Showing posts with label 2018 at 07:37PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 07:37PM. Show all posts

Wednesday, December 12, 2018

BI: Fintech Syariah untuk Inklusi Finansial

Pemanfaatan teknologi digital juga bermanfaat untuk kemaslahatan umat.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Keuangan berbasis teknologi (fintech) merupakan alat untuk meningkat inklusi keuangan. Sasaran utama fintech adalah masyarakat luas yang kesulitan akses pada perbankan atau lembaga keuangan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng mengatakan pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah dapat dicapai dengan pemanfaatan teknologi digital. Tidak hanya untuk tujuan ekonomi, pemanfaatan teklologi digital juga bermanfaat untuk kemaslahatan umat yang merata dan berkesinambungan.

"Kemunculan berbagai startup nasional telah membuka peluang inklusivitas karena kemampuannya melayani pasar serta segmen yang belum pernah terlayani sebelumnya," kata dia dalam sesi seminar ISEF 2019 di Diamond Room, Grand City, Surabaya (12/12).

Berbagai inovasi yang ditawarkan fintech, tambahnya, telah terbukti mendorong perubahan dan peningkatan pada perekonomian. Hal ini juga terjadi pada skala syariah. Fintech syariah mulai bermunculan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan umat islam.

Fintech syariah tidak terbatas pada sistem keuangan tapi juga sosial dengan peluang masih sangat besar. Survei McKinsey dan Goldmand and Sach menunjukkan besarnya potensi perdagangan daring di Indonesia diperkirakan meningkat mencapai sekitar 28 miliar dolar AS pada 2021.

"Potensi ini naik 10 kali lipat dibanding 2 miliar dolar AS pada saat ini," kata dia.

Belum lagi di bidang lain yang menjadi fokus syariah. Pemanfaatan teknologi digital melalui tekfin syariah dapat meningkatkan pasar keuangan syariah domestik. Sehingga keuangan syariah dapat terus meningkat.

Ini juga bisa menjadi komplementer yang memperkuat sektor perbankan syariah Indonesia. Untuk selanjutnya mendukung pembiayaan syariah yang dibutuhkan dalam pengembangan //halal value chain.

Dari sisi keuangan sosial syariah, pemanfaatan digital dapat mengumpulkan dan menyalurkan dana sosial syariah lebih cepat dan efisien. Juga, jangkauan akan lebih luas karena implementasi dilakukan secara online. Saat ni lembaga zakat serta penyaluran ziswaf jauh lebih mudah dengan bantuan teknologi.

"Kami menyadari bahwa untuk menjawab berbagai tantangan dan mengoptimalkan peluan tersebut, sinergi dan kerja sama antara pihak terkait sangat dibutuhkan," kata dia.

Dengan bersinergi dalam inovasi, akselerasi implementasi pengembangan usaha syariah berbasis digital dapat berjalan optimal. Serta dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan kemaslahatan yang merata dan berkesinambungan.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), inklusi keuangan syariah dalam negeri masih sangat kecil, yakni 11,6 persen. Ketua Asosiasi Fintech Indonesia, Adrian Gunadi mengatakan fungsi fintech memang untuk peningkatan inklusi keuangan.

"Fintech bisa berkontribusi besar untuk mencapai target inklusi keuangan pada 2019 menjadi 75 persen," katanya. Hingga saat ini total 235 fintek telah terdaftar di OJK dengan berbagai fokus usaha, termasuk pembiayaan dan alat pembayaran.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QMPMW1
December 12, 2018 at 07:37PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QMPMW1
via IFTTT
Share:

Friday, December 7, 2018

Jamu Dortmund, Schalke Bidik Kemenangan

Dortmund belum terkalahkan dalam 13 pertandingan Bundesliga musim ini.

REPUBLIKA.CO.ID, MUENCHEN -- Schalke tetap mengincar kemenangan saat menjamu tamunya yang kini berada di pemuncak klasemen Bundesliga Jerman, Borussia Dortmund. Tim tuan rumah dalam posisi yang tak diunggulkan dalam laga ini,

Sepanjang sejarah, belum pernah ada selisih sebesar ini di klasemen antara tim pemuncak Borussia Dortmund dan Schalke 04 menjelang derbi Lembah Ruhr pada paruh pertama musim Bundesliga. Namun, Schalke yang pada musim lalu berstatus runner-up, kini terpuruk di posisi ke-12, paham benar bahwa selisih 19 poin sama sekali tidak diperhitungkan ketika menjamu Dortmund pada Sabtu (8/12) dalam 'ibu segala derbi' di Jerman.

The Royal Blues juga berharap dapat memperpanjang laju tidak terkalahkan di kandang dari sang rival abadi menjadi lima tahun, meski performanya sedang memburuk. Kemenangan atas Dortmund juga akan segera menghapus sedikit tekanan terhadap pelatih Domenico Tedesco. Pasalnya, Schalke hanya meraih dua kemenangan dari enam pertandingan terakhirnya di liga.

"Kami tahu bahwa derbi adalah sesuatu yang istimewa. Jika kami memberikan segalanya, kami dapat memenangkan derbi," kata gelandang Schalke Alessandro Schoepf seperti dikutip dari Reuters, Jumat (7/12). "Dortmund belum kalah (di Bundesliga) pada musim ini, maka inilah saatnya. Kami menang di kandang pada musim lalu, mengapa kami tidak dapat kembali melakukannya?"

Dortmund sejauh ini menjalani awal musim yang fantastis, belum terkalahkan dari 13 pertandingan liga, untuk membuat pelatih Lucien Favre menjadi pendatang baru terbaik sepanjang sejarah Bundesliga. Dortmund juga telah mencatatkan 37 gol dari 13 pertandingan di Bundesliga.

Pencetak gol terbanyak Paco Alcacer dan kapten Marco Reus yang telah mengukir 19 gol, unggul lima gol dari seluruh gol yang dibukukan Schalke. Ini membuat Dortmund menjadi tim dengan serangan terbaik di liga.

Dortmund juga memenangi delapan dari sembilan pertandingan liga terakhirnya ketika melejit untuk unggul tujuh poin di puncak klasemen. Pemain belia Jadon Sancho dengan cepat juga menjadi sosok bintang di musim ini.

"Lawan kami adalah tim papan atas musim ini, yang kuat saat menyerang," ujar Schoepf kepada laman resmi klubnya. "Namun kami tak kendur. Luar biasa melihat apa yang dilakukan Reus, Alcacer, dan Sancho, untuk menyebut beberapa di antaranya, setiap pekannya."

Dengan dukungan 80 ribu penggemar, Schalke memiliki panggung terbesar pada Sabtu besok untuk mengembalikan perjalanan ke jalur yang benar.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zPQmZz
December 07, 2018 at 07:37PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zPQmZz
via IFTTT
Share:

Monday, November 26, 2018

KPI Siap Kawal Siaran Pemilu 2019

Ini guna memastikan lembaga penyiaran menghadirkan informasi yang baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melalui Rapat Pimpinan KPI 2018 menyatakan kesiapannya mengawal siaran pemilu selama perhelatan Pemilu Serentak 2019. Ini guna memastikan lembaga penyiaran menghadirkan informasi yang baik. 

"Rapim ini diselenggarakan dengan semangat mewujudkan lembaga penyiaran independen dan berimbang melalui pengawasan, agar lembaga penyiaran dapat menghadirkan informasi yang baik," kata Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis dalam Rapim KPI seluruh Indonesia di Jakarta, Senin (26/11). 

Dia mengatakan selain memastikan konten pemilu yang berimbang, KPI juga akan mencermati potensi munculnya informasi hoaks. Dia mengajak seluruh pihak untuk dapat mengambil peran dalam mengawal siaran pemilu. KPI akan terus melakukan koordinasi dengan Dewan Pers, KPU dan Bawaslu dalam tugas pengawasan. 

Komisioner KPI Pusat Ubaidillah sekaligus Ketua Panitia Rapim KPI 2018 mengatakan melalui Rapim tersebut pihaknya membahas tiga persoalan krusial penyiaran.  Tiga persoalan itu, yakni pelaksanaan sistem online single submission (OSS) dalam permohonan perizinan penyiaran, pedoman pengawasan penyiaran Pemilu 2019, serta anggaran hibah untuk KPID.

"Kami membahas soal OSS yang merupakan bagian dari bidang perizinan. Kemudian terkait pedoman pengawasan penyiaran dalam Pemilu 2019 serta soal anggaran untuk KPID melalui pola hibah," kata Ubaidillah.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PTzWcT
November 26, 2018 at 07:37PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PTzWcT
via IFTTT
Share:

Peneliti LIPI Paparkan Alasan Ustaz Abdul Somad Digemari

Abdul Somad merupakan pembicara ulung yang pandai menyelipkan humor dalam ceramahnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI Wahyudi Akmalia memberikan alasan Ustaz Abdul Somad (UAS) disukai masyarakat. Salah satunya karena dia menggunakan media sosial dan menampilkan interaksi dengan umatnya.

"Dari setiap video UAS ada interaksi dan tanya jawab yang muncul di situ. Hal itu membangun kedekatan dengan pendengarnya," kata Wahyudi dalam seminar Mediatisasi Agama di Ruang Publik di Jakarta pada Senin (26/11).

Ia mengatakan adanya media baru, seperti media sosial telah mengubah otoritas keagamaan dan melahirkan mikro ustaz selebritas seperti Ustaz Abdul Somad. Selain itu Ustaz Abdul Somad menjadi representatif yang ideal dari orang Melayu dengan cara berbicara dan pembawaannya. Maka tak heran dia juga disukai oleh muslim Malaysia dan Singapura.

Secara tidak langsung masyarakat menyukai Ustaz Abdul Somad karena citranya yang sederhana.

Sementara itu dosen Universitas Islam Indonesia Puji Rianto dalam artikelnya berjudul "Mengapa orang suka mendengarkan Ustaz Abdul Somad? memberi penjelasan yang dimuat di The Conversation pada 30 April 2018. Ia juga memaparkan kelebihan cara penyampaian  Ustad Abdul Somad.

Dia menyebut Abdul Somad sebagai pembicara ulung yang dapat menyisipkan humor dalam ceramahnya. "Sisipan humornya membuat ceramah-ceramahnya yang diberi judul "lucu", "kocak", dan "ngakak terus" ditonton ratusan ribu penonton. Ini menunjukkan bahwa khalayak tidak semata menginginkan ceramah agama, tetapi juga hiburan," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RcWykV
November 26, 2018 at 07:37PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RcWykV
via IFTTT
Share: