Showing posts with label 2018 at 06:49PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 06:49PM. Show all posts

Wednesday, December 26, 2018

Satgas Antimafia Bola Telah Terima 149 Aduan Masyarakat

Satgas kini sedang memilah mana yang akan didahulukan untuk diselidiki.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satgas Antimafia Bola Kombes Raden Argo Prabowo Yuwono mengatakan, call center Satgas Antimafia Bola telah menerima 149 laporan dari masyarakat sejak diaktifkan sekitar satu pekan lalu. Satgas kini sedang memilah mana yang akan didahulukan untuk diselidiki.

"Partisipasi masyarakat untuk menciptakan sepakbola Indonesia yang bersih ternyata luar biasa. Saat ini saja sudah ada 149 laporan ke call center kita. Kita sedang pelajari setiap laporan tersebut," jelas Argo, Rabu (26/12).

Laporan datang dari berbagai unsur masyarakat, lanjutnya. Namun tidak dapat disebutkan siapa saja dan apa saja yang dilaporkan. Saat ini kita sedang memilah mencari skala prioritas. "Selain menunggu laporan masyarakat, tim Satgas Antimafia Bola juga Sudja mengirim sejumlah penyidik ke berbagai daerah," katanya.

Menurut Argo, penyidik disebar ke daerah yang dicurigai melakukan match fixing. "Nanti kalau sudah ada laporan dari penyidik, bari kita akan panggil yang terindikasi terlibat match fixing.

Seperti diketahui, Satgas Antimafia Bola juga melibatkan Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri. Bareskrim baru saja memangil Sesmenpora Gatot Dewabroto untuk dimintai keterangan. Dalam pesan di GWA Kemenpora Pers. Gatot mengirim pesan singkat "Aku baru saja diperiksa di Bareskrim terkait tugas Satgas Tim Pemberantasan Pengaturan Skor. Mereka cuman pengin tahu konstruksi regulasinya. Alhamdulillah udah selesai".

"Lelah memang, karena sedang bertubi-tubi masalah yang harus dihadapi. Alhamdulillah tetap harus fight," ujar Gatot.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SmnKP1
December 26, 2018 at 06:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SmnKP1
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 25, 2018

Pakar: Pendeteksi Tsunami di Indonesia Butuh Lebih Canggih

Tata ruang di pantai seharusnya juga diatur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ahli paleotsunami Eko Yulianto mengakui Indonesia memang membutuhkan pendeteksi dini tsunami yang lebih canggih. Sebab, ia menilai saat ini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru mengandalakan seismometer untuk mendeteksi tsunami.

Melalui seismometer, BMKG memiliki waktu minimal lima menit untuk dapat mengolah informasi parameter gempa. Apabila gempa berpotensi tsunami, maka dibutuhkan waktu lagi untuk mengabarkan kepada masyarakat.

"Misalnya itu menyampaikan kepada masyarakat satu menit, jadi total enam menit sudah hilang. Sementara melihat peristiwa tsunami yang belakangan ini terjadi di Palu, Sulawesi Tengah, air itu dua sampai tiga menit sudah sampai daratan," kata Eko kepada Republika.co.id, Selasa (25/12).

Selain seismometer, Indonesia juga menggunakan tsunami buoy. Namun, Eko mengatakan, buoy tersebut memiliki risiko kerusakan yang tinggi. Sering kali buoy dirusak oleh pihak tidak bertanggung jawab atau tidak sengaja tertabrak kapal. Apabila ini terjadi, maka Indonesia tidak memiliki pendeteksi dini tsunami yang baik.

Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI ini juga mengatakan, sudah ada usulan terkait pendeteksi gempa yang ditanamkan di dasar laut. "Alternatifnya memasang tsunami detector yang dipasang di bawah samudera," kata Eko menjelaskan.

Namun, lanjut Eko, tersedianya alat pendeteksi tsunami yang canggih dan aman bukan satu-satunya hal yang perlu dilakukan dalam mengatasi bencana tsunami di Indonesia. Tata ruang di pantai seharusnya juga diatur sehingga ketika terjadi tsunami tidak akan memakan banyak kerusakan atau pun korban.

"Kalau kita lihat di Carita kemarin, sebenarnya gelombang cukup dekat dengan garis pantai. Tapi karena bangunan yang ada sangat dekat dengan garis pantai, maka kerusakan dan korban banyak," kata Eko.

Sebenarnya, kata Eko, sudah ada peraturan soal sempadan pantai, yakni bagian tepi pantai yang harus dikosongkan dari aktivitas manusia. Namun, ia mengakui cukup sulit menerapkannya karena aturan tersebut keluar setelah pantai-pantai tersebut dikelola. "Memang pada kondisi seperti itu memerlukan upaya yang lebih cerdas supaya tata bangunan bisa diatur, bangunan penting rumah sakit atau sekolah bisa djauhkan dari pantai sehinga relatif lebih aman," katanya menjelaskan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TcnQZu
December 25, 2018 at 06:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TcnQZu
via IFTTT
Share:

Sunday, December 23, 2018

BRI Syariah Terus Salurkan Pembiayaan ke Sektor Halal

Jumlah pembiayaan yang telah disalurkan sampai September 2018 sebesar Rp 21,27 T.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank BRI Syariah memperluas pembiayaan ke industri halal. Sebab, sebagai bank syariah, perseroan hanya bisa menyalurkan pembiayaan ke sektor halal.

"Sehingga sampai saat ini, BRI Syariah telah menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor halal," ujar Sekretaris Perusahaan BRI Syariah Indriati Tri Handayani kepada Republika.co.id, Ahad, (23/12). Ia menyebutkan, jumlah pembiayaan yang telah disalurkan perseroan sampai September 2018 sebesar Rp 21,27 triliun.

Lebih lanjut, ia mengatakan, tantangan tahun depan yakni terkait pengetatan likuiditas. Hal itu menurutnya harus diwaspadai.

"Kita pun memilih sejumlah strategi peningkatan penghimpunan dana untuk hadapi persoalan likuiditas," ujarnya. Di antaranya dengan meningkatkan pemasaran layanan payroll.

"Kemudian melakukan peningkatan layanan digital banking untuk meningkatkan CASA (dana murah) dan transaksi," jelas Indriati. Ia menambahkan, BRI Syariah menargetkan, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada 2019 bisa tumbuh di atas 20 persen dibandingkan 2018.

Sebelumnya, per akhir September lalu penghimpunan DPR BRI Syariah sebesar Rp 27,76 triliun atau secara year on year (yoy) tumbuh 9 persen dari periode sama pada 2017 yang sebesar Rp 25,36 triliun. Sebagai informasi, total Aset BRI Syariah pada kuartal III 2018 juga naik sebesar 19 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp 36,18 triliun. Sebelumnya pada periode sama tahun lalu sebesar Rp 30,42 triliun.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AbJlm8
December 23, 2018 at 06:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AbJlm8
via IFTTT
Share:

Saturday, December 22, 2018

Jokowi: Tugas Seorang Ibu Berat Namun Mulia

Jokowi mengatakan, seorang ibu menjalankan tugasnya tanpa meminta balas jasa apapun.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, tugas seorang ibu berat namun mulia. Jokowi mengatakan, seorang ibu menjalankan tugasnya tanpa meminta balas jasa apapun.

"Menjadi ibu adalah sebuah tugas berat, dan juga sebuah tugas yang mulia dalam membentuk generasi penerus kita, tugas yang berat namun juga tugas yang mulia," kata Jokowi di Makassar, Sabtu (22/12).

Jokowi mengemukakan hal itu menanggapi Hari Ibu setiap tanggal 22 Desember di kediaman pribadi Jusuf Kalla di Jalan Haji Bau, Makassar. Presiden bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersantap siang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla di kediaman pribadi JK tersebut.

"Dalam pendidikan kepada anak, ibu adalah guru utama yang ada di setiap anak di Indonesiak karena ibu adalah yang memberi isi yang pertama pada anak-anaknya," ujarnya.

Presiden juga menilai bahwa seorang ibu juga menjadi seorang dokter bagi keluarganya. "Ibu juga seperti seorang dokter yang entah pagi, entah tengah malam, entah subuh, pagi kalau anak-anakya ada apa-apa. Tugas beratnya di situ," ucapnya.

Dibanding dengan berbagai tugas beratnya, ibu pun tidak meminta tanda jasa kepada anak-anaknya. "Saya kira terlalu banyak untuk kita eja satu per satu, berat tugas yang dititipkan kepada ibu oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita tahu semua itu tanpa memikirkan berapa pahalanya, dan tidak terbersit apapun untuk meminta balas jasa," jelasnya.

Meski mengaku tidak memberikan hadiah khusus kepada Ibu Iriana Joko Widodo pada Hari Ibu, Presiden mengaku jamuan makan siang sudah menjadi momen berharga bagi keduanya.

"Tadi sudah makan bersama di sini hehehe bersama Pak Jusuf Kalla," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Bz4DtG
December 22, 2018 at 06:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Bz4DtG
via IFTTT
Share:

Mahasiswa UBSI Sukabumi Ikuti Sosialisasi Penggunaan Fintech

Di era digital, tak ada lagi sekat finansial.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sukabumi bekerja sama dengan Bank Indonesia Regional Jawa Barat menyelenggarakan seminar ekonomi dan teknologi. Kegiatan tersebut diadakan di Aula UBSI Sukabumi, Jalan Cemerlang nomor 8 Warudoyong, Kota Sukabumi, Kamis (20/12).

Seminar yang bertemakan “Sosialisasi Peluang dan Penggunaan Uang Eletronik (e-Money) serta Financial Technology (Fintech) ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan dosen UBSI Sukabumi.

Seminar yang dibuka oleh Kordinator Kampus UBSI Sukabumi, Denny Pribadi dan Asisten Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Karsono menampilkan nara sumber  anggota Komisi XI DPR-RI, Heri Gunawan;   Manager Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Keuangan Inklusif BI Regional Jawa Barat, Pramudya Wicaksana; dan Staf Pengelolaan Uang Rupiah BI Regional Jawa Barat, Peri Ardiansyah.

“Selamat datang di era ekonomi digital, di mana tidak ada lagi sekat dalam hal finansial. Ke depannya semua aspek akan berhubungan dengan teknolog. Maka dari itu, Bank Indonesia sebagai salah satu otoritas di bidang sistem pembayaran berusaha melakukan kontrol terhadap financial technology (fintech) yang telah berkembang pesat di Indonesia dan kebijakan Bank Indonesia bisa diterima di industri dan juga masyarakat,” ujar Karsono saat memberikan kata pembuka seminar, seperti dikutip dalam rilis UBSI yang dterima Republika.co.id, Jumat (21/12).

“Produk fintech seperti e-money (uang elektronik), salah satu yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia,” kata Manager Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Keuangan Inklusif BI Regional Jawa Barat, Pramudya Wicaksana.

Menurutnya, e-money yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia berbasis chip. Sementara untuk produk berbasis server hanya berfungsi di perangkat pribadi seperti smartphone.

“Pertama kali Bank Indonesia menggunakan database untuk e-money kurang lebih tahun 2007. Pengguna e-money disamping sebagai alat pembayaran juga ada sebuah kesempatan yang berhubungan dengan peluang startup usaha,” kata Heri Gunawan.

Bukan hanya itu. Menurut Staf Pengelolaan Uang Rupiah BI Regional Jawa Barat, Peri Ardiansyah,  seiring arus revolusi industri 4.0, penggunaan transaksi e-money berpotensi dapat membantu perkembangan bisnis dan tantangan bagi industri perbankan, transportasi, ritel, dan pemerintah daerah.

“Dengan sistem tersebut, transaksi menjadi lebih fleksibel, efisien, dan sebagai salah satu cara pencegahan tindak korupsi. Diharapkan acara ini, memberikan pemahaman dan kemudahan untuk bertransaksi, bertransportasi maupun hal lainnya,” ujarnya.

Kepala kampus UBSI Sukabumi,  Denny Pribadi  menyambut antusias atas kerja sama UBSI Sukabumi dengan Bank Indonesia untuk melaksanakan seminar ekonomi dan teknologi.

“Pihak kampus sangat senang dengan adanya  kerja sama ini. Pengetahuan perkembangan teknologi terkini seperti ini sangat dibutuhkan oleh peningkatan keilmuan mahasiswa kami yang berkuliah di bidang teknologi. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut dikegiatan yang akan datang,” ujar Denny.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QL8sXi
December 22, 2018 at 06:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QL8sXi
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 19, 2018

Polda Metro Gagalkan Peredaran 70 Kg Sabu untuk Tahun Baru

Sabu dan ekstasi dikirim dari Malaysia untuk diedarkan di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya mengungkap 70 kilogram sabu-sabu dan 49.238 butir ekstasi dari jaringan antarnegara di Apartemen Season City Jakarta Selatan pada 17 Desember. Polda Metro Jaya mengatakan, narkoba tersebut akan diedarkan di Jakarta dalam rangka perayaan tahun baru.

"Pelaku jaringan internasional barang dari Malaysia melalui Palembang dan didistribusikan di Jakarta," kata Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigadir Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat di Jakarta Rabu (19/12).

Dari pengungkapan itu, polisi meringkus YH (41), N (47), AB (38), M (36), AS (28), H (28), dan HG (35), sedangkan tiga tersangka lainnya berstatus buronan yaitu IJK, JH dan D alias RM. Brigjen Wahyu menyebutkan tersangka menyelundupkan narkoba itu dari Malaysia menuju Palembang kemudian diedarkan di Jakarta dalam rangka perayaan tahun baru.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat II Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Dony Alexander mengungkapkan para tersangka menggunakan dua mobil dari tiga kendaraan guna mengangkut narkoba. Para menyimpan narkoba pada bagian sound system agar tidak terdeteksi anggota kepolisian.

"Di sound system mobil terdapat dua kotak, satu kotak yang bisa memuat 15 sampai 20 kg," jelas AKBP Dony.

Petugas juga menyita barang bukti berupa tiga koper dan tiga tas yang berisi sabu seberat 70 Kg dan ekstasi sebayak 49.238 butir, satu unit mobil Porsche, satu unit mobil Pajero Sport, satu unit mobil Fortuner, satu unit mobil Marcedes Benz, satu unit mobil Avega, satu unit motor Yamaha R15, dan satu unit motor Honda Beat. Para tersangka dijerat Pasal 12, Pasal 114, serta 115 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2R2tT5v
December 19, 2018 at 06:49PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2R2tT5v
via IFTTT
Share:

Sunday, December 2, 2018

Sumur Global Wakaf Terinspirasi dari Wakaf Ustman bin Affan

Sudah ada 15 sumur wakaf yang dibangun Global Wakaf–ACT DIY.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Global wakaf akan membangun sumur wakaf di seluruh Indonesia. Saat ini  telah menjangkau 19 provinsi dengan total 168 desa di 80 Kabupaten/Kota. Sekitar 190-an Sumur wakaf  yang dibangun mengaliri kebaikan bagisekitar 270.000-an penerima manfaat.

“Insya Allah ikhtiar akan terus dilakukan Global Wakaf dalam memproduktifkan Sumur Wakaf sebagaimana halnya Sumur Wakaf Utsman. Dengan pengelolaan yang profesional, Sumur Wakaf akan mengalirkan manfaat yang tak kan terputus,” kata Head ofPartnership  ACT DIY Bagus Suryanto.

Sudah lebih 1.400 tahun berlalu, namun keberkahan sumur yang diwakafkan oleh Utsman bin Affan masih dimanfaatkan oleh masyarakat Madinah hingga saat ini. Bahkan, hasil pengelolaan sumur itu terus dapat dirasakan oleh fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan hingga saat ini.

Cerita dari  sumur wakaf Utsman yang produktif dan bertahan lebih dari 1.400 tahun berubah menjadi cerita inspiratif bagi lembaga-lembaga wakaf saat ini. Salah satunya Global Wakaf. Berbekal semangat memproduktifkan aset-aset wakaf untuk kepentingan umat si DIY sampai akhir November 2018 sudah ada 15 sumur wakaf yang dibangun Global Wakaf–ACT DIY .

Sigit Purnomo selaku tokoh masyarakat di Dusun Rejosari menyampaikan di dusun Rejosari sendiri sebelumnya sudah ada 2 sumur bor yang coba dibangun untuk mengatasi kekeringan warga. Hanya saja kedua sumur tersebut tidak memiliki sumber mata air yang bagus sehingga hanya cukup untuk dimanfaatkan sekitar 4-5 Kepala Keluarga saja.

"Alhamdulillah debit air dari sumur yang dibangun Global Wakaf-ACT DIY ini sangat melimpah, diujicobakan untuk masyarakat selama lebih darienam jam masih bagus. Padahal semula di dusun ini cukup susah sumbermata airnya," kata dia.

Penanggung jawab pembangunan Sumur Wakaf di Dusun Rejosari  KharisPradana mengatakan program pembangunan Sumur Wakaf ini akan menjadisolusi jangka panjang permasalahan kekeringan di Gunungkidul. “Sekarang sudah ada 15 Sumur Wakaf yang dibangun, dan Gedangsari adalah sumur wakaf ke 13 dibangun di Kabupaten Gunungkidul. Walaupun di sebagian tempat sudah turun hujan, tapi globa lwakaf ACT akan terus membangun sumur wakaf agar masyarakat tidak kekurangan air bersih lagi ketika terjadi kemarau,” kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EczShY
December 02, 2018 at 06:49PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EczShY
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 27, 2018

Kemenperin akan Luncurkan Indeks Industri 4.0

Indeks akan mengukur kesiapan industri dalam negeri menghadapi revolusi industri 4.0

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan indeks industri 4.0 akan diluncurkan di 2019 untuk mengukur kesiapan industri-industri di dalam negeri dalam menghadapi perubahan akibat revolusi industri 4.0.

Airlangga menjelaskan bahwa dalam indeks tersebut masing-masing industri melakukan penilaian mandiri (self-assessment) terhadap kemampuan mereka di bidang-bidang terkait revolusi industri 4.0. Indeks industri bertajuk Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) merupakan metode asessmen untuk mengukur tingkat kesiapan perusahaan dalam menerapkan teknologi industri 4.0 serta menghasilkan efisiensi dan produktivitas dari penerapan peta jalan tersebut.

Beberapa hal yang menjadi indikator penilaian dalam INDI 4.0 antara lain sisi manajerial, pabrik, dan aplikasi internet of things (IoT).

"Self-check semacam ini baru diluncurkan Singapura tahun ini, jadi kami akan mulai luncurkan tahun depan," kata dia ditemui usai acara Kompas100 CEO Forum di Jakarta, Selasa (27/11).

Airlangga menjelaskan bahwa pihaknya juga telah mendorong industri-industri di dalam negeri untuk bersiap menghadapi dinamika revolusi industri 4.0. Beberapa industri sudah menjadi percontohan, seperti Schneider Electric Indonesia di sektor elektronik, Henkel di sektor kimia, dan Garuda Food di sektor makanan dan minuman.

Airlangga mengungkapkan bahwa di beberapa industri percontohan tersebut sudah diaplikasikan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi.

"Industri yang sudah siap itu dijadikan proyek percontohan, dan Kemenperin melakukan pelatihan-pelatihan untuk kelas manager dalam bentuk semacam seminar dan kunjungan pabrik," ujar dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zwe7pg
November 27, 2018 at 06:49PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zwe7pg
via IFTTT
Share:

Saturday, November 24, 2018

KPK tak Ambil Pusing Bantahan Bupati Bekasi

KPK mendalami informasi adanya indikasi penanggalan mundur sejumlah dokumen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak ambil pusing dengan pernyataan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin nonaktif yang mengaku tak tahu menahu ihwal dugaan izin mendirikan bangunan (IMB) dibuat mundur atau backdate dalam proses perizinan proyek Meikarta. Pada pemeriksaan Jumat (23/11), Neneng membantah mengetahui adanya backdate tersebut.

"KPK telah menemukan adanya backdate. Siapa yang melakukannya tidak bisa disampaikan saat ini. Tapi faktanya kami dapatkan. Bantahan, sangkalan, itu silakan saja, dari pihak-pihak tertentu apalagi tersangka silakan saja. KPK tentu tidak bergantung pada keterangan satu orang saja," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Sabtu (24/11).

Terkait dengan perizinan, KPK mendalami informasi adanya indikasi penanggalan mundur dalam sejumlah dokumen perizinan Meikarta, yaitu sejumlah rekomendasi sebelum penerbitan IMB, perizinan lingkungan dan pemadam kebakaran, dan lainnya. Jika rekomendasi-rekomendasi tersebut tidak diproses dengan benar, maka risiko terkait masalah lingkungan, seperti banjir dan lainnya di lokasi pembangunan properti dapat menjadi lebih tinggi.

"Terkait dengan adanya dugaan penanggalan mundur dalam perizinan Meikarta ini, KPK sedang menelusuri juga apakah pembangunan sudah dilakukan sebelum perizinan selesai," jelas Febri. "Kami menduga persoalan perizinan Meikarta terjadi sejak awal. Misalnya masalah pada tata ruang. Karena itu, sebenarnya beralasan bagi pihak pemprov, pemkab, ataupun instansi yang berwenang untuk melakukan evaluasi terhadap perizinan Meikarta."

Lebih lanjut Febri menambahkan, peruntukan lahan dan tata ruang penting diperhatikan agar pembangunan properti dapat dilakukan secara benar dan izinnya tidak bermasalah. Karena jika ada masalah, maka hal ini dapat merugikan masyarakat yang menjadi konsumen.

"Adanya temuan KPK tentang dugaan suap dalam proses perizinan dan indikasi backdate sejumlah dokumen perizinan semestinya bisa menjadi perhatian bagi pihak yang memiliki kewenangan untuk melakukan review perizinan Meikarta," kata Febri menegaskan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OZVwXR
November 24, 2018 at 06:49PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2OZVwXR
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 21, 2018

Polisi: Pembunuhan Mayat dalam Lemari Bermotifkan Uang

Salah satu pelanggan karaoke menitipkan uang tip untuk pelaku melalui korban.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan menduga pembunuhan terhadap CIP (20 tahun) bermotifkan uang titipan dari pelanggan tempat hiburan malam. Jasad CIP ditemukan dalam lemari.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar di Jakarta Rabu (21/11), menyatakan salah satu pelanggan karaoke menitipkan uang tip untuk pelaku NR melalui CIP. Namun, pelaku tidak menerima uang sesuai nominal yang diberikan tamu tersebut.

"Kemudian uang tersebut ketika diminta oleh salah satu pelaku tidak utuh lagi sehingga terjadi ketersinggungan cek-cok pada saat itu terjadilah kejadiaan (pembunuhan) itu," kata Indra.

Indra mengatakan, korban CIP (20) telah bekerja tiga tahun sebagai pemandu lagu pada Karaoke "The Palace" kawasan Gatot Subroto Jakarta Selatan sedangkan NR baru sepekan bekerja di tempat yang sama. "Ya, mereka berteman bekerja di tempat yang sama dan mereka saling mengenal tetapi untuk lebih jauh kita akan analisis dan juga hasil laboratorium pun juga belum ada," kata Indra.

Indra mengungkapkan NR ditangkap bersama seorang pria berinisial YP yang diduga turut terlibat pembunuhan terhadap CIP. Penyidik akan mendalami keterangan dari kedua pelaku tersebut termasuk mencari pelanggan tempat hiburan malam yang menitipkan uang kepada korban.

Pengakuan kedua tersangka disebutkan Indra membunuh CIP dengan cara memukul kepala korban bagian belakang menggunakan martil yang diduga menyebabkan kematian. "Tapi nanti ahli yang menyimpulkan, yang jelas hantaman pertama membuat korban meninggal," ucap Indra.

Pada Selasa (20/11) siang, anggota Polda Jambi membantu penangkapan YP dan NR saat berusaha melarikan diri usai membunuh CIP di wilayah Merangin Jambi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TxjHjB
November 21, 2018 at 06:49PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TxjHjB
via IFTTT
Share: