Showing posts with label 2019 at 11:44PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 11:44PM. Show all posts

Sunday, April 7, 2019

Suharso Minta Kiai Doakan Kemenangan PPP

PPP dinilai sebagai amanat dari para kiai yang harus tetap dijaga.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pelaksana tugas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa meminta para kiai mendoakan kemenangan partainya agar bisa terus memperjuangkan aspirasi umat. PPP dinilai masih memiliki potensi besar.

"Karena partai ini (PPP) merupakan partai yang didirikan oleh para kiai," kata Suharso saat bersilaturahim dengan sejumlah kiai di Pondok Pesantren Al Itqon, Gugen, Semarang, Jawa Tengah, Ahad. 

Hadir dalam pertemuan itu antara lain KH Ahmad Haris Shodaqoh, KH Ubab Maemoen, KH Ihsanudin, dan KH Awani.

Menurut Suharso partai berlambang Kakbah ini harus tetap eksis, bertambah besar, dan terus berjuang di legislatif. "PPP satu-satunya partai yang berasaskan Islam di antara partai-partai lainnya di parlemen saat ini," kata Suharso dikutip dari siaran pers.

Sementara itu KH Ahmad Haris Shodaqoh mengatakan PPP adalah amanat dari para kiai yang harus tetap dibesarkan dan dijaga. Ia juga berharap semua kader dan simpati berjuang agar PPP bisa lolos parliamentary threshold sehingga dapat terus memperjuangkan umat Islam khususnya di ranah legislatif

"Insya Allah, kami terus doakan dan berjuang untuk kemenangan partai yang didirikan para ulama ini," ujar KH Ahmad Haris Shodaqoh.

Sementara itu, KH Ubab Maemoen menyampaikan semangat para kader harus tetap terjaga untuk memenangkan PPP. Ia yakin pemilih partai tersebut masih banyak. "Sebenarnya pemilih PPP sangat banyak, tinggal bagaimana kita bisa merangkul mereka, bersilaturahmi dan mengajak mereka untuk kembali ke Kakbah," kata putra KH Maimoen Zubair itu.

Di Jawa Tengah, PPP optimistis bisa meraih suara besar, mengingat provinsi tersebut juga menjadi basis perjuangan PPP. Bahkan suara PPP diyakini akan meningkat dibanding Pemilu sebelumnya

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Vtoe7h
April 07, 2019 at 11:44PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Vtoe7h
via IFTTT
Share:

Sunday, March 24, 2019

Kisah Sa'ad bin Abi Waqash, Sahabat Nabi yang Dijamin Surga

Sa'ad bin Abi Waqash selalu setia mendampingi Nabi SAW dalam tiap jihad.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sa'ad bin Abi Waqash merupakan seorang sahabat Rasulullah SAW yang dijamin masuk surga. Dia memeluk Islam ketika berumur 17 tahun. Suatu hari dalam hidupnya, ia didatangi Abu Bakar Ash-Shiddiq yang dikenal sebagai orang yang ramah.

Abu Bakar lantas mengajak Sa'ad untuk menemui Nabi Muhammad SAW di sebuah perbukitan dekat Makkah. Pertemuan itu mengesankan bagi Sa'ad. Ia pun segera menerima risalah Nabi Muhammad SAW dengan tangan terbuka. Sejak saat itu, Sa'ad menjadi salah satu sahabat yang pertama masuk Islam, yakni dalam era Makkah atau sebelum Hijrah.

Silsilahnya secara tidak langsung bersambung dengan Rasulullah SAW. Aminah binti Wahhab, yakni ibunda Nabi Muhammad SAW, berasal dari suku yang sama dengan Sa'ad, yaitu Bani Zuhrah.

Karena itu, Sa'ad juga sering disebut sebagai Sa'ad Zuhrah atau Sa'ad dari Zuhrah. Pria ini memiliki banyak keutamaan. Suatu saat dia pernah disambut Rasulullah SAW dengan gembira.

Rasulullah SAW begitu membanggakan Sa'ad. Beliau bersabda, "Ini dia pamanku...! Siapa orang yang punya paman seperti pamanku ini?" Kakeknya Sa'ad adalah Uhaib, putra dari manaf yang menjadi paman dari Ibunda Rasulullah SAW.

Sa'ad dan Anak Panah Pertama

Selain itu, Sa'ad bin Abi Waqash juga merupakan orang Muslim yang pertama kali melepas anak panah dalam jihad Islam. Dia pula yang mula-mula terkena anak panah dalam kancah jihad.

Pernah suatu kali Rasulullah SAW bersabda di tengah Perang Uhud, "Panahlah hai Sa'ad! Ibu bapakku menjadi jaminan bagimu!" Ali bin Abi Thalib juga mengatakan: "Tidak pernah saya dengar Rasulullah mengatakan ibu bapaknya sebagai jaminan seseorang kecuali untuk Sa'ad."

Sa'ad adalah seorang kesatria Muslim yang paling berani. Ia mempunyai dua kekuatan yang sangat ampuh: panah dan doanya. Jika ia memanah, pasti tepat sasaran. Jika ia berdoa, akan dikabulkan-Nya. Hal ini tak lepas dari doa Rasulullah untuk Sa'ad. Suatu hari Rasulullah SAW menyaksikan sesuatu dari Sa'ad yang menyenangkan hati beliau. Maka Rasulullah SAW pun bermunajat, "Ya Allah, tepatkanlah bidikan panahnya (Sa'ad bin Abi Waqash) dan kabulkanlah doanya..!"

Demikianlah, diri Sa'ad menjadi ma syhur lantaran doanya disebut makbul. Kelak ketika fitnah terjadi pada zaman kekhilafahan Ali bin Abi Thalib, Sa'ad mendengar seorang laki-laki memaki Ali, Thalhah, dan Zubair. Orang itu bahkan terus menolak berhenti mencaci-maki.

Maka, Sa'ad pun berkata, "Kalau begitu, akan saya doakan kamu kepada Allah." Laki-laki tadi lantas berkata, "Rupanya kamu hendak menakutiku, seolah-olah kamu seorang Nabi."

Maka, Sa'ad pun pergi wudhu dan melakukan shalat dua rakaat kemudian berdoa: "Ya Allah, kiranya menurut ilmu-Mu, laki-laki ini telah memaki segolongan orang yang telah memeroleh kebaikan-Mu dan tindakan mereka mengundang amarah murka-Mu. Maka mohonlah dijadikan hal ini sebagai pertanda dan pelajaran."

Tidak lama kemudian, tiba-tiba dari salah satu pekarangan rumah muncul seekor unta liar dan menabrak laki-laki tadi sehingga meninggal.

Memuliakan Orang Tua

Sa'ad adalah teladan istiqamah dalam iman dan hidayah. Betapa mahalnya hidayah itu bahkan harus dipertahankan dengan susah payah. Terkisahlah ibunda Sa'ad yang melakukan mo gok makan berhari-hari demi menentang keislaman anaknya.

Semakin hari semakin parahlah kondisi ibu Sa'ad ini. Dalam ujian keimanan yang berat seperti ini, keimanan sang sahabat kokoh menghujam dan keluarlah kalimat yang abadi itu. "Demi Allah, ketahuilah wahai ibunda, seandainya bunda memiliki seratus nyawa, lalu ia keluar satu per satu, maka tidak lah anakmu ini akan meninggalkan agama ini (Islam) walau ditebus dengan apa pun."

Akhirnya, hati ibundanya itu luluh. Tak lama berselang, turunlah ayat Alquran terkait kisah Sa'ad ini, surah Luqman ayat ke-15. Artinya, "Dan seandainya kedua orang tua memaksamu untuk mempersekutukan Aku (Allah), padahal itu tidak sesuai dengan pendapatmu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya."

Di antara cerita kepahlawanan Sa'ad yang lainnya adalah ketika pasukan Muslimin yang sedang dipimpinnya teradang Sungai Tigris. Kala itu, umat Islam akan membebaskan Irak. Padahal, wilayah itu belum banyak dikenal oleh kaum Muslimin umumnya yang berasal dari Jazirah Arab.

Alih-alih mundur, Sa'ad memerintahkan pasukannya untuk terus menyeberangi sungai demi menyukseskan jihad ini. Berkatalah ia kepada pasukan, "Bacalah Hasbunallahu wa ni'mal wakiil."

kemudian dikerahkan kudanya menerjuni sungai yang diikuti orang-orang setelahnya. Maka, berduyun-duyun pasukan Muslim menyeberangi sungai. Ketika ada salah seorang prajurit yang menjatuhkan air minumnya, dilandasi semangat fastabiqul khairat, pasukan Muslimin berebut mencarikan tempat air itu. Demi melihat pemandangan ini dan betapa tinggi semangat perjuangan kaum Muslimin, para musuh gentar dan ketakutan.

Salman al-Farisi yang berada dalam pasukan Sa'ad pun takjub dan berkata Agama islam masih baru, tetapi lautan telah dapat mereka taklukkan, sebagai halnya daratan telah mereka kuasai. Demi Allah nyawa Salman berada di tangan-Nya, pastilah mereka akan dapat keluar dengan selamat dengan ber bondong-bondong sebagaimana mereka memasukinya berbondong-bondong.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Ueof1P
March 24, 2019 at 11:44PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Ueof1P
via IFTTT
Share:

Saturday, February 23, 2019

JK Ingatkan Kepemimpinan Otoriter Awal Sebab Jatuhnya Negara

JK ingatkan masyarakat untuk memilih pemimpin yang tidak otoriter.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla kembali mengingatkan untuk tidak memilih pemimpin yang otoriter dan nepotisme. Sebab, menurut JK, kepemimpinan yang otoriter dan nepotisme, menjadi awal penyebab jatuhnya sebuah negara, seperti Venezuela dan Indonesia di era Orde Baru.

"Kita harus konsekuen untuk memilih pemimpin yang tidak otoriter dan tidak nepotisme, itu yang menjadi pegangan kita semua, sebagai contoh daripada bagaimana Pak Harto jatuh," ujar JK saat berbicara dalam forum silaturahim kiai muda di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (23/2).

JK melanjutkan, gelaran Pemilihan Presiden 2019 yang sudah dekat, hanya tersedia dua pilihan antara Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun Menurut JK sosok Jokowi yang paling bebas dari sikap otoriter maupun nepotisme.

Hal itu yang ia rasakan selama empat tahun menjadi pendamping Jokowi sebagai wakil presiden. Jokowi tidak pernah menunjukan sikap otoriter dalam setiap pengambilan keputusan.

"Saya ingin katakan saja, saya empat tahun bersama-sama dengan Pak jokowi, belum pernah satu kali pun kita bicara secara pribadi bicara tentang proyek. Belum pernah, kecuali untuk umum, untuk bangsa," ujar JK.

JK melanjutkan, Jokowi juga bersih dari unsur nepotisme. Sebab, tidak ada keterlibatan keluarganya sama sekali baik di politik dan ekonomi. Menurut JK, kedua putra Jokowi memiliki usaha masing-masing terlepas dari campur tangan sang ayah.

"Anaknya tidak ada yang bekerja untuk katakanlah proyek-proyek pemerintah. Yang satu bicara tentang berdagang pisang, yang satu berusaha di bidang martabak. Berbeda dengan zaman dahulu, punya proyek ini, punya proyek itu," ujar JK.

Karenanya, JK menilai jika kepemimpinan bebas nepotisme dan bebas otoriter berlanjut, ia optimistis Indonesia semakin maju. "Jadi insyallah, negeri ini akan aman apabila ini pemerintahan berlanjut tanpa dengan tadi ciri-ciri. Apabila ada ciri-ciri yang ingin nepotisme dan dan dengan otoriter itu awal kebangkrutan suatu suatu negara," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Nq2dD3
February 23, 2019 at 11:44PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Nq2dD3
via IFTTT
Share:

Sunday, February 3, 2019

Asita: Harga Bagasi Perlu Sosialisasi

Penentuan harga bagasi per kg yang dihitung per jarak adalah kewenangan maskapai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- - Kegaduhan masyarakat untuk harga tiket dan tarif bagasi pesawat Low Cost Carrier (LCC) masih belum berakhir. Sebab, masyarakat selama ini berpikir tarif tiket LCC termasuk harga bagasi.

"Nah sekarang ketika harga naik, bagasi pun dikurangi. Nah itu pun tambah kaget orang," kata Wakil Ketua Asosiasi Travel Indonesia (Asita) Rudiana, Ahad (3/2).

Padahal harga tersebut masih di bawah Tarif Batas Atas (TBA). Konsumen bisa menghitung tarif ideal dengan menjumlah harga tiket dan bagasi. Meski, penentuan harga bagasi per kg yang dihitung per jarak adalah kewenangan maskapai.

"Jangan sampai harga bagasi plus harga tiketnya ketika dijumlah melebihi TBA. Ini bisa kena pasal," katanya.

Menurutnya jika maskapai melakukan penaikan tarif namun tetap memberi allowance pada bagasi tidak akan terlalu memberatkan. Sebenarnya, jika maskapai tanah air ingin mengikuti pasaran di luar bisa saja dilakukan.

Seperti diketahui, penerbangan-penerbangan di luar negeri untuk tarif LCC tidak termasuk bagasi. Cara ini bisa baik dilakukan untuk meningkatkan peningkatan kualitas pelayanan

"Kalau kita mengikutinya, itu mungkin bisa tapi yang perlu adalah sosialisasi sejak jauh hari," kata dia.

Sosialisasi harus dilakukan dengan bekerjasama secara baik dengan berbagai stakeholder. Salah satunya dengan perusahaan travel.

Asita, ia melanjutkan, sebagai kepanjangan tangan dari maskapai ke konsumen bisa melihat bagaimana pasar penumpang. Pihaknya berharap harga yang diberikan tidak terlalu tinggi atau melakukannya secara bertahap untuk menghindari gejolak pasar.

"Jadi harus gradasi, pelan-pelan," ujarnya. Alasannya, masyarakat belum siap untuk biaya bagasi yang tinggi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WCOjSu
February 03, 2019 at 11:44PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WCOjSu
via IFTTT
Share:

Saturday, January 12, 2019

DP Uang Muka Nol Persen, MTI: Kendaraan Kian Menjamur

Ada kecenderungan orang menganggap kendaraan simbol sukses.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menerapkan kebijakan uang muka pembelian kendaraan bermotor hingga 0 persen. Hal tersebut, dinilai berpotensi menjamurnya kendaraan bermotor di jalan.

Direktur Eksekutif Masyarakat Transportasi Indonesia, Deddy Herlambang mengatakan, kebijakan uang muka 0 persen dapat menggugah masyarakat untuk membeli kendaraan bermotor baru.

Terlebih lagi, kata dia, terdapat kecenderungan masyarakat yang menganggap kendaraan pribadi adalah bentuk kesuksesan seseorang. "Kalau belum punya kendaraan sendiri, anggapannya belum berhasil," katanya kepada Republika.co.id Jumat (11/1) malam.

Menurutnya, saat seseorang kembali ke kampung dan membawa kendaraan pribadi, maka merasa sudah menjadi orang yang sukses. Di sisi lain, semakin banyaknya kendaraan bermotor menandakan semakin sesaknya ruas jalan. "Jika dibandingkan dengan Bangkok dan Kuala Lumpur, tidak jauh berbeda. Hanya saja, angkutan umum mereka lebih memadai," ujarnya.

Meski demikian, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyampaikan, pihaknya mengklaim sudah memerhatikan aspek kehati-hatian.

Ia mengatakan, DP nol persen hanya diberikan perusahaan pembiayaan yang memiliki rasio kredit (non-performing finance) bermasalah dengan angka di bawah satu persen.

"Ini yang betul-betul tingkat kesehatannya sehat, dan NPF harus di bawah satu persen, artinya ini juga kami memancing tolong NPF ini diturunkan dan kesehatannya harus bagus," ujarnya, Jumat (11/1) malam.

Ketentuan DP nol persen ini terdapat di dalam Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018 yang diterbitkan pada 27 Desember 2018 dan diterbitkan Kamis (10/1).

Sebelumnya, OJK menetapkan kewajiban DP untuk sepeda motor dan mobil paling rendah 5 persen dan paling tinggi 25 persen.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FopgNG
January 12, 2019 at 11:44PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FopgNG
via IFTTT
Share: