Showing posts with label 2018 at 04:03PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 04:03PM. Show all posts

Saturday, December 29, 2018

Kuota Pendaki ke Gunung Semeru Penuh Hingga Akhir Tahun

Kuota pendaki maksimal sebanyak 600 orang

REPUBLIKA.CO.ID, LUMAJANG - Kuota pendaki ke Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, penuh hingga akhir tahun seiring dengan libur Natal dan Tahun Baru yang bertepatan dengan liburan sekolah.

"Kunjungan wisatawan ke Gunung Semeru mulai mengalami peningkatan saat memasuki liburan sekolah yakni mulai 17 Desember 2018, bahkan kuota pendaki sudah penuh hingga akhir tahun berdasarkan pendaftaran secara  'online' atau dalam jaringan (daring)," kata Kepala Resor Ranupani Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Elham Purnomo di Lumajang, Sabtu (29/12).

Menurutnya kuota pendaki maksimal sebanyak 600 orang setiap hari yang bisa naik ke gunung tertinggi di Pulau Jawa. Pembatasan tersebut dilakukan untuk menjaga kawasan konservasi, kelestarian flora, serta fauna di kawasan Gunung Semeru dan sekitarnya.

"Jumlah personel yang disiagakan di jalur pendakian Semeru selama momentum libur Natal dan Tahun Baru 2019 juga bertambah menjadi 20 orang dengan melibatkan tim Saver, Polsek dan Koramil seiring dengan melonjaknya jumlah pendaki ke Semeru," katanya.

Ia menjelaskan pendakian Gunung Semeru dengan ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut dibatasi hingga Pos Kalimati saja sesuai dengan rekomendasi PVMBG demi keselamatan para pendaki karena gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl tersebut masih berstatus waspada, sehingga pendaki dilarang naik ke puncak Semeru (Mahameru).

"Petugas TNBTS akan memberikan pengarahan kepada para pendaki agar mematuhi semua aturan yang sudah ditetapkan saat naik ke Semeru, salah satunya tidak menerobos ke Mahameru karena dapat membahayakan keselamatan para pendaki yang bersangkutan," ujarnya.

Elham juga mengimbau para pendaki ikut menjaga dan memelihara ekosistem kawasan TNBTS dengan tidak membuang sampah sembarangan di sepanjang jalur pendakian Semeru, serta membawa turun kembali sampah tersebut hingga Pos Ranupani di Kecamatan Senduro.

"Kami juga menempatkan petugas di sekitar kawasan Ranu Kumbolo dan mereka akan mengingatkan pendaki ketika membuang sampah sembarangan, sehingga diimbau pendaki juga ikut menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Gunung Semeru," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EQVqjA
December 29, 2018 at 04:03PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EQVqjA
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 26, 2018

Listing di BEI, Phapros Targetkan Perolehan Laba Rp 400 M

Phapros akan mengembangkan produk anti aging

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Phapros Tbk menargetkan perolehan laba bisa mencapai Rp 400 miliar pada 2022. Sementara, per November 2018, laba perseroan sebesar Rp 161 miliar.

"Tentunya banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencapai target tersebut. Di samping, komitmen penyediaan produk berkualitas ke BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) ada juga produk lain yang diproduksi dan memiliki nilai tambah," jelas Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utama kepada wartawan saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, (26/12).

Direktur Produksi Phapros Syamsul Huda menambahkan, tahun depan perusahaan akan mengembangkan cartridge ampoule dan produk anti aging. "Setiap tahunnya kita punya rencana investasi sampai 2022, karena target laba Rp 400 miliar nggak bisa hanya dengan bisnis sekarang," jelasnya pada kesempatan serupa.

Ia menegaskan, seperti tahun-tahun sebelumnya, pertumbuhan laba tahun depan pun ditargetkan di kisaran dua angka atau double digit. "Jadi pastinya setiap tahun tumbuh di Kisaran 10 sampai 15 persen," kata Syamsul.

Maka menurutnya, tak menutup kemungkinan pula, bila laba pada 2019 bisa menembus Rp 200 miliar. Pasalnya, kinerja perusahaan seringkali lebih cepat dari rencana jangka panjang.

Untuk target pendapat, kata dia, perseroan pun berharap bisa tumbuh double digit. "Di kisaran Rp 1 triliun," ujarnya.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan audit Phapros per September 2018, total pendapatan sebesar Rp 697 miliar. Angka tersebut meningkat 8,8 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Va4ZQx
December 26, 2018 at 04:03PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Va4ZQx
via IFTTT
Share:

Friday, December 21, 2018

Pasarkan Karya Penenun, Demi Dongkrak Kemampuan Perempuan

BTPN Syariah berupaya memberikan modal pada keluarga yang punya impian usaha matang.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKARARA -- Program pemberdayaan BTPN Syariah sukses memberdayakan ribuan keluarga prasejahtera di Indonesia. Program yang menyasar perempuan-perempuan itu mampu menyejahterakan dan menggerakkan roda perekonomian suatu wilayah.

Salah satu contoh perempuan prasejahtera yang sukses adalah Misnawati. Dia memiliki ruang pertunjukan bernama Bahri Artshop di Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Daerah tersebut terkenal sebagai kampung tenun di Lombok Tengah. Bahri Artshop menjadi tempat menjual songket dan tenun karya ratusan perempuan di daerah itu.

Misnawati mendapat songket dan tenun sebanyak 300 dari 1.000an pengrajin di daerah itu. Mereka rutin menyetorkan karyanya pada Misnawati.

Misnawati memang termotivasi memiliki gerai memasarkan songket dan tenun. Dia mengisahkan, perempuan di daerahnya adalah pengrajin. Namun, mereka selalu kesulitan memasarkan karyanya.

"Makanya saya pikir gimana caranya semua hasil teman cepat laku. Bisa sampai ke luar negeri juga," kata Misnawati.

Misnawati mengatakan membangun gerai songket dan tenun tidak mudah baginya. Apalagi dia seorang perempuan pendatang yang menikah dengan lelaki di desa itu. Namun, mimpinya untuk menjadi perempuan dan ibu mandiri secara perekonomian lebih kuat dari sekadar identitas. Misnawati ingin membuktikan bahwa perempuan bisa mendiri dan mampu membuat keluarganya sejahtera.

Ibu tiga anak itu memulai usahanya pada 2013 lalu. Dia bergabung dengan program pemberdayaan BTPN Syariah. Dia memulai usahanya dengan pinjaman Rp 3 juta untuk mendapat 10 songket.

"Rintangan usaha luar biasa, nggak selalu lancar saja. Saya sempet nggak bisa setor angsuran," ujar dia.

Beruntung, BTPN Syariah memiliki pendamping untuk membimbing nasabah prasejahtera dalam menjalankan usahanya. Karena itu, dia mampu bangkit dari berbagai masalah yang membuatnya terpuruk.

Misnawati menjual songket dan tenun mulai harga Rp 75 ribu hingga Rp 3 juta dengan berbagai mode. Dalam satu hari, dia mampu menjual minimal 20 sarung dengan omzet lebih dari Rp 15 juta.

Bagaikan paket kompelit, Misnawati dan suaminya sama-sama bekerja memajukan gerai itu. Misnawati mendapat dukungan dari suaminya yang berprofesi sebagai pemandu wisata di NTB. Sang suami kerap mengajak wisatawannya berkunjung ke gerai Misnawati.

Misnawati juga memasarkan karya teman-temannya melalui media sosial Facebook. Tidak sedikit pelanggan yang memintanya mengirim puluhan barang, seperti ke Sumbawa, Jakarta.

Namun, sejak ada bencana gempa bumi yang mengguncang Lombok dan sekitarnya, usaha Misnawati sempat surut. Dalam sepekan, Misnawati hanya mendapat untung Rp 1 juta. Karena itu, dia berharap pemerintan daerah gencar mempromosikan NTB sudah bangkit dan aman.

"Kita itu perempuan juga harus bangkit. Nggak harus jadi PNS (Pegawai Negeri Sipil). Skil (keterampilan) harus dikembangkan," ujar dia.

Misnawati mengaku beruntung bertemu dengan BTPN Syariah yang memiliki program untuk keluarga prasejahtera. Misnawati selalu mengkomunikasikan berbagai permasalahan usaha dengan bankir pemberdaya atau yang disebut Melati Putih Bangsa.

Kepala Komunikasi Korporasi BTPN Syariah Ainul Yaqin mengatakan BTPN Syariah meyakini perempuan memiliki peran penting dalam keluarga. Tidak sedikit perempuan di pelosok negeri yang memiliki mimpi memiliki kehidupan lebih baik dan menyejahterakan keluarga.

"Mereka ini tak gampang menyerah. Mereka mampu menghasilkan karya mengagumkan," ujar Ainul.

Dia menjelaskan program pemberdayaan perempuan BTPN Syariah berasal dari dana yang terhimpun dari keluarga sejahtera. Dana tersebut disalurkan pada keluarga prasejahtera produktif yang berlokasi di 4.000an kabupaten atau kota di 24 provinsi.

"Memiliki model bisnis unik yang mengkombinasikan misi bisnis dan sosial (do good do well)," kata dia.

Ainul mengatakan program ini fokus mengembangkan keuangan inklusif melalui pemberdayaan nasabah perempuan. Selain itu, BTPN Syariah juga memberi kesempatan pada ribuan lulusan minimal sekolah menengah atas menjadi bankir pemberdaya atau community officer. Perempuan-perempuan yang disebut Melati Putih Bangsa itu, berhubungan langsung dengan keluarga prasejahtera.

"Peran utama Melati Putih Bangsa ini adalah menjadi role model dalam membangun perilaku nasabah berani Berusaha, Disiplin, Kerja keras, dan Saling membantu (BDKS)," ujar dia.

Ainul menjelaskan program itu meningkatkan kapasitas nasabah melalui program pendampingan, seperti pengolahan keluangan sederhana. Program ini memberi kesempatan nasabah membangun dan memperkuat perilaku utama BDKS.

Pelatih bisnis BTPN Syariah wilayah Mataram, Bali, Kupang, Andi Satrio menjelaskan program pemberdayaan BTPN Syariah selalu melakukan penyaringan sebelum memberikan modal pada keluarga prasejahtera. BTPN Syariah berupaya memberikan modal pada keluarga yang memiliki impian usaha matang. Sejak 2013, ada 38-39 ribu nasabah prasejahtera ikut program pemberdayaan itu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QG3mLP
December 21, 2018 at 04:03PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QG3mLP
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 19, 2018

AS Jual Sistem Peluru Kendali ke Turki

Departemen Pertahanan AS menyetujui penjualan 80 rudal Patriot dan 60 rudal ke Turki.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) sudah menyetujui penjualan sistem peluru kendali Patriot ke Turki. Kemungkinan besar harga sistem rudal udara-ke-darat ini sebesar 3,5 miliar dilar AS.

Pentagon mengumumkan penjualan tersebut pada Rabu (19/12) setelah Kongres memberikan sertifikasi penjualan. Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS atau Defense Security Cooperation Agency (DSCA) mengatakan Departemen Pertahanan AS juga sudah menyetujui penjualan 80 rudal Patriot dan 60 rudal lainnya ke Turki.

Selain itu, mereka menjual beberapa peralatan lainnya termasuk satu set radar, stasiun pengendali, dan stasiun peluncuran. Rencana penjualan sistem rudal kendali tersebut sudah sempat diumumkan Departemen Luar Negeri AS pada awal tahun ini.

Saat itu, mereka mengatakan tengah bekerja sama dengan sekutu NATO yaitu Turki dalam kemungkinan penjualan sistem rudal kendali Patriot yang diproduksi Raytheon. Penjualan itu dilakukan agar Turki berhenti membeli jenis sistem peluru kendali darat ke udara dari Rusia S-400. 

Sebelumnya, dua kali Turki melewatkan sistem peluru kendali Patriot. Mereka lebih memilih sistem peluru kendali buatan Cina sebelum akhirnya beralih ke S-400 sistem milik Rusia pada 2017 lalu.

AS dan NATO sudah berulang kali memperingatkan Turki sistem peluru kendali Rusia tidak bisa terintergrasi dengan sistem peluru kendali NATO. Pembelian sistem S-400 juga akan membahayakan pembelian pesawat tempur F-35 yang diproduksi perusahaan AS, Lockheed Martin dan kemungkinan hasilnya AS akan memberlakukan sanksi kepada mereka.

Notifikasi dari Kongres menandakan penjualan senjata ke luar negeri sudah disetujui. Tapi, belum ada indikasi proses negosiasi atau kontrak penjualan tersebut sudah sepakati dan ditandatangani.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2R1aZvN
December 19, 2018 at 04:03PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2R1aZvN
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 18, 2018

Sunanto: Cina Agak tidak Represif pada Muslim Uighur

Hampir semua organisasi dunia mengutuk dan minta Cina hentikan penindasan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Sunanto meminta kepada pemeritah Cina agar tidak bertindak represif, bersikap diskriminatif dan tak melakukan pelanggaran HAM kepada umat Islam di Uighur, Provinsi Xinjiang, Cina. “Pemuda Muhammadiyah mengimbau kepada pemerintah Cina supaya tidak bertindak represif dan melakukan penindasan hak-hak sipil etnis Muslim Uighur," ujar pria yang akrab disapa Cak Nanto ini dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (18/12).

Menurut Cak Nanto, prinsip kemanusiaan harus diutamakan daripada pelanggaran kemanusiaan. Namun, menurut dia, Cina telah melakukan pelanggaran HAM secara massal terhadap Muslim Uighur.

“Dari data yang kami himpun, dengan dalih melawan radikalisme Islam, ekstrimisme dan separatisme, pemerintah Cina melakukan pelanggaran HAM secara massal dan sistematis terhadap etnis muslim Uighur dan minoritas di Xinjiang,” ucap Cak Nanto.

Sementara itu, menurut Cak Nanto, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pernah mendesak Cina untuk memberi akses ke kamp konsentrasi di wilayah otonomi Xinjiang. PBB ingin melihat langsung dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap sekitar satu juta etnis Muslim Uighur yang ditahan.

“Hampir semua organisasi dunia mengutuk dan meminta Cina menghentikan reducation camp itu dan meminta pemerintah Cina untuk menghentikan penindasan," kata Cak Nanto.

Cak Nanto menegaskan, Pemuda Muhammadiyah memiliki perhatian yang tinggi terhadap berbagai isu tentang pelanggaran HAM di dalam negeri maupun di luar negeri. Termasuk isu pelanggaran HAM yang dialami oleh etnis Uighur di Xinjiang, Cina.

“Pemuda Muhammadiyah memegang teguh prinsip politik luar negeri republik ini, yakni bebas aktif, tanpa bermaksud mengurus dapur negara orang," jelasnya.

Indonesia, tambah Cak Nanto, mempunyai posisi dan peran strategis dalam menciptakan perdamaian dunia, melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QXZKnO
December 18, 2018 at 04:03PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QXZKnO
via IFTTT
Share:

Friday, December 14, 2018

Rudiantara encourages startup companies to list their shares

Indonesia has at least four unicorns, namely Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Minister of Communication and Informatics Rudiantara will encourage startup companies that carry the status of "unicorn" to list their shares on the Indonesia Stock Exchange (IDX). He explained that there are four startup companies in Indonesia whose levels are already included in the "unicorn," namely Go-Jek, Traveloka, Bukalapak, and Tokopedia.

"Startups that are already 'unicorned' and have not reached 'decacorn,' must be pushed into the Stock Exchange. If later they become 'decacorn,' I am afraid that the ecosystem could not manage," Rudiantara noted on the 30th Anniversary of the Indonesian Issuers Association (AEI) in Jakarta on Thursday.

He stated that "decacorn" was a term for companies that valued more than US$ 10 billion. Meanwhile, "unicorn" is more than $1 billion.

Rudiantara said that he would help startup companies to enter the capital market. However, it depends on each "startup" to see opportunities in finding funds.

Meanwhile, the Chief Financial Services Authority (OJK) Capital Market Supervisor, Hoesen, remarked that startup companies in Indonesia could use the capital market through the mechanism of an initial public offering (IPO) as a source of funding.

"The existing capital market policies can be used or not by the company," he noted.

According to him, each company also has its own strategy in determining future corporate actions.

"It is their decision to want an IPO or not," he pointed out.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Pzo9LG
December 14, 2018 at 04:03PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Pzo9LG
via IFTTT
Share:

Monday, December 3, 2018

Ellen Bagi-Bagi Iphone Gratis untuk Semua Tamu Acaranya

Membagikan hadiah mewah di acara bincang-bincang sebelumnya kerap dilakukan Oprah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Acara bincang-bincang yang dipandu Ellen DeGeneres memberikan kejutan jelang Natal untuk penonton di studio. Ellen membagikan Iphone XR gratis untuk semua pengunjung yang hadir.

Dilansir Phone Arena, Ellen DeGeneres mengawali acara bagi-bagi hadiah ini dengan mengajak bintang tamu Julia Roberts bermain gim Heads Up. Mereka saling berhadapan, salah seorang menaruh ponsel di kepalanya. Lawan main harus memberikan petunjuk agar dia yang dengan ponsel di kepala bisa menebak objek yang dimaksud.

Kategori yang mereka mainkan pada acara hari itu bertema Natal, Roberts membantu DeGeneres untuk menebak lagu seperti "Jingle Bell" dan "Frosty The Snowman". Di akhir permainan, DeGeneres dan Roberts berpose untuk swafoto.

"Ponselnya keren karena punya enam warna dan baterainya tahan lama," kata Roberts. DeGeneres menimpali, "ini pertama kali kami lakukan di musim ke-16. Kalian dapat Iphone XR baru."

Menurut laman tersebut, bagi-bagi ponsel di acara The Ellen Show merupakan salah satu promosi mereka untuk Iphone XR. Promosi seperti ini juga untuk mendongkrak peringkat acara jelang liburan Natal.

Bagi-bagi hadiah barang tergolong mewah seperti ini sudah pernah dilakukan di Oprah Winfrey Show. Oprah Winfrey dalam salah satu episode di 2004 lalu mengumumkan semua 276 penonton di studio mendapatkan mobil Pontiac senilai 28 ribu dolar AS.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SoU6YL
December 03, 2018 at 04:03PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SoU6YL
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 27, 2018

Fahri tak Setuju Pelajaran PMP Dihidupkan, Ini Alasannya

Fahri mengatakan mengembalikan pelajaran era Orde Baru menunjukan pikiran tak maju.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tidak sepakat dengan rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang ingin memunculkan kembali pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Menurutnya, pemerintah tak perlu menghidupkan pelajaran PMP yang pernah ada saat era orde baru.

Ia menilai pemerintah cukup mengembangkan pendidikan kewarganegaraan yang ada di kurikulum pendidikan saat ini. "Jangan gelagepan, kemudian bikin PMP lama balikin lagi. Itu kan kayak nggak maju pikirannya," ujar Fahri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/11).

Ia menilai rencana penghidupan PMP bentuk kegamangan Pemerintah. Ia mengatakan pemerintah memang harus mengajarkan pendidikan kewarganegaraan atau civic education kepada masyarakat.

Akan tetapi, ia mengatakan, pendidikan kewarnegaraan bukan hanya PMP. Apalagi, Fahri mengingatkan pelajaran PMP di masa lalu diinterpretasikan dengan sistem totalitarian yang mengatakan penguasa selalu benar.

Karena itu, ia khawatir jika PMP dimunculkan maka akan identik dengan interpretasi tersebut. "Yang dikhawatirkan punya interpretasi totaritarian yang menganggap pemimpin negara itu nggak bisa disalahkan atau selalu benar," ujar Fahri.

Fahri juga menyarankan pemerintah menggunakan pendekatan lain untuk mengajarkan kewarganegaraan. Salah satunya, ia mengatakan, melalui stasiun penyiaran untuk mengembangkan film tentang kewarganegaraan.

"Itu yang harusnya dimasukan di dalam pendidikan yang lebih masif, bukan kemudian mengambil mahzab dari pikiran lama yang diduga oleh orang cenderung memiliki nuansa totaliter, itu tidak boleh kita biarkan," kata Fahri.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana memunculkan kembali pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Menurut Mendikbud, Muhadjir Effendy saat ini PMP sedang dalam pengkajian dan perlu ada hal yang diperbarui dari mata pelajaran tersebut.

"Kalau jadi tentu pendekatan, strategi, metode maupun isinya tentu sudah diperbaharui," katanya pada Republika.co.id, Selasa (27/11). 

Kemendikbud berpendapat PMP penting karena isu-isu mengenai PKI ataupun radikalisme yang terus muncul di masyarakat. Muhadjir pun menuturkan, mestinya pelajaran ini diberikan untuk semua jenjang pendidikan. 

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GKT) Supriano mengatakan, memasukan materi Pancasila belum tentu dengan mata pelajaran yang baru. Bisa jadi, materi itu dimasukkan ke dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, tetapi dengan metode yang berbeda. 

"Namanya bisa saja tetap Pendidikan Kewarganegaraan, tapi sekarang bagaimana agar anak-anak senang belajar yang dikaitkan dengan Pancasila. Ini yang kita perkuat," kata Supriano. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SfGZcq
November 27, 2018 at 04:03PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SfGZcq
via IFTTT
Share:

Sentuhan Islam dalam Kuliner Hui

Sebagian besar Muslim di Cina didominasi oleh Suku Hui.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski minoritas, Islam berkembang pesat di Cina. Data Pew Research Centremencatat, Muslim di Cina mencapai 21,6 juta jiwa. Tapi, jumlah tersebut tak seberapa dengan total penduduk Cina. Persentase Muslim di negara tirai bambu itu, hanya sekira 1,6 persen dari total populasi di Cina.

Dan, sebagian besar Muslim di Cina didominasi oleh Suku Hui yang merupakan salah satu suku terbesar di Cina. Istilah Hui berasal dari Hui Hui yang ditujukan untuk bangsa Uyghur. Mereka muncul pada sekira abad ke-10 saat kekuasaan Dinasti Song. Saat ini, mereka banyak terkonsentrasi di Xinjiang.

Namun, sumber lain menyebutkan, istilah Hui bermula pada era Dinasti Ming. Saat itu, Islam dikenal dengan nama Tiangfang Jiao yang artinya agama bangsa Arab. Islam juga disebut Hui Hui Jiao, yakni agama bangsa Hui Hui. Dari sejarah tersebut, kemudian Muslimin Cina dari etnis apapun disebut sebagai orang Hui Hui.

Orang-orang Hui dapat dijumpai di sebagian besar kabupaten kota yang ada di seluruh Cina, terutama di Daerah Otonomi Ningxia Hui, Gansu, Qinghai, Henan, Hebei, Shandong, Provinsi Yunnan, serta Daerah Otonomi Xinjiang Uygur. Sebagai komunitas Muslim asli Cina, nilai-nilai Islam telah mengakar kuat di dalam kehidupan masyarakat Hui. Termasuk juga dalam hal tradisi masakan mereka.

Secara umum, masakan suku Hui memiliki banyak kemiripan dengan hidangan khas Cina utara lainnya. Kendati demikian, ada pengaruh peradaban Asia Tengah yang cukup signifikan dalam berbagai hidangan khas mereka. Sajian yang terbuat dari daging kambing, domba, atau sapi sangat disukai orang-orang Hui. Di samping itu, lemak hewani juga kerap digunakan dalam berbagai masakan mereka.

Beberapa jenis unggas, seperti ayam, bebek, dan angsa juga menjadi sumber bahan makanan masyarakat Hui. Namun, mereka terbilang jarang mengonsumsi keju ataupun bentuk-bentuk olahan susu lainnya. Orang-orang Hui sangat pantang mengonsumsi semua produk makanan yang mengandung babi ataupun bahanbahan lainnya yang diharamkan oleh ajaran Islam.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DXFpsL
November 27, 2018 at 04:03PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DXFpsL
via IFTTT
Share: