Showing posts with label 2019 at 02:45PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 02:45PM. Show all posts

Friday, May 24, 2019

Lazis Wahdah Salurkan Bantuan ke MTS Sirojul Munir Bogor

Lazis Wahdah salurkan bantuan ke siswa MTS Sirojul Munir Tanah Sareal Bogor

BOGOR -- Bertepatan dengan Hari ke-18 Ramadhan, LAZIS Wahdah yang diwakili Divisi Pemberdayaan Ustaz Saripuddin dan Divisi Media LAZIS Wahdah Jakarta Rudisa Putra bersilaturrahim ke MTs. Sirojul Munir yang berlokasi di Jl.Raya Cilebut Tugu Wates Kedung Halang Wates, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Bogor pada Kamis (23/5).

Kunjungan ini dalam rangka menyalurkan bantuan untuk 5 siswa dari kalangan dhuafa yang sedang mengalami kesulitan dalam melunasi biaya sekolahnya di Mts. Sirojul Munir. Mereka yang berasal dari keluarga yang ekonomi orang tuanya pas-pasan mengaku bahagia dan mengucapkan terimakasih kepada LAZIS Wahdah.

Seperti Silvia Priscilla, siswa kelas IX mengucapkan terima kasih atas bantuan Lazis Wahdah "Saya berterimakasih kepada LAZIS Wahdah karena telah membantu saya untuk  meringankan biaya sekolah, terimakasih..", ujar Silvia.

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HxTCNA
May 24, 2019 at 02:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HxTCNA
via IFTTT
Share:

Monday, May 20, 2019

Sudah Rusak, Jalan di Bogor Ini juga Tergenang Air

Jalan raya di depan Pasar Cileungsi Bogor kondisinya rusak dan tergenang air

Jalan raya di depan pasar Cileungsi,  Cileungsi,  Kabupaten Bogor kondisinya saat ini rusak dan tergenang oleh air. Air yang menggenangi jalan berasal dari saluran yang tersumbat dan juga berasal dari sisa pembuangan yang ada di pasar.

Air meluap hingga ke jalanan dan menimbulkan bau tak sedap. Beberapa pengunjung pasar pun agar kesulitan untuk masuk ke pasar, sehingga mereka berjalan di atas papan kayu yang disediakan secara berhati-hati.

Selain itu di jalan ini juga terdapat beberapa lubang-lubang berukuran kecil hingga besar. Selain karena air yang terus mengenang, kerusakan jalan ini juga diakibatkan banyaknya kendaraan bertonase besar yang melintasi kawasan ini. Belum lagi puluhan angkutan umum yang selalu berhenti mencari penumpang di sekitar wilayah pasar. 

Akibatnya, arus lalu lintas jalan di kawasan tersebut menjadi tersendat. Bahkan tak jarang juga mengalami kemacetan hingga ratusan meter.

Pengirim:Muhammad Tiarso Baharizqi, Kabupaten Bogor

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JzH0rB
May 20, 2019 at 02:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JzH0rB
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 15, 2019

Masih Ditemukan Takjil Mengandung Boraks di Yogya

Masyarakat diimbau tetap kritis dan cerdas memilih produk makanan.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Yogyakarta menyebutkan masih menemukan kandungan boraks pada takjil selama inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pedagang jajanan berbuka puasa atau kue takjil di beberapa titik di Yogyakarta. Setidaknya lima persen makanan yang didagangkan ditemukan mengandung boraks.

"Meski penggunaan bahan berbahaya sudah menurun, tetapi 5 sampai 6 persen makanan takjil masih ada yang mengandung boraks," kata Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta Rustyawati di Yogyakarta, Rabu (15/5).

Rustyawati menyebutkan selama sidak takjil yang telah dilakukan sejak awal Ramadhan di Kabupaten Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta, sejumlah makanan yang ditemukan mengandung boraks di antaranya bakso, mi, serta aneka kerupuk. "Secara umum dibandingkan beberapa tahun terakhir penggunaan campuran bahan berbahaya menurun, rodhamin B juga belum kami temukan," kata dia.

Untuk memastikan masyarakat terhindar dari makanan takjil dengan kandungan bahan berbahaya, BBPOM Yogyakarta bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus menggencarkan sidak makanan di Pasar-Pasar Ramadhan serta toko modern hingga lebaran.

Selain jajanan takjil, BBPOM Yogyakarta juga melakukan pemeriksaan terhadap beragam sarana produksi di pasar tradisional dan pasar modern. Hingga saat ini, menurut dia, sudah ada 73 sarana yang diperiksa.

Khusus di pasar tradisional yang ditemukan paling banyak adalah makanan dengan kemasan rusak serta tanpa izin edar. "Kalau di toko modern kami langsung melakukan penarikan dan kami turunkan. Tetapi kalau pedagang kecil kami berikan imbauan dulu secara perlahan-lahan," kata dia.

Meski pengawasan makanan terus diintensifkan, Rustyawati mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap kritis dan cerdas memilih produk makanan dan tetap waspada terhadap peredaran produk pangan dengan kandungan bahan berbahaya di pasaran.

Ia meminta masyarakat melakukan cek KLIK (kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa) secara mandiri. "Mulai dari label hingga kemasannya rusak atau tidak harus diperiksa, izin edar hingga tanggal kedaluwarsanya juga harus pastikan ada," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2E4G8Xt
May 15, 2019 at 02:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2E4G8Xt
via IFTTT
Share:

Monday, May 13, 2019

Incar Wakaf Saham, Dompet Dhuafa Jajaki Perusahaan Sekuritas

Pemanfaatan wakaf saham yang digunakan adalah hasil dividen dari pemegang saham.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dompet Dhuafa (DD) sedang menjajaki kerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan beberapa perusahaan sekuritas. Ini sebagai salah satu upaya penghimpunan dana melalui investasi Wakaf Saham. 

Sejumlah perusahaan yang tengah dijajaki tersebut diantaranya Philips Sekuritas, Panin Sekuritas, Indopremier, dan Henan Sekuritas. "Untuk target di tahun ini insya Allah 7 sekuritas," ujar Direktur Mobilisasi Wakaf DD, Yuniarko, di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/5).

Rencananya, lanjut Yuniarko, pemanfaatan wakaf saham yang akan digunakan adalah hasil dividen atau pembagian laba dari pemegang saham. Menurutnya, dana dari wakaf saham ini akan disalurkan pada program kesehatan, ekonomi dan pendidikan yang menjadi bagian dari program wakaf DD.

Yuniarko menjelaskan, mekanisme dari wakaf saham ini yaitu investor melakukan transaksi wakaf saham dengan perusahaan sekuritas. Perusahaan Sekuritas kemudian mentransfer saham ke rekening efek nazir untuk dikelola. Sedangkan saham yang boleh diwakafkan untuk wakaf saham ini adalah saham syariah. 

Yuniarko mengungkapkan, sementara ini DD akan mengelola secara mandiri atas saham yang diterima sesuai rekomendasi dari perusahaan sekuritas. Jika nantinya jumlah saham sudah banyak dan perlu pengelolaan secara profesional, DD baru akan menggunakan jasa management Investasi.

Karena baru saja diluncurkan, Yuniarko mengaku, belum ada penerimaan wakaf saham secara masif. Pada Senin ini, DD baru saja menerima wakaf saham dari Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) sebanyak 19 lot yang ditransfer melalui Philip Sekuritas.

Yuniarko mengakui saat ini ibadah berupa wakaf telah berkembang mengikuti jamannya. Wakaf sekarang tidak lagi dalam bentuk fisik seperti tanah, gedung, masjid dan kuburan. Semua aset yang bisa membawa manfaat bagi umat, semuanya bisa diwakafkan seperti saham, manfaat asuransi, royalti, dan lain-lain.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HniXIR
May 13, 2019 at 02:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HniXIR
via IFTTT
Share:

Kementerian ESDM Prediksi Konsumsi Bensin dan Elpiji Naik

Konsumsi bensin semua jenis akan naik sekitar 15,78 persen kecuali solar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi bahwa konsumsi bensin dan elpiji saat ramadhan dan lebaran ini akan naik. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, menjelaskan untuk konsumsi bensin dalam hal ini semua jenis kecuali solar akan naik sekitar 15,78 persen.

Meski konsumsi bensin naik, namun untuk solar mengalami penurunan konsumsi sekitar 10,45 persen dari konsumsi rata rata harian sebelum bulan Ramadhan dan lebaran. Konsumsi solar sebelumnya 38,8 ribu kiloliter diprediksi akan turun hanya 34,5 ribu kiloliter.

"Kalau konsumsi gasoline memang naik karena diprediksi akan banyak yang mudik memakai kendaraan pribadi. Namun untuk solar turun, karena kan angkutan barang gak boleh lewat dari 31 Mei sampai 10 Juni," ujar Djoko di Kementerian ESDM, Senin (13/5).

Sedangkan untuk dari jenis bensin lainnya, diprediksi yang akan mengalami peningkatan signifikan adalah konsumsi pertamax. Djoko menjelaskan peningkatan konsumsi pertamax naik 32,5 perssen dari konsumsi normal sebesar 10,2 ribu kiloliter menjadi 13,5 kiloliter.

Sedangkan untuk konsumsi pertalite juga diprediksi naik signifikan sebesar 16 persen dari konsumsi normal 49 ribu kiloliter bisa naik menjadi 57,9 ribu kiloliter. Sedangkan untuk pertamax turbo akan naik 13,2 persen dan premium naik 10,1 persen.

Untuk Elpiji juga diperkirakan oleh Djoko akan naik sebesar 15 persen. Pada konsumsi normal biasanya konsumsi elpiji sebesar 24,0 ribu metrik ton. Sedangkan pada ramadhan kali ini konsumsi diprediks bisa mencapai 27,6 ribu metrik ton.

"Elpiji sampai saat ini 10 Mei data pertamina stok masih dianggap cukup 17 hari. Tapi memang Pak Menteri minta diguyur stoknya lagi menjadi 20 hari," ujar Djoko.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VvKFwK
May 13, 2019 at 02:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VvKFwK
via IFTTT
Share:

Sunday, May 12, 2019

Saudi Lumpuhkan Kelompok Teroris di Qatif

Sel yang belum lama dibentuk ini sedang bersiap untuk melakukan kegiatan terorisme

REPUBLIKA.CO.ID, QATIF -- Pihak berwenang Arab Saudi telah melumpuhkan sel-sel teroris dalam sebuah serangan di wilayah Qatif timur. Saudi Press Agency melaporkan, sel yang belum lama dibentuk ini sedang bersiap untuk melakukan kegiatan terorisme terhadap keamanan negara.

Juru bicara keamanan negara mengatakan, para teroris itu terbunuh setelah mereka menembak pasukan keamanan yang telah mengepung sebuah apartemen di lingkungan Sanabis. Tidak ada warga sipil maupun pasukan keamanan yang terluka dalam operasi tersebut.

"Mereka diminta untuk menyerah, tetapi tidak menanggapi dan menembaki pasukan keamanan yang menyebabkan mereka tewas," ujar juru bicara tersebut, dilansir Aljazirah, Ahad (12/5).

Menurut media setempat, pasukan keamanan Saudi mengepung kota Umm al-Hamam di Qatif selama lebih dari 15 jam, di mana mereka menggerebek beberapa rumah untuk mencari tersangka. Pihak berwenang Saudi menuduh mereka melakukan tindakan terorisme di wilayah timur.

Provinsi Timur Arab Saudi, yang mencakup Qatif, telah mengalami serangan kerusuhan sejak 2011 ketika pengunjuk rasa pemberontakan Arab Spring turun ke jalan. Para demonstran menuntut diakhirinya diskriminasi oleh pemerintah yang didominasi Sunni. Tuduhan ini kemudian dibantah oleh Riyadh.

Salah satu pemimpin gerakan protes, pemimpin Syiah terkemuka dan cendekiawan Nimr al-Nimr, dieksekusi pada 2016 setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan terorisme. Eksekusi Nimr memperburuk ketegangan di Teluk, terutama dengan Iran. Komunitas Syiah diperkirakan mencapai antara 10 dan 15 persen dari total 32 juta populasi Saudi

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vPgTE3
May 12, 2019 at 02:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vPgTE3
via IFTTT
Share:

Saturday, May 11, 2019

Qatar Desak Arab Saudi Cabut Secara Resmi Larangan Haji

IHRAM.CO.ID, DOHA — Pemerintah Qatar mendesak Arab Saudi untuk mencabut larangan bagi warga negara itu yang ingin menunaikan ibadah haji. Larangan tersebut masih berlaku, di tengah konflik antara dua negara Teluk Arab tersebut dalam dua tahun terakhir. 

Baca Juga:

Permintaan tersebut datang setelah Arab Saudi mengumumkan dibukanya pendaftaran elektronik bagi warga Qatar yang memungkinkan mereka melakukan ibadah umrah atau haji kecil selama Ramadhan tahun ini. Pengumuman ini diberikan pada Kamis (9/5) malam lalu. 

Menurut badan pers Arab Saudi, para warga Qatar dan warga asing di negara itu akan diizinkan untuk tiba di bandara Jeddah atau Madinah. Meski demikian,  Komite Nasional Hak Asasi Manusia Qatar mengatakan langkah baru itu sangat terbatas dan tidak memadai, karena perjalanan udara tetap terhambat. Demikian dengan satu-satunya pos perbatasan kedua negara yang telah ditutup selama hampir dua tahun.  

Kementerian Islam Qatar meminta otoritas Arab Saudi untuk mencabut segala bentuk larangan dan pembatasan yang diberlakukan kepada warga dan penduduk negara itu. Secara khusus adalah bagi mereka yang hendak melakukan ibadah keagamaan di Tanah Suci.  

Menurut Kementerian Islam Qatar, pembatasan perjalanan membuat operator serta pemandu perjalanan ibadah tak dapat melakukan perjalanan ke Arab Saudi untuk mengatur jamaah dan memberikan bimbingan. Padahal, hal itu sangat diperlukan oleh para jamaah haji, seperti negara-negara lainnya. 

Dalam pernyataan tersebut, Kementerian Islam Qatar juga menyerukan penghapusan langkah-langkah yang dianggap diskriminatif terhadap Qatar, serta penduduk negara itu. 

Dalam dua tahun terakhir, banyak warga yang kesulitan untuk melaksanakan ibadah dan banyak hal lainnya yang berhubungan dengan Arab Saudi karena konflik yang melibatkan dua negara ini. 

Pada September 2016, sebelum konflik berlangsung ada sekitar 12  ribu warga Qatar yang melaksanakan ibadah haji. Hingga beberapa bulan kemudian konflik berlangsung, menyebabkan warga memilih melaksanakan perjalanan secara independen ke Arab Saudi dalam dua tahun terakhir, di antaranya saat Arab Saudi pernah membuka pos perbatasan untuk jamaah haji dalam waktu singkat.

Pada awal Juni 2017, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir melakukan blokade terhadap Qatar. Hal itu dilakukan dengan alasan Qatar  dianggap merusak dan memperburuk stabilitas Timur Tengah, dengan menjadi pendukung kelompok teroris, termasuk Ikhwanul Muslimin.   

Negara itu juga disebut mendanai, merangkul terorisme, ektremisme, serta organisasi sektarian yang dianggap berbahaya untuk keamanan kawasan tersebut. Qatar dengan tegas membantah tuduhan-tuduhan tersebut. Terdapat dugaan bahwa kedekatan dengan Iran menimbulkan kekhawatiran dari empat negara Teluk Arab yang memutuskan blokade tersebut. 

Berita Terkait

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JdUBEx
May 11, 2019 at 02:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JdUBEx
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 7, 2019

PLN Akui Pasokan Listrik ke Wilayah Bencana Belum Normal

PLN terus berupaya maksima mempercepat normalisasi pasokan listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), mengakui bahwa pasokan listrik ke sejumlah wilayah yang terlanda bencana alam banjir bandang di Kabupaten Sigi belum normal. PLN terus berupaya maksima mempercepat normalisasi pasokan listrik.

"Kami terus berupaya maksimal untuk secepatnya menormalkan kembali pasokan listrik ke beberapa desa di Kabupaten Sigi yang sampai sekarang belum pulih akibat dari bencana alam banjir bandang beberapa waktu lalu itu," kata Manager PLN Cabang Palu, Abbas Saleh, Selasa (7/5).

Ia mengatakan bahwa jaringan listrik mulai dari Desa Omu sampai Desa Tuva di Kecamatan Gumbasa, salah satu kecamatan di Kabupaten Sigi yang dilanda banjir bandang pada 28 April 2019 tersebut putus total. Banyak tiang listrik dan jaringan diterjang banjir sehingga pasokan listrik, termasuk ke Kecamatan Kulawi dan Kulawi Selatan belum normal.

Pihaknya, kata dia, sedikit mengalami hambatan dalam proses pemulihan jaringan listrik karena harus menunggu akses jalan yang putus akibat banjir bandang selesai diperbaiki. Sebenarnya untuk proses pemulihan bisa cepat dilakukan, asalkan akses jalan ada karena untuk mengangkut material seperti tiang dan kabel listrik ke lokasi harus ada jalan.

Sementara itu ada beberapa titik jalan yang terputus dan harus dibangun kembali oleh instansi berwenang dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Abbas juga menambahkan terpaksa mencabut sementara meter KWh milik para pelanggan yang terdampak bencana banjir di sejumlah desa baik di Kecamatan Gumbasa dan Dolo Selatan.

Meter KWh untuk sementara dicabut dari rumah-rumah warga yang tertimbun material lumpur. "Ada banyak rumah warga di dua wilayah tersebut yang tertimbun lumpur sehingga meter Kwh listrik dicabut dan kan dipasang kembali oleh petugas PLN jika rumah tersebut sudah diperbaiki atau dibangun kembali," katanya.

Sementara itu beberapa warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Sigi yang terdampak bencana banjir bandang mengeluh terpaksa menjalani Ramadhan tanpa penerangan listrik karena jaringan listrik putus total diterjang bencana alam itu. "Seluruh wilayah Kecamatan Kulawi sudah lebih dari seminggu ini tidak lagi menikmati listrik," kata Petrus, seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi.

Ia mengatakan sejak Ahad (28/4) malam, listrik di kecamatan itu padam total karena banjir bandang yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Gumbasa dan Dolo Selatan. Jaringan listrik dari Desa Omu sampai Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, terputus sehingga beberapa wilayah di Kabupaten Sigi, termasuk empat kecamatan yakni Kulawi,Kulawi Selatan, Lindu, dan Pipikoro sampai sekarang tidak mendapat pasokan listrik.

Sebagai penerang pada malam hari, warga menggunakan lentera, termasuk saat umat Muslim mulai menjalani ibadah puasa. "Kami berharap PLN secepatnya dapat memperbaiki jaringan listrik yang putus akibat banjir bandang," harap dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vGUjxc
May 07, 2019 at 02:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vGUjxc
via IFTTT
Share:

Monday, April 29, 2019

Baznas Sulut Gelar Festival Ramadhan

Kegiatan Baznas diharapkan akan memberi dampak pada semua sektor.

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Festival Ramadan mulai di awal Mei 2019. Kegiatan Baznas di Ramadhan akan melaksanakan berbagai kegiatan yakni jalan sehat Baznas, sebaran spanduk dan poster ajakan untuk beramal.

"Hal ini sudah beberapa tahun dilakukan, dan diharapkan akan memberi dampak pada semua sektor," kata Ketua Baznas Sulut Abid Takalamingan di Manado, Senin (29/4).

Acara di bulan Ramadhan yang digelar Baznas antara lain festival kuliner halal, Ramadan untuk mustahik, berbuka bersama anak yatim, festival musik sahur, festival busana taqwa untu anak, optimalisasi ZIS dan masih banyak lagi. Kegiatan Ramadhan 1440 Hijriah kali ini mengambil tema "Berbagi di Bulan Berkah" dan akan dilaksanakan selama bulan suci Ramadhan.

Ia menjelaskan festival Ramadhan ini walaupun yang menjual umat Muslim, tapi, yang datang membeli sebagian besar juga masyarakat nonMuslim. Dia berharap, kegiatan festival tersebut semakin meningkatkan ibadah kepada Yang Maha Kuasa, terlebih umat Muslim yang sementara menjalankan puasa menuju Fitrah.

Pihaknya melibatkan puluhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam festival Ramadhan tersebut, menjual nasi campur, bakso, minuman dingin, takjil, dan masih banyak lagi. "Untuk membantu masyarakat mendapatkan makanan berbuka puasa selama Ramadhan," jelasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Ledid8
April 29, 2019 at 02:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Ledid8
via IFTTT
Share:

Situng KPU Sudah Sampai 50 Persen, Jokowi Masih Unggul

Jokowi unggul dengan raihan 56,21 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Data yang masuk ke Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Senin pukul 09.30 WIB sudah mencapai 409.004 tempat pemungutan suara (TPS) dari total 813.350 TPS atau sekitar 50,286 persen.

Berdasarkan data di situs tersebut, TPS dari 27 provinsi dan luar negeri sudah memasukkan lebih dari 50 persen data. Bengkulu adalah satu-satunya Provinsi yang sudah mengunggah 100 persen.

Adapun delapan provinsi lagi yang input datanya masih di bawah 50 persen, di antaranya adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Banten dan DKI Jakarta

Menurut hitung sementara tersebut pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin masih unggul dengan perolehan 42.948.044 suara atau sekitar 56,21 persen dari pasangan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno dengan 33.452.415 suara atau sekitar 43,79 persen.

Hasil penghitungan sementara tersebut bisa diakses melalui pemilu2019.kpu.go.id yang datanya terus diperbarui secara berkala. Data yang dimasukkan ke Situng adalah data formulir C1 atau hasil penghitungan tiap TPS yang dipindai dan diunggah ke sistem.

Penghitungan suara pada Situng seringkali disebut dengan real count KPU dan merupakan bentuk transparansi bagi masyarakat untuk turut memantau hasil Pemilu 2019.

Namun, data Situng bukan hasil resmi karena penetapan rekapitulasi suara akhir tetap dilakukan berdasarkan penghitungan manual berjenjang dari kecamatan, kota/kabupaten, provinsi, kemudian nasional.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VxM05l
April 29, 2019 at 02:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VxM05l
via IFTTT
Share:

Thursday, April 25, 2019

Ini yang Dicari Predator Anak Saat Anda Unggah Foto Si Kecil

Foto anak berpakaian dalam atau pakaian renang paling disukai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Predator anak zaman sekarang menebar banyak ancaman di dunia maya. Menurut Eric Cash, pensiunan Satuan Tugas Kepolisian Queensland Australia yang khusus menyelidiki kasus pedofilia, foto anak berpakaian dalam atau pakaian renang paling disukai.

Setiap harinya Cash bertugas menemukan anak-anak korban pelecehan seksual dan menyelamatkan mereka dari bahaya. Lebih dari satu dekade Cash harus melihat gambar-gambar mengerikan yang dikumpulkan lalu diedit para predator anak.

"Gambar-gambar seperti itu menghantui saya setiap hari. Ada saat di mana saya secara fisik memukul kepala saya sendiri untuk melupakannya," kata Cash dilansir Kidspot, Kamis (25/4).

Cash mengatakan ada satu foto menyedihkan yang selalu diingatnya hingga saat ini. Seorang bayi enam bulan hanya mengenakan popok berbaring dengan senyum malaikatnya. Foto itu kemudian diedit di mana seorang pria tanpa busana mendekati bayi tersebut. "Anak itu terlihat seperti bayi saya, bayi siapa saja pada umumnya," kata Cash.

Predator anak menilai foto berdasarkan potensi erotisnya. Orang tua penting menyadari dan menjaga anak-anak mereka dari pandangan predator daring.

Cash memperingatkan orang tua lebih berhati-hati memosting foto si kecil. Foto anak sedang mandi, tanpa busana, pakaian renang, jelas tidak boleh diposting. Komunitas yang tidak bertanggung jawab ini bisa meng-overlay komentar-komentar cabul sehingga foto itu bisa menjadi meme foto pedofil.

Foto anak dari kalangan selebritas di media sosial juga komoditas berharga pedofil. Foto-foto tersebut menjadi platform mereka untuk berimajinasi, berfantasi, dan berperilaku cabul. Cash menemukan banyak grup pedofil di Facebook dengan ribuan pengikut.

"Grup tertutup ini memosting foto anak-anak yang masih kecil. Kebanyakan diambil dari negara-negara seperti Thailand dan Vietnam. Tunggu sampai kalian melihat komentar-komentarnya," kata Cash.

Bagaimana orang tua bisa melindungi anaknya di dunia maya? Erin menyarankan orang tua menilai setiap foto dengan cermat sebelum membagikannya di internet.

Pertama, apa ada cukup ruang menempatkan gambar lain ke dalam foto anak? Kedua, apakah anak berpakaian terbuka?

Ketiga, apakah laman media sosial Anda terbuka untuk publik atau privat? Jika terbuka untuk publik, pedofil semakin mudah menyimpan foto anak Anda. Keempat, bagaimana pose anak Anda dalam foto? Pose muka bebek atau pose bergaya centil misalnya sering dimanfaatkan situs-situs predator anak.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2L4Apqr
April 25, 2019 at 02:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2L4Apqr
via IFTTT
Share:

Friday, April 19, 2019

Donald Trump Jadi Tamu Negara Pertama Jepang di Era Reiwa

Donald Trump juga akan bertemu PM Jepang untuk memperkuat kerja sama bilateral

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengundang Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump beserta istrinya, Melania untuk berkunjung ke Tokyo pada 25-28 Mei 2019. Presiden Trump beserta istri akan menjadi tamu negara pertama yang bertemu dengan Kaisar Jepang yang baru, setelah Putra Mahkota Naruhito aksesi pada 1 Mei 2019. 

"Kami mengundang presiden (Trump dan istrinya) sebagai tamu negara pertama di era baru, Reiwa. Ini melambangkan ikatan yang tak tergoyahkan antara Jepang dan AS," ujar Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga dalam konferensi pers seperti dilansir Nippon.com, Jumat (19/4).

Yoshihide mengatakan, Perdana Menteri Abe akan mengadakan pertemuan puncak dengan Trump untuk memperdalam aliansi bilateral. Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga akan dibahas mengenai kebijakan-kebijakan bersama antara kedua negara. 

"Kami berharap bahwa kemitraan global Jepang-AS yang berkontribusi untuk membangun perdamaian dan kemakmuran di kawasan dan dunia akan semakin didukung," kata Yoshihide. 

Trump dan Abe diperkirakan akan menegaskan kembali kerja sama mereka dalam menangani denuklirisasi Korea Utara (Korut), dan penculikan warga negara Jepang oleh agen-agen Korut pada 1970an dan 1980an. Selain itu, kedua pemimpin negara juga akan membahas perdagangan karena pada September lalu mereka meluncurkan negosiasi untuk pakta bilateral.

Japan Times melaporkan, kunjungan Trump menandakan upaya pemerintah untuk menunjukkan kekuatan hubungan Jepang-AS. Salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya menyatakan, AS merupakan negara paling penting bagi Jepang.

"Trump adalah (tamu asing) yang paling cocok untuk bertemu dengan kaisar baru," ujar sumber tersebut.

Selain bertemu dengan kaisar baru, Trump juga akan kembali mengunjungi Jepang untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Osaka pada akhir Juni 2019. Dengan demikian, Trump akan mengadakan dua kali kunjungan ke Jepang dalam waktu yang berdekatan. 

Sebelumnya, Presiden Trump mengunjungi Jepang sebagai tamu negara pada November 2017. Namun, kunjungannya kali ini cukup spesial karena Trump akan menerima kehormatan yang lebih tinggi untuk diperlakukan sebagai tamu negara. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UIPSkA
April 19, 2019 at 02:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UIPSkA
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 16, 2019

PDIP Jadikan Rumah Mega Pusat Monitoring Pemilu

Megawati akan menggunakan hak pilihnya di Kelurahan Kebagusan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengatakan, akan menjadikan kediaman Ketua Umum partai Megawati Soekarnoputri sebagai pusat monitoring pemilu. Pemungutan suara pemilu akan dilakukan pada Rabu (17/4) besok.

"Besok menjadi pusat monitoring dan juga untuk mendengarkan exit poll dan quick count dari PDIP," kata Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristiyanto di Jakarta, Selasa (16/4).

Megawati Soekarnoputri akan menggunakan hak pilihnya (mencoblos) pada Pemilu 2019, di tempat pemungutan suara (TPS), di depan rumahnya, di Kelurahan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (17/4). Megawati bersama keluarga besarnya, melanjutkan tradisi menggunakan hak pilihnya, memilih bersama masyarakat setempat di lapangan Kebagusan, di depan rumah pribadinya yang sudah ditempatinya sejak tahun 1990-an.

Berdasarkan domisili, Megawati juga masih tercatat sebagai penduduk Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dari informasi yang dihimpun, sembilan partai politik anggota KIK juga akan melakukan pemantauan selama pemungutan dan penghitungan suara.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Um6jOG
April 16, 2019 at 02:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Um6jOG
via IFTTT
Share:

Kelompok Ternak Binaan Rumah Zakat Buat Pakan Sendiri

Fasilitator Rumah Zakat terus melakukan monitoring dan pembinaan.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKARAJA -- Fasilitator Desa Berdaya Sukaraja melakukan monitoring dan pembinaan kelompok ternak. Monitoring dilakukan sebagai bentuk penguatan dan pendampingan dalam memelihara ayam kampung yang dilaksanakan oleh anggota kelompok ternak.

Dalam monitoring ini juga dilaksanakan pembinaan pembuatan pakan fermentasi. Tujuan pembuatan pakan fermentasi yaitu untuk meningkatkan nilai tercerna pakan, sehingga nutrisi pakan yang diserap lebih optimal dan diharapkan produktivitas meningkat.

Pembuatan pakan fermentasi berasal dari bahan yang tersedia dilingkungan sekitar yaitu dedak. Langkah pembuatannya yaitu membuat larutan air satu liter dicampur dengan gula pasir 5-6 sendok dan probiotik satu tutup botol diaduk secara merata.

Larutan yang sudah dibuat dituangkan ke dalam dedak sebanyak lima kilogram (kg), diaduk aduk secara merata. Setelah tercampur merata bahan fermentasi dimasukan ke dalam plastik, diikat rapat dan disimpan agar terjadi proses fermentasi.

"Kami sekarang sedang memelihara 100 ekor mudah mudahan dengan pembuatan pakan fermentasi bisa mengurangi pakan dari pabrik," ujar Asep salah satu anggota kelompok seperti dalam siaran pers Rumah Zakat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IyXrTr
April 16, 2019 at 02:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IyXrTr
via IFTTT
Share:

Thursday, April 11, 2019

Bawaslu Minta Pemungutan Suara di Malaysia Dihentikan

Bawaslu menemukan kecurangan penyelundupan surat suara dan surat suara tercoblos.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta proses pemungutan suara Pemilu 2019 di Malaysia dihentikan. Pasalnya, Bawaslu menemukan kecurangan berupa adanya penyelundupan surat suara dan surat suara yang telah tercoblos.

"Kami akan meminta KPU menghentikan pemungutan suara di Seluruh Malaysia untuk sementara," tegas anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Fritz Edward Siregar, ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (11/4) siang.

Fritz menyatakan, temuan boks berisi surat suara dan surat suara yang tercoblos di Malaysia bukan informasi hoaks. Dia melanjutkan, Bawaslu telah membuat rekomendasi soal kinerja PPLN yang diragukan.

"Benar (temuan itu). Panwaslu Kuala Lumpur sebagai penemu dan kami well informed. Kami meminta KPU melakukan evaluasi kinerja. Sebab terbukti PPLN tidak melaksanakan tugas dengan benar," ujar Fritz

Permintaan penghentian sementara pemungutan suara di Malaysia, kata Fritz, dilakukan sampai duduk perkara dari temuan tersebut jelas. Sebab, menurut dia ada kegiatan yang terstruktur masif dan sistematis (TSM) yang mengarah kepada bentuk kecurangan pemilu.

Komisioner KPU, Ilham Saputra, mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan terhadap informasi dari Malaysia itu. "Kami sedang cek kebenarannya dan kejadian persisnya ke Pokja PPLN," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Sebelumnya, beredar informasi adanya paket berisi surat suara dan surat suara yang telah tercoblos di Selangor, Malaysia. Informasi ini ditemukan oleh pengawas pemilu di Malaysia.

Selain itu, ada pula informasi yang beredar di  video. Dalam video tersebut terungkap ada temuan surat suara yang sudah tercoblos paslon capres-cawapres 01. Selain itu ada pula surat suara pileg yang telah tercoblos untuk caleg DPR dari Partai Nasdem.

Permintaan penghentian sementara pemungutan suara, kata Fritz, dilakukan sampai duduk perkara dari temuan tersebut jelas. Sebab, menurut dia ada kegiatan yang terstruktur masif dan sistematis (TSM) yang mengarah kepada bentuk kecurangan pemilu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GeWgar
April 11, 2019 at 02:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GeWgar
via IFTTT
Share:

NATO Peringatkan Bahaya Pertempuran Libya Bagi Warga Sipil

NATO menyerukan pihak yang bertikai di Libya menghentikan pertempuran.

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg menyatakan keprihatinan atas konflik yang sedang berlangsung di Libya. Dia meminta pihak-pihak yang bertikai menahan diri dan menghentikan pertempuran.

"Kami sangat prihatin dengan situasi di Libya. Kami menyerukan semua pihak untuk mengakhiri pertempuran, seperti yang diminta oleh PBB," kata Stoltenberg pada Rabu (10/4).

Dia memperingatkan bahwa eskalasi konflik akan memberi dampak pada warga Libya. "Operasi militer saat ini dan kemajuan di Tripoli meningkatkan penderitaan rakyat Libya serta membahayakan warga sipil," ujarnya.

Stoltenberg mengungkapkan bahwa konferensi dialog nasional Libya yang disponsori PBB telah ditunda. Hal itu akan diagendakan kembali setelah ketegangan di sana berakhir.

Libya tengah menghadapi krisis politik dan konflik. Pasukan Tentara Nasional Libya (LNA) yang dipimpin seorang komandan militer, Khalifa Haftar, sedang berupaya merebut kendali Ibu Kota Tripoli dari Perdana Menteri Fayez al-Sarraj yang didukung PBB.

Pada Rabu lalu, LNA mengklaim telah berhasil merebut kamp militer Yarmuk yang berada di selatan Tripoli. Mereka mengatakan akan bergerak ke pusat Tripoli.

Pemerintahan al-Sarraj belum mengonfirmasi tentang klaim tersebut. Namun, ia telah menempatkan pasukan guna mencegah masuknya personel LNA ke Tripoli.

Libya telah dilanda krisis sejak 2011, yakni ketika pemberontakan yang didukung NATO melengserkan mantan presiden Muammar Qaddafi. Dia pun tewas setelah digulingkan.

Sejak saat itu, kekuasaan politik Libya terpecah dua. Basis pertama memusatkan diri di Libya timur, yang salah satu tokohnya adalah Khalifa Haftar. Sementara basis yang didukung PBB berada di Tripoli.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UfqtKg
April 11, 2019 at 02:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UfqtKg
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 10, 2019

Suasana Hati Negatif Bisa Tingkatkan Kreativitas Kelompok

Minimalkan suasana hati negatif dengan mengurangi kejadian yang tidak membahagiakan.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Suasana hati kelompok yang gelisah, buruk dan tertekan ternyata dapat mendorong ide-ide kreatif. Sebab, suasana hati itu menjadikan respons kognitif kelompok cenderung muncul lebih cepat.

Walaupun, tentu suasana hati negatif ini tidak pernah diinginkan ada di sebuah kelompok, bahkan berusaha dihilangkan. Hal itu dikemukakan Bagus Suripto saat ujian terbuka promosi doktor di FEB UGM.

Bagus, merupakan mahasiswa program doktor ilmu manajemen dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM). Studinya didapatkan usai meneliti 120 kelompok yang ada di 15 organisasi.

Ia menilai, adanya tekanan dalam kelompok seperti tenggat waktu penyelesaian tugas merupakan ancaman bagi prestasi kelompok. Tapi, kondisi itu ternyata membuat kelompok cepat berpikir dan bertindak.

"Respons kognitif cepat dengan ide dan tindakan kelompok yang berfokus kepada masalah dan tugas yang dihadapi dapat menjadikannya memiliki kreativitas yang lebih baik," kata Bagus di FEB UGM, Selasa (9/4).

Bagus melihat, suasana hati kelompok yang negatif menjadikannya berkinerja lebih baik daripada kinerka individual. Pasalnya, kelompok mengalami sesuatu yang tidak disukai.

Namun, adanya keterikatan dalam kelmpok memaksa mereka untuk bisa bekerja sama. Bahkan, bila ada yang tidak menikmati proses penyelesaian akan mendorong yang lain lebih kreatif dan terarah.

"Bahkan, anggota-anggota lain akan terdorong untuk memberikan ide-ide kreatif yang relevan," ujar Bagus.

Dari penelitiannya, didapatkan suasana hati kelompok yang negatif berpengaruh positif terhadap kreativitas kelompok. Namun, ternyata emosi kelompok tidak cukup berperan dalam perilaku kreatif.

Bagus berpendapat, suasana hati yang negatif dapat diminimalkan dengan mengurangi kejadian yang menyebabkan tidak bahagia. Salah satunya bisa dilakukan dengan mendesain ulang tempat kerja.

"Dan tata waktu penyelesaian tugas kelompok untuk meminimalkan suasana hati yang negatif dalam kelompok," kata Bagus.

Selain itu, efikasi kolektif bermanfaat secara efektif dan efisien bagi organisasi dalam peningkatan kreativitas kelompok. Efikasi kolektif dapat diwujudkan sejak pembentukan kelompok.

Tentunya, dengan perekrutan yang sesuai, mempertimbangkan kompetensi kelompok, kemampuan koordinasi dan kerja sama, serta kemampuan berempat terhadap sesama kelompok.

"Bila kelompok telah terbentuk proses mutasi dan promosi dapat dilakukan sebagai langkah organisasi untuk meningkatkan efikasi kolektif," ujar Bagus.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2D6BmZ3
April 10, 2019 at 02:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2D6BmZ3
via IFTTT
Share:

Friday, April 5, 2019

Hukum Rajam LGBT Berlaku di Brunei, Para Pelaku Meradang

Para pelaku LGBT di Brunei mulai hengkang dari Brunei

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR SERI BEGAWAN – Pemberlakuan syariat Islam antara lain sanksi tegas berupa rajam hingga mati bagi pelaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di Brunei, membuat mereka yang selama ini hidup sebagai LGBT memutuskan hengkang dari negara tersebut.  

Wanita transgender Zoella Zayce telah meninggalkan tempat asalnya Brunei Darussalam pada tahun lalu. Saat negara tersebut terus mengupayakan hukum syariat Islam, dia berpikir ada banyak komunitas LGBT akan mengikuti langkahnya. 

Zayce melarikan diri dari Brunei tahun lalu karena suasana yang dianggap semakin konservatif dan sekarang dia mencari suaka di Kanada. 

Zayce mengatakan, orang gay di Brunei, selama ini hidup dalam kerahasiaan dan sekarang lebih takut karena hukuman rajam mulai berlaku.  

"Beberapa orang sangat khawatir dan ingin melarikan diri dari negara itu sebelum mereka diketahui tidak heteroseksual," kata Zayce (19), dilansir dari laman Starits Times, Jumat (5/4).

Komunitas LGBT yang kecil di negara itu, sudah harus berhati-hati terkait identitas seksual mereka di negara Muslim tersebut. Komunitas ini juga telah merasa ketakutan. 

"Apa yang diadopsi Brunei adalah pelanggaran terhadap hak asasi manusia," kata seorang lelaki gay berusia 33 tahun di negara itu, yang berbicara secara anonim.  

"Semua kecaman dan boikot diperingatkan dalam tingkat internasional. Brunei seharusnya meninggalkan undang-undang ini dan terus berpegang pada Islam moderat," lanjut dia.  

Brunei yang diperintah oleh sultan selama lima dekade, menerapkan hukum Islam baru pada 3 April. Hukuman ini termasuk kematian dengan rajam untuk hubungan seks antara laki-laki, dan perzinahan.  

Hukum pidana syariah yang baru telah memicu kemarahan global, dengan pemerintah di seluruh dunia mengutuk tindakan tersebut. Lalu para selebriti, dipimpin aktor George Clooney, yang menyerukan agar hotel milik Brunei diboikot.  

Rencana untuk menerapkan hukum syariah diumumkan pada 2013. Pada fase pertama, dengan hukuman yang lebih ringan, mulai berlaku tahun berikutnya, sebelum seluruh hukum pidana dilaksanakan pekan ini.  

Seorang lelaki gay di Brunei, Khairul yang hanya memberikan satu nama, menggambarkan undang-undang itu sebagai hal yang menakutkan. "Ketika saya siap, saya akan menuju ke komunitas yang lebih aman," kata dia.

Sebelum hukuman syariah diberlakukan, hubungan seks antara laki-laki sudah dihukum hingga 10 tahun penjara. Sekarang dianggap sebagai pelanggaran yang besar. Sementara seks lesbian dapat dihukum hingga 40 pukulan, dan satu dekade di penjara.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2G3GoYd
April 05, 2019 at 02:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2G3GoYd
via IFTTT
Share:

Bantah Intervensi KPU, Istana Jelaskan Surat Terkait OSO

Istana Presiden mengirim surat ke KPU agar menjalankan putusan PTUN dalam kasus OSO.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pihak Istana Presiden akhirnya buka suara terkait polemik surat yang ditujukan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang tindak lanjut keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait kasus Oesman Sapta Odang (OSO). Surat bernomor R 49/M.Sesneg/D-1/HK 06.02/3/2019 tersebut dikirim pada 22 Maret lalu oleh Mensesneg agar KPU menindaklanjuti permintaan PTUN Jakarta.

Sesuai putusan PTUN Jakarta, KPU diminta membatalkan SK penetapan caleg DPD serta meminta KPU memasukkan nama OSO dalam daftar calon tetap (DCT) Pemilu 2019. Mensesneg Pratikno mengungkapkan, sebelum surat dari istana dilayangkan kepada KPU, Ketua PTUN Jakarta telah lebih dulu berkirim surat kepada Presiden.

PTUN Jakarta meminta Presiden memerintahkan KPU melaksanakan putusan yang berkekuatan hukum tetap. Presiden, ujar Pratikno, menyadari kebedaraan surat ini dan bukan yang pertama kali pihak istana berkorespondensi dengan PTUN Jakarta.

"Sudah sangat sering kita menerima surat dari Ketua PTUN. Yang rujuknya kepada UU PTUN, bahwa ketua pengadilan harus ajukan hal ini kepada presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi untuk memerintahkan kepada pejabat tersebut melaksanakan putusan pengadilan," jelas Pratikno di ruang media Istana Presiden, Jumat (5/4).

Pratikno menegaskan, bahwa pihak istana tidak bermaksud mengintervensi keputusan KPU terkait kasus OSO. Pratikno menyebutkan, Presiden pun menghormati KPU sebagai lembaga independen dan hasil akhir dari kasus OSO ini sepenuhnya diserahkan kepada KPU.

Terkait surat balasan dari KPU, Pratikno mengaku belum membacanya. Ia mengatakan, akan segara mengkaji isi surat balasan tersebut. amun pada prinsipnya, ujar Pratikno, keputusan soal OSO adalah sepenuhnya kewenangan KPU.

"Sekali lagi itu wilayah keputusan KPU, kami paham dan hormati KPU sebagai lembaga independen. Dan dalam surat yang ditandatangani Mensesneg itu, juga disebutkan bahwa silakan KPU tindaklanjuti sesuai peraturan perundang undangan. Jadi itu. Bagaimana surat yang sudah banyak beredar," kata Pratikno.

Sebelumnya, KPU menerima surat dari Mensesneg Nomor R 49/M.Sesneg/D-1/HK 06.02/3/2019 pada 22 Maret lalu. Dalam surat itu, Mensesneg mengatakan berdasarkan pasal 116 ayat (6) UU Nomor 5 Tahun 1986  sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan UU Nomor 51 Tahun 2009 Ketua PTUN Jakarta dengan Surat W2.TUN1.704.HK.06/III/2019 pada 4 Maret 2019 menyampaikan kepada Presiden soal memerintahkan KPU untuk melaksanakan putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht) yakni putusan PTUN Jakarta Nomor 242/G/SPPU/2018/PTUN-JKT.

Polemik OSO dan KPU bermula saat ketua umum Partai Hanura itu menggugat KPU melalui PTUN. OSO menggugat permintaan KPU yang menyertakan syarat pengunduran diri dari kepengurusan parpol agar bisa diakomodasi dalam Daftar Calon Tetap (DCT) Pemilu 2019. Gugatan ini diputus PTUN pada 14 November 2018.

Dalam putusannya, PTUN meminta KPU membatalkan SK penetapan caleg DPD serta meminta KPU memasukkan nama OSO dalam DCT. Selanjutnya, OSO juga mengugat KPU ke Bawaslu karena dianggap tidak menjalankan putusan PTUN. Bawaslu kemudian memutus gugatan tersebut pada 9 Januari 2019.

Dalam putusanya, Bawaslu meminta KPU memasukkan nama OSO ke DCT. Namun, Bawaslu tetap mewajibkan OSO mundur dari kepengurusan parpol jika terpilih sebagai anggota DPD.

Berdasarkan putusan Bawaslu, KPU kembali memberikan tenggat waktu bagi OSO menyampaikan surat pengunduran diri sebagai pengurus partai. Namun, OSO tetap tidak menyerahkan surat pengunduran diri dan kembali melayangkan gugatan ke Bawaslu.

Bawaslu pada akhirnya tidak melanjutkan pemeriksaan terhadap gugatan itu karena menilai laporan tersebut sama dengan laporan OSO yang sebelumnya. Setelah Bawaslu menolak, OSO kembali melaporkan KPU ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).  Dalam putusanya DKPP juga menolak laporan OSO karena menganggap KPU telah menjalankan putusan sesuai dengan aturan yang berlaku. Putusan DKPP akan dibacakan pada 27 Maret 2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IdJgDc
April 05, 2019 at 02:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IdJgDc
via IFTTT
Share:

Thursday, April 4, 2019

Amnesty Temukan Angka Pemerkosaan Tinggi di Negara Nordik

Negara Nordik dikenal sebagai negara bahagia tapi angka pemerkosaan tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, ZURICH -- Negara-negara Nordik seperti Denmark, Finlandia, Norwegia, dan Swedia dikenal sebagai negara makmur dan bahagia. Tapi organisasi hak asasi manusia Amnesty International mengeluarkan laporan yang menunjukkan angka pemerkosaan di negara-negara tersebut cukup tinggi.

"Ini paradoks negara-negara Nordik, yang memiliki catatan penegakan kesetaraan gendernya sangat kuat, mengalami tingkat pemerkosaan yang sangat tinggi," kata Sekretaris Jendral Amnesty International Kumi Naidoo, di situs resmi organisasi non-profit tersebut, Kamis (4/4).

Dalam laporan yang berjudul 'Time for change: Justice for rape survivors in the Nordic countries' mengungkapkan lemahnya peraturan dan mewabahnya sterotip gender membuat pelaku pemerkosaan tidak mendapatkan hukuman yang pantas. Bahkan sering kali para pelaku sama sekali tidak dihukum.

"Stigma sosial dan rendahnya kepercayaan terhadap sistem peradilan kerap membuat perempuan dan anak perempuan gagal melaporkan serangan dan mereka yang melaporkannya dikecewakan oleh sistem peradilan yang berprasangka buruk dan ketinggalan jaman," kata Naidoo.

Naidoo mengatakan ada salah satu penyintas yang menyesal karena telah melaporkan pemerkosaan yang ia alami. Karena penyintas itu diperlakukan dengan sangat buruk ketika ia melaporkan kasusnya. Naidoo menjelaskan cerita penyintas itu kerap kali dapat didengar korban berusaha melaporkan kasus mereka ke sistem peradilan.

Amnesty International mengatakan situasi yang dialami para penyintas pemerkosaan di empat negara Nordik berbeda-beda. Tapi ada kesamaan di antara mereka yaitu pengabaian sistem peradilan, penyangkalan, dan ada upaya diam-diam memaafkan kekerasan seksual terhadap perempuan.

Amnesty International mengingatkan untuk melindungi perempuan dan perempuan muda dari pemerkosaan ada mengadopsi dan secara efektif mengimplementasikan undang-undang berdasarkan persetujuan (consent) dalam kekerasan seksual. Organisasi tersebut melihat sejauh ini ada beberapa kemajuan yang dicapai negara-negara Nordik.

Sampai saat ini dari empat negara Nordik, Swedia menjadi satu-satunya negara yang meloloskan undang-undang berdasarkan persetujuan. Tapi baru-baru ini Denmark mengumumkan mereka mendukung peraturan berasas persetujuan dan Kementerian Kehakiman Finlandia sedang mempersiapkan reformasi undang-undang kekerasan seksual.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2YP4w8j
April 04, 2019 at 02:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2YP4w8j
via IFTTT
Share: