Showing posts with label 2018 at 05:37PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 05:37PM. Show all posts

Friday, December 28, 2018

Emery Minta Ramsey Fokus Bela Arsenal

Saat ini Juventus berada di posisi terdepan untuk mendatangkan pemain asal Wales itu.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Di tengah kabar tentang hengkangnya Aaron Ramsey dari Arsenal musim dingin nanti, pelatih Arsenal Unai Emery mengingatkan sang pemain untuk tetap fokus membela klubnya. Ini lantaran the Gunners membutuhkan penampilan terbaik Ramsey.

"Yang paling penting bagi setiap pemain adalah fokus berada di sini (Emirates)," kata Emery dikutip Football Italia, Jumat (28/12).

Saat ini Juventus berada di posisi terdepan untuk mendatangkan pemain asal Wales, yang kontraknnya berakhir pada pengujung musim 2018/2019. Tetapi, ada banyak klub lain yang juga tertarik pada sang pemain. Di antaranya, Bayern Muenchen, AC Milan, Inter Milan, Chelsea, dan Manchester City.

Menanggapi berbagai hal tersebut, Emery hanya meminta kepada pesepak bola 27 tahun tersebut untuk fokus membela Arsenal sampai masa baktinya selesai. Atau pun hingga bursa transfer musim dingin 2019 nanti. "Tidak mudah bagi Ramsey. Tetapi saya telah berbicara dengannya dan kami membutuhkan penampilannya untuk membantu tim," sambung pelatih asal Spanyol.

Ramsey yang bermain sebagai pemain pengganti pada pertandingan melawan Brighton Albion tengah pekan kemarin, dinilai tampil bagus meski pun the Gunners hanya bermain imbang 1-1 dari tuan rumah.

Emery menambahkan, timnya harus fokus untuk menjalani laga terakhir di tahun 2018 dengan melawat ke markas Liverpool. "Saya membutuhkan fokus untuk Liverpool pada akhir pekan nanti dan kemudian melawan Fulham."

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RngLbg
December 28, 2018 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RngLbg
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 26, 2018

MUI dan RI Dorong Cina Aktif Jelaskan Isu Uighur ke Ormas

Indonesia tak bisa intervensi karena kasus Uighur adalah kedaulatan Cina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –  Pemerintah Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menuntut penjelasan mengenai dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap kaum etnis Uighur kepada Pemerintah Cina.

Menurut Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Abdurrahman M Fachir, pemerintah meminta pemerintah Cina memberikan penjelasan terkait dugaan pelanggaran HAM pada etnis Uighur. 

"Mereka akan berikan penjelasan, kita minta pemerintah Cina lebih aktif menjelaskan melalui ormas-ormas Islam," ujar Wamenlu kepada Republika.co.id saat ditemui usai rapat dengan MUI, Rabu (26/12). 

Wamenlu menilai, penjelasan kepada masyarakat ini penting dilakukan karena adanya kekhawatiran dugaan pelanggaran HAM terhadap etnis muslim di Xinjiang ini. 

Pemerintah, kata Fakhir, juga telah menyampaikan keprihatinan yang berkembang di masyarakat lewat duta besar Cina.  

"Jadi kami minta mereka memberi penjelasan kepada ormas-ormas Islam seperti PBNU, Muhammadiyah, MUI, HMI, dan lainnya," ujar Wamenlu.  

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menjelaskan pernyataan sikap MUI terhadap dugaan pelanggaran HAM atas etnis Uighur.  

Menurut Din, Indonesia tidak bisa mencampuri urusan ini karena hal ini merupakan kedaulatan pemerintah Cina. Namun, pihaknya sudah menyampaikan pendapat dan keinginan masyarakat Indonesia atas nasib etnis Uighur. 

"Kami ormas-ormas Islam yang bergabung di Dewan Pertimbangan MUI mendorong mereka (Cina) memperlakukan etnis Uighur dengan baik," ujar Din. 

Meskipun Pemerintah Cina membantah adanya pelanggaran HAM yang terjadi disana, MUI meminta pemerintah Cina mengizinkan perwakilan ormas-ormas Islam untuk berkunjung ke provinsi Xinjiang, untuk melihat kondisi etnis Uighur di sana.

"Baiknya diundang ormas islam Indonesia dan regional untuk melakukan pengamatan secara langsung ke provinsi xinjiang," tuturnya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ESVNeq
December 26, 2018 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ESVNeq
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 12, 2018

Rp400 trillion to be allocated for infrastructure in 2019

The budget to be used for the development of infrastructure across Indonesia in 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Finance Minister Sri Mulyani has revealed that funds amounting to Rp400 trillion will be allocated in the State Budget for the development of infrastructure across Indonesia in 2019. Funds for the 2019 State Budget will reach a total of Rp2,461 trillion for expenses.

"The huge sum aims to improve the quality of economy and public welfare," she noted speaking at a seminar on the Central Java Investment and Business Projection in 2019, here, Wednesday.

The minister outlined that allocation for infrastructure will reach Rp400 trillion; health sector, Rp120 trillion; and education, Rp500 trillion. Funds amounting to Rp860 trillion will be transferred from the State Budget (APBN) to the regional administrations' bank accounts, she added.

In 2019, Indonesia will enjoy a healthy APBN and protected economic momentum, the minister affirmed. The deficit in APBN in 2018 is the best over the past five years, according to Mulyani.

"Until late December, it is expected to be maintained, and even if possible, it will be better," he added.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Qrslm4
December 12, 2018 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Qrslm4
via IFTTT
Share:

Sunday, December 9, 2018

Purwakarta Anggarkan Rp 101 M untuk Perbaikan Infrastruktur

Kebutuhan perbaikan infrastruktur mencapai Rp 300 miliar.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Pemkab Purwakarta, mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur 2019 sebesar Rp 101 miliar. Anggaran tersebut, dinilai masih sangat minim. Sebab, anggaran ideal untuk perbaikan infrastruktur ini mencapai Rp 300 miliar.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, mengatakan, pembangunan infrastruktur di 2019 masih belum bisa maksimal. Karena, terbatasnya anggaran. Pada APBD murni 2019, untuk pembangunan infrastruktur hanya teranggarkan Rp 101 miliar dari angka ideal Rp 300 miliar.

"Selebihnya, anggaran di 2019 tersedot untuk kegiatan belanja pegawai," ujar Anne, kepada sejumlah media, Ahad (9/12).

Anne mengaku, karena kondisi ini pembangunan infrastruktur akan dilakukan secara bertahap. Dalam beberapa waktu tahun anggaran. Sebab, jika disekaliguskan selesai di 2019, tidak akan bisa.

Karena kondisi ini, lanjut Anne, program pembangunan infrastruktur banyak yang tidak bisa terealisasi. Namun, ia tidak merinci program yang dimaksud. Adapun, alokasi untuk belanja pegawai ada peningkatan. Salah satunya, disebabkan ada penambahan pegawai negeri sipil hasil seleksi tahun ini.

Sementara itu, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Purwakarta, melansir RAPBD Purwakarta 2019 disepakati sebesar Rp 2,1 triliun. Dari besaran itu, Rp1,3 triliun di antaranya merupakan pos anggaran belanja tidak langsung. Sisanya, Rp 800 miliar untuk kegiatan belanja langsung.

Plt Kepala BKAD Kabupaten Purwakarta, Norman Nugraha, mengatakan, belanja tidak langsung itu meliputi belanja pegawai, belanja bantuan sosial, hibah, dana bagi hasil desa, alokasi dana desa dan bantuan keuangan desa. Sementara belanja langsung, akan digunakan untuk belanja kegiatan pemerintah daerah yang bersumber dari berbagai sektor pendanaan.

"Pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 465 miliar. Sisanya dari dana transfer (dari pemerintah provinsi dan pusat," ujar Norman.

Adapun, RAPBD Purwakarta 2019 saat ini masih proses evaluasi di pemerintah provinsi. Serta, ditargetkan penetapannya pada akhir Desember 2018. Supaya, saat pergantian tahun ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2L7JJpV
December 09, 2018 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2L7JJpV
via IFTTT
Share:

Thursday, December 6, 2018

Turis Inggris Hilang, Ini Rekaman Terakhir di CCTV

Keluarga belum mendengar kabar Millane sejak 1 Desember.

REPUBLIKA.CO.ID, WELLINGTON --  Polisi Selandia Baru menyelidiki hilangnya seorang wanita Inggris berusia 22 tahun selama liburan di kota Auckland, Selandia Baru.Seperti dilansir the Guardian, Kamis (6/12), keluarga mengatakan, mereka belum mendengar kabar dari Grace Millane sejak 1 Desember lalu.

"Polisi terus menyelidiki hilangnya  turis Inggris berusia 22 tahun, Grace Millane," kata Detektif Inspektur Scott Beard dari polisi kota Auckland.

Keluarga mendesak siapa pun yang  melihat Millane untuk melaporkan keberadaannya. Millane dilaporkan hilang saat makan siang pada  Rabu. Ia terakhir kali terekam CCTV  pada Sabtu malam.

"Grace telah hilang selama lima hari. Dia belum kembali ke kamar hostel di Auckland Selandia Baru. Anggota keluarga  kehilangan kontak dengannya sejak Sabtu 1 Desember," tulis saudaranya Michael Millane di Facebook.

Gambar CCTV Millane diambil pada jam 19.15 sore pada  1 Desember, di Sky City di CBD Auckland. Dalam gambar itu, Millane terlihat mengenakan gaun hitam dan sepatu putih.

Beard mengatakan  Millane tidak berhubungan dengan keluarganya selama beberapa hari. Ini  diluar kebiasan Millane yang  pada Ahad (2/12) berulang tahun yang ke 22.

Polisi  Auckland bersama dengan pihak keluarga berusaha menyelesaikan masalah ini.

"Jelas ini adalah waktu yang sangat menegangkan bagi keluarga Grace dan semakin lama dia hilang, semakin banyak kekhawatiran kami tumbuh akan keselamatannya," katanya.

Tony McLeod, manajer konsuler di komisi tinggi Inggris di Wellington, mengatakan komisi itu memberikan bantuan kepada keluarga Millane di Inggris. "Kami bekerja dengan keluarga di Inggris dan polisi Selandia Baru dalam kaitannya dengan laporan dari seorang warga negara Inggris yang hilang di Selandia Baru," katanya.

Millane dilaporkan telah menginap di Base Backpackers di Auckland. Asrama itu tidak bersedia berkomentar tentang kasus ini.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BU2NVS
December 06, 2018 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BU2NVS
via IFTTT
Share:

Muslim Uighur Bahagia Tinggal di Palau

Rumah yang ditempati Muslim Uighur itu berjarak sangat dekat dengan masjid Koror.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kehidupan Muslim di Palau dikejutkan ketika Pemerintah AS di bawah Presiden Barack Obama memindahkan tujuh Muslim Uighur asal Xinjiang, Cina, ke Palau pada 2009. Mereka merupakan tahanan yang dibebaskan dari penjara militer AS di Teluk Guantanamo, Kuba.

Tujuh Muslim Uighur tersebut ditangkap pada 2001 di Afghanistan dan Pakistan. Mereka dituduh terlibat dalam serangan  11 September serta terlibat pemberontakan untuk kemerdekaan Turkmenistan Timur. Pihak AS berkilah, Muslim Uighur tersebut tak dipulangkan ke Cina karena dikhawatirkan akan dieksekusi oleh masyarakat setempat.

Baca: Merdunya Kumandang Azan di Palau

Meski mendapat penolakan dari warga setempat, mantan Presiden Palau, Johnson Toribiong, memutuskan untuk menyetujui permintaan AS. Ia menjamin para mantan tahanan tersebut akan disambut dengan keramahan tradisional.

Namun kabarnya, Muslim Uighur itu sulit beradaptasi dengan Palau, yang minim masyarakat Muslim. ''Palau akan sulit bagi mereka karena tak banyak umat Islam di negara yang didominasi Kristen. Mereka pasti kesulitan,'' ujar pakar Uighurs dari Institut Pasific Basin, California.

Baca Juga: Syiar Islam di Palau Terus Berkembang

Lain lagi pendapat Pemerintah Palau. Menurut mereka, para mantan tahanan Guantanamo yang beragama Islam itu tinggal di sebuah rumah besar di Koror dan mereka sangat bahagia. "Mereka tersenyum, mengucapkan terima kasih dan menyebut saya sebagai saudara mereka. Ini menakjubkan. Saya merasa baik akan hal itu," ujar Presiden Toribiong.

Rumah yang ditempati  Muslim Uighur itu berjarak sangat dekat dengan masjid Koror. Hanya butuh waktu lima menit berjalan kaki untuk menuju masjid tersebut. Awalnya, Muslim Palau merasa khawatir atas kedatangan mereka. Tapi kini, para penghuni baru tersebut telah dapat berbaur dan bersosialisasi  dengan saudara seiman mereka.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EeRPfL
December 06, 2018 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EeRPfL
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 5, 2018

Warisan Islam di Portugal yang Terlupakan

Negara ini pernah berada di bawah kekuasaan Islam selama lebih dari 500 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Warisan budaya Muslim Portugal telah lama terlupakan. Di Spanyol sebagian besar penduduk negara dan wisatawan akrab dengan warisan Arab. Tetapi, di Portugal, yang sama-sama bagian dari kekuasaan Andalusia, warisan itu masih kurang dikenal.

Ketika perusahaan kontraktor akan mengubah bangunan bersejarah dari abad ke-16, Convento de Graça, menjadi sebuah hotel mewah, tanpa pikir panjang, dia membatalkan rencananya membuat spa dan kolam renang di bawah tanah.

Di bawah biara tua dan tembok pertahanan kota kuno itu, mereka menemukan jalan-jalan dan fondasi puluhan rumah yang dibangun lebih dari 700 tahun yang lalu oleh Muslim Portugal. Alih-alih kolam renang, kini ada sebuah museum kecil di bawah hotel. Sebuah trotoar dibangun untuk akses menapaki sisa-sisa peninggalan Moor abad pertengahan.

Negara ini pernah berada di bawah kekuasaan Islam selama lebih dari 500 tahun sejak awal abad ke-8. Setelah panglima Thariq bin Ziyad berhasil menaklukkan Spanyol, pasukannya bergerak menuju Portugal dan Prancis Selatan. 

Meskipun sisa-sisa fisiknya tak seberapa, pengaruh budaya Moor di Portugis sangat besar. Bahasa Portugis banyak ditaburi kata-kata asal Arab, khususnya yang berkaitan dengan makanan, pertanian, dan pekerjaan sehari-hari.

"Jika kami bisa menghapus semua sisa-sisa warisan Arab dari Portugal hari ini, etnis, budaya, bangunan, dan bentang alam kami akan benar-benar berubah," kata Adalberto Alves, seorang peneliti warisan budaya Arab-Portugal.

Dalam bukunya, Portugal: Echoes of an Arab Past, Alves mendata berbagai bidang di negaranya yang terpengaruh oleh warisan Arab. Mulai dari puisi sampai kue, karpet tenun sampai musik gitar, cerobong asap yang masih menghiasi rumah di daerah selatan, sistem irigasi, sampai ilmu navigasi yang memungkinkan kapal-kapal Portugis menjelajahi dunia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QahIUm
December 05, 2018 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QahIUm
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 4, 2018

Jejak Islam di Hungaria yang Nyaris Hilang

Paling tidak, ada 60 masjid di Budapest.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jejak peninggalan Islam di Budapest pun tinggal segelintir. Salah satunya adalah Makam Gul Baba, panglima perang dari Turki pada abad pertengahan yang gugur dalam pertempuran di Budim, bagian Budapest di sebelah barat.

Dulu, Budim yang awalnya hanya sebuah kota kecil berubah menjadi pusat kota yang sangat penting. Paling tidak, ada enam puluh masjid di sana yang dilengkapi dengan perpustakaan dan pemandian ala Turki. Beberapa di antaranya bertahan hingga sekarang dan dijadikan monumen.

Setelah peristiwa pengepungan Turki di Wina yang berlangsung pada 1683, butuh tiga tahun bagi tentara Austria untuk merebut kembali Budim. Penduduk Muslim yang mendiami tempat itu diusir atau disuruh berganti agama menjadi Katolik.

Hingga pada abad ke-19, Hungaria kembali banyak didatangi kaum Muslim, khususnya umat Muslim dari Bosnia yang menjalankan tugas kemiliterannya. Kaum Muslim ini akhirnya membuat sebuah komunitas di sana.

Umat Muslim yang masih punya hubungan dengan umat Muslim Bosnia ini tergabung dalam The Hungarian Islamic Community. Mereka juga punya masjid sebagai pusat ibadah, tapi tidak menggunakan kata "gereja" dalam nama masjid tersebut.

Ketua komunitas tersebut, Zoltan Bolek, memperlihatkan masjid tersebut. Berbeda dengan masjid gereja Islam, masjid di sini telihat sangat sederhana dan tua. Sepanjang lorong menuju ke ruang utama dipenuhi dengan foto-foto. Ketika tiba di ruang utama, disediakan ruangan khusus bagi imam pertama yang memimpin masjid ini, seorang perwira militer Bosnia.

Bolek merasa nyaman tinggal sebagai Muslim di Budapest. "Warga Hungaria adalah masyarakat yang toleran," ujarnya. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Q8dMn4
December 04, 2018 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Q8dMn4
via IFTTT
Share: