Showing posts with label 2019 at 10:46PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 10:46PM. Show all posts

Friday, April 12, 2019

Jangan Berpikir Menumpuk-numpuk Harta

Yang penting, memanfaatkan harta untuk bekal menuju akhirat

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Syarqawi Dhofir 

Pada suatu hari, Rasulullah SAW keluar rumah sambil memegang tangan Abu Dzar. ''Wahai Abu Dzar, tahukah kamu bahwa di depan kita ada sebuah tanjakan yang sulit yang hanya bisa dilalui oleh orang-orang yang ringan beban?''

Seorang sahabat bertanya, ''Wahai Rasulullah, apakah saya ini termasuk orang-orang yang ringan atau sarat beban?'' Rasulullah menjawab dengan pertanyaan, ''Apakah kamu punya makanan untuk hari ini?'' Orang itu menjawab, ''Ya.'' Rasulullah bertanya lagi, ''Untuk besok pagi?'' ''Ya,'' jawabnya lagi. Rasulullah kembali bertanya, ''Untuk besok lusa?'' Orang tadi menjawab, ''Tidak.''

Lalu Rasulullah menegaskan, ''Kalau kamu mempunyai makanan yang cukup untuk tiga hari, maka kamu termasuk orang-orang yang sarat beban''. Yang dimaksud dengan ''tanjakan yang sulit'' oleh hadis tersebut adalah jalan menuju kebahagiaan akhirat. Sedangkan yang dimaksud dengan ''beban'' adalah harta.

Hal itu, karena proses materialisasi membuat angan-angan menjadi panjang. Setiap hari sibuk menumpuk harta. Tidak sebatas untuk diri sendiri. Bahkan dipikirkan pula agar bisa mewariskannya dalam jumlah besar, khawatir kalau anak kelak melarat.

Karena itu, segala sesuatunya disiapkan sekarang. Harta yang menumpuk lalu terasa belum memenuhi seluruh keinginan. Sehingga semakin kaya semakin kikir. Yang dipikirkan, bagaimana harta bertambah, bukan bagaimana memanfaatkannya untuk bekal menuju akhirat yang sulit itu.

Nabi sendiri tak meninggalkan harta. Seluruh tanah dan hartanya telah diwakafkan. Kata Beliau, ''Kami para nabi tidak mewariskan warisan harta kecuali semuanya telah menjadi sedekah.'' (H.R. Bukhari). Dalam hidup ini kadang-kadang kita ini bertindak sebagai Tuhan. Ingin menetapkan pembagian rezeki, kalau perlu sampai tujuh keturunan, karena rasa waswas yang berlebihan tentang masa depan keturunan. Padahal yang berhak menetapkan pembagian rezeki itu adalah Allah.

Kita lupa bahwa tugas terhadap anak bukan semata mewariskan harta yang memang diperlukan, tetapi yang lebih penting mewariskan pendidikan yang baik buat Allah dan manusia. Ali bin Abi Thalib R.A berkata: ''Kebaikan itu bukan ada pada banyaknya harta dan anak, tetapi pada banyaknya pendidikan, besarnya kepekaan sosial, dan perasaan terhormat dengan ibadah.'' Dan karena itu, menurut beliau, harta itu hanya baik buat pendosa yang bertobat dan orang yang senang bergegas dalam kebaikan.

Pengalaman mengajarkan, betapa banyak anak seorang petani miskin lalu menjadi kaya dan baik hanya lantaran orang tua tadi mewariskan pendidikan yang baik kepada anaknya. Tetapi sebaliknya, betapa banyak anak yang menerima harta warisan banyak tetapi tak berbekal pendidikan yang baik, atau berbekal tetapi pendidikan yang melulu berurusan dengan keduniaan, lalu menjadi bangkrut, miskin, dan sesat jalan. Na'udzubillah!

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UBEI0L
April 12, 2019 at 10:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UBEI0L
via IFTTT
Share:

Wednesday, February 13, 2019

Valentino Rossi Khawatir Lawan Dua Jebolan Akademinya

Franco Morbidelli dan Francesco Bagnaia adalah jebolan VR46 Academy.

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Pembalap MotoGP dari Yamaha Movistar, Valentino Rossi, ketar-ketir. Berkecamuk berbagai macam pikiran dalam benaknya.

Ini sehubungan dengan kehadiran dua jebolan akademinya, di MotoGP tahun ini. Keduanya adalah Franco Morbidelli dan Francesco Bagnaia.

Dua lulusan VR46 Academy itu tujuh kali juara program junior Rossi. Kini keduanya berada di kelas yang sama dengan mentornya.

Pekan lalu, saat tes pra-musim di Sepang, catatan waktu keduanya di atas sang legenda. Ini yang dikhawatirkan Rossi.

"Anda tahu, ketika kami memulai proyek akademi, dengan Pecco dengan Franco, kami tidak mengharapkan masalah ini. Kami tidak berharap pembalap kami bertarung dengan saya," kata tujuh kali juara dunia dikutip dari Motorsport.com, Rabu (13/2).

Meski demikian, ada sisi baiknya. Hal tersebut, menurut Rossi, menunjukkan keberhasilan sistem pendidikan di akademinya.

Morbidelli diminta mengomentari situasi ini. Pembalap Petronas Yamaha SRT itu mengaku merasa senang dengan keadaan ini. Bersaing dengan Rossi, menurutnya, menaikkan motivasi bertandingnya. "Melihat legenda di jalur Anda, memberi Anda kekuatan, memberi Anda motivasi untuk melakukan lebih baik," ujarnya.

Sementara, Bagnaia mendapat jatah mengendarai motor Alma Pramac Racing. Juara Moto2 tahun lalu itu juga tampil mengesankan saat tes pramusim di Sepang. Balapan resmi musim ini baru berlangsung pada pertengahan bulan depan. GP Qatar seperti biasa, jadi pembuka, tepatnya pada 10 Maret 2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GnqWY5
February 13, 2019 at 10:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GnqWY5
via IFTTT
Share:

Monday, February 11, 2019

Sikapi Hoaks, Gus Yasin: Semua akan Dipertangungjawabkan

Produksi dan penyebaran hoaks merupakan tindakan tak terpuji menurut agama.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG— Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, atau yang akrab disapa Gus Yasin mengajak semua lapisan masyarakat bertabayun guna mencegah penyebaran hoaks menjelang Pemilu 2019.

"Pada tahun politik seperti sekarang, hoaks marak dan ini harus kita sikapi. Ingat, bahwa kita diperintahkan oleh agama dan kalau kita mengaku orang yang beriman, ketika muncul berita-berita yang tidak bisa kita pertanggungjawabkan harus bertabayun," katanya di Semarang, Senin.

Menurut Gus Yasin, selain bertabayun untuk mencari kejelasan tentang sesuatu hingga benar adanya, masyarakat juga harus ingat jika setiap perbuatan akan ada pertanggungjawabannya di hadapan Tuhan.  

Bagi umat Muslim, kata dia, semua akan ada pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT, baik itu yang dilihat, didengar, dipikirkan, maupun yang dilakukan. 

"Demikian pula bagi umat agama lain, pasti ada pertanggungjawaban terhadap Tuhan atas semua yang dilakukan," ujarnya.

Putra ulama karismatik KH Maimoen Zubaer itu mengimbau semua informasi yang diterima masyarakat harus disaring sebelum dibagikan ke pihak lain agar tidak ikut menyebarkan hoaks.

Terkait dengan pelaksanaan Pemilu 2019, Gus Yasin juga mengajak semua komponen masyarakat untuk menciptakan kondusivitas di semua penjuru Indonesia, termasuk di Jateng.

"Tidak kalah penting adalah menunjukkan bahwa Jateng peduli dengan pemilihan kepala daerah, pemilihan legislatif dan pemilihan presiden, selalu menjaga keberagaman dan persatuan bangsa," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UTMq28
February 11, 2019 at 10:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UTMq28
via IFTTT
Share:

Tuesday, February 5, 2019

Dompet Dhuafa Bantu Korban Banjir di Manado

Dompet Dhuafa bekerjasama dengan pemerintah setempat membantu korban banjir longsor.

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Sejumlah wilayah di Kota Manado, Sulawesi Utara diterjang banjir dan longsor akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Lima kecamatan terdampak banjir dan longsor, yakni Kecamatan Wanea, Mapanget, Singkil, Paal Dua dan Wenang.

"Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa melakukan respons cepat, tepat dan terkoordinasi untuk membantu masyarakat saat terjadi bencana. DMC Dompet Dhuafa didukung relawan yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai ujung tombak dalam penanggulangan darurat bencana," kata Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, drg Imam Rullyawan kepada Republika.co.id Selasa (5/2).

Imam mengatakan, Dompet Dhuafa bekerjasama dengan pemerintah setempat dalam membantu para korban banjir dan longsor. Hingga hari ini pembersihan fasilitas umum terus dilanjutkan. Dompet Dhuafa juga mengoperasionalkan dapur umum dan pos hangat di Ponpes Darul Istiqamah untuk memberi dukungan logistik.

Sementara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengoperasionalkan tiga posko tanggap darurat banjir yang berlokasi di lobi kantor gubernur, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan.

Imam menyampaikan, data sementara Pemerintah Kota Manado menginformasikan masyarakat terdampak banjir dan longsor pada Jumat (1/2) sebanyak 7.818 jiwa atau 2.201 keluarga.

Empat jiwa meninggal dunia yakni dua korban longsor dan dua korban banjir. "Sebanyak 1.130 bagunan terendam air, rusak dan hanyut di delapan kecamatan dan 23 kelurahan di Kota Manado," ujarnya.

Bahkan akibat cuaca buruk dan banjir yang melanda Kota Manado, sebanyak empat penerbangan batal mendarat. Beberapa penerbangan tujuan Manado terpaksa dialihkan dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado ke Bandara Jalaludin Gorontalo.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UC5lOO
February 05, 2019 at 10:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UC5lOO
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 22, 2019

Investasi KEK Bangka Rp 5,3 Triliun

Sekitar 150 dari 273 hektare lahan KEK Pariwisata Bangka sudah dibebaskan

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALPINANG -- Direktur PT Pantai Timur Sungailiat, Thomas Jusman pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membutuhkan investasi senilai Rp 5,3 triliun. Nilai investasi tersebut diharapkan bisa mempercepat pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat di daerah ini.

"Luas Wilayah yang telah disetujui 273 hektare di dalam kawasan izin lokasi KEK 600 hektare," kata Thomas Jusman di Pangkalpinang, Selasa (22/1).

Thomas mengatakan kebutuhan investasi di luar pembangunan infrastruktur mencapai Rp 600 miliar. "Ini dalam jangka waktu 20 tahun," ujarnya.

Menurut dia saat ini sekitar 150 dari 273 hektare lahan  KEK Pariwisata Bangka yang disediakan sudah dibebaskan dan digarap. "Mudah-mudahan KEK Pariwisata ini segera ditandatangani Presiden Joko Widodo, sehingga pengelolaan dan pembangunan infrastruktur pendukung kawasan khusus ini lebih maksimal," katanya.

Ia menambahkan rencana bisnis yang akan digarap KEK Pariwisata Bangka antara lain pariwisata (integrated coastal entertainment destination), akomodasi (hotel, resort, dan glamping, homestay). Selain itu entertainment (old town garden, hillcrest park, theme park, water park, wetland park), commercial (MICE, mall, lifestyle beach, festival  beach, arts, crafts market, boardwalk dan marina, commercial center), serta kawasan residential.

"Kawasan KEK ini juga akan dijadikan sebagai tempat ajang perlombaan olahraga skala internasional dan kegiatan wisata lainnya," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WanxR5
January 22, 2019 at 10:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WanxR5
via IFTTT
Share:

Friday, January 18, 2019

5 Fakta Tentang Ustaz Baasyir

Ustaz Baasyir (ilustrasi)

Foto: Republika TV
EMBED
18 Januari 2018 Ustaz Baasyir berstatus bebas tanpa syarat.

REPUBLIKA.CO.ID, 16 Juni 2011
Divonis 15 tahun penjara karena tuduhan terorisme.

Agustus 2017
Kondisinya menurun. Sempat dibawa ke RS Jantung Harapan Kita.

Awal Maret 2018
Presiden Jokowi dan Menhan bahas kemungkinannya jadi tahanan rumah.

3 Maret 2018
Australia menolak keringanan terhadapnya.

18 Januari 2018
Ustaz Baasyir berstatus bebas tanpa syarat. Yusril Ihza Mahendra menyampaikan itu atas instruksi Presiden Jokowi. Pertimbangannya kemanusiaan dan kesehatan.

  • Video Created:
  • Fakhtar Khairon Lubis

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MickcN
January 18, 2019 at 10:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MickcN
via IFTTT
Share:

Thursday, January 17, 2019

Prabowo: Penghasilan Pejabat Publik Harus Besar

Jokowi menanggapi dengan menyebut biaya pencalonan pemilu yang murah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menilai perlunya langkah konkret, praktis, dan segera terkait penggajian terhadap pejabat daerah. Dia memberi contoh soal adanya gubernur yang digaji Rp 8 juta di mana luas wilayahnya lebih besar dari negara Malaysia. Menurutnya ini tidak realistis.

"Saya kira harus segera berani memberi terobosan supaya penghasilan pejabat publik itu besar, kemudian kita pangkas kebutuhan kampanye contoh kampanye di TV, kita jangan terlalu banyak bayar di TV. Kemudian juga baliho-baliho," kata dia dalam debat perdana Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1).

Setelah itu Jokowi menanggapinya dengan memberi contoh soal biaya pencalonan di pemilu yang murah. Dia mengatakan bahwa rekrutmen yang berbasis potensi itu ada pada dirinya.

"Misal saya sendiri. Misal pada saat pencalonan menjadi wali kota saya gunakan anggaran yang kecil, juga saat menjadi gubernur di DKI Jakarta saya tidak keluarkan (dana) sama sekali. Pak Prabowo juga tahu, ketua-ketua partai itu juga tahu tapi memang ini sekali lagi memerlukan proses yang panjang. Artinya ada pergerakan politik dari relawan dan publik tanpa mengedepankan finansial," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QTQHQM
January 17, 2019 at 10:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QTQHQM
via IFTTT
Share: