Showing posts with label 2019 at 09:27PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 09:27PM. Show all posts

Sunday, May 19, 2019

Malaysia Peringatkan Warganya Jauhi Lokasi Aksi 22 Mei

Malaysia memberi imbauan agar warga negaranya menjauhi area KPU dan Bawaslu.

REPUBLIKA.CO. JAKARTA -- Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia mengeluarkan peringatan kepada warga negaranya terkait aksi 22 Mei 2019. Malaysia memberi imbauan agar warga negaranya menjauhi area KPU dan Bawaslu.

"Terdapat laporan media yang menyatakan akan berlaku perhimpunan besar-besaran pada Rabu 22 Mei 2019 di kawasan berdekatan dengan bangunan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di jalan Imam Bonjol dan bangunan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) di Jalan MH Thamrin di Jakarta semasa pengumuman resmi keputusan Pemilihan Umum Serentak 2019," tulis Kedutaan Besar Malaysia melalui situs resminya, Sabtu (18/5).

Kedutaan Besar Malaysia memperingatkan agar warganya turut berhati-hati di lokasi KPU dan Bawaslu daerah yang tersebar di seluruh Indonesia. Kedutaan mengatakan, seluruh warganya agar mematuhi imbauan dan terus mengikuti perkembangan. "Rakyat Malaysia di nasihatkan untuk mematuhi sebarang arahan pihak berkuasa tempatan dari semasa ke semasa," terangnya.

Selanjutnya, Kedutaan Malaysia telah memberi instruksi agar mendaftar goo.gl/ixYVfy untuk memberi jaminan keamanan. Nantinya, warga negaranya akan mendapat asuransi dari kedutaan.

Jika mendapat kendala, warga Malaysia disarankan untuk meminta arahan kepada kedutaan. Mereka dapat menghubungi +6281380813036. "Bagi rakyat Malaysia yang memerlukan bantuan konsulor kecemasan di Indonesia, sila hubungi kami di talian seperti yang tertera," tulisnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HATwDD
May 19, 2019 at 09:27PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HATwDD
via IFTTT
Share:

Ini Pesan BJ Habibie Jelang Penetapan Hasil Pemilu 22 Mei

Habibie ingin semua pihak menghindari tindakan yang mempertajam polarisasi.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Presiden ketiga RI BJ Habibie menyampaikan pesan kepada seluruh pihak untuk menghindari tindakan-tindakan yang mempertajam polarisasi dan perpecahan di masyarakat menjelang pengumuman hasil pemilu serentak oleh KPU RI.

Pesan itu disampaikan Habibie dalam sebuah video berdurasi delapan menit yang diunggah lembaga The Habibie Center melalui jejaring sosial Youtube di Jakarta, Ahad (19/5).

Dalam video tersebut suami mendiang Hasri Ainun Besari (Ainun Habibie) itu juga menyerukan seluruh pihak menerima hasil pemilihan umum serentak yang akan diumumkan 22 Mei 2019.

Baca juga, KPU: Rekapitulasi Suara Nasional Tetap 22 Mei.

"Saya juga meyakini kita semua telah memahami bahwa ketidakpuasan terhadap hasil pemilihan umum, harus diselesaikan melalui jalur konstitusional," ujar Habibie.

Berikut transkrip lengkap pesan BJ Habibie dari video tersebut:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Om swastiastu, Namo buddhaya, Salam kebajikan.

Saudara saudara sebangsa dan setanah air, alhamdulillah sampai saat ini kita masih diberikan kesehatan dan keselamatan.

Bertepatan dengan bulan suci ramadhan ini, saya ingin mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan kepada umat Muslim.

Saya juga ingin menyampaikan selamat merayakan hari raya waisak kepada umat Buddha dan selamat memperingati kenaikan Isa Al Masih kepada umat Nasrani.

Semoga Indonesia tetap harmonis dalam keberagaman.

Saya perlu mengingatkan sila pertama Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila ini menegaskan bahwa kita adalah bangsa yang religius.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VTTmBq
May 19, 2019 at 09:27PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VTTmBq
via IFTTT
Share:

Thursday, April 11, 2019

In Picture: KPU dan Bawaslu Bertemu, Bahas Temuan Surat Suara Tercoblos

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Bawaslu Abhan bersama Ketua KPU Arief Budiman menggelar konferensi pers bersama di Gedung Bawaslu, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Pertemuan KPU dan Bawaslu untuk membahas kasus temuan surat suara tercoblos di Malaysia.  

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UIYvL6
April 11, 2019 at 09:27PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UIYvL6
via IFTTT
Share:

Saturday, March 30, 2019

Mbak Tutut: Santri Harus Paham Politik

Mbak Tutut sangat mutlak santri harus paham politik.

REPUBLIKA.CO.ID, BLITAR -- Siti Hardiyanti Rukmana, putri pertama almarhum Presiden Soeharto yang biasa disapa Mbak Tutut, agar para santri tahu dan paham politik. Hal ini penting agar tidak diarahkan oleh orang orang yang akan merusak bangsa.

"Hoaks membuat jalinan persaudaraan pudar. Maka tahu politik akan membuat santri tidak salah langkah," ujarnya saat berdialog dengan santri Pesantren Al Kamal di Blitar, Jumat 30 Maret 2019.

Pesantren, sambung Mbak Tutut, memiliki peran penting dalam pembangunan. Apalagi di zaman globalisasi ini pesantren merupakan sarana pendidikan ilmu agama dan budi pekerti. Menurutnya, agama dan perilaku sopan itu sangat penting ditanamkan sejak dini.

Tokoh wanita kharismatik ini juga mengajak para santri berbuat kebaikan untuk kemajuan bangsa dan negara. “Pesantren merupakan ujung tombak dari pendidikan di seluruh Indonesia. Untuk itu silaturahmi yang dijalin harus dapat terus berlanjut tidak hanya saat ini saja. Kami mohon silaturahmi ini terus berlanjut atas rida Allah SWT,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Mbak Tutut menyerahkan bantuan perangkat pembuatan biogas untuk Pesantren Al Kamal sebagai bagian program Pesantren Mandiri. Selain itu, buku tentang Pak Harto juga diberikan kepada pemilik Pesantren Al Kamal.

Sebaliknya, pengurus pesantren memberikan sebuah foto kenangan pemilik Pondok Pesantren Al Kamal bersama Pak Harto, kepada Mbak Tutut. Di penghujung acara, Mbak Tutut berswafoto dengan para santri. Suasana harmonis terlihat dalam kegiatan silaturahmi tersebut.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2uJxl8p
March 30, 2019 at 09:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2uJxl8p
via IFTTT
Share:

Sunday, March 24, 2019

Timnas Garuda tak Ingin Terpeleset di Myanmar

Simon meminta seluruh pemain menunjukkan kemampuan terbaiknya di Myanmar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Timnas senior Indonesia siap menghadapi tuan rumah Myanmar pada pertandingan persahabatan internasional di Stadion Mandalarthiri, Mandalay, Myanmar, Senin (25/3). Timnas Garuda tak ingin terpeleset di kandang lawan.

"Saya menantikan laga esok, saya pikir akan menjadi suatu ujian yang bagus untuk kami melihat hasil dari latihan kami sejauh ini." kata pelatih timnas Simon McMenemy seperti yang dilansir pssi.org yang dipantau dari Jakarta, Ahad (24/3).

Laga melawan Myanmar menjadi laga pertama bagi pelatih asal Skotlandia itu. Untuk itu, mantan pelatih Bhayangkara FC ini bertekad meraih hasil yang terbaik sesuai dengan harapan pecinta sepak bola Indonesia.

Persiapan pun sudah dilakukan secara maksimal dengan menjalani pemusatan latihan (TC) di Australia dan Bali sejak awal Maret. Simon menegaskan calon lawan Andik Vermansah dan kawan-kawan bukan lawan yang enteng.

Apalagi, Myanmar bertanding di kandang sendiri. Untuk itu, Simon meminta seluruh pemain menunjukkan kemampuan terbaiknya.

"Hasil laga nanti sangat penting, tetapi lebih penting tentang proses membangun tim saat ini, dan proses menuju kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia pada akhir tahun ini. Maka, lebih baik kami menghadapi laga ini dengan bijak. Karena yang terpenting adalah bagaimana kami bermain dan apakah kami melakukan hal yang benar untuk kualifikasi akhir tahun ini," kata Simon.

Sementara itu, kiper timnas Indonesia, Andritany Ardhiyasa, mengaku pertandingan melawan Myanmar sangat penting untuk Indonesia. Apalagi, mereka saat ini dengan pelatih baru, dan ingin memberikan yang terbaik untuk negara, dan juga pelatih.

"Kami datang ke sini dengan perjalanan yang cukup jauh, dan datang ke sini kami ingin bermain semaksimal mungkin, mendapatkan hasil kemenangan. Kami sudah melakukan persiapan dengan baik," kata Andritany.

"Saya sudah kedua kalinya main di Myanmar, dan keduanya main di Yangon. Ini pertama kalinya saya datang ke Mandalay, bedanya adalah Yangon mungkin karena ibu kota, kota besar, dan saya belum pernah bermain di sini, semoga di sini tidak berbeda dengan di Yangon," tambah kiper asal klub Persija Jakarta ini.

Timnas Indonesia di Myanmar berkekuatan 22 pemain termasuk pemain yang baru bergabung latihan di Myanmar, Yanto Basna. Setelah menjalani uji coba melawan Myanmar, skuat Garuda akan kembali ke klub masing-masing. Direncanakan pada Juni mendatang akan kembali menjalani uji coba internasional. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2CCGDqX
March 24, 2019 at 09:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2CCGDqX
via IFTTT
Share:

Monday, February 11, 2019

Muslim Lituania Bertahan di Bawah Pengikisan Budaya

Saat dianeksasi Uni Soviet, banyak masjid ditutup

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Mengenakan jubah coklat, imam Masjid Kaunas naik ke atas mimbar kayu. Hari itu, Jumat, tiba gilirannya dia memberikan khutbah shalat Jumat di masjid yang terletak di Kaunas, kota terbesar Lituania tersebut. 

Ia adalah Romas Jakubauskas. Seperti biasa, Jakubauskas berceramah menggunakan bahasa Rusia. Namun, doa-doa ia lantunkan dengan bahasa Arab. Dalam khutbahnya, Jukubauskas berharap Muslim Lituania terus bersatu. Ia dengan bangga kembali mengulang sejarah. Ketika Islam pertama kali menginjak tanah Lituania.

Islam dibawa oleh bangsa Tatar Krimea ke negara di Eropa bagian timur laut ini. Sayangnya, setelah berabad-abad bertahan di Lituania, Islam berada di bawah ancaman. Tradisi-tradisi mereka mulai mengikis.

Berabad-abad yang lalu, para bangsawan Muslim Sunni tiba di Lituania. Mereka adalah prajurit gagah berani dari Krimea. Mereka datang pada abad ke-15, ketika Polandia-Lituania bersatu dari Baltik sampai Laut Hitam. Lalu secara bertahap, bangsa Tatar pindah ke Lituania.

Ada sekira 4.000 bangsa Tatar, waktu itu. Meski jumlahnya kecil, namun mereka begitu dihormati. Bangsa Tatar begitu menikmati kebebasan beragama. Tak ada yang memaksa mereka memeluk Kristen.

Namun situasi berubah. Sesaat setelah Lituania dianeksasi oleh Uni Soviet. Bangsa Tatar didesak meninggalkan desa-desa dan pindah ke kota. Bahkan, masjid-masjid ditutup paksa. Beruntung, masjid kembali dibuka pada 1991.

Rumah ibadah ini sangat dibutuhkan oleh Muslim setempat. Mulai saat itu, komunitas Muslim kembali merajut hubungan erat. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BrBilG
February 11, 2019 at 09:27PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BrBilG
via IFTTT
Share:

Wednesday, February 6, 2019

I Gede Widiade Mundur dari Jabatan Dirut Persija

Pengunduran dirinya disertai dengan Direktur Operasional Persija M Rafil Perdana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- I Gede Widiade resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai direktur utama (dirut) Persija Jakarta. Ia memutuskan fokus kembali mengurus usaha properti yang dimilikinya.

"Sebenarnya pengunduran diri ini sudah disampaikan sejak 1 Februari 2019. Kami menganggap cukup tugas kami secara yuridis dan struktural di Persija," kata Gede di Kantor Persija, Jakarta, Rabu (6/2).

Gede mengatakan 'kami' karena pengunduran dirinya disertai dengan Direktur Operasional (COO) Persija M Rafil Perdana. Gede dan Rafil mengakui bahwa sudah menyerahkan nasibnya ke pemegang saham Persija setelah klub berjuluk Macan Kemayoran itu berhasil menjadi juara di tiga kompetisi tahun 2018, termasuk Liga 1 Indonesia yang melebihi target sejak awal musim.

"Saya dan Rafil melaporkan ke pemegang saham bahwa tugas kami sudah selesai," jelas Gede.

Setelah itu, Gede melanjutkan, pada sekitar Desember 2018-Januari 2019 para pemegang saham Persija memutuskan untuk melakukan reorganisasi dan menggesernya dari posisi direktur utama ke direktur olahraga Persija. Rafil tetap sebagai direktur operasional.

Adapun pemegang saham Persija mengangkat Kokoh Alfiat sebagai direktur utama menggantikan Gede Namun, baik Gede ataupun Rafil memutuskan tidak mengambil jabatan itu dan mengajukan pengunduran diri pada 1 Februari 2019.

Gede dan Rafil meminta pencinta Persija dan suporter The Jakmania untuk mendukung direksi Persija yang baru. Keduanya berterima kasih kepada semua pihak atas dukungan terhadap Persija dalam periode jabatannya, terutama kelompok suporter The Jakmania. "Kami berdua mohon pamit. Semoga The Jakmania dapat menerima pengunduran diri kami. Ini tidak bersifat politis atau apapun," tutur Rafli.

I Gede Widiade menjabat direktur utama Persija Jakarta sejak tahun 2017. Sejak itu, ia dibantu oleh M Rafil Perdana sebagai direktur operasional.

Selama kepemimpinannya, Persija berhasil meraih tiga gelar juara yang seluruhnya ditorehkan pada tahun 2018, yaitu kampiun Piala Presiden, Boost Sports Super Fix Cup, dan Liga 1 Indonesia. Khusus Liga 1, itu adalah trofi juara Persija sejak terakhir kali meraih hasil serupa pada tahun 2001.

Sebelum di Persija, I Gede Widiade sempat memimpin Bhayangkara Surabaya United (kini bernama Bhayangkara United) pada tahun 2016.

Jejak pengusaha berdarah Bali itu sebagai pemimpin tertinggi klub sepak profesional dimulai pada tahun 2011 saat dia menjadi direktur utama klub Persebaya 1927 di IPL, liga yang ketika itu tak diakui PSSI. Tahun 2015, ia membeli klub Persebaya yang bermain di Liga Super Indonesia (ISL). Klub ini berubah-ubah nama sebelum akhirnya menjadi Bhayangkara Surabaya United.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WNKOZl
February 06, 2019 at 09:27PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WNKOZl
via IFTTT
Share:

Monday, February 4, 2019

Menkes Bantah Kanker Terkena Urun Biaya JKN-KIS

Peserta urun biaya kemungkinan akan dikenakan pada peserta yang pindah kelas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek membantah kabar yang menyebutkan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang menderita penyakit kanker harus membayar urun biaya atau selisih biaya.

"Jenis pelayanan yang terkena urun biaya belum diterapkan dan ditentukan. Kenapa? karena penyakitnya masih diteliti satu-satu dan dibahas oleh organisasi profesi mana yang tidak benar, kemudian akan kami catat daftar penyakit yang terkena urun biaya," katanya saat ditemui usai peringatan Hari Kanker Sedunia 2019, di Jakarta, Senin (4/2).

Ia memberi bocoran urun biaya akan dikenakan pada pelayanan kesehatan seperti peserta JKN-KIS yang ingin melahirkan di tanggal cantik padahal sebenarnya ia bisa melahirkan dengan cara normal. Urun biaya juga dikenakan pada peserta JKN-KIS yang awalnya di kelas 3 namun ingin pindah ke kelas 1 atau VIP.

"Padahal itu salah. Jadi, urun biaya ini hanya untuk yang melakukan moral hazard," ujarnya.

Jadi, ia menegaskan tidak semua penyakit terkena urun biaya termasuk kanker. Apalagi, obat-obatan dan pelayanan kesehatan kanker sudah memiliki standar yang harus diberikan.

Sebelumnya Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) mengaku hingga saat ini belum membahas jenis pelayanan kesehatan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang terkena urun biaya.

Ketua Komisi Pengawasan dan Monev DJSN Zaenal Abidin mengatakan, pihaknya belum mengetahui sikap instansinya terkait pelayanan kesehatan JKN-KIS yang terkena urun biaya.

"Jadi saya belum tahu (sikap DJSN) karena kami belum rapat. Nanti kalau sudah (menetapkan sikap) akan dikabari," ujarnya saat dihubungi Republika, Ahad (3/2).

Kendati demikian, ia menyampaikan pendapat pribadinya dan meminta pemerintah tidak perlu menerapkan urun biaya jika masih ada dana untuk membayar klaim pelayanan kesehatan asuransi sosial tersebut. Sebab, dia menambahkan, masalah ini sebenarnya sudah diatur dalam peraturan presiden (perpres) nomor 82 tahun 2018 dan peraturan menteri kesehatan (permenkes) nomor 51 tahun 2018. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MO5zQb
February 04, 2019 at 09:27PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MO5zQb
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 16, 2019

Kementan Kembangkan Tiga Jenis Beras untuk Komoditas Ekspor

Tiga jenis beras yang dikembangkan memiliki pangsa pasar ekspor.

REPUBLIKA.CO.ID, SUBANG -- Kementerian Pertanian mendorong upaya peningkatan ekspor nonmigas, salah satunya lewat komoditas beras. Ada tiga beras yang saat ini sedang diteliti dan dikembangkan untuk diprodukasi secara massal sebagai komoditas ekspor unggulan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro, mengatakan, pada 2019 ini ada tiga jenis beras yang sedang diteliti serta,siap dilepas ke pasar untuk diproduksi massal. Tiga jenis beras itu, yakni beras merah aromatik, beras hitam, dan beras basmati.

"Tiga jenis beras ini, masih diteliti di BB Padi. Sebentar lagi akan segera dirilis," ujar Syukur, ketika berkunjung ke BB Penelitian Padi Sukamandi, di Kecamatan Ciasem, Subang, Rabu (16/1).

Sedangkan, tiga jenis beras lainnya saat ini sedang menunggu legitimasinya yakni, SK dari Menteri Pertanian. Dalam waktu dekat, ketiganya akan segera dirilis. Targetnya, pertengahan bulan depan sudah bisa dilepas.

Untuk ketiga jenis beras ini, sudah ada pangsa pasarnya sendiri yaitu, beras basmati dengan pangsa pasarnya, yakni negara di Timur Tengah serta Afrika Utara. Untuk beras merah aromatik, pangsa pasarnya yaitu negara Asia Tenggara, terutama Malaysia. Adapun beras hitam, saat ini sedang menjadi trend di dunia. Salah satunya, Singapura.

"Untuk beras basmati asal Indonesia, tak menutup kemungkinan akan menjadi hidangan utama bagi Raja Salman di Arab Saudi. Jika, sang raja menyukai nasi basmati," ujar Syukur.

Karena itu, pihaknya terus mendorong supaya terobosan ini bisa terealisasi. Empat jenis beras kualitas premium ini akan menjadi unggulan karena banyak manfaatnya. Manfaat tersebut seperti mengandung anti-oksidan dan indeks glikemik rendah tetapi seratnya cukup tinggi.

"Semoga, komoditas ekspor nonmigas ini bisa mengimbangi tingginya impor migas. Karena itu, kami di Kementan ini sangat bersemangat untuk mendorong komoditas ekspor ini," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Sukamandi, Priatna Sasmita, membenarkan ada tiga jenis beras premium yang saat ini sedang dikembangkan. Dari tiga jenis beras itu, masing-masing memiliki dua varietas.

"Jadi, dalam waktu dekat kami akan merilis enam varietas benih padi premium. Selain itu, kami juga sedang meneliti varietas padi yang mengandung zinc, untuk mencegah stunting pada anak," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2De9Nxg
January 16, 2019 at 09:27PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2De9Nxg
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 1, 2019

Bapak dan Dua Anak Meninggal karena Tenggelam di Trenggalek

Korban meninggal maupun yang kritis sudah dievakuasi ke rumah sakit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua bocah yang masih berusia 10 dan 11 tahun dilaporkan ikut terseret tenggelam bersama ayahnya yang terpeleset jatuh ke ke dasar telaga air terjun Jurug Gue di Desa Mlinjon, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Selasa siang. Ketiganya dilaporkan tewas setelah beberapa lama dilakukan upaya pertolongan dengan cara penyelaman.

Sementara istri korban yang panik nyaris ikut tenggelam bersama dua balita kembar siam (Kalista dan Kalia, umur 2 tahun) yang masih dalam gendongan, namun berhasil ditolong pengunjung jurug lain. Kondisi si istri dan dua anak kembar itu kini kritis dan mendapat perawatan intensif di RSUD dr Soedomo, Trenggalek.

"Korban meninggal maupun yang kritis sudah dievakuasi ke rumah sakit. Untuk korban meninggal kami lakukan visum luar," kata Kapolsek Suruh AKP Yasir dikonfirmasi usai proses evakuasi.

Yasir memaparkan, tiga korban meninggal diidentifikasi bernama Joko Susapto (ayah, 36), Arinda (anak, 11) dan Faiz (anak, 10). Mereka berenam naik sepeda motor Honda Astrea Grand Nopol AG 3325 YH dari rumahnya di Desa Sumberingin, Kecamatan Trenggalek untuk mengisi liburan tahun baru.

Tiba di lokasi wisata rintisan Jurug Gue sekitar pukul 08.00 WIB, mereka sempat bermain air cukup lama hingga siang hari pukul 14.00 WIB. Tragis terjadi saat anak-anak Joko Susapto sudah merasa cukup bermain air di telaga jurug. Saat korban Joko mau mentas, kakinya yang menginjak batu tepi telaga terpeleset hingga jatuh tenggelam.

Naasnya, Joko tak bisa berenang. Ia berusaha menggapai ke permukaan dan tangannya terlihat meronta. Dua anak Joko, Arinda dan Faiz yang melihat bapaknya menggelepar di tepi telaga spontan berusaha meraih tangan ayahnya. Tapi bukannya bisa menolong, kedua bocah malang itu justru ikut tertarik ke telaga dan tenggelam.

"Ibunya yang panik, dalam kondisi menggendong dua balita kembar) kemudian ikut berusaha menolong suami dan dua anaknya yang tenggelam tadi dengan masuk ke dalam telaga.

"Ketika menyelam sang ibu berteriak minta tolong, dan kami pun bergegas ke lokasi untuk menolongnya," katanya.

Sayang, saat itu juga warga hanya bisa menyelamatkan sang ibu dan kedua balita kembar yang masih dalam gendongan. Sedangkan beberapa menit berselang, ayah dan dua anaknya ditemukan sudah dalam keadaan meninggal.

"Setelah berhasil dievakuasi semuanya langsung dibawa ke RSUD dr Soedomo Trenggalek baik yang selamat maupun yang meninggal," ujar Kapolsek Yasir.

Ia memastikan, berdasar hasil olah tempat kejadian perkara maupun hasil visum, kematian ketiga korban maulun korban selamat murni kecelakaan dan tidak ada unsur kesengajaan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2F0T0zJ
January 01, 2019 at 09:27PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2F0T0zJ
via IFTTT
Share: