Showing posts with label 2018 at 03:53PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 03:53PM. Show all posts

Monday, December 24, 2018

BNPB Nilai Posko Pascatsunami di Labuan Sempit

BNPB meminta Pemkab Pandeglang menyiapkan posko yang representatif.

REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, Banten menyiapkan posko representatif induk untuk mendukung penanggulangan dampak korban tsunami di daerah itu. Hingga Senin (24/12) tercatat 281 korban meninggal.

"Tadi saya sudah ke posko Labuan, di sana tempatnya sempit tidak bisa dijadikan posko utama," kata Kasubdit Peningkatan Dini BNPB, Bambang Surya Saputra di Pandeglang, Senin.

Surya menilai posko yang ada di pendopo Kabupaten Pandeglang cukup luas dan layak untuk dijadikan posko utama. Namun, perlu dilengkapi sarana dan prasarana supaya representatif.

"Di sini (pendopo) memang agak jauh dari lokasi bencana, namun tampaknya memang diarahkannya ke sini," katanya.

Menurut dia, untuk skala bencana yang cukup besar seperti yang terjadi di Pandeglang, sedikitnya ada sembilan sektor yang akan terlibat dalam penanganannya, seperti evakuasi dan kesehatan. Selain itu, kata dia, akan banyak pihak yang datang dan terlibat, sepeti relawan dan mereka parlu tempat untuk berkumpul dan koordinasi.

Terkait sarana dan prasarana di posko utama, menurut dia, BNPB siap membantu kalau memang ada kekurangan. "Nanti kalau ada kekurangan, ajukan saja akan kita bantu," ujarnya.

Terkait jumlah posko, ia menyatakan, bisa dilihat dari kondisi. Misalnya kalau memang jaraknya jauh dari posko utama atau posko aju, maka bisa dibentuk posko baru.

"Bisa saja nanti di Sumur atau Panimbang dibentuk posko kalau memang dirasakan sulit dijangkau dari Labuan," ujarnya

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BFOJxN
December 24, 2018 at 03:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BFOJxN
via IFTTT
Share:

Sunday, December 23, 2018

Pertamina:Pasokan BBM dan Elpiji Pascatsunami Banten Aman

Antisipasi antrean, Pertamina juga buka layanan 24 jam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertamina memastikan seluruh fasilitas BBM dan LPG dalam kondisi aman menyusul adanya tsunami yang terjadi di Banten pada Sabtu (22/12).

Unit Manager Communication & CSR MOR III Dian Hapsari Firasati menjelaskan sejumlah fasilitas Pertamina yang ada di Banten diantaranya adalah Terminal BBM Tanjung Gerem dan Terminal LPG Tanjung Sekong."Seluruh fasilitas penyimpanan dan penyaluran BBM dan LPG dalam kondisi aman. Namun kami tetap melakukan pengecekan dan pengawasan menyeluruh," katanya melalui siaran persnya, Ahad (23/12).

Dengan adanya kejadian ini, penyaluran BBM dan LPG untuk masyarakat tetap berjalan. Jika memang ada jalur yang terhambat maka tim kami akan menggunakan jalur alternatif lainnya. "Masyarakat tidak perlu panik, karena pasokan BBM dan LPG tetap kami salurkan seperti biasa," tambahnya.

Baca juga:

-Pertamina Siapkan Pasokan BBM Dilayani 24 Jam

- Kemenhub Siapkan 544 Pesawat Beroperasi Saat Nataru

Pertamina mencatat ada 6 SPBU yang berada di sepanjang pantai Anyer dan Panimbang. Semua SPBU dalam kondisi aman dan beroperasi normal seperti biasa. Demikian juga dengan agen dan pangkalan LPG di sekitar wilayah terdampak, hingga saat ini diupayakan tetap beroperasi normal seperti biasa.

Unit Manager Communication & CSR MOR III Dian Hapsari Firasati menjelaskan sejumlah fasilitas Pertamina yang ada di Banten di antaranya adalah Terminal BBM Tanjung Gerem dan Terminal LPG Tanjung Sekong. 

"Seluruh fasilitas penyimpanan dan penyaluran BBM dan LPG dalam kondisi aman. Namun kami tetap melakukan pengecekan dan pengawasan menyeluruh," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PXEJEY
December 23, 2018 at 03:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PXEJEY
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 18, 2018

Imigrasi Perlu Telusuri TKI Salahgunakan Perjalanan Haji

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Jendral Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM diminta menelusuri siapa saja tenaga kerja Indonesia (TKI) yang menyalahgunakan perjalanan umrah dan haji. TKI ilegal atau overstay memang ada di Saudi tapi jumlahnya tidak banyak. "Iya memang ada," kata mukimin Ustaz Zaini saat berbincang dengan Republika.co.id, Selasa (18/12)

Mukimin asal Madura ini mengatakan Imigrasi RI diminta menindak lanjuti terkait pernyatannya yang menyebut perjalanan umrah dan haji menjadi modus TKI ilegal masuk Saudi. Tindak lanjut penting dilakukan agar tidak menimbulkan kontroversi di masyarakat nasional dan internasional. "Harus ada tindak lanjut dari pihak imigrasi Indonesia," ujarnya.

Ustaz Zaini yang juga bertugas sebagai pembimbing ibadah umrah atau muthawif ini menilai Imigrasi Indonesia dinilai berperan terkait banyaknya penyalahgunakan perjalanan umrah dan haji. "Yang pasti orang yang memberi jalan itu adalah orang-orang yang berkaitan atau orang dekat dengan pihak imigrasi Indonesia," katanya.

Ustaz Zaini mengatakan, yang dia tau mereka menjadi TKI dan TKW di Arab Saudi yang lewat jalur umrah ataupun haji memang ada. Akan tetapi, para TKI dan TKW ilegal itu tidak 'berjalan' sendiri.

Berita Terkait

Dia menyebut ada yang memberikan jalan. "Kenapa mereka bisa lolos meski melanggar keimigrasian. Karena ada orang yang menjadi jalan dan penanggung jawab. Mereka dimintai biaya lebih mahal dari pada orang yang umrah biasanya," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2A4Gqvj
December 18, 2018 at 03:53PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2A4Gqvj
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 12, 2018

Bolehkan Wanita Bepergian Lebih dari Tiga Hari Tanpa Mahram

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Saudi telah mencabut larangan bagi perempuan pergi haji tanpa mahram. Aturan yang dikeluaran pemerintah Saudi pada 2013 itu, telah dicabut awal 2018.

Bagaimana sesungguhnya ketentuan syariat seorang wanita pergi umrah atau haji tanpa ditemani mahram? Pakar tafsir yang juga mantan rektor Institut Ilmu Agama Prof Dr Ahsin Sakho menjelaskan, tidak masalah jika jamaah wanita berangkat umrah atau haji tanpa ditemani mahram. Hal itu juga, kata dia, sesuai hadist Nabi Muhammad SAW.  

“Nanti ada satu saat seorang perempuan yang naik onta berjalan dari satu daerah ke daerah lain itu sendiri dan itu selamat,” katanya saat berbincang dengan Republika.co.id, Rabu (12/12).

Larang wanita tidak boleh pergi sendiri adalah demi keselamatan dirinya selama menempuh perjalanan. Katanya, jika selama perjalanan itu wanita tersebut yakin akan keselamatan, maka diperbolehkan bepergian sendiri.

“Jadi, pada dasarnya, yang penting bisa menjaga keselamatan,” katanya. 

Lantas kenapa Nabi Muhammad SAW mengatakan dalam salah satu hadistnya seorang wanita tidak boleh bepergian dalam rentan waktu sampai tiga hari kecuali harus dengan mahramnya. “Yaitu bukan karena apa. Karena dikhawatirkan keselamatannya,” katanya.

Meski ada dalam sebuah hadist Nabi yang lain. “Pada satu saat ada seorang perempuan yang bepergian naik onta dari satu tempat ke tempat lain dan itu selamat. Jadi, boleh-boleh saja ketika dibarengi dengan mahram seperti sesam wanita atau dalam praktik haji dan umrah ditemani oleh pembimbing,” katanya.

Hal senada disampaikan Prof Dr Mudjia Rahardjo Rektor UIA Maulana Malik Ibrahim Malang. Saat diminta pedapatnya, dia menjelaskan, memang ada ketentuannya di dalam syariat atau di luar syariat sendiri, seperti aturan yang dikeluarkan Pemerintah Saudi bahwa jamaah wanita dilarang berangkat umrah atau haji tanpa mahram.

Katanya, jika ketentuan itu menunut jamaah wanita bepergian harus dengan mahram, tapi tidak bisa terpenuhi seperti dalam perjalan umrah visanya hanya satu yang keluar untuk istrinya, maka harus menitipkan kepada pihak yang menjadi penanggung jawab suatu perjalanan. Dalam hal ini, pembimbing yang disediakan oleh pihak travel.

“Atau orang lain yang ditunjukan sebagai muhrim misalnya dari pihak keluarga diminta. Saya pernah dimintah muhrimnya kawan saya, dititipkan ke saya, karena yang haji istrinya. Suaminya sebagai petugas sehingga tidak bisa menemaninya,” katanya

Berita Terkait

Mudjia berpendapat, meski tidak ditemani mahram dalam perjalan umrah atau haji, maka sama sekali tidak mengurangi keutamaan atau pahala umrah dan haji. Karena, pada dasarnya, ketika sampai di Tanah Suci ada beberapa ritual umrah atau haji tidak sama.

“Itukan sebenarnya masalah pengawasan. Apalagi, ibu-ibu banyak kelemahannya. Dan itu, tidak ada masalah baik secara syariah  dalam Alquran dan hadis," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ryer2I
December 12, 2018 at 03:53PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ryer2I
via IFTTT
Share: