Showing posts with label 2018 at 06:20PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 06:20PM. Show all posts

Tuesday, December 18, 2018

Presiden Xi Jinping: Cina Ingin Mendominasi Dunia

Pengaruh Cina di Dunia semakin diwaspadai.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Presiden Cina Xi Jinping mengatakan negaranya tidak akan pernah mencari hegemoni atau dominasi kekuasaan. Pernyataan itu disampaikan Xi di tengah kekhawatiran global terkait pengaruh ekonomi Cina yang terus meningkat.

Dalam pidatonya saat perayaan 40 tahun reformasi pasar, pada Selasa (18/12), Xi mengulangi komitmen Cina untuk sistem perdagangan multilateral dan membuka perekonomiannya lebih lanjut. Namun, ia tidak mengumumkan inisiatif baru untuk melawan perlambatan ekonomi dan friksi perdagangan dengan Amerika Serikat (AS).

"Cina tidak akan berkembang dengan mengorbankan kepentingan negara lain," ujar Xi.

Jejak Cina yang meluas di seluruh dunia, dari Asia-Pasifik ke Afrika dan Eropa melalui jaringan proyek infrastruktur yang disebut Belt and Road Initiative, telah membuat beberapa negara meningkatkan kewaspadaan atas pengaruh panjang Cina. Pengaruh tersebut telah dikritik karena menargetkan sektor politik maupun ekonomi.

Meski Xi mengatakan Cina semakin mendekati pusat panggung dunia, ia juga mencatat bahwa negara itu mengejar kebijakan pertahanan nasional yang defensif. "Perkembangan Cina tidak menjadi ancaman bagi negara manapun. Tidak peduli seberapa jauh Cina berkembang, tidak akan pernah mencari hegemoni," ujarnya.

Xi mencatat prestasi terakhir negara itu dan memberikan penghargaan khusus kepada mantan pemimpin Cina, Deng Xiaoping, yang menurutnya telah menyelamatkan Cina dari jurang kehancuran ekonomi setelah Revolusi Kebudayaan yang bergejolak. Xi juga berkomentar tentang pentingnya 1978, tahun Deng menerapkan reformasi pertamanya.

Meski demikian, perayaan reformasi telah dikritik karena mengecilkan peran Deng yang secara luas dianggap sebagai penggagas perubahan, yang mendukung reformasi Xi. Sepanjang perayaan, Xi menekankan kekuasaan absolut Partai Komunis dan penegakan kedaulatan Cina.

"Tidak seorang pun berada dalam posisi untuk mendikte Cina mengenai apa yang harus atau tidak seharusnya dilakukan," kata Xi.

Pernyataan tersebut tidak akan mengurangi kekhawatiran para pengusaha swasta dan asing, yang berharap Xi akan menggunakan kesempatan ini untuk mengumumkan langkah-langkah pembukaan industri nyata untuk mengalihkan dominasi dari perusahaan-perusahaan negara.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ErArnq
December 18, 2018 at 06:20PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ErArnq
via IFTTT
Share:

Thursday, December 6, 2018

BKPM Optimistis Perekonomian Indonesia Membaik

Tantangan tahun depan akan lebih baik dari tahun ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) optimistis, perekonomian Indonesia akan lebih baik dibandingkan tahun ini. Hanya saja, tidak dipungkiri sejumlah tantangan masih akan dihadapi pada 2019.

"Tantangan tahun depan akan lebih baik dari tahun ini. Meski prinsip saya mungkin kondisi makro, kondisi luar tidak kalah beratnya dengan tahun ini. Dari suku bunga dolar terus naik hingga waspada apakah harga minyak juga akan kembali naik," ujar Kepala BKPM Thomas Lembong dalam Market Outlook yang digelar Bank Mandiri, Rabu, (5/12) malam.

Ia pun bercerita, kondisi rupiah yang sempat menembus Rp 15 ribu per dolar AS seperti tahun ini sebenarnya pernah terjadi tiga tahun lalu. Pelemahan waktu itu disebabkan pelemahan tajam mata uang Cina. Saat itu, kata dia, pemerintah melakukan berbagai terobosan deregulasi. Dengan begitu secara perlahan rupiah mulai membaik. 

"Rupiah pada 2016 baik dan terus menguat. Pada 2016 sampai 2017 terus menguat, investasi terus naik," kata Lembong. 

Hanya saja menurutnya, ketika ekonomi membaik, momentum reformasi justru memudar. Alasan tersebut membuat ekonomi Indonesia tahun ini mengalami tekanan. "Pada 2017 awal ekonomi membaik terus, rupiah menguat, cadangan devisa naik terus. Maka saya wanti-wanti kalau nggak ada terobosan baru, kehilangan momentum, investasi akan turun," katanya. 

Terbukti, kata dia, pada 2018 yang menandai empat tahun pemerintahan Jokowi-JK, investasi internasional menurun. Walau begitu, Thomas menilai kini semangat perbaikan telah muncul. "Itu membuat saya optimis di 2019," tuturnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2AXb9Kr
December 06, 2018 at 06:20PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2AXb9Kr
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 5, 2018

BSSN Teliti Kemungkinan Serangan Siber Kelompok Separatis

Sangat mungkin kelompok separatis mgunakan dunia maya sebagai medium propaganda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sedang mengamati kemungkinan serangan siber dari kelompok separatis yang mencoba memisahkan diri dari Republik Indonesia. Kepala BSSN, Djoko Setiadi menyatakan pihaknya sudah mempersiapkan diri dari ancaman serangan tersebut.

Menurutnya, serangan di zaman sekarang tidak hanya melalui serangan fisik, namun juga terdapat serangan dari dunia maya. "Serangan siber bisa saja terjadi. Apapun bentuknya tentu Badan Siber sudah siap," kata Djoko di Senayan, Jakarta, Rabu (5/12).

Djoko mengakui, saat ini pihaknya sedang memantau aktivitas siber dari kelompok-kelompok tertentu yang dianggap berbahaya. Ia mengisyaratkan pemantauan tersebut dengan 'kejar-kejaran teknologi'.

Menurutnya, sangat mungkin jika kelompok separatis menggunakan dunia maya sebagai medium propaganda di era teknologi. "Untuk itu, kami mengimbau kepada semuanya supaya berkomunikasi di dunia siber dengan baik, aman agar terhindar dari hacker," tegasnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BS2nz1
December 05, 2018 at 06:20PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BS2nz1
via IFTTT
Share:

Saturday, December 1, 2018

Instagram Stories Kini Bisa Membuat Daftar Teman Dekat

Daftar teman dekat memudahkan pengguna memilih orang untuk berbagi momen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Instagram Stories telah menjadi tempat untuk mengekspresikan diri dan berbagi momen sehari-hari. Seiring dengan pertumbuhan pengguna Instagram, terkadang ada pengguna yang tidak ingin membagikan unggahan tertentu kepada semua orang. 

"Dengan daftar teman dekat, pengguna diberi kemudahan untuk memilih dengan siapa saja Anda ingin berbagi momen yang bersifat personal," tulis laporan Weber Shandwick yang mewakili pihak Instagram kepada Republika.co.id, Ahad (1/12).

Pengguna sudah bisa membuat daftar teman dekat di Stories dan hanya berbagi dengan orang yang ada dalam daftar tersebut. Untuk menambahkan orang ke daftar teman dekat, Anda dapat membuka profil dan pilih “Teman Dekat” atau “Close Friends” di bagian Menu.

Hanya pengguna yang dapat melihat daftar teman dekat dan orang lain tidak bisa meminta untuk ditambahkan. Pengguna dapat lebih mudah mengubah daftar tersebut kapan saja. 

Saat pengguna ingin membagikan Stories, akan ada pilihan berbagi Stories hanya kepada orang di daftar teman dekat Anda. Jika seseorang telah menambahkan Anda ke daftar teman dekat mereka, Anda akan melihat lencana hijau ketika melihat Stories mereka. Anda juga akan melihat lingkaran hijau di sekeliling foto profil mereka di tab Stories.

Daftar teman dekat akan diluncurkan secara global sejak 30 November lalu pada versi Instagram terbaru untuk iOS dan Android. Untuk mempelajari fitur ini lebih lanjut, pengguna bisa mengunjungi Pusat Bantuan Instagram.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2E743Hm
December 01, 2018 at 06:20PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2E743Hm
via IFTTT
Share:

Thursday, November 29, 2018

Pengemudi Pick Up Santri Ditetapkan Sebagai Tersangka

Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan yang menewaskan tiga orang tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA—  Pengemudi "pick-up" yang terlibat kecelakaan tunggal menewaskan tiga remaja santri di Green Lake Kota Tangerang berinisial RPA (18) telah menjadi tersangka.

"Tersangkanya kita kenakan Pasal 310 ayat 3 dan 4 ancaman penjara maksimal enam tahun," kata Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Budiyanto di Jakarta, Kamis (29/11).

AKBP Budiyanto mengatakan penyidik telah memeriksa lima saksi termasuk pengemudi RFA dan didukung alat bukti yang didapat sehingga menetapkan tersangka.

Saat ini, Budiyanto menuturkan penyidik mengolah tempat kejadian perkara (TKP) menggunakan alat "traffic analysis accident" (TAA) dibantu teknologi laser tiga dimensi.

"Memang dalam alat itu ada laser scanner yang bisa memfoto atau merekam di tempat-tempat kejadian," ujar Budiyanto.

Budiyanto mengatakan, alat tersebut terdapat perangkat lunak (software) untuk mengolah foto dan video berbentuk animasi sebagai petunjuk penyidik.

Dari hasil olah TKP, Budiyanto menjelaskan petugas akan mendapatkan gambaran kronologis dan penyebab kejadian kecelakaan lalu lintas tersebut.

"Bagaimana keadaan jalan, bagaimana keadaan lingkungan, bagaimana posisi kendaraan pada saat terjadi kecelakaan, termasuk mungkin korban yang ada di TKP," ungkap AKBP Budiyanto.

Penyidik juga akan mendapatkan bukti pendukung dari olah TKP seperti video animasi tentang rekonstruksi sebelum, sesaat, dan setelah kecelakaan.

Budiyanto belum dapat memastikan penyebab kecelakaan itu karena harus menghitung kecepatan dan kondisi kendaraan dari hasil olah TKP dan analisa APM.

"Hasilnya kami usahakan mungkin satu pekan, yang jelas nanti hasilnya bisa merekonstruksi tentang kejadian laka lantas baik sebelum, sesaat maupun sesudah," tutur Budiyanto. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2P5Hpjv
November 29, 2018 at 06:20PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2P5Hpjv
via IFTTT
Share:

BI Sebut Penguatan Rupiah Dipicu Pernyataan Lunak Jerome Pow

Ada dua faktor global utama yang memengaruhi pengerakan rupiah saat ini

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menyatakan, kurs rupiah hari ini sempat menguat cukup tajam ke Rp 14.330 per dolar AS. Penguatan itu dipicu oleh pernyataan Chairman Federal Reserve Jerome Powell, yang memperlunak pandangannya (stance) terhadap suku bunga kebijakan the Fed.

Powell memandang, suku bunga acuan Amerika Serikat atau Fed Fund Rate (FFR) sudah berada sedikit di bawah kisaran suku bunga netral. "Pernyataan Powel tersebut semakin memperkuat meyakinkan pasar bahwa tren kenaikan FFR sudah mendekati akhir," ujar Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah saat dihubungi Republika, Kamis (29/11).

Setelah kenaikan di Desember mendatang, kata dia, pasar memperkirakan hanya ada satu kali kenaikan pada 2019. Pasar juga optimis dengan semakin terbukanya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, yang akan di negosiasikan oleh pimpinan kedua negara tersebut di pertemuan G20.

Lebih lanjut, Nanang menyebutkan, ada dua faktor global utama yang memengaruhi pergerakan rupiah ini. Pertama, ekspektasi kenaikkan suku bunga the Fed dan tensi perang dagang yang terus memanas, kini sudah memberikan iklim lebih kondusif bagi terciptanya stabilitas nilai tukar rupiah.

Faktor positif kedua yakni terus merosotnya harga minyak mentah dunia, yang sudah menyentuh 50 dolar AS per barel. Hal itu dapat mengurangi tekanan pada defisit neraca perdagangan migas Indonesia ke depan.

"Maka tidak menutup kemungkinan akan membuat rupiah semakin menguat. Bank Indonesia mencermati dampak dari dinamika global tersebut terhadap penguatan Rupiah, dan melihat ruang yang masih besar bagi penguatan lebih lanjut," jelas Nanang.

Menurutnya, penguatan nilai tukar rupiah hari ini wajar. Mengingat mata uang Garuda tersebut sempat melemah cukup tajam selama 2018.

Penguatan rupiah ini juga, kata dia, menunjukkan  kepercayaan investor global terhadap perekonomian Indonesia yang semakin kuat. "Karena respon kebijakan moneter dan fiskal yang konsisten dan pruden dalam merespon tantangan global dan domestik termasuk dalam mengendalikan defisit neraca transaksi berjalan," ujarnya.

Nanang menyebutkan, arus modal global ke pasar sekunder  SBN selama November 2018 telah mencapai Rp 31,8 triliun. Lalu sepanjang tahun 2018, secara year to date (ytd) telah mencapai Rp 63 triliun.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2AwcwzJ
November 29, 2018 at 06:20PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2AwcwzJ
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 27, 2018

Dell EMC Realize Kembali Digelar

Dell EMC Realize telah dua kali digelar di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dell EMC Realize 2018 kembali hadir sebagai ajang bagi Dell EMC untuk memperkenalkan kembali produk-produknya ke Indonesia. Selain itu, untuk  menggambarkan upaya Dell EMC membantu berbagai perusahaan melakukan transformasi digital.

Kristiantara Tjahjadi selaku product manager dari PT Adakom International Technology, mengatakan,  acara ini juga  mempertemukan para profesional di bidang teknologi informasi (TI). Di mana, Dell  EMC Realize 2018 merupakan tahun kedua event ini diadakan di Indonesia.

Menurut Tjahjadi, Realize Your Digital Transformation dijadikan sebagai tema event ditahun ini. Diharapkan, dapat memberikan pengalaman kepada para pelanggan produk Dell EMC merasakan bagaimana produk-produk Dell begitu dekat dan mampu mentransformasikan kebutuhan dan pemikiran konsumen kedalam sebuah produk terbaik.

“PT Adakom International Technology selaku authorized eealer untuk produk Dell EMC di Indonesia juga terlibat sebagai salah satu sponsor platinum didalamnya. Keterlibatan Adakom International Technology dalam event ini merupakan sebuah wujud nyata untuk memasyarakatkan produk-produk DELL baik personal maupun business computer di Indonesia, ungkap Tjahjadi melalui siaran persnya kepada Republika.co.id, Selasa (27/11).

Pada tahun ini, Adakom International menghadirkan ADABOT (Adakom Robot), sebagai icon yang mencerminkan kesiapan Adakom International Technology untuk memasyarakatkan teknologi canggih yang terdapat di setiap produk DELL EMC. Hadirnya robot Adakom ini, sukses menarik para pengunjung untuk berinteraksi di booth Adakom Internasional yang memiliki tagline “Technology for Inovator.

"Dengan dijadikannya event ini sebagai salah satu annual event Dell EMC di Indonesia, Adakom berharap dapat memberikan efek positif bagi peningkatan penjualan produk DELL di Indonesia dan menjadikan DELL sebagai leading market untuk produk personal, business computer and virtualization data centre di Indonesia,” kata Tjahjadi. 

Event yang berlangsung selama 1 hari ini, sukses dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai industri dan IT specialist. Acara ini juga 8 menghadirkan Paul Henaghan selaku Vice-President, Data Centre Solutions, Asia Pacific & Japan, Dell EMC beserta Pang Yee Beng selaku Senior Vice-President, South Asia and Korea Commercial, Dell EMC sebagai Keynote Speaker dan Welcome Address pada acara ini diberikan oleh Catherine Lian selaku Managing Director, Dell EMC Indonesia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zq419l
November 27, 2018 at 06:20PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zq419l
via IFTTT
Share:

Saturday, November 24, 2018

Tekuk PSMS 3-1, Persipura Naik ke Papan Tengah Liga 1

Namun, posisi Persipura belum aman karena dua tim di bawahnya bisa saja menyalip.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Tim kebanggaan warga Kota Jayapura dan Papua, Persipura Jayapura, berhasil merangsek naik ke papan tengah klasemen sementara Liga 1 Indonesia usai mengalahkan PSMS Medan 3-1. Bermain di hadapan pendukungnya di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Sabtu (24/11), tim berjuluk Mutiara Hitam itu mampu membungkam perjuangan tim asuhan Peter Butler.

Gol-gol skuat asuhan Oswalod Lessa dicetak oleh Boaz TE Solossa dan dua gol lainnya dari kaki Hilton Moreira. Sementara gol pelipur lara dari tim tamu didapatkan melalui titik putih yang dicetak oleh Shohei Matsunaga.

Hilton Moreira mencetak gol pertama Persipura pada menit ke-49 dari luar kotak penalti dengan melepaskan tendangan keras ke arah kiri gawang yang tidak bisa ditepis oleh kiper Abdul Rohim. Gol keduanya dicetak lewat umpan pendek Boaz yang tinggal berhadapan dengan kiper Abdul Rohim. Umpan itu langsung ditendang oleh Hilton yang berlari bebas tanpa terkawal pemain bertahan PSMS.

Sementara, gol dari sang kapten Persipura, Boaz TE Solossa, terjadi setelah menerima umpan silang dari Tod Rivaldo Ferre yang bergerak menggiring bola dari sisi kanan pertahanan PSMS. Bola tersebut melewati dua pemain bertahan PSMS dan langsung disambut dengan tendangan terukur di dalam kotak penalti oleh suami dari Adelina Gedy itu.

Sebelum laga ini dimainkan, Persipura berada di posisi ke-12 dengan 41 poin. Namun dengan raihan tiga poin, Boaz TE Solossa dkk berhasil menambah poin menjadi 44 dan berhak menempati posisi ke-7 klasemen sementara. Namun, posisi ini belum aman karena dua tim di bawahnya, yakni Persebaya Surabaya dan Madura United, juga memiliki 44 poin dan baru menjalani 31 laga, sementara Persipura telah 32 kali menjalani laga.

Sehingga, beberapa waktu ke depan bisa saja tim yang sudah empat kali meraih juara liga itu akan melorot kembali ke posisi 12 atau bahkan ke-13. Ini karena ada tujuh tim di bawahnya yang akan menyalip jika memenangkan laga pekan ke-32. Adapun PSMS kian terpuruk di dasar klasemen dengan 34 poin dan masih menyisahkan tiga laga sebelum Liga 1 selesai.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DFlw8S
November 24, 2018 at 06:20PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DFlw8S
via IFTTT
Share:

Thursday, November 22, 2018

Belum Diresmikan, Fasilitas di Malioboro Sudah Rusak

Beberapa fasilitas seperti jalan untuk difabel, tempat sampah sudah hilang.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Beberapa fasilitas yang ada di  kawasan semi pedestrian Malionoro mengalami kerusakan. Terutama di sisi bagian timur. Padahal, kawasan semi pedestrian inin belum diresmikan.

Kerusakan yang terjadi misalnya jalan untuk difabel, beberapa sudah ada yang hilang. Tempat sampah di bagian atasnya juga sudah hilang. Pembatas jalan sudah ada yang lecet-lecet.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber DayaMineral (PUP dan ESDM) DIY Muhammad Mansur mengatakan terkait adanya kerusakan dan fasilitas yang hilang, pihaknya akan melakukan identifikasi. Ketika ditanya kapan peresmian kawasan semi pedestrian Malioboro, Mansur mengaku akan diagendakan. “Kita lihat besok, kalau semuanya sudah siap,” kata Mansur pada Republika.co.id, Kamis (22/11).

Secara terpisah Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan adanya kerusakan pembatas jalan dan lain-lain yang ada di kawasan semi pedestrian, itu biasa karena banyak orang. “Yang penting nanti pada saat diserahkan dalam keadaan sebagaimana semestinya sesuai dengan kontrak, yang penting kan itu,” kata Sultan pada wartawan di Kepatihan Yogyakarta, Kamis (22/11).

Menurut Sultan, nanti peran badan pengawas harus diperkuat. Kalau bisa strukturnya tidak hanya pemerintah kota, tetapi  pemerintah DIY juga harus ada di badan pengawas . “Supaya kami bisa membantu dalam pola penganggaran,” ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2S66rkr
November 22, 2018 at 06:20PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2S66rkr
via IFTTT
Share:

Tangkap Hercules, Polres Jakbar Terima Banyak Karangan Bunga

Ada sebanyak 20 karangan bunga yang dipasang di depan Mapolres Jakbar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Markas Kepolisian Resor Jakarta Barat (Mapolres Jakbar) menerima banyak karangan bunga dari warga, pascapenangkapan Hercules Rosario Marshal. Dari pantauan pada Kamis (22/11), ada sebanyak 20 karangan bunga yang dipasang di depan Mapolres Jakbar.

Berbagai macam tulisan dukungan dalam karangan bunga tersebut, misalnya 'Jangan Sampai 3 Kali' dari warga Puri Kembangan, atau 'Hidup Indah Tanpa Premanisme' yang mengatasnamakan pedagang petak sembilan, Glodok, Jakarta Barat.

Sementara, Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Purnomo menyampaikan, karangan bunga yang dikirim merupakan wujud simpati dari masyarakat dalam pemberantasan aksi premanisme. "Polres Metro Jakarta Barat akan mewujudkan Jakarta Barat menjadi wilayah zero premanisme," katanya.

Baca juga: Polisi Tetapkan Hercules Sebagai Tersangka Pengeroyokan

Seperti diberitakan sebelumnya, Hercules ditangkap anggota Polres Jakbar di kediamannya di Kompleks Kebon jeruk indah, blok E 12 A, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (21/11). Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan, Hercules diduga menjadi otak penyerangan dan penguasaan lahan oleh sekelompok preman terhadap karyawan PT Nila, Kalideres, Jakarta Barat.

"Lokasi di lahan tersebut telah dikuasai secara paksa oleh sejumlah orang dan meminta uang sebanyak Rp 500 ribu kepada penghuni," kata Edy saat dikonfirmasi, Rabu (21/11).

Lahan tersebut, kata Edy, dikuasai oleh 60 orang preman berbekal senjata tajam yang dinilai meresahkan warga dan pengunjung toko di lokasi. "Kelompok preman itu diduga mengintimidasi dan melakukan perusakan serta merebut secara paksa ruko PT Nila di Kalideres," ujar dia.

AKBP Edy mengatakan, saat ini Hercules sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pengeroyokan dan penguasaan lahan. "Sudah langsung kami tetapkan sebagai tersangka kasus Pasal 170 dan 335 KUHP," kata Edy.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DS1A3f
November 22, 2018 at 06:20PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DS1A3f
via IFTTT
Share: