Showing posts with label 2019 at 12:16PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 12:16PM. Show all posts

Saturday, April 20, 2019

Pemerintah Ubah Formula Harga Gas Elpiji

Perubahan formula harga gas elpiji akan berpengaruh pada besaran subsidi

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Kementerian ESDM merilis kebijakan untuk mengubah formula harga gas elpiji kemasan tabung 3 kilogram (kg) melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 61 K/12/MEM/2019 tentang Harga Patokan Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram Tahun Anggaran 2019. Langkah pemerintah mengeluarkan kebijakan ini untuk menciptakan harga keekonomian gas elpiji yang sesuai dengan kondisi real dan jauh lebih efisien.

Aturan yang keluar pada Maret dan berlaku surut sejak 1 Januari 2019 ini nantinya memang akan mengubah acuan perhitungan harga keekonomian gas elpiji. Nantinya, hal tersebut akan berpengaruh pada besaran tagihan subsidi yang ditanggung oleh negara.

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar merinci perubahan formula yang baru dengan formula yang lama berada dalam besaran persenan Harga Indeks Pasar (HIP) yang memakai acuan CP Aramco sebagai acuan dasar harga gas. Selain itu perbedaan dalam formula yang baru adalah besaran variabel cost produksi.

"Kuncinya perubahan formula ini efisiensi logistik dan riil cost yang ada. Jadi, sesuai dengan fakta dan dalam struktur cost tambahan ada efisiensi yang bisa dilakukan," ujar Arcandra di Kementerian ESDM, Ahad (21/4).

Arcandra merinci pada formula lama ditetapkan bahwa struktur harga keekonomian gas elpiji didapat dari 103,64 persen HIP + 84 dolar AS per metrik ton + Rp 1.950 per kilogram. Arti dari formula tersebut adalah 103,64 persen HIP adalah seluruh komponen pembentuk harga dasar yang berupa satuan CP Aramco rata rata harian, kurs rupiah atas dolar AS rata-rata harian dan juga perbedaan harga komponen antara impor gas dengan produksi gas dalam negeri.

"Kita melihat harga tahun 2018-2017 HIP seperti apa, yang dibeli impor dengan yang diproduksi sama pertamina. Kita evaluasi berapa besar impor berapa besar kilang. Ternyata nggak 103,64 persen lagi. Itu kan referensinya harga CP Aramco. Bahkan terkadang di atas CP Aramco. Sehingga formula lama tersebut tidak mencerminkan harga aktual," ujar Arcandra.

Sedangkan patokan harga 84 dolar AS per metrik ton merupakan angka ongkos produksi gas dan pengolahan gas menjadi epiji. Komponen tersebut juga ditentukan oleh acuan internasional. Sedangkan untuk Rp 1.950 per kilogram merupakan variable yang terdiri dari margin usaha, margin penyalur dan ongkos penyimpanan serta distribusi.

Padahal jika memakai formula lama, maka beban pemerintah untuk membayar subsidi elpiji sebesar Rp 3.800 per kilogram dengan asumsi HET elpiji saat ini sebesar Rp 18.000 per tabung dan harga keekonomian LPG apabila menggunakan formula lama sebesar Rp 29.400 per tabung.

"Selisihnya itu coba dikali dengan berapa jatah ton alokasi subsidi gas elpiji? Itu bebannya sebesar itu," ujar Arcandra.

Sturktur harga tersebut pada formula baru berubah menjadi 103,85 persen HIP + 50,11 dolar AS per metrik ton + Rp 1.879 per kilogram. Artinya, dalam satuan harga dasar mengalami peningkatan karena selama ini salah satu variable biaya yaitu baya kapal selalu berubah.

Hanya saja, jelas Arcandra, terjadi penurunan di variable ongkos angkut dan margin usaha dan margin penyalur yang bisa lebih efisien. Sedangkan acuan 50,11 dolar AS per metrik ton adalah satuan biaya pengolahan dan produksi sesuai dengan harga rata rata harian acuan internasional atas gas.

Lebih lanjut Arcandra mengatakan dengan formula baru tersebut maka beban subsdi yang akan dibayarkan pemerintah pada anggaran tahun 2019 ini jauh lebih hemat dibandingkan jika harus memakai formula lama. Hal tersebut selain karena trend CP Aramco yang cenderung turun, ada penghematan biaya logistik.

"Harapannya dengan formula baru ini kita bisa mendapatkan harga yang lebih aktual. Selain itu ada aspek penghematan yang bisa didapat dari formula tersebut," ujar Arcandra.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2XwB8SO
April 21, 2019 at 12:16PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2XwB8SO
via IFTTT
Share:

Monday, March 4, 2019

Juventus Jadi Tim yang Sering Pecahkan Rekornya Sendiri

Kemenangan Juve atas Napoli menjadi rekor tersendiri bagi si Nyonya Tua.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Kemenangan Juventus atas Napoli pada pekan ke-26 serie A akhir pekan lalu bukan sembarang kemenangan. Skor 2-1 untuk Juventus yang berstatus sebagai tim tamu ternyata menjadi rekor tersendiri bagi 'Si Nyonya Tua'.

Tim yang dikomando Massimiliano Allegri itu mencetak rekor tidak terkalahkan selama 26 pertandingan berturut-turut bagi Juventus ketika menjadi tim tandang.  Juventus memecahkan rekornya sendiri pada November 2017. Saat itu, Juventus tak terkalahkan sebagai tim tandang sebanyak 25 pertandingan sebelum dihentikan oleh Sampdoria dengan skor 3-2.

Pada saat yang sama, kemenangan Juventus atas tuan rumah Napoli memperlebar jarak antara mereka dengan 16 poin. Jarak tersebut ternyata jarak terjauh antara pemuncak klasemen dengan peringkat kedua dalam sejarah serie A.

Jarak terjauh yang pernah tercatat sejarah liga Italia adalah 12 tahun lalu di musim 2006-2007. Kala itu, Inter Milan memiliki jarak 15 poin di atas AS Roma.

Di satu sisi, tim yang berkostum Hhtam-putih itu sedang dalam catatan impresifnya karena belum juga terkalahkan dalam 30 pertandingan terakhir di semua kompetisi musim ini. Catatan terbaik mereka dalam satu musim di semua kompetisi adalah 38 pertandingan tak terkalahkan pada musim 2011-2012. Juventus juga pernah mencatat rekor tidak terkalahkan sebanyak 49  laga selama tahun 2011 hingga 2013.

Dengan sisa 12 laga di Serie A saja, Juventus memiliki kans yang terbuka lebar untuk kembali memecahkan rekor di kancah sepak bola Italia musim ini. Ditambah lagi, Juventus masih menjadi peserta di Liga Champions dan Coppa Italia.

Dari segi poin, Juventus juga berpotensi memecahkan lagi rekornya sendiri. Saat ini Massimiliano Allegri membawa Juventus meraih 72 poin dari 26 laga di serie A.

Pada musim 2013-2014, ketika Juventus masih dilatih oleh Antonio Conte, Juventus meraih 102 poin dalam satu musim Serie A sekaligus memecahkan rekor baru sepakbola Italia. Di musim ini, rekor tersebut kembali memungkinkan untuk dipecahkan jika Juventus mrmenangkan minimal 11 dari 12 laga sisa.

Dominasi Juventus juga diprediksi akan tetap solid hingga akhir musim. Cristiano Ronaldo dan rekan-rekan siap memperpanjang rekor menjuarai Serie A dalam delapan musim berturut-turut sejak 2011.

Jika Juventus kembali menjuarai Coppa Italia, Juventus akan meraih gelar itu selama lima tahun secara konsisten selama lima tahun terakhir. Tidak hanya itu, apabila Allegri mampu mengawinkan gelar Serie A dan Coppa Italia sekaligus, ia akan menjadi pelatih dan tim pertama di Italia yang mengawinkan dua gelar selama lima tahun.

Dominan di negeri sendiri, superior pula di Eropa. Jika dibandingkan dengan pemuncak klasemen di lima liga top Eropa, Juventus menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan musim ini. Namun, soal catatan tidak terkalahkan, Massimiliano Allegri atau Antonio Conte masih tertinggal dari salah satu pelatih legenda asal Italia, Fabio Capello. Rekor tidak terkalahkan masih dipegang Capello sebanyak 58 pertandingan kala melatih AC Milan pada medio 1990-1993.

Allegri masih punya kesempatan untuk memecahkan rekor absolut itu. Tetapi, kesempatan itu terganggu oleh kabar hengkangnya Allegri pada akhir musim ini.

Dikabarkan, pelatih berusia 51 tahun itu diminati oleh Timnas Italia untuk menggantikan Roberto Mancini menjelang gelaran Piala Eropa 2020 sekaligus memperbaiki kondisi Timnas Italia yang melempem karena gagal lolos Piala Dunia 2018 lalu. Selain itu, kabar perginya Allegri juga datang dari tim raksasa Spanyol, Real Madrid, yang memiliki minat khusus terhadap Allegri untuk menggantikan peran Santiago Solari yang dianggap kurang impresif musim ini.

Padahal, Cristiano Ronaldo sempat menyebut bahwa ia dan rekan-rekannya berjanji untuk berjuang meraih cita-cita bersama meraih gelar liga Champions sekaligus mencapai torehan yang belum pernah didapatkan Juventus, yaitu meraih treble.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ENd9rN
March 05, 2019 at 12:16PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ENd9rN
via IFTTT
Share: