Showing posts with label 2019 at 07:25AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:25AM. Show all posts

Thursday, December 5, 2019

Disbudpar Bandung Bertahap Surati Pengelola Cagar Budaya

Di Kota Bandung terdapat 1.770 cagar budaya.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mengirimkan surat secara bertahap kepada pengelola dan pemilik cagar budaya di Kota Bandung. Surat berisi tentang aturan pengelolaan cagar budaya dan imbauan meminimalisasi kerusakan yang terjadi diakibatkan ketidaktahuan.

Pengiriman surat dilakukan tanpa perantara. Tercatat saat ini, di Kota Bandung terdapat 1.770 cagar budaya. Terdiri dari, 254 golongan A, 455 golongan B, dan 1.061 golongan C. Selain itu terdapat aitux cagar budaya yang tersebar dibeberapa wilayah Kota Bandung.

"Kami sudah mengirimkan surat ke 60 bangunan cagar budaya golongan A, diperkirakan bisa selesai sebelum 2020 atau dua pekan mendatang," ujar Kepala Disbudpar Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari, Jumat (6/12).

Menurutnya, surat yang dikirim tidak menggunakan jasa perantara. Namun dikirim langsung oleh pihak Disbudpar. Selain itu, surat berisi tentang aturan pengelolaan cagar budaya termasuk urusan pemeliharaan yang harus sesuai aturan yang berlaku.

Untuk cagar budaya golongan B dan C, Kenny mengaku akan mengirimkan surat sesudah golongan A selesai. Usai kegiatan tersebut, pihaknya juga akan melakukan kegiatan pemberian tanda kepada cagar budaya yang ada.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana meminta agar Disbudpar Kota Bandung membuat tanda pada tiap bangunan cagar budaya di Kota Bandung berdasarkan aturan. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari kerusakan yang diakibatkan ketidaktahuan.

"Pemberian tanda di cagar budaya memberikan kesadaran berbagai pihak untuk menjaga," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rY5D9K
December 06, 2019 at 07:25AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2rY5D9K
via IFTTT
Share:

Sports Science Kunci Aiman Cahyadi Rebut Emas Balap Sepeda

Rastra mengedepankan sports science dalam pembinaan berjenjang balap sepeda.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Aiman Cahyadi kembali menjadi sorotan setelah meraih medali emas balap sepeda dari nomor individual time trial (ITT) SEA Games 2019 di Praying Hans Monumen, Tagaytay City, Filipina, Kamis (5/12). Emas ini sangat ditunggu-tunggu mengingat beberapa nomor unggulan yang ditargetkan seperti cross country putra dan down hill putra dan putri gagal meraih hasil terbaik sesuai dengan harapan.

"Alhamdulillah sekarang sports science yang diterapkan memang berdampak besar sama anak-anak. juga dukungan konsisten dari PGN yang membina atlet tanpa putus itu menjadi kuncinya," kata Aiman saat dihubungi dari Manila, Jumat (6/12) pagi.

Pada SEA Games 2019, PGN Road Cycling Team (PRCT) menyumbangkan pembalap road terbanyak untuk kontingen Indonesia. Selain Aiman, ada Odie Setiawan, Robin Manullang, Jamalidin Novardianto, Sendy Nur Hasan.

PGN juga menyumbang satu pelatih muda ke timnas yaitu Rastra Patria Dinawan. Mantan pembalap nasional ini telah melakukan terobosan dalam kepelatihan. Rastra mengedepankan sports science dalam pembinaan berjenjang balap sepeda dan akrab dengan teknologi.

"Coach Rastra memang membuat perubahan bagi anak-anak dan ini salah satu hasilnya. Dengan pembinaan yang tidak putus, saya optimistis akan terus maju," kata Aiman Cahyadi menambahkan.

Emas ITT adalah modal Aiman untuk terus mengejar prestasi SEA Games 2019 mengingat masih dua nomor yang diikuti yaitu team time trial (TTT) bersama Robin Manullang, Odie Setiawan dan Muhammad Abdurrohman.

Juga bakal turun pada nomor individual road race Robin Manullang, Odie Setiawan, Muhammad Abdurrohman, Sendy Nur Hasan dan Jamalidin Novardianto. Kedua nomor ini diharapkan meraih emas dalam balapan yang berlangsung di Tagaytay, Sabtu dan Ahad (7-8/12).

"Insya Allah kita akan berusaha dulu. Untuk hasil serahkan sama yang maha kuasa," kata juara nasional Indonesia ITT itu.

Sementara manajer timnas balap sepeda Budi Saputra mengatakan emas yang diraih Aiman merupakan peran serta dari salah satu pelatih muda yang sangat terbuka dengan penggunaan sports science Rastra Patria.

"Hasilnya sudah jelas. Memang saatnya kita benar-benar menggunakan sports science untuk melakukan pembinaan dan pelatihan terutama dalam cabang balap sepeda," kata Budi.

sumber : Antara

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Rvt30C
December 06, 2019 at 07:25AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Rvt30C
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 26, 2019

Panel Surya Ubah Tradisi Hadiah Pernikahan Tradisional Korut

jumlah keluarga di Korut yang memiliki panel surya volume tinggi juga meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG — Warga Korea Utara (Korut) semakin banyak menggunakan peralatan rumah tangga bertenaga surya di rumah mereka. Hal ini kemudian membuat terjadi sejumlah perubahan dalam kebiasaan masyarakat negara terisolasi itu, salah satunya adalah dalam urusan jenis hadiah untuk pengantin wanita saat akan melangsungkan pernikahan.

Dengan lebih banyak listrik di Korut, semakin banyak kehidupan keluarga yang kini dilengkapi dengan panel surya. Panel dapat memberi daya pada gawai dengan volume antara  50 dan 250 watt, yang mencakup perangkat volume rendah maupun peralatan yang lebih besar seperti lemari es atau mesin cuci.

Sejalan dengan tren ini, penanak nasi listrik atau ketel telah menjadi hadiah pernikahan yang semakin populer. Salah seorang sumber yang tinggal di Provinsi Ryanggang mengatakan bahwa banyak yang berubah sejak awal era 2000-an, di mana dua atau tiga jenis peralatan elektronik sering dijadikan sebagai hadiah untuk anak perempuan yang menikah.

“Bagi keluarga yang lebih kaya, akan memperoleh setidaknya lima jenis perangkat elektronik berkualitas tinggi seperti ponsel, lemari es, TV LCD, pot dan kipas untuk hadiah pernikahan,” ujar sumber lainnya yang berasal dari Pyongsong, dilansir Daily NK, Selasa (26/11).

Tentunya, jenis hadiah ini disesuaikan dengan preferensi mereka. Biasanya, pengantin wanita juga memilikih alat-alat untuk perawatan kecantikan, seperti pengering rambut dan setrika.

Menurut laporan, jumlah keluarga di Korut yang memiliki panel surya volume tinggi juga meningkat. Panel surya dengan kekuatan 250 watt diketahui memiliki harga lebih dari 200 dolar AS. Karena popularitas yang terus meningkat, harga gawai eletronik yang ada di negara itu juga terus meningkat setiap tahunnya.

Sebagai contoh, pemasak nasi listrik yang biasanya dijual seharga 110 ribu KPW hingga 140 ribu KPW (won Korut) pada 2015, namun kini harganya bisa mencapai 150 ribu KPW hingga 200 ribu KPW di pasar gelap, bahkan untuk produk buatan Korea Selatan (Korsel), bisa lebih mahal.

“TV LCD kecil memiliki harga 540 ribu KPW dan berukuran sedang berada di kisaran 1,5 juta KPW dan TV LCD besar seharga 2,5 juta,” ujar seorang sumber dari wilayah Sino, perbatasan Korut dan Korsel.

Biasanya, memberikan peralatan elektronik dengan harga yang mahal adalah cara bagi setiap keluarga di Korut menunjukkan kekayaan mereka.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Onav0H
November 27, 2019 at 07:25AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Onav0H
via IFTTT
Share:

Saturday, March 9, 2019

Tenaga Kerja Industri Manufaktur Meningkat Sepanjang 2018

Kemenperin mengoptimalisasi industri manufaktur seiring tumbuhnya bonus demografi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Perindustrian melaporkan sepanjang 2018 sektor manufaktur mengalami peningkatan penyerapan tenaga kerja secara nasional. Melihat hal tersebut khususnya menjelang bonus demografi hingga 2030, Kemenperin berupaya mengoptimalisasi pengembangan industri di bidang sumber daya manusia (SDM) melalui pelaksanaan pendidikan vokasi dengan konsep dual sistem yang diadopsi dari Swiss dan Jerman. 

Dengan momentum dominasi dari kalangan usia produktif, pembangunan SDM dijadikan agenda nasional oleh Presiden Joko Widodo pada 2019 ini. Pemberian pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja (3 in 1) kepada SMK juga diikuti oleh penyandang disabilitas. 

“Oleh karena itu kami menjadi leading sector dalam kegiatan vokasi industri harus memanfaatkan momentum ini,” kata Koordinator Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Mujiyono dalam keterangan pers yang diterima Republika, Sabtu (9/3). 

Dia menjelaskan, jumlah tenaga kerja sektor industri manufaktur di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2018, sektor industri manufaktur menyerap tenaga kerja sebanyak 18,25 juta orang. Jumlah tersebut, kata dia, berkontribusi sebesar 14,72 persen terhadap total tenaga kerja secara nasional.

Dari tahun 2015 ke 2018, terjadi kenaikan sebesar 17,4 persen terhadap penyerapan tenaga kerja industri. Pada 2018, pemerintah optimistis penyerapan tenaga kerja semakin bertambah seiring dengan realisasi investasi dari sejumlah industri. Dengan rata-rata pertumbuhan industri sebesar 5-6 persen per tahun, dibutuhkan lebih dari 500-600 ribu tenaga kerja industri baru per tahunnya. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UsT9jN
March 10, 2019 at 07:25AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UsT9jN
via IFTTT
Share:

Prabowo: Lebih Baik Saya Bicara Sama Rakyat daripada Elite

Elite yang dimaksud Prabowo adalah pemangku kepentingan atau pemerintah

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA - Calon Presiden Prabowo Subianto mengaku jika dirinya lebih senang langsung berbicara dengan rakyat dibandingkan dengan elite. Pernyataannya tersebut sebagai sindiran kepada elite pemerintah yang tidak memberikan kebijakan dan solusi untuk mengentaskan kemiskinan.

"Saya jarang berbicara dengan elite, karena itu saya memilih turun ke kabupaten-kabupaten, karena lebih baik saya berbicara kepada kalian, lebih baik saya memberi buku kepada kalian," kata Prabowo dalam acara," tutur Prabowo dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Sabtu (9/3).

Ketua umum Partai Gerindra ini menjelaskan elite yang ia maksud adalah para pemangku kepentingan yang duduk di pemerintahan. Ketua Umum Partai Gerindra ini menambahkan, para elite saat ini banyak tidak peduli terhadap masa depan bangsa. 

"Mereka selalu memikirkan hanya kekayaan sendiri, dari keluarganya saja dan mereka tidak pernah memikirkan kalian semua," tegas Prabowo.

Kemudian Prabowo juga mengingatkan, kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang tidak baik, selain hutang yang kian bertambah juga perekonomian masyarakat semakin sulit. Untuk itu, melalui buku yang ia buat, Prabowo ingin mengingatkan semua anak bangsa bahwa masa depan Indonesia harus diselamatkan karena kekayaan negara banyak mengalir ke luar negeri.

"Saya ingin menyadarkan dan menggugah elite bangsa ini, para orang-orang pintar, para profesor, para guru besar, para politisi, para wartawan saya meyakinkan mereka suatu perkembangan bangsa yang perkembangannya sendiri membuat rakyat kita tidak akan sejahtera. sistem perekoniman kita sekarang itu salah arah," tutup Prabowo. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2CcMvXT
March 10, 2019 at 07:25AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2CcMvXT
via IFTTT
Share:

Thursday, March 7, 2019

Citra Kiai Maruf Dipertaruhkan di Banten dan Jabar

Kiai Maruf semestinya bisa berperan seperti Jusuf Kalla.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Peran Kiai Maruf Amin sangat dipertaruhkan secara politik di  Banten dan Jawa Barat. Jika mantan ketua  umum MUI ini gagal mendulang suara yang signifikan di dua wilayah strategis tersebut, citranya bisa terganggu dan berpotensi melemahkan posisi tawarnya.

“Idealnya, posisi dan peran Kiai Maruf di dua wilayah tersebut selain, minimal, mempertahankan suara umat Islam,  tapi juga bisa menyumbang elektabilitas  buat Jokowi,” ungkap Direktur Eksekutif Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Toto Izul Fatah dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (8/3).

Menurut peneliti senior LSI Denny JA ini, peran ideal Kiai Maruf itu seharusnya sama seperti   Jusuf Kalla di Sulawesi Selatan, saat dipilih  mendampingi Jokowi pada Pilpres 2014 lalu. Hasilnya perolehan suaranya cukup signifikan. Bahkan, kata Toto, bisa dibilang, kalau tak ada faktor JK saat itu, Jokowi rawan disalip Prabowo-Hatta. 

"Sehingga, karena sumbangan elektabilitasnya itu, JK secara politik relatif diperhitungkan dalam menjalankan fungsinya sebagai wakil presiden,” kata Toto.

Berdasarkan data terbaru  survei LSI, jelas Toto, posisi elektabilitas Kiai Maruf  di Banten dan Jabar masih belum aman menyumbang suara buat Jokowi. Bahkan, dalam berbagai simulasi, elektabilitas Jokowi yang  kokoh secara personal menjadi turun saat dipasangkan dengan Kiai Maruf. Ini terjadi di Dapil 10 Jawa Barat, dimana Jokowi yang sudah mengantongi keunggulan 47,8% melawan Prabowo 41,8% secara personal, begitu dipasangkan dengan Kiai Maruf, elektabilitasnya menurun jadi  45%, sementara Prabowo-Sandi naik menjadi 42,8%.

Toto mencontohkan juga hasil survey di Banten. Dalam simulasi personal Jokowi yang sudah mengantongi 36%, saat dipasangkan dengan Kiai Maruf menurun menjadi 35%. Berbeda sebaliknya dengan elektabilitas Prabowo yang disumbang signifikan oleh calon wakilnya, Sandiaga Uno. Dari elektabilitas pesonalnya 38% naik menjadi 40%.

Begitu juga dengan data per Dapil seperti yang terlihat di  Banten 1 (Pandeglang – Lebak). Posisi elektabilitas Jokowi yang sudah 37,7% menurun menjadi 35% saat dipasangkan dengan Kiai Maruf. “Dari sejumlah data tersebut, Kiai Maruf dalam waktu kurang dari dua bulan ini sebaiknya mampu merumuskan strategi yang lebih cerdas dengan sentuhan personal figure beliau yang lebih mengena,” tegas Toto.

Toto mengingatkan, posisi tawar Kiai Maruf akan melemah jika elektabilitas pasangan nomor urut 01 ini hanya mengandalkan kekuatan personal Jokowi. Padahal, spirit awal memilih Kiai Maruf itu dalam rangka menaikkan perolehan  suara umat islam, minimal mempertahankan, tidak malah merontokan. Terutama, di wilayah yang seharusnya menjadi basis Kiai Maruf, yakni Banten dan Jabar.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EHGP8w
March 08, 2019 at 07:25AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EHGP8w
via IFTTT
Share: