Showing posts with label 2019 at 04:07PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 04:07PM. Show all posts

Thursday, May 16, 2019

KAI Daop Cirebon Siapkan 97 Unit Kereta untuk Mudik

KAI menyiagakan alat material untuk siaga di daerah rawan bencana

REPUBLIKA.CO.ID,  CIREBON – Menghadapi masa angkutan lebaran yang akan berlangsung pada 26 Mei - 16 Juni 2019, PT KAI Daop 3 Cirebon mengerahkan seluruh sarana, prasarana, dan SDM yang mereka miliki.  Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon, Tamsil Nurhamedi, menyebutkan, dari aspek sarana, pihaknya menyiapkan 97 untit kereta.

Daop Cirebon juga menyiapkan 16 unit lokomotif satu unit crane. Faktor keselamatan, keamanan dan kelancaran perjalanan KA menjadi titik berat pelaksanaan angkutan lebaran.

Sedangkan dari aspek prasarana, seperti tahun-tahun sebelumnya, KAI menyiagakan alat material untuk siaga (Amus) di daerah-daerah yang rawan bencana alam. Seperti pada petak Jatibarang-Telagasari, Cipunegara-Haurgeulis dan Sindanglaut-Ciledug.

"Petugas Penilik Jalan (PPJ) Ekstra, Penjaga Jalan Lintas (PJL) Ekstra, dan petugas posko daerah rawan juga disiagakan di sepanjang lintas untuk mencegah terjadinya gangguan perjalanan KA,’’ kata Tamsil, Kamis (16/5).

Untuk tambahan petugas yang disiagakan itu rinciannya 46 personil PPJ Ekstra, 166 personil PJL Ekstra, 12 personil posko daerah rawan dan 96 personil pengamanan eksternal.

Demi menjaga kelancaran dan keamanan selama penumpang melakukan perjalanan, KAI pun menyiapkan petugas pengamanan. Yaitu, polsuska dan satpam dari internal, yang diperkuat oleh pengamanan dari TNI/ Polri.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W4ANtf
May 16, 2019 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W4ANtf
via IFTTT
Share:

Friday, May 10, 2019

In Picture: Panen Padi Petani di Sleman

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Petani memanen padi di Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, Jumat (10/5/2019).

Guna mengejar realisasi penyerapan beras di panen raya, Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong Perum Bulog melakukan penyerapan beras hingga 20 ribu ton per hari. Targetnya, Bulog akan menyerap beras petani sebesar 1,8 juta ton hingga akhir tahun ini.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JaT1mV
May 10, 2019 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JaT1mV
via IFTTT
Share:

Friday, May 3, 2019

In Picture: Latihan Operasi Dukungan Kesehatan TNI AL

Latihan diikuti 247 personel melibatkan KRI dr Soeharso-990 dan KRI Makassar-590.

REPUBLIKA.CO.ID,  SURABAYA -- Prajurit TNI AL mengevakuasi korban dari KRI Makassar-590 ke dalam Heli Bell TNI AL HU-4205 saat Latihan Operasi Dukungan Kesehatan TNI Angkatan Laut 2019 di Dermaga Ujung Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (3/5/2019).

Latihan yang diikuti 247 personel dari TNI AL dan satuan non TNI AL serta melibatkan KRI dr Soeharso-990 dan KRI Makassar-590 tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan unsur-unsur kesehatan dalam melaksanakan operasi dukungan kesehatan pada operasi gabungan TNI. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ZSB4hX
May 03, 2019 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ZSB4hX
via IFTTT
Share:

Awal Ramadhan, Obyek Wisata di Purbalingga Tutup Sementara

Penutupan dilakukan untuk pemeliharaan.

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Mulai awal puasa, Senin (6/5) mendatang, seluruh obyek wisata yang dikelola Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Owabong Purbalingga, akan tutup sementara. Obyek wisata yang ditutup, antara lain  Owabong Waterpark, Sanggaluri Park, Soedirmant Point, Bale Agung dan Purbalingga City Park atau Taman Kota Usman Janatin.

''Penutupan dilakukan selain untuk pemeliharaan, juga untuk mempersiapkan kondisi obyek wisata yang lebih baik dan segar saat menyambut libur lebaran,'' jelas Direktur Perumda Owabong, Hartono, Jumat (3/5).

Penutupan sementara obyek wisata ini, menurut Hartono, akan berlangsung hingga 28 Mei 2019. Kecuali untuk obyek wisata Goa Lawa di Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja, yang akan buka lebih cepat pada 14 Mei 2019.

''Dengan demikian, obyek wisata Owabong Waterpark, Sanggaluri Park, Soedirmant Point, Bale Agung dan Purbalingga City Park atau Usman Janatin, tidak menerima kunjungan wisatawan sejak awal puasa hingga 28 Mei 2019. Sedangkan obyek wisata, sudah bisa menerima kembali wisatawan pada 14 Mei 2019,'' jelasnya.

Selama periode penutupan operasional, Hartono menyetakan pihak perumda akan melakukan maintenance terhadap seluruh fasilitas yang ada di seluruh obyek wisata. Selain itu, berbagai wahana baru yang sedang dibangun juga akan diselesaikan proses pembangunannya, sehingga pada saat libur lebaran sudah bisa digunakan.

''Lebih dari itu, kami juga juga ingin mengistirahatkan karyawan kami pada awal puasa agar bisa melaksanakan ibadah puasa lebih kusyuk, sehingga bisa memberi pelayanan prima saat seluruh obyek wisata tersebut kembali dibuka,'' katanya.

Hartono juga menyebutkan, pada saat libur lebaran sejak tanggal 1 hingga 30 Juni 2019, Perumda Owabong akan melakukan perubahan harga tiket masuk ke sejumlah obyek wisata di bawah pengelolaan Perumda Owabong.

''Untuk Family Park atau Waterpark, harga tiket masuknya mengalami kenaikan menjadi Rp 40 ribu per orang, Sanggaluri Park dan Golaga masing-masing Rp 25 ribu per orang, dan Soedirman Point di Kecamatan Rembang mengalami kenaikan menjadi Rp 5 ribu per orang,'' kata Hartono.

Demikian juga untuk bungalow di Komplek Owabong Waterpark, menurut Hartono, juga akan mengalami penyesuaian. Untuk Junior Room naik menjadi Rp 462 ribu, family room menjadi Rp 660 ribu dan VIP Room menjadi Rp 1.452.000. n eko widiyatno

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ZSB3KV
May 03, 2019 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ZSB3KV
via IFTTT
Share:

Thursday, May 2, 2019

Muhammadiyah Mencerdaskan dan Memajukan Bangsa

Pendidikan nasional memiliki visi terbentuknya manusia pembelajar yang bertaqwa.

Indonesia berkemajuan di tengah tantangan dunia yang semakin kompetitif di era Industri 4.0 dengan segala masalah dan tangangannya, hanya dapat dicapai melalui kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul, cerdas dan berkarakter utama.

Manusia yang cerdas menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir adalah manusia Indonesia seutuhnya yang memiliki kekuatan akal budi, moral, dan ilmu pengetahuan yang unggul. Agar mereka mampu memahami realitas persoalan serta membangun kehidupan kebangsaan yang bermakna bagi terwujudnya cita-cita nasional.

"Manusia Indonesia yang cerdas memiliki fondasi iman dan taqwa yang kokoh, kekuatan intelektual yang berkualitas, kepribadian yang utama, dan menjadi pelaku kehidupan kebangsaan yang positif sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila," kata Haedar dalam percakapan dengan Republika, Selasa (30/4).

Ia mengatakan, sumber daya manusia Indonesia yang cerdas dan berkarakter utama hanya dapat dihasilkan oleh sistem pendidikan yang "mencerdaskan kehidupan bangsa" sebagaimana diamanatkan Pembukaan UUD 1945. Pendidikan tersebut menurutnya, dalam prosesnya tidak hanya menekankan pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi sekaligus sebagai proses aktualisasi diri yang mendorong peserta didik untuk memiliki ilmu pengetahuan tinggi dan berkeadaban mulia.

Karenanya menurut Haedar, pendidikan nasional yang selama ini berlaku harus direkonstruksi menjadi sistem pen didikan yang mencerahkan, dengan visi terbentuknya manusia pembelajar yang bertaqwa, berakhlak mulia, dan berkemajuan. Adapun misinya ada enam, yaitu pertama mendidik manusia agar memiliki kesadaran ilahiah, jujur, dan berkepribadian mulia.

Pendidikan holistik

Kemudian kedua membentuk manusia berkemajuan yang memiliki jiwa pembaruan, berfikir cerdas, kreatif, inovatif, dan berwawasan luas. Misi ketiga mengembangkan potensi manusia berjiwa mandiri, beretos kerja keras, wirausaha, dan kompetitif. Lalu keempat membina peserta didik agar menjadi manusia yang memiliki kecakapan hidup dan keterampilan sosial, teknologi, informasi, dan prokomunikasi.

Selanjutnya yang kelima, masih kata Haedar adalah membimbing peserta didik agar menjadi manusia yang memiliki jiwa, daya-cipta, dan kemampuan menga presiasi karya seni-budaya. "Misi keenam yaitu membentuk kader bangsa yang ikhlas, bermoral, peka, peduli, serta bertanggungjawab terhadap kemanusiaan dan lingkungan," jelasnya.

Pendidikan nasional yang holistik tersebut melibatkan seluruh elemen bangsa sehingga menjadi gerakan dan strategi kebudayaan nasional yang menyeluruh menuju kemajuan hidup bangsa yang bermartabat. Menurut Haedar, jumlah penduduk Indonesia yang besar memiliki arti strategis bagi pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berfungsinya lembaga pendidikan holistik menuju Indonesia berkemajuan. Karena itu, kesempatan untuk memperoleh pendidikan bagi setiap warga negara harus menjadi tanggungjawab pemerintah secara mutlak.

"Masyarakat perlu menyadari bahwa jumlah yang besar tanpa didukung dengan kualitas yang tinggi tidak akan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain," ucap dia.

Tidak populer

Di seluruh pelosok Tanah Air, di dae rah terjauh, lembaga pendidikan Muhammadiyah berdiri mencerdaskan masyarakat setempat. Ketika pemerintah belum sepenuhnya menyelenggarakan, keberadaannya sangat diperlukan penduduk. Tanpa membedakan golongan, suku, agama dan primordialisme, Muhammadiyah hadir inklusif, profesional dan berbuat untuk bangsa dalam dunia nyata. Sehingga, tidak sekadar kata-kata dan politik retorika.

"Kehadiran Muhammadiyah kadang tidak populer dan menggema karena etos gerakannya sedikit bicara banyak bekerja, namun kerja keras, pengorbanan dan kiprah nyata Muhammadiyah sangat besar dalam mencerdaskan dan memajukan bangsa di seluruh persada negari," ujar Haedar.

Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP Muhammadiyah, HR Alpha Amir Rachman menambahkan, saat ini ada 6.049 sekolah/ madrasah Muhammadiyah dan Aisyiyah yang tercatat Dapodik Kemendikbud dan Kemenag.

Ia menekankan, hari ini Muhammadiyah turut berperan mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memastikan anak-anak tidak cuma cerdas secara kognitif. Namun, terampil dan ahlakul karimah. "Serta, memiliki pengetahuan Islam memadai sebagai bekal hadapi masa depan yang penuh tantangan," kata Alpha.

Tidak cuma di ruang kelas, karakter mulia dipelajari melalui pelajaran di luar dan ekstrakulikuler. Ada Ikatan Pelajar Mahasiswa, Tapak Suci, Hizbul Wathan dan lain-lain sesuai kekhasan masing-masing sekolah.

Itu membuat sekolah/madrasah Muham madiyah turut menjadi kawah pengkaderan mencetak pemimpin-pemimpin bangsa. Jenderal Besar Soedirman menjadi salah satu contoh hasil nyata dari sistem tersebut. Menyambut Revolusi Industri 4.0, ikhtiar digitalisasi pendidikan turut dilakukan agar proses efektif dan men cerahkan dengan membuka wawasan global. Sehingga, tertanam kesiapan berkompetisi global.

Selain itu, diusung High Order Thinking Skills (HOTS) dalam pedagogi, sehingga siswa-siswa dapat berpikir kritis dan kreatif. Menurut Alpha, langkah-langkah itu jadi bekal penting menghadapi perubahan zaman.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VHFUiV
May 02, 2019 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VHFUiV
via IFTTT
Share:

Sunday, April 21, 2019

Pemerintah Pulangkan 51 Pekerja Migran dari Yordania

Proses pemulangan memanfaatkan program amnesty.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Sebanyak 51 Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMI-B) yang berasal dari  Yordania akhirnya berhasil pulang ke tanah air dengan selamat pada Sabtu (20/4) malam. Proses pemulangan (repatriasi) 51 TKIB dilakukan dengan memanfaatkan program amnesty (pengampunan atas pelanggaran/kesalahan hukum) yang sedang diberlakukan pemerintah Yordania.

Pemulangan  51 PMIB ini merupakan tahap ketiga dengan jumlah terbesar pemulangan WNI sejak dua tahun terakhir. Pada bulan sebelumnya proses repatriasi telah dilakukan dalam dua tahap yang seluruhnya seluruhnya berjumlah 38 orang.

"Program amnesti tahun 2019 ini dimanfaatkan pemerintah untuk mempercepat proses pemulangan para pekerja migran yang bermasalah di Yordania," kata  Kasubdit Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Kementerian Ketenagakerjaan,  Yuli Adiratna, Ahad (21/4).

Yuli mengatakan mayoritas peserta program ini adalah pekerja migran bermasalah yang berstatus ilegal (tidak berdokumen), yang telah berdomisili di Yordania lebih dari delapan tahun.

"Di sana masih ada sekitar 1.040 orang PMI  yang menunggu program amnesty. Pemerintah melakukan berbagai upaya agar proses repatriasi berjalan lancar. Ini bentuk perlindungan bagi pekerja migran, " kata Yuli.

Yuli mengungkapkan ke-51 PMI-B itu terbanyak berasal dari provinsi Jabar yakni 35 orang. Diantaranya dari Indramayu (9), Cirebon dan Karawang (5), Subang (4), Sukabumi dan Purwakarta (3) dan Bekasi, kabupaten Bandung, Cianjur (2).

Sepuluh pekerja migran dari provinsi Banten yakni Tangerang (8) dan Serang (2). Berikutnya dua pekerja migran masing-masing dari provinsi NTB (Sumbawa dan Lombok Tengah), Jawa Tengah (Pekalongan) dan provinsi Jawa Timur (Jember dan Banyuwangi).

Sementara itu,  Dubes KBRI Amman, Andy Rachmianto mengatakan program amnesty pemerintah Yordania ini harus dimanfaatkan sebenar-benarnya, karena program ini tidak selalu ada setiap tahunnya.

 "Kami menargetkan setidaknya 50 persen dari WNI yang berstatus illegal dapat dibantu kepulangannya," kata Dubes Andy.

Kebijakan Amnesti ini diberlakukan selama 6 (enam) bulan, terhitung sejak tanggal 12 Desember 2018 dan akan berakhir nanti tanggal 12 Juni 2019.  Dalam rangka optimalisasi pemanfaatan program ini, KBRI Amman telah melakukan berbagai sosialisasi baik dengan pertemuan langsung, telepon, maupun melalui media sosial.

Menurut Atase Ketenagakerjaan KBRI Amman, Suseno Hadi, hampir seluruh WNI yang memanfaatkan program amnesty ini adalah para pahlawan penyumbang devisa, yang seluruhnya perempuan dan telah menetap di Yordania selama belasan tahun.

Karena itu, diharapkan mereka dapat memanfaatkan program Amnesty ini untuk dapat kembali ke Indonesia. Bagi mereka yang tidak memanfaatkan program ini, denda ijin tinggalnya akan dihitung sejak masa ijin tinggal resminya habis, dengan perhitungan 1.5 Jordan Dinnar (sekitar Rp 29.500) perhari.

Setelah diumumkannya program Amnesty ini jumlah pekerja migran bermasalah yang mendaftarkan diri ke KBRI terus bertambah setiap harinya. Dengan kebijakan Amnesty ini diharapkan dapat menjaring seluruh WNI yang bermasalah terhadap pelanggaran ijin tinggalnya di Yordania.

 “KBRI telah berkoordinasi dengan pihak imigrasi dan beberapa institusi pemerintah terkait agar bisa membantu kepulangan mereka ke tanah air," kata Suseno.

Suasana haru tercipta saat para PMIB bertemu keluarganya yang menjemput di bandara.

"Alhamdulillah bisa pulang melalui amnesty Yordania. Jadi bisa pulang gratis dan proses kepulangannya pun sangat cepat, " kata Altarmini (35) asal Bandung yang telah bekerja lima tahun di Yordania.

Altarmini terharu dan terisak saat anak dan orangtuanya menjemput di Bandara Soetta.

Sementara Tania (31) pekerja migran dari Cianjur mengaku senang bisa kembali ke tanah air. "Saya senang bisa kembali ke tanah air dengan cepat dan tanpa beaya. Semua hak-hak kami pun sudah dilunasi. Tak ada masalah, " ujar Tania yang telah tujuh tahun berpisah dengan keluarganya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vfwJHS
April 21, 2019 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vfwJHS
via IFTTT
Share:

Monday, April 15, 2019

Ivanka Trump Kampanye Pemberdayaan Perempuan Afrika

Ivanka Trump kampanye pemberdayaan perempuan di Etiopia, Afrika.

REPUBLIKA.CO.ID, ADDIS ABABA – Putri sekaligus penasihat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Ivanka Trump, mengunjungi Etiopia pada Ahad (14/4). Kunjungan tersebut dilakukan untuk menghadiri pertemuan puncak tentang pemberdayaan ekonomi perempuan Afrika.

Setibanya di Addis Ababa, Ivanka mengunjungi sebuah kedai kopi dan perusahaan tekstil. Kehadirannya di sana sekaligus untuk mempromosikan inisiatif bantuan sebesar 50 juta dolar AS untuk mendorong pekerjaan perempuan di negara-negara Afrika.

“Pada dasarnya kami percaya bahwa berinvestasi pada perempuan adalah kebijakan pembangunan yang cerdas dan itu adalah bisnis yang cerdas. Itu juga demi kepentingan keamanan kita karena perempuan, ketika kita diberdayakan, (dapat) memelihara perdamaian dan stabilitas,” kata Ivanka, dikutip laman Voice of America (VoA).

The Women’s Global Development and Prosperity (W-GDP) Initiative mengatakan pihaknya berharap mampu memberdayakan 50 juta perempuan melalui kerja sama dengan Pemerintah AS dan mitranya. Kendati memiliki tujuan positif, terdapat beberapa pihak yang memiliki sentimen terhadap kunjungan Ivanka ke Etiopia.

Hal itu terutama disebabkan karena sikap ayahnya yang masih belum ramah terhadap para migran Afrika. “Saya tidak berpikir orang-orang akan memiliki perasaan yang baik (terkait kunjungan Ivanka),” kata jurnalis Etiopia Sisay Woubshet.

Namun, Markale Tesfaye, seorang aktivis mengaku yakin bahwa kunjungan Ivanka ke Afrika membawa misi yang baik. “Saya pikir dia datang dengan sungguh-sungguh untuk memberdayakan perempuan dan ada baiknya dia datang karena dia akan memajukan agenda kita,” ujarnya.

Dalam kunjungannya, Ivanka dijadwalkan bertemu dengan Presiden Etiopia Sahle-Work Zewde dan Perdana Menteri Abiy Ahmed. Setelah itu dia akan bertolak ke Pantai Gading untuk menghadiri pertemuan tentang peluang ekonomi bagi perempuan di Afrika Barat. Ivanka juga disebut akan menghadiri konferensi tingkat tinggi kebijakan Bank Dunia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DdXyAq
April 15, 2019 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DdXyAq
via IFTTT
Share:

Monday, April 1, 2019

BPK Temukan Potensi Penerimaan Negara Hilang

Menurut BPK ada selisih data ekspor antara Indonesia dengan negara tujuan ekspor

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya perbedaan data antara data ekspor yang dilakukan pemerintah dengan data realisasi penerimaan barang dari negara tetangga yang menjadi tujuan ekspor. Perbedaan data ini kemudian menimbulkan selisih yang bisa menjadi potensi penerimaan negara.

Anggota IV BPK Rizal Djalil merinci, ada empat besar negara tujuan ekspor khususnya sektor pertambangan mineral dan batu bara (minerba) saat ini. Empat negara tersebut antara lain India, China, Korea Selatan dan Jepang. Sayangnya, menurut data BPK, dari keempat negara tujuan ini masih ada selisih data.

"Ini ada distorsi, ada dispute, antara barang yang dikirimkan dari pelabuhan di Indonesia dengan pelabuhan di negara tujuan ekspor," kata Rizal di Universitas Indonesia, Senin (1/4).

Rizal merinci untuk negara India misalnya, pada periode 2017-2018 Indonesia mengekspor komoditas minerba dengan total 174,6 juta ton. Sedangkan data impor yang dilakukan oleh India atas komoditas yang Indonesia kirim sebesar 197,3 juta ton. Artinya, ada selisih 22,7 juta ton.

Sedangkan untuk Korea Selatan pada periode 2017-2018 Indonesia mengekspor komoditas minerba dengan total 62,1 juta ton. Sedangkan data penerimaan oleh Korea Selatan sebesar 78,7 juta ton. Ada selisih 16,6 juta ton.

Sedangkan ke Jepang, Indonesia mengekspor komoditi mineral dan pertambangan sebesar 53,1 juta ton. Sedangakan realisasi yang diterima oleh Jepang sebesar 60,9 juta ton yang artinya ada selisih sebesar 7,8 juta ton.

"Ini bukan persoalan Kementerian ESDM, ini persoalan kita semua. Mungkin saya juga harus berkoordinasi teman-teman Kementerian Keuangan, Bea Cukai dan lain sebagainya," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono tak menampik persoalan perbedaan data tersebut. Namun dia memastikan bahwa apa yang tercatat selama ini di ESDM merupakan data real dari pengapalan perusahaan perusahaan sektor minerba.

Untuk itu, kata Bambang pihaknya bersama beberapa stakeholder lainnya sedang membuat satu singel data dan acuan perhitungan ekspor impor khusus di sektor minerba. Hal ini perlu dilakukan kata Bambang agar tidak terjadi persoalan perbedaan data kembali.

"Itu perbedaan data saja. Kita kerjasama sama BPS dan Bea Cukai dan Perdagangan untuk buat satu indikator data ekspor impor itu," ujar Bambang.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OF5qiK
April 01, 2019 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2OF5qiK
via IFTTT
Share:

Tuesday, March 26, 2019

Buka Pameran Produk Unggulan Narapidana, JK Goreskan Angka 1

Pameran Produk Unggulan Narapidana 2019 digelar di kantor Kemenperin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka peresmian Pameran Produk Unggulan Narapidana 2019, di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Selasa (26/3). Namun, ada yang menarik, saat JK menggoreskan angka 1 sebagai tanda peresmian pameran yang diselenggarakan atas kerja sama Kemenperin dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia itu.

Hal itu bermula usai JK memberi sambutan pembukaan, JK diminta oleh pembawa acara untuk menggoreskan tulisan apa pun di kanvas sebagai penanda peresmian pameran. Tak disangka, JK justru menggoreskan angka 1 di kanvas. Itu juga yang kemudian membuat Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang berada di panggung tertawa, diikuti seluruh peserta pameran yang hadir.

Dalam sambutannya, JK juga mengapresiasi terselenggaranya pameran produk unggulan narapidana binaan Lembaga Pemasyarakatan tersebut. Menurutnya, pembinaan-pembinaan memang dibutuhkan para narapidana untuk menjadi bekal ketika selesai menjalani hukumannya.

"Sekarang syukur bahwa sudah berbagai produksi yang dihasilkan oleh masyarakat kita yang dibina oleh lapas, bukan hanya untuk menghabiskan waktu tapi untuk membina masa depannya tapi juga bermanfaat untuk masyarakat lainnya," kata JK.

JK menilai, pembinaan dapat membuat para narapidana memiliki kemampuan dam keterampilan. Dengan begitu, itu dapat mencegah para narapidana kembali mengulangi perbuatannya saat keluar dari Lapas.

"Karena kalau masyarakat kita termenung hanya tiap hari di lembaga permasyarakatan melihat nasibnya yang tidak tentu tentu berakibat lain pada saat dia keluar nanti mungkin dia keluarkan menambah kejahatannya," katanya.

"Apalagi kalau tidak mempunyai kemampuan lapangan kerja tidak mempunyai pekerjaan tentu akan memperbesar," kata JK.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UURCDl
March 26, 2019 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UURCDl
via IFTTT
Share:

Wednesday, March 20, 2019

Simpati Rakyat Australia Pascatragedi Christchurch

Banyak rakyat Australia memberikan dukungan kepada umat Muslim.

Oleh: Iwan Awaluddin Yusuf*

Meskipun terpisah 2.000 kilometer di bagian tenggara Australia, Selandia Baru adalah negara tetangga di Oceania dan berada di benua yang sama. Kejadian penting yang terjadi di Selandia Baru, relatif cepat mendapat respon di Australia, begitu pula sebaliknya.

Waktu pelaksanaan Shalat Jumat pun tak jauh berbeda. Selandia Baru lebih awal dua jam dibanding Melbourne. Sesaat setelah menyelesaikan Shalat Jumat, seorang kawan yang tinggal di Selandia Baru mengabarkan lewat akun media sosialnya, telah terjadi penembakan di dua masjid di Kota Christchurch saat Shalat Jumat berlangsung.

Rasa marah, sedih, dan kecewa bercampur aduk menjadi satu setelah mengetahui banyaknya jumlah korban dan pelakunya adalah warga Australia. Saya semakin marah setelah membaca pernyataan Fraser Anning, seorang senator dari Queensland, Australia yang justru menyalahkan umat Islam atas kejadian teror di Selandia Baru itu.

Tapi setidaknya, kekesalan saya sedikit terlampiaskan setelah Will 'Egg Boy' Connolly, memukulkan telur ke kepala Fraser Anning. Lewat aksi kontroversialnya, Si Egg Boy berhasil menarik perhatian masyarakat dunia sehingga muncul tagar #EggaNAZI. Remaja Melbourne itu tidak terima suatu agama dan pemeluknya dilabeli secara sepihak dan rasis, seolah-olah Islam adalah akar dari semua penyebab kekerasan dan orang Islam adalah komunitas yang penuh kekerasan pula.

Sehari setelah tragedi Christchurch, tak sedikit teman dan warga Australia (yang notabene tidak beragama Islam), memberi respon dengan menunjukkan solidaritas dan dukungan. Dari sekadar bertanya apakah ada kerabat yang menjadi korban hingga memberikan kartu ucapan atau karangan bunga dan meletakkan di depan masjid-masjid atau tempat ibadah umat Islam lainnya. Ada pula yang sengaja datang dan menemui tokoh komunitas Muslim untuk menyampaikan ucapan solidaritas dan dukungannya secara langsung.

Kebetulan juga, Ahad (17/3) telah diprogramkan sejak lama, kegiatan Open Mosque 2019 yang diikuti sekitar 10 masjid se-negara bagian Victoria. Meskipun ada imbauan untuk tetap tenang dan waspada, setelah berkoordinasi dengan pihak kemananan dan pemerintah setempat, penyelenggara acara memutuskan tetap menyelanggarakan acara tersebut. Pertimbangannya justru menjadikan open mosque sebagai forum strategis untuk menjembatani perbedaan dan menghilangkan miskonsepsi yang ada selama ini terhadap Islam, Muslim, dan keberadaan masjid itu sendiri.

Harus diakui, Islamophobia masih terjadi di Australia, apalagi trauma Bom Bali yang melekat dalam memori kolektif masyarakat Australia karena banyak warga Australia yang menjadi korban saat itu. Framing media dan komentar oknum politisi juga seringkali memperkeruh suasana. Realitas inilah yang kami rasakan sebagai minoritas, meski secara umum Australia sangat ramah dan toleran, apalagi kehidupan agama adalah urusan individu.

Alhamdulillah, dukungan masyarakat sekitar sungguh luar biasa dalam kegiatan Open Mosque. Mereka terus berdatangan sepanjang hari, dari pagi sampai sore. Ratusan orang dari berbagai komunitas, perwakilan gereja, council, tetangga sekitar, mengunjungi Masjid Westall, tempat komunitas Muslim dari Indonesia sering berkegiatan.

Simpati juga datang dari kampus tempat saya belajar, Monash University. Di kampus yang mahasiswa aktifnya berjumlah 70 ribu orang ini, secara resmi, rektor mengirim email ke seluruh civitas akademika menyatakan belangsungkawa dan mengutuk aksi teror di Selandia Baru. Kampus mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda berduka. Tak berhenti di situ saja, kampus juga menjadwalkan penyelenggaraan doa bersama lintas agama.

Terorisme, kebencian, dan kekerasan tidak akan pernah menang. Kelembutan hati, persaudaraan, dan rasa damailah yang lebih bisa menyatukan manusia. Dan itulah seharusnya yang selalu ditunjukkan dan menjadi bagian penting dari identitas Islam.

Kia Kaha, stay strong NZ! Abqa qawiyyan wa tasydidul ukhuwah, brothers and sisters!

*) Peneliti dan dosen di Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia, PhD candidate di Faculty of Arts Monash University Australia

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2W91k53
March 20, 2019 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2W91k53
via IFTTT
Share:

Tuesday, March 19, 2019

Petani Diimbau Nyoblos Sebelum ke Sawah

Selain petani, nelayan juga diimbau untuk tidak melaut dulu pada 17 April.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU  -- Pemilu 2019 yang akan berlangsung pada 17 April 2019, bersamaan dengan musim panen di Kabupaten Indramayu. Para petani pun diimbau tetap menggunakan hak pilihnya. "Sebelum pergi ke sawah, kami minta petani nyoblos terlebih dahulu," ujar Ketua KPU Kabupaten Indramayu, Ahmad Fatoni, Selasa (19/3).

Tak hanya petani, Toni juga mengimbau para nelayan di Kabupaten Indramayu untuk tidak melaut pada 17 April. Dengan demikian, mereka juga bisa menggunakan hak pilihnya. Selama ini, sebagian nelayan di Kabupaten Indramayu melaut di luar perairan Indramayu. Untuk itu, mereka menghabiskan waktu berhari-hari hingga berbulan-bulan lamanya.

Menurut Toni, aktivitas nelayan Indramayu yang melaut ke perairan di luar Indramayu selama ini menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat partisipasi pemilih dalam pemilu di Kabupaten Indramayu. Dia pun sudah berkoordinasi dengan organisasi nelayan untuk mengupayakan agar nelayan tidak melaut pada saat pencoblosan.

Toni menyebutkan, tingkat partisipasi pemilu pada saat Pilkada Serentak 2018 di Kabupaten Indramayu hanya 58,64 persen. Angka tersebut merupakan yang terendah di Jabar.

Untuk Pemilu 2019, Toni menargetkan tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Indramayu mencapai 77,5 persen. Target tersebut sama dengan target KPU Pusat.

Toni menyebutkan, jumlah DPT di Kabupaten Indramayu per 10 Desember 2018 mencapai 1.353.210 jiwa. Dia berharap, seluruh warga itu menggunakan hak pilihnya secara benar pada saat pencoblosan. "Ada 5.179 TPS yang tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu," terang Toni.

Terkait surat suara, Toni menyebutkan, hingga kini jenis surat suara yang sudah diterima oleh KPU Indramayu ada empat jenis. Yakni surat suara untuk pemilihan presiden, DPR RI, DPD dan DPRD Provinsi Jabar. "Tinggal surat suara untuk DPRD Indramayu, yang rencananya akan tiba 21 Maret 2019," kata Toni. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2JqeIQS
March 19, 2019 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2JqeIQS
via IFTTT
Share:

Saturday, March 16, 2019

Keluarga Tarrant Langsung Kontak Polisi Setelah Lihat Berita

Tetangga mengenal Tarrant sebagai pemuda yang sopan.

REPUBLIKA.CO.ID, CHRISTCHURCH — Beberapa menit usai melancarkan aksi terorisme di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, dunia mengenal Brenton Harrison Tarrant (28 tahun). Pelaku terorisme asal Australia itu melancarkan aksi biadabnya dengan memamerkan di siaran langsung media sosial Facebook. Aksi terorisme dilakukan di Masjid Al Noor di pusat kota dan masjid di pinggiran Linwood.

Keluarga Tarrant yang tinggal di Kota Grafton utara, New South Wales (NSW) terkejut dan ketakutan menyaksikan aksi itu. Seperti dilansir dari News.com.au, Sabtu (16/3), keluarga Tarrant langsung menghubungi pihak berwenang Australia usai melihat berita. Mereka juga menawarkan bantuan penyelidikan kepada aparat kepolisian.

Komisaris Polisi NSW, Mick Fuller mengatakan kasus pembunuhan tidak pernah terdengar di Australia selama empat tahun terakhir. Selama ini, polisi hanya mengurusi masalah pelanggaran lalu intas kecil.

Terkait Tarrant, Fuller mengatakan, saat ini tersangka hanya didakwa satu dakwaan pembunuhan. Namun, dia memperkirakan tersangka akan menghadapi dakwaan lebih lanjut saat investigasi berlanjut.

Rincian tentang latar belakang tersangka muncul tak lama usai aksi terorisme itu terjadi. Pelaku beranggapan aksi itu bertujuan mengurangi tingkat imigrasi ke tanah Eropa.

Media Sky News melaporkan masyarakat di Kota Grafton terkejut atas aksi Tarrant. Sebab, masyarakat setempat mengenal tersangka sebagai seorang pemuda yang santun dan sopan. Tarrant adalah seorang siswa di sekolah menengah setempat. Usai lulus, dia bekerja di pusat kebugaran.

Pada April 2010, ayahnya meninggal karena kanker pada usia 49 tahun. Kemudian, Tarrant melakukan perjalanan ke berbagai tempat selama tujuh tahun. Seorang teman berspekulasi, Tarrant ditempa rakalisme pada masa-masa itu.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ChBsN1
March 16, 2019 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ChBsN1
via IFTTT
Share:

Wednesday, March 13, 2019

Ketua KPU Akui Situs KPU Kerap Diserang

IP Address peretas berasal dari dalam dan luar negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, mengakui situs KPU kerap 'diserang'. Para peretas yang mencoba membobol situs KPU bukan hanya satu atau dua orang.

"Namun, hacker (peretas) ini kan orang per orang, bukan institusinya. Itu yang harus ditegaskan. Sementara itu, IP address bisa berasal dari dalam negeri dan luar negeri," ujar Arief kepada wartawan di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/3).

Namun, individu yang berada di balik IP address itu bisa dari mana saja. Bisa saja IP address dari negara lain tetapi orangnya domestik atau sebaliknya."Bisa juga campuran," lanjut Arief.

Arief menambahkan, pihaknya selalu menjaga sistem IT KPU tetap aman. Hal ini dilakukan karena serangan dari peretas datang setiap hari.  Peretasan juga tidak akan mempengaruhi dan mengubah hasil pemilu.

Salah satu upaya yang dilakukan KPU yakni menghentikan dulu operasional laman resmi KPU. "Kami setop dulu sebentar tetapi semua masih bisa digunakan," tambah Arief.

Isu peretasan dari Rusia dan Cina mengemuka setelah Arief menyatakan pelaksanaan pemilu Indonesia dibayangi peretasan para hacker dari dua negara itu. Menurut Arief, serangan para peretas itu terjadi setiap hari, bahkan setiap jam.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2T268aH
March 13, 2019 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2T268aH
via IFTTT
Share:

Monday, March 11, 2019

Lolos di Kasus 2,2 Ton Ganja, Kini AG Berhasil Ditangkap

AG berperan sebagai pengendali bisnis narkoba

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Salah satu tersangka sindikat peredaran 20 kilogram sabu yang ditangkap petugas BNN Provinsi Jabar, AG merupakan daftar pencarian orang (DPO) kasus 2,2 ton ganja. Dalam kasus ganja yang diungkap BNNP Jabar tahun 2016, tersangka AG berhasil lolos dari sergapan petugas. Namun kali ini tersangkap berhasil diringkus dengan barang bukti sabu kualitas tinggi senilai Rp 40 miliar.

"Dalam kasus 2,2 ton ganja yang diungkap di Cianjur tersangka AG berhasil kabur. Namun kali ini dia berhasil kita ringkus," kata Kepala BNNP Jabar, Brigjen Pol Drs Sufyan Syarif kepada para wartawan di kantornya di Jl H Hasan No 1 Soekarno-Hatta, Senin (11/3).

Menurut Sufyan, dalan kasus sabu tersangka AG berperan sebagai pengendali bisnis haram ini. Dalam menjalankan aksinya tersangka merekrut kaki tangan. Barang bukti sabu tersebut, kata dia, dibawa tersangka dari Dumai dengan mengendarai sebuah mobil Toyota Kijang. Setelah menempuh perjalanan dari Dumai komplotan inu menyeberangi Bakauheni Lampung dan menuju Sukabumi.

"Penyergapan kita lakukan di Sukabumi setelah kita kuntit sejak dari Dumai," ujar Sufyan.

Sebagaimana diberitakan, BNN Provinsi Jabar berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba jenis sabu jaringan Tiongkok. Empat tersangka diamankan dalam pengungkapan yang merembet dari Sukabumi hingga ke Lampung. Dari jaringan sindikat ini petugas menyita sebanyak 20 kilogram sabu kelas satu.

"Sindikat ini jaringan antarprovinsi. Sabunya berasal dari Tiongkok," kata Sufyan.

Empat tersangka yang ditangkap petugas yaitu AG, LI, AJ, dan GI. Awalnya petugas mendapat laporan dari masyarakat ihwal jaringan sindikat Tiongkok, Aceh, Dumai, Jakarta, dan Jabar ini. Setelah mendapatkan informasi tersebut petugas kemudian melakukan profiling terhadap AG dan kawan-kawan. Setelah dilakukan pengejaran selama dua pekan, polisi akhirnya menangkap ke empat tersangka di wilayah Kabupaten Sukabumi.

"Pengejaran dilakukan hingga ke daerah pelosok," tutur Sufyan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SXfXqj
March 11, 2019 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SXfXqj
via IFTTT
Share:

Wednesday, March 6, 2019

Dua Pejabat Pemkot Bandung Jadi Kepala Dinas Pemprov Jabar

Keduanya berhasil terpilih menjadi pejabat pimpinan tinggi pratama di Pemprov Jabar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dua pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meneruskan karirnya ke instansi vertikal. Keduanya berhasil terpilih menjadi pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar).

Pejabat tersebut adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Bandung, Dedi Supandi. Ia dilantik menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat. Sementara koleganya, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang), Hery Antasari dilantik menjadi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat.

Untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan kedua pejabat eselon II itu, Wali Kota Bandung, Oded M Danial melakukan langkah cepat. Oded menyiapkan dua nama Pelaksana tugas (Plt) agar roda organisasi perangkat daerah yang ditinggalkan tidak terganggu.

"Sudah ada nama yang ditunjuk sebagai Plt di masing-masing perangkat daerah. Untuk Plt Kepala DP3APM akan dijabat Kamalia Purbani (Asisten Pemerintahan dan Kesra) dan Plt. Bappelitbang adalah Ahyani Raksanagara (Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika)," kata Oded dalam siaran persnya, Rabu (6/3).

Oded memastikan roda organisasi di kedua perangkat tidak terganggu dengan kepergian kedua pejabat tersebut. Sebab, pelayanan publik maupun program pembangunan di kedua perangkat daerah diselenggarakan secara kolektif.

"Kita kan berorganisasi. Program kerjanya berprinsip pada kolektif kolegial. Dengan adanya Plt, mesin organisasi harus tetap jalan dan tidak boleh terpengaruh," katanya memastikan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2H16htf
March 06, 2019 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2H16htf
via IFTTT
Share:

Wednesday, February 27, 2019

Kiai Maruf: Tantangan Sekarang Meng-NU-kan Dunia

Kiai Maruf menyampaikan tantangan NU di masa mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJAR -- Mustasyar PBNU KH Maruf Amin menghadiri giat Munas dan Konbes PBNU pada Rabu, (27/2) di Kota Banjar. Kiai Maruf menyampaikan tantangan NU di masa mendatang.

Kiai Maruf mengatakan organisasi NU sudah terkenal di luar negeri. Bahkan ada perwakilan NU di sejumlah negara luar. Tapi ia menyatakan tantangan utama ialah menjadikan paham NU digunakan di seluruh dunia.

"Sekarang tinggal gimana meng-NU-kan dunia, itu tantangan jadi tidak hanya dikenal saja. Harapan 100 tahun kedua enggak cuma dikenal dunia tapi meng-NU-kan dunia," katanya dalam sambutan di hadapan ribuan kader NU di Kota Banjar.

Menurutnya, wajar bila NU menargetkan perluasaan organisasi dan paham ke kancah global. Sebab, NU sudah menjadi organisasi terbesar se-Indonesia. Ditambah lagi, kata dia, NU memiliki lambang bola dunia. Ia memandang maksud lambang itu ialah agar NU mendunia.

"NU sudah mendunia. NU organisasi dunia, bukan lokal. Dari mana tahunya? dari lambang NU. Lambang NU itu bola dunia," ujarnya.

Kiai menyerahkan tugas meng-NU-kan dunia pada generasi muda NU. Guna memenuhinya, ia berharap generasi muda NU mendapat tempaan pendidikan berkualitas dari kader NU senior agar mampu bersaing di kancah luar negeri. "Ini tugas generasi mendatang yang kita siapkan," ucapnya.

Selain itu, guna mencapai target tersebut, ia menekankan supaya NU memperbaiki diri. Dengan begitu, NU dapat menjadi organisasi berkinerja efektif dan efisien. "Gimana bangun organisasi efektif, efisien biar kembangkan tugas NU lebih baik ke depannya," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2GMqeUr
February 27, 2019 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2GMqeUr
via IFTTT
Share:

Pilpres dan Pengemudi Taxi Sydney Asal Sukabumi

Dia pilih pilpres kepada calon yang pantas memimpin.

Oleh: Ilham Bintang, Jurnalis Senior

Sydney menyambut ramah Rabu (27/2) siang ini. Langit cerah.  Suhu 26 derajat.  Penghujung summer. Pengemudi taxi asal Sukabumi, Tato Suharto (69 tahun) mengantar kami ke hotel di kawasan City.

Saat mengangkat koper di bandara tadi, Tato merekam wajah saya sambil menyorong pertanyaan. “ Dari Malaysia?,” tanyanya.

“Bukan. Saya dari Indonesia,” jawab saya.

“ Ouw sama dong dengan saya,” sambarnya.

Tato sudah 45 tahun di Sydney, Australia. Dia bercerita banyak tentang orang- orang Indonesia yang sukses di Sydney. Dalam perjalanan, dia sempat menunjuk gedung tinggi warna coklat yang tampak cukup mencolok.

“ Itu milik Sisca Sudomo,” katanya, pas mobil melintas depan gedung tersebut. “ Ingat Sisca Sudomo, kan?,” tanyanya tanpa menunggu jawaban.

Dan, Tato sendiri  bisa disebut sosok sukses di Sydney. Sudah punya rumah sendiri di kota utama Australia itu. Dia  tinggal berdua dengan isterinya, wanita asal Cikembar, Sukabumi, satu kampung dengan Tato. Tiga anaknya jadi semua. Satu  ahli IT tinggal di London. Satu lagi sarjana tehnik sipil. Yang perempuan, sarjana arsitektur. Dua yang disebut terakhir tinggal di Sydney juga cuma beda rumah.

“ Tinggal cucu yang belum punya,” ujarnya sambil tertawa.

Kapal Tanker

Tamat STM I Budi Utomo, Jakarta, Toto remaja diajak pamannya bekerja di kapal tanker. Dengan kapal itulah ia berkeliling separuh dunia. Paling berkesan waktu ke Iraq. “ Masa itu Iraq masih mesra-mesranya dengan Amerika, “ kisahnya.

Ia masuk Sydney tahun 1974. Tahun 1979 ia pulang ke Sukabumi untuk menikah. Setahun kemudian ia pun memboyong isterinya ke Australia.

“Saya pulang tiga tahun sekali ke Indonesia. Bulan Mei tahun ini kami akan pulang berlebaran di kampung. Mudik,”  ungkapnya.

Di kampung ia juga memiliki beberapa rumah serta kebon yang cukup luas. Ketika ditanya, Tato menganggap walaupun ia telah memiliki kelengkapan hidup seperti rumah, pekerjaan, dan penghasilan tetap, tapi yang ideal adalah tinggal dan hidup di negeri sendiri.

“Usia saya sudah hampir 70 tahun. Mestinya sudah pensiun di Sukabumi. Kumpul sama seluruh keluarga. Tapi mau bagaimana lagi?  Anak -anak tidak ada yang mau pulang,” papar Tato yang masih tetap mempertahankan kewarganegaraannya.

“ Pilih siapa nanti waktu Pilpres ?” Tanya saya.

“ Pilih yang paling pantas jadi pemimpin, “ jawabnya tanpa mengurai lagi.

Dia benar. Pilihan  mestinya memang menjadi hak pribadi setiap orang. Biarkan dia hanya berkaca pada hati nuraninya sebelum memutuskan pilihannya.

Oh, iya,  menurut jadwal, kami mestinya tiba di Sydney pagi hari. Ini lambat tiga jam karena pesawat Garuda GA 712 yang kami tumpangi mengalami kerusakan pada saat boarding semalam. Penumpang sempat turun dari pesawat karena perbaikan memerlukan waktu sekitar 3 jam.

Akhirnya pesawat take off pukul 01.15 WIB dari rencana semula pukul 22.15. Tapi penerbangan yang menelan waktu 6 jam 50 menit amat nyaman. Bisa tidur pulas, sampai dibangunkan pramugari dua jam sebelum landing. Sambil menyajikan sarapan.

Hanya ada  seorang penumpang yang saat turun menunggu  di Lounge Garuda di Soekarno Hatta, memilih tidak melanjutkan penerbangan.

Andaikata pesawat tidak mengalami gangguan teknis, atau terbang tepat, niscaya kami tidak akan ketemu Tato Suharto.

Dan, tentu saja tidak ada cerita ini. Maka benar kata kitab suci. Selalu ada hikmah di balik suatu peristiwa.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2NvpuUk
February 27, 2019 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2NvpuUk
via IFTTT
Share:

Saturday, February 23, 2019

Mahasiswa Prodi Penyiaran UBSI Diterima Magang di Jasa Marga

Para peserta diharapkan dapat sejalan dengan visi misi PT Jasa Marga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahasiswa Program Studi (Prodi) Penyiaran Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI)  diterima pada Program Mahasiswa Magang Bersertifikat (PMMB) di PT Jasa Marga. Penerimaan PMMB PT Jasa Marga (Persero) Tbk Batch 2 tahun 2019 ini, bertempat di Classroom Jasa Marga Learning Institute Plaza Tol Taman Mini Indonesia, Jakarta, Jumat (22/2).

Kegiatan ini dihadiri oleh Imad Zaki Mubarak selaku Jasa Marga Learning Institute (JMLi) Group Head dan Alex Danni selaku direktur Human Capital PT Jasa Marga. Sedangkan UBSI diwakili oleh Diah Puspitasari selaku wakil rektor (warek) Bidang Akademik, Suharyanto selaku warek Bidang Kemahasiswaan, dan Rachmat Suryadithia selaku ketua BSI Career Center (BCC).

Dalam sambutannya,  Imad Zaki mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung dalam kesempatan PMMB Bacth 2 kepada para mahasiwa terpilih dalam program tersebut. Ia juga mengharapkan para  mahasiswa dapat sejalan dengan visi misi PT Jasa Marga. 

Alex Danni menambahkan, Significant Difference for Education sangat penting sebagai tujuan perkembangan perekonomian bangsa Indonesia dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Akademik UBSI, Diah Puspitasari menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PT Jasa Marga yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa UBSI untuk magang di PT Jasa Marga.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan PT Jasa Marga yang telah menerima mahasiswa UBSI untuk magang dan belajar secara langsung dengan sumber daya manusia profesional pada PT Jasa Marga. Ini merupakan kebanggaan bagi kami,”  ujar Diah.

Pada  kesempatan yang sama, Diah menyampaikan pesannya kepada mahasiswa magang agar selalu menjaga etika dengan baik dan senantiasa sopan selama mengikuti PMMB di PT Jasa Marga.

 

 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ErcrAo
February 23, 2019 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ErcrAo
via IFTTT
Share:

Friday, February 22, 2019

Kebon Raya Bogor akan Punya Saingan di Cibinong

Semua jenis tanaman di Indonesia akan ditanam di Kebun Raya Cibinong.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berencana untuk membuat kebun raya di Cibinong. Kebun raya tersebut dibangun di bawah naungan LIPI yang kemudian dalam prosesnya akan berkordinasi dan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Kepala bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kabupaten Bogor, Ajat Rohmat Jatnika, mengatakan bahwa ada lahan yang dimiliki LIPI sekitar 180 hektare di Kabupaten Bogor yang dipergunakan untuk berbagai tujuan seperti pendidikan, penelitian dan lainnya. Kemudian ada proyek baru yang akan digarap oleh LIPI dan Pemkab Bogor yaitu dibuatkannya Kebun Raya Cibinong.

“Pemerintah mencoba menciptakan pemerintahan yang baik, dan dibangunnya Kebun Raya di LIPI tersebut memang menjadi agenda LIPI yang sejalan dengan agenda kami (Pemkab),” ujar Ajat ketika dijumpai Republika.co.id, Jumat (22/2).

Sebelumnya pihak Pemerintah Kabupaten Bogor telah memetakan lahan strategis dan lahan yang dimiliki LIPI itu menurut Ajat adalah lahan yang paling strategis di Kabupaten Bogor. Cibinong mengalami kemajuan yang cukup baik, sehingga membutuhkan juga Kebun Raya dan Ruang Terbuka Hijau.

Ia menambahkan bahwa konsep yang akan digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor adalah lebih kepada nilai Indonesianya. Di mana semua jenis tanaman di Indonesia akan ditanam di sana. Menurutnya, semua tanaman rencananya akan diberikan zonasi dari setiap jenisnya.

Oleh karena itu, menurut Ajat, dengan dimulainya pembagian pembangunan di jalur lingkar adalah awal dari keseriusan proyek ini. Ia menambahkan bahwa proses pembuatan Kebun Raya dimanapun akan membutuhkan waktu yang panjang, sehingga ketika melakukan MoU dan melakukan proses pembangunan jembatan dan jalur lingkar di sekitar kebun raya nantinya akan menjadi awal yang baik.

Ia menegaskan bahwa untuk pembangunan jalur tersebut direncanakan selesai pada tahun 2020. Sedangkan untuk kebun rayanya masih memiliki proses yang panjang. Pembangunan jalur tersebut akan dibagi oleh LIPI dan Pemerintah Kabupaten Bogor, dimana LIPI mendapatkan lima hektare, sedangkan Pemkab 1,2 hektare.

Selain itu, Ajat mengatakan bahwa anggaran pembangunan tersebut akan berasal dari kedua instansi, LIPI akan mendapatkan biayanya dari APBNnya, sedangkan Pemda dari APBDnya. Menurut Ajat, masing-masing sudah mempunyai perencanaan mengenai apa yg akan dilakukan dari biaya tersebut, meskipun pihak Pemerintah daerah belum bisa mengatakan secara pasti berapa jumlahnya.

Sementara di sisi lain, Pengamat Tata Kota, Nirwono mengatakan bahwa kebun raya memang dibutuhkan untuk koneksi dan penelitian plasma nutfah (bibit tanaman asli lokal). Sehingga keanekaragaman hayati di setiap wilayah bisa untuk dikembangkan sebagai bahan farmasi, ketahanan pangan lokal, regional hingga nasional.

“lokasi Kebun Raya harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga tidak melanggar tata ruang wilayah itu sendiri,” ujar Nirwono kepada Republika.co.id.

Selain itu, Nirwono menambahkan bahwa Kebun Raya harus mampu memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi warga sekitar dan Bogor umumnya. Keberadaan Kebun Raya akan bermanfaat bagi semua kalangan, tidak terkecuali bagi perekonomian warga Bogor sendiri.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BXQ5Fd
February 22, 2019 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BXQ5Fd
via IFTTT
Share:

Wednesday, February 20, 2019

Lulusan SMK Penyumbang Terbesar Angka Pengangguran DIY

Salah satu penyebabnya karena ilmunya tak sesuai kualifikasi pekerjaan.

REPUBLIKA.CO.ID,  YOGYAKARTA -- Angka pengangguran di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih terbilang tinggi. Penyumbang terbesar pengangguran sendiri berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kabid Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY, Ariyanto Wibowo mengatakan, salah satu penyebabnya karena ilmu yang didapat di bangku pendidikan, tidak sesuai dengan kualifikasi pekerjaan yang dibutuhkan. Sehingga, banyak lulusan SMK yang terpaksa menganggur.

Untuk itu, seluruh pihak yang terlibat harus bersinergi mengatasi hal ini. Baik pemerintah maupun pihak swasta  untuk mengurangi pengangguran dalam rangka meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Hal yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan berbagai pelatihan kewirausahaan. Begitu juga dengan pelatihan keterampilan juga dibutuhkan. "Kita ada pelatihan kewirausahaan. Untuk perawat juga seperti upskill agar perawat itu mendapat sertifikasi, juga perlatihan perhotelan," kata Ariyanto saat dihubungi, Selasa (19/02).

Tidak hanya lulusan SMK, mahasiswa juga menjadi penyumbang tingginya angka pengangguran di DIY. Sementara, mahasiswa itu tidak semuanya memiliki KTP DIY.

Hal ini disebabkan karena lulusan perguruan tinggi di DIY, sebagian masih ada yang menetap untuk mencari pekerjaan. Sedangkan, dalam jangka waktu enam bulan tinggal di DIY, maka akan ikut terdata sebagai penganggur di wilayah DIY.

"Rekrutmen perusahaan besar, biasanya berkerjasama dengan perguruan tinggi besar di Yogyakarta, seperti UGM, UPN, Duta Wacana. Lulusan mahasiswa ini masih betah untuk bertahan di DIY sambil mereka mencari pekerjaan," kata Sekretaris Disnaker DIY, Sriyati.

Dari data Disnaker DIY, angka pengangguran mencapai 73.350 orang berdasarkan data per Agustus 2018. Angka pengangguran terbanyak ada di Kabupaten Sleman, sebesar 29.692 orang.

Sementara, disusul Kabupaten Bantul dengan angka 15.734 orang. Setelah itu Kota Yogyakarta sebesar 14.897 orang, Gunungkidul sebesar 9.249 orang dan Kulon Progo sebesar 3.778 orang. "Tidak hanya lulusan SMK, mahasiswa ini juga menyumbang cukup besar naiknya pengangguran yang ada di DIY," lanjut Sriyati.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SN5yC9
February 20, 2019 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SN5yC9
via IFTTT
Share: