ini dilakukan karena para pengusaha melihat dan merasakan banyak kemudahan yang diberikan oleh pemerintah di era Jokowi. Satu terobosan yang paling dirasakan pengusaha, ujar Suryo, adalah terbangunnya tol Transjawa yang dianggap memangkas jalur distribusi dan menekan biaya produksi.

"Proses perizinan cepat, ciptakan iklim usaha kondusif, dan ciptakan banyak wirausahawan milenial," kata Suryo dalam pengantar deklarasinya, Sabtu (2/2).

Sementara itu Jokowi dalam sambutannya, melihat bahwa Indonesia saat ini butuh optimisme dalam membangun bangsa, bukan malah pesimisme yang disebarkan. Jokowi juga menyampaikan bahwa membangun negara yang terdiri dari 17 ribu pulau bukan perkara gampang. Dari sekian pekerjaan rumah yang perlu dilakukan, Jokowi melihat bahwa pengerjaan infrastruktur yang paling mendesak untuk dilakukan. Itu lah alasan mengapa pemerintahannya mementingkan pembangunan infrastruktur selama empat tahun terakhir.

"Kita sudah masuk ke G20. Dan kita sudah masuk di negara dengan PDB 1 triliun dolar AS lebih. Ini yang harus kita paham supaya tidak pesimis. Ada yang ngomong Indonesia bubar, Indonesia punah. Yang benar saja," ujar Jokowi.

Di depan ribuan pendukungnya, Jokowi mengatakan bahwa dirinya memegang prinsip kerja pengusaha dan wirusahawan yakni sesulit apapun tantangan yang mengadang tetap harus optimis. Jokowi mengatakan, rampung fokus pemerintah soal infrastruktur akan dilanjutkan dengan fokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RDyrLW
February 02, 2019 at 10:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RDyrLW
via IFTTT
Share:

Thursday, January 17, 2019

55 Warga Binaaan Rutan Cilodong Ikut Perekaman e-KTP

Ini adalah upaya jemput bola dari Disdukcapil Kota Depok.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik (e-KTP) ke warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Cilodong, Depok. Sebanyak 55 warga binaan ikut melakukan perekaman e-KTP.

"Ini adalah upaya jemput bola dari Disdukcapil Kota Depok. Untuk memenuhi hak pilih masyarakat pada Pemilu yang akan datang, tanpa terkecuali warga binaan di Rutan Cilodong," ujar Kepala Disdukcapil Kota Depok, Misbahul Munir, di Rutan Cilodong, Depok, Kamis (17/1).

Menurut Munir, untuk perekaman yang didahulukan adalah warga binaan yang berdomisili di Kota Depok. Meskipun begitu, perekaman juga dilakukan bagi warga di luar Kota Depok.

"Upaya jemput bola di lapas ini salah satu dari wujud perhatian pemerintah terhadap hak-hak warga, terutama warga binaan. Upaya ini serentak dilakukan di seluruh Indonesia," terang Munir.

Kepala Seksi Kerja Sama dan Inovasi Pelayanan Disducapil Depok, Nural Elvriandy menambahkan, berdasarkan data, sebanyak 55 warga binaan telah melakukan perekaman. Perekaman dilakukan jika data-data pendukung lengkap.

"Warga binaan di dalam Rutan tidak dibekali identitas pendukung, dan data hanya berdasar pada pengakuan warga binaan. Jika Nomor Induk Kependudukan (NIK) tidak dapat terlacak di sistem perekaman, maka data warga binaan tersebut akan dicatat dan ditelurusuri kembali," jelasnya.

Kepala Rutan Cilodong, Depok, Bawono Ika Sutomo mengatakan, menyambut baik dilakukannya kegiatan perekaman e-KTP untuk warga binaan. Hal itu juga untuk mempermudah pendataan terutama untul kegiatan Pemilu.

"Tentu akan mempermudah kami melakukan pendataan, terutama pendataan untuk mensukseskan Pemilu 2019," ujar Bawono. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Rvx0ni
January 17, 2019 at 10:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Rvx0ni
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 16, 2019

Agen Nakal, 8 Jamaah Pakistan Terancam Gagal Berangkat

Agen Nakal, 8 Jamaah Pakistan Terancam Gagal Berangkat

Rabu , 16 Jan 2019, 22:12 WIB

IHRAM.CO.ID, RAWALPINDI -- Sebanyak delapan calon jamaah umrah gagal berangkat ke Tanah Suci menggunakan maskapai Pakistan International Airlines (PIA). Permasalahan itu disebabkan kesalahpahaman konfirmasi pembayaran pesawat dari biro perjalanan umrah.

Dilansir di Dawn pada Selasa (15/1), setelah meminta konfirmasi dari biro perjalanan, setengah dari calon jamaah umrah itu diizinkan berangkat ke Tanah Suci. Biro perjalanan melunasi pembelian tiket pesawat itu.

Juru bicara PIA Mashood Tajwar mengatakan, agen perjalanan dari Lahore telah memesan kursi untuk calon jamaah umrah, tetapi belum melakukan pembayaran tepat waktu. Karena itu, maskapai penerbangan menganggap tindakan tersebut mengarah pada pembatalan pemesanan.

Tajwar menambahkan, pemilik biro perjalanan bermasalah itu memiliki hutang pada PIA sebesar 25 juta rupee (Rp 4,9 miliar, red). Pengadilan telah memerintahkan agen perjalanan itu membayar tanggungan pada PIA. Dia mengatakan, tiket penumpang hanya dibatalkan jika agen perjalanan tidak membayarnya.

Berita Terkait

Calon jamaah umrah yang berasal dari Lakki Marwat berencana melakukan perjalanan dari Islamabad ke Jeddah dengan penerbangan PIA PK-741. Namun, kursi mereka tidak dikonfirmasi atau dibayar oleh biro perjalanan. Mereka mendapat informasi bahwa pemesanan kursi telah dibatalkan karena agen perjalanan tidak membayar tiket tepat waktu.

Tajwar mengatakan, sebanyak 40 jamaah haji diizinkan melakukan perjalanan begitu agen perjalanan membayar tiket. Dia menyalahkan agen itu karena membuat calon jamaah umrah merasa tidak nyaman. Sementara menurut dia, tindakan PIA sesuai aturan. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DdxWUy
January 16, 2019 at 10:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DdxWUy
via IFTTT
Share: