Showing posts with label 2019 at 09:13PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 09:13PM. Show all posts

Sunday, February 17, 2019

Prabowo Ingin Jamin Pangan Ketimbang Revolusi Industri 4.0

Prabowo menilai Indonesia belum siap ke arah industri 4.0

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Presiden nomor urut dua Prabowo Subianto mengatakan lebih ingin memperioritaskan ketersediaan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia ketimbang menatap revolusi industri 4.0. Menurut Prabowo, Indonesia belum siap untuk mengikuti tren 4.0 karena kenyataannya menurut ketua umum Partao Gerindra itu masih banyak rakyat Indonesia yang sulit mendapatkan pangan dengan harga terjangkau.

"Kita belum bisa bicara 4.0 kalau petani kita sendiri masih susah. Kita belum bisa jamin pangan. Masyarakat sulit penuhi kebutuhan dengan harga terjangkau," kata Prabowo saat acara debat calon presiden edisi kedua di  Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Ahad (17/2).

Prabowo mengatakan di Jerman sebagai negara maju, mereka menyonsong revolusi 4.0 untuk memproduksi berbagai produk. Revolusi itu kata Prabowo telah mengurangi lapangan kerja bagi masyarakat Jerman karena tenaga manusia kini berganti menjadi tenaga mesin dan robot.

Prabowo menilai Indonesia belum siap ke arah situ karena rakyat tanah air masih belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan pokok. "Pangan saja kita masih impor," ujarnya.

Lawan Prabowo yaitu calon presiden nomor  urut satu atau calon petahana Joko Widodo malah sebaliknya optimistis Indonesia siap menyongsong revolusi 4.0. Jokowi  malah menuding Prabowo terlalu pesimistis sama bangsa sendiri.

Jokowi merasa Indonesia justru sudah siap ikut bersaing dengan negara luar dan ikut melaksanakan revolusi. "Jangan pesimistis Pak Prabowo. Kami malah optimistis. Petani-petani kita justru sekarang malah lebih muda menyalurkan hasilnya langsung kepada konsumen. Harga-harga sekarang lebih baik bagi petani," ujar Jokowi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EghGTA
February 17, 2019 at 09:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EghGTA
via IFTTT
Share:

Wednesday, February 6, 2019

Pelaku Penghilang Barbuk Liga Indonesia Diduga Internal PSSI

Satgas juga sedang menelusuri adanya dugaan penghilangan barang bukti CCTV.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satgas Antimafia Bola menduga pelaku yang mencoba menghilangkan barang bukti (barbuk) di kantor PT Liga Indonesia di Rasuna Office Park DO-07, merupakan pihak internal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Satgas kini melakukan penelusuran atas dugaan penghilangan barang bukti.

“(Oknum) dari internal PSSI. Dari PT Liga. Namun, baru kami cek lagi. Dilakukan sebelum penggeledahan, saat penyegelan ada mereka di dalam,” kata Kasub Humas Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Pol Syahar Diantono di Mabes Polri, Rabu (6/2).

Lebih lanjut Syahar mengatakan, hingga saat ini pihaknya mendalami barang bukti yang sudah didapatkan dalam penggeledahan dan penyitaan. Pihaknya sedang melakukan proses pendalaman dan analisa.

“Kami perlu waktu, kemudian dokumen terkait yang diduga dihilangkan, ada saksi yang menyatakan bahwa dilakukan (penghilangan barbuk) sebelum penggeledahan dilakukan,” jelas Syahar.

Tidak hanya itu, polisi juga sedang menelusuri adanya dugaan penghilangan barang bukti lainnya, yakni kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang di lokasi penggeledahan. “Termasuk juga ada usaha menghilangkan CCTV ini. Satgas mohon waktu,” kata dia.

Sebelumnya, satuan tugas Antimafia Bola melakukan penggeledahan kantor PT Liga Indonesia di Rasuna Office Park DO-07, Jalan HR Rasuna Said, Menteng Atas, Kamis (31/1) malam. Diduga terjadi perusakan dokumen keuangan Persija Jakarta. “Terkait dengan dokumen keuangan Persija, hasil keterangan dari para saksi seperti apa, sedang kami dalami kenapa dihancurkan,” kata Syahar, Senin (4/2).

Syahrar mengatakan, keterangan tersebut didapat setelah satgas melakukan konfirmasi pada saksi internal PT Liga Indonesia yang mengaku berupaya menghilangkan barang bukti. “Sudah dikonfirmasi kepada para saksi dan mereka membenarkan. Jadi sesaat sebelum tim masuk mereka mengiyakan (merusak). Dan sesegera mungkin mereka melaksanakan itu. Ini sudah dikonfirmasi beberapa saksi dalam berita acara. Dugaannya, itu adalah dokumen laporan keuangan, sedang kami dalami.”

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SgdCLu
February 06, 2019 at 09:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SgdCLu
via IFTTT
Share:

Sunday, February 3, 2019

Niat Baik Jadi Petaka, Cerita Kader Jumantik Dipukul Warga

Salah satu korban dipukul dan dibenturkan kepalanya hingga pingsan

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Mimi Kartika/Wartawan Republika

Pagi-pagi pada Jumat (1/2) lalu para juru pemantau jentik (jumantik) Kelurahan Lenteng Agung Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan sudah bersiap berkeliling rumah warga. Mereka melakukan proses edukasi dan memantau pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus.

Kegiatan tersebut antara lain menguras, menutup, dan mengubur atau mendaur ulang wadah atau tempat penampungan air yang berpotensi tempat bertelurnya nyamuk Aedes aegypti. Akan tetapi, kejadian tak diharapkan menimpa kepada beberapa kader jumantik pada Jumat (1/2) lalu.

Mereka adalah Djayanti (38), Nur Azizah (42), dan Desy Anita (33). Mereka mendapat pukulan dari seorang warga yang rumahnya akan disambangi kader jumantik di Jalan Haji Ali RT 08 RW 05. Akibat kejadian itu, ketiganya masih menderita luka lebam di mata dan kepalanya.

Nur Azizah menceritakan, dirinya mendapat sedikitnya empat pukulan. Kendati sudah dua hari berlalu, tampak luka lebam masih membiru di mata kirinya. Sklera atau bagian dinding mata yang berwarna putih pun berwarna merah.

"Sampai empat kali saya dipukul," ujar Azizah kepada wartawan di kediaman Djayanti, Ahad (3/2).

Ia memaparkan, saat itu kader jumantik akan memeriksa jentik di salah satu rumah warga, laki-laki berusia 40-an. Menurut Azizah, sebelum masuk rumah warga, kader jumantik selalu meminta izin terlebih dahulu. 

Djayanti menceritakan, mereka datang dengan mengatakan permisi dan mengucapkan salam serta mengutarakan maksud untuk memeriksa jentik nyamuk. Akan tetapi, si pemilik rumah langsung bangun dari duduknya dan meminta kader jumantik untuk tidak memeriksa rumahnya.

"Tidak usah, rumah saya sudah bersih. Situ disuruh sama siapa? Tidak saya tidak mau dibersihkan. Saya sudah bisa bersihkan sendiri," tiru Djayanti mengatakan kalimat yang diucapkan pemilik rumah tersebut.

Ia mengatakan, kendati sudah diberi alasan kader jumantik sebagai langkah pencegahan DBD tetapi laki-laki tak kunjung memberikan izin. Sehingga, Djayanti bermaksud untuk mengambil foto si pemilik rumah sebagai laporan kepada kelurahan.

Namun yang ia dapatkan sebuah ancaman. Hingga akhirnya Djayanti mendapat pukulan pertama. Desi menambahkan, mereka langsung keluar dari pagar rumah tetapi pemilik rumah mengejar. Atas hal itu, Desi pun sempat mendorong laki-laki itu agar menjauh dari para kader jumantik.

"Langsung saya bilang eh pak jangan gitu dong. Kok beraninya sama perempuan. Kita langsung keluar tetapi dia ngejar dari belakang. Saya melihat saya dorong," ungkap Desi.

Namun, ia pun mendapat perlakuan kasar hingga akhirnya jatuh pingsan. Ia tak tahu perbuatan laki-laki itu kepada dirinya. Ia hanya tahu dari cerita kader jumantik lainnya bahwa kepala Desi dibenturkan hingga keluar darah dari hidungnya. 

Tak berselang lama, pemilik rumah yang menolak kader jumantik dan memukul mereka diamankan pihak kepolisian. Menurut dia, sekitar pukul 10.00 WIB laki-laki itu sudah dibawa ke Polsek Jagakarsa.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2D5K34S
February 03, 2019 at 09:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2D5K34S
via IFTTT
Share:

Mihajlovic Percaya Bologna Mampu Sulitkan Inter

Inter tak pernah menang dalam dua partai terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Pelatih anyar Bologna Sinisa Mihajlovic bakal melakoni debutnya bersama i Rossoblu ketika melawat ke markas Inter Milan pada laga pekan ke-22 Serie A. Dia pun memastikan timnya akan mengamankan tiga angka di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (4/2).

"Inter tidak mengalami momen positif sama sekali. Saya tahu seperti apa keramaian di Giuseppe Meazza. Jika kami bermain dengan cara yang kami persiapkan, maka kami bisa membuat Inter mendapat banyak tekanan," tegas Mihajlovic dikutip Football Italia, Ahad (3/2).

La Beneamata tengah berada dalam kondisi kurang baik. Inter tak pernah menang dalam dua partai terakhir. Malangnya, pasukan Luciano Spalletti pun terpaksa tersingkir dari ajang Coppa Italia usai dikalahkan SS Lazio lewat adu penalti.

Stadion yang terletak di pusat kota mode Italia sudah tak asing bagi pelatih asal Serbia. Mihajlovic pernah memperkuat i Nerazzurri selama dua musim sejak 2004 hingga 2006. Dia bahkan sempat menjadi asisten manajer untuk Roberto Mancini. Alhasil, dia memahami bagaimana tekanan yang ada.

"Pemain bekerja keras selama latihan dan saya terdorong untuk melihat kinerja mereka di pertandingan," kata pelatih 49 tahun.

Tiga angka sangat penting bagi nasib Bologna di pentas Serie A. Sebab, hingga menginjak paruh musim 2018/2018, Mattia Destro dan kolega masih tercecer di peringkat 18 atau zona degradasi dengan perolehan 14 poin.

Nahasnya, dalam delapan partai terakhir di semua ajang, Rossoblu tak pernah menang. Itu yang membuat alasan manajemen klub memecat Filippo Inzaghi dan menggantikannya dengan Mihajlovic.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2t0K7hI
February 03, 2019 at 09:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2t0K7hI
via IFTTT
Share:

Saturday, January 26, 2019

Soal Indonesia Barokah, FPI: DIbuang ke Tong Sampah Saja

Ketum FPI menilai tabloid tersebut hanya berisi fitnah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Sobri Lubis menanggapi terkait maraknya peredaran tabloid Indonesia Barokah. Ia pun menyarankan tabloid tersebut untuk dibuang saja ke tempat sampah.

"Dibuang ke tong sampah aja itu," kata Sobri saat ditemui di acara Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTSI) untuk pasangan Prabowo-Sandiaga, di Padepokan Pencak Silat, Jakarta, Sabtu (26/1).

Sobri menganggap tabloid tersebut hanyalah berisi fitnah yang dapat merusak citra Prabowo dan beberapa orang yang dituduhkan di dalam majalah tersebut. Menurutnya yang dituding di dalam tabloid tersebut tidak benar.

"Itu nggak pantas, dan itu mengadu domba," katanya.

Tabloid Indonesia Barokah beredar masif di sejumlah daerah di Pulau Jawa diantaranya Kabupaten Bandung, Majalengka, dan Magelang, dan sejumlah tempat lainnya. Tabloid tersebut juga tersebar di sejumlah masjid dan pesantren di Pulau Jawa.

Menjelang pelaksanaan Pemilu 2019, tabloid Indonesia Barokah muncul. Tabloid ini mulai ramai diperbincangkan sejak Selasa (22/1). Tabloid tersebut diduga mendiskreditkan salah satu kandidat capres yang akan maju dalam Pilpres 2019.

Pihak berwenang, seperti Polri dan Dewan Pers sedang menyelidiki terbitnya tabloid Indonesia Barokah tersebut, guna menilai apakah tabloid bersangkutan merupakan produk jurnalistik atau bukan.   

Sementara, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) memerintahkan kepada seluruh pengurus masjid yang telah menerima tabloid Indonesia Barokah untuk segera membakar tabloid tersebut. Sebab, tabloid itu dianggap sebagai media penyebar hoaks.

"Ya, karena itu melanggar aturan, apalagi mengirim ke masjid, saya harap jangan dikirim ke masjid. Semua masjid-masjid (yang menerima, red) itu dibakarlah, siapa yang terima itu," kata JK yang juga Wakil Presiden, usai menghadiri Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana kepada pedonor darah sukarela, di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Sabtu (26/1).

JK juga telah memerintahkan kepada jajaran pengurus DMI di daerah untuk mengimbau kepada masjid-masjid supaya tidak mendistribusikan Tabloid Indonesia Barokah kepada masyarakat. JK meminta supaya masjid dan rumah-rumah ibadah lain tidak dijadikan tempat untuk membuat dan menyebarkan kabar bohong, sehingga dapat memecah belah persatuan umat.

"Jangan masjid jadi tempat bikin hoaks-hoaks, macam-macam itu; jangan diadu. Kita sudah perintahkan DMI untuk kasih tahu bahwa jangan masjid menerima itu, karena berbahaya," ujarnya lagi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2S8yBiu
January 26, 2019 at 09:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2S8yBiu
via IFTTT
Share:

Sunday, January 20, 2019

TPM: Ustaz ABB Memang Sudah Waktunya Bebas

ABB sudah harus mendapatkan pembebasan bersyarat pada Desember 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Pembina Tim Pengacara Muslim (TPM) Mahendradatta mengatakan, kebebasan Ustaz Abu Bakar Baasyir (ABB) bukan karena kepentingan politik. Menurutnya pembebasan ABB tanpa syarat murni berdasarkan hukum. Apalagi ABB sendiri enggan jika harus bebas dengan embel-embel persyaratan.

"Tidak ada kaitannya dengan urusan politik, ini murni hukum. Beliau sudah menjalani prosedur hukum, apalagi dia juga sudah berkali-kali mendapatkan remisi hukuman," jelas Mahendradatta saat dihubungi Republika.co.id, Jakarta, Ahad (20/1).

Selain itu, Mahendradatta juga menepis jika pembebasan Ustaz ABB tanpa syarat tersebut merupakan bentuk cinta dari Presiden Joko Widodo kepada ulama. Sebab, memang pihaknya sudah lama mengupayakan pembebasan narapidana teroris itu. Bahkan pihaknya juga pernah menyurati presiden agar kliennya segera dibebaskan, mengingat Ustaz ABB  sudah uzur dan kondisi kesehatannya menurun.

"Pertimbangan presiden adalah karena kemanusiaan. Lagi pula masa tahannya segera berakhir, jadi wajar jika beliau sudah bebas tanpa syarat apapun," tegas Mahendradatta.

Sebelumnya, Koordinator Pengacara ABB, Achmad Michdan juga menyampaikan bahwa pertimbangan pembebasan ABB adalah karena memang sudah harus mendapatkan pembebasan bersyarat pada Desember 2018 lalu. Ketika itu, kata Michdan, alasannya adalah faktor usia dan penyakit yang dideritanya, karena jika dia berada di rumah maka tidak repot untuk berobat, tidak perlu pengawalan.

Hanya saat itu, kata Michdan, ABB tidak ingin ada syarat-syarat jika memang dibebaskan. Apalagi ABB memiliki keyakinan sendiri, dia tidak mau dengan syarat-syarat yang dapat merusak keyakinannya.

"Bahkan kami diminta, bahwa Ustaz Abu Bakar Baasyir tidak mau sampai seperti itu. Tapi kita masih menunggu waktu. Karena atensinya bukan hanya dari keluarga, sebelum pak Yusril ini, kan ada Menhan yang datang," jelasnya.

Pada tahun 2011, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah memutus hukuman 15 tahun penjara kepada Ustadz ABB karena terbukti secara sah dan meyakinkan menggerakkan orang lain dalam penggunaan dana untuk melakukan tindak pidana terorisme di Indonesia.

Pada Desember 2018, ABB seharusnya mendapatkan bebas bersyarat. Namun ditolak oleh ABB, karena lebih memilih bebas murni. Sementara pada Januari 2019, Abu Bakar Baasyir yang baru menjalani masa pidana 8 tahun, mendapatkan bebas murni dari Presiden Joko Widodo atas dasar kemanusiaan dan usia yang sudah sepuh.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RSDYCr
January 20, 2019 at 09:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RSDYCr
via IFTTT
Share: