Showing posts with label 2019 at 05:45AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 05:45AM. Show all posts

Saturday, March 9, 2019

Korban dari KKSB Sulit Dibuktikan karena Tradisi Masyarakat

Masyarakat di Papua, terutama di pegunungan, punya tradisi membakar mayat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, mengatakan, adat masyarakat Papua membuat pembuktian adanya korban dari pihak kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) sulit untuk dilakukan. Menurutnya, masyarakat di Papua, terutama yang tinggal di pegunungan, punya tradisi membakar mayat yang meninggal karena pertikaian.

"Mereka (KKSB) tidak mengakui ada korban dari mereka dan jelas tidak bisa dibuktikan karena orang Papua ini, terutama di pegunungan itu punya tradisi adat apabila ada korban karena perang itu langsung dibakar mayatnya," ujar Aidi melalui sambungan telepon, Sabtu (9/3).

Aidi menjelaskan, mayat korban perang atau pertikaian dibakar karena dianggap membawa malapetaka. Mayat korban pertikaian itu pun tidak boleh dibiarkan lama-lama karena alasan yang sama.

Cara tersebut berbeda dengan mayat yang meninggal karena sakit. "Kalau meninggal karena sakit dikubur seperti biasa. Kalau karena pertikaian itu dibakar tradisinya karena dianggap sebagai bala," jelas Aidi.

Selain itu, ia juga menerangkan, KKSB turut menyebarkan informasi, mereka berhasil membunuh lima orang prajurit TNI dan merampas lima pucuk senjata milik TNI. Aidi menjelaskan, hal tersebut tidak benar karena pihaknya tidak mungkin menyembunyikan prajurit yang gugur dalam tugas.

"Tidak mungkin prajurit kita sudah meninggal kita sembunyikan. Logikanya begitu. Pasti diberikan ke keluarga, kalau disembunyikan kita kan dituntut sama keluarga," tutur dia.

Sebelumnya, pasukan TNI di Papua kembali mendapatkan serangan dari KKSB. Mereka menyerang saat pasukan TNI melaksanakan pengamanan pergeseran pasukan yang akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan di Nduga, Papua.

"Mendapatkan serangan dari pihak KKSB pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga pagi tadi," ujar Aidi melalui keterangan tertulisnya, Kamis (7/3).

Penyerangan tersebut terjadi Kamis (7/3) sekitar pukum 08.00 WIT. Pasukan TNI Satuan Tugas Penegakkan Hukum (Satgas Gakkum) berkekuatan 25 orang tersebut baru tiba di Distrik Mugi dalam rangka mengamankan jalur pergeseran pasukan. 

Kemudian secara mendadak, mereka mendapatkan serangan oleh sekitar 50 hingga 70 orang KKSB bersenjata campuran, baik senjata standar militer maupun senjata tradisional seperti panah dan tombak. 

Aidi menerangkan, akibat serangan tersebut tiga orang prajurit gugur. Ketiga prajurit tersebut, yakni Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin dan Serda Siswanto Bayu Aji. Sementara dari pihak KKSB, prajurit TNI berhasil merampas lima pucuk senjata milik KKSB yang jenisnya masih dalam penyelidikan.

"Ditemukan satu orang mayat dan diperkirakan setidaknya tujuh hingga 10 orang anggota KKSB juga tewas. Tapi mayatnya berhasil dibawa kabur oleh teman-temannya," ungkap dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2NTIZ9l
March 10, 2019 at 05:45AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2NTIZ9l
via IFTTT
Share:

Saturday, January 5, 2019

Ini Evolusi Beasiswa di Era Digital 4.0

Dari beasiswa uang saku menjadi beasiswa pembinaan dan pelatihan.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA --  Zaman telah berubah, begitu pun dengan beasiswa. Beasiswa yang dahulu hanya berupa uang pendidikan atau uang saku kini menjelma menjadi beasiswa pembinaan dan pelatihan.

Beasiswa ISDP (Islamic Sociopreneur Development Program) adalah salah satunya. Beasiswa yang memberikan uang pendidikan dan pembinaan untuk mencetak mahasiswa yang berakhlak islami dan peduli masyarakat.

Beasiswa ISDP diprakarsai oleh  Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSM Umat). Salah satu universitas yang mendapat program beasiswa ini adalah Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Agus Wibowo, mahasiswa fakultas Pertanian UGM angkatan 2014, asal Pati adalah salah satu penerima manfaat beasiswa ISDP.

“Saya ingin sekali mendapat beasiswa ISDP karena di dalamnya tidak hanya terdapat beasiswa kuliah, uang saku, tetapi juga terdapat pembinaan dan pelatihan kewirausahaan yang berlandaskan nilai-nilai Islam,” ujar Wibowo dalam rilis LAznas BSM Umat yang diterima Republika.co.id, pekan lalu.

Ia menambahkan, beasiswa ISDP UGM dimulai sejak bulan Maret 2017. Sejak saat itu mahasiswa wajib mengikuti kegiatan yang diadakan dan hanya diperkenankan izin ketika ada urusan akademik atau sakit.

“Untuk bisa mendapat beasiswa ISDP peserta harus melewati beberapa tahap seleksi,” kata Wibowo. 

Pertama, mengisi formulir pendaftaran. Lalu mengikuti walk interview. Peserta yang dinyatakan lolos, selanjutnya mengikuti tes tulis dan wawancara dengan psikolog. Terakhir melakukan presentasi bisnis di hadapan pegusaha. 

“Persaingannya cukup ketat, karena dari sekitar 80-an peserta yang mendaftar dan hanya 25 orang yang diterima,” tuturnya.

Wibowo mengemukakan, manfaat dari beasiswa ISDP itu mendorong mahasiswa berjiwa kewirausahaan sekaligus pemberdayaan masyarakat.

“Ketika anak saya mengikuti seleksi beasiswa ini, dari awal saya sudah mendukung 100 persen. Karena beasiswa ISDP membina mahasiswa menjadi seorang wirausahawan sosial, yang peduli masyarakat,” kata salah satu orangtua.

“Mimpi saya ketika lulus ISDP ini adalah bisa membangun pesantren entrepreneur di wilayah-wilayah pelosok Indonesia,” ujar  Wibowo. 

Dalam kesempatan sebelumnya, Direktur Eksekutif Laznas BSM Umat, Rizqi Okto Priansyah mengatakan, tujuan program ISDP ini untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai bidang sociopreneur secara umum.

"Supaya bisa tercipta pengusaha-pengusaha muda muslim yang nantinya akan menggerakkan perekonomian umat," ucap Rizqi Okto.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LTBY7A
January 06, 2019 at 05:45AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LTBY7A
via IFTTT
Share:

Bukaan Pintu Bendung Picu Penggerusan Bantaran Kali Bekasi

Bukaan pintu air harus disesuaikan guna mencegah air meluap ke permukiman.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Pembukaan penuh pintu Bendung Kali Bekasi memicu penggerusan beberapa bagian bantaran sungai yang menimbulkan pergerakan tanah. Untuk itu, bukaan pintu air Bendung Kali Bekasi harus disesuaikan guna mencegah kemungkinan air meluap ke permukiman penduduk di sepanjang bantaran sungai.

"Karena saat debit sungai tinggi seluruh pintu air di Bendung Kali Bekasi Jalan M Hasibuan harus dibuka full sehingga tanah tergerus air Kali Bekasi yang deras saat musim hujan," kata Wakil Satuan Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bekasi, Jawa Barat, Karsono di Bekasi, Sabtu (5/1).

Bila sudah masuk Siaga I dengan tinggi muka air maksimal di atas 400 centimeter, maka dua pintu air mulai dibuka-tutup. Saat tinggi muka air mencapai puncaknya di atas 500-600 centimeter, sesuai standar operasional prosedur pintu bendung harus dibuka penuh.

Saat itu lah terjadi tarikan air sungai yang cukup kencang yang menggerus pondasi lahan sejumlah tanggul dan sebagian menimbulkan pergerakan tanah, sehingga tanggul di beberapa kawasan perumahan sampai miring.

BPBD mencatat lima lokasi bantaran Kali Bekasi yang saat ini berstatus rawan longsor akibat penggerusan area bantaran sungai, yakni di Kelurahan Bojong Menteng, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kelurahan Margajaya, Kelurahan Sepanjang Jaya, dan Kelurahan Margahayu. "Masyarakat di lokasi itu sudah melaporkan situasi tanggul yang mulai mengalami pergeseran lahan, kami imbau untuk selalu waspada,¿ ujarnya.

Ia menambahkan warga mesti waspada karena area-area itu belum memiliki tanggul permanen. "Kita akan infokan langsung ke warga jika potensi amblas, agar pindah ke tempat yang lebih aman," katanya.

Karsono mengatakan tanggul yang kini pondasinya mengalami kerusakan dan dalam perbaikan antara lain yang ada di Perumahan Kemang Pratama (sepanjang 130 meter) dan Perumahan Pondok Mitra Lestari (sepanjang tujuh meter). Tanggul di tempat lain masih dalam antrean untuk diperbaiki menggunakan dana Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi maupun dari pemerintah pusat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VwRKtp
January 06, 2019 at 05:45AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VwRKtp
via IFTTT
Share: